cover
Contact Name
Danan Satriyo Wibowo
Contact Email
insight@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
insight@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 18584063     EISSN : 25030949     DOI : -
Core Subject : Health,
Sejak Tanggal 9 Juli 2018 berdasarkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI NOMOR 21/E/KPT/2018 TENTANG PERINGKAT AKREDITASI JURNAL ILMIAH PERIODE I TAHUN 2018.
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
PERBEDAAN KEMANDIRIAN REMAJA YANG TINGGAL DI PESANTREN DENGAN REMAJA YANG TINGGAL DI RUMAH Kamiliyah, Hikmatul; Ervina, Iin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.889 KB) | DOI: 10.32528/ins.v11i1.304

Abstract

Tugas perkembangan remaja terdiri dari pencapaian peran sosial,menerima keadaan fisik dan mengenalinya, serta pencapain kemandirian. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemandirian remaja yang tinggal dipesantren dengan remaja yang tinggal di rumah.Subjek penelitian yang yang digunakan berjumlah 186 pada santri PondokPesantren Darul Lugh Wal Karomah Kraksaan Probolinggo dan siswa MANUKraksaan Probolinggo. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatifdeskriptif, dengan meggunakan skala kemandirian, dan uji independen sampel ttes.Hasil t hitung sebesar -2,638 dan t tabel 1,960 taraf signifikasi 5%. Nilai thitung < t tabel artinya tidak ada perbedaan kemandirian remaja yang tinggal dipesantren dengan remaja yang tinggal di rumah. Peneliti juga menggunakankategori tingkatan kemandirian, pada remaja yang tinggal di Pesantren kategoritinggi sebesar 13,97%, kategori sedang 70,96%, kategori rendah sebesar 15,05%,pada remaja yang tinggal di Rumah kategori tinggi sebesar 19,89%, kategorisedang 66,66% , kategori rendah 13,44%.
PSYCHOLOGICAL WELL BEING NARAPIDANA LAPAS KLAS IIA JEMBER YANG MENJADI TAHANAN PENDAMPING Maulana, Prastin; Handayani, Panca Kursistin
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.889 KB) | DOI: 10.32528/ins.v11i1.309

Abstract

Penelitian bertujuan memberikan gambaran psychological well beingNarapidana Lapas Klas IIA Jember yang menjadi tahanan pendamping. Subjekberjumlah empat orang napi yang menjadi tahanan pendamping. Metodepengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen.Peneliti menggunakan analisis tematik untuk mengintegrasikan beberapa temayang didapat dalam penelitian.Hasil penelitian menemukan bahwa subjek menilai menjadi tahananmerupakan salah satu proses pembinaan yang bertujuan untuk menjadikan merekamenjadi lebih baik. Selama berada di Lapas subjek belajar menjalin relasi denganorang lain, berproses untuk menjadi manusia yang lebih baik, mengembangkandiri menjadi lebih baik, dalam segi spritualitas, mentaati peraturan, menjalinrelasi, dan mengambil manfaat positif dari pembinaan untuk prosespengembangan diri mereka. Subjek mulai merencanakan tujuan hidup, apabilatelah bebas nantinya untuk menjadi manusia yang lebih baik, tidak mengulangikesalahan lagi, serta menjadi ayah dan kepala keluarga yang bertanggungjawab.Selama berada di Lapas subjek berproses mencapai tujuannya dengan caramendekatkan diri kepada Allah SWT.
SPIRITUALITAS PEREMPUAN DALAM PENJARA Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.084 KB) | DOI: 10.32528/ins.v11i2.315

Abstract

Lapas sebagai satu sistem sosial pada akhirnya, menjadi sistem sosial yangpaling pincang, disalahpahami, dan tak terlihat. Khususnya terkait perempuandalam penjara. Oleh karenanya tatanan hukum penting ditata ulang untukmenemukan kebutuhan dasar perempuan dalam penjara, yang pada dasarnyacukup berbeda dengan kebutuhan dasar laki-laki.Penelitian ini bertujuan menggambarkan sebuah kasus terkait spiritualitasperempuan di penjara. Metode pengumpulan mempergunakan wawancara semiterstruktur, observasi, dokumen kasus, dan catatan lapangan. Subjek penelitianadalah perempuan, menikah dengan dua orang anak, dan tengah menjalani vonispenggelapan selama 7 bulan penjara. Studi kasus ini digambarkan denganmenggunakan kerangkan teori perkembangan psikologis perempuan (Theorys ofWomen Psychological Development).Nilai-nilai spiritualitas pada subjek dapat digambarkan dalam munculnyakesadaran bahwa hukuman merupakan pelajaran dari Allah SWT. Pelajaranmendasar yang dirasakan adalah pentingnya tanggungjawab dan kejujuran. Subjekmulai mengembangkan hubungan yang lebih terbuka dan kepekaan yangmutualistik dengan suaminya. Hal ini dapat menjadi landasan bagi psychologicalwell-being subjek kedepan.
GAMBARAN FORGIVENESS PADA ORANG BERCERAI DI KECAMATAN KUNIR KABUPATEN LUMAJANG Kusnia, Rini; Rahmanawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.084 KB) | DOI: 10.32528/ins.v11i2.320

