cover
Contact Name
FAHRUDDIN KURDI
Contact Email
fahruddinkurdi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.lppmstikespemkabjombang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Published by STIKES Pemkab Jombang
ISSN : 25809156     EISSN : 26218305     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyarakat is a publication of community service activities in the health sector. The public service journal is published every six months twice a year. Public service journal published by STIKES Pemkab Jombang. The publication of this journal aims to understand and evaluate community service activities as the implementation of research results, application of appropriate technology, dissemination of innovation, and development of community empowerment model. The written articles have not been published in public service journals either nationally or internationally.
Arjuna Subject : -
Articles 268 Documents
OPTIMALISASI PERAN DAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI STIKES TELOGORJEO SEMARANG: OPTIMIZING THE ROLE AND PROGRAM OF HEALTH AND SAFETY WORK IN STIKES TELOGORJEO SEMARANG Prita Adisty Handayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.743

Abstract

Jumlah pekerja di Indonesia semakin meningkat di tiap tahunnya sehingga dapat mengakibatkan jumlah angka kesakitan pada pekerja dapat terus meningkat. Pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di area lingkungan kerja adalah untuk mengatasi masalah bahaya kerja, khususnya pada bahaya kerja psikososial yaitu stress kerja. Hasil penelitian yang digunakan sebagai dasar dalam kegiatan ini didapatkan jumlah karyawan yang mengalami stress kerja sangat berat 20%, berat 40%, sedang 20% dan ringan 20%. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyuluhan tentang program keselamatan dan kesehatan kerja dan pelaksanaan intervensi keselamatan dan kesehatan kerja berupa monitoring kesehatan dan program senam berkala di STIKES Telogorejo Semarang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mencegah masalah kesehatan yang timbul akibat stress kerja dan meningkatkan produktifitas selama bekerja. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya program keselamatan dan kesehatan kerja melalui kegiatan monitoring kesehatan dan senam secara berkala.
PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN ANAK MELALUI PROGRAM PENYULUHAN KESEHATAN GIGI (CARA GOSOK GIGI YANG BENAR) DI PASIRSARI KOTA PEKALONGAN: IMPROVEMENT OF CHILDREN'S HEALTH DEGREE THROUGH THE DENTAL HEALTH COUNSELING PROGRAM (THE CORRECT DENTAL METHOD) IN PASIRSARI, PEKALONGAN CITY Ni'matul Ulya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.755

Abstract

Ketepatan menggosok gigi adalah hal terpenting pada perawatan gigi. Menyikat gigi dengan waktu dan cara yang benar sangatlah penting karena gigi dan mulut yang sehat mencerminkan  kualitas hidup yang baik. Malas gosok gigi juga dapat menyebabkan penyakit ginggivitis, yaitu peradangan dan pembengkakan gusi yang dapat berakibat infeksi. Data Riskesdas tahun 2018 melaporkan bahwa proporsi masalah gigi dan mulut sebesar 57,6% dan yang mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi sebesar 10,2%. Adapun proporsi perilaku menyikat gigi dengan benar sebesar 2,8%.. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan mengajari anak-anak usia sekolah dasar cara menggosok gigi yang benar di lingkungan Kelurahan Pasirsari Kota Pekalongan. Pada kegiatan ini didapatkan hasil pengetahuan anak-anak sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar berpengetahuan cukup sebessar 51,3% dan setelah diberikan penyuluhan mayoritas mempunyai pengetahuan baik (54%), dan 70,3% sudah bisa menggosok gigi dengan cara yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut terus dan berkesinambungan di masyarakat, dan petugas kesehatan dapat dengan aktif melakukan pemeriksaan gigi selain di sekolah-sekolah.
EDUKASI PERAN REMAJA DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA SISWA SMA/SMK DI MALANG: THE EDUCATION OF YOUTH ROLE IN PREVENTING COVID-19 AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS IN MALANG Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nur Lailatul Masruroh; Yoyok Bekti Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.836

