cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 872 Documents
Fabrikasi Agen Antimikroba Ramah Lingkungan Berbasis Lapisan Ganda Hidroksida pada Substrat Aluminium Foil Taufiq Ihsan; Vera Surtia Bachtiar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Kontaminasi air oleh mikroorganisme patogen merupakan masalah kesehatan global yang membutuhkan solusi disinfeksi yang efektif dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk fabrikasi agen antimikroba ramah lingkungan berbasis Lapisan Ganda Hidroksida (layered double hydroxide/LDH) pada substrat aluminium foil yang mudah diproduksi dan diaplikasikan untuk disinfeksi air. Morfologi seperti lembaran memungkinkan pengambilan kembali LDH yang pada dasarnya berbentuk bubuk, dari air yang telah disterilkan sebelumnya secara batch. Pelapisan foil aluminium dengan Mg-Al LDH dicapai dengan merendamnya dalam larutan magnesium alkali, yang menghasilkan pembentukan LDH di permukaan. Material yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) dan Mikroskopi Elektron Pemindaian (SEM) untuk menganalisis struktur kristal dan morfologi permukaan Uji aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa material LDH pada aluminium foil memiliki kemampuan menghilangkan Eschericia coli dengan efisiensi penyisihan mencapai 90,9% dalam waktu 3 jam. Studi ini menunjukkan bahwa LDH pada aluminium foil berpotensi diaplikasikan sebagai agen antimikroba ramah lingkungan dan praktis untuk disinfeksi air, seperti air ceret dalam skala rumah tangga.
Evaluasi Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Sambung Nyawa di Tanah Oxisol dengan Dosis Pupuk yang Berbeda Asep Tata Permana; Rosalia Amalia; Sunardi Sunardi; Nur Rochmah Kumalasari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki potensi untuk hijauan pakan ternak, namun belum banyak dikaji proses budidaya di tanah oxisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi hijauan sambung nyawa di tanah oxisol serta pengaruh pemupukan urea dengan dosis yang berbeda. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pengelompokan berdasarkan kemiringan lahan dan 4 perlakuan pupuk dengan 10 tanaman per plot. Kelompok kemiringan lahan terdiri dari kemiringan 7ᵒ (B1), kemiringan 5ᵒ (B2), kemiringan 4ᵒ (B3), dan kemiringan 3ᵒ (B4). Perlakuan penelitian terdiri dari kontrol dengan pemberian pupuk kandang sebesar 8 ton ha⁻¹ dan NPK 15-15-15 sebesar 200 kg ha⁻¹ (P1), dengan penambahan pupuk urea 100 kg ha⁻¹ (P2), dengan penambahan pupuk urea 200 kg ha⁻¹ (P3), dengan penambahan pupuk urea 300 kg ha⁻¹ (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk ke tanah dapat meningkatkan kandungan hara tanah, terutama fosfor (1,28 ppm ke 3,41 ppm) dan kalium (0,13 15 cmol⁽⁺⁾ kg¯¹ ke 0,15 cmol⁽⁺⁾ kg). Dosis pemupukan yang berbeda menyebabkan perbedaan pertumbuhan sambung nyawa, baik tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun maupun produksi biomassa segar. Pada produksi daun, terjadi penurunan biomassa daun segar (dari kontrol 114,89 g tanaman-1) pada penambahan pupuk urea 200 kg ha-1 (P3 menjadi 64,69 g tanaman-1), namun tidak berbeda nyata setelah biomassa segar dikeringkan. Pada produksi batang, pengaruh pemupukan urea terhadap pola penurunan biomassa batang segar dan kering relatif sama. Simpulan penelitian ini adalah tanaman sambung nyawa memiliki kemampuan beradaptasi dan tumbuh dengan baik di tanah oxisol. Pemberian pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk kandang sebesar 8 ton ha⁻¹ dan NPK 15-15-15 sebesar 200 kg ha⁻¹.
Local Potential Eco-Friendly Corrosion Bio-inhibitors for Iron Material in Karang Jahe Marine Puji Winarti; Putut Marwoto; Sunyoto Eko Nugroho
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

