cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PETIK
ISSN : 24607363     EISSN : 26146606     DOI : -
Jurnal Pendidikan Tekologi Informasi dan Komunikasi (PETIK) adalah Jurnal yang memiliki fokus dibidang Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal PETIK ber-issn : 2460-7363 dan e-ISSN : 2614-6606. Sedangkan terbitan pada Jurnal PETIK terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH MAHASISWA Kuntum An Nisa
JURNAL PETIK Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v2i1.63

Abstract

Masalah pokok dalam tulisan ini difokuskan padaupaya untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswadengan metode problem based learning.Mengingat bahwa untuk menghasilkan sebuah karyailmiah seperti buku atau jurnal memerlukan sebuah prosespanjang seperti menggali ide, menemukan referensi, melakukanpenelitian atau menganalisa, maka hambatan dan permasalahansering tidak terhindarkan.Pembelajaran berdasarkan masalah merupakanpendekatan yang efektif untuk pengajaran proses berfikir tingkattinggi. Pembelajaran ini membantu peserta didik untukmemproses informasi yang sudah jadi dalam benaknya danmenyusun pengetahuan mereka sendiri tentang dunia sosial dansekitarnya. Pembelajaran ini cocok untuk mengembangkanpengetahuan dasar maupun kompleks.Tujuan dari pembelajaran berbasis masalahdikembangkan untuk membantu peserta didik mengembangkankemampuan berpikir, mengembangkan kemampuan memecahanmasalah, keterampilan intelektual, dan menjadi peserta didik yangmandiri. Metode pembelajaran berbasis masalah terdiri atas 8tahap yaitu menemukan masalah, mendefinisikan masalah,mengumpulkan fakta, menyusun hipotesis,melakukanpenyelidikan, menyempurnakan permasalahan yang telahdidefinisikan, menyimpulkan alternatif pemecahan masalahsecara kolaboratif, dan melakukan pengujian hasil (solusi)pemecahan masalah.Berbagai problematika yang menjadi kendalamahasiswa dalam menulis karya ilmiah adalah (a) tidak berbakat,(b) kurangnya motivasi dan tidak percaya diri, (c) tidak fokus /kesulitan untuk memulai, (d) wawasan yang sempit, (e) kendalakebahasaan, (f) faktor eksternal dari mahasiswa.Untuk memecahkan persoalannya seyogianya diarahkankepada upaya peningkatan kemampuan menulis dan kualitaskarya tulis ilmiah, yaitu : (a) perlu dibentuk tim pembimbing, (b)perlu dibentuk forum pengkajian karya tulis ilmiah mahasiswa disetiap perguruan tinggi, (c) perlu dilakukan presentasi terlebihdahulu, (d) perlu diintensifkan lomba karya tulis ilmiah untukmahasiswa, (e) perlu dilakukan workshop, (f) perlu dilakukanpembenahan dan penyempurnaan sarana sumber informasi untukmahasiswa
ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN BERBASIS ICT Iman Nasrulloh; Ali Ismail
JURNAL PETIK Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v3i1.355

Abstract

Penggunaan ICT sudah diterapkan mulai darijenjang pendidikan dasar, menengah, sampai ke perguruantinggi. Needs assessment dilaksanakan untuk mengevalusiperencanaan program yang telah dilaksanakan dan untukmemperbaiki perencanaan program selanjutnya berkaitandengan proses pembelajaran (desain, pengembangan,pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi). Penelitian inidigunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknikpengumpulan data menggunakan observasi, wawancara,angket guru dan siswa. Pelaksanaan mengajar diperoleh datasebesar (77.6%) konvensional (tatap muka). Tingginyapelaksanaan pembelajaran konvensional (tatap muka)dikarenakan penyusunan bahan ajar yang lebih praktisdibandingkan dengan pembelajaran berbasis online (web basedlearning). Siswa sangat setuju terhadap pembelajaran berbasisonline (web based learning) 85.1%. Perumusan tujuanpembelajaran khusus hanya meliputi audience dan behavior.Metode mengajar umumnya guru menerapkan metode ceramahmenggunakan media slide power point yang disajikan melaluiproyektor. Pengelolaan ICT diwujudkan adanya koordinatoryang bertanggung jawab atas peralatan dan kelengkapan.Faktor-faktor yang dibutuhkan dalam pembelajaran berbasisICT, yaitu: 1) kemampuan merancang pembelajaran berbasisonline; 2) Pelaksanaan pelatihan guru; 3) kemampuanmenerapkan konsep pada situasi baru dengan cara yangberbeda; 4) menjadikan sekolah sebagai organisasi belajar; 5)Sekolah mampu mengelola dalam merencanakan,mengorganisasikan, pengkoordinasian dan supervisi; 6)kemampuan untuk memecahkan permasalahan dengan langkahyang sistematis dalam desain pembelajaran; 7) kemampuanuntuk mengembangkan dan mengevaluasi produk
Studi Komparasi Sekolah Menengah Kejuruan yang Efektif di Daerah Istimewa Yogyakarta Bpk Irwanto
JURNAL PETIK Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v1i1.58

