cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 973 Documents
KONTEKS INTERAKTIF DALAM ILMU KOMUNIKASI Basuki, Maryono
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i5.198

Abstract

Para pemuka komunikasi a.l.Katherine Miller (Texas AM University), Stephen W.Littlejohn (Albuquerque, New Meexico), dan E.M.Griffin (Wheaton College) dalam buku aktual mereka (edisi 2002 dan 2003) dengan topik Communication Teory, dalam versi penyajian yang agak berbeda, menyatakan bahwa contextual themes of communication theories hanyalah interpersonal relationships, group decision making, organizational networks, dan media (mass communication). Saya beranggapan bahwa one of the important theme of contextual communication in connection with modern society is missing. Interactive theme sebagai kajian tema konstektual komunikasi tidak dibahas. Tema interaktif ni seyogyanya tidak hanya dibahas sebagai sebuah kajian khusus namun lebih jauh juga dimanfaatkan dalam pengajaran komunikasi (E-Learning) dalam suatu lembaga cyber university atau cyber university atau cyber fakulty. Selanjutnya komunikasi masih perlu mendaoat kontribusi dari para ahli dan profesional disiplin lain.
PERENCANAAN DAN STRATEGI KOMUNIKASI JARINGAN FRANCHISE WARUNG TEGAL KHARISMA BAHARI Agus Hitopa Sukma; Iswahyu Pranawukir
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 19, No. 2 December 2020
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/.v19i2.1159

Abstract

In Jakarta, the image of the Tegal warung which is synonymous with the lower-class consumer segmentation has slowly begun to change, since the Kharisma Bahari franchise has begun to offer a new concept in the tegal shop business. This shop has tried digital services to improve its consumer segmentation services. The research objective is to know the planning and communication strategy of the Warung Tegal Kharisma Bahari (WTKB) franchise network in increasing consumer segmentation. The research method is descriptive qualitative and the interview process is carried out through data classification and cross check theory. The results showed that there was a dynamic communication strategy of the WTKB franchise network in increasing the resources of WTKB actors. At the initial stage the pull model is used, then the push model, followed by the pass. Pull, by accommodating all the aspirations and inspirations of WTKB actors to find a solution, while push, a cultural change communication strategy sells through the 5R messages: Concise, Neat, Clean, Careful and Diligent. Communication barriers include cultural, educational and personal aspects. While the supporting aspect is the operational field of WTKB which has been attached to all levels of society as a traditional cheap food which is a cost-effective solution.
TOLAK UKUR KEBERHASILAN PENCAPAIAN KOMPETENSI DALAM PENDIDIKAN KOMUNIKASI *SEBUAH RENUNGAN Basuki, Maryono
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 3, No 10 (2004)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v3i10.341

Abstract

Bagaimana cara mengukur keberhasilan pencapaian kompetensi dalam pendidikan komunikasi? Sebuah pertanyaan besar, karena penentuan kompetensi lazimnya (tradisional) masih abstrak, ditambah lagi obyek dan lingkup studi komunikasi pun sangat maya. Bagaimana merealisasikansistem kompetensi pendidikan sebagai penyempurnaan sistem ke (sedang penyelenggaraan sistem ks sendiri masih compang-camping)?
FAKTOR DAN IMPLIKASI DARI PERKAWINAN DINI DAN KEHAMILAN REMAJA DITINJAU DARI SUDUT KOMUNIKASI ISLAM Abdikoro, HM
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 9, No 30 (2010)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v9i30.413

Abstract

FAKTOR DAN IMPLIKASI DARI PERKAWINAN DINI DAN KEHAMILAN REMAJA DITINJAU DARI SUDUT KOMUNIKASI ISLAM
COMMUNICATION IN SCIENCE'S TRAJECTORY Interdiciplinary study of Communication. Mathematic, and Philosophy Wuryanta, A.G Eka Wenats
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 8, No 27 (2009)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v8i27.301

