cover
Contact Name
oktarina
Contact Email
oktarina@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agritrop-faperta@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRITROP adalah publikasi ilmiah hasil penelitian ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan atau dikelola oleh dari Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember. Jurnal agritrop ini diterbitkan secara berkala tiap semester atau satu tahun dua kali terbit, yaitu pada Bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 416 Documents
ISOLASI DNA GENOM DAN IDENTIFIKASI KEKERABATAN GENETIK NANAS MENGGUNAKAN RAPD (RANDOM AMPLIFIED POLIMORFIC DNA) Hidayah Murtiyaningsih
AGRITROP Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v15i1.795

Abstract

Beberapa   jenis   nanas   lokal   di   Indonesia   umumnya   diberi   nama berdasarkan nama daerah atau lokasi, sehingga klon yang secara genetik sama kemungkinan dapat berbeda namanya. Dengan demikian identifikasi nanas berdasarkan marka biokimia maupun molekuler sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan  memperoleh  informasi  mengenai  teknik  isolasi  DNA  daun  nanas dengan metode CTAB dan kekerabatan genetik nanas lokal dengan metode yang lebih  valid  yaitu  dengan  RAPD  (Random  Amplified  Polimorfic  DNA).  Hasil isolasi DNA daun nanas  menggunakan metode CTAB menunjukkan kemurnian yang bagus yaitu diantara 1,8 – 1,9. Hasil analisis RAPD dan dendogram menunjukkan bahwa kisaran kekerabatan antara kedua kelompok nanas tersebut berkisar antara 0.95 - 1.00. Hal ini menunjukkan bahwa keragaman antara ketiga jenis  nanas  kode  1,  2  dan  4  sangat  rendah  meskipun  memiliki  fenotip  yang berbeda. Kata Kunci: RAPD, Kekerabatan Genetik, Nanas, Ananas sp.
RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max Merr) TERHADAP JUMLAH AIR YANG DIBERIKAN W. Guntoro; Hadi Suhardjono; Ida Retno Moeljani; Agus Sulistyono
AGRITROP Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v16i2.1804

Abstract

Kekurangan air merupakan masalah yang sering dijumpai pada pertanaman kedelai. Umumnya tanaman kedelai ditanam pada musim kemarau dan atau pada lahan kering beriklim kering. Tanaman kedelai produksinya sangat ditentukan oleh jumlah dan distribusi curah hujan yang tidak merata dalam musim tanam.  Kemampuan tanaman untuk hidup pada kondisi kekurangan air merupakan keberhasilan suatu tanaman untuk menyesuaiakan diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah air yang diberikan terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Penelitian dilakukan di Balai Benih Induk Palawija Malang.  Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang diulang tiga kali, dan terdiri dari tiga macam perlakuan yakni : Jumlah air yang diberikan setaraf kapasitas lapang (A1), setengah kapasitas lapang (A2), dan seperempat kapasitas lapang (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada variabel pertumbuhan yakni tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar dan berat kering akar.  Perlakuan terbaik adalah perlakuan A1 atau jumlah air yang diberikan setaraf dengan kapasitas lapang untuk masing-masing variabel tinggi tanaman (83,50 cm), jumlah daun (19,00), luas daun (835 cm2), panjang akar (592,86 mm) dan berat kering akar (0,24 g).
PENGARUH LUMPUR SAWIT DAN NPK SINTETIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG Jodi Setiawan Nugroho; Herry Gusmara; Bilman Wilman S
AGRITROP Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi perlakuan lumpur sawit (LS) dan NPK yang  memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung terbaik.Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2015 sampai dengan Januari 2016 di Desa Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dengan jenis tanah Ultisol dan ketinggian tempat 25 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tujuh perlakuan yaitu tanpa pemberian LS dan NPK mutiara, pemberian NPK mutiara dengan dosis 300 kg ha-1, pemberian kompos LS 30 ton ha-1, pemberian 225 kg NPK mutiara ha-1 + 10 ton ha-1LS, pemberian 150 kg NPK mutiara ha-1+ 20 ton ha-1LS, pemberian 75 kg NPK mutiara ha-1 + 30 ton ha-1LS, dan pemberian 30 ton ha-1LS tanpa pengomposan. Setiap perlakuan diulang empat kali. Ukuran petakan 2,8 m x 3,2 m dengan jarak tanam 70 cm x 30 cm, sehingga diperoleh 32 tanaman perpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi yang memberikan respon terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah perlakuan 150 kg NPK mutiaraha-1+ 20 ton ha-1LS, yang berpengaruh terhadap peubah tinggi tanaman, bobot biomassa bagian atas kering, bobot 100 biji, dan bobot pipilan kering. Bobot pipilan tertinggi dicapai sebesar 5,14 kg per petak yang setara dengan 6.813 ton ha-1. Perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh terhadap diameter batang, jumlah daun, bobot biomassa bawah segar dan kering, bobot biomassa atas basah, dan diameter tongkol.
RETRACTION: EKSPLORASI BACILLUS SEBAGAI AGENS ANTAGONIS TERHADAP XANTHOMONAS AXONOPODIS PV. GLYCINES DARI FILOSFER GULMA DI PERTANAMAN KEDELAI Dipta Linggar W. N Ayu; Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti
AGRITROP Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v18i1.2893

Abstract

Penyakit pustul bakteri yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis pv. glycines  (Xag) merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kedelai. Bakteri Bacillus asal filosfer kedelai mempunyai potensi untuk menghambat patogen tersebut. Filosfer gulma di  pertanaman kedelai juga merupakan habitat yang baik bagi hidup Bacillus. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan Bacillus dari filosfer gulma yang berpotensi sebagai agen antagonis terhadap Xag. Metode penelitian meliputi eksplorasi, screening dan identifikasi secara fisiologi biokimia. Hasil penelitian diperoleh sejumlah 31 isolat  dan 22 isolat diantaranya mampu menghambat Xag dengan daya hambat yang beragam. Lima strain Bacillus spp. memiliki daya hambat besar terhadap Xag  yaitu  strain Bp 2(2), Jg3(3), Bg d1(1), Jg 1(3) dan Jg 1(4)1 dengan masing-masing zona hambat sebesar  15 mm, 11 mm, 10 mm, 9,5 mm, dan 8.5 mm. Hasil identifikasi secara fisiologi biokimia menunjukkan bahwa Bacillus strain Jg 3(6), Bg d 1(1), Jg 1(3), Jg 1(4)1 memiliki karakteristik yang mirip dengan B. licheniformis dan strain Bp 2(2) memiliki karakteristik yang mirip dengan B. coagulans.
ADAPTASI TANAMAN Hoya diversifolia BLUME PADA INTENSITAS CAHAYA TINGGI [ ADAPTATION OF Hoya diversifolia BLUME TO HIGH-LIGHT INTENSITY ] Sintho Wahyuning Ardie; Sri Rahayu; Anas D Susila; Didy Sopandie
AGRITROP Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i1.697

Abstract

Hoya diversifolia Blume merupakan salah satu anggota famili Asclepiadaceae yang potensial dikembangkan sebagai tanaman hias, terutama sebagai dekorasi pergola.  Akan tetapi, tanaman ini hidup pada kondisi ternaung di habitat aslinya dan pertumbuhannya pada kondisi cahaya matahari penuh belum diketahui.  Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari adaptasi tanaman H. diversifolia Bl. pada intensitas cahaya yang berbeda.  Penelitian disusun berdasarkan rancangan tersarang, dengan satu faktor dan tiga ulangan.  Ulangan tersarang di dalam intensitas cahaya yang terdiri atas tiga taraf, yaitu 28.2 (cahaya penuh), 20.8 (37% naungan) dan 10.1 Klux (64% naungan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya.  Tanaman yang ditanam pada kondisi cahaya penuh memiliki jumlah buku lebih sedikit, daun yang lebih tipis, dan warna daun yang kekuningan.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa H. diversifolia Bl. dapat ditanam pada kondisi naungan hingga ternaung sebagian, dan menanam pada kondisi cahaya matahari penuh tidak direkomendasikan. Kata kunci: Asclepiadaceae, intensitas cahaya, naungan, tanaman hias
MEASURING EFFECTS OF MUSIC AND HEALING ENERGY USING A SEED GERMINATION BIOASSAY [PENGUKURAN MUSIK DAN PENYEMBUHAN ENERGI MENGGUNAKAN BIOASAY PERKECAMBAHAN BENIH] Hudaini Hashi; Anne Rochde
AGRITROP Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v12i2.724

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengukur efek biologis dari music, suara noise, dan energy healing (tanpa efek placebo) dengan menggunakan perkecambahan benih sebagai objek indicator (biomarker). Metode yang dilakukan pada penelitian ini sebagai berikut: Lima rangkaian penelitian dilaksanakan menggunakan kecambah benih Okra dan Zuchini yang diberi perlakuan bunyi akustik, panas insulasi, perlakuan kamar gelap, dan kelembaban. Perlakuan terdiri dari control (tanpa perlakuan), suara music, pink noise, dan energy healing. Energi healing dicatat selama (15-20) menit selama 12 jam secara intensif, terhadap perlakuan benih yang tumbuhnya lebih cepat dari control. Objek indikatornya adalah jumlah benih yang berkecambah dari kelompok 25 benih yang telah dihitung dengan waktu selang periode tumbuh 12 jam – 72 jam. Suhu dan kelembaban relative dipantau  setiap 15 menit di dalam wadah kecambah. Jumlah total benih dari 14 percobaan yang diuji adalah 4600 benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suara music berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah benih yang berkecambah dibandingkan dengan control (tanpa perlakuan) pada semua perlakuan (5 percobaan) dengan tingkat kepercayaan (p,0.002) dan pada semua waktu (p,0,03), namun berbeda tidak nyata antara suara noise dan control. Energi healing juga berbeda nyata dengan control (tanpa perlakuan) (error perlakuan, p,0.002) dan terhadap waktu (p, 0.0001) yang hamper sama pengaruhnya dengan perlakuan suara music. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa vibrasi suara (music dan noise) sebagaimana biofields (bioelektromagnetik dan healing) keduanya secara langsung dapat mempengaruhi system mahluk hidup, dan bioassay perkecambahan benih telah mebuktikan kemampuan tersebut pada beragam aplikasi perlakuan energetic. Kata kunci : Musik, Noise dan energy healing, perkecambahan benih, Bioassay, Okra, Zuchini
PENGUJIAN BERBAGAI KONSENTRASI FERMENTASI LIMBAH AIR TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays sacharataStrurt) Iskandar Umarie; Wiwit Widiarti; Desi Fitriyah Mustofa
AGRITROP Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v16i1.1555

Abstract

Ampas tahu cair merupakan hasil sampingan industri pembuatan tahu  yang  belum banyak dimanfaatkan,dengan kandungan protein,  kalori,  lemak, dan karbohidrat. Tujuan penelitian adalah Mengetahui pengaruh aplikasi fermentasi berbagai konsentrasi limbah air tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zeamays sacharata Strurt).Penelitian dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), Desa Demung Kecamatan Besuki Situbondo. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei -September 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RancanganAcakKelompok (RAK) dengan 8 perlakuan, masing – masing diulang 4 kali.Perlakuan macam Fermentasi limbah air tahu:T0 : TanpaFermentasi, T1 : Fermentasi 5 %, T2 : Fermentasi 10%, T3 : Fermentasi 15%, T4 : Fermentasi 20%, T5 : Fermentasi 25%, T6 : Fermentasi 30%, T7 : Fermentasi 35 %.  Parameter yang diamati 1). Tinggitanaman, 2) Diameter Batang, 3).Diameter tongkol, 4).Berat per tongkol, 5).Berattongkol per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian Fermentasi limbah air tahutidakperbedaan nyata pada tinggi tanaman, diamter batang, dan diameter tongkol, tetapi berbeda nyata pada berat per tongkol dan berat tongkol per tanaman Jagung Manis.  Kesimpulan :Aplikasi berbagai konsentrasi fermentasi limbah tahumemberikanpertumbuhandanhasil yang optimum ditunjukanpada berat per tongkol dan berat tongkol per tanaman. Aplikasiberbagaikonsentrasi fermentasi limbah tahu pada tinggi tanaman, diameter batang, dan diameter tongkol belum menunjukkan pengaruh nyata. Pendugaanregresikuadratik, dosis optimum untuk mendapat berat per tongkol maksimum adalah19,502 ml/l dan dosis optimum untuk mendapat berat tongkol per tanaman maksimum adalah 28,066 ml/l.
PERANAN BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TANAM ORGANIK TERHADAP TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) DI POLYBAG Nora Augustien; Hadi Suhardjono
AGRITROP Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v14i1.410

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan, Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya, mulai Maret 2016 hingga Juli 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai bahan organik dalam membuat komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Bahan oragnik yang digunakan yaitu kompos, jerami, daun jagung dan kertas Data penelitian dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan, dan perlakuan sebanyak 5 jenis, yaitu : K0 = Tanah, K1= Tanah: Kompos (2:1); K2 = Tanah : Kompos : Jerami (2:1:1); K3 = Tanah : Kompos: Daun Jagung (2:1:1); K4 = Tanah : Kompos : Kertas( 2 : 1 : 1 ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam terbaik pada K4 yaitu Tanah: Kompos: Kertas (2:1:1). Tanaman sawi dengan media tanam komposisi K4, mampu meningkatkan jumlah daun sebesar 25 %, panjang tanaman sebesar 18.23.5 % dan bobot basah tanaman sawi sebesear 40.31 %, panjang akar 26.63% dan jumlah akar 17.32% dibandingkan dengan menggunakan media tanam tanah (K0)
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN KARAKTER FISIOLOGI TANAMAN KEDELAI PADA PENGOLAHAN LAHAN, PENGKLENTEKAN DAUN TEBU DAN PEMBERIAN PUPUK CAIR HUMAKOS PADA SISTEM TUMPANGSARI TEBU KEDELAI Wiwit Widiarti; Iftitah Azzahra
AGRITROP Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v17i2.2868

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan karakter fisiologi tanaman kedelai pada pengolahan lahan, pengklentekan daun tebu dan pemberian pupuk cair humakos pada sistem tumpang sari tebu kedelai. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember bertempat di Jalan Karimata, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Penelitian dimulai pada 10 Desember 2018 sampai 10 Maret 2019 dengan ketinggian tempat + 89 meter diatas permukaan laut (dpl). Rancangan yang digunakan adalah Split-Split Plot yang disusun dengan percobaan factorial terdiri dari tiga faktor yaitu Petak Utama, Pengolahan Lahan (L), sebagai Anak Petak, Pengklentekan Daun Tebu (P), dan sebagai Anak-Anak Petak, Pemberian Pupuk Cair Humakos (H), masing-masing perlakuan diulang 2 kali. Variabel yang diamati : nisbah luas daun, laju asimilasi bersih, laju pertumbuhan tanaman, luas daun spesifik, nilai kesetaraan lahan dan indek panen. Hasil penelitian menunjukkan pengolahan lahan (L) berbeda nyata pada variabel pengamatan luas daun spesifik dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Pengklentekan daun tebu (P) tidak berbeda nyata pada semua variabel. Pemberian pupuk cair humakos (H)  berbeda nyata pada variabel nilai kesetaraan lahan (nkl), dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengolahan lahan dan pengklentekan daun tebu (LxP) berbeda nyata pada variabel laju asimilasi bersih dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengolahan lahan dan pemberian pupuk cair humakos (LxH) berbeda nyata pada variabel luas daun spesifik dan indeks panen serta tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengklentekan daun tebu dan pemberian pupuk cair humakos (PxH) berbeda nyata pada variabel laju pertumbuhan tanaman, luas daun, dan tidak berbeda nyata pada semua variabel. Interaksi pengolahan lahan, pengklentekan daun tebu dan pemberian pupuk cair humakos (LxPxH) tidak berbeda nyata pada semua variabel pengamatan. 
PENGARUH PEMBERIAN AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) Ummi Sholikhah; Azizah Hayati
AGRITROP Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agr.v11i1.670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa pada media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jamur Merang. Jamur merang banyak tumbuh pada media yang kaya akan sumber selulosa, Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit jamur Merang putih, jerami, bekatul, kapur, air kelapa muda dan air. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara factorial dan diulang 4 kali. Faktor pertama adalah frekuensi pemberian air kelapa yaitu aplikasi dilakukan sebelum penyebaran bibit (A1) dan aplikasi kedua  dilakukan saat sembilan hari setelah panen pertama (A2). Faktor kedua yaitu konsentrasi terdiri dari control, air kelapa 25%, air kelapa 50% dan air kelapa 75%. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada pengaruh antara frekuensi dan konsentrasi pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil jamur merang. Kata kunci: Jamur merang, air kelapa, frekuensi, konsentrasi.

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 21, No 1 (2023): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 2 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 2 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19, No 1 (2021): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 2 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 18, No 1 (2020): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 2 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2019): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 2 (2018): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 16, No 1 (2018): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 2 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2017): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 2 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 14, No 1 (2016): Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 13, No 2 (2015): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 2 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 12, No 1 (2014): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2013): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian More Issue