cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
Respons Kalus Embriogenik Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum) Var. Kidang Kencana Terhadap Berbagai Modifikasi Media Kultur Dalam Proses Induksi Akar Astuti, Sri Habsari Puji; Indrawati, Wiwik; Supriyatdi, Dedi; Kusuma, Jakty
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3631

Abstract

Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu bahan penghasil gula utama di Indonesia dan memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia dan menjadi sumber devisa negara.  Kemenperin mencatat, produksi gula nasional hanya mencapai angka 2,17 juta ton. Sementara, kebutuhan gula nasional mencapai 66 juta ton. Ini menandakan Indonesia baru mampu memenuhi 3,29% dari total kebutuhan nasional, sehingga lebih dari 96% defisit kebutuhan gula nasional yang belum mampu dan harus dipenuhi Indonesia.. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan komposisi media kultur yang tepat dan optimal untuk pertumbuhan akar dari kalus embriogenik tanaman tebu. Penelitian ini bertempat di Laboraturium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Lampung. Proses induksi akar ini dilakukan melalui modifikasi media MS dengan campuran IAA, Kinetin, CM, 2,4-D, dan sukrosa yang dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok. Variabel yang diamati adalah respons kalus, waktu tumbuh akar, panjang akar dan jumlah akar. Hasil penelitian dan pengujian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh terhadap perkembangan akar. Media dengan  kombinasi IAA menghasilkan respons berupa akar, namun media dengan kombinasi 2,4-D memberikan respons berupa pelebaran kalus. Hasil pengamatan menunjukkan perlakuan terbaik untuk pengakaran adalah kombinasi media IAA 1 mg.l-1 baik berupa rata-rata panjang 1,56 cm dan jumlah akar 2,08.
PENGARUH PUPUK ORGANIK KULIT BUAH KOPI DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin) Kusumastuti, Any; yasir, muhamad irfan; Same, Made
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.3104

Abstract

Penelitian dilaksanakan dikebun Pembibitan Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan dan Laboratorium Analisis Politeknik Negeri Lampung pada bulan Oktober 2018 sampai dengan  Maret  2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 3 x 3.  Faktor Faktor pertama adalah komposisi pupuk organik kulit buah kopi yang terdiri dari 3 taraf (42 , 84, dan 168 g.polybag-1  ). Faktor kedua adalah dosis pupuk urea ( 0, 1, dan 2 g.polybag-1  ). Variabel pengamatan adalah tinggi tanaman, jumlah cabang utama, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman dan rendemen. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh pemberian , pupuk organik kulit buah kopi dan pemberian pupuk urea  maupun interaksi keduanya.  .  Rendemen tertinggi didapatkan pada perlakuan dosis pupuk 1 g.polybag-1  urea tertinggi  yaitu 2.10%
Pengaruh KNO3 pada Pertumbuhan Cabang Orthotrop Tanaman Induk Lada (Pipper nigrum L.) Tahun Pertama Dewanda, Muhammad Taufiek; Sukmawan, Yan; Utoyo, Bambang
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3888

Abstract

Tanaman induk adalah sumber bahan tanam yang ditanam pada areal lahan yang tidak terlalu luas yang mana tidak sampai menghasilkan buah. Fungsi pupuk KNO3 dapat meningkatkan ketahanan tanaman serta dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan fisiologis tanaman. Penelitian bertujuan untuk mencari konsentrasi KNO3 terbaik untuk pertumbuhan cabang ortotrop tanaman induk lada tahun pertama. Penelitian menggunakan 4 taraf perlakuan konsentrasi KNO3 yaitu K0 (Kontrol), K1 (2%), K2 (4%), dan K3 (6%), menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan tiga ulangan. Data pengamatan dianalisis ragam uji F taraf 5%, apabila terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi cabang ortotrop, jumlah daun, jumlah ruas cabang ortotrop, jumlah cabang ortotrop yang tumbuh, indeks kehijauan daun, dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk KNO3 berpengaruh pada variabel jumlah daun dan jumlah ruas pada umur 4 dan 5 Bulan Setelah Perlakuan (BSP), sedangkan variabel tinggi cabang ortotrop, jumlah cabang orthotrop, indeks kehijauan daun, dan luas daun tidak dipengaruhi oleh KNO3.Kata kunci: Tanaman induk, KNO3, cabang ortotrop
Potensi Bakteri Filosfer Sebagai Agens Hayati Penyakit Pustul (Xanthomonas Axonopodis Pv.Glycines) Dan Pemacu Pertumbuhan Kedelai Nurcahyanti, Suhartiningsih Dwi; Wahyuni, Wiwiek Sri; Masnilah, Rachmi
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3804

Abstract

Penyakit pustul  bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas aonopodis pv. Glycines (Xag) merupakan penyakit penting pada kedelai. Kami menggunakan 11 isolat bakteri filosfer  JB 4, JB5, JB6, JB7, JB12, JB1, ST31, ST32, ST4, LB2 dan LB3 sebagai agen hayati karena mempunyai “niche” yang sama dengan pathogen, untuk mengetahui kemampuannya dalam mengendalikan Xag dan memacu pertumbuhan tanaman  kedelai. Hasil in vitro menunjukkan bahwa inokulasi  Xag pada benih kedelai akan menurunkan daya kecambah kedelai. Seed treatment dengan menggunakan bakteri filosfer mampu meningkatkan perkecambahan kedelai yang terinfeksi Xag. Isolat JB 5 dan JB 7 merupakan isolate terbaik dengan daya kecambah  yang  sama  95% dengan efektivitas ± 35.71% dibandingkan kontrol. Sedangkan isolat  JB13 terbaik dalam meningkatkan panjang radikula yaitu 3,13 cm dengan efektivitas 104,58%. Isolat JB7, JB12, JB13 dan ST32 mempunyai kemampuan yang sama dalam mengendalikan penyakit pustule kedelai di rumah kaca dengan keparahan penyakit berkisar ±21,37 dan efektivitas ± 66.41%. Isolat JB 12 dan JB13 menunjukkan kemampuan yang terbaik dalam meningkatkan tinggi tanaman  yaitu ± 95.58 cm,  jumlah cabang ± 5.53dan jumlah daun ± 29.89. Isolate  JB12, JB13 dan ST32, diikuti JB5 dan JB7 berpotensi sebagai agen hayati untuk mengendalikan penyakit pustul dan meningkatkan pertumbuhan kedelai.
RETRACTION: EKSPLORASI BACILLUS SEBAGAI AGENS ANTAGONIS TERHADAP XANTHOMONAS AXONOPODIS PV. GLYCINES DARI FILOSFER GULMA DI PERTANAMAN KEDELAI Ayu, Dipta Linggar W. N; Nurcahyanti, Suhartiningsih Dwi
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.2893

Abstract

Penyakit pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines  (Xag) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kedelai. Bakteri Bacillus asal filosfer kedelai mempunyai potensi untuk menghambat patogen tersebut. Filosfer gulma di  pertanaman kedelai juga merupakan habitat yang baik bagi hidup Bacillus. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan Bacillus dari filosfer gulma yang berpotensi sebagai agen antagonis terhadap Xag. Metode penelitian meliputi eksplorasi, screening dan identifikasi secara fisiologi biokimia. Hasil penelitian diperoleh sejumlah 31 isolat  dan 22 isolat diantaranya mampu menghambat Xag dengan daya hambat yang beragam. Lima strain Bacillus spp. memiliki daya hambat besar terhadap Xag  yaitu  strain Bp 2(2), Jg3(3), Bg d1(1), Jg 1(3) dan Jg 1(4)1 dengan masing-masing zona hambat sebesar  15 mm, 11 mm, 10 mm, 9,5 mm, dan 8.5 mm. Hasil identifikasi secara fisiologi biokimia menunjukkan bahwa Bacillus strain Jg 3(6), Bg d 1(1), Jg 1(3), Jg 1(4)1 memiliki karakteristik yang mirip dengan B. licheniformis dan strain Bp 2(2) memiliki karakteristik yang mirip dengan B. coagulans.
Potensi Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala) Sebagai Biopestisida Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) Saputri, Andriana Ela; Hariyanti, Dwi Betty; Ramadhani, Imzky Aulia; Harijani, Wiwik Sri
AGRITROP Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i2.3740

