Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Articles
353 Documents
Gambaran Kebutuhan Pendampingan Perempuan Korban Kekerasan dan Kejahatan di Kabupaten Jember
Fauzia, Layla Efani;
Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.715 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i1.580
Dampak kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dapat berkepanjangan menjadi hambatan bagi kehidupan selanjutnya. Dalam upaya untuk mengantisipasi dampak yang berkelanjutan, para korban kekerasan membutuhkan pendampingan dari berbagai segi agar mampu segera beradaptasi dengan kehidupan selanjutnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kebutuhan pendampingan pada korban kekerasan dan kejahatan di kabupaten Jember.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Populasi yang digunakan 87 dari korban kekerasan berdasarkan laporan yang masuk ke program pendampingan di PPA Jember data tahun 2014/2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang dilakukan melalui prosentase. Statistik deskriptif prosentase digunakan untuk mengetahui prosentase kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan dan kejahatan.Berdasarkan hasil uji deskriptif ditemukan bahwa kebutuhan pendampingan pada perempuan korban kekerasan termasuk dalam kategori tinggi yaitu 50 orang (57%), sedangkan sisanya (43%) mempunyai kebutuihan pendampingan dengan kategori rendah. Bila dilihat dari aspek-aspek kebutuhan pendampingannya, ditemukan bahwa yang paling dominan dibutuhkan adalah jaringan layanan terpadu 57 orang (65,5%), selanjutnya outreach pendampingan korban 48 orang (55%), aspek litigasi sebanyak 47 orang (54%), konseling rutin yaitu sebanyak 42 orang (48%), aspek shelter 42 orang (48%), yang terakhir aspek support group 32 orang (36,8%).Kata Kunci : kebutuhan, pendampingan, perempuan korban kekerasan dan kejahatan.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT AGRESIVITAS REMAJA
Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (72.695 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v13i2.813
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Media sosial membawa pada pola pikir individu (neurologis) yang akan mempengaruhi sikap dan perilaku termasuk didalamnya adalah agresisifitas. Agresifitas merupakan tingkah laku individu yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkan datangnya tingkah laku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan media sosial dengan tingkat agresifitas remaja. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan alat ukur skala agresifitas dan skala penggunaan media sosial. Jumlah subjek seb anyak 85 siswa MA Muhammadiyah Malang yang diperoleh melalui metode total sampling. Hasil penelitian dengan mengunakan perhitungan product moment pearsonmenunjukkan adanya hubungan positif antara penggunaan media sosial dengan tingkat agresifitas remaja ( r = 0,975 dan p = 0.00). Hal ini berarti semakin tinggi penggunaan media sosial maka semakin tinggi tingkat agresifitas remaja.Kata kunci: media sosial, agresifitas, remaja
TINGKAT PEMAHAMAN DAN DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP LOYALITAS KADER TARBIYAH
Wibowo, Danan Satriyo
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/ins.v9i1.277
Organisasi merupakan sarana untuk sekumpulan individu yang memilikikesamaan tujuan tertentu, karena organisasi merupakan salah satu kebutuhanmanusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Melalui berorganisasi setiapindividu dapat belajar untuk mengutamakan kepentingan organisasi (bersama)daripada kepentingan pribadinya, sehingga terbentuk suatu proses pembentukankarakter dari lingkungan organisasi yang dapat mempengaruhi keputusan dantindakan yang dilakukan oleh anggota suatu organisasi.Pemahaman bentuk organisasi dimaksudkan agar kader-kader dakwahmemiliki pengetahuan yang utuh tentang organisasi, meliputi: visi, misi,AD/ART, dan tujuan dari organisasi dakwah tarbiyah ini dibentuk. Pemahamangerakan organisasi dimaksudkan agar kader dakwah tarbiyah mengetahui danmemahami gerakan dakwah yang dilakukan. Pemahaman tujuan organisasi adalahagar kader dakwah tarbiyah memiliki pemahaman yang sama tentang tujuan yangingin dicapai organisasi dakwah tarbiyah ini dalam membangun pemahaman umatdan sebagai tempat belajar bagi masyarakat tentang pemahaman agama.Rhoades & Eisenberg (2002) mengungkapkan bahwa, dukunganorganisasi juga berkaitan dengan persepsi anggota terhadap dukungan organisasi,mengenai sejauh mana organisasi menilai kontribusi mereka dan kepedulianorganisasi pada kesejahteraan mereka.Salah satu aspek penting dan fundamental dalam sebuah organisasiadalah loyalitas dan rasa kebersamaan dari semua komponen dalam organisasi.Loyalitas anggota memegang peranan krusial dalam jalannya organisasi. Tataaturan yang sempurna, program kerja yang brilian, tanpa disertai dengan loyalitaspara eksekutornya adalah hal yang sia-sia.Loyalitas yang terbentuk di kalangan kader dakwah tarbiyah diBondowoso telah dibina sejak dini, yaitu sejak mereka masih duduk di bangkusekolah SMA dan melalui kegiatan taâlim mingguan. Mereka dengan sukarelamenunjukkan identitas organisasinya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalampendidikan, hubungan bermasyarakat, dan tidak jarang dalam hubungan keluargaatau pernikahan mereka cenderung memilih pasangan dari kelompoknya sendiriuntuk menjaga kesolidan pemahamannya.
Peran Komitmen Pernikahan tipe Personal Dedication terhadap Kepuasan Pernikahan pada Individu yang Menjalani Commuter Marriage
Maharani, Fira;
Kinanthi, Melok Roro
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 1 (2018): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.144 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v14i1.728
Fenomena commuter marriage di Indonesia semakin banyak dijumpai dan di masa mendatang semakin meningkat. Pelaku commuter marriage menghadapi berbagai tantangan yang terkait dengan  kepuasaan pernikahan. Berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukan oleh peneliti, terdapat sejumlah variabel yang berkorelasi maupun berkontribusi terhadap kepuasaan pernikahan. Di antara berbagai variabel tersebut, peneliti akan berfokus lebih dalam pada variabel komitmen pernikahan tipe personal dedication sebagai variabel yang diduga berkontribusi atau berperan terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani commuter marriage. Partisipan penelitian ini adalah individu yang menjalani commuter marriage dimana partisipan dipilih dengan menggunakan incidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah ENRICH Marital Satisfaction Scale dan Commitment Inventory â Dedication Commitment Item. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan komitmen pernikahan tipe personal dedication memiliki peran terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani commuter marriage. Sumbangan personal dedication terhadap kepuasaan pernikahan adalah sebesar 11,9%, sementara sisanya, yakni 82,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peran personal dedication terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani commuter marriage. Dengan demikian, psikolog atau konselor pernikahan dapat membantu meningkatkan personal dedication pasutri commuter marriage agar mereka dapat meningkatkan kepuasan pernikahan.  Â
SPIRITUALITAS WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA
Ningsih, Kiptiah;
Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (957.957 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v9i2.283
Penelitian ini bertujuan memahami proses pembentukan spiritualitas danfaktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya spiritualitas wanita penderitakanker payudara. Pendekatan studi kasus digunakan untuk mengungkap tujuantersebut.Informan dalam penelitian adalah tiga orang wanita penderita kankerpayudara yang memiliki spiritualitas. Penelitian ini menggunakan wawancarasebagai metode pengumpulan data utama. Analisia data dilakukan dengan teknikanalisis tematik.Penelitian ini menemukan bahwa proses pembentukan spiritualitasdipengaruhi oleh latar belakang spiritualitas subjek sebelum menderita kanker.Terdapat 5 proses pembentukan spiritualitas wanita penderita kanker payudara yaitu: bangkit dari keterpurukan, menemukan makna penyakit, menemukanmakna hidup, mendapatkan hikmah yaitu menjadi lebih religius dan perilakuprososialnya meningkat. Temuan kedua dalam penelitian ini adalah terdapatfaktor eksternal dan internal yang mempengaruhi spiritualitas wanita penderitakanker payudara. Faktor internal meliputi: keyakinan, keimanan, tawakal danproses belajar dari pengalaman penderita kanker yang lain. Sementara faktorekternal meliputi: dukungan suami, teman-teman sesama penderita kanker danulama.
Perbedaan Perceived Quality Konsumen Yang Menggunakan Make Up X dan Y
Aidil Fira, Rifda;
Aprilia, Eka Dian
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 1 (2018): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.554 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v14i1.1194
Kualitas sebuah produk adalah salah satu hal yang dipertimbangkan konsumen dalam membeli. Persepsi konsumen terhadap kualitas sebuah produk sangatlah penting dalam proses pembelian, apabila konsumen tidak mempunyai persepsi yang bagus terhadap produk dari merk tertentu maka kecil kemungkinan konsumen akan membeli produknya. Banyaknya merk-merk di pasar Indonesia, baik merk global seperti merk X dan merk lokal seperti merek Y. Agar kedua produk dari merk tersebut menjadi pilihan atau dapat diterima konsumen, maka harus memiliki Perceived Quality yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perceived quality konsumen yang menggunakan make up X dan Y. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling, dengan jumlah sampel penelitian terdiri dari 50 konsumen menggunakan make up X dan 50 konsumen menggunakan make up Y. Hasil uji analisis hipotesis dengan menggunakan Independent Sample t-test menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,754 (p<0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat perbedaan perceived quality konsumen yang menggunakan make up X dan Y.
HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATION DENGAN NEGOTIATION SKILL SATUAN PENGENDALI MASSA (DALMAS) POLRI DALAM MENGHADAPI DEMONSTRASI DI SATUAN POLRES BONDOWOSO
Sampudeq, Dimas Suprayoga;
Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.289
Tugas Pengendali Massa (Dalmas) Polri adalah mengupayakanpengendalian massa pada saat demonstrasi sebagai upaya preventif. Salah satusikap preventif aparat Polri tersebut adalah keterampilan bernegosiasi denganmassa di lapangan. Diperlukan adanya kemampuan pemahaman yang tepattentang kondisi emosional massa yang sedang melakukan demonstrasi. Salah satufaktor yang mempengaruhi negotiation skill adalah self regulation.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulationdengan negotiation skill Dalmas Polri dalam demonstrasi. Sampel penelitianberjumlah 30 orang. Peneliti menggunakan skala self regulation (15 aitem, α =0,748) dan negotiation skillI (12 aitem, α = 0,767).Berdasarkan hasil analisis hipotesis menunjukkan bahwa tidak adahubungan antara self regulation dengan negotiation skill Dalmas Polri dalamdemonstrasi (r= 0,433, p > 0,05).
Studi Deskriptif Tentang Kematangan Emosi Pasangan Pernikahan Dini Pada Suku Madura Pendhalungan
Aryani, Novita Dwi;
Widyarini, Nurlaela;
Nurhaqimah, Yayuk Siti
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 5, No 1 (2009): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (24.103 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v5i1.1472
Kematangan emosi adalah kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri, menempatkan diri dan menghadapi berbagai kondisi dengan suatu cara tertentu. Idealnya kematangan emosi harus dimiliki oleh pasangan pernikahan dini. Sedangkan Pernikahan dini adalah menikah di usia muda atau remaja, tepatnya usia dibawah 20 tahun. Dalam penelitian ini Suku Madura Pendhalungan yaitu mereka yang tinggal utamanya di kawasan tapal kuda mulai Pasuruan sampai Banyuwangi, dan mayoritas di Probolinggo, Lumajang, Bondowoso dan Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kematangan emosi pasangan pernikahan dini pada Suku Madura Pendhalungan.Desain penelitian menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu objek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus.Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik criterion sampling, yaitu individu yang menjadi partisipan haruslah individu yang mengalami fenomena yang sedang dieksplorasi sehingga mereka dapat mengungkapkan tentang apa yang mereka rasakan dengan tepat. Pertimbangan yang dipakai peneliti adalah pasangan yang tinggal di Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember. Informan yang digunakan sebayak empat pasang yang menikah diusia dini. Meliputi satu pasang di Maesan, satu pasang di Tamanan, satu pasang di Bangsalsari, satu pasang di Wirolegi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara sebagai metode utama dan observasi sebagai metode tambahan. Pengambilan data dilakukan tanggal 03 Juni 2008 sampai dengan 28 Juni 2008, kemudian data diolah dengan cara analisa deskriptif mengikuti konsep yang diberikan oleh Miles dan Huberman.Berdasarkan hasil wawancara yang telah diperoleh proses kematangan emosi pasangan pernikahan dini pada Suku Madura Pendhalungan terbentuk dengan kemampuan pasangan dalam menjalani kesiapan pernikahan dan adanya proses belajar terhadap penyesuaian atau adaptasi dengan berbagai peran baru.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM KESELAMATAN KERJA TERHADAP PERILAKU BERBAHAYA PADA KARYAWAN PRODUKSI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA XI (PERSERO) PG. DJATIROTO
Widyastuti, Mega;
Aini, Siti Nur’
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1165.155 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i1.294
Iklim keselamatan kerja merupakan persepsi tentang komitmenmanajemen dan perilaku karyawan itu sendiri dalam melaksanakan usahakeselamatan kerja dan usaha pencegahan kecelakaan kerja di lingkungan kerja,perilaku berbahaya merupakan suatu kesalahan dan kelalaian manusia baik secaralangsung maupun tidak langsung yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaankerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklimkeselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya pada karyawan produksi PT.Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG.Djatiroto. Hipotesis penelitian ini adahubungan antara iklim keselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya padakaryawan produksi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG. Djatiroto.Penelitian ini menggunakan teknik aksidental sampling. Jumlah populasidalam penelitian ini sebanyak 500 karyawan dan sampel pada penelitian inisebanyak 100 karyawan, populasi dan sampel yang digunakan adalah karyawanproduksi bagian instalasi dan karyawan bagian pengolahan PT. PerkebunanNusantara XI ( Persero ) PG. Djatiroto.Adapun cara pengumpulan data menggunakan skala iklim keselamatankerja dan skala perilaku berbahaya. Hasil analisa menunjukkan bahwa adahubungan antara iklim keselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya padakaryawan produksi PT. Perkebunan Nusantara XI (Persero) PG. Djatiroto (r = -0,525, p <0,05) pada taraf signifikansi 5%, semakin positif iklim keselamatankerja, maka semakin rendah tingkat perilaku berbahaya karyawan. Pengaruh iklimkeselamatan kerja terhadap perilaku berbahaya sebesar 27,6% dan 72,4%dipengaruhi oleh faktor lain, diantaranya meliputi tekanan emosi, kelelahan fisik,konflik kejiwaan yang laten, rendahnya kemampuan beradaptasi terhadaplingkungan, kepribadian, intelegensi dan motivasi, rendahnya keterampilansensoris dan motoris.
PEMETAAN PROBLEM-PROBLEM PSIKOLOGIS NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA JEMBER
Handayani, Panca Kursistin;
Fitri, Mirna
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (954.63 KB)
|
DOI: 10.32528/ins.v10i2.299
Narapidana adalah manusia bermasalah yang dipisahkan dari masyarakatuntuk mendapat pembinaan agar dapat bermasyarakat dengan lebih baik.Kenyataannya tidak semua program penanganan tersebut mampu menjawabkebutuhan dan permasalahan yang dialami narapidana. Insidensi kerusuhan yangsedang marak terjadi di beberapa daerah di Nusantara menggambarkan bahwa sistemkoreksional perlu dibenahi. Setiap penanganan terhadap permasalahan, mestinyadidasari pada pemahaman yang tepat terhadap sumber penyebab dan situasi yangmelatarbelakangi, karena suatu intervensi apapun bentuknya tidak akan menjadisolusi bila tidak menjawab permasalahan. Untuk itu, perlu kiranya dibuat sebuahpemetaan problem atau problem profiling untuk mengetahui akar dari masalahperilaku narapidana.Tujuan penelitian ini adalah menemukan profil problem psikologis di LapasKelas IIA Jember dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Tiga skalapsikologis digunakan dalam pengumpulan data. Skala-skala ini hasil modifikasi dariskala Kecenderungan Depresi (BDI), Skala Kecemasan (TMAS), dan SkalaKecenderungan Bunuh Diri (SIBD). Jumlah subjek penelitian yang dilibatkan adalah80 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat Kecemasan pada Narapidanaberada pada kategori sedang (46 orang = 57,5%), sementara sisanya berimbang antarakategori tinggi dan rendah; 2) Kecenderungan Depresi Narapidana berada padakategori sedang (39 orang = 48,75%), sementara sisanya berimbang antara kategoritinggi dan rendah; 3) Kecenderungan Bunuh Diri Narapidana berada pada tingkatsedang (55 orang = 68,75%), sementara sisanya berimbang antara kategori tinggi danrendah.Hasil ini diharapkan menjadi rujukan bagi Lapas dan pihak-pihak terkaituntuk menyusun program intervensi berbasis problem, terutama yang berkaitandengan program preventif dan kuratif dalam menangani ketiga problem psikologistersebut.