cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
ANALISIS BIAYA KEUNTUNGAN DEVELOPER DARI HARGA JUAL BERBAGAI TIPE RUMAH PADA BANGUNAN PERUMAHAN Wahyu Ramadhan; Yervi Hesna
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.867 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.2.25-30.2014

Abstract

Kawasan perkotaan yang berkembang pesat dengan beragam aktivitas menyebabkan kebutuhan masyarakat akan rumah menjadi meningkat. Alternatif mencapai keinginan tersebut yaitu dengan membeli rumah dari pihak pengembang perumahan. Developer atau pengembang perumahan akan berusaha menyediakan rumah dengan berbagai tipe rumah yang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi biaya yang diperhitungkan kemudian didapatkan titik impas serta keuntungan tiap tipe rumah dengan mengambil data 3 (tiga) tipe rumah yang berbeda di Kota Pekanbaru. Dari hasil analisa break even point untuk rumah tipe 40/128 m2 mencapai titik impas pada Rp.3.232.600.000 (18 Unit), Tipe 75/120 m2 Versailes sebesar Rp.826.960.000 (2 unit), dan tipe 150/155 m2 Lux sebesar Rp.2.866.200.000 (3 unit). Berdasarkan hasil analisa break even point, maka diperoleh keuntungan dari tiap tipe rumah masing-masing yaitu sebesar Rp.1.201.892.432 (Tipe 40/128 m2), Rp.2.300.483.160 (Tipe 75/120 m2Versailes), dan Rp 4.838.821.300 (Tipe 150/155 m2Lux). Hasil penelitian menunjukan bahwa membangun rumah dengan tipe dan ukuran yang kecil, developer akan mendapatkan keuntungan yang lebih kecil dibandingkan dengan membangun rumah dengan tipe dan ukuran menengah dan besar. Dengan menjual rumah tipe 75/120 m2 keuntungan developer yang diperoleh hanya sebesar 20,66% dibandingkan dengan membangun tipe rumah 75/120 m2 Versailes dan tipe rumah 150/155 m2didapatkan keuntungan sebesar 95,08% dan 69,51 % Keywords: Biaya, Break Even Point, Keuntungan, Developer.
Evaluasi dan Perencanaan Lampu Lalu Lintas Pada Simpang Jalan Syekh Umar Khalil-Bypass Kota Padang Titi Kurniati; Abdul Latif; Elsa Eka Putri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.043 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.49-64.2020

Abstract

Kemacetan yang sering terjadi pada simpang Jalan Syekh Umar Khalil-Bypass Kota Padang menimbulkan terjadinya antrian dan tundaan pada salah satu simpang yang sangat panjang. Maka dilakukanlah evaluasi dan perencanaan lampu lalu lintas untuk mangatasi permasalahan yang terjadi. Survei dilakukan dengan merekam lalu lintas kendaraan dengan menggunakan kamera yang ditempatkan pada persimpangan. Pengambilan data dilaksanakan selama enam jam setiap hari selama dua hari kerja, yaitu 2 jam pagi hari (pukul 07.00 – 09.00), 2 jam siang hari (pukul 12.00 – 14.00), dan 2 jam sore hari (pukul 16.00 – 18.00) pada hari Senin dan Kamis. Kemudian tiap jalur dibagi menjadi beberapa sektor sesuai dengan arah jalan per 15 menit. Dari data per 15 menit tersebut direkap dalam 1 jam, lalu diambil jam puncaknya untuk dianalisa. Perhitungan parameter perencanaan berdasarkan MKJI 1997. Hasil yang didapat pada kondisi eksisting untuk nilai derajat kejenuhan masing-masing pendekat Utara, Selatan dan Timur telah melewati batas jenuh (DS>0,75), sehingga diusulkan 4 jenis perancangan untuk meningkatkan kinerja simpang. Alternatif 1, pelebaran jalur pendekat, alternatif 2, pengaturan simpang menjadi 2 fase, alternatif 3, pengaturan simpang 2 fase dan pelebaran sedangkan alternatif 4 adalah dengan menutup simpang. Hasil perhitungan menunjukan, perencanaan optimum adalah alternatif 3 dan 4.
Improving Strength of Porous Asphalt: A Nano Material Experimental Approach Rani Pradoto; Eliza Puri; Tri Hadinata; Qinthara D Rahman; Ryan Muhammad Az-zuchruf
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.225 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.2.75-89.2019

Abstract

Porous asphalt (PA) has potential to be utilized in many urban area in Indonesia which often faced high street runoff during rainy season. PA can be a solution for storm water management. A typical porous pavement has an open-graded surface over an underlying stone recharge bed. The water drains through the porous asphalt and into the stone bed, then, slowly, infiltrates into the soil. However, despite of the benefit of porous asphalt, there is still weaknesses, such as less of service life than dense-graded asphalt due to its lower durability and strength. In order to improve durability and strength of PA, this study investigates the effect of utilizing fly ash (FA) class F in porous asphalt (PA) mixture as replacement in aggregate gradation and perform as filler. Mechanical activation (grinding) of fly ash was performed resulting in reduction of particle size. This material gives more strength since the more of surface area that can bind in finer particle size. Utilizing fly ash into nanomaterial is one of the methods for this study. Material approaches for nanomaterial were proposed by breaking up larger particles with physical processes such as grinding or milling. This is called mechanical activation. Since asphalt pen 60/70 is mainly binder material in Indonesia, it is used as the default for all samples in this experiment. The optimum bitumen content (OBC) was determined for all the mix by Marshall mix design. In view of the nanomaterial approach, samples were then prepared for the same optimum bitumen content (5.85%) by using Bina-Marga’s PA standard in control mix as well as natural FA and modified FA as alternative filler in modified mixes. modified FA itself has been milled using transversal ball mill machine for 3 to 6 hours. This experimental study indicated higher stability value and reduction of permeability with the same OBC for the mixture having modified FA as filler content in comparison with standard mix and natural FA mix. All sample conformed with Indonesian asphalt porous Specification. This trends will become as a starting point for improvement in the future research. For further research, binder modification with added material such as rubber or nanoparticles are highly recommended to improve strength and durability of asphalt porous. However, another method need to be proposed for reduction of particle size in fly ash into nanomaterial range.
Optimasi Komposisi Pasir, Foam Agent dan Suhu Curing Pada Sintesis Beton Ringan Selular Geopolimer Dengan Pendekatan Metode Taguchi Ndaru Candra Sukmana; Eky Masbuchin; Ufafa Anggarini
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.776 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.1-11.2020

Abstract

Beton ringan geopolimer telah disintesis dengan abu layang kelas C (fly ash class C) sebagai sumber aluminosilikat dan penambahan foam agent sebagai agen pembentuk pori dengan metode CLC (Celular Lightweight Concrete). Sintesis geopolimer dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan metode Taguchi, yaitu metode perbaikan produk dengan biaya dan sumber daya seminal mungkin. Faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah rasio penambahan pasir, rasio foam agent, dan kondisi suhu curing. Metode ini dijalankan untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh signifilkan terhadap kuat tekan geopolimer melalui analisis ANOVA dan menentukan level optimum dari setiap faktor yang berpengaruh dalam sintesis geopolimer melalui nilai Signal to Noise Ratio (SNR) dengan karakteristik larger is better. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh pada kuat tekan adalah faktor perbandingan volume antara foam terhadap campuran pasir dan pasta geopolimer. Komposisi optimum diperoleh dengan kombinasi rasio pasir tehadap pasta geopolimer sebesar 1:1, rasio foam terhadap pasir dan pasta sebesar 1:1 serta suhu curing sebesar 25 oC sehingga menghasilkan nilai kuat tekan rata-rata maksimum sebesar 63 kg/cm2.
Desain Kolam Retensi Pada Daerah Aliran Sungai Bekala Asril Zevri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.403 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.2.90-102.2019

Abstract

Kota Medan merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara yang mengalami perubahan tata guna lahan akibat adanya pertambahan jumlah penduduk dengan tingkat kelahiran yang cukup tinggi. Perubahan tata guna lahan di sekitar DAS memberikan dampak yang buruk terhadap kemampuan menampung debit aliran. DAS Deli menjadi salah satu DAS yang mencakup wilayah Kota Medan dengan memiliki beberapa Sub Das salah satunya yaitu Sub DAS Bekala. Musim hujan dengan intensitas yang tinggi dan waktu yang lama mengakibatkan wilayah Kota Medan berubah menjadi daerah genangan banjir akibat meluapnya tinggi muka air banjir khususnya Sungai Bekala. Dampak banjir yang terjadi mengakibatkan kerugian bagi masyarakat di Kota Medan sehingga perlu adanya solusi yang efektif dalam pengendalian banjir Kota Medan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan desain kolam retensi di DAS Bekala berdasarkan debit banjir kala ulang dengan debit kapasitas penampang Sungai Bekala. Lingkup kegiatan dalam penelitian ini yaitu menganalisa curah hujan harian rata-rata maksimum DAS Bekala, curah hujan harian maksimum kala ulang 2 s/d 100 tahun, debit banjir kala ulang 2 s/d 100 tahun, debit kolam retensi, dan desain kolam retensi.  Hasil analisa studi menjelaskan yaitu debit kolam retensi DAS Bekala mencapai 94.37 m3/det dengan lama waktu puncak banjir 3.37 jam. Simulasi volume total tampungan kolam retensi DAS Bekala mencapai 907,769.80 m3 dengan rencana dimensi luasan 50 ha dan tinggi 1.82 m. Rencana dimensi bangunan intake lebar 4 m, bukaan pintu 3 m, dan tinggi 4 m dengan jumlah sebanyak 3-unit dan dimensi bangunan pintu penguras lebar 2 m, bukaan pintu 0.5 m, dan tinggi 1 m sebanyak 1 unit.
Pengaruh Waktu Terhadap Daya Dukung Fondasi Tiang Pada Tanah Lunak Dengan Variasi Kekasaran Zoni Satria; Ferry Fatnanta; Soewignjo Agus Nugroho
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8405.467 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.12-24.2020

Abstract

Kapasitas daya dukung tanah lunak sangat kecil, untuk peningkatan daya dukung digunakan fondasi tiang friksi yang menggunakan kekasaran permukaan tiang dengan waktu pemancangan yang telah ditentukan yaitu 0, 4, 8, 16, 32, dan 64 hari. Tujuan penelitian ini adalah Menentukan seberapa besar peningkatan kapasitas daya dukung fondasi tiang dengan variasi kekasaran permukaan tiang dan waktu pengujian pembebanan. Pengujian pembebanan menggunkan metode CRP (Constant Rate of Penetration Method) sedangkan untuk interpretasi kapasitas aksial tiang pancang menggunakan metode Terzaghi dan Peck. Semua variasi waktu akan dianalisis dan dibandingkan hasil daya dukung aksial dari fondasi tiang polos, kekasaran spasi dan kekasaran penuh. Hasil penelitian menunjukan peningkatan daya dukung selalu meningakat dari umur 0 sampai 64 hari. Kapasitas daya dukung fondasi tiang terbesar terdapat pada tiang kekasaran spasi yaitu 55,9 N. tiang kekasaran penuh sebesar 54,5 N dan tiang polos sebesar 22,8 N. Faktor peningkatan daya dukung (∆10) tiang polos sebesar 0,04,  tiang spasi 0,07 dan tiang penuh 0,09 dengan waktu referensi (t0) = 1 hari. Faktor peningkatan (∆10 ) menunjukan faktor peningkatan kapasitas daya dukung tiang seiringnya dengan pertambahan waktu. 
Analisis Keselamatan Jalan Pada Tikungan Berdasarkan Jari-jari dan Kemiringan Melintang Tikungan Desi Widianty; Rohani Rohani; IDM Alit Karyawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.291 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.2.103-114.2019

Abstract

Jari-jari dan kemiringan melintang tikungan merupakan faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas bila tidak sesuai dengan standar. Ruas jalan Mataram-Senggigi-Pemenang yang menghubungkan antara kota Mataram menuju Pantai Senggigi dan Gili Trawangan banyak dijumpai tikungan tajam dan tanjakan yang tinggi. Tikungan tajam akan mengurangi jarak pandangan pengemudi dan menimbulkan gaya sentrifugal yang besar. Oleh karena itu lokasi ini perlu dilakukan analisis keselamatan terutama pada daerah tikungan yaitu mengetahui besarnya peluang terjadi kecelakaan dan menentukan kategori resiko kecelakaan  ditinjau dari jari-jari dan kemiringan melintang tikungan dan selanjutnya dijadikan dasar untuk melakukan penanganan. Parameter yang digunakan meliputi jari-jari tikungan dan kemiringan melintang jalan. Besarnya jari-jari tikungan di lapangan diperoleh dari gambar situasi jalan hasil survay topografi, kemiringan melintang jalan diperoleh dari perbedaan elevasi sisi jalan  serta data kecelakaan kecelakaan yang terjadi pada lokasi penelitian.  Analisis data berupa analisis jari-jari tikungan, kemiringan melintang jalan, dampak keparahan korban kecelakaan, defisiensi, peluang kecelakaan, kategori resiko kecelakaan lalu lintas. Hasil penelitian didapatkan  bahwa, tikungan yang berada di sepanjang ruas jalan Mataram-Senggigi-Pemenang sebesar 92,85% memiliki jari-jari tikungan yang berpeluang terjadi kecelakaan antara 10 – 15 kali per tahun. Sebanyak 71,43% tikungan termasuk kategori sangat berbahaya yaitu Batu Layar (STA 6+400), Batu Bolong (STA7+600), Senggigi Sunset (STA 11+100), Puri Permata (STA 12+900), Sebelum Jembatan (STA 15+600), Setelah Jembatan (STA 15+900), Villa Hantu (STA 18+400), Sebelum Malimbu (STA 18+700), Amarsvati (STA 21+500), dan Nipah (STA 24+000). Akibat faktor kemiringan melintang jalan terdapat 14,29% tikungan berpeluang terjadi kecelakaan kurang dari 3 kali per tahun serta hanya tikungan Amarsvati (STA 21+500) termasuk kategori cukup berbahaya dan yang lainnya aman. Beberapa solusi untuk mengurangi peluang dan resiko kecelakaan adalah memperbesar jari-jari tikungan, memasang cermin tikungan, rambu pembatas kecepatan, rambu adanya tikungan tajam, lampu penerangan dan guardrail. Khusus tikungan Setelah Malimbu dan Amarsvati juga perlu menaikkan elevasi jalan dari sisi dalam tikungan sehingga kemiringan melintang dibawah 10 %. Dari 14 tikungan yang ditinjau secara rata-rata memiliki nilai resiko sebesar 305.71 dengan kategori bahaya, dimana perlu penanganan teknis yang terjadwal maksimum 2 bulan sekali sejak hasil audit disetujui.
Kerentanan Kawasan Permukiman Rawan Banjir Kampung Kolam Kelurahan Tanjungpinang Barat Tanjungpinang Rian Robianto; Mussadun Mussadun
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.182 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.25-37.2020

Abstract

Tanjungpinang Barat adalah salah satu kelurahan pesisir yang sering dilanda banjir. Sebanyak 80% dari kawasan permukimannya selalu tergenangi air karena kawasan tersebut memiliki kontur yang lebih rendah dari daerah sekitarnya. Kawasan Kampung Kolam, Jalan Sulaiman Abdullah memiliki keterpaparan  genangan air hingga lebih dari satu meter. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui  tingkat kerentanan masyarakat dikawasan banjir sehingga dapat menjadi pertimbangan dalam penanganannya. Pendekatan yang digunakan adalah konsep kerentanan IPCC yaitu Exposure, Sensitivity, Capacity Adaptive  karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik bencana yang terjadi. Penilaian tingkat kerentanan  dilakukan secara kuantitatif dengan Weighted And Scoring Analisys. Dari hasil analisis temukan bahwa dari 80 responden rumah tangga terdapat sembilan responden yang berada pada kuadran tiga, dua responden berada pada kuadran empat dan enam puluh sembilan responden berada pada kuadran lima. Hal tersebut menunjukan 11,25% responden memiliki tingkat kerentanan sedang kemudian 2,5% responden memiliki kerentanan tinggi dan 86,25% responden memiliki kerentanan yang sangat tinggi. Dari hasil penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa kerentanan yang terjadi di masyarakat Kampung Kolam telah berada pada tingkat yang sangat tinggi, namun hal tersebut tidak membuat masyarakat untuk pindah ke tempat yang lebih aman dan memilih untuk tetap bertahan serta berupaya untuk beradaptasi dengan ancaman yang datang.  Adaptasi yang dilakukan cenderung dengan melakukan peninggian bangunan, membuat tanggul pembatas di pintu rumah dan melakukan peninggian terhadap barang furnitur di rumah masing masing. Adapun penanganan kawasan yang direkomendasikan adalah peremajaan kawasan pada RT.03/RW.06 dan RT.05/RW.07 dan pemugaran kawasan pada RT.02/RW.06, RT.05/RW.06, RT.03/RW.07, RT.04/RW.07. Sedangkan penanganan kawasan dengan pendekatan adaptasi dilakukan peningkatan kapasitas komunitas maupun individu dalam penguatan perekonomian dan pendapatan, pendidikan, kelembagaan yang aktif hingga pengembangan sistem peringatan banjir skala kawasan.
Evaluasi dan Proyeksi Kebutuhan Bangunan Terminal Bandar Udara Internasional Kualanamu Andi Asri Permatasari; Ari Sandhyavitri; Alfian Malik
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.266 KB) | DOI: 10.25077/jrs.15.2.115-128.2019

Abstract

Bandara Internasional Kualanamu yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara memiliki luas eksisting (2016) seluas 118.930 m2 yang berkapasitas 8,9 juta penumpang per tahunnya yang dapat menampung penumpang pada jam sibuk sebanyak 4.134 penumpang. Hal ini menyebabkan kekhawatiran akan kapasitas bangunan terminal yang tidak dapat melayani kebutuhan penumpang pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membuat proyeksi rencana kebutuhan bangunan terminal penumpang (2020-2030). Metodologi statistik regresi linier berganda diaplikasikan dalam membuat proyeksi penumpang ini. Volume penumpang dipakai sebagai variabel terikat (dependent variable).  Adapun jumlah penduduk (Pdd) Provinsi Sumatera Utara dan  PDRB Perkapita atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 (Pkt) Provinsi Sumatera Utara sebagai variabel bebas (independent variable) dengan bantuan program SPSS versi 23.0 serta Microsoft Excel maka dihasilakan, PDRB Perkapita (atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010) berpenaruh kuat pada pertumbuhan penumpang domestic.  Persamaan proyeksi volume penumpang = -9.098.309,11 + 0,498 Pkt dengan R2 0,935. Berdasarkan KP Nomor 482 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Bandar Udara (RIB) Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara digarisbawahi pentingnya pengembangan Bandar udara ini dimasa yang akan datang. Berdasarkan RIB dan penelitian ini pengembangan  luasan bangunan terminal ini perlu dibuat secara bertahap. Rencana tahap 1 (2020-2025) diproyeksi kebutuhan luas bangunan terminal adalah 154.700 m2 dan untuk pengembangan tahap 2 (tahun 2025-2030) kebutuhan bangunan terminal adalah seluas 223.000 m2.
Aplikasi Metode Rapid Visual Screening (RVS) Dalam Monitoring Kerentanan Bangunan Pemerintahan di Indragiri Hulu Sri Agustin; Zulfikar Djauhari; Reni Suryanita
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.652 KB) | DOI: 10.25077/jrs.16.1.38-48.2020

Abstract

Rapid Visual Screening (RVS) adalah sebuah metode peninjauan kondisi bangunan terhadap gempa secara visual, menggunakan formulir analisis khusus yang merangkum seluruh hasil tinjauan visual dan menghasilkan nilai akhir (final score) minimal 2 (dua) untuk kondisi bangunan yang aman terhadap bahaya gempa. Nilai akhir RVS berdasarkan FEMA 154 dengan ketentuan jika final score kurang dari 2 (dua) maka gedung dinyatakan perlu dievaluasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko bangunan gedung pemerintahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu terhadap bahaya gempa dan menentukan final score sebagai keluaran dari metode Rapid Visual Screening (RVS). Pengamatan bangunan dilakukan terhadap 4 gedung pemerintahan yaitu Kantor Bupati, Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dan Bangunan SD Negeri 006 Rengat. Hasil Respons Spektral MCE perioda pendek dengan redaman 5% (Ss) dan Respons Spektral MCE perioda 1 detik dengan redaman 5% (S1)  pada penelitian ini berada di tingkat Moderate Seismicity. Berdasarkan analisis kondisi bangunan, gedung-gedung yang diamati pada penelitian ini tergolong ke dalam kondisi tidak beresiko terhadap gempa bumi. Hal ini dibuktikan dari seluruh final score berada di atas angka 2 (dua). Dengan demikian dapat disimpulkan bangunan gedung pemerintahan pada penelitian ini berada pada kondisi aman dari bahaya risiko gempa.