cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
RESPON KEDELAI EDAMAME (Glycine max, L Merill) TERHADAP WAKTU APLIKASI DAN KONSENTRASI PESTISIDA NABATI GADUNG Mahendra, Andika Yogi; Oktarina, Oktarina
AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.925 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i1.792

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui     waktu  dan  konsentrasi  aplikasi pestisida  nabati  gadung  yang  tepat  untuk  pertumbuhan  dan     hasil  kedele edamame.   Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember pada Juni 2015 sampai Agustus 2015 dengan ketinggian tempat ±89 meter di atas permukaan laut. Penelitian dilakukan secara faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama waktu  aplikasi yaitu : W1 : (7 hari ), W2  : (7, 14 hari), W3  : (7, 14, 21 hari), W4  : (7, 14, 21 dan 28 hari ) dan faktor kedua Kosentrasi pestisida nabati gadung yaitu :, K1  : 10 ml/L, K2  : 15 ml/L, K3  : 20 ml/L.   Yang      masing-masing   perlakuan   diulang   3   kali.   Hasil   Penelitian menunjukan bahwa perlakuan waktu aplikasi pestisida nabati gadung memberikan respon terhadap kerusakan dan hasil tanaman kedele edamame. Waktu aplikasi pestisida nabati gadung tiga kali yaitu 7, 14, dan 21 hari setelah tanam, memberikan  hasil  terbaik  terhadap  kerusakan  pada  variabel  intensitas  polong rusak yaitu 10,99 % dan pada intensitas daun terserang 31,67 %. Perlakuan konsentrasi  pestisida  nabati  gadung  memberikan  respon  terhadap  kerusakan dengan respon terbaik pada konsentrasi pestisida nabati gadung 20 ml/ L. pada variabel prosentase polong rusak yaiu 9,88 % dan pada intensits daun terserang30,84 %, sedangkan pada perlakuan waktu aplikasi tidak berpengaruh nyata terhadap hasil kedele edamame. Tidak terdapat interaksi waktu aplikasi dan konsentrasi pestisida nabati gadung terhadap kerusakan dan hasil tanaman kedele edamame. kecuali pada variabel persentase polong sehat dengan respon terbaik waktu aplikasi pestisida nabati   dua kali yaitu 7, 14 hari  setelah tanama dan konsentrasi pestisia nabati gadung 20 ml/ L, yaitu 88,29 %.Kata Kunci  : Waktu aplikasi, Konsentrasi pestisida nabati gadung , TanamanKedele edamame.
POTENSI HASIL DAN KONTRIBUSI SIFAT AGRONOMI TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merril) PADA SISTEM PERTANAMAN MONOKULTUR Suroso, Bejo; Sodik, Ahmad Jaqfar
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.273 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sepuluhvarietas kedelai yang mempunyai potensi hasilyang baik padasistem pertanaman monokultur, untuk mengetahui hubungan antar komponen hasil sepuluh varietas tanaman kedelai pada system pertanaman monokultur dan untuk mengetahui hubungan komponen hasil sepuluh varietas tanaman kedelai yang mana mempengaruhi hasil pada sitem pertanaman monokultur. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan November 2015 sampai bulan Februari 2016 dengan ketinggian ± 89 meter diatas permukaan laut. Materi tanaman berupa 10 varietas kedelai yaitu Gepak Kuning, Gema, Agromulyo, Anjasmoro, Wilis, Kaba, Sinabung, Tanggamus, Dering-1 dan Burangrang yang ditanam dilapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil analisis ragam tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, luas daun spesifik, jumlah buku, umur panen, jumlah cabang produktif, jumlah cabang, jumlah polong, jumlah biji, bobotbiji, berat 100 biji, indeks bobot kering biji dan indeks panen menunjukkan bahwa da perbedaan yang nyata pada semua komponen hasil, kecuali pada luas daun dan jumlah cabang. Dan pada analisis varian menunjukkan menunjukkan karakter biomasa jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji, indeks bobot kering biji,dan berat 100 biji mempunyai varian genetik yang luas, dari semua karakter biomas yang dievaluasi mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi adalah tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, jumlah buku, umur panen, jumlah cabang produktif, jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, berat 100 biji, dan indeks panen, serta pada karakter biomas jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, berat 100 biji dan bobot biji per tanaman, mempunyai nilai duga kemajuan genetik yang luas. Seleksi dapat diterapkan pada karakter biomas jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, dan berat 100 biji. Di antara komponen hasil yang diamati, luas daun spesifik, jumlah polong dan jumlah biji menunjukkan korelasi positif sangat nyata dengan bobot biji, serta komponen hasil tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun, jumlah buku, jumlah cabang produktif, jumlah cabang, indeks bobot kering biji dan indeks panen menunjukkan korelasi positif tidak nyata dengan bobot biji dan komponen hasil umur panen dan berat 100 biji berkorelasi negative tidak nyata dengan bobot biji.
KEMAMPUAN PESTISIDA NABATI (MIMBA, GADUNG, LAOS DAN SERAI), TERHADAP HAMA TANAMAN KUBIS (Brassica Oleracea L) Rahayuningtias, Sri; Harijani, Wiwik Sri
AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.688 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i1.797

Abstract

Penelitian Kemampuan Pestisida Nabati (Mimba, Gadung, Laos Dan Serai), Terhadap  Hama  Tanaman  Kubis  (Brassica  Oleracea  L),  dilakukan  di  Green House Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur.  Bahan  yang  digunakan  ,  tanaman  kubis  (Brassica  oleracea  L),  daun mimba, umbi gadung, Serai, laos, pupuk organik dan anorganik, keberadaan hama secara   alamiah,   pestisida   kimia.   Tujuan   dari   penelitian   ini   adalah   untuk mengetahui efektifitas pestisida nabati yang berasal dari mimba, gadung, laos dan serai terhadap hama yang sering dijumpai pada tanaman kubis ulat grayak (Spodaptera  litura  L), Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak  Lengkap dengan lima perlakuan pestisida yaitu mimba dan laos, mimha dan serai, mimba dan gadung, mimba, serai, laos, gadung, pestisida kimia Reagent, di ulang 5 kali. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pestisida nabati yang berasal dari mimba, gadung, laos dan serai terhadap hama yang sering dijumpai pada tanaman kubis ulat grayak. Hasil penelitian menunjukkan populasi ulat graya (Spodoptera litura L) pada tanaman kubis menunjukkan tidak berbeda nyata (non significant) pada campuran dari pestisida nabati yang dicoba dari masing-masing perlakuan. Sedangkan presentase serangannya mulai dari serangga berat sampai sangat berat, kecuali kontrol yang memakai bahan kimia reagent dengan bahan aktif Tripronil persentase serangganya 11,62% serangga ringan.Kata Kunci : Pestisida Nabati, Kubis,Ulat graya
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI BUBUK ARABIKA PADA BERBAGAI SKALA USAHA DI KABUPATEN SITUBONDO Bastara Z., Dimas; Soetriono, Soetriono; Hapsari, Triana Dewi
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.451 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk, (2) Nilai tambah agroindustri kopi bubuk, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk. Penentuan daerah digunakan purphosive method di Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif, analitis dan komparatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 2 agroindustri yaitu Agroindustri kopi jahe “Mana Suka” dan Agroindustri kopi bubuk “UD. Gemini Lestari”. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, nilai tambah dan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk di 2 agroindustri berbeda-beda karena didasari oleh skala industrinya. (2) Hasil analisis nilai tambah di 2 agroindustri kopi bubuk adalah bernilai positif, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala IRT difokuskan pada pemberian bantuan modal, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha kopi yang lebih besar. Sedangkan Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala kecil difokuskan pada kemitraan usaha antara pelaku agroindustri dan kelompok tani serta pembentukan kelembagaan agroindustri.
KARAKTER FISIOLOGIS DAN PRODUKSI PADI RATUN YANG DI APLIKASI Synechococcus sp. DAN PUPUK ORGANIK Faizal, Risky; Soedradjad, Raden; Soeparjono, Sigit
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.868 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1171

Abstract

Produksi beras dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat, walaupun mempunyai kecenderungan laju pertumbuhan yang melandai. Namun pertumbuhan penduduk Indonesia melaju dengan cepat, yakni 1,49 % per tahun pada periode tahun 1990-2000. Konsumsi domestik beras Indonesia akan terus meningkat walaupun per kapitanya menunjukkan penurunan. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi yang dapat meningkatkan produksi padi. Teknologi yang dapat menjadi pendukung budidaya padi adalah sistem ratun dengan keunggulan menurut Purwoko dan Susilowati (2012) yaitu lebih hemat pemenuhan modal faktor produksi, lebih cepat panen dan bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan budidaya padi sistem ratun yang menerapkan faktor aplikasi bakteri Synechococcus sp. dan pupuk organik. Penggunaan bakteri Synechococcus sp.bertujuan untuk menekan terjadinya kelemahan budidaya padi sistem ratun yaitu produksi yang menurun. Aplikasi pupuk organik bertujuan untuk mewujudkan produk beras organik yang sehat dan menyesuaikan dengan lahan budidaya penelitian sebagai Lahan Sawah Pertanian Organik Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan bakteri Synechococcus sp dan dosis pupuk organik 8 kg/petak mampu meningkatkan variabel-variabel karakteristik fisiologis dan produksi padi ratun.
PERANAN PLANT CATALYST DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea) Guntoro, W.; PS, Djarwatiningsih; G, Guniarti
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.531 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1179

Abstract

Rubbish dump of vegetable market is one of environmental problem in Surabaya city.  An effort to process the rubbish become an organic fertilizer (compost) will give a benefit not only overcome the environmental problem but also can use it source of organic fertilizer unproductive land in Surabaya. Many kinds of decomposition technic can use to decompose these rubbish dump such as decomposition vessel shape (rectangular form and prismal form).  The technic can combine with EM-4, a degrade microorganism, to decompose the rubbish dump perfectly.   Reaserch has a purpose to know the effect of vissel shape and dosage of EM-4 on growth and yield of enclevi plant.The fully randomized design was in the factorial experiment with 3 replications.  The first factor was vessel shape : Rectangular shape (B1) and prismal shape (B2).  Second factor was dosage of EM-4 : 50 cc EM-4/150 kg rubbish (D1), 100 cc EM-4/150 kg rubbish (D2), 150 cc EM-4/150 kg rubbish (D3), 200 cc EM-4/150 kg rubbish (D4).The result showed there was an interaction between decomposition vessel shape and dosage of EM-4 on variabel number of leaves, leaf width, plant length, wet weighy per plant.  The best treatment combination was prismal vessel with EM-4 200 cc/150 kg rubbish (B2D4) on the variabel number of leaves (9,77), leaf width (776,05 cm2), plant length (26,70 cm), and weigth per plant (189 g).
PEMASARAN GARAM RAKYAT DI DESA PANGARENGAN KECAMATAN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Widiyastutuik, Manda Ayu; Hapsari, Triana Dewi; Kuntadi, Ebban Bagus
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.122 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.437

Abstract

Secara geografis Desa Pangarengan berada di daerah pesisir pantai. Hal itu membuat Desa Pangarengan berpotensi untuk menjadi daerah penghasil garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bentuk saluran pemasaran garam rakyat (2) Struktur pasar garam rakyat (3) Perilaku pasar garam rakyat dan (4) Keragaan pasar garam rakyat di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan contoh menggunakan Multistage Sampling, dan Snow Ball Sampling. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis konsentrasi rasio, analisis integrasi pasar dan analisis marjin pemasaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Saluran pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terdiri dari dua bentuk saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran yang melalui tengkulak dan saluran pemasaran yang melalui pabrik pengolah garam (PT. Jaya Makmur Utama) di Desa Pangarengan; (2) Struktur pasar garam rakyat di Desa Pangarengan mengarah pada pasar persaingan tidak sempurna; (3) Tidak terjadi keterpaduan pasar secara vertikal antar lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan; (4) Distribusi marjin pemasaran dan share keuntungan yang paling besar dalam sistem pemasaran garam rakyat di Desa Pangarengan terletak di lembaga pemasaran pabrik.
PENGARUH MEDIA TANAM DARI BEBERAPA FORMULASI BIOCHAR PADATANAH PASIRAN TERHADAP KUALITAS BIBIT TEMBAKAU(Nicotiana tabacum) BESUKI NA-OOGST Sinaga, Irvan Andriko; Arifandi, Josi Ali; Mandala, Marga
AGRITROP Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.623 KB) | DOI: 10.32528/agr.v15i2.1184

