cover
Contact Name
Zawiyah:Jurnal Pemikiran Islam
Contact Email
zawiyahkendari@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
zawiyahkendari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 24776149     EISSN : 2597955X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Zawiyah: Journal of Islamic Thought published by the Postgraduate of IAIN Kendari includes textual studies and field work with various perspectives on education, law, philosophy, history, theology, political science, and more. This journal serves as a scientific forum for lecturers, researchers and other communities, this journal invites scholars and researchers outside the Institute to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam and muslim society. Indonesian scholars can enrich studies through articles published in journals. Articles written in Indonesian have abstracts in English and with fair procedures for peer-review, Zawiyah publish research and studies relating to Islamic studies with various dimensions and approaches. Zawiyah: Journal of Islamic Thought is published twice a year, each issue focuses on the investigation of academics through comprehensive observations of Islamic Studies. This journal, serves as a forum for studying Islam in Indonesia and other parts of the world in local and global contexts. Therefore, researchers, writers, and readers from various scientific backgrounds have interacted scientifically
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020" : 9 Documents clear
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID Imam Ghozali
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.2062

Abstract

Abdurrahman Wahid menilai bahwa diskriminasi hak-hak politik kelompok minoritas berlangsung secara sistematis sejak berdiri Negara Republik Indonesia sampai memasuki era Reformasi. Pada zaman orde baru, kelompok minoritas terpinggirkan dalam percaturan politik. Memasuki zaman Reformasi sebagai wujud kebebasan hak-hak politik justru semakin mempersempit kelompok minoritas. Kebangkitan kelompok Islam garis kanan dengan semangat menegakan syariat Islam dengan cita-cita mendirikan Negara Islam telah menghidupkan sentiment  SARA. Mereka  mengharamkan umat Islam memilih calon pemimpin baik pemilihan Presiden, Legislatif atau pemilihan Kepala Daerah. Abdurrahman Wahid melakukan perjuangan membela mereka untuk mendapat hak-hak politiknya. Ada dua persoalan berkaitan dengan diskriminasi politik minoritas, yaitu implementasi hak-hak politik minoritas dan kedudukan politik politik minoritas di Indonesia. Penelitian ini berbentuk Penelitian Kualitatif, dengan menggunakan pendekatan Library Riset. Hasil Penelitian, Abdurrahman Wahid menilai hak-hak politik minoritas di Indonesia dalam sistem demokrasi benar secara hukum Islam dan Konstitusi Negara. Mereka mempunyai hak-hak politik yang sama dengan muslim dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi sebagai wujud operasional Negara. Pemerintah harus menegakan kedaulatan hukum secara tegas dan konsisten agar tercipta keadilan hak-hak politik kelompok minoritas sebagai wujud demokratisasi politik telah berjalan dengan baik
Pemikiran filsafat menurut Thales (Analisis Kritis Dalam Perspektif Filsafat dan Agama) Ahmad Noviansah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1972

Abstract

Artikel ini membahas tentang bagaimana pandagangan Thales tentang hakikat alam semesta, hingga sampai kepada sebuah kesimpulan bahan dasar dari segala sesuatu yaitu air. Apabila dikaji lebih dekat lagi pendapat Thales ini tentu tidak keluar dari ruang yang hampa, tanpa ada alasan ilmiah. Keberhasilan Thales  menyimpulkan apa yang menjadi objek kajiannya tentu tentu dipengaruhi oleh sifat-sifat dasar  manusia yaitu sifat yang suda tertanam dalam diri manusia. Dalam penelitian ini penelitian ini di relevansikan melalu Agama. diakarnakan manusia butuh sekali namanya pengetahuan untuk kelangsungan kehidupannya, manusia juga telah disematkan sebagi mahluk ciptaan Tuhan sebagai mahluk yang paling sampurna dimuka bumi ini, karna dilengkapi dengan seperangkat akal dan dan fikiran yang tidak dimiliki oleh mahluk lain, rasa ingin tahu manusia lah yang menjadi dasar melakukan pnegetahuan filosofis. Adapun pemikiran Thales yang menjadi pembahasan didalam artikel ini dan menjadi tema menarik dikalangan akademis yaitu: Air sebagai prinsip dasar segala sesuatu, Pandangan Thales tentag jiwa, Theorama Thales, dan Pandangan poitik persepsi Thales, dikarnakan semua pemikiran tersebut sangat urgen untuk dibahas.
IMPLEMENTASI MANHAJ SISTEMATIKA WAHYU DALAM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH KOTA KENDARI Lutifuddin Lutfiuddin; Moh. Yahya Obaid; Supriyanto Supriyanto
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1601

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, jenis data dalam penelitian ini diklasifikasikan menjadi data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan dara terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi dan selanjutnya dianalisis dengan cara analisis domein, analisis, analisis taksonomi, analisis komponen dan analisis tema. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, keikutsertaan dan trianggulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Kendari dalam persiapan implementasi Manhaj sistematika Wahyu dalam pendidikan Pondok Pesantren melalui dua tahap. Tahap (1) mengintegrasikan kurikulum diknas yang di pakai pada pendidikan formal dengan Manhaj Sistematika Wahyu yang di beri istilah Pendidikan Integral. Tahap (2)  sistem keasramaan (Boarding/ Mondok) yang diharapkan dalam sistem ini adalah optimalisasi iptek yang seimbang dengan pembentukan kesadaran ruhiyah sangat ditunjang oleh keterpaduan ungsur yang ada, yaitu sekolah, masjid dan asrama. Manhaj Sistematika Wahyu dalam pelaksanaan pada sistem pendidikan di Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari dengan memberikan muatan Sistematika Wahyu pada setiap pembahasan dalam mata pelajaran baik pelajaran formal maupun ekstrakurikuler. Hal ini dapat tercermin pada pramuka yang di berikan muatan Kepanduan Hidayatullah yang berisikan Manhaj Sistematika Wahyu.Pelaksanaan evaluasi Manhaj Sistematika Wahyu pada sistem pendidikan Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari menggunakan empat model evaluasi yaitu : (a) Evaluasi goald oriented, (b) Evaluasi Formatif, (c) Evaluasi Normatif dan (d) Evaluasi Sumatif.
Lukisan Analitik tentang Etos Filantropi Muhammadiyah Sulawesi-Tenggara Pada Era Akhir Orde Baru dalam Perspektif Gerakan Sosial Muhammad Alifuddin; Nurjannah Nurjannah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1964

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan secara Analitik tentang Etos Filantropi Muhammadiyah di Sulawesi Tenggara pada Akhir Era Orde Baru. Data-data penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.  Seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan paradigma Miles dan Huberman. Merujuk pada data serta analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan (1). Realitas infrastruktur gedung Muhammadiyah (GDM) adalah fakta tentang karakter kerja keras, persatuan dan kekuatan berderma elemen Muhammadiyah. Etos berderma elemen organ ini terus bergerak, kendati mereka berada dalam ruang struktur sosial politik tertutup. (2) Daya filantropi elemen Muhammadiyah didorong oleh semangat berfastabiqulkhairat  yang dinarasikan oleh aktor melalui framing yang elegan sehingga memicu semangat berkompetisi anggota Muhammadiyah dalam membangun monumen  kebaikan untuk semua. (3). Ruang struktur politik tertutup serta minimnya sumber pendanaan, bukan hambatan bagi Muhammadiyah merealisasikan infrastruktur sebagai pusat menkordinasikan kegiatan organisasi. Realitas ini menyajikan fakta tentang kuatnya etos filantropi warga Muhammadiyah. Implikasi umum dari penelitian ini adalah bahwa semangat berfastabiqul khairat terbukti dapat memicu etos filantropi elemen sosial.  
Wilayatul Faqih: Landasan, Implementasi, dan Kritik Amrizal Amrizal
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1627

Abstract

Republik Islam Iran adalah salah satu negara yang sangat berpengaruh dalam percaturan politik Timur-Tengah bahkan dunia saat ini. Minoritas dalam struktur kultural keagamanaan Islam ditambah embargo yang dilancarkan Amerika Serikat ternyata tidak menghentikan laju pengaruh negara ini. Di antara keistimewaan yang dimiliki Republik Islam Iran adalah sistem ketatanegaraannya yang mampu secara apik bersinergi dengan sistem ketatanegaraan yang lahir dari ajaran Filsafat Politik Modern. Bentuk negara Republik meniscayakan penerapan Trias Politica diiringi dengan penerapan nilai dan instrumen demokrasi untuk menyerap partisipasi rakyat dalam menentukan arah politik dan pemerintahan. Semua ini diwadahi dalam sistem Wilāyatul Faqīh yang murni lahir dari rahim pemikiran ajaran Syi`ah. Tulisan ini membahas landasan konseptual dan doktrinal Wilāyatul Faqīh, implementasinya dalam Republik Islam Iran, dan kritik yang dilancarkan padanya. Bahasan pertama akan membahas lompatan pemikiran yang memungkinkan doktrin Imāmah menemukan bentuknya yang baru melalui Wilāyatul Faqīh dalam politik praktis kontemporer. Bahasan kedua membahas imlementasinya sebagai acuan terhadap kritik yang muncul mengenainya. Bahasan ketiga akan menempatkan sejumlah kritik sesuai ranahnya sehingga di akhir bahasan bisa dihadirkan respon secara teoritis dan alternatif secara praktis yang memungkinkan atas kritik tersebut. Terlepas dari kelemahan yang dimilikinya saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Wilāyatul Faqīh mampu menghadirkan suatu sintesis filosofis yang khas—bahkan hingga saat ini satu-satunya—antara Islam dan Barat modern. Sistem ini mampu menunjukan secara konkret bagaimana semestinya Filsafat Politik Islam diterapkan dan mampu berkompetisi dengan berbagai pengejawantahan ajaran Filsafat Politik lainnya.
IN SEARCH OF ISLAMIC DEFINITION OF WORLDVIEW: ELEMENTS, AND ITS CHARACTERS Muhammad Taqiyuddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1949

Abstract

The discourse about worldview rapidly developed in harmony with the philosophy of science itself. The reason is that globalization has 'challenged' various nations and countries to develop science and technology; some even seem to negate others. At this stage, civilization experiences a 'clash'; namely at the level of natural outlook (clash of worldview). That is, differences in culture, nation, race and religion also confirm the definitive difference between the worldview of Islam and non-Islam. Furthermore, the true concept of the Islamic worldview can be defined based on the elements and characteristics that are fundamental to Islam philosophically. This literature research model seeks to offer efforts to define the Islamic worldview historically; that is, from the very beginning of the emergence of this concept until the 'maturity' of the concept of the Islamic worldview in the hands of Muslim scholars; and possible future developments. Data analysis is carried out critically and comparatively. This study concludes that the meaning of worldview can be traced based on its origin, which is used in the secular Western era. Then, Christians also adapted it as part of the explanation of religious philosophy, especially systematic theology. But essentially, some elements and worldview characters can be filled with the nature and values of Islam; so that we can also define the meaning of the Islamic worldview along with its essential aspects.
KONSEP PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT PANDANGAN IBNU RUSYD DAN STEPHAN HAWKING DAN KAITANNYA TERHADAP KOSMOLOGI Nanda Pramesti Nariswari; Andika Khoirul Huda; Anisa Firdaus; Eka Nur Fitriyani; Ahmad Fauzan Hidayatullah
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1612

Abstract

Tujuan dari pembuatan jurnal ini untuk mengetahui kajian secara filosofis mengenai konsep kosmologi menurut Ibnu Rusyd dan Stephan Hawking. Kosmologi merupakan suatu ilmu yang membahas mengenai penciptaan alam semesta secara luas yang dikaji dalam berbagai sudut pandang para ahli filsafat dan fisikawan. Problematika bagaimana alam semesta ini tercipta masih menjadi perdebatan dan ragam kajian yang tiada ujung, terutama bagi para filsuf hingga saintis yang banyak memberikan ragam pendapatnya. Salah satu diantaranya pemikiran Ibn Rusyd yang berasal dari kalangan filsuf, yang mengungkap tentang kosmologi bahwa penciptaan merupakan proses mengubah satu sama lain atau mengubah potensi menjadi ciptaan yang sesungguhnya, dan proses ini dilakukan terus menerus dalam periode yang tidak terbatas atau tak berhingga. Serta pemikiran para saintis salah satunya pemikiran Stephan Hawking yang termasuk penganut pemikiran naturalisme metafisik, yang berkeyakinan bahwa alam semesta terjadi karena kehendak alam itu sendiri, dan Hawking tidak mempercayai peran Tuhan atas terbentuknya alam semesta. Tidak ada pertentangan mana yang mesti diterima tentang bagaimana alam semesta itu tercipta,  keberhasasilan sains tidak terlepas adanya hukum alam ciptaan Allah yang membuat manusia berpikir bagaimana alam semesta ini tercipta dan bermula. Keniscayaan hukum alam yang disebutkan dalam al-Qur’an dapat diketahui dengan sains dengan mengamati dan meneliti secara terus menerus.
Dari Etika Qur’an Ke Etika Publik; Rekontruksi Pendidikan Islam Fazlur Rahman Imam Hanafi; Alimuddin Hasan; Moh. Said HM
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.1371

Abstract

Pemikiran Fazlur Rahman tentang etika al-Qur’an merupakan esensi ajaran kitab suci, adalah mata rantai penghubung antara teologi dan hukum, sekaligus sebagai dalih bagi pentingnya etika al-Qur’an. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagaimana memformulasikan pendidikan Islam dalam konteks pengembangan etika al-Qur’an tersebut, menjadi sebuah etika publik. Yaitu penghayatan akan pentingnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di ranah publik. Sehingga, apa pun perilaku seseorang, seharusnya mempertimbangkan kepentingan publik (sesama manusia), dari pada kepentingan sendiri.
DERADIKALISASI DAKWAH: OPTIMALISASI PERAN DA’I DALAM MEMBANGUN KARAKTER MULTIKULTUR MELALUI PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN Laode Abdul Wahab; Nur Alim
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 6, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v6i2.3752

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dengan fokus pemberdayaannya pada Deradikalisasi Dakwah: Optimalisasi Peran Da’i dalam Membangun Karakter Multikultur Melalui Penguatan Kapasitas Kelembagaan. Program ini telah dilakukan dengan sejumlah proses dan tahapan bersifat tronsformasional berupa keswadayaan dan keberlanjutan (sustainability). Pemberdayaan menggunakan metode participatory action research (PAR). Temuan program yakni: pada tahap prelimanary research da’i (subyek dampingan) menyadari bahwa pertumbuhan radikalisme di Kendari satu sisi menjadi fenomena sosiologis dirasakan hadir di sekitar mereka dan  sisi lain menjadi fakta ideologi terus hidup membelah sel dengan pola dan metode baru, serta pertumbuhannya dirasakan sangat cepat utamanya di dunia maya. Kesadaran da’i ini menjadi dasar penguatan bangunan kesepahaman bahwa da’i dipandang memiliki peran strategis utamanya di dunia maya untuk menanamkan Islam moderat dan dapat menemukan cara yang tepat untuk menanggulangi (deradikalisasi) Islam radikal. Bangunan kesepahaman ini, setelah refleksi bersama melalui metode workshop dengan teknik FGD, para da’i membangun kesepakatan dan ditindaklanjuti dengan orientasi dan sosialisasi pengembangan keterampilan da’i dan mengelola kelembagaan da’i berbasis online. Bukti dari kesadaran bersama para da’i itu diwujudkan melalui kelembagaan da’i multikultural dan perluasan jejaring da’i berbasis online dengan nama ‘Da’i Multikultur’ di grup WhatsApp  yang saat ini beranggotakan 198 orang dan ‘Da’i Multikultural’ di Facebook beranggotakan 152 orang serta ‘Da’i Multikultural’ di Blog. Ketiga wadah ini menjadi jaringan komunikasi para da’i dalam berdiskusi untuk membangun kesepahaman, mencari titik temu dan merencanakan program bersama utamanya di dunia maya dengan tetap berperan maksimal di dunia nyata. Para da’i berkomitmen akan melakukan langkah adaptasi materi, metode, strategi dan subyek serta obyek dakwah dalam kerangka kehidupan keIslaman yang berterima dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan. Sehingga dengan demikian akan dapat diketahui bagaimana tanggungjawab da’i dalam membetengi masyarakat dari radikalisme.

Page 1 of 1 | Total Record : 9