The seawater of Karang Jahe, Rembang Regency, provides a highly saline, chloride-rich environment that accelerates the corrosion of iron materials widely used in local fishing activities. Although synthetic corrosion inhibitors are effective, their long-term application raises ecological concerns due to toxicity. Plant-based extracts offer a biodegradable and environmentally safer alternative. However, studies investigating locally sourced coastal plants under natural seawater conditions remain limited. This study is novel in that it evaluates locally sourced teak leaf (Tectona grandis L.f.) and tengar bark (Ceriops tagal) extracts from the Karang Jahe coastal area as eco-friendly corrosion inhibitors in natural seawater media. Immersion experiments showed a consistent decrease in corrosion rates with increasing inhibitor concentrations. After 20 days of immersion at 20 ppm, inhibition efficiencies of 90.75% for teak leaf extract and 93.49% for tengar bark extract were achieved, demonstrating strong and sustained corrosion protection under realistic marine conditions. Peak efficiencies were observed after 10 days, suggesting effective early stage adsorption of the inhibitor molecules on the iron surface. Overall, tengar bark extract demonstrated stronger corrosion protection. This finding highlights its potential as a locally sourced and environmentally friendly inhibitor for marine applications.
Studi Pencemaran Sungai Cikakembang akibat Limbah Industri Tekstil Menggunakan QUAL2Kw Muhammad Raul Zahran Wiryawardhana; Finna Fitriana; Doddi Yudianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.181-190

Abstract

Sungai Cikakembang, sebagai anak Sungai Citarum di bagian hulu, mengalami pencemaran berat akibat limbah industri tekstil dan domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pencemaran terhadap kualitas air serta merumuskan alternatif strategi pengendalian menggunakan pemodelan QUAL2Kw. Studi ini mengintegrasikan parameter COD, yang belum dievaluasi pada studi terdahulu, karena tingginya konsentrasi bahan organik dari limbah tekstil berpotensi menyebabkan penurunan oksigen terlarut secara signifikan. Sampel air diambil dari 12 titik sepanjang sungai untuk menganalisis DO, BOD, COD, dan NH3-N. Parameter tersebut kemudian dimodelkan menggunakan QUAL2Kw, yaitu perangkat lunak berbasis spreadsheet yang memudahkan proses kalibrasi dan validasi model dengan data lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air berada dalam kondisi buruk, dimana parameter-parameter tersebut tidak memenuhi Standar Baku Mutu Air Sungai Kelas II. Simulasi empat skenario pengendalian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas air terjadi hanya pada segmen hulu, sedangkan segmen hilir masih memerlukan strategi pengelolaan tambahan yang lebih komprehensif. Penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan teknologi pengolahan limbah, pengawasan ketat terhadap industri, dan monitoring rutin untuk memastikan keberlanjutan kualitas air Sungai Cikakembang.
Struktur Komunitas dan Keanekaragaman Mangrove pada Gradien Gangguan Antropogenik di Hilir DAS Poso, Sulawesi Tengah Bau Toknok; Naharuddin Naharuddin; Golar Golar; Rendy Ahmad Yani; Moh. Malik; Amati Eltriman Hulu; Dewi Rukmana; Nurain Reski; Muh. Giar Arrazaq; Muh. Syafi'i; Anggita Azzarah; Sheira Marghita Diva Meranti Matheos
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam perlindungan pesisir, penyimpanan karbon, dan konservasi keanekaragaman hayati, namun mengalami tekanan akibat konversi lahan dan aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas dan keanekaragaman mangrove pada gradasi kondisi ekosistem (terjaga dan terganggu) di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Poso, Sulawesi Tengah. Data dikumpulkan menggunakan metode line transect plot dan dianalisis melalui Indeks Nilai Penting (INP) serta indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’). Sebanyak 12 jenis mangrove dari 5 famili teridentifikasi. Pada kawasan terjaga, Rhizophora apiculata mendominasi strata pohon dan pancang (INP > 98%), sedangkan pada kawasan terganggu strata pohon didominasi Sonneratia alba dan strata regenerasi tetap didominasi R. apiculata. Nilai H’ pada seluruh strata berada pada kategori sedang (1,300–1,879), dengan kemerataan relatif tinggi (0,726–0,966). Penurunan H’ pada strata pancang di kawasan terganggu mengindikasikan tekanan ekologis pada fase pertumbuhan menengah, meskipun tidak terjadi kehilangan jenis secara drastis. Temuan ini menunjukkan bahwa gangguan di hilir DAS Poso lebih memengaruhi struktur dominansi dan dinamika regenerasi dibandingkan tingkat keragaman total. Kebaruan studi ini terletak pada analisis komparatif berbasis INP dan H’ untuk menilai respons komunitas mangrove terhadap gradasi gangguan sebagai dasar perumusan strategi pengelolaan berbasis zonasi ekologis dan pemantauan jangka panjang. Hasil penelitian memberikan landasan ilmiah bagi pengelolaan mangrove berkelanjutan pada wilayah pesisir dengan tekanan antropogenik yang meningkat.
Analisis Daya Dukung Pangan dan Air dalam Konteks Kebijakan Spasial dan Sektoral Kota Mojokerto: Integrasi Perencanaan untuk Pembangunan Berkelanjutan Raga Bagas Pratama; Dhio Arieska Lazuardi Prapto Nugroho; Shafwa Nashita Noor Shahira
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Kota Mojokerto sebagai wilayah urban dengan keterbatasan lahan menghadapi tekanan pembangunan yang tinggi, yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan ketersediaan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung pangan dan air berdasarkan data spasial dan tabular, serta menilai kesesuaiannya dengan dokumen perencanaan seperti RTRW, RPJMD, dan Renstra sektoral. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran kuantitatif-kualitatif dengan analisis spasial berbasis grid resolusi 150×150 meter dan kajian kebijakan melalui gap analysis. Hasil menunjukkan bahwa daya dukung air Kota Mojokerto secara agregat berada dalam kondisi surplus, yaitu sebesar 61,9 juta m³/tahun dibandingkan kebutuhan 21,9 juta m³/tahun. Namun, terdapat ketimpangan spasial terutama di Kecamatan Magersari sebagai pusat kota. Sebaliknya, daya dukung pangan mengalami defisit signifikan, di mana produksi beras lokal hanya mampu mencukupi 16,6% dari total kebutuhan penduduk. Evaluasi dokumen perencanaan mengungkapkan bahwa proporsi program yang menangani isu pangan dan air masih rendah dan belum terintegrasi secara spasial serta lintas sektor. Program pangan cenderung fokus pada produksi, sementara program air belum menjangkau wilayah-wilayah padat penduduk secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya integrasi antara perencanaan spasial dan sektoral, peningkatan perlindungan lahan pertanian, pemerataan distribusi air, serta penyusunan kebijakan yang berbasis data daya dukung secara spasial untuk mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.
In-Vitro Chromium Bioremediation Potential Using Bacteria Consortium From Chromium Polluted Soil Vinno Bayu Christofan; Wahyu Surakusumah; Peristiwati Peristiwati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

