cover
Contact Name
windarti
Contact Email
winda_wnd@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
winda_wnd@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Sanitarian Jurnal Kesehatan
ISSN : 20876394     EISSN : -     DOI : -
Sanitarian Jurnal Kesehatan is a research journal containing research results in the field of Water Sanitation, Land Sanitation, Waste Management, Vectors and Pests Control, Food and Beverage Sanitation, Occupational Health and Safety, and Environmental Health Epidemiology and other related disciplines published by the Department of Enviromental Health Poltekkes Kemenkes Pontianak. This journal was first published in 2009 with ISSN 2087-6394 . The frequency of issue every 4 months that is April August, December and already indexed by Google Scholar.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2015): April 2015" : 20 Documents clear
Analisis Ketengikan Minyak Goreng Berdasarkan Variasi Penggorengan Pisang Goreng Di Kota Pontianak Tahun 2014 Khotimah, Chusnul; Amaliyah, Nurul; Salbiah, Salbiah
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Analisis Ketengikan Minyak Goreng Berdasarkan Variasi Penggorengan Pisang Goreng di Kota Pontianak Tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis ketengikan minyak goreng sebelum dan setelah penggorengan pisang goreng di kota Pontianak tahun 2014. Penelitian ini bersifat Eksperiment Laboratory dengan 3 kali pengulangan penggorengan dan diuji dengan metode idiometri. Dianalisis dengan keragaman satu arah (One Way Analysis) dengan uji lanjut LSD (Least Significant Difference). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan ketengikan minyak goreng sebelum digunakan untuk menggoreng dengan 1 kali penggorengan dan ada perbedaan ketengikan minyak goreng sebelum digunakan untuk menggoreng dengan setelah dilakukan 3 kali dan 5 kali penggorengan. Rerata bilangan peroksida minyak goreng curah yang belum digunakan untuk menggoreng pisang goreng adalah 6,83 mek O2/kg. Rata-rata bilangan peroksida minyak goreng curah 1 kali penggorengan adalah 7,73 mek O2/kg. Rata-rata bilangan peroksida minyak goreng curah 3 kali penggorengan pisang goreng adalah 9,67 mek O2/kg. Dan Rata-rata bilangan peroksida minyak goreng curah 5 kali penggorengan pisang goreng adalah 11,11 mek O2/kg. Berdasarkan hasil uji laboratorium minyak goreng curah yang digunakan untuk menggoreng pisang goreng mengalami ketengikan setelah 5 kali penggorengan karena telah melebihi standar mutu minyak goreng Indonesia dalam SNI 3741-2013 yaitu 10 mek O2/kg.  Hasil penelitian dengan menggunakan metode idiometri menunjukkan 5 kali penggorengan pisang goreng dengan minyak goreng curah telah mengalami ketengikan dan sebaiknya penggunaan minyak goreng curah dalam penggorengan sehari-hari tidak lebih dari 3 kali pengulangan penggorengan.Abstract. Analysis of Edible Oil Rancidity Based Frying Fried Banana Variation in Pontianak 2014. This research is an experiment Laboratory with 3 repetitions frying and tested by the method idiometri. Analyzed by one-way diversity (One Way Analysis) with a further test LSD (Least Significant Difference).The results using the method idiometri show 5 times frying pan fried bananas with cooking oil has been rancidity and should use cooking oil in a frying everyday no more than 3 times the repetition of frying. The results showed no difference rancidity cooking oil before use to fry the first time there is a difference rancidity frying and cooking oil before it is used for frying after 3 time and 5 times the frying pan. The mean number peroxide cooking oil that has not been used to fry fried banana is 6.83 meq O2/kg. The mean number peroxide cooking oil 1 frying time was 7.73 meq O2/kg. The mean number peroxide cooking oil 3 times a frying pan fried banana is 9.67 meq O2/kg. And Mean peroxide cooking oil 5 times frying pan fried bananas is 11.11 meq O2/kg. Based on the results of the laboratory tests used cooking oil for frying fried bananas experience rancidity after 5 times the frying because it has exceeded the quality standard of cooking oil Indonesia in ISO 3741-2013 which is 10 meq O2/kg. The purpose of this study to analyze rancidity cooking oil before and after frying bananas fried in Pontianak in 2014.
Hubungan antara Vibrasi (Getaran) dengan Sensitivitas Pengemudi Truk Crude Palm Oil (Cpo) Di PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu Kabupaten Sanggau Magdalena, Irma; Khayan, Khayan; Paulina, Paulina
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Hubungan antara Vibrasi (Getaran) dengan Sensitivitas Pengemudi Truk Crude Palm Oil (CPO) di PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu Kabupaten Sanggau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara getaran dengan sensitivitas pengemudi Truk CPO di PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu Kab. Sanggau. Jenis penelitian Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian  ini  jumlah sampel 60 orang. Pengujian data dengan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian hubungan antara getaran dengan sensitivitas pengemudi Truk CPO di PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu Kab. Sanggau menunjukan bahwa ada hubungan antara getaran dengan sensitivitas (p = 0,003); ada hubungan antara umur dengan sensitivitas (p = 0,004); ada hubungan antara lama kerja dengan sensitivitas (p = 0,017) dan ada hubungan antara masa kerja dengan sensitivitas (p = 0,000). Disarankan kepada pengemudi untuk selalu merawat mesin kendaraan dan memberikan pelumas pada mesin, memberi bantalan busa pada stir kemudi, mengubah metode kerja untuk sesekali istirahat pendek minimal 2 menit setiap 30 menit), dan menggunakan sarung tangan yang dilengkapi peredam getar (busa). Abstract. Relations Between Vibration (Vibration) with Sensitivity Teamster Crude Palm Oil (CPO ) at PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu Kabupaten Sanggau. This research is aimed to analyze the corelation between  the vibration and the sensitivity of CPO truck driver in PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu Kab. Sanggau. This research is an Observasional Analytic with Cross Sectional approach. The sample of this research are 60 employees.The Data are tested by using Chi-Square statistic test. The results of the research of correlation between vibration and sensitivity of CPO truck drivers in PT. Perkebunan Nusantara XIII Parindu kab. Sanggau show that there is a correlation between vibration and sensitivity (p = 0,003); there is correlation between age and sensitivity (p= 0,004); there is correlation between the worktime and sensitivity (p= 0,017) and there is correlation between work period/phase and sensitivity (p = 0,000). It is better for all drivers to always to take a good care of the condition of vehicles machine, to give lubricant to machine, to give some soft bolster on the steering wheel, to change work method into taking short breaktime at least two minutes in every 30 minutes, and to wear a glove with a device to reduce vibration (soft material).  
Hubungan Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dan Sarana Sanitasi dengan Angka Kuman Pada Peralatan Makan dan Minum Di Kantin Sekitar Politeknik Kemenkes Pontianak Tahun 2014 Yulia, Yulia
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Hubungan Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dan Sarana Sanitasi dengan Angka Kuman Pada Peralatan Makan dan Minum di Kantin Sekitar politeknik Kemenkes Pontianak Tahun 2014. Tujuan:Menganalisis hubungan antara Pelaksanaan Higiene Sanitasi Makanan dan Minuman dan sarana sanitasi dengan angka kuman pada peralatan makan dan minum di kantin sekitar Poltekkes Kemenkes Pontianak Tahun 2014. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian gabungan penelitian deskriptif dan asosiatif menggunakan rancangan cross sectional. Metode pengumpulan data dilakukan secara  kuantitatif. Hasil: Hasil uji statistik menunjukan rank spearman nilai signifikan 0,013 dan nilai korelasi minus 0,607. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pelaksanaan enam prinsip HSM dengan angka kuman pada alat makan dan minum dengan korelasi negatif yang mempunyai arti semakin tinggi angka kuman pada alat makan dan minum maka nilai pelaksanaan HSM semakin kecil. Hasil tabulasi silang menunjukan ada kecenderungan sarana sanitasi yang memenuhi syarat angka kuman pada peralatan makanan dan minuman memenuhi syarat. Sedangkan berdasarkan uji statistik rank spearman nilai signifikan 0,046 dan nilai korelasi minus 0,504. Kesimpulan: Pelaksanaan enam prinsip hiegiene sanitasi makanan minuman jajanan  50 persen kategori baik dan 50 persen kurang baik, Sarana sanitasi 56,25 persen memenuhi syarat,  Angka kuman pada peralatan makan 62,9 koloni/cm2.Abstract. The Relationship between Implementation of Food and Beverage Sanitation Hygiene and Sanitation Facilities with Number of Germs on Fod and Beverage Tools Around Canteen in Health Polytechnic of Health Ministry of Pontianak 2014. Objective: To analyze the relationship between the implementation of Food and Beverage Sanitation Hygiene and sanitation facilities by the number of bacteria/germs on tableware and drink in the cafeteria around Health Polytechnic of Pontianak 2014. Methodology: This study is a descriptive and associative joint research using cross sectional design. Data collection methods quantitatively. Results: The results of the statistical test showed significant value Spearman rank correlation value of minus 0.013 and 0.607. This shows there is a significant correlation between the implementation of the six principles of HSM with the number of germs on cutlery and drinking with negative correlation has meaning the higher the number of germs on cutlery and drinking then the smaller the value of the HSM implementation. Results of cross tabulation showed no tendency sanitation eligible number of bacteria in food and beverage equipment qualify. While the test is based on statistical significant value Spearman rank correlation value of minus 0.046 and 0.504. Conclusions: The implementation of the six principles of food sanitation hiegiene drinks snacks 50 percent good and 50 percent category less well, Means sanitation 56.25 percent qualified, Number of germs on tableware 62.9 colonies/cm2.
Analisis Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Pada Pengawai Negeri Sipil Di Lingkungan Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014 Nasip, Mohammad
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Analisis Implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Pengawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014. Merokok kebiasaan yang ada di masyarakat Indonesia . Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan tertuang dalam UU Kesehatan No. 36/ 2009. Peraturan Pemerintah bersama antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri yaitu: NOMOR 188/MENKES/PB/I/2011 dan NOMOR 7 TAHUN 2011 tentang kawasan  tanpa  rokok. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, sampai saat ini masih belum mempunyai peraturan daerah tentang kawasan bebas asap rokok. Tujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, perilaku dan pendapat KTR pada PNS di wilayah kerja Pemda Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan metode  observasi analitik dengan desain Cross Sectional. Populasi pegawai yang merokok/tidak umur > 15 tahun. Sampel non random sampling dari cluster unit pelayan teknis. Jumlah sampel 387 responden, yang dipilih secara accidental sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%.  Hasil penelitian: Pengetahuan sebagian besar (>85%) mengetahui merokok menyebabkan penyakit; dan asap rokok membahayakan kesehatan wanita hamil (86,1%) serta anak (93%);  Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bervariasi (59,5% - 94%). Sikap mendukung KTR 85,7%. Ada korelasi antara pengetahuan, sikap dengan perilaku kebiasaan merokok. KTR secara umum didukung oleh kelompok perokok dan non perokok. Dukungan implementasi KTR dari kelompok tidak merokok lebih kecil (38,6%) dibandingkan dengan kelompok yang merokok (93,7%).  Saran Perda KTR dimungkinkan  diterbitkan dan dalam proses penyusunan secara bersamaan dilakukan sosialisasi/advokasi/penyuluhan kepada masyarakat tentang rokok, KTR, dan disediakan tempat khusus untuk orang merokok. Abstract. Analysis of No Smoking Area (KTR) Policy Implementation in The Civil Service in The Civil Environment Agency Local Government of West Kalimantan Province 2014. Smoking is a habit that exist in Indonesian society. Tobacco Products Security as addictive substances for health contained in the Health Law No. 36/2009. Government Regulation between Ministry of Health and Ministry of Interior are: No. 188/Menkes/PB/I/2011 and No. 7 Year 2011 on the non-smoking area. Government of West Kalimantan Province, until today still do not have local regulations on smoke-free area. Aim to determine knowledge, attitudes, behaviors and opinions KTR on civil servants in the working area of West Kalimantan provincial administration. Research using analytic observation method with cross sectional design. Employee population that smoking/no age > 15 years. Non-random sample of cluster sampling unit technical waitress. Total sample of 387 respondents, chosen by accidental sampling. Data analysis using Chi-square statistical test with a confidence level of 95%. Result: Knowledge majority (> 85%) knew that smoking causes disease; smoke and endanger the health of pregnant women (86.1%) and children (93%); No Smoking Area (KTR) varies (59.5% - 94%). Attitude supports KTR 85.7%. There is a correlation between knowledge, attitude and behavior of the smoking habit. KTR is generally supported by the group of smokers and non-smokers. KTR implementation support of smaller groups of non-smokers (38.6%) compared with the group who smoked (93.7%). KTR regulation issued advice possible and in the process of drafting simultaneously conducted socialization/advocacy/outreach to the community about cigarettes, KTR, and provided a special place for people to smoke.
Efektivitas Cascade Aerator dalam Menurunkan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) Pada Air Limbah Tahu Di Kota Pontianak Tahun 2014 Hidayati, Fitria; Prayitno, Bambang; Yulia, Yulia
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Efektivitas Cascade Aerator dalam Menurunkan Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada Air Limbah Tahu di Kota Pontianak Tahun 2014. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas Cascade Aerator dalam menurunkan kadar COD pada instalasi pengolahan air limbah tahu di Kota Pontianak. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi jumlah tangga Cascade Aerator, variabel terikat adalah kadar COD air limbah tahu dan variabel pengganggu adalah pH dan debit air limbah. Hasil penelitian kadar COD sebelum dilakukan aerasi, yaitu 2.236 mg/l. Kadar tersebut dapat diturunkan dengan Cascade Aerator. Pada tangga ke 14 kadar COD turun menjadi 391 mg/l, pada tangga ke 16 menjadi 334 mg/l, pada tangga ke 18 menjadi 286 mg/l dan pada tangga yang ke 20 menjadi 165 mg/l. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Variasi yang efektif pada Cascade Aerator untuk menurunkan kadar COD yang sesuai dengan baku mutu adalah dengan jumlah tangga sebanyak 18 tangga. Kadar COD pada influent adalah 2.236 mg/l, setelah melewati Cascade Aerator dengan variasi jumlah tangga sebanyak 18 tangga diperoleh hasil kadar COD pada efluent yaitu 286 mg/l yang hasil tersebut sudah memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan. Abstract. The Effectiveness of Casade Aerator to Reduce Total of Chemical Oxygen Demand (COD) on Tofu Wastewater in Pontianak 2014. The purpose of research is to determine the effectiveness of Cascade Aerator to reduce total of COD on tofu wastewater of waste water treatment instalation in Pontianak. This research was aquasi-experimental research without group pre-test post-test design. Independent variablein this researchis avariation number of ladder in CascadeAerator, the dependent variableis thetotal COD of tofu waste waterand the confounding variable were pH and waste water discharge. Results of this research show that total of COD prior toaeration, is 2,236mg/l. The level scan be lowered by CascadeAerator. In 14th ladder, total of COD dropped to 391 mg/l, 16th ladder 334 mg/l, 18th ladder dropped to 286 mg/l and 165 mg/l in 20th ladder. The conclusion of this research is the most effective number of ladder in cascade aerator is 18. Total of COD in iffluent is 2236 mg/l, after passes Aerator Cascade with variation period ladder stairs as much as 18 findings effluent COD is 286 mg/l the results of these findings already meet the standard of quality and safe environment.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Membuang Sampah Siswa-Siswi SD Negeri 09 Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2014 Asa, Fitrah; Suharno, Suharno; Adib, Moh.
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Membuang Sampah Siswa-Siswi SD Negeri 09 Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2014. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah siswa/siswi yang berada di sekitaran kawasan SDN 09 Kel. Parit Mayor Kec. Pontianak Timur. Penelitian ini bersifat observasional dengan jenis rancangan penelitian analitik. Survei tersebut dimaksudkan untuk memperoleh data dari siswa-siswi baik data primer yaitu dari wawancara kuesioner maupun data sekunder yaitu data UKS. Tipe penelitian cross sectional untuk mengetahui hubungan antara dua variable bebas (pengetahuan, sikap) dan variable terikat (perilaku membuang sampah). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square menunjukan bahwa tidak ada hubungan faktor pengetahuan terhadap perilaku membuang sampah dengan  nilai p value = 1,000 (p ≥ 0,05). Faktor sikap terhadap perilaku menunjukkan tidak ada hubungan dengan nilai p value= 1,000 (p ≥ 0,05). Bagi siswa/siswi SDN 09 Kelurahan Parit Mayor Kec. Pontianak timur dalam hal perilaku membuang sampah harus lebih ditingkatkan dan pihak sekolah harus memperbanyak sarana tempat sampah. Abstract. Factors Influence of Waste Disposal Behaviour to the Students of SDN 09 Kelurahan Parit Mayor Kecamatan East Pontianak 2014. The study was conducted to determine the factors that influence behavior of littering students who is in the area of SDN 09 Ex Area. Major trench district. East Pontianak. This study is observational analytic study design types. The survey was intended to obtain data from students both primary data from questionnaires interviews and secondary data is data UKS. Type of cross-sectional study to determine the relationship between two independent variable (knowledge, attitude) and the dependent variable (the behavior of littering). Results of statistical test using chi-square test showed that there was no correlation between knowledge of the behavior of littering with p value = 1.000 (p≥0,05). Attitudes toward behavioral factors showed no association with p value = 1.000 (p ≥ 0,05). For students of SDN 09 Village Ditch Mayor district. Pontianak east in terms of the behavior of littering should be further improved and the school must multiply the means trash.
Kajian Pustaka Peran Mesocyclops Sebagai Pengedalian Hayati Vector Demam Berdarah Dengue Di Indonesia Saepudin, Malik
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kajian Pustaka Peran Mesocyclops Sebagai Pengedalian Hayati Vector Demam Berdarah Dengue Di Indonesia. Demam berdarah masih merupakan masalah kesehatan masyarakat, pada tahun 2010 Indonesia masih di urutan tertinggi kasus demam berdarah di ASEAN, berbagai penelitian baik di dalam negeri dan luar negeri berhasil dilakukan untuk menemukan alternatif pengendalian vektor Ae. aegypti tanpa pestisida, hasilnya cukup menggembirakan. Metode literatur bertujuan untuk mendapatkan ide dari hasil Mesocyclops penelitian sebagai kontrol biologis vektor DBD. Penelitian yang dilakukan di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia (BPVRP Salatiga) menyimpulkan bahwa peran Cyclops sebagai kontrol biologis terutama vektor nyamuk Aedes aegypti sangat dipercaya. Salah satu negara dapat mengatasi masalah DBD adalah Vietnam, hasil penelitian yang disebarkan sebagai dasar untuk program pengendalian vektor Cyclops dan mengoptimalkan peran dari semua sektor baik negeri maupun swasta, serta masyarakat. Semoga Cyclops bisa menjadi salah satu alternatif dalam pengendalian vektor DBD nasional di Indonesia, karena harus memenuhi beberapa kriteria alternatif dalam pemecahan masalah demam berdarah.Abstract. Study The Role Mesocyclops as Natural Controlling of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Vector in Indonesia. Dengue hemorrhagic fever is still a public health problem, in 2010 Indonesia was still on the highest order of dengue cases in ASEAN, various studies both domestically and abroad successfully done to find alternative vector control Ae. aegypti without pesticide, the results are quite encouraging. Method of literature review aims to get an idea of the results of research Mesocyclops as biological control of dengue vectors. Research carried out in various countries in the world including Indonesia (BPVRP Salatiga) concluded that the role of Cyclops as a biological control especially vector Aedes aegypti is very believable. One country can overcome the problems of DHF is Vietnam, as exploit research results as the basis for intervention Cyclops vector control programs and the optimal role of all sectors both public and private, as well as the community. Hopefully Cyclops can be one alternative in the national dengue vector control in Indonesia, because it has to meet several criteria alternative in solving the problem of dengue.
Analisis Kesiapan Masyarakat Pengguna Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014 Adib, Moh
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Analisis Kesiapan Masyarakat Pengguna Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2014. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap kesiapan  dalam kepatuhan terhadap penerapan KTR. Metodologi: Menggunakan desain penelitian Kuantitatif–Deskriptif, dengan metode potong lintang. Penelitian ini dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan dilingkungan Provinsi Kalimantan Barat yang ada di Pontianak. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dari cluster unit pelayan kesehatan pemerintah daerah Provinsi Kalimantan Barat dan responden dipilih berdasar accidental sampling. Jumlah sampel 126 orang. Data dikumpulkan dengan  menggunakan kuesioner. Hasil: Responden yang merokok 37,3%. Sebanyak 54,8% pengetahuan responden tentang dampak asap rokok dalam katagori kurang baik. Kesiapan responden dalam penerapan Perda KTR sebanyak 88,89% mendukung. Analisis variabel: Ada hubungan antara pengetahuan  tentang dampak asap rokok dengan kesiapan responden dalam menerima penerapan perda KTR, dengan analisis chi-square, nilai p = 0,037. Tidak ada hubungan antara pengetahuan  tentang  KTR dengan kesiapan responden dalam menerima penerapan perda KTR, dengan analisis chi-square didapat nilai p= 0,949. Tidak ada hubungan antara sikap  penolakan paparan asap rokok dengan kesiapan responden dalam menerima penerapan perda KTR, dengan analisis chi-square didapat nilai p= 0,379 (nilai Fisher’s Exact Test). Kesimpulan: Sebagian besar pengetahuan responden tentang dampak asap rokok dalam katagori kurang baik. Kesiapan responden dalam penerapan Perda KTR sebagian besar juga mendukung.     Abstract. Analysis of Community Readiness Health Care Facilities Users about No Smoking Area in Region West Kalimantan 2014. Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes about No Smoking Area (KTR) in health care facilities for preparedness in compliance with the application of KTR. Methodology: Using Quantitative-Descriptive study design, with a cross-sectional method. This research was conducted in health care facilities within the province of West Kalimantan in Pontianak. The sampling technique is done in a non-probability sampling of clusters of local government health care unit of West Kalimantan Province and respondents were selected based on accidental sampling. Total samples 126 people. Data was collected using a questionnaire. Results: Respondents who smoke 37.3%. A total of 54.8% of the respondents knowledge about the effects of smoke in the category of less well. Readiness of respondents in the application of Regulation KTR as much as 88.89% in favor. Analysis of variables: There is a relationship between knowledge of the effects of cigarette smoke with the readiness of respondents to accept the application of regulations KTR, the chi-square analysis, the value of p = 0.037. There is no correlation between knowledge of KTR with the readiness of respondents to accept the application of the regulations KTR, the chi-square analysis obtained p = 0.949. There is no relationship between cigarette smoke exposure rejection by the readiness of the respondents in accepting the application of regulations KTR, the chi-square analysis obtained p value = 0.379 (the value of Fisher's Exact Test). Conclusions: The majority of respondents' knowledge about the effects of cigarette smoke in the category of less well. Most of the readiness of respondents in the application of Regulation KTR also support.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Rumah Bebas Jentik Aedes Aegypti Di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Anton, Anton; Iswono, Iswono; Susilawati, Susilawati
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rumah Bebas Jentik  Aedes Aegypti  di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor pengetahuan, sikap, perilaku, promosi kesehatan, dan breeding place dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Kuala Dua yang terdiri dari 64 RT dan 6 RW dengan jumlah sampel sebanyak 186 kepala keluarga dengan menggunakan metode proporsional random sampling. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (p Value = 0,000), ada hubungan antara sikap dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue = 0,002), ada hubungan antara perilaku dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue = 0,000), ada hubungan antara promosi kesehatan dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue=0,015), ada hubungan antara breeding place dengan rumah bebas jentik Aedes aegypti di Desa Kuala Dua (pValue = 0,000).Abstract. Factors Related to House Without Aedes Aegypti at Larvae Kuala Dua Village Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya 2014. This study aimed to determine the correlation between knowledge, attitudes, behaviors, health promotion, and breeding place with home without Aedes aegypti larvae in Kuala Dua Village Kecamatan Sungai RayaKabupaten Kubu Raya. This type of research used in this study was cross-sectional. This research was conducted in in Kuala Dua Village where consists of 64 RT and 6 RW with a total sample of 186 heads of households by using proportional random sampling method. Results of Chi-Square statistical test shows that there is a relationship between knowledge and the larvae of home without Aedes aegypti in Kuala Dua Village (p Value = 0.000), There is a relationship between attitudes to the larvae of Aedes aegypti-free home in the village of Kuala Dua (pValue = 0.002), There is a Relationship between the behavior of the larvae of Aedes aegypti-free home in the village of Kuala Dua (pValue = 0.000), There is a relationship between health promotion with free home Aedes aegypti larvae in the village of Kuala Dua (pValue = 0.015), There is a relationship between the breeding place of Aedes aegypti larvae-free home in Kuala Dua Village (pValue = 0.000).
Study Kesiapan SD/MI Untuk Melakukan Pembudayaan Sedini Mungkin PHBS Di Pontianak Timur Tahun 2014 Supraptono, Bambang
Jurnal Sanitarian Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Sanitarian Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Study Kesiapan SD/MI Untuk Melakukan Pembudayaan Sedini Mungkin PHBS Di Pontianak Timur Tahun 2014. Perilaku Hidup bersih sehat (PHBS) merupakan karakter masyarakat yang diharapkan dalam pendidikan kesehatan.Karakter masyarakat ini bisa dicapai dengan pembudayaan PHBS sedini mungkin.Evaluasi kesiapan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan advokasi dan sosialisasi melalui evaluasi bersama mempergunakan metode hanlon seluruh sector yang terkait.Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai prioritas dasar (NPD) yang didasarkan pada : (1) Besar masalah, (2) Kegawatan, dan (3) Kemudahan penanggulangan. Nilai prioritas total (NPT) didasarkan pada pengkalian antara NPD dengan Nilai faktor PEARL.Hasil penilaian menunjukan skala priotias (1). PHBS warga  Sekolah dengan NPT = 17,80, (2). Penanggulangan masalah gigi NPT = 16,69 (3). Penanggulangan DBD NPT = 16,02, (4). Penanggulangan kecacingan NPT = 15,47, (5). Penanggulangan masalah gizi NPT = 15,27, (6). Penanggulangan Diare NPT = 14,77. Pembudayaan sedini mungkin dapat dijadikan alternative terbaik pemecahan masalah. Selain menyelesaikan seluruh masalah yang ada di sekolah juga mempunyai dampak jangka panjang untuk kehidupan dimasa mendatang.Abstract: Study Readiness SD/MI to Perform Civilizing Early as Possible PHBs 2014 in East Pontianak. Clean healthy Lifestyle (PHBs) is a community of characters expected in health education. The character of this society can be achieved by the civilizing PHBS as early as possible. Evaluation of the readiness of these activities can be carried out with the advocacy and dissemination through joint evaluation using methods Hanlon entire sector concerned. Evaluation is done by looking at the value of the basic priorities (NPD), which is based on: (1) Big problem, (2) gravity, and (3) Ease of countermeasures. Total priority value (NPT) is based on multiplying the NPD factor Rated PEARL. Results of the assessment showed priotias scale (1). PHBs citizens Schools with NPT = 17.80, (2). Prevention of dental problems NPT = 16.69 (3). DHF prevention NPT = 16.02, (4). Countermeasures kecacingan NPT = 15.47, (5). Combating the problem of nutrition NPT = 15.27, (6). Diarrhoea prevention NPT = 14.77. Cultivation as early as possible can be used as the best alternative solutions to problems. In addition to completing the entire problems in the school also has a long-term impact on the future life.Abstrak: Study Kesiapan SD/MI Untuk Melakukan Pembudayaan Sedini Mungkin PHBS Di Pontianak Timur Tahun 2014. Perilaku Hidup bersih sehat (PHBS) merupakan karakter masyarakat yang diharapkan dalam pendidikan kesehatan.Karakter masyarakat ini bisa dicapai dengan pembudayaan PHBS sedini mungkin.Evaluasi kesiapan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan advokasi dan sosialisasi melalui evaluasi bersama mempergunakan metode hanlon seluruh sector yang terkait.Evaluasi dilakukan dengan melihat nilai prioritas dasar (NPD) yang didasarkan pada : (1) Besar masalah, (2) Kegawatan, dan (3) Kemudahan penanggulangan. Nilai prioritas total (NPT) didasarkan pada pengkalian antara NPD dengan Nilai faktor PEARL.Hasil penilaian menunjukan skala priotias (1). PHBS warga  Sekolah dengan NPT = 17,80, (2). Penanggulangan masalah gigi NPT = 16,69 (3). Penanggulangan DBD NPT = 16,02, (4). Penanggulangan kecacingan NPT = 15,47, (5). Penanggulangan masalah gizi NPT = 15,27, (6). Penanggulangan Diare NPT = 14,77. Pembudayaan sedini mungkin dapat dijadikan alternative terbaik pemecahan masalah. Selain menyelesaikan seluruh masalah yang ada di sekolah juga mempunyai dampak jangka panjang untuk kehidupan dimasa mendatang. Kata Kunci : pendidikan karakter, nilai proritas dasar, nilai prioritas total. Abstract: Study Readiness SD/MI to Perform Civilizing Early as Possible PHBs 2014 in East Pontianak.Clean healthy Lifestyle (PHBs) is a community of characters expected in health education. The character of this society can be achieved by the civilizing PHBS as early as possible. Evaluation of the readiness of these activities can be carried out with the advocacy and dissemination through joint evaluation using methods Hanlon entire sector concerned. Evaluation is done by looking at the value of the basic priorities (NPD), which is based on: (1) Big problem, (2) gravity, and (3) Ease of countermeasures. Total priority value (NPT) is based on multiplying the NPD factor Rated PEARL. Results of the assessment showed priotias scale (1). PHBs citizens Schools with NPT = 17.80, (2). Prevention of dental problems NPT = 16.69 (3). DHF prevention NPT = 16.02, (4). Countermeasures kecacingan NPT = 15.47, (5). Combating the problem of nutrition NPT = 15.27, (6). Diarrhoea prevention NPT = 14.77. Cultivation as early as possible can be used as the best alternative solutions to problems. In addition to completing the entire problems in the school also has a long-term impact on the future life. Keywords: education character, value priority basis, total priority value.

Page 1 of 2 | Total Record : 20