NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus jurnal menaruh perhatian, namun tidak hanya terbatas, pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi; pembangungan ekonomi dan perubahan sosial termasuk di dalamnya antara lain pokok-pokok persoalan tentang gender, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial dan pemerintahan dan sistem pengetahuan lokal
Articles
3,927 Documents
REALITAS BANK EMOK BAGI MASYARAKAT ( Studi Fenomenologi Tentang Realitas Bank Emok Bagi Masyarakat Di Desa Karang Mukti Kecamatan Cipeundeuy Subang)
Irenza Sabatini Mulyadi;
Zainal Abidin;
Maulana Rifai
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3867-3874
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif dan makna bagi masyarakat desa Karang Mukti Kecamatan Cipeundeuy yang menggunakan jasa Bank Emok. Metode Penelitian ini adalah metode kualitatif dengan penelitian fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna masyarakat Desa Karang Mukti Kecamatan Cipeundeuy dalam menjadi nasabah Bank Emok ada tiga yakni, keresahan karena hutang yang tak kunjung lunas, pemenuh hasrat dalam memenuhi kebiasaan berhutang, dan menambah beban. Sementara motif yang merujuk pada masa yang telah dilalui (because-motive) ada tiga yaitu untuk modal usaha, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, dan menutupi hutang yang lain, lalu motif untuk masa yang akan datang (in-order-to-motive) adalah untuk membantu perekonomian dan melunasi hutang yang lain.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN WANASARI KECAMATAN CIBITUNG KABUPATEN BEKASI
Windy Endah Yulistika
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.4023-4028
Dalam pelaksanaannya, pelayanan publik harus dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan yang ada sebagai acuan pedoman penyelenggaraan yang berkualitas. Fokus dalam penelitian ini untuk mengukur kualitas pelayanan publik di Kelurahan Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi berdasarkan teori dari Zeithaml et.al (1990) dalam Hardiyansyah (2018), meliputi: Tangible (bukti fisik), Realiable (kehandalan), Responsiveness (daya tanggap), Assurance (kepastian) dan Empathy (empati). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui cara observasi maupun wawancara dengan tiga cara dalam analisis data yang berupa reduksi data, penyajian data dan terakhir menarik kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam kualitas pelayanan public di Kelurahan Wanasari yang berlandaskan lima indikator kualitas sudah cukup optimal, seperti indikator Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Namun ada dua indikator yang belum optimal sepenuhnya yaitu Tangible dan Realible yang berhubungan degan fasilitas sarana prasarana dan sumber daya manusia. Penghambat kualitas pelayanan tersebut berasal dari kurangnya peralatan seperti komputer maupun laptop untuk menunjang proses pelayanan publik dan kurangnya jumlah tenaga pegawai dan tenaga ahli yang berbakat dibidangnya.Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan, Publik, Pemerintahan
INOVASI E-GOVERNMENT PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KARAWANG: STUDI PADA WEBSITE INFOLOKER
Oktia Dita Suciati;
Mochamad Faizal Rizki;
Rachmat Ramdani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3780-3787
Angkatan kerja di Kabupaten Karawang kesulitan memperoleh informasi lowongan pekerjaan yang berakibat pada tingginya tingkat pengangguran terbuka sehingga menginisiasi pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang untuk mengadakan suatu inovasi berupa website infoloker. Hadirnya website infoloker dapat digunakan para pencari kerja untuk memperoleh informasi lowongan pekerjaan dan mempermudah proses melamar pekerjaan dengan lebih cepat waktu dan biaya yang murah dibandingkan menggunakan cara konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun Teknik Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Data diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk menganalisis fenomena ketenagakerjaan peneliti menggunakan teori penerapan electronic government menurut Harvard JFK School of Government dalam Indrajit (2006:14) yang terdiri dari beberapa elemen yaitu: Support, Capacity dan Value. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi E-Government website infoloker pada elemen Support dasar legalitas, kemanan website dan sosialiasi belum terselenggara dengan optimal. Pada elemen kedua yaitu Capacity ketersediaan anggaran, infrastruktur dan SDM yang berkompeten telah memadai. Terakhir pada elemen Value sudah dapat menggambarkan ketersediaan manfaat baik bagi pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan publik maupun bagi masyarakat sebagai pengguna dari inovasi E-Government tersebut.
