cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi pada Remaja Widianingtyas, Sisilia; Widayani Yuliana; Yunita Wiguna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): JPM MARET 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i1.2522

Abstract

Kesehatan reproduksi pada merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, yang kesiapannya dimulai sejak usia remaja ditandai oleh haid pertama kali pada remaja perempuan atau mimpi basah bagi remaja laki-laki. Informasi mengenai kesehatan reproduksi juga dapat diperoleh dengan mudah dari berbagai sumber. Oleh karena itu, diperlukan intervensi berupa pendidikan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan tepat sasaran bagi remaja untuk membantu mereka memahami perubahan tubuh, peran reproduksi, serta risiko dan cara pencegahannya. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada hari Jumat, 4 Oktober 2024. Peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan ini adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 SDK Untung Suropati 2 Sidoarjo. Dalam proses penyuluhan sasaran terlihat antusias menerima materi yang diberikan. Materi disajikan dalam bentuk PPT yang didesain semenarik mungkin, sehingga sasaran tampak lebih mudah memahami isi materi yang diberikan. Hasil evaluasi ini dapat dilihat dari penyuluhan yang telah dijalankan didapatkan sebanyak 97 % dapat memahami dengan baik perubahan fisik saat pubertas, risiko penyakit menular seksual (PMS), cara menjaga kebersihan organ reproduksi dan risiko infeksi, beberapa informasi yang tidak benar tentang seksualitas, perubahan hormon dan perkembangan emosional selama pubertas dan pentingnya kebersihan organ reproduksi.
Pemberdayaan Remaja Melalui Edukasi Terapi Herbal Dalam Penanganan Gejala Premenstrual Syndrome Rizki, Lailatul Khusnul; Safitri, Yati Isnaini; Abidah, Siska Nurul; Rahayu, Esty Puji; Putri, Pratiwi Hariyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2732

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan masalah kesehatan reproduksi yang umum dialami oleh remaja putri, ditandai dengan gejala fisik dan emosional seperti nyeri haid, kelelahan, mudah marah, serta gangguan konsentrasi. Di Kelurahan Kemasan, Krian, Sidoarjo, hasil observasi awal menunjukkan sebagian besar remaja putri mengalami gejala PMS namun belum mengetahui cara penanganan yang tepat dan aman. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenai penanganan PMS melalui terapi herbal. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif tentang PMS dan terapi herbal, praktik langsung pembuatan ramuan jamu kunyit asam dan wedang jahe, serta evaluasi melalui pretest dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dari 12% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Seluruh peserta mampu mengikuti praktik pembuatan ramuan herbal dan menyatakan minat untuk menerapkannya secara mandiri. Kegiatan ini mendapat dukungan kader PKK dan perangkat kelurahan yang berencana mengintegrasikan program ke dalam agenda pembinaan remaja. Edukasi terapi herbal efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan remaja dalam menangani PMS secara alami. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan dengan cakupan lebih luas serta pemantauan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya.
Peningkatan Pengetahuan tentang Penatalaksanaan Hipertensi Emergensi Menggunakan Media Booklet Ika Silvitasari; Muhlizardy; Anik Sulistyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2770

Abstract

Hipertensi emergensi merupakan kondisi kegawatan akibat tekanan darah yang sangat tinggi dan berisiko menyebabkan kerusakan organ vital jika tidak ditangani dengan tepat. Pengetahuan masyarakat mengenai penatalaksanaan hipertensi emergensi masih terbatas, terutama di wilayah Puskesmas Ngoresan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga pra lansia dan lansia mengenai penatalaksanaan hipertensi emergensi melalui media booklet. Metode yang digunakan adalah Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) dengan peserta sebanyak 15 orang yang memiliki riwayat hipertensi atau berisiko hipertensi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan menggunakan booklet, dengan kategori baik meningkat dari 7% menjadi 80%. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa media booklet efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi emergensi. Diharapkan hasil ini dapat menjadi acuan bagi Puskesmas dan kader posyandu dalam melakukan edukasi dan skrining hipertensi untuk mencegah komplikasi serius.
Penguatan Keterampilan P3k Dan Bantuan Hidup Dasar Pada Siswa Sekolah Dasar andhaning, lintang; Friska Ayu; Moch Sahri; Muhammad Ilmi Ashshiddiqi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2771