Abstract

the process of communication science maturity there are three sciences that giving a huge contribution. Those are political science. sociology, and psychology. There are also undeniable contribution from another science like mathematical science (like Shannon 'use lo explain the basic process of comnnmication), linguistic (which help communication science lo understand message characteristic on language), biology (which help us to see that conununication is a system of communication net that related one and another). By understand of the roofs and significant contribution from several sciences to science. we have to understand that communication science is cm interdiciplinary science. The link between conununication and those diciplines outside the communication science make it really clear that communication are such as emergent science.
STRATEGI PROGRESIF CSR PERSEROAN INDOSIAR DALAM MERAIH PENGHARGAAN ASIA RESPONSIBILITY ENTREPRENEURSHIP AWARD Ingratubun, Adrian
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v16i1.3

Abstract

Wujud tanggung jawab sosial Perseroan Indosiar dimulai sejak awal pendirian, berangkat dari lingkungan sekitar dan terus berkembang hingga menggapai seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Perseroan sebagai media penyampai informasi yang memiliki kemampuan menjangkau jutaan pemirsa secara cepat pada saat yang bersamaan, Perseroan senantiasa merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi lebih bagi masyarakat Indonesia. Dengan dana yang berasal dari Perseroan dan kedermawanan sosial masyarakat (filantropi) yang digalang oleh Perseroan sebagai wujud kepedulian sosial serta bagian dari fungsi dan peran sosial media massa. Perseroan menyelenggarakan tiga program, CSRnya, yaitu : Peduli Kasih, Kita Peduli, dan Peduli Komunitas. Salah satu aspek penting yang diangkat penulis dalam melakukan penelitian dimaksud adalah lebih menekankan kegiatan Peduli Kasih dan melihat tentang keberhasilan Indosiar dalam meraih penghargaan AREA tahun 2013 dengan kategori Health Promotion melalui kegiatan ndosiar Warnai Indonesia (Indosiar colors Indonesia), dalam rangka HUT Indosiar ke-18
RADIO SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI Sugijono, Sugijono
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 2, No 5 (2003)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v2i5.209

Abstract

Faktor lain yang perlu mendapatkan perhatian dalam menganalisa kata yang diucapkan dalam siaran radio, ialah bahwa kata yang disiarkan cepat sampai kepada pendengar. Kata-kata yangdisiarkan pada detik yangsama dapat didengar ditempat-tempat yang jauh oleh ribuan dan bahkan jutaan orang secara simultan. Inilah yangdisebut II immediacy II atau lebih tegas lagi " absolute immediacy ". Faktor abso- lute immediacy ini harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seorang broadcaster. Kelebihaninilah yang dapat kita mamfaatkan dewasa ini.Namun jangan dilupakan radio yang hanya mengandalkan satu indera yaitu telinga sering mengundang salah tafsir. Kata-kata yang diucapkan memang memiliki kekuatan pengaruh psychologisyang lebihcepat, lebih mendalam daripada kata-kata tertulis. Kata-kata yang diucapkan lebih mudah dan lebih cepat merangsang emosi, tetapi juga lebih mudah disalah tafsirkan ataupun disalah fahamkan. Hal ini tidak hanya disebabkan karena sifat kata itu sendiri, lebih-lebihkata yang dipancarkan lewat gelombang radio yang memiliki karakteristik sendiri ( FM, AM,SW LW ). Telinga yang menjadi satu-satunya alat indera kita gunakan menangkap pesan radio terkadang menangkap dengan setengah-setengah atau tidak bekerja dengan sempurna sehingga menimbulkan salah dengar dan salah tafsir.Dalam kehidupan sehari-hari, dalam percakapan kita sering memilih kata-kata tertentu, yang mengandung bunyi atau suara yang mempunyai kekuatan. Lihat permainan pantun. Mengingat adanya peranan kekuatan kata maka seorang broad- caster harus bersikap hati-hati dalam memilih dan menggunakan kata-kata. Proses Komunikasi Melalui Siaran RadioSeperti telah disinggung diawal pembahasan kita komunikasi akan berhasil jika pengirim ( komunikator) dan penerima ( komunikan) terdapat saling pengertian. Tingkat yang lebih jauh ialah mereka dapat menyetujui dan menerima pesan yang disampaikan. Keadaan tersebut dapat terjadi jika mereka yang terlibat dalam komunikasi tersebut memiliki frame of referensi yang sama dan perhatian dan kebutuhan yang sama. Pendeknya keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh beberapa factor. Bagi siaran radio keberhasilan berkomunikasi banyak ditentukan oleh cara-cara penyampaian, persentasi, cara-cara yang digunakan orang yang bekerja dibelakang mikrofon.
KONSTRUKSI PERAN POLITIK PEREMPUAN DI MEDIA nurkholisoh, nurkholisoh
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 14, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v14i4.130

Abstract

Media memiliki peran penting dalam membangun realitas sosial, salah satunya adalah realitas perempuan. Pa-triarki yang telah menjadi arus utama dalam kehidupan sosial dan budaya di masyarakat, sadar atau tidak, telah menciptakan infrastruktur peradaban manusia menjadi berjenis kelamin laki-laki, termasuk dalam kehidupan politik. Politik sering diidentifikasi sebagai dunia laki-laki yang kejam dan keras, dan dianggap tidak cocok un-tuk perempuan yang identik dengan kelembutan, sehingga kehadiran perempuan sering diremehkan dalam dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi peran politik perempuan di media. Dasar teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial yang dikemukakan oleh Berger dan Luck-mann. Mereka mengatakan bahwa realitas sosial terdiri dari tiga jenis, yaitu realitas subjektif, realitas objektif dan realitas simbolik. Sementara itu, Shoemaker dan Reese menyebutkan dua konsep utama dalam melihat refleksi realitas di media, yaitu konsep media aktif dan konsep media pasif. Penelitian ini menggunakan paradigma kon-struktivisme dengan teknik analisis data menggunakan metode analisis framing dari Gamson dan Modigliani. Ada dua cara bagaimana ide sentral diterjemahkan ke dalam teks berita, yang pertama adalah framing perangkat dan kedua penalaran perangkat. Unit analisis dalam penelitian ini adalah teks berita tentang peran politik perem-puan di majalah FEMINA edisi Maret 2014 sampai Mei 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framingyang dilakukan oleh majalah FEMINA telah mengkonstruksi perempuan sebagai individu yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik, tetapi juga intelektual dan mampu berperan aktif dalam politik. Selain itu, untuk memperkuat konstruksi yang dilakukan, majalah FEMINA juga melengkapi tulisan-tulisannya dengan penalaran perangkat yang sangat menarik serta menyoroti prestasi perempuan dalam politik tanpa melupakan kodrat mereka sebagai perempuan yang memiliki kewajiban terhadap keluarga, baik sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka
ANALISIS RESEPSI REMAJA KOTA SAMPIT MENGENAI KEBERAGAMAN DI MEDIA Anastasia Yuni Widyaningrum; Mateus Yumarnamto; V Luluk Prijambodo
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 19, No. 1 June 2020
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v19i1.1002

Abstract

The aim of the study is to reveal the viewpoints of adolescents as media audiences, how they interpret their lives in the midst of Indonesia's diversity. The method used is Reception Analysis using encoding and decoding models from Stuart Hall. The subjects of the study were 9 Sampit City teenagers aged 15-18 years with a diversity of sex, religion, and ethnicity. While the concept used is the study of Indonesian-ness, imagined communities, nation and state and identity. The results showed that adolescents in Sampit City were traumatized by stories of riots based on ethnic sentiment as told by parents, based on YouTube's content and also through the context of the 2017 local election reporting. Ethnic sentiments still exist because the content on YouTube allows them to reconnect with the 2001 conflict. So the dominant meaning of hegemonic is that they agree that Indonesia's diverse ethnic situation can lead to conflict and is easily used by irresponsible groups. The next meaning on the negotiating side is that prejudice and stereotyping occur in Sampit, respectively. To eliminate the trauma of ethnic conflict, they hope that more activities will involve cultural gatherings.
Konsepsi Manajemen Perubahan Anggraini, Siti
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 7, No 23 (2008)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v7i23.351

Abstract

All institutions live and perform in two time periods: : today and tomorrow. Tomorrow is being made today-irevocably in most cases. In turbulent times managers can not assume that tomorrow will be an extensionof today. On the contrary, they must manage of "change" as an opportunity and change as a treat.

Filter by Year

2002 2025


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 18, No 1 (2019) Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 17, No. 2 December 2018 Vol 17, No 2 (2018) Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 17, No 1 (2018) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue