cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PETIK
ISSN : 24607363     EISSN : 26146606     DOI : -
Jurnal Pendidikan Tekologi Informasi dan Komunikasi (PETIK) adalah Jurnal yang memiliki fokus dibidang Pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurnal PETIK ber-issn : 2460-7363 dan e-ISSN : 2614-6606. Sedangkan terbitan pada Jurnal PETIK terbit sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Pengembangan Aplikasi Cerita Rakyat Sape untuk Meningkatkan Literasi Budaya Generasi Muda di Kecamatan Sape Ramadhan, Ardi; Ahyar; Fitrianingsih, Nur; Fitriati, Ita; Hakim, Arif Rahman
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3162

Abstract

Abstrak Perkembangan pesat dalam ranah teknologi informasi dan komunikasi telah menghadirkan pergeseran fundamental dalam tatanan kehidupan manusia, termasuk dalam lingkup pendidikan. Temuan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak generasi muda Sape yang tidak mengetahui tentang cerita rakyat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Cerita Rakyat berbasis Android sebagai media literasi budaya dalam upaya melestarikan cerita rakyat Sape. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Aplikasi dikembangkan menggunakan platform Kodular dan divalidasi oleh dua ahli media. Uji coba dilakukan terhadap 25 pemuda berusia 15–24 tahun dengan metode pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 88,89%, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan skor literasi budaya dengan nilai N-gain rata-rata sebesar 0,64 yang termasuk kategori sedang menuju tinggi. Penelitian ini membuktikan bahwa aplikasi Cerita Rakyat efektif sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya lokal. Lebih dari itu, integrasi teknologi digital dengan konten budaya lokal memiliki potensi jangka panjang sebagai strategi kultural untuk memperkuat identitas lokal secara berkelanjutan dan lintas generasi di tengah arus globalisasi. Aplikasi ini juga berfungsi sebagai sarana dokumentasi budaya yang dapat direplikasi di daerah lain, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian nilai budaya melalui media digital yang adaptif dan inklusif. Kata Kunci: Teknologi Informasi, Pelestarian Budaya, Cerita Rakyat, Aplikasi Android, Literasi Budaya   Abstract The rapid advancement of information and communication technology has brought fundamental changes to human life, including in the field of education. Field findings indicate that many young people in Sape are still unfamiliar with their own local folktales. This study aims to develop an Android-based application called Cerita Rakyat as a cultural literacy tool to help preserve the region’s folktales. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The application was developed using the Kodular platform and validated by two media experts. It was tested on 25 youth aged 15–24 using a pretest and posttest approach. Validation results showed a feasibility rate of 88.89%, while effectiveness testing revealed an increase in cultural literacy scores, with an average N-gain value of 0.64, categorized as medium to high. The findings confirm that the Cerita Rakyat application is effective as an educational tool and a means of preserving local culture. Furthermore, integrating digital technology with local cultural content has long-term potential as a cultural strategy to strengthen local identity in a sustainable and intergenerational manner amidst globalization. The application also serves as a digital cultural documentation tool that can be replicated in other regions, encouraging youth engagement in preserving cultural values through inclusive and adaptive digital media. Keyword: Information Technology, Cultural Preservation, Folklore, Android Application, Cultural Literacy
Pengaruh Media Interland Untuk Meningkatkan Pemahaman Literasi Digital Siswa Dalam Menghadapi Ancaman Era Digital Syahfiar, Muhammad; Mahpudin, Asep
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3167

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak positif sekaligus tantangan, khususnya bagi kalangan pelajar yang aktif menggunakan internet. Rendahnya literasi digital menyebabkan siswa rentan terhadap berbagai ancaman digital seperti penipuan daring (phishing), perundungan siber (cyberbullying), dan pelanggaran privasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Interland dalam meningkatkan pemahaman literasi digital siswa dalam menghadapi ancaman digital. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII.H sebagai kelas eksperimen dan VIII.D sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 28 siswa. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest untuk mengukur tingkat literasi digital siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor posttest kelas eksperimen sebesar 79,29, sedangkan kelas kontrol sebesar 67,14, dengan selisih peningkatan sebesar 12,15 poin. Uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai Thitung sebesar 3,568 lebih besar dari Ttabel sebesar 2,032, dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,001 < 0,05. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan media Interland memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman literasi digital siswa. Kata Kunci: literasi; media; digital; interland   Abstract The rapid development of digital technology brings both positive impacts and challenges, especially for students who are actively engaged with the internet. Low levels of digital literacy make students vulnerable to various digital threats such as online scams (phishing), cyberbullying, and privacy violations. This study aims to determine the influence of using the Interland learning media on improving students' understanding of digital literacy in dealing with digital threats. The research employed a quantitative method with a Pretest-Posttest Control Group Design. The subjects consisted of students from class VIII.H as the experimental group and VIII.D as the control group, with 28 students in each class. The research instruments were pretest and posttest to measure students’ digital literacy levels. The results showed that the average posttest score of the experimental class was 79.29, while that of the control class was 67.14, with an improvement difference of 12.15 points. The hypothesis testing using a t-test revealed that the t-value (3.568) was greater than the t-table value (2.032), with a significance value (p) of 0.001 < 0.05. Thus, there was a significant difference between the two groups. These findings demonstrate that the use of Interland has a significant influence on improving students' understanding of digital literacy. Keyword: literacy, media, digital, interland
Pengembangan Modul Elektronik Materi Berpikir Komputasional Pada Mata Pelajaran Informatika Kelas X Di SMAN 1 Garut Bhakti, Demmy Dharma; ramadhan, rahman; Falah, Rivan Syahrul
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3308

Abstract

Abstrak Pengembangan modul elektronik materi berpikir komputasional pada mata pelajaran Informatika di kelas X SMAN 1 Garut dilatar belakangi oleh pembaruan bahan ajar guna mengoptimalkan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya media pembelajaran yang menarik, interaktif dan dapat menunjang pemahaman siswa terhadap konsep berpikir komputasional dalam kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model Alessi dan Trollip yang terdiri dari tiga tahap utama, yaitu tahap perencanaan (Planning), tahap desain (Design), dan tahap pengembangan (Development). Untuk validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media sebagai validator menggunakan angket penilaian, sementara untuk persepsi siswa dikumpulkan dengan cara melalui angket respon setelah uji Beta. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul berada dalam kategori skala likert “Sangat Layak” dengan rata-rata skor penilaian ahli materi sebesar 94% dan ahli media sebesar 91,05%. Persepsi siswa terhadap modul menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 93%, yang mencerminkan bahwa modul menarik, mudah dipahami, dan membantu pemahaman konsep. Dengan hal itu, maka modul elektronik yang dikembangkan dinyatakan “Sangat Layak” untuk nantinya digunakan pada pembelajaran informatika, terkhusus pada materi berpikir Komputasional di kelas X SMAN 1 Garut. Kata Kunci: Modul elektronik; Alessi & Trollip; Informatika; Bahan ajar.   Abstract The development of electronic modules on computational thinking material in the Informatics subject for class X at SMAN 1 Garut, is based on the renewal of teaching materials to optimize the utilization of technology. This research is based on the importance of attractive and interactive learning media that can support students' understanding of the concept of computational thinking in the independent curriculum. This research is a development research (Research and Development) using the Alessi and Trollip model, which consists of three main stages: planning stage, design stage, and development stage. Validation is carried out by subject matter experts and media experts as validators using assessment questionnaires, Meanwhile, students' perceptions were collected through response questionnaires after the Beta test. The validation results indicated that the module is in the category of 'Very Feasible' with an average score of skala likert 94% from content experts and 91.05% from media experts. Students' perceptions of the module showed a suitability level of 93%, reflecting that the module is engaging, easy to understand, and aids in conceptual understanding. Thus, the developed electronic module is declared 'Very Feasible' for use in Informatics learning, especially for computational thinking material in class X at SMAN 1 Garut. Keyword: Electronic module; Alessi & Trollip; Computer Science; Teaching materials
Digitalisasi Manajemen Data IKU 3 dan IKU 4 Pada Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka Menggunakan Metode Agile Irpan Kusyadi; Mochamad Bagoes Satria J; Dwi Astuti Aprijani; Mayang Anglingsari Putri
Petik: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025
Publisher : Pendidikan Teknologi Informasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/petik.v11i2.3301

Abstract

Abstrak Pengukuran kinerja Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia saat ini mengacu pada delapan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU berfungsi sebagai alat ukur pencapaian yang memengaruhi pemberian insentif berbasis kinerja seperti insentif capaian IKU, dana penyeimbang, dan program kompetisi. Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka menghadapi tantangan dalam pengelolaan data terkait IKU 3 (dosen berkegiatan di luar kampus) dan IKU 4 (praktisi mengajar di dalam kampus). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen data IKU 3 dan IKU 4 pada program studi sistem informasi Universitas Terbuka. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini yaitu metode Agile. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi dan menganalisis dari dokumentasi yang ada. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sistem informasi yang dikembahkan dapat memudahkan dalam pendokumentasian kegiatan yang berhubungan dengan IKU 3 dan IKU 4, mulai dari input kegiatan yang dilakukan sampai kepada penyajian laporan yang dapat dilakukan sesuai dengan template yang telah ditentukan. Pengujian sistem ini dilakukan dengan menggunakan metode black box testing yang menunjukan sistem berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang dikembangkan dapat mempermudah pendokumentasian dan pelaporan IKU 3 dan IKU 4, serta telah berfungsi dengan baik berdasarkan pengujian black box. Kata Kunci: Digitalitasi data; Indikator Kinerja Utama (IKU); Metode Agile; Sistem Informasi Manajemen   Abstract The performance measurement of State Universities (PTN) in Indonesia currently refers to eight Key Performance Indicators (KPI). KPI serves as a measurement tool for achievement that influences the provision of performance-based incentives such as KPI achievement incentives, balancing funds, and competition programs. The Information Systems Study Program of Universitas Terbuka faces challenges in managing data related to KPI 3 (lecturers engaged in activities outside the campus) and KPI 4 (teaching practitioners on campus). This study aims to develop a data management information system for KPI 3 and KPI 4 in the Information Systems Study Program of Universitas Terbuka. The method used in developing this system is the Agile method. To collect data in this study, interviews, observations, and analysis of existing documentation were used. The results of this study indicate that the developed information system can facilitate the documentation of activities related to KPI 3 and KPI 4, starting from inputting activities carried out to presenting reports that can be done according to a predetermined template. Testing of this system was carried out using the black box testing method which showed that the system runs well according to its function. The results of this study indicate that the information system developed can facilitate the documentation and reporting of IKU 3 and IKU 4, and has functioned well based on black box testing. Keyword: Data digitization; Key Performance Indicators (KPI); Agile Methods; Management Information Systems

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): Volume 11 No 2 September 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Volume 11 No 1 Maret 2025 Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No 2 September 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 No 1 Maret Tahun 2024 Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 9 No 2 Tahun 2023 Vol 9, No 1 (2023): Vol 9 No 1 Maret 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Volume 9 No 1 Tahun 2023 Vol 8, No 2 (2022): Petik vol 8 no 2 tahun 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Volume 8 No 2 Tahun 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol 8 No 1 Tahun 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Volume 8 No 1 Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 no 2 Tahun 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Volume 7 No 2 Tahun 2021 Vol 7, No 1 (2021): Vol 7 no 1 tahun 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Volume 7 No 1 Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2020): Vol 6 No 2 Tahun 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Volume 6 No 2 Tahun 2020 Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1 Tahun 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Volume 6 No 1 Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2019): Vol 5 No 2 Tahun 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Volume 5 No 2 Tahun 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Volume 5 No 1 Tahun 2019 Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2018): Vol.4 No.2 Tahun 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Volume 4 No 2 Tahun 2018 Vol 4, No 1 (2018): Vol.4 No.1 Tahun 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Volume 4 No 1 Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2017): PETIK Vol 3 No. 2 Tahun 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Volume 3 No 2 Tahun 2017 Vol 3, No 1 (2017): PETIK Vol 3 No. 1 Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Volume 3 No 1 Tahun 2017 Vol. 2 No. 2 (2016): Volume 2 No 2 Tahun 2016 Vol 2, No 2 (2016): PETIK Vol 2 No. 2 Tahun 2016 Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): Volume 2 No 1 Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015 More Issue