cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal Analytica Islamica
ISSN : 14114380     EISSN : 25415263     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal Analytica Islamica: Journal of Islamic Sciences is a journal that includes the study of Islamic Thought, Islamic law, the Quran, the Hadis, Islamic Education, Islamic Economics and Islamic Communication.
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
KORELASI PERBUATAN DOSA DENGAN AZAB YANG DITURUNKAN ALLAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN Abdul Rahman Rusli
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 2 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.786 KB)

Abstract

Manusia pada umumnya sepakat bahwa perbuatan dosa yang dilakukannya itu merupakan suatu perilaku yang tercela. Namun, adalah suatu yang kontradiktif, bahwa kendatipun manusia tahu, perbuatan dosa itu tercela, tetap saja sulit menghindar darinya. Banyak faktor yang mempengaruhi sulitnya manusia untuk terhindar dari perbuatan dosa. Di dalam Alquran, dijelaskan bahwa salah satu terjadinya perilaku perbuatan dosa adalah godaan syetan yang mempengaruhi manusia. Selain itu, sukanya manusia memperturutkan hawa nafsunya, sehingga lupa kepada Tuhannya. Gemerlap kehidupan modern, dan sukanya manusia kepada kehidupan hedonism juga ikut mempengaruhi terjadinya perbuatan dosa. Padahal perbuatan dosa menurut Alquran memiliki dampak negatrif, tidak hanya pada individu yang bersangkutan tetapi juga pada kehidupan social kemasyarakatan. Berikut ini, penulis mencoba untuk menguraikan korelasi perbuatan dosa dengan azab yang diturunkan oleh Allah Swt dalam perspektif Alquran.
PERAN PEMERINTAH TENTANG PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN DALAM PERSPEKTIF SISTEM EKONOMI KAPITALIS, SOSIALIS DAN ISLAM siti Mujiatun
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 1 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.622 KB)

Abstract

Ekonomi mempunyai peranan yang sangat urgen dalam kehidupan umat manusia. Dalam pengembangannya dapat dilakukan dengan berbagai cara atau sistem. Sampai dewasa ini ada tiga sistem pengembangan ekonomi yaitu kapitalis/ liberal, sosialis dan Islam. Inilah permasalah yang akan dibahas dalam karya ilmiah ini. Pendekatan yang digunakan adalah deskrip analitik terhadap ketiga sistem dimaksud dengan melihat bagaimana peran pihak pemerintah dalam pengembangannya. Sebagai kesimpulan dari uraian ini, dapat dinyatakan bahwa kapitalisme adalah satu sistem sosial yang berbasiskan pada pengakuan atas hak-hak individu. Termasuk di dalamnya hak milik, di mana semua pemilikan adalah milik privat. Dengan kata lain; Kapitalisme, merupakan sistem perekonomian yang memberikan wewenang penuh kepada Capital atau pemodal  dengan segala jenisnya. Termasuk di dalamnya barang-barang yang digunakan dalam produksi barang lainnya. Pihak pemerintah atau negara tidak boleh ikut campur tangan dalam pengembangan ekonomi. Pemerintah hanya berhak membuat regulasi tentang kewajiban membayar pajak kepada para pengembang ekonomi.  Hasil pajak itulah yang akan digunakan untuk kepentingan negara terutama dalam menjalankan kewajibannya terhadap kesejahteraan rakyatnya.Sosialis adalah suatu sistem perekonomian atau kegiatan ekonomi yang memberikan kebebasan cukup besar kepada setiap orang, tetapi campur tangan pemerintah sangat dominan. Dalam sistem Sosialis, semua Bidang usaha dimiliki  dan diproduksi oleh Negara. Tidak terciptanya market (pasar) dan tidak terjadinya supply dan demand, karena Negara yang menyediakan semua kebutuhan rakyatnya secara merata. Perumusan  masalah dan keputusan di tangani langsung oleh negara. Selanjutnya, sistem ekonomi Islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang di simpulkan dari Al-Qur’an dan sunnah, dan merupakan bangunan perekonomian yang didirikan atas landasan dasar-dasar tersebut yang sesuai dengan kondisi objektif yang ada.  Islam mengakui kemerdekaan individu, tetapi Islam tidak memberikan kebebasan mutlak pada kekuatan pasar. Kekuatan pasar yang bebas tidak dengan sendirinya menghasilkan kondisi ekonomi pasar yang adil. Mekanisme pasar yang bebas tidak bisa menghentikan spekulasi harga, mencegah eksploitasi dan tidak menolong mereka yang lemah, baik konsumen maupun pedagang kecil. Oleh karena itu, negara harus berperan secara aktif. Peranan positif negara ini tidak dapat disamakan dengan apa yang dikenal dengan intervensi dalam terminologi kapitalis. Dengan kata lain, menurut Islam peranan negara sangat penting terutama dalam mengendalikan harga pasar. Masyarakat boleh menentukan harga pasar tetapi tidak bebas. Jika kebebasan itu lalu menimbulkan kerusakan atau kesulitan bagi masyarakat, maka pemerintah mempunyai hak untuk menertibkannya.
BUDAYA ORGANISASI PONDOK PESANTREN TARBIYAH ISLAMIYAH AR-RAUDHATUL HASANAH PAYA BUNDUNG MEDAN Dedik Dedik
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 4 | No. 2 | 2015
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.038 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan studi kualitatif terhadap budaya organisasi pondok pesantren  Tarbiyah Islamiyah Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan. Melalui penelitian ini ditemukan tentang sejarah keberadaban pondok pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan. Dalam konteks budaya pondok pesantren, yaitu budaya kasat mata (tangible culture) dan budaya tidak kasat mata (intangible culture). Secara ekstensif, penulis artikel ini memaparkan kedua bentuk budaya tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan pada Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan. Lewat analisisnya, penulis artikel  bahkan mengargumenkan bahwa kedua bentuk budaya tersebut telah menjadi factor utama keberhasilan pendidikan di Pesantren ar-Raudhatul Hasanah.
KURIKULUM DAN SISTEM PEMBELAJARAN PONDOK PESANTREN SALAFI DI KECAMATAN KRESEK KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN Kholis Tohir
Journal Analytica Islamica Vol 6, No 1 (2017): ANALYTICA ISLAMICA
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.288 KB)

Abstract

Abstract: The study aims to determine the curriculum and learning systems applied in the boarding schooldistricts salafi Grantham Tangerang district, the historical approach. This type of research is qualitativemethod. Data collected through observation, interviews, and document research, data analysis done bycompiling, linking, reduce, presentation of and concluded. Testing the validity of the data include: confidence(credibility), keteralihan (tranferability), dependence (defendability), and certainty (komfirmability). The findingsindicate that the boarding school salafi excl. Crackle consists of two types, namely special and mix. Hercurriculum consists of curricular and extra-curricular. Special salafi intrakurikuler vocational teaching material.While the mixture salafi teach all the science of religion. Curricular Special salafi and the mixture isnahwu, and nerves, ekstrakulikulernya include; nasyid, marawis, Jam’iyah al-qurra ‘tahlilan, and pencaksilat. Time used dawn, morning, noon, afternoon, and evening. Curriculum development aimed at expandingthe horizons of students in the science of religion. The method applied is sorogan, bandongan, memorizationand bahsu al-masa’il. Sorogan for supporting material, in the house of Kiai and mosque committees.Bandongan and rote do in mosque committees. Excess sorogan the intraksi directly between kiai and students,through bandongan students can know, mastering the language and meaning of the phrase book.Memorizing is used for the supporting material. The language used is the language of the area. The expectedgoal is to deepen religious knowledge. Salafi pesantren not formally evaluate learning. The inference that theboarding school salafi excl. Crackle kab. Tangerang still retaining the old patterns in terms of both curriculumand learning systems. Expected to caregivers boarding school should be sensitive to the development ofscience and technology, that will allow students to improve their competence in a deepening of religiousknowledge.Penelitian bertujuan untuk mengetahui kurikulum dan sistem pembelajaran yang diterapkan di pondokpesantren salafi kecamatan Kresek kabupaten Tangerang, dengan pendekatan historis. Jenis penelitianyang digunakan adalah metode Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,dan studi dokumen, analisis data dilakukan dengan menyusun, menghubungkan, mereduksi, menyajiandan disimpulkan. Pengujian keabsahan data meliputi: kepercayaan (credibility), keteralihan (tranferability),kebergantungan (defendability), dan kepastian (komfirmability). Hasil temuan menunjukkan bahwa pondokpesantren salafi di kec. Kresek terdiri dari dua jenis, yaitu khusus dan campuran. Kurikulum nya terdiri ataskurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler salafi khusus mengajarkan materi kejuruan. Sedangkansalafi campuran mengajarkan semua ilmu agama. Kokurikuler salafi khusus dan campuran adalahnahwu, dan saraf, ekstrakulikulernya meliputi; nasyid, marawis, jam’iyah al-qurra’ tahlilan, dan pencaksilat. Waktu yang digunakan subuh, pagi, zuhur, sore, dan malam. Pengembangan kurikulum bertujuan3Kholis Thohir: Kurikulum dan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Salafi12memperluas wawasan santri dalam ilmu agama. Metodeyang diterapkan adalah sorogan, bandongan,hafalan dan bahsu al-masa’il. Sorogan untuk materi penunjang, bertempat di rumah kiai, dan majlista’lim. Bandongan dan hafalan dilakukan di majlis ta’lim. Kelebihan sorogan terjadinya intraksi secaralangsung antara kiai dan santri, melalui bandongan santri dapat mengetahui, menguasai bahasa kitab sertamakna kalimat. Hafalan digunakan untuk materi penunjang. Bahasa yang digunakan adalah bahasadaerah. Tujuan yang diharapkan adalah memperdalam ilmu agama. Pondok pesantren salafi tidak melakukanevaluasi belajar secara resmi. Simpulan bahwa pondok pesantren salafi di kec. Kresek kab. Tangerangmasih tetap mempertahankan pola lama baik dari segi kurikulum maupun sistem pembelajaran. Diharapkankepada pengasuh pondok pesantren hendaknya peka dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sehinggaakan memudahkan santri dalam meningkatkan kompetensinya dalam memperdalam ilmu agama.Kata Kunci: Kurikulum dan Sistem Pembelajaran
MUSIBAH DALAM PERSPEKTIF ALQURAN : Studi Analisis Tafsir Tematik Abdul Rahman Rusli
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 1 | No. 1 | 2012
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.341 KB)

Abstract

Salah satu kata yang sering diungkap oleh Alquran adalah berkenaan dengan musibah beserta derivasinya. Jika menelaah Alquran, maka kata musibah, yang berasal dari akar kata Asaba ini beserta derivasinya cukup banyak ditemukan, yakni ada  77 kali disebutkan. Khusus kata musibah disebutkan dalam Alquran sebanyak 10 kali. Ini menunjukkan bahwa kata tersebut memiliki nilai yang penting bagi manusia. Musibah yang datang kepada orang mukmin, adalah untuk menguji taraf keimanannya kepada Allah. Semakin mantap seorang Mukmin menyikapi musibah yang datang dengan bersikap sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, maka semakin mantaplah keimanannya. Apa pun musibah yang datang kepada manusia, semuanya atas izin Allah. Dengan keyakinan demikian, harus disikapi dengan bijaksana dan bersikap sesuai dengan ketentuan-Nya.
URGENSI KEDUDUKAN HADIS TERHADAP ALQURAN DAN KEHUJJAHANNYA DALAM AJARAN ISLAM Sulidar Sulidar
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 2 | No. 2 | 2013
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.811 KB)

Abstract

Jumhur Ulama menyepakati bahwa Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua. Dengan demikian, untuk memahami ajaran Islam secara holistik, maka pemahaman terhadap Hadis adalah keniscayaan. Kendatipun ada segelintir umat Islam yang tidak mengakui kedudukan Hadis sebagai sumber ajaran Islam, hal ini terjadi, antara lain, boleh jadi karena mereka tidak memahami secara komprehensif bagaimana sejarah Islam dan lahirnya Islam yang disampaikan oleh Rasulullah saw itu sendiri. atau  karena kurang memahami teks Alquran yang memang memerintahkan untuk mentaati Rasul serta berpegang teguh dengan apa yang disampaikannya berkaitan dengan syariat Islam. Artikel ini, mengupas tentang bagaimana urgensi kedudukan Hadis terhaadap Alquran dan kehujjahannya dalam ajaran Islam.
LEADERSHIP, CAPACITY OF INNOVATION, AND PERFORMANCES OF THE PESANTREN Jafar Syahbuddin Ritonga
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 4 | No. 1 | 2015
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.275 KB)

Abstract

This paper aims to explore performances of the Pesantren: to what extent leadership, as an internal strategic activity, has an effect to improve such performances. The paper will be directed to discuss everything related to theory of Social Entrepreneurship (SE) which aims to explain phenomenon of the Pesantren, as arguably a form of the SEs. In addition, the concept of SE is approached by Contingency Theory as a basis for building the theoretical framework. Finally, the findings of the research reveal that performances of the Pesantren are influenced by leadership, as a Pesantren’s Internal Strategy Activity. It is also concluded that the Pesntren’s Performances will be varied at different levels of Capacity of Innovation
MENCARI HUBUNGAN ANTARA KEBIJAKAN MONETER DENGAN KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN PENDAPATAN Muhammad Yusuf
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 2 | No. 1 | 2013
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1605.287 KB)

Abstract

Kemiskinan masih tetap menjadi masalah dunia yang belum terselesaikan. Meskipun jumlah penduduk miskin tidak merata jumlahnya di setiap Negara, namun kemiskinan masih tetap menjadi permasalahan mendasar di sejumlah Negara berkembang dan Negara miskin tentunya. Berbagai langkah kebijakan telah dikeluarkan setiap Negara untuk mengurangi kemiskinan.Kemiskinan itu sendiri berakar dari besarnya jumlah angka pengangguran. Di Indonesia kemiskinan sangat terlihat di daerah yang miskin sumber daya alam serta jumlah penduduk yang besar dalam suatu daerah. Pengendalian moneter dan inflasi menjadi salah satu langkah yang di ambil pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan. Mempertahankan daya beli masyarakat menjadi tolak ukur utama dalam mengurangi angka kemiskinan. Di dalam penelitian ini akan diteliti efektifitas kebijakan moneter itu sendiri dalam mengurangi angka kemiskinan.
WAWASAN PENAFSIRAN ALQURAN DENGAN PENDEKATAN CORAK LUGAWI (TAFSIR LUGAWI) Abdurrahman Rusli Tanjung
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 3 | No. 2 | 2014
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.101 KB)

Abstract

Dalam perjalanan penafsiran Alquran, ulama tafsir mengerahkan tenaga pikirannya agar Alquran dapat dipahami oleh segala lapiran masyarakat. Salah satu metode pendekatan yang sangat signifikan dalam memahami Alquran adalah pendekatan linguistik atau yang lebih dikenal dengan istilah tafsir lugawi.Tafsir lugawi  diperlukan dalam memahami Alquran selain karena Alquran menggunakan bahasa arab yang penuh dengan sastra, balaghah, fashahah, bayan, tamsil dan retorika, Alquran juga diturunkan pada masa kejayaan syair dan linguistik. Bahkan  pada awal Islam, sebagian orang masuk Islam hanya karena kekaguman linguistik dan kefasihan Alquran. Dalam artikel ini penulis membahas tentang bagaimana wawasan penafsiran Alquran dengan pendekatan corak Lugawi.
PEMBANGUNAN PERUMAHAN RAKYAT DALAM PERSPEKTIF MASHLAHAH STUDI KASUS : PERUM PERUMNAS Bahril D.S
Journal Analytica Islamica Analytica Islamica | Vol. 5 | No. 2 | 2016
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.983 KB)

Abstract

This research aims to analyse the construction of reality on development of low cost housing for low income group of the peoples.This study is qualitative research that examines the existence of development of housing for 40 years. The vision and mission of the government is to provide decent and affordable houses for the peoples  of Indonesia. The government founded a public company to realized the vision and mission above. Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas ) established on July 18, 1974. The Perumnas as a the main actors provide a home for the low income group (MBR). The Perumnas established base on non profit oriented as a part of public service from the government. Preface of UUD 1945 declared that, State founded  to make the prosperity for the peoples, such as affordable houses.This concepts is most compatible with Islamic economic principles, to get Falah (Prosperity) through Mashlahah. The problem is still very large of housing shortage (backlog), ie 13.5 million home in 2014. Since the period of 1974-1997, Perumnas has managed to build as many as 455,000 housing units. In carrying out its  activities Perumnas is not intended for profit and in the process of business activities, concepts of Islamic Economics has been run, like antarodin minkum, ta’awun, ad’l, avoiding ihtikar and gharar. During the period 1998 – 2014, there is no longer the concepts above. The government releases home supply to the market. It is up to market forces. Including enacting Perumnas as regular developers are required of seeking profits and no funding from the Government. In this period, Perumnas only capable of building 100,000 housing units. The Government must to restore the role of Perumnas as the main actors provide a home for MBR. The concepts of house development in accordance with the 1945 Constitution and  compatible with the principles of Islamic economics can only executed if the land and housing issue could be controlled by the Government, not left to the market mechanism.

Page 7 of 46 | Total Record : 452