Articles
324 Documents
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS RAWAT JALAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERORIENTASI OBJEK DI RUMAH SAKIT KHUSUS GIGI DAN MULUT (RSKGM) KOTA BANDUNG
Isnaniah Dzulhajmi;
Rini Suwartika Kusumadiarti
JURNAL PETIK Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v4i1.8
Rekam medis kedokteran gigi adalah suatu dokumen yang sistematis mengenai riwayat perawatan kesehatan gigi seorang pasien oleh sarana pelayanan kesehatan. Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Kota Bandung yang mengkhususkan diri pada pelayanan gigi dan mulut merupakan Rumah Sakit Khusus tipe C, rumah sakit ini telah menggunakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), namun rekam medis masih berupa lembaran-lembaran berkas yang harus diisi kembali baik oleh pasien yang mengisi identitas, maupun dokter/perawat yang telah selesai melakukan pemeriksaan dan tindakan. Selain itu, masalah yang sering terjadi adalah berkas yang sudah dikirimkan ke poli sering terjadi kesalahan dalam pencarian, terkadang berkas tidak ada atau pun belum sampai ke poli sehingga membuat pasien menunggu cukup lama dalam menerima pelayanan rumah sakit. Perancangan sistem informasi rawat jalan ini menggunakan pendekatan berorientasi objek dengan penggambaran menggunakan alat bantu Unified Modelling Language (UML) dan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Database MySQL. Diharapkan melalui perancangan ini proses pelayanan rekam medis dapat lebih efektif dan efisien.
MENINGKATKAN KAPABILITAS PROSES PADA SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DSS) MENGGUNAKAN COBIT 4.1
Dian Nurdiana
JURNAL PETIK Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v2i1.65
Decision support system (DSS) merupakan sebuah sistem yangberfungsi untuk memberikan rekomendasi dalam pengambilankeputusan, oleh karena itu kemampuan atau kapabilitas dari sistemharus bisa mendukung terhadap kebutuhan bisnis. UNIVERSITAS Xmerupakan universitas yang sudah menggunakan sistem ini dalampengelolaan proses bisnis yang ada diorganisasi, namun dalampengelolaanya terdapat beberapa permasalahan yang dapetmengganggu kinierja dari DSS tersebut. Oleh karena itu butuh sebuahmodel yang bisa meningkatkan kapabilitas IT sehingga bisameningkatkan kinerja dari DSS tersebut. Model pengukuran COBIT 4.1menggunakan metode Process Assessment Model merupakan salahsatu model yang digunakan untuk meningkatkan kapabilitas proses IT,model ini mendukung penilaian kapabilitas kinerja tata kelolateknologi informasi dengan menyediakan indikator sebagai pedomandalam interpretasi tujuan proses dan keluaran yang didefinisikandalam COBIT 4.1 dan atribut proses yang didefinisikan dalam ISO/IEC15504 dengan pengukuran kapabilitas didasarkan pada sembilanatribut proses, kesembilan atribut di atas terdapat dalam level-levelkapabilitas proses dan harus dipenuhi untuk mencapai suatu level.Dari hasil penelitian ini didapatkan tingkat pencapain kapabilitasproses pada DSS di UNIVERSITAS X, kemudian memberikanrekomendasi untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang sedangdihadapi dan rekomendasi untuk meningkatkan level kapabilitasproses berdasarkan COBIT 4.1 menggunakan metode ProcessAssessment Model.
EFEKTIVITAS TERAPI EMPATI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Adinar Fatimatuzzahro;
Miftahun Nimah Suseno;
Bpk Irwanto
JURNAL PETIK Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v3i2.145
This study aims to determine theeffectiveness of therapy in reducing bullyingbehavior empathy in primary school age childrenand to tackle issues of bullying behavior since basiceducation (elementary school) with empathytherapy. Subjects in this study were four studentsaged 10-12 years and had a propensity scorebullying of moderate to high. The design was onegroup pre - test- post-test. Collecting data in thisstudy was conducted using a scale of bullyingbehavior tendency with behavioral checklist modelprepared by the researcher. Data analysis methodsused by using techniques Wilcoxon Signed RankTest to test for differences in the data score pre test,post test and post test2 (follow up). Results of theanalysis score pre test-post test showed p value of0.001 and post test2 (follow up) p value of 0.002. Itcan be concluded that the therapy empathy iseffective in reducing the empathy bullying behaviorin children of primary school age
Pengembangan Keterampilan Kominikatif Antar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Two Stay Two Stray (TSTS) Dalam Pembelajaran IPS Materi Perpajakan
elsye roslina
JURNAL PETIK Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v4i1.3
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap permasalahan interaksi sosial khususnya mengenai kelemahan keterampilan komunikatif siswa. Berdasarkan observasi awal di kelas VIII-A SMP Negeri 1 Cikoneng, terdapat adanya permasalahan mengenai kelemahan keterampilan komunikatif siswa dalam berinteraksi dengan siswa lain. Untuk menanggapi hal tersebut, diperlukan adanya penyusunan strategi pembelajaran dalam pelajaran IPS. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Cikoneng sedangkan yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-A. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik two stay two stray dalam pelajaran IPS. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi penilaian keterampilan komunikatif dan kooperatif siswa, dan dicatat dalam catatan lapangan. Untuk teknik pengumpulan data digunakan pedoman observasi, catatan lapangan, dan pedoman wawancara. Pembelajaran selama penelitian, pertama dimulai dengan menentukan SK/KD dan penyusunan RPP, kedua menerangkan penerapan model pembelajaran kooperatif teknik two stay two stray beserta indikator-indikator keterampilan komunikatif yang akan dikembangkan, ketiga menunjukkan adanya perkembangan keterampilan komunikatif siswa pada siklus 1 pertemuan 1 sampai siklus II pertemuan 2, keempat merefleksikan hasil pembelajaran IPS dengan menggunakan teknik two stay two stray. Kesimpulan, keterampilan komunikatif siswa mengalami perkembangan yang signifikan pada siklus II pertemuan 2. Saran bagi peneliti selanjutnya, peneliti berharap peneliti selanjutnya dapat meneruskan kembali penelitian ini dan dapat mengembangkan metode yang lebih baik, agar mencapai hasil yang lebih maksimal.
PERGESERAN PARADIGMA PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN TINGGI
Dian Rahadian
JURNAL PETIK Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v2i1.60
Terdapat tiga fungsi pendidikan tinggi menurutUndang-undang no.12 pasal 4 tahun 2012 tentang pendidikantinggi, yaitu (1) Mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa; (2) Mengembangkan SivitasAkademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdayasaing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan (3)Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi denganmemperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora. Untukmenjalankan ketiga fungsi tersebut di atas, perguruan tinggi harusmampu menyelenggarakan pembelajaran yang sangatmendukung terhadap pengembangan potensi setiap peserta didikdan pengajaran yang efektif. Perubahan paradigma pembelajaranterjadi dari paradigma berfokus pada guru/dosen menjadipembelajaran berfokus pada peserta didik atau mahasiswa. Padapendidikan tinggi dikenal Student-Centered Learning sebagaipembelajaran yang berfokus pada mahasiswa. Keterpaduanlembaga pendidikan dalam menghasilkan pembelajaran yangberkualitas yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa menjadibentuk yang utuh dalam pendekatan ini
PERANCANGAN APLIKASI GAME EDUKASI MENGGUNAKAN MODEL WATERFALL
Andri Suryadi
JURNAL PETIK Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v3i1.352
Proses belajar mengajar bukan hanya penyampaianilmu dari guru kepada siswa saja, didalmnya juga harus disertaibeberapa inovasi agar tidak menimbulkan kebosanan saat prosespembelajaran berlangsung. Pembelajaran konvensional yang terusberlangsung dari dulu hingga sekarang tanpa penggunaan mediasebagai penyampai materi ajar membuat kurangnya motivasibelajar siswa yang berpengaruh pada pemahan terhadap materiajar yang disampikan oleh guru. Pembelajaran denganmenggunakan media pembelajaran berupa game dapatmempengaruhi motivasi belajar siswa dan seiring dengan itupemahan siswa pun akan dapat ditingkatkan. Dengan adanya halitu maka kami membangun suatu game edukasi yang diadopsi darigame yang telah ada sebelumnya dan diberi inovasi berupa soalsoal yang berkaitan dengan materi ajar, khususnya materi TIKuntuk jenjang Sekolah menengah pertama. Dalam game inipengembang menggunakan aplikasi adobe flash yang nantinyadiharapkan dapat memudahkan pemudahkan para siswa dalam halini pemain dapat memaminkan game dengan mdah, karena userinterface yang sederhana dan dapat dipahami walau denganpemahaman yang kurang terhadap game tersebut. Didalam gameini pemiankan bermain menggunakan bidak dengan patokan jumlahdadu yang keluar setelah tombol kocok di putar. Didalam game inidisediakan dua orang pemain yang mana jika pemain maju danmendapat pertanyaan serta dapat menjawab maka pemain dapatterus bemain dan mendapat skor, namun jika sebaliknya pemin ituharus mundur beberapa langkah dari kolom yang sedang bidak nyatempati
MODEL PEMBELAJARAN TWILIGHT BALL THROWING ( Materi Perkembangan Islam pada Abad Pertengahan )
Komarudin .
JURNAL PETIK Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v3i2.146
Rendahnya mutu pendidikan diIndonesia disebabkan tidak maksimalnya peranguru dalam pembelajaran untuk mencapai tujuanperubahan perilaku kognitif, afektif danpsikomotor. Salah satu solusi dari masalahtersebut adalah model pembelajaran twilight ballthrowing yang merupakan gabungan/kombinasidari berbagai teknik pembelajaran aktif, kreatif,inovatif, dan menyenangkan. Tujuanpembelajaran menggambarkan proses dan hasilbelajar yang diharapkan dicapai oleh pesertadidik sesuai dengan kompetensi dasar. Adapuntujuan pembelajaran aspek Tarikh materiPerkembangan Islam pada Abad Pertengahandengan model twilight ball throwing. Mediapembelajaran adalah semua benda yangdigunakan dalam proses belajar mengajar dalamrangka mempermudah atau memperjelas dalampenyampaian materi/bahan pelajaran. Kegiatanpembelajaran dimulai denganmengklasifikasikan langkah-langkahpembelajaran. Langkah-Langkah pembelajaranaspek Tarikh materi Perkembangan Islam padaAbad Pertengahan . dibedakan menjadi dua,yaitu langkah-langkah yang dilakukan “guru,dan langkah pembelajaran peserta didik.Penskoran dilakukan dengan rentang nilai 1-10,menurut kualitas/kesungguhan perbuatan pesertadidik sesuai dengan indicator. Selain observasisecara langsung, untuk mengukur sikap pesertadidik dalam pembelajaran aspek Tarikh Materiperkembangan Islam pada Abad Pertengahan,juga dilakukan observasi secara tidak langsungdilakukan untuk mengetahui sikap peserta didikdalam kerja tim. Tes tertulis digunakan untukmengukur ketercapaian indikator
Penerapan Media Story Picture Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
ajat sudrajat
JURNAL PETIK Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v4i2.363
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal di kelas VIII SMP Negeri 1 Cikoneng Kabupaten Ciamis yang memiliki beberapa masalah pada saat proses pembelajaran. Salah satunya yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PPKn, hal tersebut terlihat kegiatan belajar mengajar siswa cenderung merasa bosan dan melakukan aktifitas di luar pembelajaran PPKn. Hal tersebut menuntut guru untuk membuat inovasi dan kreatifitas dalam pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Tujuan utama adalah mamacu guru untuk melakukan tindakan dalam menangani permasalahan dalam proses pembelajaran. Sedangkan yang menjadi subyek penelitian ialah siswa kelas VIII. Hasil penelitian yang diperoleh adalah 1) Kondisi awal pembelajaran PPKn sebelum diterapkan media story picture, tidak ada siswa yang aktif saat pembelajaran berlangsung, serta guru masih mendominasi di kelas dengan metode ceramah. 2) pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media story picture. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media story picture dilaksanakan melalui tiga siklus, pada setiap siklus siswa dibagi kedalam beberapa kelompok kemudian setiap kelompok mendiskusikan story picture yang diberikan oleh guru dengan pertanyaan yang sudah disediakan, serta mendiskusikan pemecahan masalah yang terdapat dalam media. 3) Peningkatan motivasi belajar siswa melalui media story picture, melalui tindakan yang dilaksanakan di kelas VIII menghasilkan dampak positif, karena siswa dituntut untuk membaca dan memahami materi pelaksanaan demokrasi dalam berbagai aspek kehidupan dengan menganalisis materi tersebut siswa dapat memahami hakikat demokrasi dan macam-macam demokrasi serta memberikan contoh berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari mengenai materi tersebut terutama dalam kasus-kasus yang terjadi di Indonesia. Siswa lebih memahami konsep dan juga dapat mengingat kembali konsep-konsep yang telah dijelaskan oleh guru, dengan demikian siswa mampu menemukan pemahaman yang lebih mendalam melalui cerita dalam story picture tersebut. 4) Keunggulan dan kendala serta solusi proses pembelajaran PPKn dengan menggunakan media story picture, meningkatnya motivasi, minat membaca dan rasa ingin tahu siswa terhadap pembelajaran PPKn, meningkatnya hasil belajar siswa, meningkatnya pemahaman konsep siswa, meningkatnya aktivitas siwa dalam proses pembelajaran
Penggunaan Multimedia Interaktif Model Simulasi Untuk Meningkatkan kemampuan Analisis Mahasiswa di IPI Garut. (Quasi Eksperimen pada Praktikum Fisiologi Hewan Jurusan Pendidikan Biologi IPI Garut)
Mrs siti nurkamilah
JURNAL PETIK Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v4i1.9
Penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan analisis mahasiswa di IPI Garut. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan penelitian dalam perkuliahan praktikum Fisiologi Hewan dengan menggunakan multimedia interaktif model simulasi. Penelitian ini mengkaji masalah peningkatan kemampuan analisis mahasiswa yang menggunakan multimedia interaktif dengan mahasiswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pengambilan sampelnya menggunakan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi yang mengambil mata kuliah Fisiologi Hewan tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa kelas B dengan kelas C. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan analisis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis data Kemampuan analisis dilakukan dengan uji Mann Whitney-U untuk pretes dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peningkatan kemampuan analisis mahasiswa yang menggunakan multimedia interkatif model simulasi lebih baik daripada mahasiswa yang tidak menggunakan multimedia interaktif dalam praktikum fisiologi hewan mengenai sistem pencernaan pada Paramecium sp di IPI Garut. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran agar Multimedia interaktif model simulasi dapat digunakan dalam praktikum di Program Studi Pendidikan Biologi untuk meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa, khususnya dalam aspek mengorganisasikan. Kemudian, pada penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji penggunaan multimedia interaktif model simulasi untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam kawasan lainnya, baik itu dalam kawasan afektif maupun psikomotorik.
Lembar Kerja Siswa Berbasis ICT Sebagai Solusi Kegiatan Latihan Pembelajaran Mandiri
Kuntum Annisa Imania
JURNAL PETIK Vol 2, No 2 (2016): PETIK Vol 2 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/jpetik.v2i2.67
The main problem in this paper is focused on the useof ICT based on students’ worksheet as a solution in learningactivities. The achievement of students’ learning outcomes isnot easy to be solved the main problem (the root of theproblem). One of which is to train students with exercises, thena collection of exercises is widely used by educators (teachers)in the form of print media or hard copy called LKS, butunfortunately sometimes the presence of LKS is generally onlya set of questions that monotony which often lead to boredom,so that students become lazy in working the exercises.Sometimes the serving method of students’ worksheet alsomonotonous and less varied. The student worksheet thatcontains questions of subjects may be categorized as subjectsless desirable by the students such as, math, English or science.If the serving method of students’ worksheet are notaccompanied by variations, the students will get bored andunwilling to understand the questions.With the presence of LKS based ICT can address allthe needs of students and teachers in implementing thelearning activities to be more variety, innovative and able toenhance students' creativity. In addition, in the terms of time itis more flexible, because of the presence of ICT-basedworksheets students are able to do the exercises wherever theyare, as long as they were able to connect with the Internetnetwork and can access it.The model of ICT based on interactive of the collection ofexercises (LKS) is different from the collection of exercises(LKS) circulated in the schools. This LKS based on ICTinteractive worksheets are used to deliver the material into aseries of questions as an introduction to learners inconstructing their understanding. The series of questions toeach other are interconnected. So that students have to learnthe use of these worksheets in a coherent from beginning toend of materials. The learners learn the material presentedthrough questioning so that the formula or concept was foundby the learners.