Abstract

Tanah pasiran merupakan lahan marjinal yang potensial untuk dijadikan sebagai lahan pertanian. Sifat fisika tanah pasiran merupakan salah satu faktor pembatas karena didominasi pori makro. Pengelolaan dengan aplikasi biochar berbahan baku dari limbah tanaman perkebunan pada tanah pasiran merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki kondisi fisika tanah sehingga dapat mendukung sebagai media tanam pembibitan tanaman tembakau (Nicotiana tabacum) Besuki Na-Oogst. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-September 2017 bertempat di Laboratorium Konservasi dan Fisika Tanah, Laboratorium Kesuburan Tanah dan Green House Fakultas Pertanian Universitas Jember. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor jenis biochar yang terdiri dari biochar limbah kulit kopi (B1), biochar limbah kulit kakao (B2), dan biochar biji karet (B3) dan faktor kedua adalah dosis biochar tersebut yaitu meliputi tanpa biochar/kontrol (D1), 12,5 g/kg tanah (D2), 25 g/kg tanah (D3) dan 37,5 g/kg tanah (D4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara dosis biochar dengan taraf dosis yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pH tanah, tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, luas permukaan daun, diameter batang, panjang akar, berat basah dan berat kering bibit tembakau besuki na-oogst. Setiap jenis biochar dan dosis biochar masing-masing memberikan pengaruh yang berbeda terhadap perbaikan sifat fisik tanah pasiran yaitu menurunkan nilai berat volume (BV), meningkatkan porositas, water holding capacity (WHC) dan pH tanah.Kombinasi perlakuan yang terbaik untuk pertumbuhan bibit tembakau besuki na-oogst adalah pada jenis biochar biji karet dengan dosis 25 g/kg tanah.
UPAYA MEMPERPANJANG DAYA SIMPAN BENIH KEDELAI DENGAN PELAPISAN CHITOSAN BERDASAR PENILAIAN VIABILITAS DAN KANDUNGAN KIMIAWI Sukowardojo, Bambang
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.683 KB) | DOI: 10.32528/agr.v11i1.664

Abstract

Benih kedelai peka sekali terhadap kondisi simpan yang kurang optimal, dan cepat mengalami kemunduran. Untuk itu, telah dilakukan penelitian yang bertujuanmengkaji dan menentukan konsentrasi chitosan yang tepat pada benih kedelai kuning dan hitam dalam memperlambat kemunduran benih setelah disimpan, dan telah dilaksanakan di Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jember, mulai Februari sampai dengan Oktober 2012. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAK) faktorial terdiri dari tiga faktor tiga ulangan. Faktor pertama jenis benih (J) meliputi dua taraf : kedelai kuning dan kedelai hitam,  faktor kedua konsentrasi chitosan (C) meliputi empat taraf : 0% (kontrol), 2 %, 4 %, dan 6 %, faktor ketiga lama simpan (L) meliputi dua taraf: tiga dan enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan Hasil penelitian menunjukkan : (1) jenis benih kuning maupun hitam memiliki viabilitas benih yang tidak berbeda nyata, tetapi dari evalusi kandungan kimia benih kedelai hitam memiliki daya hantar listrik (DHL) rendah, dan  kandungan lemak maupun protein tinggi, (2)  chitosan 2% dengan lama simpan 3 bulan memiliki viabilitas benih yang masih baik sedangkan konsentrasi 2-4% memiliki kandungan DHL terendah dan kandungan lemak serta protein tertingi, (3) benih kedelai yang disimpan selama 6 bulan dengan konsentrasi chitosan 0 % dan 6% sudah menunjukkan penurunanan dengan nilai viabilitas yang makin rendah, kandungan DHL tinggi serta kandungan lemaknya rendah, dan (4) tidak terdapat interaksi antara jenis benih, konsentrasi chitosan dan lama simpan.     Kata kunci : Benih kedelai, chitosan, viabilitas,kandungan kimiawi.
KAJIAN DOSIS PUPUK PHONSKA PADA DUA VARIETAS SEMANGKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUAH SEMANGKA Suwandi, Suwandi; Sulistyono, Agus
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.191 KB) | DOI: 10.32528/agr.v11i1.669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji dosis pupuk majemuk phonska pada dua varietas semangka yaitu varietas New Dragon dan varietas Quality terhadap pertumbuhan dan hasil buah semangka. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama adalah dosis pupuk phonska dan anak petak adalah varietas tanaman semangka. Dosis pupuk phonska terdiri dari 5 level, yaitu P1 : 600 kg/ha, P2 : 900 kg/ha, P3 : 1200 kg/ha, P4 : 1500 kg/ha dan P5 : 1800 kg/ha. Varietas terdiri dari dua level yaitu V1 : varietas New Dragon dan V2 : varietas Quality.Penentuan dosis pupuk phonska yanng tepat pada dua varietas semangka diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah semangka. Perlakuan kombinasi antara dosis pupuk phonska dan varietas semangka berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 30 dan 48 hari setelah tanam, berat buah per tanaman dan kadar gula buah.  Kata kunci : Pupuk Phonska, varietas New Dragon, dan varietas Quality.

Page 11 of 42 | Total Record : 416


Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue