Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
353 Documents
DUKUNGAN ORGANISASI DAN KEPUASAN BESARAN UPAH TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN
Wibowo, Danan Satriyo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (957.957 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v9i2.284
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalampencapaian tujuan perusahaan. Perkembangan perusahaan tergantung pada sejauhmana perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman darilingkungan ekstern dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki. Salahsatu cara yang berkaitan dengan sumber daya manusia adalah melalui peningkatanmodal manusia (human capital) untuk mengenal dan beradaptasi denganlingkungan yang selalu berubah.Beberapa usaha yang dilakukan dalam memanfaatkan potensi sumber dayamanusia adalah melalui pengembangan kuaitas dan mutu sumber dayamanusianya melalui pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk dukunganperusahaan terhadap karier karyawannya. Disamping itu faktor upah kerja turutmemberikan sumbangan yang berarti bagi berkembanganya suatu perusahaan atauorganisasi. Upah atau kompensasi merupakan salah satu faktor penting danmenjadi perhatian dalam mempertahankan dan menarik sumber daya manusiayang berkualitas.Upah merupakan sumber pendapatan yang nantinya digunakan untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Upah juga merupakan salah satu aspek yangberarti bagi karyawan, karena bagi karyawan besarnya upah dalam bentukkompensasi mencerminkan ukuran nilai karya diantara para karyawan itu sendiri,keluarga dan masyarakat. Bila upah diberikan secara adil dan layak makakaryawan akan termotivasi dan lebih loyal untuk mencapai sasaran-sasaranorganisasi atau perusahaan.
Psikologi Politik Perempuan
Angin, Ria
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 5, No 1 (2009): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.763 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v5i1.1460
Menjadi politisi bagi perempuan butuh keberanian tersendiri. Mengingat kultur.masyarakat yang patriarkhis memandang bahwa politik bukanlah tempat yang pantas bagi perempuan. Politik dicitrakan sebagai ranah publik yang penuh pertarungan, keras dan memiliki konotasi negative. Pendeknya politic is dirty karena faktor keras dan kotornya dunia politik ini, banyak orang beranggapan bahwa politik tidak cocok bagi perempuan. Pandangan ini diperparah oleh munculnya pandangan yang menstereotipkan (stereotyping) perempuan. Perempuan digambarkan sebagai tidak memiliki kemampuan dalam politik.Pandangan ini jelas sangat mendeskriminasikan perempuan. Akibatnya perempuan yang menjadi politisi kurang mendapatkan apresiasi yang baik dari para fungsionaris partai maupun sesama caleg separtai bahkan cenderung mendapatkan prasangka negatif.
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERTINTROVERT DENGAN KECENDERUNGAN POSTPARTUM BLUES PADA IBU PASCA MELAHIRKAN SECARA CESAR
Maharani, Nira Catur;
Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.290
Pencapaian peran perempuan dewasa dalam penyesuaian untuk memulaipola hidup baru, dari seorang remaja menjadi dewasa dan kemudian berubahmenjadi seorang istri dan akhirnya menjadi seorang ibu dengan kehamilan,melahirkan, pasca persalinan akan menentukan bagi kebahagiaan mereka. Namun,jika ibu tidak merasa bahagia di kehamilan dan persalinan, dapat menyebabkankegagalan proses penyesuaian yang dapat beralih ke postpartum blues. Postpartumblues dapat pula dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian ibu ataufaktor-faktor sosial maupun biologis.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tipekepribadian dan kecenderungan postpartum blues pada ibu pasca melahirkan.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan mempergunakan teknikinsidental sampling. Subjek penelitian ini adalah 35 ibu pada rentang pascamelahirkan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Srikandi, Jember.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi tipekepribadian dan kecenderungan post-partum blues berada pada tingkatsignifikansi 0,344 dan 5% dari 0,334. Nilai koefisien korelasi lebih besar daritingkat signifikansi 5% sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan yangsignifikan antara dua variabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
PERAN PARENTING BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN KESIAPAN SEKOLAH ANAK
Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.295
Kesiapan sekolah pada anak membutuhkan adanya kesiapan pada tigakomponen, yaitu: 1) kesiapan anak; 2) kesiapan sekolah untuk anak-anak; dan 3)kesiapan keluarga dan lingkungan mereka. Komponen kesiapan pada keluargadan lingkungan secara potensial dapat dilakukan oleh keluarga khususnya sertaperan serta dari PAUD dan POSYANDU. Permasalahan yang ditemui di DusunSumber Ayem adalah: 1) proses komunikasi guru, kader, dan orang tua terkaitparenting belum dimasukkan dalam kegiatan, karena ketiadaan tenaga terlatih; 2)kader kesehatan dan guru PAUD belum terlatih dalam hal pengembanganketerampilan parenting maupun keterampilan untuk mendampingi, melatih, danberkomunikasi dengan orang tua terkait proses parenting untuk menyiapkan anakmatang secara sosio-emosional saat masuk sekolah; 3) belum ada wadahpengembangan pengetahuan dan keterampilan tentang parenting baik bagi orangtua, kader, maupun guru. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memfasilitasipembentukan program pengasuhan berbasis masyarakat. Tujuan dari pelatihanadalah: 1) tenaga kesehatan dan guru dilatih untuk membantu orang tua dalamproses pengasuhan; 2) sosialisasi bagi orang tua mengenai pemahaman tentangkesiapan sekolah anak; 3) tersedianya wadah di masyarakat yang mandiri dapatmengembangkan keterampilan orang tua. Metode yang digunakan adalahpelatihan bagi orang tua, guru, dan kader. Pelaksanaan pelatihan dilakukan dalambeberapa tahap dengan hasil sebagai berikut: 1) tersosialisasinya caraberkomunikasi yang efektif antara anak, orang tua, dan guru gunamengembangkan kesiapan sekolah pada anak; 2) tersusunnya programpembelajaran berbasis kesiapan sekolah pada PAUD; 3) terbentuk tiga kelompokkelas parenting di Posyandu.
ANALISIS FAKTOR KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA DALAM MEMBENTUK SIKAP KERJA PROFESIONAL
Wibowo, Danan Satriyo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.300
Keberadaan sumber daya manusia dalam organisasi memiliki posisi yangsangat vital. Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kualitas orang-orangyang bekerja di dalamnya. Seiring dengan persaingan yang semakin tajam karenaperubahan teknologi yang cepat dan lingkungan yang begitu drastis pada setiap aspekkehidupan manusia maka setiap organisasi membutuhkan sumber daya manusia yangmempunyai kompentensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima dan bernilai.Dengan kata lain organisasi tidak hanya mampu memberikan pelayanan yangmemuaskan (customer satisfaction) tetapi juga berorientasi pada nilai (customervalue).Sumber daya manusia yang memiliki nilai tinggi adalah mereka yangberkompetensi dibidang kerjanya, memiliki skill dan keahlian yang menunjang dalammelaksanakan perkerjaannya. Disamping karyawan memiliki kompetensi,keberhasilan seorang karyawan juga di pengaruhi oleh motivasi dalam bekerja.Motivasi kerja menjadi peran penting dalam diri seorang karyawan, karena denganmemiliki motivasi kerja yang tinggi dan terukur seorang karyawan akan lebih mudahdalam mencapai tujuan dan memperoleh hasil kerja yang baik. Hal ini karena denganmemiliki motivasi, seorang karyawan akan merencanakan kinerjanya secara matangdan akan menunjukkan performa kinerja yang baik, selain itu dengan bekerja denganmotivasi dan berkompetensi seorang karyawan akan berupaya menunjukkan sikapkerja yang profesional.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN PERILAKU KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT PARU JEMBER
Fajrin, Nur Hayati;
Widyarini, Nurlaela
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1207.889 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v11i1.305
Faktor dukungan sosial keluarga berhubungan dengan perilaku kepatuhandalam meminum obat pada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubunganantara kepatuhan minum obat pasien penderita tuberkulosis dengan dukungansosial keluarga.Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif, denganmenggunakan teknik incidental sampling. Sampel yang digunakan dalampenelitian ini adalah pasien penderita Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru Jember.Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 72 orang yang sedang berobat diRumah Sakit Paru Jember. Teknik pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan skala penelitian dukungan sosial keluarga yang diadaptasi daripenelitian sebelumnya milik Harnoto (2010) dengan jumlah 19 item pernyataan,(p < 0,05), dan skala penelitian kepatuhan minum obat yang diadaptasi daripenelitian Yosifebri (2010) dengan jumlah 20 item pernyataan (p < 0,05).Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara dukungansosial keluarga terhadap kepatuhan minum obat anti TB pada pasien di RumahSakit Paru Jember, yang ditunjukkan dengan nilai r = 0,498, p< 0,05.
PENGARUH TINGKAT RELIGIUSITAS TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELLBEING PADA MAHASISWA MUSLIM YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Rahmawati, Yeni Novita;
Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1207.889 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v11i1.310
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat religiusitasterhadap psychological wellbeing mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan stratifiedproporsional random sampling, dan sampel penelitian berjumlah 86 mahasiswa.Metode pengumpulan data mempergunakan skala religiusitas dan skalapsychological wellbeing.Hasil pengujian validitas terhadap skala religiusitas mendapatkan 2 itemgugur dan 16 item valid dari 18 item yang ada, dengan koefisien validitas (rxy)berkisar antara 0,041 â 0,626 dan reliabilitas (α = 0,764). Sedangkan pada skalapsychological wellbeing terdapat 4 item gugur dan 24 item valid dari 28 itemyang ada dengan koefisien validitas (rxy) berkisar antara 0,007 â 0,632 danreliabilitas sebesar (α = 0,779).Hasil analisa regresi ordinal terhadap kedua variabel menunjukkan bahwahipotesis penelitian diterima yakni terdapat pengaruh tingkat religiusitas terhadappsychological wellbeing pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi (chikuadrat = 88,2 p < 0,05). Selain itu psychological wellbeing dipengaruhi sebesar79,4% oleh tingkat religuistas.
PENGARUH PERSEPSI KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATEMATIKA TERHADAP SELF EFFICACY MATEMATIKA PADA SISWA SMAN 1 JEMBER
ul Laili, Permata Atsna`;
Rahmanawati, Festa Yumpi
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1142.084 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v11i2.316
Persepsi kompetensi profesional guru matematika adalah penilaian yangdiberikan siswa terhadap kemampuan dan kewenangan guru matematika dalammenjalankan profesi keguruannya, sedangkan self-efficacy matematika merupakankeyakinan siswa terhadap diri sendiri mengenai seberapa besar kemampuannyadalam mengerjakan tugas matematika untuk mencapai hasil pembelajaran yangoptimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besarsumbangan pengaruh persepsi kompetensi profesional guru matematika terhadapself-efficacy matematika.Sampel penelitian sebanyak 131 siswa didapat melalui teknik randomsampling. Skala persepsi kompetensi profesional guru matematika menggunakanmodel semantic differencial, dan skala self efficacy matematika menggunakanbentuk Likert.Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan dengan menggunakanmetode regresi sederhana, diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh antarapersepsi kompetensi profesional guru matematika dengan self efficacy matematikadengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,033 atau terdapat pengaruh sebesar3,3 %. Penelitian ini juga menemukan bahwa masih terdapat pengaruh lainsebesar 96,7% yang lebih berpengaruh terhadap self efficacy matematika padasiswa.
COMMUNITY BASED HEALH YOUTH PROGRAM SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN ORGANISASI PIK-KRR
Aini, Siti Nur
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1142.084 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v11i2.324
Tantangan dalam mengembangkan program PIK semakin besar, untuk ituPIK di tuntut mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sehingga pengurusPIK di tuntut untuk memiliki keterampilan dalam memberikan layanan kepadaremaja. Permasalahan yang di hadapi oleh mitra pertama, kemampuan pengurusPIK-KRR belum memiliki ketrampilan melakukan assessment dan merancangkebutuhan pengembangan program. Kedua, pengurus dan anggota PIK-KRRbelum memiliki keterampilan komunikasi dan keterampilan konseling masihterbatas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan danpendampingan. Pelatihan analisa kebutuhan organisasi dan penyusunan rancanganprogram kerja diberikan untuk melatih pengurus PIK-M dalam merancangprogram kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan pelatihan micro skillsuntuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan keterampilan konseling.Kegiatan TOT pengembangan organisasi bagi pengurus PIK-M mampumeningkatkan keterampilan pengurus PIK-M dalam menyusun rancanganprogram kerja berdasarkan kebutuhan anggota serta mampu menyusun evaluasipelaksanaan program kerja. Pelatihan micro skills yang dilatihkan mampumeningkatkan keterampilan komunikasi dan keterampilan konseling bagipengurus PIK-M.
PENGARUH PERSEPSI KINERJA LAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA KONSUMEN PT JNE JEMBER
Muasaroh, Norma Qosyati;
Aini, Siti Nur
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.568 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v12i1.330
Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan yang konsumen rasakanterhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan, apabila layanan yang diberikansesuai atau melebihi harapan maka konsumen akan merasa puas. Salah satu faktormeningkatnya kepuasan konsumen adalah persepsi positif konsumen terhadapkinerja layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi kinerja layananterhadap kepuasan konsumen pada konsumen PT JNE Cabang Jember. Penelitianini menggunakan 269 responden yang melakukan transaksi pengiriman di PT JNECabang Jember. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling.Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan bentukassosiatif. Alat ukur yang digunakan berupa skala persepsi kinerja layanan.Analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bawa ada pengaruh antara persepsi kinerjalayanan terhadap kepuasan konsumen pada konsumen PT JNE Cabang Jemberdengan nilai r = 0,836. Semakin positif persepsi kinerja layanan, maka kepuasankonsumen akan semakin tinggi dengan nilai persamaan regresi linier sederhanasebesar Y = 2,630 + 0,468. Prosentase persepsi positif konsumen terhadap kinerjasebesar 50,9 % dan persepsi negatif sebesar 49,1 %sedangkan prosentasekonsumen yang merasa puassebesar 50,6 % dan tidak puas sebesar 49,4 %.