cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Attazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
REPRESENTASI PEKERJA BURUH PEREMPUAN DALAM FILM KISAH 3 TITIK (Analisis Semiotika John Fiske) Ayunika Syaharani Purba, Achiriah, Abdul Rasyid
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i1.12817

Abstract

Perempuan dalam Film Kisah 3 Titik (Analisis Semotika John Fiske). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Representasi pekerja buruh perempuan dalam Film Kisah 3 Titik melalui Analisis Semiotika John Fiske.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Analisis Semiotika John Fiske. Objek dari penelitian iniadalah Film Kisah 3 Titik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika John Fiske dimana dalam analisis semiotika John fiske kita akan mengetahui Level realita, representasi dan ideologi yang terdapat dalam Film Kisah 3 Titik. Hasil dari penelitian ini adalah penggambaran realita kehidupan para pekerja buruh perempuan di duniapekerjaan.
AGAMA DAN MULTIKULTURALISME: (Studi Budaya dan Agama di Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 Medan) Fathun Khoriba, Dinda, Tetty Khairani
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 1 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i1.13496

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moderasi pendidikan islam melalui budaya sekolah multicultural. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah kelas bersama mewujudkan nilai-nilai moderasi pendidikan islam melalui budaya sekolah multicultural di SMPN 7 Medan yang pertama nilai terbuka, kedua nilai dialog, ketiga toleransi dan keempat tidak ekstrim dalam beragama. Kata kunci: moderasi beragama, pendidikan Islam, SMP Negeri 7 Medan 
KONSTRUKSI IDENTITAS VIRTUAL PADA FILM READY PLAYER ONE (2018) Syafira Rahmanda Siahaan, Fakhrur Rozi, Abdi Mubarak Syam
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i2.13472

Abstract

Abstrak: Penelitian ini  bertujuan mengatahui identitas virtual pada karakter film Ready Player One (2018) karya Ernest Cline. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini juga menjabarkan bagaimana latar belakang dan referensi budaya populer di Ready Player One (2018). Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana realitas nyata dan realitas semu yang  digambarkan dalam film. Dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, upaya manusia memiliki keleluasaan dalam berimajinasi dan merealisasikannya. Film, sebagai salah satu medium komunikasi massa, merupakan wadah kebebasan berimajinasi. Film yang disutradarai oleh Steven Spielberg menggambarkan kehidupan masyarakat moderen pada tahun 2045, dengan perkembangan teknologi yang luar biasa. Suatu piranti yang mengubah manusia menjadi sangat tergantung dengan teknologi. Teknologi informasi dan komunikasi yang menciptakan dunia baru yaitu dunia digital, dengan identitas baru yang bahkan berbeda dengan identitas di dunia nyata memberi tembok besar bagi dunia nyata tentang bagaimana para penduduk manusia tidak saling mengenal didunia nyata namun di dunia virtual. OASIS, dunia tempat pelarian manusia modern dan menciptakan identitas baru yaitu identitas virtual. Tentang bagaimana nilai pertermanan, perjuangan  serta alasan-alasan pahit karakter melarikan diri dari kenyataan yang sedih dan gelap.Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengambaran simulakra pada kisah hidup yang terjadi di film ini dengan penggambaran dari identifikasi  terhadap  representasi  realitas,  identitas, komunitas, dan ruang yang ditampilkan.  Kata Kunci : Film; Realitas Digital; Identitas; Simulakra. 
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN MORAL DAN AGAMA DALAM TINJAUAN FILOSOFIS Tiasari Siregar
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i2.13463

Abstract

Abstract: Religion, morals, and morality, have to do with human behavior judged from a normative point of view. Morals are very concerned with what to do, different from what is actually done.   We can distinguish morals from prudential considerations, that is, about what should be done mainly for the benefit of the person who performed the (moral) act. In this case, wisdom emphasizes the importance of carrying out the main tasks.  This research method uses a qualitative approach of the phenomenological-philosophical type. This research uses an interpretative-philosophical paradigm, namely the collection of data from nature (natural setting) as the main / core data through book readings in philosophical studies related to ontological, epistemological and moral axiological, and religious.  Data in this study analyze philosophical views related to the relationship between moral and religious associated with education The source of the data in this study comes from book documents  and studies of experts on the  relationship between morals and religion, and what is the contribution of these two fields in education, it can be concluded that the meaning of education, morals and religion, also with the justification of morality and religion is  instruments are important to incorporate into the curriculum. Moral education and religious education are specific forms of education, which are necessary to realize a complete education, but neither of which means will be the whole goal of educationKeywords: Moral and Religious education, philosophical review
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI MEMBACA NYARING DI TAMAN KANAK-KANAK AL MUKMIN BALIKPAPAN Siti Kamilah
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v4i1.13541