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu tindakan yang dapat menyelamatkan diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. K3 juga harus diterapkan, terutama bagi anak-anak sekolah dasar. Hal ini dikarenakan banyaknya potensi bahaya di sekolah dasar, seperti jatuh dan terpeleset. Fakta menunjukkan bahwa lingkungan sekolah merupakan tempat anak-anak menghabiskan waktu dan berpotensi menyebabkan cedera ringan. Penting bagi anak-anak sekolah dasar untuk mengetahui cara menangani luka dengan pertolongan pertama dan penting bagi siswa untuk mengetahui pengetahuan bantuan hidup dasar. Penggunaan UKS juga harusnya diperlukan dalam kegiatan ini. Namun, UKS yang berada di Sekolah Dasar Kemiri 1 ini sudah tidak berfungsi daan dialih fungsikan menjadi ruang penyimpanan dan peletakkan alat-alat olahraga lainnya. Tahapan pelaksanaan ini dibagi menjadi 3 yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dengan penyampaian materi menggunakan power point, penampilan edukasi video, dan praktek langsung mengenai P3K dan BHD. Pengukuran keberhasilan kegiatan sosialisasi ini menggunakan Pre Test dan Post Test dan lalu diukur menggunakan uji sample paire T test. Setelah dilakukannya sosialisasi ini banyak siswa yang menjadi paham dan bisa mempraktekkan langsung bagaimana penggunaan P3K dan BHD.
Pendidikan Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kesehatan Mental Pada Pasien Hemodialisa Kristianingsih, Yustina; Dominggus Ruku Yudit Pramono; Yunita Wiguna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2773

Abstract

Kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang sejahtera baik secara fisik, mental dan sosial tidak hanya terbebas dari penyakit atau kecatatan/kelemahan. Faktor pemicu gangguan jiwa meliputi faktor biologis, psikologis dan sosial budaya. Faktor biologis seperti kelainan otak organik, genetic dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan mental. Ketidakmampuan beradaptasi pada masalah yang dialami sering menimbulkan kecemasan, gangguan emosi dan juga depresi.  Jika tidak ditanggani dengan baik akan membuat individu jatuh pada gangguan jiwa. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyrakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien hemodialisa tentang kesehatan mental. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendidikan kesehatan adalah ceramah dan tanya jawab serta menggunakan media leaflet. Kegiatan diawali dengan pretes kemudian dilakukan pendidikan kesehatan dan diakhiri post test tentang kesehatan mental. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan terdapat peningkatan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa menjadi 100% (25 orang) baik. Ketua paguyuban pasien hemodialisa banana RS Siloam Kupang dapat melajutkan program edukasi masalah kesehatan mental pada pasien  HD shif berikutnya dan juga penting untuk memberikan edukasi kesehatan untuk masalah kesehatan mental agar dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Produk Holistik Nugget Nabati: Inovasi Nugget Tempe Dengan Sayuran Sebagai Makanan Alternatif Yang Kaya Protein Nabati Surya Putri, Novita; Firmanti, Tria Anisa; Wilujeng, Atik Pramesti; Syahbana, Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2816

Abstract

Perubahan gaya hidup yang memiliki pola makan yang kurang sehat. Serta gemarnya masyarakat mengkonsumsi produk siap saji diperlukan modifikasi produk pangan bahan ekonomis yang sering di konsumsi mitra yaitu produk nabati untuk di olah menyerupai produk siap saji seperti nuget. Tujuan kegiatan ini untuk memberdayakan serta meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan makanan lokal (tempe dan sayur) sebagai makanan alternatif yang kaya protein nabati. Metode yang digunakan Participatory Learning and Action (PLA). Metode PLA merupakan proses pembelajaran dengan melibatkan komunitas (masyarakat) agar berpartisipasi secara aktif dalam proses kegiatan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 2 September 2024 , yang diikuti oleh 6 orang dosen 6 orang mahasiswa. Mitra kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK Lingkungan cungking Kelurahan Mojototo Banyuwangi, terdapat 15 orang ibu yang mengikuti kegiatan ini. Hasil kegiatan ini sebelum dilakukan edukasi dilakukan pre-test tentang pengetahuan gizi, pola makan sehat, pengolahan makanan lokal dan sayuran lokal, dari hasil pre-test menunjukkan sebagaian besar mitra yaitu 9 orang (60%) memiliki pengetahuan kurang tentang pengetahuan gizi, pola makan sehat, pengolahan makanan lokal dan sayuran lokal. Setelah dilakukan pre-test mitra diberikan edukasi tentang pengenalan gizi dan pola makan sehat yang dan pengolahan tempe dan sayuran lokal dalam pemenuhan gizi. Setelah diberikan materi mitra dilakukan post-test dengan hasil sebagian besar mitra memiliki pengetahuan tentang pengetahuan gizi, pola makan sehat, pengolahan makanan lokal dan sayuran lokal baik 13 orang (87%). Mitra memahami pengenalan gizi dan pola makan dan pengolahan tempe dan sayuran lokal dalam pemenuhan gizi. Dengan adanya edukasi ini pengetahuan dan pengalaman mitra meningkat.
Socialization of 3B+A For School Age Children Prihatini, Monika Sawitri; Probowati, Ririn; Ratnawati, Mamik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2852