Abstract

COVID 19 merupakan penyakit yang bisa menyerang semua kalangan tak kecuali dengan remaja. Remaja yang terserang COVID 19, neniliki gejala ringan bahkan cenderung orang tanpa gejala. Sehingga sangat rentan untuk melakukan penyebaran COVID 19 jika tidak melakukan protocol Kesehatan dengan baik dan benar Tujuan dari pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 pada siswa siswi SMA/SMK se Malang Raya. Metode yang dilaksanakan yakni bekerja sama dengan prodi Keperawatan D3 Universitas Muhammadiyah Malang dengan melakukan zoominar dengan sasaran siswa SMK/SMA. Evaluasi yang dilakukan dengan cara memberikan post test setelah pemberian edukasi. Hasil yang didapatkan dengan cara memberikan posttest setelah pemberian edukasi, dengan hasil pengetahuan tentang peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 pada siswa siswi SMA/SMK se Malang Raya meliputi: kurang (4%), pengetahuan cukup (60%), dan baik (36%). Setelah dilakukan zoominar, pemahaman siswa dalam peran remaja dalam melakukan pencegahan COVID 19 mengalami peningkatan. Hal ini diperlukan mengingat remaja menjadi role model bagi temannya.
TERAPI NON FARMAKOLOGI SEBAGAI BENTUK SWAMEDIKASI LANSIA DALAM MANAJEMEN NYERI OSTEOARTRITIS: NON-PHARMACOLOGICAL THERAPY: ELDERLY SWAMEDICATION IN OSTEOARTHRITIS PAIN MANAGEMENT Endri Ekayamti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.878

Abstract

Lansia merupakan masa dimana orang akan mengalami penurunan akibat proses menua (aging) yang ditandai oleh perubahan fisik maupun psikologis yang akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Salah satu gangguan yang dirasakan adalah fungsi muskuloskeletal seperti nyeri sendi (osteoarthritis). Nyeri sendi pada lansia dapat diatasi secara farmakologi ataupun non farmakologi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kemampuan lansia dalam mengatasi permasalahan nyeri sendi melalui swamedikasi terapi non farmakologi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan serta pelatihan terapi non farmakologi. Pelatihan terapi non farmakologi yang diberikan meliputi senam rematik dan pembuatan obat-obat tradisonal untuk mengatasi nyeri sendi pada lansia. Kegiatan diikuti oleh 43 peserta, kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilaksanakan di posyandu lansia desa balongcapang yang didampingi oleh perawat koordinator dari puskesmas Pangkur, bidan desa, dan kader dari posyandu lansia Desa Balongcapang. Pelaksanaan evaluasi monitoring kegiatan dilakukan selama tujuh hari. Hasil kegiatan menunjukkan penyuluhan tatalaksana terapi nonfarmakologi dalam rangka menurunkan nyeri sendi sangat bermanfaat terhadap lansia, dibuktikan dengan antusiasnya peserta dalam mengikuti kegiatan mulai dari awal hingga akhir. Hasil evaluasi dari pelatihan senam rematik dan terapi herbal dengan kompres jahe sebagian besar lansia dapat mengikuti dan mempraktikkannya sendiri di rumah masing-masing, serta terbukti mampu mengurangi nyeri sendi yang dirasakan lansia.
PENINGKATAN KESEHATAN BALITA MELALUI POS GERAKAN PENANGGULANGAN STUNTING (POS GENTING) DENGAN METODE EDUKASI DI DESA PAJARAN, PETERONGAN : THE INCREASING OF HEALTH OF TODDLERS THROUGH “POS GENTING” WITH EDUCATIONAL METHOD IN PAJARAN VILLAGE, PETERONGAN I'in Noviana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.898

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang sering terjadi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia. Stunting merupakan gangguan nutrisi yang menyebabkan proses pertumbuhan dan perkembangan Balita menjadi terhambat. Beberapa hal tersebut beresiko besar terhadap masa depan Balita kedepannya, dikhawatirkan Balita akan menjadi tidak produktif. Stunting sendiri merupakan masalah yang penyebabnya sangat kompleks, yaitu dari faktor Ibu atau calon Ibu, faktor genetik, konginental, atau balita tersebut sendiri dan faktor sosial serta lingkungan. Program POS Gerakan Penanggulangan Stunting ini memiliki beberapa metode guna menangani Stunting yaitu, Edukasi guna meningkatkan pengetahuan Ibu atau Orang Tua balita mengenai stunting serta upaya pencegahannya. Mengobati serta mengembalikan status nutrisi Balita dengan Stunting. Berdasarkan hasil implementasi program dalam waktu intensif 2 bulan didapatkan bahwa metode edukasi tersebut mampu mengurangi angka kejadian Stunting, memperbaiki status nutrisi Balita dengan Stunting serta dapat memberikan Ibu atau Orang Tua Balita pengetahuan lebih mengenai Stunting dan cara untuk mengatasinya. Hal tersebut sesuai dengan penyebab Stunting bahwa perbaikan status nutrisi Balita Stunting memang penting namun perbaikan pola asuh dan peningkatan pengetahuan Ibu atau Orang Tua mengenai Stunting juga tidak kalah penting dalam upaya pencegahan Stunting. Berdasarkan hasil observasi setelah pelaksanaan program dengan pemberian edukasi yang tepat sehingga metode penanganan Stunting yang telah dilaksanakan oleh Tim mampu mengurangi angka kejadian Stunting.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG SENAM DISMENORE UNTUK MENURUNKAN DISMENORE PADA REMAJA: HEALTH EDUCATION ABOUT DYSMENORRHEA EXERCISES TO REDUCE DYSMENORRHEA IN ADOLESCENTS Rodiyah; Erika Agung Mulyaningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.900

