cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Pendampingan Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular Dalam Upaya Teridentifikasi Resiko Tinggi Penyakit Stroke Di Desa Mojogeneng Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto: POSBINDU KADER ASSISTANCE NON-COMMUNICABLE DISEASES IN EFFORTS TO IDENTIFY HIGH RISK OF STROKE DISEASE IN MOJOGENENG VILLAGE, JATIREJO DISTRICT, MOJOKERTO REGENC
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.660

Abstract

Latar Belakang :  Tingginya penyakit tidak menular menjadi beban dalam pelayanan kesehatan sekaligus tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan dibidang kesehatan . Untuk itu perlu Peran Kader Posbindu PTM  , namun peran kader posbindu PTM belum optimal dikarenakan kurang nya pengetahuan dan keterampilan. Untuk itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh pendampingan kader posbindu PTM terhadap perubahan pengetahuan dan keterampilan kader, terdeteksinya masyarakat resti PTM dan monitoring perkembangan tingkat perkembangan posbindu PTM. Metode :  Sosialisasi   , Penyuluhan, Pemeriksaan kesehatan, monev resti PTM, dan tingkat perkembangan posbindu PTM  sasaran 15 kader dan 50 masyarakat. Hasil :  hasil sebelum pendampingan  pengetahuan kader kategori kurang ( 13,3%) ,  cukup   ( 46,6 % ), baik  (33,3 % ) dan  sangat baik  (6,6 %) sedangkan untuk keterampilan kategori terampil  (40%) belum terampil  (60%) setelah  pendampingan  pengetahuan kategori kurang  (6,6%),  cukup  (20%),  baik (46,6%)  dan sangat baik  (26,6%)  untuk keterampilan kategori terampil (73,3%) dan belum terampil (26,6%). Diskusi : pengabdian masyarakat ini terbukti bahwa dengan pendampingan kader posbindu PTM ini dapat merubah pengetahuan dan keterampilan kader, teridentifikasinya resti PTM dan tingkat perkembangan posbindu PTM Kata kunci : kader posbindu PTM, pemeriksaan kesehatan, perkembangan posbindu.
PENGGUNAAN OBAT YANG BENAR (DAGUSIBU) : GEMA CERMAT DAN PELATIHAN TENTANG OBAT KELUARGA DI KOTAGEDE YOGYAKARTA: THE CORRECT USE OF MEDICINES (DAGUSIBU) : ECHO FEATURES AND TRAINING ON FAMILY MEDICINE IN KOTAGEDE YOGYAKARTA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.662

Abstract

Obat pada dasarnya merupakan bahan yang hanya dengan takaran tertentu dan dengan penggunaan yang tepat dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosa, mencegah penyakit, menyembuhkan atau memelihara kesehatan. Obat-obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter di apotek dan toko obat dapat mendorong untuk pengobatan sendiri. Semakin banyaknya obat yang beredar di pasaran memberikan alternatif pilihan yang luar biasa banyaknya bagi masyarakat yang kadang-kadang pemilihannya bukan didasarkan pada pertimbangan ilmiah, tetapi hanya pertimbangan kebiasaan atau saran dari kerabat. Hal ini membahayakan bagi masyarakat, karena penggunaan suatu jenis obat selalu diikuti dengan adanya efek samping yang terkadang akibat lebih jauhnya tidak terpikirkan oleh penggunanya. Terlebih fanatisme terhadap suatu merk banyak terjadi di masyarakat. Maka, dilakukan penyuluhan untuk Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan obat yang benar sesuai DAGUSIBU. Penyluhan dan pelatihan tentang obat menjelaskan dan mensosialisasikan Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (GEMA CERMAT). Penggolongan obat berdasarkan nama obatm bentuk sediaan, cara penggunaan, penandaan obat dalam kemasan dan efek dari obat. Cara pengunaan obat yang benar, penandaan yang ada dalam kemasan obat, cara pembelian obat yang benar, cara membaca dan memahami informasi pada kemasan obat, pengunaan obat meliputi aturan pakai, waktu minum obat, efek samping dan kontra indikasi, tujuannya adalah untuk mengurangi kesalahan dalam pengobatan dan memberikan pengetahuan tentang pengobatan yang rasional. Cara penyimpanan obat agar terhindar dari kerusakan obat serta cara pembuangan obat yang benar.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ADAT DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID 19 DI DESA ADAT APIT YEH MANGGIS KARANGASEM BALI: EMPOWERMENT OF THE TASK FORCE OF THE COVID-19 VILLAGE'S CULTURAL BASE IN PREVENTING THE SPREAD OF COVID 19 IN APIT YEH MANGGIS KARANGASEM, BALI Ni Luh Kompyang Sulisnadewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.674

Abstract

Kasus pandemi Covid-19 di Indonesia kian hari terus meningkat. Sampai 3 Mei 2020 sudah tercatat yang positif ada 11.192 kasus, sembuh 1876 kasus, dan meninggal 845 kasus. Di Provinsi Bali data sampai dengan tanggal 3 Mei 2020 menunjukkan jumlah kumulatif pasien positif 262 orang , jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 151 orang dan jumlah pasien yang meninggal sejumlah 4 orang. Salah satu upaya yang dillakukan pemerintah propinsi Bali dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 adalah dengan memberdayakan Satgas Gotong Royong yang dimiliki oleh setiap desa adat di Bali. Tugas utama Satgas Gotong Royong yakni memberdayakan Krama Desa Adat dan Yowana untuk bergotong royong sesama Krama Desa Adat dalam melakukan pencegahan Covid-19. Poltekkes Denpasar merupakan salah satu perguruan tinggi kesehatan yang tentunya memiliki tugas dan peran melakukan pengabdian kepada masyarakat dan perannya sangat dibutuhkan dalam rangka mitigasi pandemic covid-19. Kegiatan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk untuk mendampingi masyararkat dalam proses penguatan potensi masyarakat dan kapasitas desa adat dalam antisipasi penyebaran covid -19. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah satgas covid-19 desa adat Apit Yeh Manggis Karangasem yang berjumlah 25 orang dan masyarakat Desa yang berjumlah 921 KK. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemberian edukasi kepada satgas, pemberian poster, masker, dan juga penambah daya tahan tubuh untuk anggota satgas covid 19. Kata Kunci : Pemberdayaan – Desa Adat - Pencegahan Covid -19
PEMICUAN SEBAGAI SALAH SATU ALAT UNTUK MENCAPAI SBS (STOP BAB SEMBARANGAN) PENDAMPINGAN PENGGUNAAN JAMBAN DAN SANITASI YANG BAIK BAGI MASYARAKAT DUSUN MASAPING LOA DURI ULU: TRIGGING COMPLIANCE WITH THE USE OF WATER CLOSED AND SANITATION FOR COMMUNITIES LOA DURI ULU VILLAGE Annaas Budi Setyawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.675

Abstract

Capaian Pemerintah berupa 100-0-100 di harapkan bisa tercapai, yaitu 100% terjaminnya air bersih bagi masyarakat, 0% untuk pemukiman kumuh dan 100% terjaminnya sanitasi masyarakat. Di harapkan semua steakholder dapat bekerja sama dalam menuju akses yang sudah di canangkan oleh Pemerintah. Setelah capaian Pemerintah bisa menuju akses 100 – 0 – 100 di lanjutkan dengan rencana Program yaitu Sustainable Development Goals yang di harapkan bisa tercapai sampai dengan Tahun 2020. Untuk masalah akses terhadap sanitasi, khususnya akses masyarakat terhadap penggunaan jamban, belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang signifikan , padahal sanitasi merupakan salah satu unsur penting bagi peningkatan kesehatan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pula. Pemicuan merupakan cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaraan sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat, yang difasilitasi oleh tim kesehatan. Dusun Masaping terletak 10 km dari jalan poros Loa Janan, terdapat alur sunggai Haur (Loa Haur) dan Sungai Hongkong yang melewati dusun ini, dari beberapa wawancara warga, beberapa warga masih ada yang menggunakan alur sungai sebagai tempat BAB atau beraktifitas mandi dan mencuci di sungai karena warga masih beranggapan membangun jamban memerlukan biaya yang mahal. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan septiktank yang sehat serta murah sehingga tidak lagi membuang kotoran langsung ke sungai
EDUKASI PERUBAHAN PRILAKU DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 : Education Of Changes In Prevention Of The Spread Of Covid-19 rosa susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.676

Abstract

Edukasi perubahan perilaku merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran seseorang dalam mematuhi protokol kesehatan terutama perilaku 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan menggunakan sabun. Dalam meningkatkan kesadaran tersebut perlu melibatkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali  sehingga penyebaran covid-19 dapat dicegah. Metode pada pelaksanaan kegiatan edukasi perubahan prilaku dilakukan secara luring yang dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari. Kegiatan ini diikuti 2 orang mahasiswa dan 1 orang DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 disekitar Jatiasih, Kota, bekasi. Kegiatan edukasi yang dilaksanakan selama sepuluh hari didapatkan bahwa  masyarakat telah mematuhui protokol kesehatan dengan  memakai masker Mencuci tangan Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
PENDAMPINGAN PENANGANAN CEDERA PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SEKOLAH BERBASIS ALAM: THE ASSISTANCE OF INJURY MANAGEMENT ON SCHOOL AGE CHILDREN IN THE NATURE BASED SCHOOL Erma Wahyu Mashfufa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.678

Abstract

Pendahuluan : Sekolah berbasis alam sangat banyak diminati masyarakat saat ini, salah satu alasan bersekolah di sekolah alam adalah tidak akan membuat jenuh putra-putri mereka karena hanya berdiam didalam kelas. Sekolah alam memang memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak, namun di sisi lain juga ada permasalahan yang dihadapi yaitu anak berisiko mengalami cedera. Hal ini disebabkan karena banyaknya kegiatan outdoor, anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, dan banyak melibatkan aktifitas motorik. Oleh karena itu perlu adanya pendampingan bagi guru mengenai cedera dan penanganan cedera yang terjadi pada anak usia sekolah. Metode : Setelah dilaksanakan kegiatan pendampingan berupa penyuluhan dan praktik secara langsung oleh tim pengabdian selama kurun waktu + 8 bulan, mitra mengetahui penanganan cedera pada anak dan mampu mempraktikkan tindakan penanganan. Selain itu juga dilakukan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru pendamping. Hasil : Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada guru dan petugas UKS MI BAIPAS, di Jl. Manunggal, Sudimoro Utara No. 7A Malang. Kegiatan diikuti oleh 10 peserta. Tahapan kegiatan pengabdian berupa pemberian pre test dilanjutkan pemberian penyuluhan tentang penanganan cedera pada anak dan demonstrasi pemakaian alat-alat P3K dan Tindakan penanganan cedera. Kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik hanya saja karena siswa sedang libur maka praktik dilakukan kepada sesama peserta. Pembahasan : sebagian besar guru pendamping memiliki pengetahuan yang kurang tentang penganan cedera yang sering dialami oleh anak. Rata-rata tidak mengetahui cara penganan luka tusuk, luka bakar, sprain dan strain. Pengetahuan yang sudah baik adalah ciri cedera, faktor resiko dan penanganan tersedak. Sedangkan dari aspek perilaku, semua guru pendamping belum pernah melakukan pemeriksaan dasar cedera dan menggunakan peralatan penanganan cedera. Kegiatan ini membawa dampak positif bagi mitra yaitu mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang selanjutnya bisa mereka aplikasikan untuk menjaga kesehatan anak didik. Pertolongan pertama pada cedera dapat meminimalisir kecacatan atau cedera lebih dalam pada anak.
DETEKSI DINI BAGI GURU UNTUK PERILAKU BULLYING SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH I JOMBANG: EARLY DETECTION TEACHERS FOR STUDENT BULLYING BEHAVIOR IN SMA MUHAMMADIYAH I JOMBANG shanti rosmaharani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.731

Abstract

Remaja mulai melakukan hubungan interpersonal dengan orang lain dan biasanya yang paling sering adalah dengan teman sebaya dan membentuk peer group. Keluarga memiliki peranan penting dalan sosialisasi remaja, tentang bagaimana nilai moral dan etika yang baik ditanamkan sejak dini oleh keluarga. Bila sosialisasi nilai yang ditanamkan keluarga kurang dipahami dan dimengerti oleh remaja, maka bisa jadi perkembangan perilaku dan psikososialnya bermasalah. Akibatnya, remaja mulai menunjukkan gejala patologis perilaku perilaku beresiko lainnya, salah satunya adalah bullying dan kenakalan remaja. Tujuan dari kegiatan ini adalah. mengetahui secara awal perilaku bullying pada siswa sehingga dapat mendeteksi kejadian bullying sejak awal dan menghindari dampak yang negatif bagi korban dan pelaku. Hasil dari kegiatan ini adalah guru yang berperan sebagai pendidik tidak hanya bertanggung jawab pada nilai akademis siswa, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam membentuk tingkah laku dan karakter siswa. Guru berperan serta aktif dalam kegiatan ini dan sudah dapat mendeteksi prilaku bullying pada siswa. Pada kasus bullying yang terjadi pada siswa, guru berhak dengan segera melakukan berbagai tindakan untuk merespon perilaku bullying siswa agar terhindar dari berbagai macam kekerasan.
Pemeriksaan Kadar Gula Darah, Konseling Tentang Diabetes Mellitus Dengan Komplikasinya Di PSTW Jombang : The Examining Of Blood Sugar Level , Counseling Of Diabetes Mellitus And Its Complications At The Technical Implementation Unit Of Tresna Werdha Social Services Jombang Rodiyah -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.732

Abstract

Indonesia merupakan Negara terbanyak ke empat di dunia untuk jumlah penderita terbanyak diabetes mellitus setelah India, Cina dan  Amerika Serika. Diabetes melitus merupakan suatu kumpulan problema anatomik dan kimiawi yang merupakan akibat dari sejumlah faktor. Pasien dengan Diabetus Mellitus biasanya datang ke pelayanan kesehatan dengan komplikasi. Tujuan dari kegiatan ini membantu para Lansia dan masyarakat sekitar panti  untuk dapat  mengetahui kadar gula darahnya dan memberikan konseling tentang diabetes Mellitus di Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jombang. Pada kegiatan ini di dapatkan hasil pemeriksaan kadar gula darah  9 orang (20,5%) dalam kategori bukan DM,  26 orang ( 59%) dalam kategori belum pasti DM, dan 9 orang (20,5%) dalam kategori DM. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan kadar gula darah diharapkan lansia dan masyarakat sekitar panti dapat lebih menerapkan pola hidup sehat seperti mengontrol pola makan, melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan dan juga bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan pemeriksaan yang teratur. Bagi yang sudah terdeteksi menderita Diabetus mellitus diharapkan untuk selalu memeriksakan diri ke petugas kesehatan minimal 1 bulan sekali.    Kata Kunci: Kadar Gula Darah, Konseling Diabetus Mellitus, Komplikasi
EDUKASI TEKNIK MEMERAH, MENYIMPAN DAN MENYIAPKAN ASI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI YANG BEKERJA DI SMAN I PAGELARAN: Technical Education Of Milking, Saving and Preparing Correct Breastfeeding in Breastfeeding Mother Working Wahyu Widayati Widayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.739

Abstract

ABSTRAK Praktik ASI ekslusif masih jauh dari 90% di sebagian besar Negara berkembang, bahkan durasi menyusui sangat pendek dan data dari SDKI menunjukkan masih cakupan ASI ekslusif tahun 2012 di Indonesia baru mencapai 27%. Tingginya angka kegagalan menyusui pada ibu bekerja terjadi setelah selesai cuti bersalin terutama pada ibu menyusui yang bekerja disektor formal karena status kepegawaiannya mengikuti standar aturan hukum yang jelas bagi perkantoran atau perusahaan yang bersangkutan. Seperti pada SMA N 1 Pagelaran dimana terdapat 50% adalah pekerja ibu – ibu baik guru dan staf yang masih berada pada usia produktif dan menyusui. Pengabdian masyarakt ini bertyujuan untuk menuingkatkan pengetahuan ibu - ibu menyususi yang berkerja di SMA N 1 Pagelaran dengan tehnik demontrasi pemberian edukasi teknik memerah, menyimpan dan menyiapkan ASI yang benar. Hasil dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah didapatkan bahwa sebagian besar peserta pengabdian masyarakat meningkat pengetahuannya tentang teknik memerah, menyimpan dan memberikan ASI kepada anaknya. Kata Kunci : Edukasi Memerah, Menyimpan dan Menyiapkan ASI ABSTRACT The practice of exclusive breastfeeding is still far from 90% in most developing countries, even the duration of breastfeeding is very short and data from the IDHS show that exclusive breastfeeding in 2012 in Indonesia only reached 27%. The high rate of failure to breastfeed in working mothers occurs after maternity leave, especially for breastfeeding mothers who work in the formal sector because their employment status follows clear legal standards for the office or company concerned. As in SMA N 1 Pagelaran where 50% are working mothers, both teachers and staff who are still at the productive and breastfeeding age. This community service aims to increase the knowledge of breastfeeding mothers who work at SMA N 1 Pagelaran with dem,onstration technique, providing education on how to express, store and prepare correct breast milk. The result of the implementation of this community service participants have increased their knowledge of techniques for expressing, storing and giving breast milk to their children. Keywords :Education Expressing, Storing and Preparing Breastmilk
EDUKASI BUKU KIA DAN AJARAN ISLAM TENTANG PERSIAPAN MENGHADAPI PERSALINAN: KIA Book Education And Islamic Teachings On Preparation For Labor Istikomah Istikomah; Sumi Anggraeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2021): JPM | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i1.740

Abstract

ABSTRAK Kehamilan dan persalinan adalah proses yang normal, tetapi tidak menutup kemungkinan akan timbul berbagai masalah. Oleh karena itu, dibutuhkan pemantauan kesejahteraan janin, serta persiapan persalinan dan kelahiran yang matang. Orang–orang disekitarnya seperti bidan dan terutama keluarga harus turut serta menjaga kesejahteraannya. Salah satu persiapan tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan islami untuk mempersiapkan proses persalinan yang berhasil dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mempersiapkan ibu hamil secara fisik, psikologis dan mengamalkan ajaran islam pada proses persiapan persalinan. Tempat pengabdian ini dilakukan di Desa Fajar Agung Kecamatan Pringsewu dengan peserta pengabdian masyarakat sebanyak 12 orang ibu – ibu hamil. Hasil dari pengabdian masyarakat ini seluruh peserta pengabdian yaitu para ibu hamil dapat mengikuti kegiatan persiapan persalinan, indikator keberhasilan pada pengabdian ini adalah ibu – ibu hamil dapat mempraktikkan cara mengamalkan ajaran islam seperti membaca doa, surat pendek al-qur’an untuk proses persalinan. Dalam proses persiapan ini dengan dibantu oleh bidan desa dengan menggunakan buku kontrol atau kendali persiapan persalinan, buku kendali ini berisi tentang beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh ibu hami dari periksa kehamilan, senam hamil, membaca doa atau surat al - qur’an atau dzikir serta sholat wajib dan sunnah, dan tidak lupa menabung . Ibu – ibu hamil yang mengikuti pengabdian masyarakat ini bersedia dan paham dalam mengikuti serta mengisi kegiatan persiapan persalinan dengan baik. Kata Kunci : Edukasi KIA, Ajaran Islam, Persalinan ABSTRACT The pregnancy and childbirth are normal processes, but it does not rule out various problems. Therefore, it is necessary to monitor the well – being of the fetus, as well as the proper preparationfor labor and delivery. The People around them, such as midwives and especially families, must take part in maintaining their welfare. One of these preparations can be done through an islmaic approach to prepare for asuccessful labor. This community service activity aims to prepare pregnant women physically, psychologically and to practice Islamic teachings in the process of preparing for childbirth. This service was carried out in Fajar Agung Village, Pringsewu District, with 12 pregnant womwn participatingin community service. The results of this community service of all community service participants, namely pregnant women can take part in childbirth preparation activities, an indicator of success in this serviceis that pregnant women can practice Islamic teaching such as reading prayes, short letters al – quran for childbirth. In this preparation process with the assistance of a village midwife using a control book for labor preparation, this control book contains several activities that must be carried out by pregnant women from pregnancy exercise, reading prayers or surah al – quran or dzikir as well as obligatory prayers and sunnah, and don’t forget to save money. Pregnant women who participate in this community serviceare willing and understanding to participate in and fill in the labor preparation activities properly. Keywords :KIA Education, Islamic teachings, childbirth