PENGARUH MENONTON TAYANGAN KOREAN DRAMA TERHADAP MINAT PENGGUNAAN BAHASA KOREA
Dinda Intan Nur Fadillah;
Zainal Abidin;
Wahyu Utamidewi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3680-3689
Budaya Populer yang merajuk pada popularitas hiburan dan budaya Korea di negara-negara lainnya salah satunya Korean Drama. Korean Drama merupakan buah dari adanya budaya populer Korea dan mulai memasuki Indonesia awal tahun 2000-an selalu menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah kehidupan masyarakat hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh menonton tayangan Korean Drama terhadap minat penggunaan bahasa Korea. Metode penelitian yang digunakan yaitu Kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif survei eksplanatori. Teori yang dipakai dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Sosial. Metode Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan menggunakan kuesioner/angket dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sub variabel X (Tayangan Korean Drama) yaitu 1) intensitas menonton tayangan Korean Drama berpengaruh signifikan terhadap minat penggunaan bahasa Korea pada siswa SMAN 5 Karawang. 2) Isi pesan dalam tayangan Korea Drama berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap minat penggunaan bahasa Korea pada siswa SMAN 5 Karawang. 3) Daya tarik menonton tayangan Korean Drama berpengaruh tetapi tidak signifikan terhadap minat penggunaan bahasa Korea pada siswa SMAN 5 Karawang.
FAKTOR - FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN PEMBIMBINGAN KLIEN DEWASA DI POS BAPAS RUTAN KELAS IIB KABANJAHE
M.Ilham Martuah Lubis;
Vivi Sylviani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3960-3965
Tulisan ini membahas tentang Faktor-Faktor Penghambat Pelaksanaan Pembimbingan Klien Dewasa Di Rutan Bapas belum maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pembimbing, pendamping dan pengawas bagi klien pemasyaraktan yang sedang menjalani integrasi, . Tujuan program bimbingan adalah untuk mempersiapkan narapidana agar siap membaur atau kembali ke tengah-tengah masyarakat. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian diantara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memiliki keserasian fungsi.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif.
DINAMIKA PEMILIHAN UMUM TAHUN 1955 : PELAKSANAAN DAN CATATAN MERAH
Rodia Amanah Hasibuan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3910-3917
Pemilihan umum merupakan manifestasi dari Negara yang berasaskan demokratis seperti Indonesia. Indonesia baru dapat melaksanakan pemilihan umum setelah sepuluh tahun kemerdekaan tepatnya pada tahun 1955. Ada beberpa factor yang mengakibatkan Indonesia baru dapat melakasanakan pemilihan umum. Pertama, ketidaksiapan pemerintahan baru untuk melaksanakan pemilihan umum secara nasional. Kedua,kursi/posisi pemerintah dan parlemen tidak ingin digantikan oleh hasil pemilihan umum berakibat saling lempar pembahasan rancangan undang-undang tentang Pemilu. Pembahasan rancangan undang-undang pemilu sampai melewati Kabinet Natsir dan Kabinet Wilopo. Ketiga,terjadinya instabiltas politik dan keamanan yang tidak diselesaikan oleh pemerintah dan ketidak siapan pemerintah dan panitia pelaksana pemilu. Hal itu mengakibatkan terjadinya aksi-aksi kerusuhan dan intimidasi di berbagai daerah yang bertujuan untuk menggagalakan pelaksanaan Pemilihan Umum. Akan tetapi Pemilihan umum dapat terlaksanakan dengan menghasilkan anggota Konstituante dan DPR namun terdapat catatan merah dalam pelaksanaannya
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN YANG MELAKUKAN TRANSAKSI JUAL BELI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT UKUR TANPA TERA DI KABUPATEN SUKABUMI DIHUBUNGKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1981 TENTANG METROLOGI LEGAL JO. UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
Fitria Nita Bella;
Hayatun Hamid;
Yusman Djalil
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.4056-4064
Manusia adalah makhluk sosial yang akan membutuhkan peran serta dari orang lain. Untuk memenuhi kebutuhannya, maka manusia akan melakukan interaksi dengan manusia lain seperti misalnya dengan melakukan aktivitas jual beli. Secara umum jual beli merupakan perbuatan hukum yang akan menimbulkan akibat hukum bagi para pelakunya. Oleh karena itu dalam jual beli haruslah ditemukan kesepakatan antara penjual dengan pembeli. Kesepakatan yang dicapai antara penjual dan pembeli bukan hanya terkait masalah barang dan harga akan tetapi juga menyangkut masalah satuan berat atau ukuran dari barang yang akan menjadi objek jual beli.Akan menjadi sebuah permasalahan jika alat ukur atau timbangan tidak sesuai dengan komponen standar yang ditetapkan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi legal. Metode yang digunakan penulis adalah menggunaan deskriptif analisis yaitu metode yang menggambarkan atau melukiskan realita yang terjadi ditengah-tengah msyarakat kemudian dihubungkan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Metode pendekatan dalam penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Adapun hasil penelitian yang penulis temukan adalah bahwa Masih banyak pedagang di pasar-pasar yag tersebar di Kabupaten Sukabumi yang masih menggunakan alat ukur yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Metrologi legal,sehingga hal ini dapat memberikan kerugian kepada konsumen.
PERAN PRODUSER PROGRAM ACARATOPIK BERITA RASIL AM 720 KHZ
Nurhasanah Haspiaini;
Agus Salim;
Nieke Monika Kulsum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3833-3840
Radio siaran saat ini tetap memiliki pendengar setia walaupun media digital begitu masif dan berdampak semakin berkurangnya jumlah pendengar radio siaran. Penelitian ini bertujuan ingin mengungkapkan peranan dari Produser yang bertanggung jawab pada program tertentu dalam siran radio khususnya Radio Silahturahmi (Rasil AM 720 Khz). Radio Rasil merupakan radio komersil yang saat ini masih menggunakan jalur AM atau Aplitudo Modulation yang saat ini sudah jarang digunakan oleh radio komersil karena hasil output audio menjadi Mono. Radio komersil banyak menggunakan jalur FM atau Frequency Modulation karena hasil audio lebih baik dan menghasilkan suara yang stereo. Topik Berita menjadi salah satu progrma unggulan radio dan terdapat peran dari seorang produser daloam mempertahakan pendengarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data akan menggunakan observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini menjelaskan bahwa peran produser dalam upaya meningkatkan jumlah pendengar di radio rasil yang berada di jalur AM memiliki peranan yang sangat berpengaruh terhadap konten berita pagi, di dukung juga dengan tim news, naskah yang disajikan diproses agar menarik dan tetap menarik di dengar oleh para pendengar radio Rasil, dengan menyisipkan wawancara atau pendapat dari tokoh yang relevan dengan pembahasan berita sehingga jumlah pendengar dapat terhjaga bahkan dapat mengalami penambahan jumlah pendengar dari berbagai kalangan dan usia.
PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN LIPSTIK WARDAH DI MARKETPLACE SHOPEE
Ikrimah Yana Febriani;
Novian Ekawaty
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3996-4001
Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara Kualitas Produk dan Citra Merek; (2) mengetahui pengaruh Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian secara parsial dan simultan. Kajian ini menerapkan metode Kuantitatif dengan teknik analisis jalur. Sampel pada penelitian ini menggunakan rumus slovin yang diambil dari populasi penelitian yaitu followers Wardah Official di Marketplace Shopee. Hasil dari pengujian menggunakan SPSS untuk menunjukkan korelasi t hitung 30,221 > t tabel 1,965. Hasil dari pengolahan data parsial dari Kualitas Produk (X1) terhadap Keputusan Pembelian (Y), mendapatkan hasil t hitung 9,209 > t tabel1,965. Hasil dari pengolahan data parsial dari Citra Merek (X2) terhadap Keputusan Pembelian (Y), diperoleh hasil t hitung 7,014 > t tabel 1,965 dan nilai F hitung 238.354 > f tabel 3,018. Kesimpulannya ditemukan korelasi kuat pada Kualitas Produk (X1) dan Citra Merek (X2). Kualitas Produk (X1) dan Citra Merek (X2) berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap Keputusan Pembelian (Y).
REPRESENTASI MASKULINITAS TOKOH UTAMA DALAM FILM LIVE ACTION MULAN
Jessica Wiguna;
Herlina Suksmawati
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3731-3745
Isu terkait dengan kesetaraan gender dan maskulinitas yang melekat para perempuan masih menjadi topik yang krusial di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana representasi maskulinitas Disney Princess dalam Film Live Action Mulan. Tidak hanya sebagai film Disney sederhana seperti pada umumnya yang menceritakan kehidupan seorang princess dengan ciri feminism lainnya, tetapi dalam film ini ada cerita yang lebih besar dan lebih dalam bahwa Film Live Action Mulan ingin mendobrak dominasi laki – laki di Tiongkok di mana laki-laki selalu dianggap lebih unggul dari perempuan dengan menghadirkan sisi maskulinitas dalam salah satu sosok karakter Disney princess. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan representasi maskulinitas Disney princess dapat dilihat dari unsur penampilan, pakaian atau kostum, make up, lingkungan, gesture, dan ekspresi. Tokoh Mulan digambarkan sebagai sosok princess yang pandai menunggang kuda, dapat memimpin jalannya perang, menggunakan senjata dengan baik, dan dapat melindungi serta menyelamatkan rekan prajurit, Kaisar, dan dinasti. Mulan tidak membutuhkan sosok pangeran seperti princess pada umumnya karena Mulan dapat menjadi sosok seorang princess yang dapat diandalkan. Telah terjadi pergeseran moderat dalam penggambaran tokoh princess klasik ke princess kontemporer dengan sosok perempuan yang cantik dan superior yang diwakilkan oleh tokoh Mulan.