Abstract

Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi kita semua agar tubuh dapat tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Kita semua memerlukan zat gizi dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan namun juga tidak kekurangan. Jika mengkonsumsi makan sehari-hari kurang beranekaragam, maka akan timbul ketidakseimbangan antara masukan dan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk hidup sehat dan produktif serta akan menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu diperlukan komposisi makanan yang sesuai dengan komposisi 3B+A yaitu Beragam, Bergizi, Berimbang (3B) dan Aman (A). Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mensosialisasikan 3B+A pada anak usia sekolah agar anak dapat memahami pentingnya makan yang beragam, bergizi, berimbang dan aman. Metode pengabdian masyarakat ini dengan memberikan pendidikan kesehatan pada anak kelas 4-6 di salah satu SD di Desa Puton Kabupaten Jombang dengan jumlah 45 anak. Pemberian pendidikan kesehatan dilaksanakan di masing-masing kelas 4-6 dan setiap kelas memerlukan waktu kurang lebih 45 menit. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, anak-anak mengetahui dan memahami bahwa makanan yang dikonsumsi harus mengandung 3B+A dan anak-anak dapat melakukan penilaian sederhana bahwa yang mereka konsumsi sehari-hari belum memenuhi kriteria 3B+A. Konsumsi makanan 3B+A sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup terutama untuk anak-anak yang masih dalam fase pertumbuhan dan perkembangan agar tumbuh kembangnya dapat optimal
PENGUATAN KESEHATAN JIWA PADA REMAJA UNTUK MENCEGAH BULLYING rosmaharani, shanti; I’in Noviana; Monika Sawitri Prihatini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): JPM SEPTEMBER 2025
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v11i2.2874

Abstract

Bullying sering kali terjadi pada anak-anak maupun remaja, baik dilakukan secara individu maupun berkelompok. Remaja yang mengalami bullying memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental. Dampak yang mungkin timbul pada korban di antaranya adalah munculnya gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, dan kesulitan tidur yang dapat terbawa hingga dewasa. Penguatan kesehatan mental sekaligus pengembangan keterampilan sosial-emosional bagi remaja perlu dilakukan agar siklus kekerasan tidak terus berlanjut. Menjaga kesehatan mental, khususnya pada remaja yang sedang berada dalam fase perkembangan identitas diri, menjadi hal yang sangat penting. Dengan kondisi mental yang sehat, remaja akan lebih tahan terhadap risiko bullying, baik dalam posisi sebagai korban maupun potensi menjadi pelaku. Keadaan mental yang sehat menjaga agar individu dapat mengatasi stres secara wajar dan dapat menjalin hubungan sosial yang positif dan bermakna. Melalui kegiatan edukasi, pendampingan, dan pembinaan karakter, siswa dapat meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif bullying serta menumbuhkan sikap empati, saling menghargai, dan solidaritas antar teman sebaya. Dengan demikian, penguatan kesehatan jiwa bukan hanya berfungsi sebagai sarana pencegahan perilaku menyimpang, tetapi juga sebagai fondasi terciptanya lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan kondusif bagi perkembangan remaja secara optimal. Dengan adanya penguatan kesehatan jiwa, remaja diharapkan memiliki kemampuan mengelola emosi, meningkatkan rasa empati, dan membangun hubungan sosial yang sehat sehingga mampu mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Melalui kolaborasi berbagai pihak, tercipta lingkungan yang aman, suportif, dan kondusif bagi tumbuh kembang remaja, sekaligus memperkuat fondasi untuk mencetak generasi muda yang sehat jiwa, berkarakter positif, dan bebas dari perilaku bullying