cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 851 Documents
Recycle Botol Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) Menjadi Serat Nilon sebagai Perwujudan Sustainable Development dengan Prinsip Green Chemistry: A Review Winda Putri Permata Sari; Ainayya Wiene Fathiyyaturahma; Muhammad Ilham Purnomo Jati; Restu Aji Putra Pratama
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.638-646

Abstract

Karya tulis ilmiah ini bertujuan memberikan gambaran umum dan penjelasan lengkap terkait teknologi tepat guna pemanfaatan limbah botol plastik (PET) yang dapat didaur ulang menjadi serat nilon dari sepuluh tahun terakhir dari berbagai jurnal internasional. Setelah melakukan pencarian pada database bereputasi nasional dan internasional dengan menggunakan pola kunci relevansi (Pola 1: “bottle plastic” “recycling" "fiber"; Pola 2 : “bottle plastic” “nylon fiber” “suistainable development” ; Pola 3: "PET" “nylon fiber" "green chemistry"), dari 20, terdapat 10 artikel yang relevan akan ditinjau secara sistematis. Tujuan sistematisnya adalah menghasilkan tinjauan umum dan pengetahuan mengenai daur ulang limbah botol plastik menjadi serat nilon yang dapat mewujudkan sustainable development dengan menggunakan prinsip-prinsip green chemistry. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa daur ulang botol plastik (PET) dapat diubah menjadi serat nilon secara mekanis dan kimiawi. Mekanisme pembuatan nilon dari botol plastik bersifat ramah lingkungan yang dapat dijelaskan dengan pengintegrasian green chemistry. Penerapan prinsip green chemistry untuk menjelaskan topik ini yaitu prinsip ke 1 “waste prevention instead of remediation” dan ke 6 “energy efficient by design”. Penelitian ini diharapkan dapat membuka pengetahuan lebih luas kepada masyarakat umum terkait gambaran umum dan penjelasan lengkap terkait tahapan teknologi tepat guna pemanfaatan limbah botol plastik (PET) yang dapat didaur ulang menjadi serat nilon.
Analisis Dampak Perubahan Tingkat Vegetasi dan Estimasi Land Surface Temperature Terhadap Kenyamanan dan Konsentrasi CO2 di Kototabang Andi Sulistiyono; Nofi Yendri Sudiar; Riri Jonuarti; Mona Berlian Sari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.867-878

Abstract

Perubahan kerapatan vegetasi dapat mengurangi peran hutan sebagai penyerap gas CO2 yang dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi gas CO2 dan efek sinar matahari secara langsung pada permukaan tanah dan udara.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanah yang selanjutnya menganalisis terhadap konsentrasi CO2 dan suhu udara melalui penghitungan Temperature Humidity Index (THI). Penelitian ini menggunakan data citra Landsat 8 untuk mengetahui sebaran Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST) pada area radius 2.27 km dari lokasi Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang. Hasil penelitian pada periode bulan Juni-juli selama tahun 2019-2023 pada sebaran kerapatan vegetasi menunjukkan bahwa secara umum kerapatan vegetasi pada area penelitian berada pada ketegori Sedang dengan luas antara 86 % – 95 % dari luas area luasan penelitian. Pemanfaatan hutan menjadi perkebunan menjadikan perubahan tingkat kerapatan vegetasi Tinggi menjadi Sedang pada bagian tengah area penelitian. Luas terbesar NDVI dan aktifitas perkebunan berpengaruh terhadap nilai rata-rata konsentrasi CO2 pada H-5 dari data pengambilan citra Landsat. Nilai LST cukup berkesesuaian dengan rata-rata H-5 nilai THI harian tetapi belum bisa mempresentasikan perubahan NDVI. Namun demikian menggunakan data yang lebih panjang akan lebih baik dalam menjelaskan hubungan ini. Penanaman vegatasi berkayu dapat membantu mengurangi kenaikan CO2 dan meningkatkan penyerapan CO2 dari efek penggunaan lahan.
Hubungan antara kerapatan indeks vegetasi NDVI dan curah hujan dengan sebaran habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. di Distrik Muara Tami Kota Jayapura Noper Tulak; Zakaria Victor Kareth; Harold Wilson Tapatkeding
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.776-783

