cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Studi Pengaruh Curah Hujan Terhadap Stabilitas Lereng Menggunakan Program Perisi Elpita Aisah; Nurly Gofar
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.133-147.2022

Abstract

Hujan merupakan salah satu penyebab keruntuhan lereng. Infiltrasi hujan ke dalam tanah dapat meningkatkan kadar air tanah, menurunkan tekanan air pori negatif, dan meningkatkan berat isi tanah atau bahkan menaikkan muka air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi lereng di sepanjang Jalan Lematang Kota Pagar Alam, meliputi geometri dan kondisi tanah serta menganalisis curah hujan yang dapat mempengaruhi stabilitas lereng. Pengamatan dan analisis stabilitas dilakukan pada enam titik sepanjang jalan tersebut. Pengamatan awal dan pengujian laboratorium menunjukkan bahwa tanah pembentuk lereng adalah lempung dan lanau dengan plastisitas rendah. Sudut kemiringan lereng berkisar antara 27o hingga 39o, dan panjang lereng antara 60 dan 350 m. Analisis stabilitas menggunakan Metode Bischop menunjukkan bahwa secara umum lereng tidak stabil (FOS < 1,5), meskipun secara visual lereng dalam kondisi baik. Oleh karena itu, dipasang rambu peringatan untuk memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati. Dalam studi ini. program PERISI digunakan untuk mengevaluasi apakah hujan dapat mempengaruhi stabilitas lereng di masa yang akan datang. Program ini mengasumsikan panjang lereng tidak terhingga dan dikembangkan berdasarkan konsep tanah tak jenuh. Program ini membutuhkan tiga input yaitu: geometri lereng, IDF yang dihitung berdasarkan curah hujan yang tercatat di stasiun curah hujan Pagar Alam selama 30 tahun (1985 – 2015), dan karakteristik tanah yang diwakili oleh SWCC dan fungsi konduktivitas hidrolik, serta kekuatan geser tanah tak jenuh. Dari analisis menggunakan PERISI dengan hisapan awal -30 kPa didapatkan bahwa lereng dalam kondisi aman. Kondisi ekstrim disimulasikan dengan menerapkan curah hujan dengan durasi 30 hari berdasarkan IDF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan faktor keamanan yang signifikan pada kedalaman 0 – 5 m. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan IDF curah hujan dengan intensitas 24 mm/hari selama 30 hari tidak menyebabkan terjadinya longsor di Jalan Lematang Kota Pagaralam.
Identifikasi Faktor Penyebab Penurunan Badan Jalan (Settlement) di Km. 128 Ruas Jalan Pekanbaru – Taluk Kuantan Muhammad Taufik; Muhardi Muhardi; Muhamad Yusa
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.80-90.2022

Abstract

Ruas jalan Pekanbaru Taluk Kuantan sebagian besar melewati daerah perbukitan dengan kemiringan lereng sekitar 30o – 70o. Sepanjang daerah perbukitan ini merupakan daerah rawan longsor namun sejauh ini longsor yang terjadi masih bisa segera diatasi karena volumenya tidak besar. Hanya saja ada satu titik lokasi yang selalu bermasalah yaitu di Km. 128.  Pada lokasi ini selalu terjadi penurunan badan jalan dan miring ke arah sungai meskipun telah berulangkali diperbaiki. Usaha penanggulangan terakhir yang dilakukan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktora Jenderal Bina Marga Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Riau adalah membangun lantai bertiang sepanjang 85 m dan dinding penahan tanah dengan fondasi tiang pancang sepanjang 120 m pada sisi arah sungai. Pada saat pelaksanaan, curah hujan cukup tinggi sehingga terjadi longsor yang mengakibatkan tiang-tiang pancang yang telah terpasang banyak yang bergeser sehingga perlu dilakukan penambahan titik pemancangan. Untuk mengetahui penyebab terjadinya penurunan badan jalan pada Km. 128 ini perlu diketahui struktur lapisan tanah bawah permukaan. Penelitian dilakukan dengan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner – Schlumberger. Metode ini dapat memetakan struktur lapisan tanah bawah permukaan secara horizontal dan vertikal dengan baik. Hasil interpretasi geolistrik menunjukkan pada kedalaman 4,5 m terdapat lapisan lempung lunak dengan kadar air tinggi setebal + 10,5 m. Lapisan ini sangat labil apabila di atasnya bertambah bebannya. Lapisan ini diduga menjadi penyebab terjadinya penurunan badan jalan. Lapisan ini mempunyai permeabilitas yang sangat rendah sehingga air terakumulasi di dalamnya dan dapat mendorong lapisan ini ke bawah. Lapisan ini juga diduga penyebab bergesernya tiang pancang yang telah dipancang. Di bawah lapisan tanah lempung lunak ini adalah tanah lempung kelanauan dan kepasiran dengan warna abu-abu dan sangat padat.
Analisis Hubungan Kemampuan Dan Pengalaman Pekerja Konstruksi Terhadap Sertifikasi Kompetensi Jasa Konstruksi Embun Sari Ayu; Indra Khaidir; Willy Widrev
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.91-101.2022