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui gambaran forgiveness pada orangbercerai. Sebanyak 51 orang bercerai didapatkan dengan teknik insidentalsampling. Skala forgiveness terdiri dari 18 aitem (α= 0,932).Terdapat 39 orang (76,47%) memiliki forgiveness tinggi, 12 orang(23,52%) rendah. Perempuan menunjukkan forgiveness (43,13%) dibandingkanlaki-laki (33,33%). Orang berpendidikan SD memiliki forgiveness tinggi(31,37%) dibandingkan tingkat pendidikan SMP (29,41%) dan SMA (15,68%).Suku Jawa memiliki forgiveness tinggi (60,78%) dibandingkan suku Madura(15,68%). Lama pernikahan 1-10 tahun (58,82%) lebih menunjukkan forgivenessdibandingkan dengan 10-21 tahun (17,64%). Lama perceraian 1-6 tahun (68,62%)dapat menunjukkan forgiveness dibandingkan 7-12 tahun (7,84%). Usia pertamakali menikah 21-27 tahun (39,21%) dapat menunjukkan forgivenessdibandingkan usia 16-20 tahun (37,25%). Ibu rumah tangga mampu memaafkansetinggi (29,41%) dibandingkan wiraswasta (11,76%). Perceraian karena faktorekonomi memiliki forgiveness tinggi 33,33% dibandingkan karena perselingkuhan(31,37%). Forgiving another person dan forgiving of a situasion termasukkategori tinggi (68,62%), sedangkan forgiving one self termasuk kategori rendah(33,33%).
PSYCHOLOGICAL NEEDS DAN PARENTAL ATTITUDES PADA IBU MUDA YANG MENIKAH DINI Istiqomah, Istiqomah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v12i1.329

Abstract

Pemenuhan kebutuhan psikologis yang tidak optimal dapat berpengaruhpada sikap orangtua terhadap anak mereka. Kurang optimalnya proses pengasuhanakan mengakibatkan konsekuensi negatif di kedua sisi, ibu dan anak, bahkankeluarga.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemenuhankebutuhan psikologis terhadap pengembangan sikap orangtua pada perempuanyang menikah dini. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Kalisat Jember.Datamengumpulkan dengan menggunakan BNS dan FIQ kuesioner. Teknik analisisyang digunakan dalam penelitian ini, analisis regresi linear.Uji hipotesis menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemenuhankebutuhan psikologis sikap orangtua dari ibu-ibu muda yang menikah dini di DesaKalisat (F = 1,967, p <0,000). Sumbangan efektif pemenuhan kebutuhanpsikologis terhadap sikap orangtua sebesar 2,9%.Hasil ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis ibu-ibumuda yang menikah dini berpengaruh sebesar 2,9% pada pengembangan sikaporangtua terhadap anak-anak mereka, utamanya dalam proses pengasuhan.
Gambaran Kontrol Diri Pada Mahasiswa Penjudi Di Kota Jember Septyan P, Fangky; Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.492 KB) | DOI: 10.32528/ins.v12i2.334

Abstract

Mimpi mendapatkan jackpot merupakan motif mahasiswa berpatisipasidalam judi togel, permainan ini memberikan kesempatan dengan modal kecil danbisa mendapatkan uang dengan jumlah yang berlipat dan besar. Mahasiswamenikmati fantasi menyenangkan dengan mendapat uang berlipat tersebut untukmemenuhi kebutuhan sekunder serta memenuhi kebutuhan akan kesenangan yangtelah ditampakan oleh lingkungan penjudi mahasiswa itu sendiri.Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran kontrol diri pada mahasiswa penjudi diKota Jember.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalampenelitian ini adalah mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki berusia 19-24tahun dan merupakan pemain judi online. Metode pengambilan datamenggunakan skala Guttman yang disusun berdasarkan aspek-aspek kontrol diriyang dikemukakakn oleh Averill. Sampel jenuh dengan jumlah 100 mahasiswa.Tehnik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif denganmenggunakan prosentase.Berdasrkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri mahasiswapenjudi berada pada kategori rendah sebesar 64%. Rendahnya kontrol diri diikutipula oleh rendahnya kontrol perilaku sebesar 64%, kontrol kognitif sebesar 57%,dan kontrol keputusan 60%. Rendahnya kontrol diri menunjukkan bahwamahasiswa rendah dalam kemampuan menentukan dan mengendalikan situasiyang berasal dari luar dan dalam dirinya, tidak mampu mengambil keputusankognitif dengan tepat dan tidak mampu melihat peristiwa dengan hati-hati dantidak mampu menentukan dan menilai tindakan yang tepat.
INDIGENOUS EMOTIONAL MATURITY REMAJA PANDHALUNGAN Rahmawati, Erna Ipak
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.991 KB) | DOI: 10.32528/ins.v13i1.581

Abstract

Remaja yang masak secara emosi adalah mampu melakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan menilai kesesuaian tindakannya dengan norma yang berlaku di masyaraka serta dapat memprediksikan akibat yang diambil dari tindakan tersebut, mampu bertingkah laku dengan penuh tanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan tingkah lakunya dalam berkomunikasi dengan orang lain, mampu melakukan penyesuaian emosi serta mampu memperkirakan tindakan apa yang akan diambil dalam suatu kegiatan atau permasalahan dalam lingkungan disekitarnya.Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaif dangan menggunakan skala emotional maturity untuk mendapatkan data penelitian.Tehnik analisa yang digunakan dalam penelitian untuk bisa menggambarkan hasil penelitian adalah statistik deskribtif dengan menggunakan prosentase.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa secara keseluruhan remaja yang menjadi sampel penelitian matang secara emosi yaitu 145 remaja (60,42%) dari 240 populasi penelitian. Jika ditinjau dari suku terlihat bahwayang matang emosinya adalah suku madura 71.43% , suku Jawa 63.03%, dan suku Pandhalungan 55.71%. Ditinjau dari keberagaman suku di lingkungan terlihat dari pandhalungan 81.82% matang, Jawa 59.87% matang dan Madura 42.11% matang. Kata kunci : Indigenous emotional maturity
BURNOUT DITINJAU DARI HARDINES DAN MOTIVASI BERPRESTASI (Studi Pada Atlet Pelajar di Semarang) Akhyar, Abdan Ghifari; Priyatama, Aditya Nanda; Setyowati, Rini
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.054 KB) | DOI: 10.32528/ins.v13i2.814

Abstract

Partisipasi pelajar dalam bidang olahraga sebagai seorang atlet profesional menimbulkan tantangan dan tuntutan tinggi yang harus dipenuhi, sehingga menyebabkan atlet mengalami burnout. Salah satu tantangan yang menyebabkan burnout adalah menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan partisipasi di bidang olahraga. Burnout adalah suatu kondisi kelelahan fisik atau emosi, depersonalisasi, dan menurunnya prestasi pribadi dikarenakan adanya tuntutan pekerjaan atau latihan secara terus menerus. Burnout dapat diatasi dengan hardiness dan motivasi berprestasi individu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dan motivasi berprestasi dengan burnout, hubungan hardiness dengan burnout, dan hubungan motivasi berprestasi dengan burnout pada atlet pelajar di Kota Semarang. Sampel pada penelitian ini adalah 91 atlet pelajar di Semarang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala burnout, skala hardiness, dan skala motivasi berprestasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hardiness dan motivasi berprestasi dengan burnout (Fhitung=17,930 > Ftabel=3,10, p=0,000<0,05;r=0,538). Nilai reliabilitas pada penelitian ini adalah 0,861 (skala burnout), 0,823 (skala hardiness), dan 0,894 (skala motivasi berprestasi). Uji parsial pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan negatif antara hardiness dengan burnout (r= 0,285 ;p=0,007 < 0,05). Terdapat hubungan signifikan negatif antara motivasi berprestasi dengan burnout (r= 0,248; p=0,018 < 0,05). Nilai koefisien determinasi R2= 0,290 artinya hardiness dan motivasi berprestasi secara bersama-sama memberi sumbangan 29% terhadap burnout dengan sumbangan 15,78% dari hardiness dan 13,22% dari motivasi berprestasi.Kata Kunci: burnout, hardiness, motivasi berprestasi
PENGARUH PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT DI PT. KERETA API INDONESIA DAOP 9 JEMBER Qomariyah, Laili
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.018 KB) | DOI: 10.32528/ins.v9i1.278

Abstract

Persepsi dukungan organisasi merupakan hasil interpretasi karyawanterhadap dukungan yang diberikan perusahaan kepada karyawan sesuai kebutuhandengan harapan karyawan dapat bekerja secara optimal dan memiliki keterikatankepada perusahaan, pekerjaan, dan manajernya (employee engagement). Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi dukunganorganisasi terhadap employee engagement. Hipotesis dalam penelitian ini adalahada pengaruh persepsi dukungan organisasi terhadap employee engagement.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif, denganmenggunakan teknik simple random sampling dalam pengambilan sampel.Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 263 karyawan dan sampel padapenelitian ini sebanyak 158 karyawan, populasi dan sampel yang digunakanadalah karyawan yang berada di seluruh unit yang ada di PT. Kereta ApiIndonesia DAOP 9 Jember. Teknik pengumpulan data pada penelitian inimenggunakan skala persepsi dukungan organisasi dan skala employeeengagement, dengan menggunakan teknik analisa data yang digunakan adalahregresi sederhana.Hasil analisa menunjukkan bahwa ada pengaruh antara persepsi dukunganorganisasi dengan employee engagement, yang ditunjukkan dengan nilai koefisienkorelasi (rxy) sebesar 0,236. Dukungan organisasi dipersepsi secara positif sebesar66,5% dan 33,5% dukungan organisasi dipersepsi secara negatif oleh karyawan.Tingkat employee engagement yang dimiliki karyawan adalah memiliki tingkatemployee engagement tinggi sebesar 24,7%, employee engagement sedang sebesar51,9%, dan employee engagement rendah sebesar 23,4%.
Hubungan Gaya Kelekatan Dengan Self-Efficacy Akademik Siswa SMA Di Jakarta Sari, Raysita Nilam; Akmal, Sari Zakiah
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 1 (2018): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.911 KB) | DOI: 10.32528/ins.v14i1.1054

Abstract

The academic problems of high school students that often happens are ineffective learning method, completion of tasks and exercises, search and use of learning resources, learning difficulties, lack of concentration in learning and other high academic demands. On such problems, the researcher surveyed 30 high school students and the results showed that 60% of 30 high school students have low academic self-efficacy. The factors of academic self-efficacy include family, neighborhood and school. Attachment may affect self-efficacy which is critical to academic success. The research was carried out by distributing the attachment style and academic self-efficacy scale to 247 high school students in Jakarta. The results showed that there was a significant positive relationship between secure attachment style and academic self-efficacy of high school students (r = 0.130 and p = 0.040). In addition there was a significant negative relationship between a fearful-avoidant attachment style attachment and self-efficacy of academic high school students (r = -0, 198 and p = 0.002).

Page 6 of 36 | Total Record : 353


Filter by Year

2009 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2023): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 19, No 1 (2023): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 18, No 1 (2022): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 17, No 2 (2021): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 17, No 1 (2021): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 16, No 2 (2020): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 16, No 1 (2020): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 15, No 2 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 15, No 1 (2019): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 14, No 2 (2018): Insigth : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 14, No 2 (2018): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 14, No 1 (2018): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 14, No 1 (2018): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 13, No 2 (2017) Vol 13, No 2 (2017) Vol 13, No 1 (2017) Vol 13, No 1 (2017) Vol 12, No 2 (2016) Vol 12, No 2 (2016) Vol 12, No 1 (2016) Vol 12, No 1 (2016) Vol 11, No 2 (2015) Vol 11, No 2 (2015) Vol 11, No 1 (2015) Vol 11, No 1 (2015) Vol 10, No 2 (2014) Vol 10, No 2 (2014) Vol 10, No 1 (2014) Vol 10, No 1 (2014) Vol 9, No 2 (2013) Vol 9, No 2 (2013) Vol 9, No 1 (2013) Vol 9, No 1 (2013) Vol 5, No 1 (2009): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5, No 1 (2009): Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi More Issue