cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Attazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
IMPLEMENTASI KEBUDAYAAN AGAMA SIKH DI SUMATERA UTARA (Studi Etnografi Konsep Pluralisme Antar Umat Beragama) Adelia Rahmanda
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 2 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i2.13539

Abstract

Abstrak: Ajaran Sikhisme yang berkembang di Indonesia menunjukan keterbukaan kebebasan beragama sekalipun minoritasnya agama tersebut. Penelitian ini berangkat dari fakta keberadaan agama Sikh yang banyak menimbulkan kesalah pahaman karena hampir samanya ritual dan gaya ibadat dengan agama tertentu. Terbilang menjadi agama muda namun penganutnya tersebar di berbagai Negara. Minoritasnya keberadaan Sikhisme di Indonesia khususnya Sumatera Utara membuat penelitian ini ingin lebih terjun kedalam konsep kondisi hidup pluralitas dan rasa kebangsaan penganut sikhisme serta corak implementasi yang kultur agama Sikh serta konsep hidup toleransi dari multikulturalisme Indonesia. Kata kunci: Sikhisme, Pluralisme Beragama, Implementasi Kebudayaan
KOMUNIKASI PEMASARAN BENGKEL MANGGALA MOTOR DALAM MENGELOLA PELANGGAN Muhammad Adhan Purba, Indira Fatra Deni P, Fakhrur Rozi
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i1.12853

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa strategi komunikasi pemasaran Bengkel Manggala Motor Dalam Mengelola Pelanggan. Untuk menyelesaikan permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan teori Marketing Mix   dimana menurut E. Jerome Mc Carthy bahwa terdapat 4 variabel utama dalam strategi marketing yaitu  dengan 4P (Product,Price, Place, and Promotion). Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah Pemilik Bengkel, Kepala Mekanik , salah seorang Mekanik, dan 2 orang pelanggan yang dimana nantinya pelanggan yang masih remaja, dan orang tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukan hasil dimana komunikasi pemasaran bengkel manggala motor dalam mengelola pelanggan sudah cukup baik bagaimana dapat dilihat dari empat variable (4P), untuk product/jasa yang diberikan kepada konsumen sudah baik terlihat dari pelayanan mekanik yang jujur,dan ramah. Untuk Price dapat dikategorikan standart dengan bengkel lain, dan tidak terlalu banyak mengambil keuntungan. Untuk Place sendiri berada disekitar perumahan dan banyak dari masyarakat setempat sudah menjadi pelanggan tetap, dan untuk Promotion lebih sering dengan secara lisan dan langsung dari pelanggan yang merekomendasikan ke lingkungannya, meskipun begitu bengkel Manggala ini juga tetap melakukan promosi melalui media sosial.
SOLUSI MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI BERAGAMA DI DAERAH MAYORITAS KARO Mirandha W. Lubis, Mhd Rifai Luthfi
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 2 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i2.13502

Abstract

Abstract: Indonesia is known as a diversity of tribes, ethnicities and religions proving that Indonesia is a pluralistic society. This can be a very pluralistic potential, with various nuances of real pluralism in various ethnic groups with specific backgrounds: regional languages, traditions, customs, arts, culture and religion. Seeing the reality of a pluralistic Indonesian nation and the importance of inter-religious dialogue being carried out, the authors, using the research method of library research, took the theme of writing: "Solutions for Overcoming Barriers to Religious Communication in Karo-majority areas". The results of the study show that there are obstacles in inter-religious dialogue. The obstacles are that dialogue is still carried out in limited groups, not militant, internal conflict, lack of supporting institutions, prejudice, injustice, historical experience and lack of openness. Concrete steps to overcoming obstacles are living together (live in) with dialogue partners, educating people to be able to manage conflict, taking sides with humanity, involving all elements of society, no truth claims, building cooperation, strong and militant commitments, and strengthening dialogue forums between religions. Keywords: Communication, between religious communities, obstacles, and how to overcome them. Abstrak: Indonesia dikenal sebagai keanekaragaman suku, etnis dan agama membuktikan bahwa Indonesia merupakan masyarakat majemuk. Hal tersebut dapat menjadi potensi yang sangat pluralistik, dengan berbagai nuansa kemajemukan yang nyata dalam berbagai kelompok etnis dengan kekhasan latar belakang: bahasa daerah, tradisi, adat istiadat, seni, budaya dan agama. Melihat realitas bangsa Indonesia yang majemuk dan pentingnya dialog antar umat beragama dilakukan, maka penulis, dengan metode penelitian studi kepustakaan, mengambil tema tulisan: “Solusi Mengatasi Hambatan komunikasi beragama didaerah mayoritas karo”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hambatan dalam dialog antar umat beragama. Hambatan itu adalah dialog masih dijalankan pada kelompok terbatas, tidak militan, konflik internal, kurang lembaga penunjang, prasangka, ketidakadilan, pengalaman sejarah dan kurangnya keterbukaan. Langkah konkret mengatasi hambatan adalah tinggal bersama (live in) dengan partner dialog, mendidik masyarakat agar bisa mengelola konflik, berpihak pada kemanusiaan, melibatkan semua elemen masyarakat, tidak ada klaim kebenaran, membangun kerja sama, komitmen yang kuat dan militan, serta memperkuat forum dialog antar umat beragama. Kata Kunci: Komunikasi, antar umat beragama, hambatan, dan cara mengatasi.
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI ALAT PEMBEBASAN Setia Budiarti, Nasrul Nasution
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 1 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i1.13490

Abstract

Abstrak: Model pendidikan pembebasan Paulo Freire adalah model pendidikan konsientisasi, hadap masalah dan humanisasi. Humanisasi merupakan model pendidikan yang memandang Pendidik juga menjadi peserta didik dan peserta didik sebagai pendidik dalam proses pembelajaran. Hal ini menjadikan proses pembelajaran subyek-subyek, bukan suyek-obyek. Proses belajar haruslah kreasi dan re-kreasi pengetahuan bukan memorisasi pengetahuan. model selanjutnya adalah model pendidikan konsientisasi yang bermakna pentingnya kesadaran kritis dalam melihat realitas dunia. proses penyadaran yang mengarah pada konsep pembebasan yang dinamis akan mendorong pada penciptaan manusia yang lebih utuh. Model selanjutnya adalah hadap masalah dimana Freire mengkiritisi pendidikan ”gaya bank: yang menjadikan peserta didik untuk sekedar hafalhafalan tanpa mengenal secara kritis realias di sekitarnya. Hal ini kemudian menyebabkan pendidikan kehilangan nilai subtansialnya yaitu sebagai wahana pembebasan dari kungkungan sistem sosial yang tidak adil dan hegemonik. Islam memandang pendidikan pembebasan Freire sangat kental dengan relasi antara teori dan praktek. Namun demikian, pendidikan pembebasan yang ditawarkan Freire terdapat perbedaan sumber inspirasi dan tindakan. Sumber bagi Freire adalah kemanusiaan sedangkan bagi Islam adalah Allah swt.Kata kunci: Pendidikan, Pembebasan, Pemikiran, Paulo Freire
THE INFLUENCE OF THEOLOGY IN ISLAMIC EDUCATION THOUGHT Muhammad Rusdi
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i2.13466

Abstract

Abstract: The purpose of the research on the influence of theology in Islamic educational thought is to analyze theological developments in the treasures of Islamic thought, analyze monumental figures and works of thought on theological developments in the treasures of Islamic thought and analyze traces of theological thought in Islamic educational thought. The research method (library research) is a literature study that contains a series of relevant theories related to the problems contained in the research. The sources of data for this research are books, scientific journals, and results that contain various studies and other sources. To obtain correct and precise results in analyzing data, the author uses content analysis techniques. Theology is a branch of science that discusses divinity. This study is of great interest to Muslims today. Where there will be debates between one understanding of theology with another. This difference in understanding of God ultimately resulted in the division of Muslims. Theology in Islam emerged after the death of the Prophet Muhammad. This flow of theology is divided into several firqohs. These firqohs are Shia, Khawarij, Muktazilah, Qadariyah, Jabariyah, Murji'ah, Ash'Ariyah and Maturiddiyah as a result of the Shiffin war. The theological differences are based on the backgrounds of their respective founders. The development of thought from the theologians then gave birth to several Muslim scientists engaged in education. With the development of science, it can be drawn as the influence of theology in Islamic educational thought. Keywords: Theology, Thought, Education.
URGENSI PENDIDIKAN KRITIS BAGI PENDIDIKAN ISLAM Nur Azizah Putri, Sovia
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v4i2.13544

Abstract

Abstrak: Konseptualisasi dan teorisasi pendidikan Islam sejauh ini terlihat kurang memperhatikan keterlibatannya di dalam proses transformasi sosial. Selain dari itu, pendidikan Islam juga kurang mengembangkan aspek kritis. Referensi terkait dengan pendidikan Islam dari masa klasik sampai saat ini didominasi oleh pendekatan normatif, kurang praktikal pada banyak aspek dan cenderung mengabaikan tingkat diskursif sejarah-empiris. Hingga saat ini, bahkan ide terkait konsep pendidikan Islam yang digemakan oleh para pemikir pendidikan Islam kontemporer tidak menyentuh isu-isu riil terkait kemanusiaan. Hal tersebut dikarenakan tidak ada upaya untuk menarik konsep normatif, ideal dan abstrak kepada aspek empiris dan sosiologis.  Ketika konsep pendidikan Islam dihadapkan pada permasalahan sosiologis-empiris, maka pendidikan Islam akan terperangkap di dalam ideologi positivisme yang cenderung melupakan pentingnya aspek kritisisme terhadap realitas sosial. Oleh sebab itu, maka pendidikan Islam semestinya menyeimbangkan antara aspek normatif agama dengan historis.Pada hakikatnya di dalam kehidupan, semuanya mengandung unsur pendidikan karena adanya interaksi dengan lingkungan dan hal yang penting adalah bagaiamana peserta didik menyesuaikan diri dan menempatkan diri dengan sebaik-baiknya dalam berinteraksi dengan semua itu dan dengan siapapun. Pendidikan agama Islam merupakan pendidikan yang sangat penting bagi semua manusia. Pendidikan agama Islam dilakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan tentang ajaran-ajaran Islam agar nantinya setelah selesai dari pendidikan itu ia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran agama yang telah diyakininya secara menyeluruh, serta menjadilkan ajaran agama Islam sebagai suatu pandangaan hidupnya.Kata kunci: Pendidikan kritis; Pendidikan Islam,Urgensi Pendidikan Agama Islam 
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR DI ERA NEW NORMAL SISWA KELAS VIII-A SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 61 TANJUNG SELAMAT Mujhirul Iman, Alfauzan Ramadhanny Simangunsong, Firmansyah
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 1 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i1.13381

Abstract

Abstrak: Analisis ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa di era normal baru setelah sebelumnya melaksanakan pembelajaran secara daring. Masalah difokuskan pada motivasi belajar siswa kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat pasca pandemi COVID-19. Pandemi global COVID-19 memasuki era baru yang disebut new normal, banyak peralihan sistem dan proses pembelajaran di sekolah, yang sebelumnya dilaksanakan secara daring menggunakan berbagai media, kemudian hari ini dilaksanakan dengan pertemuan tatap muka terbatas.  Analisis ini dilakukan di SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat dengan sampel sebanyak sembilan orang siswa berdasarkan tingkatan kemampuan. Pendekatan teori terhadap analisis ini berdasarkan teori motivasi belajar Eggen dan Kauchack yang menyatakan bahwa belajar dan motivasi saling berkaitan. Sehingga analisis motivasi belajar pasca sistem pembelajaran yang tidak stabil akibat pandemi perlu diperhatikan, sebelum melaksanakan perlakuan terhadap proses pembelajaran di kelas. Data-data dalam analisis ini diambil berdasarkan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan kajian yang dilakukan analisis ini menunjukkan siswa/I kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat memiliki Motivasi Belajar yang tinggi. Kata Kunci: Pandemi; COVID-19; Motivasi Belajar; New Normal Abstract: This analysis aims to analyze student learning motivation in the new normal era after previously carrying out online learning. The problem focused on the learning motivation of class VIII-A SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat after the COVID-19 pandemic. The global COVID-19 pandemic has entered a new era called the new normal, many system changes and learning processes in schools, which were previously carried out online using various media, are now being held with limited face-to-face meetings. This analysis was conducted at SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat with a sample of nine students based on ability levels. The theoretical approach to this analysis is based on Eggen and Kauchack's theory of learning motivation which states that learning and motivation are interrelated. So that the analysis of learning motivation after the unstable learning system due to the pandemic needs to be considered, before carrying out the treatment of the learning process in the classroom. The data in this analysis were taken based on interviews. Data were analyzed using descriptive qualitative method. Based on the study conducted, this analysis shows that the students of class VIII-A of SMP Muhammadiyah 61 Tanjung Selamat have high learning motivation. Keywords: Pandemic; COVID-19; Motivation to learn; New Normal
MANAJEMEN KOMUNIKASI PEMUKA AGAMA: PENGELOLAAN KESAN MELALUI SIMBOL NON VERBAL Amelia Hanifa Rahmadani
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 2 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i2.13507

Abstract

Abstrak: Perkembangan pada metode penyampaian dakwah pada saat ini sangat berkembang pesat. Media Televisi menjadi salah satu pilihan para penceramah untuk mensyi‟arkan ajaran Islam. Dalam mencari dan menambah pengetahuan akan keagamaan, tentu saja pengguna memiliki faktor tertentu untuk memenuhi kebutuhannya, seperti menggunakan media Televisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa respon penonton dalam cara penyampaian komunikasi pemuka agama dan bagaimana mengetahui kesan penonton melalui simbol non verbal. Hasil penelitian menunjukan pertama, penonton sangat antusias kepada para pemuka agama dimana cara mereka menyampaikan komunikasi menggunakan intonasi suara yang lantang dan menggetarkan seluruh tubuh. Kedua, banyak komunikasi non verbal juga sangat penting dalam berkomunikasi. Ketiga, menggunakan Bahasa tubuh seperti mimik wajah dan gerakan tangan menunjukan bahwa seseorang dalam situasi percaya diri yang tinggi. Keempat, managemen komunikasi merupakan factor penting sebagai alat manajemen untuk mencapai tujuan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi non verbal yang digunakan oleh para pemuka agama sangat efektif bagi masyarakat saat berkomunikasi. Yang dimana komunikasi tidak hanya berbicara saja, namun menggunakan bahasa tubuh dalam berkomunikasi sangat efektif bagi kepercayaan diri baik bagi komunikator maupun komunikan. Kata Kunci: komunikasi, managemen, komunikasi non verbal
ANALISIS PESAN SELF LOVE DALAM LIRIK LAGU ANSWER: LOVE MYSELF PRODUCED BY BEYOND THE SCENE (BTS) (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure) Adinda Rinanda, Achiriah, Abdul Rasyid
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i1.12816

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul Analisis Pesan Self Love Dalam Lirik Lagu Answer: Love Myself Produced By BTS(Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna Pesan Self Love dalam Lirik Lagu dari karya Penyanyi BTS melalui Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan jenis penelitian kualitatif, dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure. Objek dari penelitian ini adalah MV ( music video) yang didalamnya sudah terdapat teks dan  lirik yang mempresentasikan pesan self love dalam musik video BTS Answer: Love Myself. Penelitian ini menggunakan teknik analisis Semiotika Ferdinand De Saussure diamana dalam Analisis ini ditemukan adanya dua unsur dalam bahasa yakni penanda (signifier) dan Petanda (signified). Hasil dari penelitian ini adalah adanya pesan self love yang terkandung dalam lirik lagu Answer: Love Myself  Produced, Pesan self love yang bisa diambil dalam lagu ini adalah lagu ini memberikan pesan bahwasanya kita harus percaya diri dengan apa yang sedang kita cita-citakan, percaya diri dengan kemampuan yang kita punya, dan mampu berdamai dengan masa lalu agar berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi By BTS. 
MANUSIA DAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA (Studi Femonologi Di Desa Tuntungan) Zulia Fitri Ritonga, Amelia Rahmadani
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 1 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i1.13495

Abstract

Abstract: Humans as living beings have needs in this good life physical and spiritual needs. Therefore, humans really need it religion as a guide to life and to awaken people to know himself and closer to the creator. Therefore, we need a teaching that used to achieve this or what is called religious doctrine. The purpose of this study is to analyze public opinion regarding the history of the founding of Tuntungan Village and the influence of religious doctrine on Tuntungan village community. This study uses a qualitative type, because it will describe, understand and interpret, data in the field. Study This type of research uses a case study approach. Case studies are a strategy research, empirical study that investigates a phenomenon in a real-life setting. The results of this study can be concluded that the existence of religious doctrine in the village Tuntungan has an influence on its people and also depends on it the personal character of the community itself. If the person believes, then the person will start following it, and vice versa.  Keywords : doctrine, religion, human   Abstrak: Manusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan dalam kehidupan baik itu kebutuhan jasmani maupun rohani. Oleh karena itu, manusia sangat memerlukan agama sebagai pegangan hidup dan untuk menyadarkan manusia agar mengenal dirinya dn lebih dekat dengan pencipta. Maka dari itu, perlu suatu ajaran yang digunakan untuk mencapai hal tersebut atau disebut dengan doktrin agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapat masyarakat mengenai sejarah berrdirinya Desa Tuntungan dan pengaruh doktrin agama terhadap masyarakat Desa Tuntungan. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif, karena akan mendeskripsikan, memahami dan menginterprestasikan, data dilapangan. Penelitian ini memakai jenis penelitian pendekatan studi Kasus. Studi kasus adalah suatu strategi riset, penelaahan empiris yang menyelidiki suatu gejela dalam latar kehidupan nyata. Hasil dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa keberadaan doktrin agama di Desa Tuntungan membawa pengaruh terhadap masyarakatnya dan juga bergantung pada karakter pribadi masyarakat itu sendiri. Jika pribadi itu percaya, maka pribadi tersebut mengikutinya, Begitupun sebaliknya. Kata Kunci : Doktrin, Agama, Manusia

Page 11 of 21 | Total Record : 201