Abstract

Peningkatan penularan malaria di daerah endemis sangat terkait dengan kondisi iklim, ketinggian tempat, peggunaan lahan, penutupan lahan, dan lingkungan akuatik sebagai habitat perkembangbiakan vektor malaria. Iklim dapat mengurangi maupun meningkatkan kepadatan populasi nyamuk Anopheles sp. Sementara itu faktor topografi, penutupan lahan dan penggunaan lahan mempengaruhi distribusi tempat perindukan nyamuk, kepadatan larva dan vektor. Setiap jenis nyamuk Anopheles sp. memiliki karakteristik habitat perkembangbiakan yang berbeda-beda dan spesifik pada setiap wilayah geografis. Penelitaian ini bertujuan untuk menentukan distribusi spasial habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. berdasarkan kerapatan indeks vegetasi NDVI dan curah hujan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif yang dinalisis secara kuantitatif menggunakan data sekunder citra satelit lansat 8 tahun 2023 dan data primer curah hujan serta titik koordinat habitat akuatik yang ditampilkan dalam tabel, grafik dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran habiat akuatik nyamuk Anopheles sp. di Distrik Muara Tami memilki hubungan linear posistif dengan indeks vegetasi NDVI dengan koefisien korelasi sebesar r=0,34. Sebaran habitat akuatik nyamuk Anopehes sp. dominan ditemukan pada daerah yang memiliki tutupan vegetasi jarang hingga sedang. Sementara itu, pada daerah yang tidak bervegatasi maupun daerah yang bervegetasi rapat sangat jarang terdapat habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. Selain indeks vegetasi NDVI, curah hujan juga berhubungan linear dengan jumlah habitat akuatik nyamuk Anopheles sp. Koefisien korelasi antara jumlah curah hujan dasarian dengan habitat akuatik permanen sebesar r=-0,76 sedangkan pada habitat temporer sebesar r=-0,83. Adapun jumlah habitat akuatik permanen dipengaruhi oleh curah hujan sebesar 58% (R2=0,58) sedangkan jumlah habitat akuatik temporer dipengaruhi curah hujan dasarian sebesar 70% (R2=0,70).  
Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca Sektor Peternakan di Lima Kecamatan di Kawasan Pengembangan Pertanian Kabupaten Merauke Irba Djaja; Daud Andang Passali; Mani Yusuf
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.688-695

Abstract

Kabupaten Merauke adalah Kabupaten penghasil beras utama dan sebagai penghasil ternak untuk wilayah Provinsi Papua Selatan. Produksi Beras di tahun 2022 sebesar sebesar 349.588ton dan ternak sebanyak 69.524 ekor yang didominasi 60 persenya adalah sapi potong. Secara nasional, total penghasil gas rumah kaca CH4 dan N2O adalah 10-12 % di sektor pertanian dan 18-51% di sektor peternakan.  Tujuan penelitian adalah menganalisis beban gas rumah kaca terhadap emisi gas CH4 dan N2O dari kegiatan peternakan di Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan adalah IPCC 2006 dan penyempurnaan 2006 (IPCC 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi Kawasan Pengembangan Pertanian Kabupaten Merauke terhadap gas rumah kaca sebesar 59.0618 CO2-e Gg/tahun. Sumber pencemaran terbesar adalah Kecamatan Semangga yaitu 24,52% dan Kabupaten Tanah Miring 24,21%. Emisi gas CH4 dari fermentasi enterik 28,24 Gg CH4/tahun, emisi CH4 dari pengelolaan pupuk kandang 2,081 Gg CH4/tahun, emisi N2O langsung dari pengelolaan pupuk kandang 28,74Kg N2O/tahun. Sumber pencemaran terbesar adalah jenis hewan, daging sapi dan kambing yaitu sebesar 75,04% dan 10,575%. disusul kambing sebesar 10,57 %. Peternakan sapi berkontribusi terhadap pemanasan global, baik dari fermentasi enterik maupun dari CH4 dan NO2 dari pengolahan kotoran hewan.
Analisis Fisis Atmosfer Saat Hujan Lebat Di Kabupaten Melawi Menggunakan Model WRF-ARW (Studi Kasus 30 Oktober 2021) Novi Ramadhani; Andi Ihwan; Randy Ardianto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.597-604

Abstract

Pada akhir bulan Oktober hingga awal bulan November 2021 telah terjadi banjir akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Banjir menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Melawi seperti Menukung dan Ella Hilir. Peningkatan banjir akibat curah hujan yang tinggi dapat menimbulkan dampak kerugian material bahkan memakan korban jiwa. Kajian fisis atmosfer sangat diperlukan untuk memahami penyebab terjadinya hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Penelitian ini menerapkan model cuaca numerik Weather Research and Forecasting-Advanced Research WRF (WRF-ARW) untuk menganalisis kondisi fisis atmosfer saat kejadian banjir di Kabupaten Melawi dengan menggunakan data Final Global Data Assimilation System (FNL) untuk menjalankan model tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa beberapa parameter meteorologi menjadi faktor utama terjadinya hujan lebat yang menyebabkan banjir di Kabupaten Melawi. Parameter meteorologi seperti suhu udara, tekanan permukaan, kecepatan dan arah angin, kelembapan relatif, serta outgoing longwave radiation (OLR) dapat menyebabkan terjadinya hujan di Kabupaten Melawi. Sebelum hujan lebat terjadi di Kabupaten Melawi, terlebih dahulu ditandai dengan suhu udara yang tinggi mengakibatkan lajunya penguapan, tekanan permukaan yang rendah di beberapa wilayah yang menyebabkan terjadinya pola angin konvergensi, sehingga memunculkan awan-awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan. Kondisi atmosfer di Kabupaten Melawi yang lembab juga memicu terjadinya hujan lebat yang ditandai dengan nilai CAPE yang tinggi berkisar antara 1000 hingga 1300 J/kg. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting yang dapat digunakan oleh pemerintah daerah di Kabupaten Melawi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir.  Informasi tentang kondisi atmosfer yang dapat mendukung terjadinya hujan lebat memungkinkan adanya peringatan dini yang lebih akurat dan tepat waktu.
Estimasi Populasi Terpapar pada Kejadian Banjir di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Brigitta Audrynne Rombe Bunga; Baba Barus; Dwi Putro Tejo Baskoro; Muhammad Fathahillah Dewantara Almismary
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.820-829

Abstract

Banjir merupakan ancaman serius bagi kawasan perkotaan, termasuk Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, yang sering mengalami kejadian banjir dengan tingkat keparahan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi populasi yang terpapar banjir di Kecamatan Biringkanaya menggunakan pendekatan dasimetrik dengan integrasi data open source bersumber dari citra Sentinel-1 SAR dan data bangunan dari OpenStreetMap (OSM). Ekstraksi genangan banjir dilakukan dengan mengaplikasikan teknik change detection pada citra pra-banjir dan citra saat banjir terjadi pada Desember 2023, yang dianalisis pada platform Google Earth Engine (GEE). Hasil analisis menunjukkan luas area yang tergenang mencapai 160,60 ha, dengan Kelurahan Sudiang Raya sebagai wilayah dengan genangan terluas. Pengujian overall accuracy terhadap hasil klasifikasi kawasan tergenang menunjukkan tingkat akurasi sebesar 85,71%. Data bangunan dari OSM digunakan untuk memetakan distribusi populasi berdasarkan kepadatan bangunan di Kecamatan Biringkanaya. Distribusi populasi kemudian disinkronkan dengan data genangan banjir untuk mengestimasi jumlah penduduk yang terpapar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 915 jiwa terpapar banjir di Kecamatan Biringkanaya. Sementara itu, terjadi anomali di Kelurahan Berua, di mana luas genangan banjir di wilayah ini lebih kecil dibandingkan wilayah lain, namun jumlah penduduk terdampak justru paling tinggi. Adanya underestimate dalam penelitian ini disebabkan oleh keterbatasan citra dalam menangkap nilai backscatter air pada kawasan dengan kepadatan bangunan tinggi, sebagaimana tercermin dari tingkat akurasi yang diperoleh. Penelitian ini memberi kontribusi penting dalam memahami risiko banjir perkotaan dan perencanaan mitigasi di wilayah yang rentan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memandu perumusan kebijakan publik dalam pengembangan infrastruktur drainase dan perlindungan banjir, serta mempersiapkan respon darurat yang lebih efektif guna melindungi populasi yang memiliki risiko terpapar banjir.
Disaster Management on Small Islands; Lessons from Flash Flood Disaster in Rua Village, Ternate Island, Indonesia Mohammad Ridwan Lessy; Nani Nagu; Kalpin Nur
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.730-741

Abstract

Small islands have been identified as regions that exhibit susceptibility to natural disasters and the impacts of climate change. This arises from a multitude of constraints, such as limited size, geographical isolation, high population density, closeness to the ocean, and reliance on natural resources. The recurrent flash flood calamities on Ternate Island underscore the deficiencies in disaster management strategies for smaller islands. It is imperative to enhance disaster management on small islands, particularly in light of the anticipated escalation in the severity of disasters in the future. This study examines the underlying factors contributing to the flash floods in Rua Village, Ternate Island, as well as assessing the effectiveness of disaster management strategies implemented on Ternate Island. Through the application of both qualitative and quantitative research methodologies, we meticulously examined the gathered data and represented it in a thematic map. The findings of the study indicated that elements such as precipitation, topography, and river dynamics, along with the properties of rock composition, soil stability, and soil movement characteristics, contribute to the occurrence of flash floods in Rua Village. Moreover, inadequate disaster management challenges all stakeholders in Ternate who are striving to establish a resilient society to disasters.
Synthesis and Characterization Analysis of Banana Peel Carbon Activated as Adsorption of Copper (Cu) Mira Ayu Rahmawati; Abdul Ngalimus Salam; Wahyudi Nandana Munte; Nidya Chitraningrum; Lita Rahmasari
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.647-657

Abstract

Activated carbon is a porous material widely used in various industrial and environmental applications, especially as an adsorbent in liquid waste treatment and gas purification. Banana peel, an abundant and renewable carbon source, is an environmentally friendly and sustainable raw material for activated carbon. However, optimization of the activation process is essential to improve the characteristics and adsorption performance of activated carbon. This study aims to evaluate the effect of KOH activation on the synthesis and characterization of banana peel-based activated carbon. Carbonization and chemical activation processes were carried out, then morphology and chemical structure characterization were performed using Field Emission Scanning Electron Microscopy (FE-SEM), Energy Dispersive X-ray (EDX), and Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The analysis showed that the activated carbon obtained has a well-developed pore structure with a porosity level of 74.80% and contains O-H, C-H, C=O, and C-Cl functional groups, which play a role in metal ion interactions. The hydrophilic nature of the activated carbon was studied through contact angle analysis, while the adsorption capacity towards copper ions (Cu) was determined using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that the highest adsorption efficiency of 99.99% was achieved on activated carbon with 20% concentration and 15 minutes contact time. With good pore characteristics and high adsorption efficiency, banana peel-based activated carbon has the potential to be an efficient and sustainable adsorbent in heavy metal waste treatment applications. This research provides further insight into the utilization of biomass waste to produce functional materials of high-added value.
Penggunaan Data Oseanografi dan Meteorologi Dalam Menentukan Calon Lokasi Budidaya Rumput Laut di Pesisir Jawai Selatan Nurbaiti Nurbaiti; Apriansyah Apriansyah; Ikha Safitri
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.879-886

Abstract

Pesisir Kecamatan Jawai Selatan memiliki sumber daya laut yang melimpah, mendukung pendapatan ekonomi melalui penangkapan ikan, wisata pantai, dan budidaya laut, termasuk budidaya rumput laut oleh masyarakat. Namun, budidaya rumput laut sering menghadapi tantangan seperti kegagalan panen, serta rendahnya produktivitas yang dipengaruhi oleh kualitas air dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji parameter oseanografi dan meteorologi untuk menentukan kelayakan perairan sebagai calon lokasi budidaya rumput laut. Metode yang digunakan meliputi analisis kesesuaian parameter kualitas air dengan menyusun matriks kesesuaian berdasarkan studi pustaka, serta analisis keruangan melalui skoring dan pembobotan faktor. Hasil penelitian di lokasi penelitian menunjukkan bahwa variasi kondisi perairan seperti salinitas, suhu permukaan laut, kecepatan arus, kecepatan angin dan curah hujan dipengaruhi oleh faktor-faktor pembatas seperti kecepatan arus dan kecepatan angin. Hasil penentuan lokasi budidaya rumput laut memeperlihatkan perairan Jawai Selatan cocok ditanami rumput laut. Waktu penanaman rumput laut yang sesuai dilakukan pada bulan April hingga November.
Analisis Kelimpahan Mikroplastik di Dalam Saluran Pencernaan Ikan Bawis (Siganus canaliculatus) Hasil Tangkapan Nelayan Lokal di Perairan Kota Bontang Fitriyani Fitriyani; Ristiana Eryati; Irwan Ramadhan Ritonga
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 3 (2025): May 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.3.784-791

Abstract

Mikroplastik berasal dari makroplastik yang terdegradasi dengan ukuran < 5 mm, sehingga dapat tertelan oleh biota perairan salah satunya ikan Bawis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe mikroplastik dan korelasi antara ukuran ikan dengan kelimpahan mikroplastik pada saluran pencernaan ikan Bawis. Total 45 ekor sampel ikan Bawis dikumpulkan pada bulan Januari 2024 dari hasil tangkapan nelayan di Perairan Bontang Kuala. Analisis laboratorium diawali dengan mengukur panjang (cm) dan berat (gr) ikan, melakukan pembedahan saluran pencernaan, destruksi bahan organik dan mengidentifikasi mikroplastik menggunakan mikroskop. Destruksi bahan organik dilakukan dengan menambahkan NaCl jenuh, KOH 22% dan H2O2 30% pada saluran pencernaan yang sebelumnya telah dikeringkan. Tiga tipe mikroplastik ditemukan di seluruh sampel saluran pencernaan yang didominasi tipe fragmen (44%), fiber (44%), dan film (12%). Diantara tipe mikroplastik, fragmen merupakan tipe mikroplastik dengan kelimpahan tertinggi yaitu (3,53 partikel/individu). Warna mikroplastik yang paling melimpah adalah hitam (64%). Ditemukan hubungan yang sedang dan signifikan (p<0,05) antara panjang dan berat ikan terhadap kelimpahan mikroplastik pada pencernaan ikan Bawis.

Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 6 (2025): November 2025 Vol 23, No 5 (2025): September 2025 Vol 23, No 4 (2025): July 2025 Vol 23, No 3 (2025): May 2025 Vol 23, No 2 (2025): March 2025 Vol 23, No 1 (2025): January 2025 Vol 22, No 6 (2024): November 2024 Vol 22, No 5 (2024): September 2024 Vol 22, No 4 (2024): July 2024 Vol 22, No 3 (2024): May 2024 Vol 22, No 2 (2024): March 2024 Vol 22, No 1 (2024): January 2024 Vol 21, No 4 (2023): October 2023 Vol 21, No 3 (2023): July 2023 Vol 21, No 2 (2023): April 2023 Vol 21, No 1 (2023): January 2023 Vol 20, No 4 (2022): October 2022 Vol 20, No 3 (2022): July 2022 Vol 20, No 2 (2022): April 2022 Vol 20, No 1 (2022): January 2022 Vol 19, No 3 (2021): November 2021 Vol 19, No 2 (2021): Agustus 2021 Vol 19, No 1 (2021): April 2021 Vol 18, No 3 (2020): November 2020 Vol 18, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 18, No 1 (2020): April 2020 Vol 17, No 3 (2019): November 2019 Vol 17, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 17, No 1 (2019): April 2019 Vol 16, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 16, No 1 (2018): April 2018 Vol 15, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 15, No 1 (2017): April 2017 Vol 14, No 2 (2016): Oktober 2016 Vol 14, No 1 (2016): April 2016 Vol 13, No 2 (2015): Oktober 2015 Vol 13, No 1 (2015): April 2015 Vol 12, No 2 (2014): Oktober 2014 Vol 12, No 1 (2014): April 2014 Vol 11, No 2 (2013): Oktober 2013 Vol 11, No 1 (2013): April 2013 Vol 10, No 2 (2012): Oktober 2012 Vol 10, No 1 (2012): April 2012 Vol 9, No 2 (2011): Oktober 2011 Vol 9, No 1 (2011): April 2011 More Issue