Abstract

Pada saat menstruasi beberapa remaja mengalami dismenore. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri uterus yang bersifat siklik yang terjadi sebelum atau selama menstruasi. Remaja biasanya menggunakan minum air hangat, mengompres perut dengan botol yang diisi air hangat, minum jamu atau obat pengurang nyeri, memberikan minyak kayu putih, melakukan nafas dalam, diperiksakan ke petugas kesehatan bahkan ada yang dibiarkan saja. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan alternatif untuk penatalaksaan dismenore pada remaja. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan media zoom. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan hampir seluruhnya mahasiswi tahu tehnik non farmakologis untuk mengurangi dismenore. Senam dismenore adalah salah satu tehnik non farmakologis untuk mengurangi nyeri. Senam ini banyak keuntungannya karena selain murah juga bisa dilakukan sendiri oleh mahasiswi. Diharapkan mahasiswi bisa mengaplikasikannya ketika mengalami dismenore
SOSIALISASI KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA VAKSINASI HPV UNTUK PENCEGAHAN CA CERVIKS DI SMA BUDI UTOMO GADING MANGU PERAK KABUPATEN JOMBANG: HEALTH SOCIALIZATION ABOUT THE IMPORTANCE OF HPV VACCINATION FOR CERVICAL CANCER PREVENTION IN SMA BUDI UTOMO GADING MANGU, PERAK SUBDISTRICT JOMBANG DISTRICT Septi Fitrah Ningtyas; Niken Grah Prihartanti; Mudhawaroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2021): JPM | September 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i2.903

Abstract

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim/serviks (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% dari kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim. Tujuan dari kegiatan ini untuk Untuk mencegah terjadinya Ca cerviks dengan cara memberika sosialisasai atau penyuluhan tentang pentingnya Imunisasi HPV (Human Papiloma Virus) dalam mencegah terjadinya kejadian ca cerviks. sehingga dapat dilakukan upaya preventif dini, sehingga dapat menekan angka terjadinya Ca cerviks.Hasil dari kegiatan ini adalah Untuk mencegah terjadinya Ca cerviks maka para wanita dapat melaksanakan upaya deteksi dini dengan cara melakukan imunisasi HPV sehingga dapat dilakukan upaya preventif dini, sehingga dapat menekan angka terjadinya Ca cerviks.
MENINGKATKAN KAPASITAS LANSIA MELALUI PENYULUHAN MENGENAI GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PREVENTIF KEJADIAN DIABETES MELLITUS DI PRAKTIK BIDAN BERSAMA CITRA LESTARI, KABUPATEN BOGOR : INCREASING THE CAPACITY OF THE ELDERLY THROUGH EDUCATION ON BALANCED NUTRITION AS A PREVENTIVE EFFORT FOR THE EVENT OF DIABETES MELLITUS IN COLLECTIVE MIDWIFE PRACTICE Gracea Petricka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.770

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terkena diabetes mellitus, hal ini terjadi karena lansia mengalami berbagai penurunan fisik, psikologis, sosial, spiritual dan kultural sehingga dapat menimbulkan resiko komplikasi yang lebih memerlukan perhatian. Upaya preventif dalam pencegahan diabetes melitus pada lansia adalah dengan meningkatkan pengetahuan lansia melalui pemberian pendidikan kesehatan atau penyuluhan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan langsung di rumah masing-masing lansia. Kegiatan penyuluhan tidak dapat dilaksanakan secara bersama dengan banyak lansia dalam satu waktu dan tempat dikarenakan pandemi COVID-19. Materi penyuluhan dalam bentuk leaflet dan di presentasikan oleh pembicara. Bahan-bahan pendukung pelaksanaan kegiatan meliputi formulir registrasi, kuesioner pretest dan kuesioner posttest. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2021, berlangsung selama kurang lebih 30 menit diikuti oleh 19 orang. Evaluasi hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai posttest, yakni rata-rata 80 setelah diberi penyuluhan dari nilai rata-rata pretest 68. Tingginya jumlah penderita Diabetes Melitus diakibatkan oleh tingkat pengetahuan yang rendah dan kesadaran dalam melakukan deteksi dini penyakit Diabetes Melitus yang cukup kurang. Setelah diberikan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan mengenai gizi seimbang pada lansia tingkat pengetahuan lansia mengalami peningkatan. Pengetahuan gizi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan sikap dan perilaku seseorang terhadap makanan. The elderly are a population that vulnerable to have a diabetes mellitus. This could happens because they have experienced various physical, psychological, social, spiritual and cultural loss that leads to a risk of serious condition such as complication of illness that require more attention. Preventive care of diabetes mellitus in the elderly is manage by enhancing their knowledge through health education. This community service was held privately through door to door method at each participants’ home to avoid crowds in this COVID-19 pandemic era. The speaker explains the health education materials through a leaflet. Health educator team also bring some supported materials include registration forms, pre test and post test questionnaires that needed to be fill by the participants. This health education was held on April 10th 2021, ran for approximately 30 minutes and was attended by 19 people. Evaluation conducted shows that post test score at 80 which a significant increased compared to pre test score at 68. The increase of the number of people with diabetes mellitus was caused by the low level of knowledge and less awareness to do an early detection of diabetes mellitus. There is an enhancement of knowledge of the elderly whom participated this health education program about nutritional balance in diabetes mellitus that leads to a better health attitude and behavior.
PROGRAM PENDAMPINGAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM PRODUKSI MASKER DAN ANTISEPTIK SERTA PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI DESA KWARON : COMMUNITY GROUP ASSISTANCE PROGRAM IN THE PRODUCTION OF MASK , ANTISEPTIC AND DISINFECTANT SPRAYING IN KWARON VILLAGE Meriana Wahyu Nugroho; Niken Grah Prihartanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.795

Abstract

As one of the efforts to support and strengthen the Covid-19 prevention and control program carried out by the Government and increase the awareness of the Academic Community in preventing the spread and handling of COVID-19, it is necessary to have a community service activity that involves the role of the community. This is not only aimed at preventing the spread of Covid-19, but also to provide a stimulus for the economy of the people who are increasingly sluggish due to the pandemic. Currently, it is not only health whose condition is in the spotlight, but the community's economy is also declining so it is in dire need of activities that can help provide income. Some community service activities that can reactivate Several community service programs that can be provided for communities affected by COVID-19 include: a). mask making program; b) program for making masks; and c). disinfectant spraying program in the mosque. This activity can help the economy of the Kwaron Village community and also help implement activities that support health protocols during the pandemic.
EMPOWERMENT OF KADER POSYANDU IN PROCESSING BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) AS HERBAL PRODUCTS IN EFFORTS TO IMPROVE WOUND HEALING AND BODY ENDURANCE IN WOTGALIH VILLAGE, YOSOWILANGUN DISTRICT LUMAJANG REGENCY: PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PENGOLAHAN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) SEBAGAI PRODUK HERBAL DALAM UPAYA PENINGKATAN PENYEMBUHAN LUKA DAN DAYA TAHAN TUBUH DI DESAWOTGALIH KECAMATAN YOSOWILANGUN KABUPATEN LUMAJANG Zainal Abidin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 7 No. 3 (2021): JPM | Edisi Khusus 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v7i3.924

Abstract

Pekerjaan di areal pertanian sebagian besar dilakukan dengan metode manual (manual handling) yang berisiko menimbulkan cidera/luka. Masyarakat selama ini menganggap luka tersebut sebagai bagian risiko dari pekerjaan yang tidak diperlukan penanganan secara khusus. Padahal, luka jika tidak diatasi dengan baik akan menjadi luka infeksi yang dapat mengganggu kesehatan. Masyarakat selama ini mengenal beberapa tanaman herbal sebagai terapi komplementer, salah satunya adalah tanaman binahong (anredera cordifolia), tetapi masih belum mengetahui cara pengolahannya. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan budidaya tanaman binahong melalui program pawon urip kabupaten lumajang khususnya di Desa Wotgalih, dan Meningkatkan keterampilan Masyarakat Wotgalih dalam pemanfaatan tanaman binahong sebagai produk herbal melalui pemberdayaan kader posyandu. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 bulan, mulai April hingga Oktober 2021, dengan menggunakan metode pemberdayaan kader posyandu, yang terbagi menjadi beberapa agenda kegiatan yaitu perencanaan, penanaman bibit binahong, sosialisasi budidaya dan manfaat tanaman binahong, pelatihan kader dalam pengolahan tanaman binahong dan pelatihan tentang marketing. Dari rangkaian kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan didapatkan hasil keberdayaan kader posyandu dalam pengolahan tanaman binahong menjadi produk herbal secara mandiri, dan dihasilkan produk olahan binahong meliputi tapel, instan, serbuk dan pudding binahong.