cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
PENGARUH LAMA PENYATUAN DAN SAMBUNG SISTEM KAKI GANDA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT DURIAN (Durio zibethinus, L.) DI KABUPATEN JEMBER Fitri, Mohamad Zaedan; Islahuddin, Muhammad
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.735 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1812

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh lamanya penyatuan batang utama dengan batang tambahan dan sambung sistem kaki ganda terhadap pertumbuhan bibit durian (Durio zibethinus L.). Penelititian dilaksanakan di desa Sumberjambe kecamatan Sumber Jambe, kabupa ten Jember, yang diaksanakan dari tanggal 20 Mei 2018 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2018. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Perlakuan masing-masing faktor adalah sebagai berikut; Faktor I adalah lamanya proses penyatuan sambungan bibit durian (L) terdiri dari 3 yaitu: L1 : Penyatuan batang utama dan batang tambahan hari ke 40, L2 : Penyatuan batang utama dan batang tambahan hari ke-60, L3: Penyatuan batang utama dan batang tambahan hari ke 80. Faktor ke II : pemakaian jumlah kaki ganda (P) terdiri dari 4 level, yaitu: P1 : Perlakuan dengan menggunakan 1 batang kaki, P2 : Perlakuan dengan menggunakan 2 batang kaki, P3 : Perlakuan dengan menggunakan 3 batang kaki, dan P4: Perlakuan dengan menggunakan 4 batang kaki. Hasil penelitian perlakuan penambahan kaki ganda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap tinggi bibit durian, diameter batang dan jumlah daun pada umur 80 hari setelah sambung kaki (P3) memberikan pengaruh yang sangat nyata. Perlakuan pada umur 40 hari dan 60 hari setelah sambung kaki parameter tinggi bibit, diameter batang dan jumlah daun tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan bibit durian. Tidak terdapat interaksi antara penambahan kaki ganda dan lamanya penyatuan terhadap pertumbuhan bibit durian.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK TANAMAN KEDELAI PADA SISTEM PERTANAMAN TUMPANGSARI TEBU-KEDELAI (BULAI) Wiwit Widiarti, Pramudya Arya Yuda Iskandar Umarie
AGRITROP Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.607 KB) | DOI: 10.32528/agr.v13i2.84

Abstract

Rendahnya produktivitas kedelai disebabkan oleh berbagai faktor, yang secara luas dapat dikategorikan menjadi dua faktor, yaitu genetik dan lingkungan.Kedua faktor ini sering berinteraksi dan tercermin dalam sifat-sifat agronomi yang berperan dalam menentukan tinggi rendahnya hasil.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman genotip dan fenotip, nilai heritabilitas dan nilai kemajuan genetik dari beberapa varietas kedelai pada sistem pertanaman tumpangsari. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember dari bulan Maret 2015 sampai bulan Juni 2015 dengan ketinggian ± 89 meter di atas permukaan laut. Materi tanaman berupa 10 varietas kedelai yaitu Gepak Kuning, Gema, Mahameru, Panderman, Wilis, Kaba, Sinabung, Tanggamus, Dering-1 dan Burangrang yang ditanam di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan karakter agronomis jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, berat 100 biji, indeks bobot kering biji tanaman, dan indeks panen tanaman mempunyai varian genetik yang luas, dari semua karakter agronomis yang dievaluasi mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi, serta pada karakter agronomis jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, berat 100 biji, indeks bobot kering biji tanaman, dan indeks panen tanaman mempunyai nilai duga kemajuan genetik yang luas. Seleksi dapat diterapkan pada karakter agronomis jumlah polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, berat 100 biji, indeks bobot kering biji tanaman, dan indeks panen tanaman.Kata kunci : Parameter genetik, Kedelai, Tumpangsari
APLIKASI GARAM (NaCl) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI PADI (Oryza sativa L) VARIETAS SITU BAGENDIT DI TANAH LITOSOL BANYUWANGI Handoyo, Bagus; H, Herlinawati; Soelaksini, Liliek
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.91 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi garam terhadap produksi padi varietas Situ Bagendit. Penelitian dilaksanakan 4 bulan mulai  Agustus 2017 s/d Desember 2017 menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan faktor tunggal yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu A1 (Kontrol), A2 (Urea 100%), A3 (Garam 100%), A4 (Urea 50% + Garam 50%) yang diulang sebanyak 6 kali mengacu rumus (t-1)(r-1) > 15. Perlakuan A4 menjadi yang terbaik karena memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman 30 dan 45 HST, jumlah anakan 30 dan 42 HST, jumlah malai 110 HST, berat basah per sampel, berat basah per plot, berat kering per sampel, dan berat kering per plot. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aplikasi garam memberikan pengaruh yang sangat nyata, sehingga dapat dijadikan sebagai pupuk alternatif karena terbukti mampu meningkatkan produksi padi sebesar 5,676 ton perhektar dibandingkan rata-rata 5,5 ton perhektar produksi nasional.
EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI CAIR DAN PEMANGKASAN DAUN TERHADAP PRODUKSI OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench) Suroso, Bejo; Wijaya, Insan; Rahmawati, Vita
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.832 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan interaksi perlakuan konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun terhadap produksi okra (Abelmoschus esculentus L. Moench). Dilaksanakan di Karangrejo, Sumbersari, Jember pada tanggal 22 Nopember 2017 sampai dengan 12 Maret 2018, disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor yaitu konsentrasi pupuk hayati cair dengan umur pemangkasan daun. Hasil penelitian menunjukkan (a) jumlah buah per sampel terbanyak sebesar 63 buah pada interaksi tanpa pupuk hayati cair dan tanpa pemangkasan daun dapat meningkatkan produksi 3 % dan terhadap jumlah buah per petak terbanyak sebesar 677 buah pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan hasil produksi 21%, dan (b) berat buah per petak terbanyak sebesar 4093,67 gram (konversi 16,37 ton/ha) pada interaksi pupuk hayati cair konsentrasi 80 ml/l air dengan pemangkasan daun umur 73 hst dapat meningkatkan produksi 51%.
EMBRIOGENESIS PADA TANAMAN TEBU (Saccharum sp.) VARIETAS BULULAWANG DENGAN TEKNIK KULTUR MIKROSPORA Anitasari, Septarini Dian; Sari, Dwi Nur Rikhma; Astarini, Ida Ayu; Defiani, Made Ria
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.727 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1813

Abstract

Tanaman tebu adalah keluarga poace yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi tinggi karena manfaatnya sebagai produk unggulan dalam menghasilkan gula serta bioetanol yang banyak digunakan oleh masyarakat luas. Untuk itu perlu upaya pemuliaan tanaman yang cepat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Teknik kultur mikrospora merupakan aplikasi bioteknologi yang efisien dalam menghasilkan tanaman haploid. Teknik ini belum berhasil diaplikasikan pada tanaman tebu sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk memicu embriogenesis mikrospora tebu dengan aplikasi kultur mikrospora pada varietas bululawang. Metode yang digunakan yaitu dengan stress perlakukan perendaman mannitol 0.3M sebelum isolasi kultur pada lama perendaman yang berbeda. Analisis data menggunakan uji anova dan uji duncan. Hasil yang diperoleh yaitu Perlakuan stress yang diberikan berhasil memicu embriogenesis mikrospora dengan lama perendaman anther optimum pada 7 hari pada mannitol 0.3M
PENINGKATAN KEMAMPUAN SERAPAN NITROGEN (N) TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) MELALUI MUTASI GEN SECARA KIMIAWI Nikmah, Khoirotun; Musni, Miswar
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.166 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2182

Abstract

Tanaman padi adalah salah satu tanaman pangan yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Indonesia. Penggunaan pupuk nitrogen (N) dalam kegiatan budidaya padi meningkat setiap tahun, tetapi kemampuan tanaman padi untuk menyerap unsur N masih rendah, sekitar 30% -50% dan kehilangan  N ke lingkungan tanah juga cukup tinggir. Upaya untuk mendapatkan varietas padi yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap N  dapat dilakukan melalui mutasi buatan menggunakan senyawa kimia, salah satunya menggunakan Ethyl Methane Sulfonate (EMS). Penelitian ini dapat memberikan informasi tentang pengembangan varietas padi baru yang memiliki tingkat penyerapan N yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman ini. Padi yang telah dimutasi dan dikendalikan kemudian dikecambahkan dalam media tanam pasir dan ditanami secara hidroponik dengan diberi nutrisi. Setiap 10 hari sampel nutrisi pada media tanam dan dilakukan pengukuran tanaman tinggi. Pengambilan sampel nutrisi diambil dari 4 titik pada masing-masing tanaman kemudian sampel ditambahkan dengan NO3- dan NH4+ berdasarkan metode Cataldo et al., (1975) untuk kandungan nitrat dan amonium menggunakan Baethgenand Alley (1989).
RESPON TANAMAN MENTIMUN (CUCUMIS SATIVUS L) TERHADAP PESTISIDA NABATI DAN PUPUK CAIR GREEN TONIC Efendi, Mangsur; O, Oktarina; Wijaya, Insan
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.596 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Jenis bahan pestisida nabati yang tepat terhadap pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan OPT  tanaman mentimun. (2) Waktu pemupukan pupuk cair green tonic yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. (3). Interaksi antara jenis bahan pestisida nabati dengan waktu pemupukan pupuk cair green tonic yang tepat terhadap pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan OPT tanaman mentimun. Penelitian dilakukan dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor yaitu faktor 1 : jenis bahan pestisida nabati, yaitu: P0: tanpa pestisida, P1: Ekstrak Daun Pepaya, P2: Ekstrak Daun Lamtoro, P3: Campuran Ekstrak Daun Pepaya dan Ekstrak Daun Lamtoro (1: 1) dan Faktor 2 : waktu pemberian pupuk cair tonik hijau G1: Tampa Green Toninc, G2: 7 dan 14 hst, G3: 14 dan 28 hst, diulang 3 kali. Hasil menunjukkan bahwa pestisida nabati berpengaruh terhadap pertumbuhan, hasil dan intensitas serangan OPT. Jenis campuran  Ekstrak Daun Pepaya dan Ekstrak Daun Lamtoro (P3) memberikan pengaruh terbaik. Pupuk cair green tonik (G3 pada 14 dan 28 hst) memberikan yang terbaik.
RESPONS TANAMAN PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BERBAGAI MEDIA TANAM DAN SUMBER NUTRISI PADA SISTEM TANAM HIDROPONIK VERTIKULTUR BOKAS Umarie, Iskandar; Hazmi, M.; Muhaimin, Moh.
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.163 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah  sistem hidroponik dapat memberikan produksi tanaman padi yang cukup memadai sehingga layak untuk dikembangkan di perkotaan. Percobaan mengunakan Rancangan Petak terbagi (Split Plot Design) disusun rancangan Rancangan Acak kelompok Lengkap (RAKL), dimana Petak Utama adalah Nutrisi Tanaman terdiri dari AB Mix (N1), Pupuk Organik Cair (POC) (N2), dan Pupuk Majemuk NPK (N3), sedangkan anak petak terdiri dari Arang Sekam (M1), Batu Batu (M2), dan Serbuk Gergaji (M3).. Pemberian nutrisi AB Mix menghasilkan yang terbaik pada tinggi tanaman, luas daun spesifik, umur panen, berat gabah per rumpun dan berat 1000 butur gabah. Sedangkan media pecahan batu bata menunjukkan hasil yang nyata terbaik terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif, umur panen, jumlah bulir per rumpun, jumlah bulir bernas, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir biji, dan berat gabah per ha. Interaksi antara nutrisi AB Mix dengan media serbuk gergaji (N1 x M3) yang terbaik pada parameter tinggi tanaman, umur berbunga, luas daun spesifik, dan jumlah anakan per rumpun, dan umur panen. interaksi antara nutrisi AB Mix dengan media pecahan batu bata (N1 x M2) yang terbaik pada parameter jumlah bulir bernas, berat gabah per rumpun, berat 1000 butir, dan berat gabah per ha. Nutrisi AB Mix, media pecahan batu bata, dan interaksi nutrisi AB Mix dengan media pecahan batu batu atau interaksi nutrisi AB Mix dengan media serbuk gergaji, memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada sistem budidaya hidroponik baik berperan sebagai faktor tunggal maupun sebagai kombinasi.
EFIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Mubarok, Rijalul Fikri Al; Tripama, Bagus; Suroso, Bejo
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.192 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2189

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat karena merupakan sumber gizi, vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh serta memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan manusia, Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian POC buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanaan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang. Waktu 3 bulan mulai Desember 2018 sampai  Februari 2019, dengan ketinggian tempat +60 meter di atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan  rancangan Acak Kelompok Non Faktorial  dengan satu faktor diulang 3 kali, yaitu dosis POC pepaya , terdiri dari 10 taraf yaitu P0 : Kontrol, P1 : 10ml/l, P2 : 20 ml/l, P3 : 30 ml/l, P4 : 40 ml/l, P5 : 50ml/l, P6 : 60 ml/l, P7 : 70 ml/l, P8 : 80 ml/l, P9 : 90 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis POC pepaya berpengaruh nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman umur 14 hst dan panjang buah mentimun. Berpengaruh sangat nyata pada diameter buah, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per plot, berat buah per tanaman, berat buah per plot. Tidak berpengaruh nyata pada, berat berangkasan basah, dan berat berangkasan kering tanaman mentimun.
PENGARUH DOSIS UREA DAN PUPUK ORGANIK CAIR ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS Shaila, Gina; Tauhid, Atak; Tustiyani, Isna
AGRITROP Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.198 KB) | DOI: 10.32528/agritrop.v17i1.2185

Abstract

Asam humat merupakan hasil akhir dari dekomposisi bahan organik. Asam humat mampu meningkatkan kemampuan tanah dalam mengikat, menjerap dan mempertukarkan kation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dan perlakuan terbaik pemberian dosis urea dan pupuk organic cair asam humat terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata sturt). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 4 x 4 dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah dosis urea (u) terdiri atas empat taraf, yaitu u0 = tanpa pupuk urea, u1 =50 kg urea/ha, u2 = 100 kg urea/ha u3 = 200 kg urea/ha. Faktor kedua pupuk organic cair asam humat (h) terdiri atas empat taraf, yaitu h0 = 0 ml pupuk organic cair/L, h1 = 5 ml pupuk organic cair/L, h2= 10 ml pupuk organic cair/L dan h3 = 15 ml pupuk organic cair/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian dosis urea dan pupuk organic cair asam humat terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis. Pengaruh urea dengan dosis 200kg/ha dan pupuk organic cair 15 ml/liter memberikan pengaruh terbaik terhadap tinggi tanaman, luas daun, diameter tongkol, panjang tongkol, bobot tongkol pertanaman, dan hasil tongkol per plot.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue