cover
Contact Name
Eko Sujadi
Contact Email
ekosujadi91@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ekosujadi91@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kerinci,
Jambi
INDONESIA
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 16938712     EISSN : 25027565     DOI : -
Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman (e-ISSN 2502-7565, p-ISSN 1693-8712 is a peer-reviewed (double blind review) journal published by Research and Community Service Office, State Islamic Institute of Kerinci. The goal of this journal is to facilitate scholars, researchers, and teachers for publishing the original research articles or review articles. Journal Islamika is published 14 articles in two editions in one year in July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
METODE IJTIHAD MAJELIS ULAMA INDONESIA Nofialdi, Nofialdi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13 No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatwa is believed to be a container having an important and significant role in the religious life of the Islamic community. The urgency and significance can be seen from its function as a mediating between the ideals of Islamic law on the one hand with the factual reality-communities on the other. This is where all the problems, concerns, hopes, aspirations and experiences presented and confronted people to look for common ground with the ideals of moral and religious ethics in Shariah mediated by the intellectual prowess of a mufti. One of the institutions that are semi-formal fatwa is the fatwa issued by the Fatwa Commission of the Indonesian Ulema Council (MUI), because these institutions are formally established by the government, but its provisions can not be forced as the decision of the judiciary. Since its establishment in 1975 MUI fatwa has been issued either at the request of individuals, community groups and at the request of the government. This simple article will try to look at and examine some of the MUI fatwa has been issued, to then be viewed and analyzed, especially in terms of legal istinbat method used in formulating his fatwa. Fatwa diyakini sebagai wadah yang memiliki peran penting dan signifikan dalam kehidupan beragama komunitas Islam. Urgensi dan signifikansinya terlihat dari fungsinya sebagai mediasi antara cita ideal hukum Islam di satu pihak dengan realitas-faktual masyarakat di pihak lain. Di sinilah setiap problem, keprihatinan, harapan, aspirasi dan pengalaman masyarakat disampaikan dan dikonfrontasikan untuk dicarikan titik temu dengan cita moral dan etika religius dalam syari’ah yang dimediasi oleh kecakapan intelektual seorang mufti. Salah satu lembaga fatwa yang bersifat semiformal adalah fatwa yang dikeluarkan oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena lembaga ini resmi dibentuk oleh pemerintah, namun ketetapannya tidak dapat memaksa sebagaimana keputusan lembaga peradilan. Sejak berdiri tahun 1975, MUI telah banyak mengeluarkan fatwa baik atas permintaan individu, kelompok masyarakat maupun atas permintaan pemerintah. Tulisan sederhana ini akan mencoba untuk melihat dan meneliti beberapa fatwa yang telah dikeluarkan MUI, untuk kemudian dilihat dan dianalisis, terutama dari segi metode istinbat hukum yang digunakan dalam merumuskan fatwanya.
KONSEP ISLAM TENTANG NEGARA Afridawati, Afridawati
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

God created man with a habit that tends to accumulate and are not able to make ends meet alone without the help of others. When people come together to meet their needs, they are composed of various groups and parties (social beings), which allows the competition and disputes. So Allah sent down the regulations and obligations for them as guidelines that they must comply in life together, to keep the implementation of the regulation, obliging him to appoint a manager in charge of managing their affairs and to act as a judge in resolving disputes between them. Perfect that is the root and the formation of human society in a certain place, which is then transformed into a country. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan tabiat yang cenderung untuk berkumpul dan tidak mampu seorang diri memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa bantuan orang lain. Ketika manusia berkumpul bersama dalam memenuhi kebutuhannya, mereka terdiri dari berbagai kelompok dan golongan(makhluk sosial), yang memungkinkan terjadinya persaingan dan perselisihan. Karena itu Allah menurunkan peraturan-peraturan dan kewajiban-kewajiban bagi mereka sebagai pedoman yang harus mereka patuhi dalam  hidup bersama, untuk memelihara pelaksanaan peraturan itu, Allah mewajibkan mengangkat seorang pemimpin  yang bertugas mengelola urusan mereka dan bertindak sebagai hakim dalam menyelesaikan perselisihan diantara mereka sehingga tidak ada penganiayaan.Proses inilah yang menjadi akar dan faktor terbentuknya masayarakat manusia di suatu tempat tertentu, yang kemudian menjelma menjadi negara.
Implementasi dari Perkawinan Yang Tidak Dicatatkan Terhadap Perlindungan Hukum Anak Ditinjau Dari Uundang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 Pelaksanaanya Di Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh. Sasnifa, Pidayan
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.257 KB) | DOI: 10.32939/islamika.v18i1.263

