cover
Contact Name
Marfin Lawalata
Contact Email
marfin.lawalata@faperta.unpatti.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrilan@faperta.unpatti.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 23025352     EISSN : 25497677     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 168 Documents
MODAL SOSIAL DAN KEMISKINAN DI DESA KILMASA, KECAMATAN KORMOMOLIN, KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT (STUDI KASUS: KELOMPOK TANI BAWANG MERAH DI DESA KILMASA) Jeret Sair Sabono; Wardis Girsang; Stephen F W Thenu
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 1 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.597 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v6i1.340

Abstract

Kemiskinan hingga saat ini masih merupakan masalah yang belum dapat diselesaikan karena memiliki faktor penyebab yang multidimensi.Salah satu modal yang berperan dalam pengentasan kemiskinan adalah modal sosial.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat modal sosial pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa, 2) mengetahui tingkat kemiskinan pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa, 3) mengetahui hubungan antara modal sosial dan kemiskinan di lokasi penelitian dan 4) mengetahui strategi pengentasan kemiskinan berbasis modal sosial pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, modal sosial pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa masuk kategori sedang.Tingkat kemiskinan pada kelompok tani bawang merah di Desa Kilmasa berdasarkan konsep subyektif, kriteria Sayogyo, Biro Pusat Statistik dan Bank Dunia masing-masing 0 persen, 73 persen, 70 persen dan 93 persen. Kemiskinan di lokasi penelitian berkaitan dengan kemiskinan pendapatan yang disebabkan oleh luas lahan yang sempit serta pola produksi yang masih bersifat musiman. Strategi pengentasan kemiskinan berbasis modal sosial dilakukan melalui: 1) Pemantapan modal sosial dalam kelompok tani bawang merah, 2) Pembangunan saluran irigasi, 3) Sosialisasi dan pelatihan teknik budidaya bawang merah dan 4) Kerjasama antar petani dengan pemerintah desa, pedagang dan Dinas Pertanian setempat.
PANGAN LOKAL BERBASIS UBI KAYU DITINJAUDARI SEGI PRODUKSI DAN KONSUMSI(STUDI KASUS DESA WAAI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH) Marfin Lawalata; Johanna M Luhukay
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 1 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.484 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v6i1.807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar kemampuan produksi serat ubikayu (Gepe) per musim tanam, berapa besar pendapatan dan mendeskripsikan pola konsumsi masyarakat terhadap pangan lokal berbahan dasar serat ubi kayu (Gepe). Hasil penelitian menunjukan bahwa Produksi rata-rata per musim tanam  sebanyak 347  buah gepe, akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp.8.680.488,-. Pendapatan dari hasil pengolahan gepe adalah sebesar Rp. 8.282.329,-/ Musim Tanam. Kansumi hasil olahan gepe masih diminati oleh orang tua, dari 43 responden yang diwancarai terdiri dari 41 petani pengrajin yang juga mengkonsumsi dan 2 orang konsumen yang berhasil diwawancarai, 10 orang atau 23,25 mengatakan bahwa dalam sehari kurang dari lima kali mereka mengkonsumsi produk olahan dari seratubi kayu (Gepe) dan kemungkinan besar disajikan pada makan siang dan makan malam. Sebanyak 4 orang mengatakan mereka mengkonsumsi lebih dari 6 kali sehari, tidak hanya sebatas pada makan siang dan makan malam, tetapi juga disediakan pada saat pagi hari dan sore hari, bahkan tidak jarang dijadikan bekal pada saat mengolah lahan atau berusahatani. Bahkan setiap hari kasoami selalu ada dan dihidangkan diatas meja makan menurut 24 orang responden atau 55,81persen.
PERAN PANGAN LOKAL DI NEGERI RIRING KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Beatrix Dewi Latue; August E Pattiselanno; Aprodhite M Sahusilawane
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 2 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v6i2.804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan peran pangan lokal bagi kehidupan masyarakat setempat. Metode pengambilan sampel yang digunakan untuk mengetahui peran  dan pemanfaatan pangan lokal yaitu metode proposive sampling. Penelitian ini akan menggunakan 2 metode analisis data, yaitu metode analisis kuantitatif karena menggunakan latar ilmiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi, dan metode kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif, karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pemanfaatan pangan lokal yang di olah menjadi produk olahan oleh masyarakat setempat namun karena alat pengolahannya masih tradisional dan belum modern jadi mereka hanya mampu mengolahnya menjadi produk olahan yang seadannya sja, salah satunya yaitu diolah menjadi keripik dan kue sagus, selain itu peran pangan lokal juga dianggap baik oleh masyarakat setempat, yaitu dapat dilihat dari segi ekonomi, segi sosial budaya dan segi kesehatan, karena itu masyarakat setempat memilih dan mempertahangkan pangan lokal sebagai makanan pokok.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK JUS PALA KUD TOMASIWA MORELLA DI KOTA AMBON Masitha Iskandar; Martha Turukay; Ester D Leatemia
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 3 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v6i3.806

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD) Tomasiwa merupakan salah satu unit usaha yang memproduksi jus pala Morella Kabupaten Maluku Tengah, yang dapat ditemukan dikalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan dalam membeli jus pala, dan tingkat kepuasan konsumen dalam mengkonsumsi jus pala. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder kemudian dianalisis menggunakan skala likert. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang responden menggunakan Teknik convenience sampling.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian melewati beberapa tahapan, yaitu tahapan pengenalan kebutuhan produk yang dikonsumsi oleh konsumen, pencarian informasi melalui saudara/keluarga yang banyak mendominasi (60%), evaluasi alternatif (harga 17%, Kualitas 40%, tempat tinggal/kerja 30%, rasa 13%), proses pembelian dan evaluasi pasca pembelian secara terencana (57%). Perhitungan kepuasan konsumen menggunakan metode Customer Satisfaction Index didapatkan hasil kepuasan konsumen jus pala Morella yaitu sebesar 76,84%.
DUSUNG SEBAGAI STRATEGI NAFKAH DAN RESILIENSI (STUDI KASUS NEGERI PAPERU KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH) Lisapaly, Michael; Pattinama, Marcus J; Thenu, Stephen F. W.
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 2 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v6i2.797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dusung sebagai konsep strategi nafkah dan resiliensi masyarakat yang ada di negeri paperu Kecamatan Saparua. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan dusung yang ada di negeri paperu sebagai sumber nafkah rumahtangga dan tetap bertahan dalam menghadapi setiap kebutuhan hidup kedepan.  Konsep strategi nafkah memiliki empat bagian yaitu, 1. Intensifikasi strategi, 2. Extensifikasi strategi, 3. Deversifikasi nafkah, 4. Rekayasa spasial (migrasi) sedangkan resiliensinya memiliki 4 tahapan yaitu, 1. Belajar hidup dalam perubahan dan ketidakpastian, 2. Mengembangkan deversitas bagi reorganisasi dan pembaruan, 3. Mengkombinasikan berbagai macam pengetahuan, 4. Mengkreasi kemungkinan bagi pengorganisasian diri. Penelitain ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitan ini menunjukan bahwa dusung sebagai strategi nafkah dan resiliensi, memiliki peran sebagi pengembagan hidup untuk tetap bertahan dalam setiap kondisi dan ketidakpastian. Kesimpulannya adalah dusung dimanfaatkan sebagai dapur kehidupan masyarakat untuk hidup yang akan datang.
STRATEGI NAFKAH DAN KEMISKINAN DI KEPULAUAN TANIMBAR (STUDI KASUS RUMAH TANGGA PETANI DI DESA LELINGLUAN KECAMATAN TANIMBAR UTARA KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR Teriola, Etha Wulandari; Girsang, Wardis; Wenno, Noviar F
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 2 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v6i2.805

Abstract

Umumnya aktivitas atau usaha masyarakat di suatu daerah yang banyak dilakukan adalah disektor pertanian. Rumah tangga petani pada umumnya bekerja sebagai petani dan bertahan hidup dari hasil pertanian, namun pendapatan dari sektor pertanian belum bisa memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga mereka, sehingga mereka melakukan aktivitas (pekerjaan) lain di luar sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber nafkah rumah tangga petani serta tingkat kemiskinan rumah tangga petani. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber nafkah rumah tangga petani berasal dari sektor pertanian dan non pertanian dan tingkat kemiskinan pada rumah tangga petani di Desa Lelingluan berdasarkan kriteria BPS 23 persen tergolong miskin dan kriteria sayogyo 0 persen tergolong miskin.
STRATEGI NAFKAH KELUARGA PADA KAWASAN WISATA PANTAI DI DESA LUMASEBU KECAMATAN KORMOMOLIN KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Franklyn J Heumasse; August E Pattiselanno; Noviar F Wenno
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 1 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.401 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v6i1.344

Abstract

Petani di Desa Lumasebu pada dasarnya mencari dan memenuhi setiap kebutuhan keluarga dari sektor pertanian dan sektor perikanan. Semakin banyaknya kebutuhan keluarga dan adanya budaya sasi mengakibatkan petani memanfaatkan tempat wisata pantai untuk melakukan usaha warung atau kios. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi nafkah yang dilakukan keluarga petani dalam mempertahankan hidup pada kawasan wisata pantai. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus sebanyak 14 keluarga dari 158 keluarga yang melakukan usaha pada kawasan wisata pantai. Data diolah dan dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan strategi nafkah yang digunakan ada dua yaitu stategi strategi akumulasi modal dan strategi konsolidasi.. Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa strategi nafkah digunakan responden untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat serta keinginan untuk mengembangkan usaha sehingga memperoleh tingkat pendapatan yang lebih baik.
STRATEGI NAFKAH GANDA MASYARAKAT PESISIR DI NEGERI PAPERU KECAMATAN SAPARUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Taib Malik; August E Pattiselanno; Junianita F Sopamena
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 2 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v6i2.799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi nafkah ganda masyarakat pesisir. Metodologi wawancara dan observasi lapangan digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah informan sebanyak 30 orang yang merupakan Keluarga Nelayan di  Negeri Paperu. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kolaborasi strategi nafkah masyarakat pesisir berasal dari beberapa strategi nafkah ganda seperti On Farm yaitu hasil dari cakupan pertanian seperti hasil dari dusun, perkebunan dan pesisir, Off Farm yaitu hasil upah yang didapatkan dari sektor jasa di dalam cakupan pertanian seperti menjaga perkebunan atau penangkaran ikan milik orang lain, dan Non Farm yaitu hasil upah yang didapatkan dari sektor jasa di luar cakupan pertanian seperti hasil dari membuka kios, jasa angkutan umum, Pegawai Negeri dan lain-lain. Ketiga strategi nafkah ganda ini digunakan dikarenakan faktor tingginya kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi terutama pendidikan anak. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu kolaborasi strategi nafkah responden yang mengelola wilayah pesisir di Negeri Paperu sangatlah beragam.
SISTEM PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI NEGERI RIRING KECAMATAN TANIWEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Yulius A Latue; Marcus J Pattinama; Marfin Lawalata
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 6, No 3 (2018): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrilan.v6i3.389

Abstract

Agroforestri merupakan salah satu bentuk usaha pertanian yang bersifat tradisional yang terjadi pada masyarakat Negeri Riring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tiga hal yakni: Untuk mengidentifikasi karakteristik petani, tipe agroforestri dan dampak ekonomi dari sistem pengelolaan agroforestri di Negeri Riring. Berdasarkan hasil penelitian dilapangan, penerapan sistem pengelolaan agroforestri di Negeri Riring berdasarkan komponen penyusunnya yaitu tipe agrisilvikultural yaitu kombinasi pohon kayu, tanaman buah-buahan, tanaman perkebunan dan tanaman semusim. Dampak penerapan sistem pengelolaan agroforestri di Negeri Riring adalah pendapatan yang bervariasi (dampak ekonomi), keperluan perumahan dan meningkatkan status sosial dikalangan masyarakat. Budaya gotong royong dapat membantu masyarakat Riring untuk melakukan suatu usaha pertanian yang  merupakan salah satu kekuatan untuk selalu menjaga dan memperkuat ikatan kekeluargaan sebagai masyarakat adat (sosial budaya) dan mencegah terjadinya erosi (dampak ekologi). Nilai ekonomi produk agroforestri yang memberikan kontribusi lebih bagi pendapatan masyarakat Negeri Riring adalah cengkih 37,32 persen dan salak sebesar 22,91 persen. Sedangkan kontribusi dari sistem pengelolaan agroforestri untuk pendapatan petani di Negeri Riring adalah sebesar 97,55 persen.
KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN BUAH–BUAHAN DI PASAR MARDIKA KOTA AMBON Margaretha Pattiasina; Michael Tantoly
Agrilan : Jurnal Agribisnis Kepulauan Vol 7, No 3 (2019): AGRILAN : Jurnal Agribisnis Kepulauan
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.54 KB) | DOI: 10.30598/agrilan.v7i3.957

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen dalam pembelian buah-buahan di Pasar Mardika. Sampel ditentukan dengan menggunakan metode accidental sampling sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden buah-buahan (semangka, pisang dan papaya) di pasar Mardika didominasi perempuan (74%) sebagai ibu rumah tangga yang berumur 21 – 40 tahun (66,66%) dan sudah menikah (71%) dengan tingkat pendidikan SMU (80%), dengan tingkat pendapatan didominasi pendapatan terendah yaitu <  Rp 2.000.000 per bulan dan memiliki tingkat pengetahunan yang cukup tentang kesadaran gizi dan manfaat buah-buahan bagi kesehatan.  Keputusan responden membeli buah-buahan di pasar Mardika ditentukan oleh kualitas buah yang bagus.  50 responden ( 76%), 30 responden (46%) dan 40 responden (61%) berturut-turut sangat setuju kualitas buah semangka, pisang dan papaya bagus. Sedangkan sebanyak 55 responden (83,33%), 58 responden (87,88%), dan 50 responden (75,76%) berturut-turut menyatakan bahwa harga semangka, pisang dan pepaya murah. Sebanyak 50 responden (76%), 22 responden (33%) dan 39 responden (59%) berturut-turut menyatakan sangat setuju untuk tempat penjualan karena tempat berada pada jalan raya yang dapat dilalui dengan berbagai kendaraan dan juga dekat dengan terminal bus. 

Page 4 of 17 | Total Record : 168