Abstract

Sebagian besar tenaga kerja konstruksi di Indonesia merupakan tenaga ahli yang belum memiliki banyak pengalaman. Secara keseluruhan, bagian terbesar dari tenaga kerja terampilan maupun tenaga ahli tersebut berpendidikan sekolah dasar ke bawah. Masalah yang timbul adalah banyak diantara para pekerja tersebut tumbuh dan berkembang tanpa melalui proses yang didukung oleh pengetahuan teknik yang cukup. Undang-undang No. 2 tahun 2017 yang mengatur jasa konstruksi, dimana pada pasal 70 mengatakan bahwa dalam bidang jasa konstruksi mewajibkan setiap tenaga kerja memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja. Untuk itu dilakukan Penelitian kepada penyebaran tenaga kerja di Kota Padang dilihat dari sertifikasi, pengalaman, dengan memberikan gambaran mengenai hubungan kemampuan dan pengalaman tukang tradisional dalam bekerja terhadap sertifikasi kompetensi jasa konstruksi dengan melakukan penyebaran kuesioner pada proyek konstruksi di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan informasi pada pemerintah daerah Provinsi Sumatera Barat pada umumnya dan Kota Padang pada khususnya mengenai tingkat kualifikasi tenaga kerja yang tersedia sehingga dapat dilakukan evaluasi kembali mengenai tindakan sesuai dengan pasal 2 tahun 2017 mengenai jasa konstruksi. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data kuantitatif dengan hasil pengisian interpretasi persoalan sebagai instrumen penelitian. Metode yang digunakan berupa pengisian kuesioner dengan koresponden kepala tukang dan tukang (batu, kayu, besi/beton) pada proyek konstruksi di Kota Padang. Pengambilan sampel dilakukan pada 7 proyek dengan jumlah responden 90 orang yang terdiri dari mandor, tukang dan pekerja. Data yang diperoleh di analisis dengan uji statistik deskriptif dan uji instrumen. Berdasarkan hasil analisa penyebaran tenaga kerja di Kota Padang adalah tenaga kerja yang memiliki sertifikasi dengan persentase 34%, sedangkan yang belum bersertifikasi sebesar 66% dengan tingkat pengalaman responden selama < 1 tahun sebesar 36 % > 1 tahun sebesar 64%.
Studi Penggunaan Serbuk Bata Merah sebagai Substitusi Filler dalam Campuran Aspal Aminsyah, Muhammad; Aryanti, Riza
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.148-155.2022

Abstract

Perkerasan jalan yang bermutu baik sangat menunjang bagi kehidupan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Batu bata adalah unsur bahan bangunan yang digunakan untuk pembuatan konstruksi bangunan, dibuat dari tanah liat (lempung) dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar pada suhu yang cukup tinggi hingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air. Indonesia termasuk negara yang memiliki keanekaragaman material dan sumber daya alam yang tinggi, seperti didaerah tertentu terdapat daerah penghasil tanah lempung yang merupakan bahan pembuat bata merah. Serbuk bata merah bisa didapatkan dari sisa di pabrik bata, pada gudang-gudang  penyimpanan bata, pecahan atau brankal bata yang dihancurkan.Hal ini dapat digunakan sebagai bahan pengganti filller dalam campuran aspal pada perkerasan lentur jalan raya. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui karakteristik campuran serbuk bata merah sebagai substitusi  filler yang  menggunakan aspal minyak sebagai bahan pengikatnya sehingga dapat membarikan masukan atau pengetahuan dengan menggunakan bahan lain sebagai subsitusi filler pada perkerasan lentur yang mudah didapatkan pada daerah tertentu untuk pekerjaan konstruksi khususnya perkerasan jalan raya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan  serbuk bata merah sebagai bahan subtitusi filler pada perkerasan lentur spesifikasi Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC), mempunyai nilai Parameter Marshall yang rendah dari nilai Parameter Marshall campuran pembanding. Dengan variasi filler serbuk bata, campuran terbaiknya menggunakan kadar aspal optimum 7,2%. Walaupun kinerjanya lebih rendah dari campuran pembanding dapat dimaksimalkan pengunaannya sebagai lapisan pada perkerasan lentur jalan raya pada kondisi beban lalulintas tertentu sehingga dapat juga bermanfaat untuk menggunakan sumber daya alam lain yang banyak terdapat pada daerah tertentu di Indonesia.
Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Campuran Ferronickle Slag Dan Kalium Serta Natrium Hidroksida Aswin Lim; Evan Darian
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.202-213.2022

Abstract

Tanah lunak merupakan salah satu tanah yang bermasalah pada dunia konstruksi karena memiliki kuat geser tanah yang rendah serta kompresibilitas yang tinggi. Perbaikan tanah merupakan salah satu solusi untuk menghadapi masalah ini. Pada penelitian ini, tanah Kaolin digunakan untuk memodelkan karakteristik tanah lunak. Material ferronickel slag yang merupakan limbah produksi nikel digunakan sebagai binding agent, pengganti semen yang sudah sering digunakan untuk perbaikan tanah. Selain itu, larutan alkali (kalium hidroksida dan natrium hidroksida) yang memiliki konsentrasi tinggi digunakan sebagai aktivator untuk mengaktivasi kaolin sehingga terjadi proses pembentukan geopolimer. Pada penelitian ini, massa slag yang digunakan adalah 10% dari massa kaolin, sedangkan larutan alkali yang digunakan adalah dengan variasi 6 M, 8M, dan 10M. Setelah kaolin dicampur dengan komposisi yang ditentukan, dilakukan masa curing selama 7, 14, dan 28 hari sebelum sampel dilakukan uji kuat tekan bebas. Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa larutan natrium hidroksida lebih efektif digunakan sebagai aktivator, serta kuat tekan bebas sampel paling tinggi berada pada masa sampel berumur 28 hari setinggi 933 kPa dengan konsentrasi 8M. Sedangkan, nilai kuat tekan bebas dengan larutan kalium hidroksida adalah 896 kPa dengan konsentrasi 10M. Selanjutnya, uji Scanning Electron Microscope  dan X-Ray Fluoresence Spectrometer juga dilakukan pada menginvestigasi ikatan kimia yang terjadi pada sampel. Dari uji SEM dan XRF, terbukti juga sampel campuran membentuk gugus/ikatan geopolymer, dan reaksi kimia terjadi. Penambahan Kalium Hidroksida akan menambah senyawa K2O, dan penambahan natrium hidroksida akan menambah senyawa Na2O. Hal ini dapat menjelaskan alasan meningkatnya kuat tekan bebas tanah campuran.
Analisis Kinerja Biaya Pada Kontraktor Dengan Nilai Kontrak Di Bawah 80% Hps Pada Proyek Pengaman Pantai Kiki Patricia Dewi; Budi Susetyo
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.214-221.2022

Abstract

Pesisir pantai merupakan transisi antara daratan dan lautan yang telah menciptakan ekosistem yang beragam dan produktif, sehingga memiliki nilai ekonomi yang luar biasa bagi manusia. Nilai tersebut terus meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan kegiatan pembangunan sosial ekonomi tapi seiring dengan waktu nilai tersebut berkurang karena adanya kerusakan, baik yang disebabkan oleh manusia maupun terjadi secara alami. Pantai mengalami abrasi, semakin sempit dan berpotensi membahayakan penduduk sekitarnya. Dalam rangka pengendalian daya rusak air laut tersebut, pemerintah membangun berbagai infrastruktur pengaman pantai yang tersebar di beberapa wilayah pesisir Indonesia. Penyediaan bangunan infrastruktur dengan APBN tentunya harus di mulai dari proses pengadaan barang/jasa untuk mendapatkan penawaran yang value for money. Permasalahan yang terjadi saat ini pada saat proses tender terdapat kecenderungan penawaran kontraktor memiliki selisih yang jauh dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS), yaitu di bawah 80% dari HPS, dan kondisi ini terjadi sebanyak hampir 95% dari jumlah keseluruhan paket pengaman pantai. Fenomena ini menjadi perhatian dari berbagai pihak, dikuatirkan pelaksanaan pekerjaan menjadi berisiko karena Kontraktor akan kesulitan dalam mengelola anggaran proyek atau mengajukan penambahan biaya saat pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini  menganalisis kinerja Kontraktor yang memiliki nilai kontrak dengan nilai di bawah 80% dari HPS pada aspek pengendalian biaya, dengan cara pengukuran data melalui kuisioner dan pengolahan data. Hasil penelitian menghasilkan bahwa kinerja Kontraktor yang menawar dan berkontrak dengan nilai di bawah 80% HPS untuk kriteria Pengendalian Biaya  mendapat penilaian Baik sebesar 56,41%.
Studi Awal Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Perkerasan Kaku Di Atas Tanah Lempung Ekspansif Iman Haryanto; Heru Budi Utomo
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.165-177.2022

Abstract

Perubahan iklim berpotensi merusak infrastruktur termasuk struktur perkerasan kaku. Perkerasan yang dibangun pada tanah dasar tanah eskpansif rentan terhadap kerusakan, termasuk pumping. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dampak perubahan iklim terhadap struktur perkerasan kaku. Data suhu udara dan curah hujan tahunan rerata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah 26,71C dan 200,13 mm. Proyeksi perubahan iklim Bank Dunia menyebutkan bahwa pada periode 2080-an suhu udara meningkat 0,3C per dekade dan curah hujan tahunan rerata menurun 15%. Metode yang digunakan adalah Thornthwaite Moisture Index (TMI) (sebagai indikator penciri iklim) dan metode empiris untuk menghitung jumlah kerusakan level 3 (parah) akibat pumping. Lima tipe perkerasan kaku yang terdapat dalam Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dipelajari sebagai obyek studi. Beberapa hasil studi adalah sebagai berikut. Perubahan TMI pada tahun 1976, 2016, 2019, dan 2080-an adalah 36,8; 48,07; 6,71; dan 57,54. Pumping index sebesar = 134 in3 per in length dapat menghasilkan variasi void depths > 5 cm, sehingga perkerasan kaku dapat mengalami kehilangan dukungan (loss of support). Perubahan iklim meningkatkan pumping perkerasan kaku tanpa tulangan antara 1832%. Lima tipe perkerasan kaku yang terdapat MDP 2017 memiliki pumping index kurang dari 134 in3 per in length, sehingga perubahan iklim diperkirakan tidak mengakibatkan tipikal perkerasan kaku standar di Indonesia mengalami kehilangan dukungan (loss of support). Perkerasan kaku tanpa tulangan terindikasi lebih mudah mengalami pumping erosion akibat perubahan iklim daripada perkerasan kaku dengan tulangan
Properties of Calcined Oebelo Red Soil Modified Fly Ash based Geopolymer Andrie Harmaji; Partogi Hasudungan Simatupang; Ruslan Ramang; Ari Esclesias Sinaga
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.222-229.2022

Abstract

Research on fly ash has developed rapidly in recent years, one of which is its use as an environmentally friendly geopolymer concrete material. This research study the effect of calcination temperature and duration of red soil to compressive strength and setting time of fly ash based geopolymer paste. The red soil calcination process was carried out with variations in temperature of 400°C, 600°C, and 800°C for 4 and 8 hours of calcination. The activator solution was prepared by mixing a solution of NaOH with a solution of Na2SiO3 with a 1:1 composition. Sample treatment was carried out in 2 types, with ambient curing type and dry curing type. From the results of this study, the fastest setting time and maximum compressive strength of geopolymer paste of 23.14 MPa achieved at 800°C red soil calcination at 8 hours, and dry curing.
Tinjauan Kapasitas Sistem Drainase di Perumahan Center Park Palembang Menggunakan PCSWMM M. Baitullah Al Amin; Helmi Haki; Febrinasti Alia
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.178-193.2022

Abstract

This research focuses on reviewing the drainage system's capacity in Alang-Alang Lebar Center Park Residential Area, Palembang City. Several spots in this area are frequently flooded, especially during heavy rainfall. Field surveys were conducted to acquire the required data, such as topographic maps, aerial photographs, dimensions, and elevations of drainage channels. This research uses the maximum daily rainfall data recorded at the Sultan Mahmud Badaruddin II Airport station for 25 years (1996 – 2020). The return periods used to determine the magnitude of 3 hours-design rainfall are 2 and 5 years. The hydrodynamic simulation of the drainage system was carried out with an integrated 1D-2D model using PCSWMM 2021 Professional 2D version 7.4. The simulation results show flooding occurred in the Willow, Cassia, Bougenville, and Amaryllis blocks. The most significant overflow occurred in the Willow block, causing flood inundation with a maximum height of 0.1 m. Recommendations for increasing the capacity of the drainage system to prevent flood overflows are by enlarging several secondary channels and adding culverts to divert some of the flow discharge in a channel so that it is distributed to other channels. The results of this study are expected to confirm the capability of the PCSWMM model in the design and evaluation of drainage systems in urban areas. Also, the results of this study are expected to emphasize the importance of the role of the hydrodynamic model as a tool for planning the capacity of an adequate drainage system.
Pemeriksaan Standar Pelayanan Gerbang Tol Pasteur 1 Ditinjau Dari Kecepatan Transaksi Angga Marditama Sultan Sufanir; Dwi Rahma Shaumi; Vivi Rifanda Aulia Siregar
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 18, No 3 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.3.194-201.2022

Abstract

Jalan tol adalah jalan umum yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Penyelenggaraan jalan tol harus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol yang terdiri dari ukuran jenis dan mutu pelayanan dasar yang harus dicapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa pemenuhan substansi pelayanan aksesibilitas berdasarkan indikator kecepatan transaksi rata-rata pada Gerbang Tol (GT) Pasteur 1 mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 16/PRT/M/2014 tentang SPM Jalan Tol. GT Pasteur 1 yang dioperasikan mulai tahun 2018 merupakan gardu masuk yang terdiri dari tujuh Gardu Tol Otomatis (GTO) dengan pembagian dua GTO untuk kendaraan multi golongan dan lima GTO khusus untuk kendaraan golongan I selain bus. Untuk memperoleh data kecepatan transaksi rata-rata pada setiap GTO, maka dilakukan survei waktu transaksi pada hari Senin sampai dengan hari Minggu dengan waktu pagi dan sore hari. Data hasil survei waktu transaksi kendaraan pada masing-masing GTO ditulis dalam formulir survei, selanjutnya dilakukan pemilahan data untuk memisahkan data transaksi yang gagal agar tidak disertakan dalam pengolahan data. Pengolahan data dilakukan dengan cara memilah data hasil survei waktu transaksi yang memenuhi SPM Jalan Tol, yaitu maksimal 4 detik untuk setiap kendaraan. Kemudian mengukur populasi pencapaian SPM Jalan Tol, dimana pada gerbang tol yang memiliki GTO masuk ≥ 5 gardu disyaratkan 80 % waktu transaksi harus memenuhi SPM Jalan Tol. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah kendaraan yang memiliki waktu transaksi ≤ 4 detik, diperoleh persentasenya berkisar antara 80% sampai dengan 100% dari populasi, maka dapat disimpulkan bahwa GT Pasteur 1 memenuhi SPM Jalan Tol ditinjau dari kecepatan transaksi rata-rata. Waktu transaksi rata-rata dihitung dengan cara membagi jumlah waktu transaksi dengan jumlah kendaraan, dapat dilihat waktu transaksi rata-rata pada GTO 1 dan GTO 2 lebih besar nilainya dibanding dengan GTO lainnya, hal ini disebabkan karena GTO 1 dan GTO 2 merupakan gardu tol multi golongan yang dapat melayani kendaraan besar. Waktu transaksi kendaraan besar lebih lama dibanding kendaraan kecil, karena dimensi kendaraan dan berat muatan yang menyebabkan jalannya menjadi lebih lambat ketika berada di GTO.