Abstract

Abstrak: Perkembangan  kemampuan berbahasa anak usia dini melalui membaca nyaring di TK Al Mukmin Balikpapan masih rendah. Tujuan Penelitian Tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui membaca nyaring. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di mana guru sebagai pelaksana pembelajaran sedangkan peneliti sebagai pengamat. Desain penelitian ini menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian di setiap siklus telah menunjukan adanya peningkatan kemampuan berbahasa anak usia dini  melalui membaca nyaring dari siklus I yang pada umumnya masih terlihat rendah dan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal, sehingga penelitian perlu dilanjutkan pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus II kemampuan berbahasa anak melalui membaca nyaring di TK Al Mukmin Balikpapan menjadi lebih meningkat. Kata Kunci: Kemampuan Berbahasa ; Anak; Membaca Nyaring.
STRATEGI KOMUNIKASI PELAYANAN KELURAHAN BAGELEN KOTA TEBING TINGGI TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT Hafiz Azizi Lubis, Abdul Rasyid, Zuhriah
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i1.12867

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan di kantor kelurahan Bagelen Kota Tebing Tinggi, Teori yang digunakan adalah Theory Communication Goal, pada teori ini Kelurahan Bagelen sebagai peran Kepala Kelurahan yang tujuannya memberikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat (Goal), mayoritas komunikasi yang dilakukan mengarah pada tujuannya yang dibawa dan dicapai, yang dimana tujuannya pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat sesuai keinginan yang dicapai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang diberikan kelurahan bagelen agar masyarakat puas dalam pelayananya dan Apakah Pelayanan yang diberikan kelurahan kepada masyarakat Transparansi, Akuntabilitas, Kondisional, Partisipatif, Kesamaan Hak, Keseimbangan Hak dan Kewajiban. Teori yang digunakan data pada penelitian ini didapat dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi lalu diolah menggunakan metode kualitatif. Dari penelitian ini ditemukan lah hasil dari penelitian ini antara lain : 1) Terjalin komunikasi yang akrab dan adanya saling keterbukaan dalam berkomunikasi antara pihak kelurahan Bagelen dengan Masyarakat sebagai penerima layanan (konsumen). 2)Ada rasa kekeluargaan yang erat antar pihak kelurahan dengan masyarakat. 3)Sikap dan tingkah laku yang sopan santun dan ramah kepada masyarakat dapat meningkatkan kepuasan masyarakat akan kualitas pelayanan yang diberikan oleh  pihak Kelurahan Bagelen. 4)Transparansi yang dilakukan pihak Kelurahan Bagelen untuk mewujudkan pelayanan secara transparansi dalam kepuasan masyarakat. 5)Akuntabilitas di Kantor Kelurahan Bagelen selalu memberikan informasi playanan seperti prosedur pelayanan dan waktu pelayanan untuk memudahkan masyarakat Bagelen dan dapat dipahami dengan mudah, namun dalam waktu proses pengurusan nya terkadang lambat di karenankan adanya beberapa hambatan seperti padamnya listrik atau gangguan tekhnis dari fasilitas kantor Kelurahan Bagelen. 5) Pelayanan Kondisional di Kelurahan Bagelen belum pernah mengalami pelayanan sepertimelebihi kapasitas (antre), Dan jika terjadi demikian Kelurahan Bagelen memilki solusi agar terciptanya pelayanan yang kondisional seperti, pembukaan loket baru dan penambahan pegawai sementara dalam melayani para penerima pelayanan. Kelurahan Bagelen juga lebih mendahulukan kelompok masyarakat rentan dalam pelayanan, tentunya dengan pendampingan orang terdekat yang bersangkutan mampu menciptakan pelayanan yang prima 6) Partisipatif pada Kelurahan Bagelen melalui RT setempat untuk di edarkan kepada warga setempat dalam bentuk permintaan sumbangan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam membangun berbagai Sarana dan Prasarana seperti : Prasarana perhubungan yaitu jalan-jalan, jembatan dan lain-lain, Prasarana sosial yaitu gedung sekolah, balai kampung/desa, rumah ibadah, dan balai kesehatan Prasarana olahraga dan yang lainnya.7)kemudian Kesamaan Hak pada Kelurahan Bagelentidak membeda-bedakan masyarakat dari segi manapun dalam melayani. Kelurahan Bagelen juga berpegang teguh pada UUD 1945 Pasal 2 ayat 1, 2, 3, tentang Kesamaan Hak dalam melayani masyarakatnya dan tidak pernah bersikap diskriminatif, di Kelurahan Bagelen tidak ada yang membedakan dalam pelayanannya. 8) Keseimbangan Hak dan Kewajiban pada Kelurahan Bagelen sudah memenuhi Hak dan Kewajiban dalam  proses pelayanan publik dan juga dapat diketahui bahwa dalam prakteknya masyarakat mendapatkan haknya dan Kelurahan Bagelen memenuhi kewajibannya,contoh seperti sabagai bentuk hak masyarakat menanggung biaya administrasi untuk pembuatan Sertifikat Tanah yang telah ditetapkan dalam PP No.13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas PNPB (Pendapatan Negara Bukan Pajak),besarnya biaya yang harus dibayarkan ke Kelurahan Bagelen dan mengikuti prosedur yang ada sebagai kewajiban dalam melayani hak masyarakat dalam pembuatan Sertifikat Tanah hingga tuntas, hal tersebut menuntut adanya keseimbangan antara dua belah pihak.
PENDIDIKAN ISLAM DAN TANTANGAN MODERNITAS Abdul Rafiq Sudrajat, Amelia Nurjannah
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 2 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i2.13504

Abstract

memberikan jawaban yang sesuai terhadap permasalahan yang ada. Hal itu menimbulkan masalah-masalah baru yang membutuhkan pembaharuan untuk mengembalikan nilai-nilai keuniversalitas Islam guna menumbuhkan peradaban Islam sebagaimana pada abad-abad sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pandangan Nurcholish Madjid terhadap Islam dan tantangan modernitas. Pendekatan metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, adapun data yang digunakan bersumber dari telaah kepustakaan berupa karya-karya yang ditulis sendiri oleh Nurcholish Madjid dan karya-karya orang lain terhadap karya dan pemikiran Nurcholish Madjid. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menurut Nurcholish Madjid dunia Islam saat ini membutuhkan pembaruan-pembaharuan untuk menjawab semua persoalan yang ditimbulkan oleh umat Islam sendiri, atau oleh pengaruh-pengaruh dari luar yang semakin lama semakin kompleks dan membutuhkan solusi yang up to date, solusi yang ditawarkan oleh Nurcholish ialah dengan melepaskan diri dari kejumudan, dan menumbuhkan semangat keislamanan di era modern ini. Kata kunci: Pendidikan, Islam, Modernitas.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA/I DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM AL-ULUM TERPADU Melani Ramadika, Siti Hajar, M. Isnain Nasution
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 5, No 1 (2021): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v5i1.13492

Abstract

Abstrak: Pendidikan multikulturalisme harus diterapkan dalam proses pemelajaran melalui proses pembiasaan, pembelajaran multicultural dilakukan dengan pembentukan pola pikir, sikap, tindakan, dan pembiasaan sehingga muncul kesadaran nasional keindonesiaan. Karakter keindonesiaan tersebut meliputi: kesadaran kebanggaan sebagai bangsa, kemandiriaan dan keberanian sebagai bangsa, kesadaran kehormatan sebagai bangsa, kesadaran melawan penjajahan, kesadaran berkorban demi bangsa, kesadaran nasionalisme bangsa lain, dan kesadaran kedaerahan menuju kebangsaan. Terwujudnya karakter keindonesiaan tersebut menjadi landasan kuat sebagai ciri khas manusia Indonesia yang kuat. Kekuatan keindonesiaan ini menjadi energi besar untuk menjadi Indonesia sebagai bangsa besar di tengah percaturan bangsa-bangsa di dunia. Bangsa besar hanya dapat diwujudkan melalui karakter manusia yang kuat. Karakter keindonesiaan melalui pendidikan multikulturalisme inilah salah satu harapan menuju Indonesia besar di masa depan.Kata kunci: Pendidikan, Multikultural, Pembentukan Karakter
ANALISIS KESULITAS BELAJAR SISWA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN Sartika Fitri Eka Lubis
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): At-Tazakki
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v6i2.13468

Abstract

Abstract: The success of the teaching and learning process is the achievement of student competition which includes knowledge, skills, and attitudes in each subject. The purpose of this study is to describe students' learning difficulties in the perspective of educational philosophy. This study uses a literature study method that relies on bibliographic sources from books and articles in scientific journals related to the subject matter. The results of this study indicate that: 1) The factors that cause learning difficulties consist of two kinds, including: a) Internal Factors Participants students, namely things or conditions that arise in the students themselves. Such as the low intellectual capacity / intelligence of students, unstable emotions and attitudes, and disruption of the senses of seeing and hearing. b) External factors of students, namely things or circumstances that come from outside the students themselves. Usually comes from the family environment, village/community environment and school environment. 2) The characteristics of the philosophy of education in learning include: a) theory of education, b) theory of learning, c) theory of students, d) theory of educators. Keywords: Learning Difficulties, Students, Educational Philosophy
PERENCANAAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Dian Kurnia, Wenarajasa
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v4i2.13546

Abstract

Abstrak: Kurikulum dalam pendidikan Islam adalah pengalaman belajar. Segala kegiatan pembelajaran yang terjadi di lembaga pendidikan adalah bagian dari kurikulumm baik itu kegiatan di luar ataupun di dalam kelas. Sekolah adalah miniatur masyarakat. Bila sekolah baik maka masyarakat juga demikian. Proses perencanaan adalah usaha untuk menyiapkan masa yang akan datang melalui keputusan keputusan yang diambil pada masa kini. Perencanaan dalam pendidikan adalah keputusan yang dibuat tentang tujuan belajar beserta strategi dan metode yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut serta telaah tentang efektivitas dan makna dari metode dan strategi tersebut. Kurikulum mengandung empat komponen inti yaitu: tujuan, isi, metode, dan evaluasi. Perencanaan kurikulum pendidikan Islam harus berasaskan nilai nilai ketuhanan dan berlandaskan pada sumber sumber Islam itu sendiri, karena pendidikan Islami adalah bagian dari misi Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Perencanaan kurikulum yang baik akan menjadikan output pendidikan Islam sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dicanangkan.Kata kunci: Perencanaan, Kurikulum, Pendidikan Islam