This research aims to obtain an adequate formulation of bacterial consortium for chromium waste management, where the bacteria Bacillus sp., Bacillus licheniformis and Bacillus anthracis obtained from the chromium polluted environment have the potential as bioremediation agent of chromium waste. The use of bioremediation is considered to be effective and efficient in waste management and has become the solution to cleanse the environment from pollution without excessive use of chemical substances. The methods used in this research are quantitative methods with an experimental approach. Sample isolated from soils and then selected based on their resistance toward chromium stress, the sample then identified using biochemical and molecular method, after that the sample chromium content is tested in the beginning of the observation until the end of observation at the 12th hour. This research shows that the bacterial consortia of Bacillus sp. and Bacillus anthracis have the best synergy that is marked by the growth of streak colonies that are clearly seen. In the chromium reduction test, the Bacillus sp. and Bacillus anthracis consortia have the highest chromium reduction percentage, reaching 26% meanwhile the percentage of Bacillus licheniformis and Bacillus anthracis consortia have the reduction percentage of 9.4% marked as the lowest out of all the tested consortia. The conclusion of this research is the consortia of Bacillus sp. and Bacillus anthracis is the best consortia in chromium reduction property out of all consortia that is tested in this research, this shows that the Bacillus sp. and Bacillus anthracis consortia as the highest potential consortia to be applied in chromium waste bioremediation systems.
Keanekaragaman Mikroalga dan Responnya terhadap Gradien Kualitas Air di Sungai Kaliares Boyolali Nur Ubaidiyah; Nurmiyati Nurmiyati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Sungai Kaliares dapat dikategorikan sebagai Sungai Kelas II karena diperuntukan untuk rekreasi air dan budidaya ikan air tawar. Hingga saat ini, belum terdapat penelitian lebih lanjut mengenai kualitas air Sungai Kaliares. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis keberadaan komunitas mikroalga air tawar dan responnya terhadap gradien tertentu kualitas air yang mencangkup suhu, pH, BOD, dan ??2 bebas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dimana sampel yang diambil mewakili bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Sampel diambil menggunakan phytoplankton trawl net (trawl) berukuran sekitar 50 µ? sebanyak 100 Liter dan segera diberi larutan Yodium lugol untuk mengawetkan bentuk dan struktur sel serta warna sel agar mudah terlihat di bawah mikroskop. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, spesies dengan kelimpahan spesies tertinggi yang ditemukan adalah Nitzschia sp., dan Synedra sp. Secara keseluruhan, Sungai Kaliares memiliki Indeks Keanekaragaman (H’) Sedang, dengan nilai tertinggi adalah KS1 1 sebesar 2,5030. Tidak ada spesies yang mendominasi dan memiliki indeks kemerataan spesies Tinggi. Faktor lingkungan diukur untuk mengetahui respon mikroalga pada gradien tertentu kualitas air, serta untuk menganalisis ada tidaknya hubungan parameter lingkungan dengan keanekaragaman mikroalga. Nilai BOD pada KS2 dan KS3 melebihi baku mutu yang artinya sungai tercemar ringan. Nilai suhu, pH, dan ??2 pada ketiga stasiun menunjukkan sungai dalam keadaan baik. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa pH, BOD, dan ??2 bebas menunjukkan korelasi negatif terhadap indeks keanekaragaman mikroalga yang artinya semakin tinggi nilai pH, BOD, dan ??2 bebas, keanekaragaman mikroalga cenderung akan menurun. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberi informasi tentang keanekaragaman mikroalga dan hubungannya dengan gradien kualitas air Sungai Kaliares, Boyolali.
Efisiensi Penyisihan Kekeruhan pada Paket IPA dengan Sedimentasi Continuous Discharges Flow (CDF) pada Debit Desain dan Uprating Ridwan Ridwan; Reri Afrianita; Reski Anggika; Fajri Dwi Arya; Viorin Fergessi; Latifa Tri Kartika; Aisyah Maulida R
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.191-200

Abstract

Sistem penyediaan air minum yang berkelanjutan membutuhkan pembaruan teknologi uprating pada bangunan pengolahan air minum (BPAM) sebagai alternatif yang efisien untuk meningkatkan debit produksi di tengah keterbatasan anggaran pembangunan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan paket BPAM yang mengintegrasikan bak sedimentasi metode Continuous Discharge Flow (CDF) dengan bak filtrasi untuk mengukur kinerja penyisihan kekeruhan air baku pada debit desain 240 L/jam serta debit uprating 360 L/jam) dan 480 L/jam. Paket BPAM yang diteliti terdiri dari unit koagulasi sistem terjunan, unit flokulasi dengan sistem sekat, unit sedimentasi metode CDF, dan unit filtrasi media tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun debit operasional ditingkatkan secara signifikan, mutu air hasil olahan relatif tetap stabil dan konsisten memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan kekeruhan pada bak sedimentasi berada pada rentang 93,53% hingga 95,71%, sedangkan pada bak filtrasi mencapai efisiensi yang lebih tinggi, yaitu 96,46% hingga 98,72%. Selain performa kualitas, sistem ini mampu beroperasi pada waktu detensi yang jauh lebih singkat, yaitu berkisar antara 33,8 hingga 44,8 menit, dibandingkan dengan kriteria desain perencanaan konvensional. Kebaruan pada penelitian ini terletak pada integrasi unit sedimentasi metode CDF dengan unit filtrasi yang terbukti mampu dalam mempertahankan baku mutu kualitas air minum pada kondisi uprating hingga kapasitas ganda. Sistem ini berpotensi menjadi alternatif solusi teknis yang aplikatif dalam pengembangan infrastruktur air minum perkotaan yang lebih efisien.
Studi Pendahuluan Pemetaan Potensi Karbon Sequester Sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara Djati Mardiatno; Ahsan Nurhadi; Galih Dwi Jayanto; Retno Suryandari; Rahula Hangga Nurhendro
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.1.%p

Abstract

Kabupaten Maluku Tenggara merupakan daerah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 83 pulau yang masyarakatnya sangat bergantung pada kondisi laut serta rentan terhadap dampak perubahan iklim. Strategi yang dikenal efektif untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim salah satunya adalah Solusi Berbasis Alam (Nature based Solution/ NbS). Salah satu NbS yang paling efektif yaitu hutan mangrove sehingga diperlukan pemetaan hutan mangrove beserta Above Ground Biomass (AGB). Tujuan penelitian ini adalah memetakan potensi carbon sequester pada ekosistem mangrove. Penelitian ini menggunakan citra sentinel-2 MSI level-2A yang diolah menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) dan diklasifikasikan menggunakan parameter Normalized Difference Moisture Index (NDMI) dengan range spectral -0,22 sampai 0,55 dan Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) dengan range -0,6 sampai 0,55. Setelah diperoleh luas area hutan mangrove, digunakan data Sentinel-2 dan Global Ecosystem Dynamics Investigation (GEDI) untuk melatih model penghitungan biomassa dan dilanjutkan dengan penghitungan biomassa dipadukan dengan algoritma random forest sehingga dihasilkan nilai luas area mangrove dan nilai AGB hutan mangrove. Berdasarkan hasil analisis, hutan mangrove di Pulau Kei Kecil terluas terletak di Kecamatan Kei Kecil Barat hingga Hoat Sorbay dengan distribusi AGB yang didominasi warna merah (0-90 Ton/ha) dan kuning (90-130 Ton/ha) dan sebagian kecil zona hijau (>300 Ton/ha). Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa nilai AGB hutan mangrove di Pulau Kei Kecil memiliki korelasi positif (0.985) yang kuat dengan luas area hutan mangrove. Dengan mengetahui AGB dari ekosistem mangrove di Pulau Kei Kecil maka dapat dirumuskan strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis alam (Nature based Solution) untuk Kabupaten Maluku Tenggara.

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2026): Januari 2026 Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue