cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
SOSIALISASI IMUNISASI TETANUS TOXOID DAN PENGOLAHAN MAKANAN YANG TEPAT PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR: SOCIALIZATION OF TETANUS TOXOID IMMUNIZATION AND PROPER FOOD PROCESSING IN PREGNANT MOTHER AT BATUA PUSKESMAS MAKASSAR CITY Lili Purnama Sari; Dahniar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.934

Abstract

Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang rentan menghadapi masalah gizi. Di Indonesia masih banyak ibu hamil yang kurang memperhatikan pentingnya imunisasi TT dan Nutrisi selama masa Kehamilan,diharapkan makanan yang dikomsumsi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan janin sebagai pendukung proses kehamilannya.konsumsi pangannya tetap beranekaragam dan seimbang dalam jumlah dan proporsinya,Janin tumbuh dengan mengambil zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibunya dan dari simpanan zat gizi yang berada di dalam tubuh ibunya.Selain itu, gizi juga diperlukan untuk persiapan memproduksi ASI, Pegabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan Mengolah Makanan yang Baik Kepada masyarakat khusunya ibu Hamil untuk dapat mengolah makanan dengan baik secara mandiri dirumah.metode yang di gunakan penyuluhan dan Praktek kepada masayarakat yang sasarannya adalah ibu hamil yang berjumlah 20 orang yang pelaksanaannya dilakukan selama 1 hari,Hasil pegabdian ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang imunisasi TT dan pengolahan makanan yang tepat untuk memenuhi Nutrisi Selama kehamilan,serta adanya sikap positif dan mampu melakukan secara mandiri pegolahan Makanan yang baik di rumah
EDUKASI 5 - O UNTUK GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT (GEMA CERMAT) DI PESANTREN SHOFA MARWA: EDUCATION 5 - O THE SMART COMMUNITY MOVEMENT USING DRUGS (GEMA CERMAT) AT SHOFA MARWA ISLAMIC BOARDING SCHOOL lindawati setyaningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.941

Abstract

Gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema cermat) adalah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Tujuan dari Gema cermat : meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat secara benar, meningkatkan penggunaan obat secara rasional. Program studi Farmasi melakukan penyuluhan kepada masyarakat di Pondok Pesantren Shofa marwa yang merupakan salah satu pondok yang terdapat di daerah Jember. Terdapat sekian banyak santriwan dan santriwati yang kurang mengerti akan penggunaan obat rasional secara mandiri di fasilitas pondok. Dalam upaya ini, peserta diharapkan mampu menerapkan pola 5 - O dalam memperoleh fasilitas kesehatan terkait tentang obat dengan fasilitas yang ada. Hasil yang diperoleh bahwa 80% peserta memahami materi yang diberikan hal ini sebagai bekal dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang penggunaan obat secara rasional di fasilitas pondok.
PENINGKATAN SELF AWARENESS PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN MELALUI KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADIAT KABUPATEN MOJOKERTO: IMPROVEMENT OF SELF AWARENESS ON MARRIAGE AGE MATURITY THROUGH COMMUNICATION, INFORMATION AND EDUCATION IN BOARDING BOARDS OF HIDAYATUL MUBTADIAT MOJOKERTO CITY noer saudah; Indah Lestari; Catur Prasastia Dewi Lukita; Yulianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.949

Abstract

Perkawinan anak merupakan bentuk pelanggaran hak anak untuk tumbuh dan berkembang Perkawinan anak mendorong terciptanya kondisi tidak terpenuhinya hak dasar untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, hak sipil, hak kesehatan, hak sosial dan hak pendidikan. Kehamilan pada usia anak berisiko meningkatkan kematian ibu serta kematian bayi Angka rata-rata nasional proporsi perempuan usia 20-24 tahun 2018 yang berstatus kawin pada usia kurang dari 18 tahun sebanyak 10,2%.. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan komunikasi, informasi dan edukasi untuk meningkatkan self awareness tentang pendewasaan usia perkawinan di lingkungan pondok pesantren hidayatul Mubtadiat kabupaten Mojokerto . Pada kegiatan ini didapatkan self awareness santri sebelum diberikan komunikasi, informasi dan edukasi mempuyai nilai rata-rata 57,8 dan setelah diberikan komunikasi, informasi dan edukasi mempunyai self awareness nilai rata-rata meningkat menjadi 66,2. Komunikasi, informasi dan edukasi tentang pendewasaan usia perkawinan ini perlu dilanjutkan dan disebarluaskan pada generasi muda agar dapat menurubkan angka perkawinan anak dan mencegah angka kematian Ibu dan Bayi di Indonesia
PSIKOEDUKASI INSECURE PADA ANAK REMAJA DENGAN BODY SHAMING DI MTSN 03 KOTA BEKASI: INSECURE PSYCH EDUCATION FOR TEENAGERS EXPERIENCING BODY SHAMING IN MTSN 03 BEKASI Slametiningsih; nur'aenah; Asri Narawangsa; reinassance; medya aprilia astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.952

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi remaja. Remaja tahap awal (11-14 tahun), proses peralihan dengan diikuti adanya perubahan-perubahan meliputi: biologis, psikologis dan social, sehingga perlu beradaptasi terutama dengan teman-teman barunya. Proses berinteraksi sehari-hari pada remaja, akan berpengaruh terhadap respon dengan teman-temannya, hal ini bisa menimbulkan dampak positif dan negative. Dampak positif akan mendapatkan jati diri yang positif sehingga remaja yang tangguh dan produktif. Pada kenyataanya tidak semua remaja mempunyai jati diri yang positif tetapi ada yang merasa dirinya negative dari teman-teman sekitarnya. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan fisik yang tidak ideal dan tidak sesuai dengan harapan. Sehingga pada akhirnya akan menyebabkan gangguan citra tubuh dan remaja mengalami body shamming. Madrayah Tsawaniwah Sekolah Negeri 03 Kota Bekasi, kelas VIII ada 270 Siswa, Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa siswa sering diejek dengan sebutan si pendek, kecil, hitam, gendut. Siswa yang mengalami body shamming sebanyak 40 siswa. Remaja tersebut merasa malu dan tidak percaya diri sehingga menyebabkan Insecure. Tujuan pengabdian masyarakat mengetahui apakah intervensi psikoedukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang Body Shaming dan insecure pada Remaja dengan di MTsN 03 Kota Bekasi. Metode quasi experiment sebelum dan sesudah dilakukan tindakan psikoedukasi. Hasil Pre test dengan jumlah 35 siswa hasil rata-rata nilai pre test adalah 9,54. Setelah dilakukan tindakan psikoedukasi mengalami peningkatan pengetahuan, hasil rata-rata nilai post test adalah 9,69, dengan perbedaan 0,15. Dapat disimpulkan psikoedukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang body shamming dan insecure pada remaja
Dm Self Management Training For Cadres In Kuanheum Village, Kupang Barat District: Pelatihan Self Management Dm Bagi Kader Di Desa Kuanheum Kecamatan Kupang Barat Yoany Maria Vianney B. Aty; Elisabeth Herawanti; Trifonia Sri Nurwela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.812

Abstract

Kehidupan ekonominya baik bagi   kader di desa Kuanheum Kecamatan Kupang Barat. Metode kegiatan ini adalah pelatihan kader tentang Konsep DM, diet bagi penderita DM, Senam Kaki, managemen. Pada umumnya seseorang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami peningkatan gula darah. Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya DM yakni dengan memberikan edukasi tentang hidup sehat agar gula darah bisa normal dan mengurangi terjadinya komplikasi yang pada akhirnya menyebabkan kematian. Ada 20 penderita Dm di desa Kuanheun. Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk menurunkan risiko terjadinya DM pada tahun 2019 yakni   Edukasi tentang  edukasi tentang managemen diri bagi penderita DM. Selain itu tahun 2020 juga dilakukan Pelatihan Self Management Bagi  Keluarga Dengan Resiko DM yaitu 55 %. Setelah diberikan pelatihan pengetahuan keluarga dengan DM  sebagian besar adalah baik. Tahun 2021 Sasaran kegiatan ini adalah para kader. Tujuan kegiatan ini adalah Terlaksananya pelatihan Self Management  DM  stres bagi penderita DM serta cara melakukan pengukurun gula darah menggunakan alat glukotest Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 8-9 Juni 202i. Jumlah peserta 10 orang Kader. Media yang digunakan,modul ber-ISBN, spanduk, alat glukotes. Hasil kegiatan yakni tingkat pemahaman kader tentang managemen DM  meningkat yang diukur dengan kuesioner dan kemampuan melakukan pratek sesuai materi yang diberikan. Para Kader mampu melakukan senam kaki, teknik relaksasi mengatasi stres dan melakukan pemeriksaan gula darah dengan tepat.. Kegiatan ini perlu dimonitor secara periodik, sehingga dapat menekan kejadian DM bagi kelompok beresiko
Preventing Bullying Behavior In Adolescents With Counseling And Roleplay At Smp Negeri 2 Palang, Palang District,Tuban Regency: Pencegahan Perilaku Bullying Pada Remaja Dengan Penyuluhan Dan Roleplay Di Smp Negeri 2 Palang Kecamatan Palang Kabupaten Tuban WAHYU TRI NINGSIH; titik sumiatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.915

Abstract

Bullying merupakan salah satu perilaku berisiko pada remaja, bisa jadi merupakan fenomena gunung es karena perilaku bullying dikalangan remaja bukan hal yang baru. Perilaku negatif ini kemungkinan besar banyak dilakukan karena mereka pernah menjadi korban bullying dari seseorang yang lebih kuat, misalnya, orang tua, kakak kandung, kakak kelas, atau teman sebaya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bullying, meningkatkan sikap siswa, dan menurunkan perilaku bullying siswa di SMPN 2 Palang, Kecamaan Palang, Kabupaten Tuban. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan dan roleplay. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah siswa SMPN 2 Palang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban berjumlah 80 orang. Media yang digunakan adalah modul, LCD, dan laptop. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan siswa mengalami peningkatan, sikap siswa semua menyatakan  perilaku bullying merupakan perilaku yang sangat negatif, dan  terjadi penurunan perilaku bullying. Kegiatan penyuluhan tentang bullying perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melakukan kerja sama lintas sektor dan melibatkan berbagai pihak sehingga  perilaku bullying dapat dicegah
Increasing Occupational Safety And Health Through A Health Promotion Model And Assistance To Tuban Regency Home Industry Batik Workers: Peningkatan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Melalui Health Promotion Model Dan Pendampingan Pada Pekerja Home Industrybatik Di Wilayah Kabupaten Tuba SU'UDI; titik sumiatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.916

Abstract

Risiko kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja selalu ada pada setiap tempat kerja. Besar risiko tergantung jenis industri, teknologi, serta upaya pengendalian risiko yang dilakukan. Studi pendahuluan yang dilakukan pada industri batik yang terdapat di wilayah Desa Sumurgung Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, diketahui bahwa industri batik di Desa Sumurgung merupakan industri rumahan atau yang sering disebut home industry. pekerja batik hanya bekerja saja tanpa peduli keselamatannya tanpa menggunakan APD. Selain itu juga didapatkan kurangnya perhatian tentang keselamatan dan kesehatan kerja oleh pengusaha sehingga memungkinkan untuk terjadinya kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Promosi kesehatan dan pendampingan dilakukan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja home industrybatik didapatkan hasil dari pengetahuan pekerja tentang K3 berdasarkan nilai rata-rata pre tes 89,5 sedangkan nilai rata-rata pos tes 96,5, terdapat peningkatan kesadaran pekerja dalam menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja, juga didapatkan peningkatan motivasi pengusaha didalam menyediakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja. Penyediaan alat pelindung diri (APD) oleh industri harus disesuaikan dengan jumlah pekerja pengerajin batik sehingga tidak ada alasan bagi pekerja untuk tidak menggunakan alat pelindung diri. Pemilik industri juga harus memberi contoh kepada pekerja dan menerapkannya secara ketat karena keselamatan dan kesehatan kerja itu adalah tanggung jawab baik pemilik industri maupun pekerjanya
The Socialization Of Adolescent Counseling Information Program Through Adolescent Cadres In Preventing Early Marriage In Sawir Village, Tuban: Sosialisasi Program Informasi Konseling Remaja Melalui Kader Remaja Dalam Pencegahan Pernikahan Dini Di Desa Sawir Tuban Teresia Retna Puspitadewi; Amirotun Mustainah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.918

Abstract

Pernikahan usia muda dianggap beresiko karena belum cukupnya kesiapan dari segi kesehatan, mental emosional, pendidikan, sosial ekonomi, dan reproduksi (Kemenkes, 2014). Masih tingginya persentase angka Perkawinan remaja umur < 20 tahun di Kabupaten Tuban tahun 2020 sebesar 18,51%.Tujuan kegiatan PKM-M adalah memberikan informasi, menumbuhkan kesadaran pada kader remaja tentang pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dalam upaya pencegahan pernikahan dini didesa sawir Kec.Tambakboyo Kegiatan sosialisasi PIK-KRR dilakukan selama 2 hari secara luring, pada hari pertama penyuluhan yang terbagi dalam 2 kelompok dan hari kedua pemutaran video dan demonstrasi 5 meja pada posyandu remaja selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan HB.  Evaluasi kegiatan ini dilakukan  melalui kuesioner untuk pengetahuan, keaktifan melalui observasi pada pelaksanaan posyandu remaja dan wawancara dengan bidan desa Sawir, untuk kegiatan observasi keaktifan posyandu dilakukan setelah 1 minggu dari pertemuan.           Didapatkan hasil peningkatan pengetahuan kader remaja  sebelum penyuluhan sebagian besar (57%) baik,dan hampir setengahnya (43%) cukup,setelah penyuluhan hampir seluruhnya (97%) baik. Pada kegiatan pemeriksaan HB didapatkan 5 (lima) remaja dengan HB rendah, 4 remaja 11gr/% dan 1 remaja 9,7 gr/%, keaktifan remaja sebelum penyuluhan sebagian besar (66,7%) tidak aktif dan hampir setengahnya (33,3%) aktif ,setelah penyuluhan hampir seluruhnya (93,3%) aktif dan sebagian kecil (6,7%) tidak aktif . Sosialisasi PIK-KRR sebagai metode penyuluhan Kesehatan reproduksi remaja sangatlah penting dalam membantu remaja untuk mendapatkan Informasi dan pelayanan konseling yang benar tentang kehidupan berkeluarga bagi remaja, perlu adanya edukasi yang berkelanjutan mengikutsertakan orangtua dan kader Kesehatan Desa.
Communication, Information, Education (Cie) To The Community About Utilization Of Family Medicine Plants For Patients With Diabetes Mellitus: Komunikasi, Informasi, Edukasi (Kie) Pada Masyarakat Tentang Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Untuk Pasien Diabetes Melitus Anita Joeliantina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.925

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia dan harus melakukan self-care dalam waktu yang lama. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menerapkan metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan tentang pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA/herbal) sebagai pelengkap pengobatan pasien DM untuk meningkatkan regulasi kadar gula darah. Metode yang digunakan adalah penerapan KIE dengan memberikan modul pemanfaatan TOGA (herbal) untuk pasien DM pada kader kesehatan. Peserta pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader kesehatan di wilayah Puskesmas Tambak Rejo Surabaya dengan jumlah 50 orang. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara daring selama 2 hari yaitu hari Selasa - Rabu, tanggal 24 – 25 Agustus 2021 melalui ruang zoom.  Pengukuran pengetahuan menggunakan analisis deskriptif yaitu perubahan nilai dan rerata sebelum dan sesudah penerapan metode KIE. Jenis kelamin peserta mayoritas adalah perempuan, merupakan kader Posbindu atau Posyandu Lansia. Rerata nilai sebelum dilakukan edukasi adalah 71 dan setelahnya adalah 88. Terdapat perubahan pengetahuan dari para kader setelah mendapatkan informasi melalui metode KIE. Pada kegiatan ini kader kesehatan telah berpartisipasi secara aktif dalam proses pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Tenaga Kesehatan harus memberikan informasi yang tepat dan berkelanjutan tentang pemanfaatan TOGA atau herbal kepada kader kesehatan
Improving Food Processing Hygiene Hygiene of Small and Medium-Sized Enterprises Fatmaboga: Peningkatan Higiene Sanitasi Pengolahan Makanan Usaha Kecil Menengah (Ukm) Fatmaboga Yuni Kurniawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): JPM | Maret 2022
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v8i1.935

Abstract

Mitra UKM Fatmaboga di Desa Ngoro Kabupaten Jombang memiliki beberapa permasalahan yaitu kurangnya pengetahuan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan dan bagaimana penerapan higiene sanitasi pengolahan makanan bisa meningkatkan mutu produk kue basah dan kering mitra. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang higiene sanitasi pengolahan makanan dan pengolahan makanan. Kegiatan ini dilakukan selama enam bulan dengan metode Forum Group Discussion (FGD), koordinasi, pelatihan, pendampingan hingga evaluasi. FGD tentang rencana program yang akan dilaksanakan selama kegiatan pengabdian, berikutnya koordinasi dengan mitra untuk melakukan pelatihan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan. Pelatihan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan diadakan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan atau menggunakan handsanitazer, menjaga jarak dan menggunakan masker. Pada Juni 2021 kegiatan pelatihan dilakukan di Dusun Tebel Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Pendidikan kesehatan berlangsung selama 60 menit dengan pemaparan higiene sanitasi pengolahan makanan hingga diskusi dengan mitra. Evaluasi mitra dilakukan dengan mengisi kuesioner secara daring. Hasil evaluasi mitra setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang higiene sanitasi pengolahan makanan adalah terdapat peningkatan pengetahuan 45,5% kearah pengetahuan baik sehingga 100% semua anggota mitra pengetahuan baik. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan pendampingan mitra secara daring untuk penerapan pemahaman mitra dalam menjaga hygiene sanitasi pengolahan makanan