Abstract

Akibat hukum dari perkawinan tidak dicatatkan, status anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut akan menjadi tidak jelas  karena perkawinan orang tuanya  hanya sah secara agama. Meskipun anak tersebut adalah anak sah, tetapi tidak mempunyai bukti outentik yang dapat menguatkan bahwa anak tersebut adalah anak sah dari kedua orang tuannya. Kedudukan anak yang dilahirkan dari suatu perkawinan yang tidakdicatatkan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya. Disamping itu anak yang dilahirkan dari perkawinan yang tidak dicatatkan akan kesulitan mendapatkan akta kelahiran, dengan tidak adanya akta kelahiran terhadap anak, maka negara mempunyai hambatan dalam melindungi anak, karena secara hukum tidak ada catatan  tentang status kelahiran anak beserta data-data kedua orang tua yang menyebabkan kelahiran anak tersebut. Upaya hukum yang dapat dilakukan agar seorang anak yang lahir  dari perkawinan yang tidak dicatatkan, memperoleh kedudukan seperti anak sah, adalah dengan mengajukan permohonan penetapan dari pengadilan agama setempat, atau pengadilan negeri setempat, yang disesuaikan dengan kantor pencatatan kelahiran anak masing-masing. Sedangkan upaya yang dapat dilakukan apabila perkawinannya hanya dilakukan menurut agama saja, dan tidak dicatatkan dikantor catatan sipil, maka anak yang lahir dari perkawinan tersebut hanya bisa diakui dengan cara pengesahan anak, sehingga anak tersebut menjadi anak sah. Pengesahan anak hanya dapat dilakukan apabila orang tuanya mencatatkan perkawinannya dikantor catatan sipil terlebih dahulu. Penelitian yang dilaksanakan adalah untuk mendeskripsikan atau menggambarkan tentang perlindungan hukum terhadap anak dari hasil perkawinan yang tidak dicatat ditinjau dari Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang   Perlindungan Anak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif,  dapat diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif mengenai kata-kata lisan atau tulisan, atau tingkah laku  yang dapat diamati dari masalah yang diteliti.
EKSISTENSI RATIB SAMAN SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM MEMPENGARUHI SOSIAL BUDAYA KEBERAGAMAAN MASYARAKAT TANJUNG PAUH PADA ERA MODERN Helmina, Helmina
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PenelitianinibertujuanuntukmelihatsejauhmanaRatibSamaninimempengaruhisosialbudayakeberagamaanmasyarakatTanjungPauh.Penelitianinimenggunakanmetode“field research” (penelitianlapangan), denganteknikpengumpulan data melaluiobservasidanwawancaramendalamdenganparainforman, yang terdiridaritokoh agama, tokoh adat, budayawan, sosiologdanwargamasyarakatTanjungPauh.Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa Ratib Saman di Tanjung Pauh sangat mempengaruhi sosial budaya keberagamaan masyarakatnya. Ratib Saman telah menjadi kearifan lokal bagi masyarakat Tanjung Pauh. Dari hasil penelitian tersebut juga terungkap bahwa masyarakat Tanjung Pauh tidak mengetahui sejarah masuknya Ratib Saman ke desa mereka. Pada umumnya masyarakat Tanjung Pauh mengikuti Ratib Saman karena ikut-ikutan, tanpa mengetahui hakekat Ratib Saman tersebut sesungguhnya.
STUDI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ISLAM MODERAT DALAM MENCEGAH ANCAMAN RADIKALISME DI KOTA SUNGAI PENUH JAMBI alam, masnur
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ancaman radikal sekarang ini sangat marak terjadi di tengah masyarakat Indonesia, yang dilakukan kelompok radikalisme, fundamentalisme, ekstrimis dan lainnya. Tindakan radikalisme disamping menimbulkan keresahan, juga dapat menimbulkan  konflik secara luas, bahkan  menimbulkan rangkaian aksi teror, peledakan bom di beberapa daerah. Perlakuan kekerasan seperti ini harus dicegah sedini mungkin. Salah satu upaya dalam mencegah aksi-aksi tersebut, Kota Sungai Penuh mencari alternatif solusi, dengan mengimplementasikan pendidikan Islam moderat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengimplementasikan pendidikan Islam moderat/wasathiyyah, di antaranya memandang jihad bukanlah peperangan dan praktik kekerasan yang mengatasnamakan agama, tapi jihad dalam menuntut ilmu dan bekerja keras berusaha menafkahi keluarga, menerima pluralisme dalam arti penghargaan terhadap kemajemukan, bersikap inklusif, toleransi, iktidal serta bertindak secara rasional. Penerapan yang demikian  dapat mencegah atau menangkal radikalisme, perilaku ekstrim, dan konflik. Dengan demikian, akan tercipta keamanan, keteriban, kenyamanan, kerukunan dan kedamaian  di tengah masyarakat.
LEMBAGA KEUANGAN ISLAM BANK Suryani, Irma
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15 No 1 (2015)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The main principle of operation of Islamic banks is based on Islamic shariah laws which are derived from the Quran and Sunnah. Islamic banks have a role as an intermediary (intermediary) between economic units that have excess funds (surplus units), with units other underfunded (deficit units) through banks such excess may be distributed to the parties that need thus providing menfaat to both sides. In Islamic banking, the relationship between the bank and its customers instead of the debtor to the creditor relationship, but a partnership (partner ship) between funders (Sohibulmaal) and manager (mudharib). Therefore, the profit rate of Islamic banks do not only affect the level of good results for shareholders but also affect the results that can be given to customers deposit funds. This partnership is a typical part of the process mechanisms for Islamic banks. Prinsip utama operasi bank syariah ini didasarkan pada syariah Islam yaitu hukum-hukum yang bersumber dari alqur‟an dan sunnah rasul. Bank syariah mempunyai peran sebagai lembaga perantara (intermediary) antara unit-unit ekonomi yang mengalami kelebihan dana (surplus units), dengan unit-unit yang lain yang mengalami kekurangan dana (devisit units) melalui bank kelebihan tersebut dapat disalurkan kepada pihak-pihak yang memerlukan sehingga memberikan menfaat kepada kedua belah pihak. Dalam Bank syariah, hubungan antara bank dengan nasabahnya bukan hubungan debitur dengan kreditur, melainkan hubungan kemitraan (patner ship) antara penyandang dana (sohibul maal) dengan pengelola (mudharib). Oleh karena itu tingkat laba bank syariah tidak saja berpengaruh terhadap tingkat baik hasil untuk para pemegang saham tetapi juga berpengaruh terhadap bagi hasil yang dapat diberikan kepada nasabah penyimpanan dana. Hubungan kemitraan ini merupakan bagian yang khas dari proses berjalannya mekanisme bank syariah.
LAYANAN KONSELING ISLAMI BAGI KESULITAN BELAJAR DALAM PENDIDIKAN ISLAM Suriyadi, Suriyadi
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guidance and counseling is very instrumental in helping students achieve education. The students need to be guided, so that they can optimize its potential. Learning problems are important problems. This  was proved from a result of research at several schools in Yogyakarta, which indicated that the difficulties in learning to be a problem that is most prominent among the problems faced by students. The difficulties that was experienced by learners psychologically are academic delays, very slow in learning as a result of having inadequate intelligence, poor habit in learning and unhealthy emotional mental. The way to identify students’ learning disabilities are through behavior, and through the analysis of learning achievement.
POKOK-POKOK FIKIRAN ASBAB AN-NUZUL DALAM AL-QUR’AN Suhilman, Suhilman
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an sebagai wahyu Allah yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW. Isinya selalu dikaji dan dibahas secara terus menerus yang tidak pernah habis habisnya sampai hari kiamat,kerana isi kandungannya dapat diaktualkan dalam kondisi apapun,dan juga al-Qur’an diperlihara lansung oleh Allah SWT. Hal ini dinyatakan Allah dalam ayat 9 surat al-Hijr : نوظفاحل هل اناو ركذلا انلزن نحن انا ( رجحلا : 9 ) Artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. Al-Qur’an dibaca oleh umat Islam baik yang paham artinya maupun yang tidak, bahkan secara khusus pada bulan Ramadhan umat Islam membaca sampai khatam berkali-kali dalam rangka mengikut para Nabi dan para sahabatnya. Al-Qur’an juga setiap tahun juga selalu diperingati waktu turunya pada bulan Ramadhan oleh umat Islam se-Dunia khususnya ummat Islam Indonesia mulai dari tingkat kampung sampai ke kota-kota besar, bahkan sampai ke Istana Negara. Untuk itu penulis ingin membahas masalah Pokok-Pokok Fikiran Asbab An-Nuzul Dalam Al-Qur’an. Mengingat kajian ini sangat luas disamping waktu yang sangat terbatas, maka penulis akan membatasi kajian ini sekitar masalah kata nazalah dan musytaq-nya dalam al-Qur’an pengertian nuzul al-Qur’an, pemakaian kata nazala dan musytaq-nya dalam al-Qur’an perbedaan kata inzal dan tanzil, proses nuzul al-Qur’an, waktu nuzul al-Qur’an, hubungan antara nuzul al-Qur’an dengan lailat al-qadar dan komunikasi Allah dan Rasul.
KONDISI EMPATI MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING PERGURUAN TINGGI X dkk, Ifdil
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was motivated by the low condition of empathy shown by the students of guidance and counseling study program in college X. Meanwhile, empathy is one of the basic skills that should be possessed by a counselor. This study aims to describe the condition of empathy of students of guidance and counseling study program in college X. This study used descriptive approach, with a sample of 77 people selected by simple random sampling technique. The instruments used are Gina Empathy Scale (GE-S) with Alpha Cronbach 0.829. The Data obtained was analyzed by SPSS for windows release 20.0. Research findings illustrated that empathy of students in general were at medium category. Based on the research findings, it was suggested for lecturers of students of Guidance and Counseling study program to help them to improve empathy, as well as for students to be able to improve the empathy for the better, as empathy is an integral part of candidate counselor’s personality. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kondisi rendahnya empati yang ditampilkan oleh mahasiswa Prodi BK PT X. Sedangkan, empati merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki konselor. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi empati mahasiswa Prodi BK PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif, dengan sampel 77 orang yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Gina Empathy Scale (GE-S) dengan AlphaCronbach 0.829. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan program SPSS for windows release 20.0. Temuan penelitian menggambarkan bahwa empati mahasiswa secara umum berada pada kategori sedang. Berdasarkan temuan penelitian disarankan bagi dosen Prodi BK PT X untuk gayomi mahasiswa untuk meningkatkan empati, serta bagi mahasiswa BK Prodi BK PT X agar mampu meningkatkan empati menjadi lebih baik, karena empati merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kepribadian calon konselor.
BAHASA TAMSIL HADIS DALAM KITAB RIYADUSH SHALIHIN: KAJIAN BAB MENJAGA SUNNAH-SUNNAH NABI SAW Zakiar, Zakiar
Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 18 No 02 (2018): Jurnal Islamika Volume 18 No 02
Publisher : Pusat Penelitian dan Pegabdian pada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci, Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.371 KB) | DOI: 10.32939/islamika.v18i02.307

Abstract

This paper examines the hadiths of the hadith tradition in riyadush shalihin: the study of the guarding of the Sunnah of the Holy Prophet. The issues that are being studied are: What are the traditions of the Holy Prophet in the chapter to keep the Sunnah of the Holy Prophet in Riyadush Shalihin, how the quality and how the scholars understand it. This research is pure literature by using the method of criticism of hadith as a means of assessing the quality of the hadith. The maudu'i method and the textual and contextual interpretation techniques of the hadiths have ensured the quality is authentic, then understood. The approach used is normative and linguistic. The results of the study show that the qualities of the hadith in hadeeth in the book of riyadush shalihin: the study of the chapter keeping the sunnah-sunnah of the prophet saw is authentic, while from the point of understanding, the hadith that speaks is only the way the Prophet gave the teaching of targib and tarhib to Muslims all the time.

Page 8 of 31 | Total Record : 305


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 25 No. 1 (2025): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 2 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 24 No. 1 (2024): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 2 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 23 No. 1 (2023): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 01 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 22 No. 2 (2022): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 02 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 21 No. 01 (2021): Islamika: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 02 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 20 No. 01 (2020): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 19 No 02 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 02 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Islamika Volume 19 No 01 Vol. 19 No. 02 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 19 No. 01 (2019): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 18 No 1 (2018): Volume 18 Nomor 1 Tahun 2018 Vol 18 No 02 (2018): Jurnal Islamika Volume 18 No 02 Vol. 18 No. 02 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 18 No. 01 (2018): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 17 No 2 (2017): Volume 17 Nomor 2 Vol 17 No 1 (2017): Volume 17 Nomor 1 Vol. 17 No. 2 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 17 No. 1 (2017): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 16 No. 2 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 2 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol. 15 No. 1 (2015): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 15 No 1 (2015) Vol 14 No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 14 No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 13 No 1 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013): Islamika : Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman More Issue