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan secara mendalam dankomprehensif tentang SMK yang efektif mengenai aspek (1) kurikulum, (2) PBM, (3)pendidik dan tenaga kependidikan, (4) penilaian pendidikan dan (5) kultur sekolah di SMKNdi Yogyakarta. Dengan penelitian ini diharapkan diperoleh data dan solusi yang tepat untukpeningkatan mutu dan kualitas lulusan SMK yang bisa memberikan konstribusi besarterhadap pendidikan di Indonesia.Metode penelitian ini merupakan penelitian studi multi kasus yang dilaksanakan diDIY yang berlokasi di SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 2 Depok dan SMKN 2 Wonosari.Sumber informasi meliputi kepala sekolah, guru, karyawan dan siswa. Data dikumpulkanmelalui observasi langsung, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Instrumen utamayang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Keabsahan data dilakukandengan cara triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalahdengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi teknik ini jugadisebut sebagai teknik interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman (1994).Hasil penelitian dari ketiga SMKN di DIY menunjukkan bahwa SMK tersebut sudahtermasuk SMKN yang efektif di DIY yang mencakup lima aspek sebagai berikut. (1)Kurikulum yang digunakan di SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 2 Depok dan SMKN 2 Wonosariadalah kurikulum KTSP secara utuh dan benar serta ada pengembangan kurikulumnya.Pengembangan kurikulum merupakan masukan dari DUDI untuk pihak SMK agar terjadi linkand match antara kurikulum SMK dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh DUDI. Denganharapan adanya pengembangan kurikulum agar lulusan SMK dapat menguasai kompetensidasar yang di butuhkan oleh DUDI. Pihak sekolah sudah menjalin kerjasama dengan DUDIuntuk menyusun kompetensi yang dibutuhkan DUDI serta pihak SMK mempersiapkanlulusan yang dibutuhkan oleh DUDI. Kurikulum yang diberlakukan sudah menggunakanstandar isi KTSP, silabus, RPP, bahan ajar, media pembelajaran dan strategi atau metodepembelajaran yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. (2) Ketiga SMK menekankanpembelajaran aktif, kreatif dan menyenangkan (PAKEM) serta penggunaan mediapembelajaran, strategi pembelajaran yang bervariasi. Pengelolaan kelas, bengkel danlaboratorium sudah efektif karena adanya interaksi antara guru dan siswa dalam PBM.Strategi pembelajaran yang biasanya digunakan ketiga SMKN yaitu strategi kooperatif,kontektual, studi kasus, diskusi, realistik (realistic mathematics education) dan pembelajaranberbasis masalah. (3) Pendidik dan tenaga kependidikan di SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 2Depok dan SMKN 2 Wonosari sudah efektif karena memenuhi standar kompetensi seorangguru diantaranya kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesionaldan kompetensi sosial serta kualifikasi seorang guru yang akan mengajar di sekolah tersebut.Dari ketiga SMKN di DIY semua guru yang mengajar sudah sesuai dengan bidangkeilmuannya masing-masing. Pendidik dan tenaga kependidikan dari ketiga SMKN di DIY sudah dapat dikatakan efektif karena 80% sudah berkualifikasi S1, 25% sudah berkualifikasiS2 dan S3, 3% berkualifikasi D3 dan 2% berkualifikasi SMA/SMK. (4) Penilaian pendidikandari ketiga SMKN di DIY sudah efektif karena semua sudah melaksanakan sesuai denganstandar penilaian pendidikan yang ditentukan bersama dengan warga sekolah. Penilaiansudah mengacu kepada penilaian standar pada KTSP, PAP dan penilaian kriteria. (5) Kulturketiga SMKN sudah efektif dalam pelaksanaan PBM teori maupun praktik di sekolah. Kulturkerja seperti di DUDI sudah dilaksanakan di SMKN 2 Yogyakarta, SMKN 2 Depok danSMKN 2 Wonosari, dimana masing-masing SMK sudah mendapatkan proyek dari luarsekolah yang dikerjakan oleh pihak SMK terutama para guru dan dibantu oleh siswa dalamrangka menyelesaikan proyek tersebut. Dengan adanya kultur kerja DUDI di SMK yangpositif maka akan menghasilkan PBM teori dan praktik yang efektif serta lulusan yangbermutu dan berkualitas serta siap pakai di DUDI
PERANCANGAN GAME BUDAYAKU INDONESIAKU MENGGUNAKAN METODE MDLC Dian Nurdiana; Andri Suryadi
JURNAL PETIK Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v3i2.149

Abstract

Penggunaan game telah menjadi bagian dalamkehidupan sehari-hari. Di Indonesia ,Sebagai sebuah media,game sendiri telah menciptakan gaya belajar yang baru. Gameedukasi selalu dikembangkan berdasarkan kurikulum yangdikemas dalam tema game itu sendiri. Game saat ini sangatdiminati oleh berbagai kalangan khususnya anak-anak.Ketertarikan anak-anak pada game dapat dijadikan sebagaisarana edukatif untuk peningkatan kemampuan anak-anakcontohnya dibidang . Budayaku Indonesiaku dikembangkandengan media flash bertujuan menguji keterampilan dalambentuk game edukasi. Game ini ditujukan untuk jenjang TKsampai dengan SD. Untuk meningkatkan minat anak dalambermain, maka ditambahkan fitur artificial intelligence (AI)didalam game. Penerapan artificial intelligence diharapkandapat menambah kesenangan bermain dan menambah variasipada game.
Perencanaan Strategis Sistem Informasi pada Usaha Kecil dan Menengah Nizar Alam Hamdani; Galih Abdul Fatah
JURNAL PETIK Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v4i2.382

Abstract

Strategi Perencanaan sistem informasi diperlukan sebagai bagian dari perencanaan strategis sebuah perusahaan. Perencaan strategi sitem informasi ini disusun sebagai strategi untuk memenangkan persaingan sehingga kinerja bisnis UKM akan meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi untuk menggambarkan tujuan sistem dan arsitektur teknologi yang akan diimplementasikan di UKM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Strategic Planning Information System (SPIS) Versi John Ward dan Joe Peppard(Ward & Peppard).  Hasil dari perencanaan sistem teknologi informasi dapat bermanfaat bagi pelaku UKM untuk bagaimana mendayagunkan informasi secara baik bagi organisasinya. Berdasarkan hasil tersebut UKM harus memiliki kemampuan dalam penerapan teknologi informasi sehingga menjadi sebuah inovasi untuk mengembangkan bisnisnya.
SIMULASI BERBASIS MULTI-AGENT CERDAS UNTUK PEMILIHAN SUPPLIER BERDASARKAN MULTI-ISSUE NEGOTIATION Demmy Dharma Bhakti
JURNAL PETIK Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v1i1.53

Abstract

Seleksi dan evaluasi supplier telah menjadi salah satu topik utama dalam literatur produksidanmanajemen operasi. Pemilihan supplier yang terbaik merupakan proses pengambilankeputusan yang kompleks karena harus dievaluasi dari kriteria-kriteria supplier, dandiperlukan proses tawar menawar antara supplier dan konsumen untuk setiap kriteria yangbisa terdiri dari harga, waktu pengiriman, kualitas, kepercayaan, dan lain-lain, sehinggaakan membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan kerja kolaburatif antara konsumen dansupplier.Jurnal ini membahas bagaimana membangun model simulasi berbasis multi-agentcerdas yang dapat proses pemilihan supplier berdasarkan multi-issue negotiation.
PERANCANGAN SISTEM APLIKASI APOTEK MENGGUNAKAN PENDEKATAN BERBASIS OBJEK (Studi Kasus: Apotek Annisa) Rahmi, Hilman, Kelvint, M. Dani, Rd. Riki
JURNAL PETIK Vol 2, No 2 (2016): PETIK Vol 2 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v2i2.71

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak disegala bidang, salah satunya di bidang pelayanan kesehatan. Apotek merupakan salah satu jenis usaha  dibidang perobatan yang sangat memerlukan adanya sistem informasi pengolahan data untuk mempermudah dan memperlancar kinerjanya. Sekarang ini, masih banyak penulisan/pencatatan data-data obat pada apotek yang dilakukan secara konvensional. Cukup banyak apotek yang masih  memberdayakan tenaga manusia untuk mengolah data-data yang ada demi memperlancar usahanya. Salah satunya adalah Apotek Annisa. Sistem yang masih digunakan adalah sistem konvensional yaitu melakukan pencatatan, baik itu transaksi penjualan ataupun pembelian barang ke dalam sebuah buku. Karena sistem tersebut, membuat kinerja apotek menjadi kurang efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pencatatan obat (pembelian-penjualan) yang bersifat komputerisasi. Manfaatnya adalah agar memudahkan proses pencatatan data obat, baik itu pembelian ataupun penjualan. Dari pembuatan sistem ini, harapannya bisa meringankan tugas pegawai apotek dan membuat kinerja apotek menjadi lebih efektif dan efisien.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Pengaruh Perubahan Lingkungan Terhadap Daratan Melalui Media Kartu ade ika
JURNAL PETIK Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v4i2.361

Abstract

Peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran pengaruh perubahan lingkungan terhadap daratan perlu diupayakan sedini mungkin, sebab kemampuan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini guru memiliki tanggung jawab yang paling besar, karena langsung bersentuhan dengan siswa. Oleh karena itu, guru dituntut untuk melakukan berbagai variasi dalam proses pembelajaran agar dapat menarik minat siswa. Salah satu cara meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran dengan menggunakan media kartu. Berdasarkan survey pendahuluan oleh peneliti, metode pembelajaran yang digunakan dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri Kebagusan 02 Pagi Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan, masih didominasi metode ceramah disertai dengan penugasan. Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada pokok bahasan Pengaruh Perubahan Lingkungan Terhadap Daratan siswa kelas IV SD Negeri Kebagusan 02 Pagi Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatanuntuk tahun pelajaran 2016/2017 belum memuaskan karena rata-rata masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Oleh karena itu, maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan utama untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang pengaruh perubahan lingkungan terhadap daratan melalui media kartu pada siswa Kelas IV SD Negeri Kebagusan 02 Pagi Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Penelitian ini dilakukan terhadap 33 siswa dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research). Hasil penelitian dengan beberapa tindakan, menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran mulai siklus pertama sampai dengan siklus kedua, dari kategori cukup menjadi baik. Pemahaman siswa tentang materi “Pengaruh Perubahan Lingkungan terhadap Daratan” di kelas IV SD Negeri Kebagusan 02 Pagi Kecamatan Pasar Minggu Jakarta Selatan mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang didasarkan pada hasil evaluasi belajar siswa pada siklus I pertemuan 1 diperoleh nilai rata-rata 62,73, siklus I pertemuan 2 dengan rata-rata 68,79, siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 74,85 dan pada siklus II Pertemuan 2 diperoleh nilai rata-rata 80,76.
PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM MENGINGKATKAN KEMAMPUAN MORAL ANAK Eka setiawati; Mrs. Desri; Elih Solihatulmilah
JURNAL PETIK Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.289 KB) | DOI: 10.31980/jpetik.v5i1.494

Abstract

Abstract - Moral religion is important to develop because it will become the basis or foundation of childrenin navigating life. From the observation of the age of 3-4 years at KOBER PGRI Bayah, it was found thatchildren's abilities in the aspects of religious moral development were relatively low. Based on the thinkingabout the factors causing the low moral capacity of the child's religion are: (1) teacher's body language is stilldifficult so that the presentation of learning is less interesting; (2) the use of methods that are less varied; (3)the lack of teaching aids owned; (4) avoiding children's interest in religious moral learning. This research usesClassroom Action Research. The results of the study show how to learn that can improve the moral capacityof religious children aged 3-4 years at KOBER PGRI Bayah, Lebak Regency. The success rate for activitiesis very significant. In the pre-cycle activities of the average percentage of 38.67% increased to 55.67% in thefirst cycle, and increased to 90.33% in the second cycle.Keywords - kemampuan moral agama, game ular tangga
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PELAYANAN PENUNJANG MEDIS LABORATORIUM DI PUSKESMAS KOPO BANDUNG Rini Suwartika Kusumadiarti; Rendra Ripandi
JURNAL PETIK Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.328 KB) | DOI: 10.31980/jpetik.v5i1.441

Abstract

Abstract - Progress in the field of health is very rapidly in developing, so many findings are obtained withinformation technology assistance both in the field of organizing hospitals, health centers, treatment anddevelopment research from the health sciences itself. The combination of information technology with theactivities of people who use these technologies, to support operations and management is an informationsystem. This study aims to design and build an information system implementation of laboratory medicalservices in the UPT Kopo Bandung Health Center. Technique of data collection by means of observation,interviews and literature. Software development methods use the waterfall method with Data Flow Diagrams(DFD) as software design. The suggestions given to overcome the problems in the laboratory medical supportsystem are: There needs to be a better development of the system. and need for training for HR who managethis system regarding the use of the application.Keyword : Information System, Laboratory Service, Waterfall, Microsoft Visual Studio 2010Abstrak - Kemajuan dalam bidang kesehatan sangat berkembang dengan begitu pesat, sehingga banyaktemuan-temuan yang didapatkan dengan bantuan teknologi informasi baik dalam bidang pengorganisasianrumah sakit, puskesmas, pengobatan maupun penelitian pengembangan dari ilmu kesehatan itu sendiri.Kombinasi antara teknologi informasi dengan aktivitas orang yang menggunakan teknologi tersebut, untukmendukung operasi dan manajemen adalah sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang danmembangun implementasi sistem informasi pelayanan enunjang medis laboratorium di UPT Puskesmas KopoBandungTeknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan studi pustaka. Metodepengembangan perangkat lunak menggunakan metode waterfall dengan Data Flow Diagram (DFD) sebagaiperancangan software. Adapun saran yang diberikan untuk mengatasi permasalahan dalam sistem pelayananpenunjang medis laboratorium adalah : Perlu adanya pengembangan sistem ke arah yang lebih baik, Perluadanya pelatihan untuk SDM yang mengelola sistem ini terkait penggunaan aplikasi.Kata Kunci : Sistem Informasi, Pelayanan Laboratorium, Waterfall, Microsoft Visual Studio 2010

Page 5 of 33 | Total Record : 324


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 No 1 Maret 2025 Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No 2 September 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No 1 Maret Tahun 2024 Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 9 No 2 Tahun 2023 Vol 9, No 1 (2023): Vol 9 No 1 Maret 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023 Vol 8, No 2 (2022): Petik vol 8 no 2 tahun 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol 8 No 1 Tahun 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Volume 8 No 1 Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 no 2 Tahun 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Volume 7 No 2 Tahun 2021 Vol 7, No 1 (2021): Vol 7 no 1 tahun 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Volume 7 No 1 Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2020): Vol 6 No 2 Tahun 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Volume 6 No 2 Tahun 2020 Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): Volume 5 No 2 Tahun 2019 Vol 5, No 2 (2019): Vol 5 No 2 Tahun 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Volume 5 No 1 Tahun 2019 Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Volume 4 No 2 Tahun 2018 Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Volume 4 No 1 Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Volume 3 No 2 Tahun 2017 Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017 Vol. 2 No. 2 (2016): Volume 2 No 2 Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2016): PETIK Vol 2 No. 2 Tahun 2016 Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Volume 2 No 1 Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015 More Issue