Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KARAKTERISTIK DAN PREFERENSI KONSUMEN DURIAN LOKAL DI KABUPATEN JEMBER Sayyidah, Balya Elok; Soetriono, S; Sugeng, Raharto
AGRIBEST Vol 1, No 2 (2017): September
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.482 KB)

Abstract

Durian merupakan salah satu jenis buah-buahan yang bergizi tinggi dan mempunyai peluang besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan karakterisitik konsumen durian lokal; (2) menganalisis faktor-faktor dominan yang mempengaruhi terhadap preferensi konsumen  buah durian lokal; dan (3) membuat strategi pengembangan minat konsumen terhadap buah durian lokal. Penentuan daerah penelitian secara purposive method yakni di Kabupaten Jember. Metode pengambilan sampel dilakukan secara nonprobability sampling dan incidental sampling. Metode analisis data dengan deskriptif, analisis faktor dan analisis Medan Kekuatan (FFA). Kesimpulan penelitian: (1) Karakteristik konsumen durian lokal berdasarkan kategori: (a) umur mayoritas responden berada pada golongan umur 27-37 tahun dengan proporsi 45,16%, (b) jenis kelamin konsumen mayoritas adalah perempuan dengan jumlah 47 orang (50,54%), (c) pekerjaan, mayoritas bekerja sebagai pegawai swasta dengan jumlah 40 orang atau sebesar 43,01%, (d) tingkat pendidikan, mayoritas berada pada tingkat pendidikan SMP dengan jumlah 60 orang atau sebesar 64,52%, (e) jumlah anggota keluarga, mayoritas memiliki 2 hingga 4 orang dengan proporsi 69%, dan kategori (f) tingkat pendapatan, mayoritas berada pada kategori sedang dengan jumlah responden 48 orang atau sebesar 51,61%. (2) Dari 11 faktor yang mempengaruhi dalam preferensi konsumen memilih buah durian lokal terkategori menjadi 5 faktor yakni: (a) faktor warna kulit buah (hijau-muda, hijau-tua, hijau-cokelat, dan cokelat-tua); (b) faktor panjang duri (pendek, sedang, dan panjang); (c) faktor warna daging cerah (kuning dan merah); (d) faktor tekstur (lembut-basah, lembut-kering/pulen, berkrim, dan berserat); dan (e) faktor rasa buah durian (manis-pahit, manis-legit, manis-sedang, dan kurang manis).
Analisis Ekonomi Pakan Ternak Terfermentasi Berbasis Limbah Agroindustri Pisang Di Kabupaten Lumajang Akhiriani, Shanti; Soetriono, S; Nurhayati, N
AGRIBEST Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.212 KB)

Abstract

Pakan ternak terfermentasi merupakan produk bernilai ekonomi yang bisa dihasilkan dari salah satu limbah agroindustri pisang, yaitu kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pendapatan dan efisiensi usaha pada agroindustri pakan ternak terfermentasi dari kulit pisang; dan (2) nilai tambah pada pemanfaatan kulit pisang menjadi pakan ternak terfermentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dan analitik. Pengambilan data pada penelitian ini bersumber dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri pakan ternak terfermentasi menguntungkan dan efisien untuk diusahakan berdasarkan analisis pendapatan dan nilai R/C ratio, yaitu pendapatan agroindustri pakan ternak terfermentasi untuk produksi setiap hari sejumlah Rp 567.179,00 dengan nilai R/C ratio 1,54.  Agroindustri pakan ternak terfermentasi memberikan nilai tambah positif untuk setiap kilogram bahan baku yang digunakan, yaitu sebesar Rp 393,48 atau 62,98% dari nilai produk.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KOPI BUBUK ARABIKA PADA BERBAGAI SKALA USAHA DI KABUPATEN SITUBONDO Bastara Z., Dimas; Soetriono, Soetriono; Hapsari, Triana Dewi
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.451 KB) | DOI: 10.32528/agr.v14i2.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk, (2) Nilai tambah agroindustri kopi bubuk, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk. Penentuan daerah digunakan purphosive method di Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalah metode diskriptif, analitis dan komparatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 2 agroindustri yaitu Agroindustri kopi jahe “Mana Suka” dan Agroindustri kopi bubuk “UD. Gemini Lestari”. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, nilai tambah dan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik agroindustri kopi bubuk di 2 agroindustri berbeda-beda karena didasari oleh skala industrinya. (2) Hasil analisis nilai tambah di 2 agroindustri kopi bubuk adalah bernilai positif, (3) Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala IRT difokuskan pada pemberian bantuan modal, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kemitraan dengan pengusaha-pengusaha kopi yang lebih besar. Sedangkan Strategi pengembangan agroindustri kopi bubuk skala kecil difokuskan pada kemitraan usaha antara pelaku agroindustri dan kelompok tani serta pembentukan kelembagaan agroindustri.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI KOPI RAKYAT DI DESA GOMBENGSARI KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI Dewi Anggita; S Soetriono; Ati Kusmiati
Agrika Vol 12, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.907 KB) | DOI: 10.31328/ja.v12i2.763

Abstract

Perkebunan kopi robusta adalah mata pencaharian utama masyarakat Desa Gombengsari. Keberhasilan perkebunan kopi dipengaruhi oleh produksi kopi, harga kopi, biaya produksi, dan pemeliharaan tanaman kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usaha tani kopi rakyat, 2) untuk mengetahui pendapatan petani kopi, 3) untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani kopi rakyat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling dan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Cobb Douglas, analisis pendapatan, dan Force Field Analysis (FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) faktor produksi yang berpengaruh nyata terhadap produksi kopi rakyat adalah luas lahan, pupuk organik, pupuk anorganik, dan tenaga kerja. 2) usahatani kopi menguntungkan dengan penghasilan Rp 10.691.146,35. 3) strategi pengembangan pertanian kopi berdasarkan FFA yang memaksimalkan faktor pendorong berupa petani berpengalaman dalam budidaya dan meminimalkan hambatan dalam bentuk modal terbatas, masing-masing. Kata kunci:  analisis Cobb Douglas, faktor produksi, force field analysis (FFA), perkebunan kopi robusta
Peranan Sumber Daya terhadap SDM Peternak dan Pengembangan Usaha Ternak Sapi Perah di Kawasan Peternakan Sapi Perah Nasional (KPSPN) Amam Amam; Soetriono Soetriono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.22.1.1-10.2020

Abstract

Sumber daya finansial, teknologi, dan fisik merupakan bagian dari sumber daya internal usaha ternak. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sumber daya internal usaha ternak sapi perah dan mengkaji pengaruhnya terhadap SDM peternak dan pengembangan usaha ternak. Penelitian dilakukan di Kawasan Peternakan Sapi Perah Nasional (KPSPN) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Narasumber penelitian ialah peternak sapi perah anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirtasari Kresna Gemilang. Jumlah responden adalah 174 peternak sapi perah. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan survai dengan menggunakan pengisian kuisioner dan wawancara.Analisisdata menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,9% SDM peternak dipengaruhi oleh sumber daya internal, sedangkan 55,5% pengembangan usaha dipengaruhi oleh sumber daya internal dan SDM peternak. Kesimpulan penelitian yaitu sumber daya internal berpengaruh terhadap SDM peternak dan pengembangan usaha ternak.
Analisa Pendapatan, Nilai Tambah, dan Strategi Pengembangan Usaha di Sentra Kerajinan Kulit Selosari Kabupaten Magetan, Jawa Timur Y. P. Perwitasari; Soetriono Soetriono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.22.3.255-266.2020

Abstract

Penelitian dilakukan pada sentra kerajinan kulit di kelurahan Selosari Magetan, Jawa Timur untuk mengetahui tiga hal, yaitu (1) Pendapatan dan efisiensi penggunaan biaya produksi industri alas kaki, (2) Nilai tambah produk, dan (3) strategi pengembangan industri. Data dikumpulkan dari 10 pelaku usaha dan 5 tenaga ahli yang mewakili instansi dan pihak terkait. Data terkumpul diolah menggunakan tiga kategori; analisa R/C ratio, analisis nilai tambah Hayami, dan AHP (Analytical Hierarcy Process). Hasil penelitian menunjukkan (1) rata-rata R/C ratio 1,23; (2) produk alas kaki dari kulit memiliki nilai tambah sebagai berikut; sepatu wanita Rp 30.707,71; sepatu laki-laki Rp 30.129,60; sandal laki-laki Rp 25.281,98; dan sandal wanita Rp 23.475,61; dan (3) strategi yang relatif tepat adalah pada kriteria pengembangan produksi dengan bobot 0,490.
Strategi Pengembangan dan Diversifikasi Sapi Potong di Jawa Timur Soetriono Soetriono; Djoko Soejono; Dimas B. Zahrosa; Ariq Dewi Maharani; Amam Amam
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 2 (2019): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.21 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i2.5571

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian bertujuan untuk mengetahui peramalan populasi sapi potong, diversifikasi produk daging sapi potong, dan strategi pengembangan sapi potong di Jawa Timur. Penelitian dilakukan di Jawa Timur. Metode yang dipergunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dan korelasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan melakukan wawancara langsung dan FGD dan data sekunder yang diambil dari BPS, dinas terkait, buku-buku referensi dan internet. Metode analisis data menggunakan analisis time series menggunakan metode Box-Jenkins (ARIMA) dengan Eviews, analisis nilai tambah dan analisis SWOT. Hasil yang diperoleh dari peramalan produksi sapi potong pada tahun 2017 hingga 2022 cenderung meningkat. Diversifikasi produk pengolahan sapi potong yaitu bakso dan abon daging. Hasil analisis nilai tambah, margin untuk keuntungan usaha bakso yaitu 22,18%, lebih kecil daripada marjin pendapatan atau imbalan tenaga kerja yaitu 32,73%. Margin untuk keuntungan industri usaha abon daging yaitu 23,12%, lebih besar daripada marjin pendapatan atau imbalan tenaga kerja yaitu 18,29%. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi kompetitif relatif dan berada pada kuadran SPEKULATIF dengan nilai IFAS 1,99 dan EFAS 3,72. Pengembangan sapi potong di Jawa Timur memiliki peluang yang prospektif akan tetapi produsen belum mampu mengembangkannya.Kata Kunci : diversifikasi, populasi, spi potong, strategi pengembanganABSTRACTThe purpose of this research was to forecast beef cattle population, diversification of beef products, and strategies of developing beef cattle in East Java. The study was conducted in East Java. The method used in this study was descriptive and co-relational methods. The data used in this study are primary data obtained by conducting direct interviews and FGDs; and secondary data taken from BPS, related agencies, reference books, and the internet. The method of data analysis used was time series analysis using the Box-Jenkins (ARIMA) method with Eviews, value-added analysis, and SWOT analysis. The results obtained from forecasting beef cattle production in 2017 to 2022 show an increased trend. Diversification of beef processed products are meatballs (bakso) and meat floss (abon). The results of value-added analysis showed the margin for the profit of the meatball business was 22.18%, relatively smaller than the income margin or labor benefits, which was 32.73%. The margin for the industrial profits of the shredded meat business was 23.12%, which was greater than the income margin or labor benefit (18.29%). The results of the SWOT analysis indicated that the relative competitive position is in the SPECULATIVE quadrant with IFAS value of 1.99 and EFAS 3.72. This means that beef cattle development in East Java has a prospective opportunity but producers have not been able to develop it.Keywords: beef, diversification, development strategy, population
PENCIPTAAN NILAI TAMBAH DAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BERBASIS KOMODITAS KELOR (Moringa Olifiera) Soetriono Soetriono; Djoko Soejono; Dimas Bastara Zahrosa; Ariq Dewi Maharani
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP) Vol 12 No 2 (2019)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v12i2.10873

Abstract

The Banyuwangi Regency area has the opportunity and has the potential to develop Moringa commodities. Moringa commodity enthusiasts in Banyuwangi Regency from various circles, both industry, medicine and vegetables are eaten. This study is to determine the added value The Banyuwangi Regency area has the opportunity and has the potential to develop Moringa commodities. Moringa commodity enthusiasts in Banyuwangi Regency from various circles, both industry, medicine and vegetables are eaten. This study is to determine the value added and economics of Moringa commodities and the strategy of developing Moringa commodity agroindustry. The method of data analysis uses descriptive, income analysis, value added analysis, and FFA (Force Field Analysis). The results obtained from Moringa processed products have a value-added advantage per 1 kg of positive raw material. Revenue per 1 production process, Moringa powder Rp. 2,943,263.89, Ginger Moringa teabag Rp. 1,210,463.89, Moringa dye jasmine tea Rp. 857,183.89, Moringa teabag Rp. 206,563.89, Moringa noodles amounting to Rp 104,255.56, moringa tortillas amounting to Rp 58,755.56, and lemuru kelor tortillas at Rp 177,055.56. The development strategy is to develop the cultivation of Moringa commodities intensively in order to ensure the continuity of raw materials for agro-industries and develop a plasma core partnership pattern with farmers to ensure the availability of raw materials for agro-industries; and optimizing the use of yield processing technology to maximize production capacity maximally while taking into account market demand.
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN SUSU PADA USAHA RUMAH SUSU: PENDEKATAN METODE HAYAMI Shinta Ayu Istiani; Soetriono Soetriono
JSEP (Journal of Social and Agricultural Economics) Vol 15 No 1 (2022): JURNAL SOSIAL EKONOMI PERTANIAN (J-SEP)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jsep.v15i1.29993

Abstract

Sales of dairy products tend to fluctuate during the covid-19 pandemic. This condition affects income. This study aims to (1) find out the dairy products, (2) find out the income of dairy products, (3) find out the added value of dairy products, (4) know the risk of income from dairy products. The research sample was selected using a purposive method. This research uses descriptive analysis, Hayami method added value analysis, and coefficient of variation. The results showed that (1) the products produced by the dairy house were pasteurized milk, fresh milk, and ice cream; (2) dairy products provide positive income; (3) the added value of dairy products provides positive added value to the dairy house because of the added value; (4) profitable dairy production activities. To increase the income of dairy houses during the pandemic, it is necessary to diversify other dairy products, such as making yogurt and milk crackers.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN MAS KOKI DI DESA WAJAK LOR KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG mukhamad fakhrur roziq; Soetriono Soetriono; Anik Suwandari
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian (J-SEP) Vol 9 No 2 (2016)
Publisher : University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the data from Department of Fisheries Tulungagung shows that the production of fancy goldfish at Tulungagung in 2014 (to the third quarter) has decreased up. This study aims to determine: (1) the management of fancy goldfish breeding (2)What are the factors that affect the revenue (3) business development strategies of fancy goldfish breeding? The determination of the research at Wajak Lor village, Boyolangu, Tulungagung. The method used is descriptive analysis method. The sampling method, it was done by taking the sample using simple random sampling and purposive sampling. This research used primary and secondary data. Methods of data analysis used descriptive analysis, multiple regression and force field analysis. The results showed: (1) the management of the fancy goldfish breeding by experience , (2) cost of the feed and the seed that negatively affect the revenue, on the contrary, the volume of the pond, production and the selling price positively affect, the labor costs do not significantly affect, (3) business development strategies of fancy goldfish breeding by improving the product quality of fancy goldfish breeding, and by cooperating with the government to know the weather predictions in the future and about good breeding from Department of Fisheries Tulungagung.