cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Surya Masyarakat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019" : 10 Documents clear
Pencegahan Gerakan Radikalisme melalui Penanaman Ideologi Pancasila dan Budaya Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas Iwan Satriawan; Muhammad Nur Islami; Tanto Lailam
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.048 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.99-110

Abstract

Pengabdian ini memfokuskan pada upaya pencegahan gerakan radikalisme melalui penanaman ideologi Pancasila dan budaya sadar konstitusi berbasis komunitas. Komunitas yang dipilih adalah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bangunjiwo Barat, Banguntapan IV dan Sidokarto. Persoalan komunitas masyarakat saat ini adalah adanya gerakan-gerakan radikalisme yang memiliki agenda terselubung yang menggerogoti nilai-nilai Pancasila - memecah belah bangsa Indonesia, melemahkan persatuan dan kesatuan – merusak kebhinekaan yang sejak Indonesia berdiri telah menjadi konsensus bersama. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pengabdian berupa: (1) Pelatihan Pencegahan Radikalisme melalui Penanaman Ideologi Pancasila dan Budaya Sadar Konstitusi yang dilakukan di 3 tempat, yakni: di Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bangunjiwo Barat, Banguntapan IV dan Sidokarto. Pelatihan ini memfokuskan pada penguatan pemahaman Pancasila dan budaya sadar konstitusi serta strategi pencegahan radikalisme di Indonesia; (2) ToT Pencegahan Radikalisme melalui Penanaman Ideologi Pancasila dan Budaya Sadar Konstitusi. Training of Trainer ini merupakan lanjutan dari pelatihan pada PRM yang dilakukan sebelumnya. Adapaun materi dalam ToT ini meliputi: Pemahaman Ideologi Bernegara Menurut Muhammadiyah dan Sikap Bernegara Muhammadiyah; Pencegahan Radikalisme melalui Kewajiban Bela Negara dalam kehidupan beragama; Advokasi Kebijakan dan Hukum terkait Gerakan Radikalisme. ToT ini dilakukan agar peserta memiliki kemampuan untuk menjadi pelatih yang memiliki pemahaman dan sikap bahwa radikalisme/ terorisme harus dicegah sedemikian rupa dengan berbagai kegiatan pencegahan. Kegiatan pencegahan tersebut merupakan bentuk bela negara warga negara yang baik demi menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya dengan melakukan pencegahan gerakan radikalisme di masing-masing komunitas.Kata kunci: Pancasila, budaya sadar konstitusi, radikalisme, terorisme, pencegahan.AbstractThe community service program aims to prevent radicalism movement through inculculating state ideology, Pancasila and building awareness on understanding more about Constitution among the community. In this program, Muhammadiyah branches at some villages in Yogyakarta are selected to be the pilot project. They are Muhammadiyah branch of Sidokarto, Banguntapan IV and Bangunjiwo Barat. These area are considered as some villages that are susceptible for penetrating radicalist movement ideology which threaten the state ideology, Pancasila as the result of national political consensus of Indonesia since 1945. The program is divided into two activities, 1) training for understanding Pancasila and preventing radicalism. The program focuses on how to improve the level of understading of Muhammadiyah actisvits on the phenomena of radicalist movement in the society. The participants are also guided by the understanding Pancasila as the state ideology. 2) Training of Trainers for understanding Pancasila and the 1945 Constitution. This program is more focused on developing the understanding of participants on Pancasila and the 1945 Constitution. The participants are also equipped with basic skill on how to advocate the rights of people in combating radicalism. It is expected that the program educates the Muhammadiyah activists to be the agent of combating radicalism as well as protecting the society.
Aplikasi Antioksidan Alami Daun Sukun Fermentasi terhadap Produktivitas Itik di KTTI “Unggas Jaya” Elly Tugiyanti; Sigit Mugiyono; Ibnu Harisulistyawan
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.485 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.132-138

Abstract

Dilatarbelakangi kondisi petani  di pedesaan yang pendapatannya rendah dan  umumnya petani mempunyai usaha sampingan yaitu beternak. Beternak yang erat kaitannya dengan kehidupan petani adalah beternak itik. Di desa Pegalongan kecamatan Patikraja terdapat Kelompok tani ternak itik (KTTI) yang masih aktif,  yaitu KTTI “Unggas Jaya”.  Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra adalah pengadaan bibit, harga pakan, performan itik, harga jual telur dan itik afkir rendah,  Solusinya menggunakan daun sukun fermentasi yang berpotensi sebagai bahan pakan itik berkualitas, karena murah, mudah didapat, mengandung vitamin E,C dan A, mineral, antioksidan dan senyawa aktif  lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh ternak itik. Antioksidannya dapat meningkatkan performan, kesehatan, kualitas produk sehingga aman dan berkualitas. Metode untuk memecahkan masalah di kelompok mitra melalui alih tehnologi, praktek (IB, penetasan, fermentasi, pengolahan dan pengemasan produk), evaluasi, pendampingan dan pengkaderan. Target luaran adalah produk, artikel ilmiah popular. Hasil dari demo yang sudah dilakukan adalah : pertumbuhan itik lebih baik daripada sebelumnya, itik lebih sehat-sehat, petani sudah mampu melakukan IB,  fertilitas telur hasil IB tinggi yaitu pemeliharaan pejantan lebih dihemat dan peternak dapat menetaskan telur menggunakan mesin tetas.Kata kunci: karkas itik; keamanan pangan; antioksidan; daun sukun, fermentasiAbstractThe background is the low income of farmers in rural areas and side business of farmers is raising livestock. Duck raising was closed with farmer lifes. There are active duck farmer groups (KTTI), namely the "Unggas Jaya" in Pegalongan village, Patikraja sub-district. The problems in farmer group are procurement of day old duck, feed prices, duck performance, low selling prices of eggs and culled ducks. Solution of the problem is using fermented of breadfruit leaf which have the potential as quality duck feed ingredients, because they are cheap, easily obtained, contain vitamins E, C and A , minerals, antioxidants and other active compounds that are beneficial to ducks health. Antioxidants are safe because the performance and ducks health can be improved. Problem solving method in “Unggas Jaya” farmer groups use by technology transfer, practice (Artificial Incemination, operation of hatching machine, fermentation, product processing and packaging), evaluation, mentoring and cadre of participant. Output targets are products and publication of articles in journal. The results of the demonstrations that have been carried out are: duck growth is better than before. The duck is healthier, farmers are able to do IB, high IB fertility eggs are more conserved and farmers can hatch eggs using hatching machine.
Meningkatkan Kesehatan Mental Penderita Diabetes Melitus di Komunitas dengan Kegiatan Kelompok Swabantu (Self Help Group) Tesaviani Kusumastiwi; Lilis Suryani; Denny Anggoro P
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.18 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.92-98

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang memiliki prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Penanganan jangka panjang pada penyakit ini dapat memberikan beban baik fisik maupun mental pada penderitanya. Munculnya masalah kesehatan mental pada pasien diabetes melitus akan memperburuk prognosis pasien. Penanganan holistik baik fisik dan mental diharapkan dapat dilakukan pasien diabetes melitus, salah satunya melalui kelompok swabantu (self help group) yakni kelompok yang terdiri dari para penderita diabetes melitus yang saling berbagi permasalahan dan memberikan dukungan satu sama lain. Program pengabdian masyarakat kelompok swabantu  penderita diabetes mellitus dilaksanakan di Desa Bogoran, Trirenggo, Bantul. Kegiatan swabantu berisi tentang sharing dari masing-masing penderita yang dipantau/dimonitor oleh dokter ahli jiwa. Pada kelompok swabantu di Desa Bogoran, Trirenggo, Bantul ditemukan komorbiditas gejala klinis depresi dan cemas pada penderita diabetes. Beberapa permasalahan yang dialami oleh para penderita adalah manajemen stres, gangguan tidur, kepatuhan minum obat, ketakutan akan komplikasi dan penyesuaian gaya hidup. Kegiatan kelompok swabantu selain dapat membantu para penderita diabetes dalam menangani permasalahan yang dihadapi terkait dengan diabetes melitus, juga dapat memberikan rasa kebersamaan dan saling menguatkan antar penderita diabetes.Kata kunci: diabetes melitus, kelompok swabantu, kesehatan mentalAbstractDiabetes mellitus is a metabolic disease that has a high prevalence in Indonesia. Long-term treatment of this disease can provide physical and mental burden on the sufferer. The emergence of mental health problems in patients with diabetes mellitus will worsen the patient's prognosis. Holistic handling both physically and mentally is expected to be carried out by patients with diabetes mellitus, one is through self-help groups (self-help group), which is a group consisting of people with diabetes mellitus who share problems and provide support for each other. The community service program for self-help groups with diabetes mellitus was carried out in Bogoran Village, Trirenggo, Bantul. Self-help activities are about sharing from each sufferer who is monitored by a psychiatrist. In the self-help group in the Bogoran Bantul area, comorbid clinical symptoms of depression and anxiety were found in diabetics. Some of the problems experienced by sufferers are stress management, sleep disorders, compliance with medication, fear of complications and lifestyle adjustments. Self-help group activities besides being able to help diabetics in dealing with problems faced with diabetes mellitus, they can also provide a sense of togetherness and mutual support among diabetics.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia dalam Penanganan Stroke bagi Kader PKK dan Kesehatan di Gilingan, Banjarsari, Surakarta Novena Yety Lindawati; Endah Kurniawati; Dian Puspitasari; Diah Pratimasari
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.106 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.139-145

Abstract

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker baik dinegara maju maupun berkembang. Di Indonesia, stroke merupakan penyebab kematian pada semua kelompok umur, dengan proporsi tertinggi pada usia 55-64 tahun mencapai, 26,8% baik diperkotaan maupun dipedesaan. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif dengan memberikan penyuluhan tentang penyakit stroke dan penanganannya secara alami, workshop pembuatan minuman pencegah stroke, serta pelatihan senam pencegah stroke. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan metode pretest dan postest terhadap materi penyuluhan yang diberikan serta kuisioner tentang pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari kader PKK dan kesehatan serta perwakilan lansia dari tiap RW di Gilingan, Banjarsari, Surakarta. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan persentase tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai penyakit stroke setelah pemberian penyuluhan “Mengenal Penyakit Stroke” dari 35% menjadi 95%. Peningkatan jumlah peserta yang memahami cara penanganan penyakit stroke secara alami juga terlihat setelah pemberian penyuluhan “Pemanfaatan Obat Alam Indonesia untuk Terapi Penyakit Stroke” dari 42% menjadi 93%. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini juga menunjukkan hasil yang sangat baik terhadap tema yang diambil sebanyak 86,05% peserta memilih sangat menarik dan 13,95% memilih menarik. Kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan wawasan mengenai penyakit stroke dan penanganannya secara alami bagi Kader PKK dan Kesehatan serta perwakilan para lansia di Gilingan, Banjarsari, Surakarta sehingga dapat mensosialisasikan ke seluruh masyarakat serta mengurangi angka kejadian stroke di daerah tersebut.Kata Kunci : stroke, pencegahan dan penanganan alami stroke, kader PKK dan kesehatanAbstractStroke is one of the cause of disability and death (its rank is after heart disease and cancer) worldwide. In Indonesia, stroke is the cause of death in all age groups, with the highest proportion is at the age of 55-64 years reaching 26.8% both in urban and rural areas. Community service activities in stroke promotive, preventive, curative, and rehabilitative forms was held by providing counseling about stroke and how to handle it naturally, workshops on making health drinks to prevent strokes, as well as stroke prevention exercises. Evaluation of activities was carried out with the pretest and posttest method of counseling material provided as well as questionnaires about the implementation of activities that had been carried out. Community service activities were attended by 43 participants consisting of PKK workers (kader), community health workers (kader), and elderly representatives from each RW in Gilingan, Banjarsari, Surakarta. The results of this activity indicate an increase in the percentage of the level of knowledge and understanding of participants regarding stroke after giving counseling "Recognizing Stroke" from 35% to 95%. An increase in the number of participants who understand how to deal with stroke naturally is also seen after giving counseling "Utilization of Indonesian Natural Herbs for Stroke Therapy" from 42% to 93%. The evaluation of the implementation of this service activity also showed very good results on the theme taken as many as 86.05% of the participants chose very interesting and 13.95% chose interesting. This service activity increases knowledge, understanding, and insight into stroke and its handling naturally for PKK kader, community health kader and representatives of the elderly in Gilingan, Banjarsari, Surakarta so that they can socialize to the whole community and reduce the incidence of stroke in the area.
Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA Test pada Kelompok Rentan Terkena HIV Dhesi Ari Astuti; Nurul Kurniati
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.691 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.111-115

Abstract

Di Indonesia, jumlah kasus baru HIV positif yang dilaporkan pada Tahun 2015 sebanyak 30.935 kasus, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Perkumpulan Ibu-ibu  Dasa Wisma Seruni merupakan perkumpulan ibu-ibu di wilayah Balecatur yang memiliki karakteristik dari segi profesi beragam, meliputi tenaga kesehatan, tenaga kependidikan, dan 70 % adalah IRT. Jenis pekerjaan yang dimiliki jika diperhatikan merupakan jenis pekerjaan yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS dan paparan HIV/AIDS ini erat kaitannya dengan Kanker Serviks yaitu sopir truk antar kota, pelayar kapal, tenaga kerja di Arab. Balecatur merupakan wilayah di Kabupaten Sleman yang keberadaannya dekat dengan Jalan Wates sehingga merupakan wilayah yang berisiko dengan akses ke penjaja seks tidak langsung. Tujuan kegiatan adalah transfer informasi dan skrining Ca.Cerviks memlaui pemeriksaan IVA pada ibu rumah tangga di wilayah Dasawisma Dusun Ngaran Balecatur. Metode pelaksanaan kegiatan dengan melakukan skrining pada ibu ibu di perkumpulan Dasawisma Seruni Balecatur, karena skrining ini terutama dilakukan pada kelompok yang rentan terhadap paparan HIV yakni karena telah di ketahui bahwa pada kelompok ini akan lebih mudah terkena paparan HPV penyebab kanker serviks. Skrining dilakukan pada 15 ibu dasawisma yang telah dilakukan anamnesa dan pemeriksaan vtal sign terlebih dahulu. Kegiatan IbM skrining IVA ini hasilnya dari 15 ibu terdapat 13 hasil normal dan 2 ibu perlu rujukan ke puskesmas. Sebagai upaya tindak lanjut dari kegiatn ini diperlukan kerjaam dengan lintas sektor baik itu perangkat desa di masyarakat maupun dengan sektor penyedia layanan kesehatan untuk dapat melakukan kegiatan serupa secara rutin sehingga bisa menjamin kualitas kesehatan masyarakat pada umumnya.Kata kunci: deteksi dini, kanker serviks, IVA.AbstractIn Indonesia, the number of new HIV positive cases reported in 2015 was 30,935 cases, down from the previous year. The Dasawisma Seruni is an association of mothers in the Balecatur region who have various professional characteristics, including health workers, education staff, and 70% are IRTs. The type of work that is owned if it is considered is the type of work that is susceptible to HIV / AIDS transmission and exposure to HIV / AIDS is closely related to Cervical Cancer namely inter-city truck drivers, ship sailors, workers in Arabia. Balecatur is an area in Sleman Regency which is close to  Wates Street, making it a risky area with access to indirect sex workers. The purpose of the activity was the transfer of information and screening of Cervical Cancer through IVA examination in housewives in the Dasawisma area of Ngaran, Balecatur. The method of carrying out activities is by screening mothers in the Dasawisma Seruni Balecatur , because screening is mainly done in groups vulnerable to HIV exposure because it is known that this group will be more susceptible to exposure to HPV causing cervical cancer. Screening was carried out on 15 charismatic mothers who had done anamnesa and vtal sign examination first. The IbM IVA screening activity results from 15 mothers with 13 normal results and 2 mothers needing referral to the puskesmas. As a follow-up effort, these activities require cross-sectoral work, both village officials in the community and with the health care provider sector to be able to carry out similar activities on a regular basis so that they can guarantee the quality of public health in general.
Pembuatan Aneka Masakan dari Bahan Lele Catur Rini Sulistyaningsih
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.457 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.146-149

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta pendapatan kepada para anggota PKBM Desa Pondok Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Tentang pembuatan aneka masakan dari bahan lele yang berfariasi dan bernilai gizi tinggi. Kegiatan ini dimulai dengan mengadakan sosialisasi kepada paran anggota, karena di desa ini banyak dijumpai masyarakat yang membudidayakan lele. Pelaksanaanh penyeluruhan diawali dengan memberikan penyuluhan dalam bentuk ceramah dan diskusi, dilanjutkan pelatihan dan pendampingan pembuatan aneka ragam masakan dari bahan lele. Kemudian dilakukan evaluasi bagi peserta untuk mengetahui keberhasilan kegiatan dengan mengadakan kegiatan pre test maupun post test. Hasil pre test menunjukkan bahwa sebelum pelatihan dimulai peserta masih kurang faham tentang tentang materi dengan rerata nilai 1,482. Setelah melaksanakan pelatihan rerata nilai pos test terhadapat pemahaman, peserta mengalami peningkatan 92,325% ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat berhasil meningkat pengetahuan dan keterampilan serta dapat menambah penghasilan peserta mengelola lele menjadi aneka masakan yang lezat dan bergizi tinggi.Kata kunci: lele, aneka masakanAbstractThis Community Service is to improve the abilities and skills and income of the members of the PKBM Pondok Nguter District, Sukoharjo Regency. This is about making various dishes from catfish ingredients that vary and have high nutritional value. This activity was started by holding socialization to the members, because in this village there were many people who cultivated catfish. The dissemination began with giving counseling in the form of lectures and discussions, followed by training and mentoring to produce a variety of dishes made from catfish. Then an evaluation is carried out for participants to find out the success of the activity by holding pre-test and post-test activities. The pre-test results showed that before the training began the participants still did not understand about the material with a mean value of 1,482. After carrying out the average training on the value of the postal test for understanding, participants experienced an increase of 92.325% indicating that community service activities were successful in increasing their knowledge and skills and could increase the income of participants in managing catfish into delicious and highly nutritious dishes.
Pemberdayaan Wanita Tani Kabupaten Kudus dalam Pembuatan Saus Cabai (Capsicum anuum) Dyah Ayu Widyastuti; Fafa Nurdyansyah
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.76 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.81-85

Abstract

Produksi cabai (Capsicum anuum) di Kabupaten Kudus yang cukup melimpah belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Buah cabai dapat diolah menjadi produk saus sehingga meningkatkan nilai ekonominya. Pengolahan cabai menjadi saus cabai dapat meningkatkan nilai jual sekaligus menghindari pembusukan berlebih ketika musim panen. Pengolahan cabai ini juga dapat menjadi alternatif pemberdayaan wanita tani di Kabupaten Kudus sehingga keterampilan dan produktivitasnya meningkat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan wanita tani di Kabupaten Kudus dalam pembuatan saus cabai demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga tahapan yaitu penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu wanita tani Kabupaten Kudus yang cenderung tidak produktif. Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari keterlibatan dan partisipasi mereka dalam setiap tahapan program. Peningkatan keterampilan pembuatan saus cabai melalui pemberdayaan wanita tani Kabupaten Kudus ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan tingkat ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.Kata kunci: pemberdayaan, saus cabai, wanita tani.AbstractThe high production of chilli (Capsicum anuum) in Kudus is not utilized yet. Chilli can be processed to other products such as chilli ketchup so its economical value is increasing. Chilli processing to ketchup is improve its price and also inhibit putrefaction when in harvest time. Its chilli processing can also empower peasant women in Kudus so it would increase their skill and productivity. The aim of this program is to empower peasant women in Kudus to process chilli ketchup. The program is devide into three steps: counseling and socialization, training, also monitoring and evaluation. The participants are peasant women in Kudus whose productivity is not so high.The participants antusiasm showed in their involvements and partisipations in each steps. Productivity of society are expected to improve by empower Kudus peasant women to produce chilli ketchup. So, the economy level is also been increased by its empowering program.
Inovasi Pembelajaran Kewirausahaan Islami melalui Pemanfaatan Teh Rosella pada Kantin Sehat SMP Eni Fariyatul Fahyuni; Jamilatur Rohmah; Najih Anwar
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.116-124

Abstract

Pembelajaran kewirausahaan Islami sangat diperlukan guna dapat membangun dan membentuk kecakapan siswa berwirausaha. Potensi SMPN 2 Porong memiliki area pekarangan yang banyak tumbuh bunga Rosella. Permasalahan yang kemudian muncul adalah bagaimana cara membelajarkan kewirausahaan siswa kaitannya dengan potensi bunga Rosella yang melimpah di sekolah. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini mengunakan pendekatan edukatif, meliputi: 1) melakukan sosialisasi dan pengurusan perijinan, 2) persiapan penyuluhan, 3) kegiatan penyuluhan, 4) kegiatan praktik dan pendampingan, 5) melakukan kegiatan evaluasi dan monitoring untuk mengetahui ketercapaian dari program yang telah dilaksanakan. Pembelajaran kewirausahaan melalui pemanfaatan teh bunga Rosella dapat meningkatkan kreativitas siswa menuju suatu pembaharuan.Kata kunci: pembelajaran kewirausahaan islami, pemanfaatan teh bunga rosella.AbstractIslamic entrepreneurship is needed to be able to build entrepreneur skills. The potential Porong 2 at state midlle School has grows a lot of Rosella flowers. The problem is how to teach entrepreneurship with Rosella flowers at school. The method uses an educational approach, including: 1) conducting socialization and permits of management, 2) preparation of counseling, 3) counseling activity, 4) practice and mentoring activities, 5) evaluation and monitoring activities to find out an achievements programs. Entrepreneurship through the use of Rosella flower tea can increase students' creativity towards renewal. 
Pemberdayaan Perempuan pada Sanitasi Lingkungan di Masyarakat Tepi Kali Winongo di Kelurahan Ngampilan Yoni Astuti; Triwulandari Kesetyaningsih; Yusiriwayatul Afsoh
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.083 KB) | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.86-91

Abstract

Kampung Ngampilan terletak di sepanjang sungai Winongo dan beberapa tahun terakhir telah berdiri bangunan bertingkat di sebelah Timur kampung, hal ini menyebabkan  beberap rumah tidak mendapatkan sinar matahari sehingga berisiko terhadap penyakit infeksi yang menular Apalagi di daerah ini merupakan daerah endemik DBD dan terdapat beberapa warga penderita TBC. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk  meningkatkan  pengetahuan  tentang pentingnya paparan sinar matahari pagi baik untuk lingkungan hunian maupun untuk kesehatan manusia., untuk meningkatkan pengetahuan tentang  pentingnya gzi dan sumber – sumber gizi yang dapat mencegah terinfeksi bakteria. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pengabdian mayarakat ini diterima dengan baik dan antusias oleh masyarakat, yaitu dengan keterlibatan masyarakat pada setiap  kegiatan dan diskusi yang dinamis.Dan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya paparan sinar matahari serta gizi yang dibutuhkan agar terhindar dari infeksi bakteria.Kata kunci: sinar matahari pagi, gizi, kebersihan lingkunganAbstractThe village of Ngampilan is located along the Winongo river  and in the last few years a multi-storey building has been established to the east of the village, causing some houses to not get sunlight so that it is at risk of infectious diseases. Especially in this area is dengue endemic areas and there are some people with TB. This community service aims to increase knowledge about the importance of morning sun exposure both for residential environments and for human health, to increase knowledge about the importance of juice and nutritional sources that can prevent bacterial infection. This activity uses lecture and discussion methods. This community service is well received and enthusiastically by the community, namely with the involvement of the community in every dynamic activity and discussion. And there is an increase in public knowledge about the importance of sun exposure and the nutrients needed to avoid bacterial infections.
Penggunaan Aplikasi Komputer dalam Peningkatan Kinerja Guru Sekolah Dasar Negeri 01 Kembangarum Semarang Enny Dwi Lestariningsih; Testiana Deni Wijayatiningsih; Hascaryo Pramudibyo; Bambang Dalyono; Dwi Ampuni Agustina
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.2.2019.125-131

Abstract

Sebagian guru di SD Negeri Kembangarum 01 banyak yang masih gagap teknologi terutama mereka yang sudah jadi guru sejak lama atau senior karena selama mereka kuliah, teknologi komputer dan internet belum sebanyak sekarang. Berdasarkan paparan tersebut, semua guru dituntut untuk selalu mengembangkan diri sejalan dengan kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi pada kenyataannya kemampuan mereka cenderung relatif standar hanya mampu mengoperasikan microsoft words saja. Berdasarkan pernyataan tersebut, tim pengabdi kami memfokuskan pengabdian masyarakat pada pemanfaatan teknologi komputer pada guru SDN 01 Kembangarum Semarang yang berjumlah 21 orang. Adapun metode pelatihan yang dilakukan menggunakan metode ceramah, praktek, dan evaluasi kepuasan peserta pelatihan. Dari program pelatihan pengabdian masyarakat tersebut dihasilkan peningkatan kemampuan mengoperasikan microsoft words, power point, microsoft excel, pelatihan membuat email, dan pelatihan mendaftar website di wordpress. Para guru menjadi termotivasi untuk lebih menggunakan power point, dan website gratis sebagai media pembelajaran dan penghitungan dalam excel untuk mengevaluasi penilaian siswa baik ulangan harian, tugas, UTS, atau UAS.Keywords: aplikasi komputer, kinerja guru, sekolah dasar.AbstractSome teachers at Public Elementary School of Kembangarum 1 are technologically illiterate, primarily the senior ones, for when they were students the technology was not as high as it is now. Based on that, all of the teachers are asked to always develop themselves in line with the advancement of science and technology. I fact, their abilities are relatively standard, only able to operate Microsoft Word. Therefore, we conducted a community service focusing on utilizing computer technology for 21 teachers at Public Elementary School of Kembangarum 1 Semarang. Methods used were lecture, practice, evaluation on satisfaction, and training. Results of the community service showed that the ability to operate Microsoft Word, Power Point, and Microsoft Excel improved. Trainings on how to create an email and register a website on Wordpress were also given. The teachers were more motivated to use Power Point application and free-of-charge website as learning and calculating media in excel in order to evaluate the students’ assessments in both daily tests, assignments, mid-term test, and post-term test.

Page 1 of 1 | Total Record : 10