Abstract

Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) adalah salah satu kendala penting dalam budidaya tanaman, karena serangan ulat ini dapat menyebabkan kerusakan yang berat dan menunurunkan hasil produksi tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengendalian ulat grayak yang dilakukan masih menggunakan pestisida kimia yang menimbulkan berbagai dampak negative, sehingga diperlukan alternative lain yaitu biopestisida. Daun lamtoro mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu tannin, alkaloid, saponin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai biopestisida untuk mengendalikan hama. Tujuan pembuatan literature review ini adalah untuk melakukan kajian terkait dengan potensi daun lamtoro (Leucaena leucocephala) sebagai biopestisida untuk pengendali hama ulat grayak. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan literature yang relevan dari database google scholar. Berdasarkan hasil review literature yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa daun lamtoro berpotensi dan efektif sebagai biopestisida untuk ulat grayak. Hal ini juga ditunjang dengan hasil uji beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik untuk mengendalikan ulat grayak adalah antara 80-90% dengan tingkat kematian mencapai 75-90%. 
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN DAN DOMINASI SERANGGA PADA TANAMAN BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) DENGAN TEKNIK YELLOW TRAP Tustiyani, Isna; Utami, Vidiya Fitri; Tauhid, Atak
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.3258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan peran serangga serta serangga yang mendominasi pada tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.). Penelitian dilaksanakan di Kampung Sindang Sari, Kecamatan Leles Kabupaten Garut dari Bulan Mei hingga Juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pada lahan penelitian dengan pemasangan perangkap serangga yaitu yellow trap sebanyak 12 trap yang ditentukan polanya secara acak dan pengamatan secara visual saat di lahan penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 9 ordo serangga yaitu ordo Diptera, Hymenoptera, Coleoptera, Hemiptera, Lepidoptera,  Araneae, Odonata, Orthoptera, dan Isoptera. Serangga yang berperan sebagai  hama terdapat 5 ordo yaitu Diptera, Hemiptera, Lepidoptera, Orthoptera, Isoptera, dan serangga yang berperan sebagai musuh alami terdapat 3 ordo yaitu Ordo Odonata, Coleoptera, Araneae, sedangkan ordo Hymenoptera termasuk kedalam musuh alami dan sebagai serangga penyerbuk (pollinator) dan serangga yang mendominasi yaitu ordo Diptera sebanyak 3223 serta indeks keanekaragaman serangga 1,0123733 memiliki nilai tolak ukur sedang dan indeks dominasi serangga 0,439025297 dengan nilai tolak ukur rendah.
Uji Efektivitas Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.) pada Hama Padi Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) dalam Skala Rumah Kaca Siti Fatimah; Jumar Jumar; Mulyawan Ronny
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.4308

Abstract

Di Indonesia Tanaman Padi (Oryza sativa) adalah komoditas pangan yang utama bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan pada setiap tahunnya kebutuhan beras di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya pertumbuhan penduduk yang sangat cepat namun, produksi tanaman padi sering mengalami penurunan karena disebabkan oleh serangan hama padi yaitu wereng batang coklat (Nilaparvata lugens Stal.). Wereng batang coklat menyerang tanaman padi  pada masa vegetatif yang mengakibatkan kerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Sebagian besar petani masih menggunakan pestisida kimia dalam mengendalikan hama pada tanaman padi, namun saat sekarang penggunaan pestisida kimia mulai dikurangi dan digantikan dengan pestisida nabati. Tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah tanaman brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers.) yang dapat dimanfaatkan pada bagian batangnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pestisida nabati ekstrak batang brotowali dan konsentrasi terbaik terhadap kematian wereng batang coklat. Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) lima perlakuan dengan konsentrasi t0 : kontrol/tanpa perlakuan, t1 : 3,125% (3,125 ml ekstrak batang brotowali + 96,875 ml air aquades), t2 : 6,25% (6,25 ml ekstrak batang brotowali + 93,75 ml air aquades), t3 : 12,5% (12,5 ml ekstrak batang brotowali + 87,5 ml air aquades), t4 : 25% (25 ml ekstrak batang brotowali + 75 ml air aquades) dan terdiri dari empat kelompok sehingga diperoleh 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kematian wereng batang coklat dan konsentrasi terbaik ekstrak batang brotowali adalah t4 : 25% efektif untuk mematikan wereng batang coklat sebesar 82,50%.
Laju Aliran Permukaan dan Erosi Terhadap Penggunaan Lahan Di Desa Batuboy Kabupaten Buru Ardiyansyah Uniqbu; M. Faisal Sangadji; Abdullah Abdullah
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.4333

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu, menganalisis basis ekonomi melalui pendekatan Local Question dan dampak pengganda (Multiplier) pendapatan, menganalisis pertumbuhan ekonomi melalui pendekatan Shift Share, merumuskan strategi kebijakan yang tepat dalam memanfaatkan dan meningkatkan pengembangan wilayah secara optimal di Kabupaten Buru. Penelitian dilakukan di Kabupaten Buru, dimulai sejak bulan April sampai September 2020. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan instansi terkait sebagai pelengkap data sekunder. Sedangkan data sekunder berupa data time series PDRB tahun 2015 – 2019, dikumpulkan dari BPS Kabupaten Buru, BPS Propinsi Maluku, Data Kependudukan. Analisis data berupa analisis kuantitatif terdiri dari: location quotient terdiri dari basis dan non basis, efek pengganda dan analisis shift share. Hasil penelitian terdapat 5 (lima) sektor basis ekonomi dari di Kabupaten Buru industri pengolahan, (LQ = 2,40), jasa kesehatan dan kegiatan sosial (LQ = 1,63), pertanian, kehutanan dan perikanan (LQ = 1,44), transportasi dan pergudangan (LQ = 1,40) serta real estate (LQ = 1,3). Analisis Shift Share pada Total Perubahan produksi/kesempatan kerja pada PDRB di Kabupaten Buru sebesar 26,26% lebih besar daripada Provinsi Maluku 25,14%, sama halnya dengan beberapa sektor seperti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik dan gas, sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, sektor transportasi dan pergudangan serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum.
Dominansi Serangan Kepik Coklat (Riptortus linearis F.) (Hemiptera: Alydidae) dan Kepik Hijau (Nezara viridula L.) (Hemiptera: Pentatomidae) pada Tanaman Kedelai di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali I Wayan Dirgayana; Dicky Marsadi; I Wayan Diksa Gargita
AGRITROP Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v19i1.5071

Abstract

Kepik Coklat Riptortus linearis F. dan kepik hijau Nezara viridula L. merupakan hama tanaman kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominansi serangan kepik coklat R. linearis dan kepik hijau N. viridula pada tanaman kedelai di kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Desa Semaon, Kecamatan Payangan, Kab. Gianyar, Bali mulai bulan September sampai Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengambilan data populasi serta persentase serangan R. linearis dan N. viridula. Penelitian ini dibagi menjadi 6 sub plot (Demplot) pengamatan yang tesebar secara diagonal dan diambil sebanyak 10 tanaman sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama R. linearis muncul pertama kali pada umur 28 HST di demplot 1 rata-rata (0,1 ekor) sedangkan hama N. viridula pertama muncul pada umur 35 HST di demplot 4 (0,3 ekor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase serangan R. linearis lebih tinggi (0,9%) dibandingkan dengan N. viridula (0,8%) di demplot 3 pada umur 70 HST. Hama R. linearis lebih dominan dari pada hama N. viridula di Payangan, Gianyar, terlihat dari umur 35 HST sampai umur 70 HST jumlah populasi R. linearis lebih tinggi dari pada N. viridula artinya bahwa hama yang mendominasi tanaman kedelai di Payangan, Gianyar adalah R. linearis.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue