cover
Contact Name
Dr. Ir. Lestari Ujianto, M.Sc.
Contact Email
ujianto@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
cropagro@unram.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy
Published by Universitas Mataram
ISSN : 19788223     EISSN : 26215748     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan bidang budidaya tanaman, terbit enam bulan sekali. Redaksi menerima naskah dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PEMANFAATAN INSEKTISIDA NABATI DAN HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA TANAMAN TOMAT YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA ORGANIK Hery Haryanto; M. Sarjan dan Irwan Muthahanas
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hama-hama yang menyerang tanaman sayuran tomat organik relatif sama dengan jenis hama yang menyerang sayuran secara umum yaitu Aphis sp, Thrips, Aulocophora similis, pengorok daun (Liriomyza sp.) pada stadia vegetaif, dan hama Bemisia tabacci, Heliothis armigera, dan lalat buah pada fase reproduktif. Sebagian besar pengaruh dosis dan saat perlakuan insektisida nabati (nimba) maupun hayati (Bacillus thuringiensis) secara sendiri-sendiri tidak berpengaruh terhadap penekanan populasi dan intensitas serangan hama penting tanaman sayuran tomat organik. Perlakuan kombinasi antara Nimba dan Bacillus thuringiensis cenderung memberikan hasil lebih baik dalam hal penekanan populasi dan intensitas serangan hama tanaman tomat yang dibudidayakan secara organik. ABSTRACT The rersult of this investigation shown that the insect pests in organic farming system system of vegetables were the same as generally found in vegetables, such as Aphis sp, Thrips, Aulocophora similis, leaf miner (Liriomyza sp.) at vegetative stage, and Bemisia tabacci Heliothis armigera, fruit fly at reproductive stage of tomatoes. Most impact of doses and time application of botanical (Neem) and biological insecticides (Bacillus thuringiensis) used in this experiment individually were not significant in suppressing the population and attack intensity of major pest on organic vegetables farming system. From the result of this investigation, it is suggested to use the non-chemical insecticides such as botanical insecticides (Neem) and Biological insecticides (Bacillus thuringiensis) in organic farming system of vegetables, but according to the result it will be better to combine both of them by scheduling rotation of aplication. However, it is needed to find out what combination would be the best other than scheduling rotation, for example mixturing of both agents and aplying them together . By using the correct doses, time application of botanical and biological insecticides will be useful in Pest Management practices on organic farming system. Therefore, to optimizes the outcome of this experiment, it is necessary to follow up the research on Nische management approaches. By doing this, it is expected to have the conprehenship model of Pest Management in Organic farming system.
PENGARUH KOMPOS KIRINYU (Chromolaena odorata) DAN JAMUR MIKORIZA PADA PERTUMBUHAN BIBIT JARAK PAGAR (Jatropa curcas L.) DI LAHAN KERING LOMBOK Zaenal Arifin; Ni Wayan Dwiani Dulur; Bustan .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Crop Agro pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos Kirinyu dan jamur Mikoriza Arbuscular Versicular (MAV) terhadap pertumbuhan bibit Jarak Pagar di lahan kering Lombok. Percobaan dilakukan di rumah kaca dan di tata dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 10 perlakuan kombinasi antara pemberian inokulasi MAV (tanpa inokulasi MAV dan inokulasi MAV (30 g/pot) dan pemberian kompos Kirinyu (0, 10, 20, 30 dan 40 g/pot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos Kirinyu dan inokulasi MAV berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit Jarak Pagar di lahan kering Lombok. Pemberian Inokulasi MAV 30 g/pot + kompos Kirinyu 40 g/pot memberikan tertinggi untuk tinggi tanaman 27,37 cm, berat berangkasan kering bagian atas tanaman 9,79 g, serapan nitrogen 356 mg/tanaman dan serapan fosfor 20,21 mg/tanaman. Sedangkan jumlah persentase kolonisasi akar tertinggi yaitu 83,23% di temukan pada pemberian Inokulasi MAV 30 g/pot + kompos Kirinyu 20 g/pot. ABSTRACT This research was aimed to identify the effect of Kirinyu compost and Micorrhizal Arbuscular Versicular (MAV) to growth of Physic Nut seedlings on Lombok dryland. The experiment was conducted at the green house specifically subjected to apply Completely Randomized Design along with 10 treatment combination between inoculation of MAV (without inoculation of MAV and inoculation of MAV 30 g/pot) and compost of Kirinyu (0, 10, 20, 30 dan 40 g/pot). Result of this experiment showed that application of Kirinyu compost and inoculation of MAV significantly affected on seedling growth of Physic Nut on Lombok dryland. The treatment of MAV inoculation 30 g/pot + Kirinyu compost 40 g/pot showed highest for high of plant 27,37 cm , dry weight of above-ground plant part 9,79 g, nitrogen sorption 356 mg/plant and fosfor sorption 20,21 mg/plant . While the highest infection percentage was found on treatment of MAV inoculation 30 g/pot + Kirinyu compost 20 g/pot, with infection percentage of 83,23%.
UJI CARA APLIKASI MIKORIZA PADA EMPAT VARIETAS JAGUNG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI LAHAN KERING Irniatun Hasanah; I Made Sudantha dan Suwardji
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Crop Agro budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia, tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman pangan terpenting kedua setelah padi. Kebutuhan jagung meningkat setiap tahun sebesar 7%. Dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas jagung maka perlu pengelolaan tanaman jagung secara terpadu, yaitu dengan menggunakan teknologi yang memberikan pengaruh sinergistik yaitu dengan menggunakan mikoriza. Mikoriza adalah suatu bentuk asosiasi simbiotik antara akar tumbuhan tingkat tinggi dan miselium cendawan tertentu. Jamur mikoriza telah diketahui mampu menstimulir tanaman dalam penyerapan unsur immobil seperti P, Zn, dan Cu serta unsur-unsur yang mobil seperti S, Ca, K, Fe, Mg, Mn, Cl, Br dan N dari tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara aplikasi mikoriza dan varietas jagung terhadap pertumbuhan dan hasil jagung di lahan kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu petak utama yang terdiri atas 4 aras perlakuan. Perlakuan terdiri atas varietas Lamuru (V1), varietas Srikandi (V2), varietas Sukmaraga (V3), varietas Genotipe C2 (galur lokal Unram) (V4). Faktor kedua yaitu anak petak yang terdiri atas 4 aras perlakuan. Perlakuan terdiri atas tanpa Mikoriza (m0), aplikasi mikoriza dengan cara di tugal (m1), aplikasi mikoriza dalam larikan (m2), aplikasi mikoriza saat pengolahan tanah (m3). Hasil kombinasi dari varietas jagung (V) dengan aplikasi mikoriza (M) adalah 16 perlakuan. Masing – masing perlakuan di ulang 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Perlakuan dengan menggunakan mikoriza memberikan hasil produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa mikoriza. ABSTRACT In Indonesia, corn crop (Zea mays L) is the second importance food plant after rice. The corn necessity raises 7% every year. In increasing the production and productivity of corn needs integrated management of corn plant that is by using technology which gives synergetic influence by using Mikoriza. Mikoriza is a kind of symbiotic association between root of high level plant and certain fungi Miselium. Mikoriza fungus can stimulate the plants in absorption of immobile element such as P, Zn, and Cu as well as from soil.ell as mobil element such as S, Ca, K, Fe, Mg, Mn, Cl, Br and placation and corn from soil. The research aim to know the influence of Mikoriza and corn variety to the growth and corn production in dry area. This research use experimental method with two factors of split plot design. The firt factor is that main plot consists of four border treatment. The treatment consist of Lamuru variety (V1), Srikandi variety (V2), Sukmaraga variety (V3),Genotipe C2 variety (V4). Second factor is that another plot consists of four border treatment. The treatment consist without Mikoriza (m0), Mikoriza application by dibbling (m1), Mikoriza application in row (m2), Mikoriza application while soil processing (m3). The result of corn variety combination (V) by Mikoriza application (M) is 16 treatment. Each treatment repeated three times, so there are 48 unit of trial. The treatment by using Mikoriza gives more result than by using treatment without Mikorioza.
KAJIAN DAYA HASIL KACANG BERAS YANG DITUMPANGSARIKAN DENGAN JAGUNG DAN UBI KAYU DI LAHAN KERING Taufan Febrianto; Uyek Malik Yakop; Lestari Ujianto
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 9 No 2 (2016): jurnal Crop Agro Januari 2016
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil tanaman kacang beras yang ditumpangsarikan dengan jagung, ubi kayu, jagung dan ubi kayu di lahan kering. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan satu perlakuan pola tanam monokultur dan tiga pola tanaman tumpangsari, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Dengan demikian akan ada 12 petak percobaan. Perlakuan sistem tanaman tumpangsari sebagai berikut: P1: Monokultur kacang beras, P2: Tumpangsari kacang beras dan jagung, P3: Tumpangsari kacang beras dan ubi kayu, P4: Tumpangsari kacang beras, jagung, dan ubi kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwadaya hasil tanaman kacang beras yang ditumpangsarikan dengan jagung, ubi kayu, jagung dan ubi kayu tidak memberikan hasil yang berbeda nyata dengan penanaman secara monokultur,kecuali pada tumpangsari tanaman kacang berasdan ubi kayu untuk parameter jumlah biji per polong. ABSTRACT The objective of this research was to determine the yield ability of rice bean plants intercropped with maize, cassava, maize and cassava on dry land. The experimental design used was a randomized completely block design with four treatments. Each treatment was replicated three times. Thus there were 12 experimental units. The treatments consisted of intercropping system as follows: P1: monoculture rice beans, P2: Intercropping of rice beans with maize, P3: Intercropping rice beans with cassava, P4: Intercropping rice beans with maize and cassava. The results showed that the yield of rice bean plants intercropped with maize, cassava, maize and cassava was not significantly different with the cropping monocultures, except the rice bean intercropped with cassava for parameter of the seeds number per pod.
IMPROVING FORMULATION OF ARTHROBOTRYS DACTYLOIDES, A NEMATODE-TRAPPING-FUNGUS, IN KAOLIN-ALGINATE GRANULES Sudirman1 .
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 2 No 1 (2009): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research aimed at evaluating performance of Arthrobotrys dactyloides in improved kaolin-alginate granular formulation. A. dactyloides was formulated in kaolin-alginate granules enriched with three types of organic matters (saw dust, rice hay, and corn cob), each with two concentrations (1% and 3% (w/v)). A formulation of granule without organic matter was also provided as a control. For each formulation, one half of granule was air-dried directly and the other half was given additional treatment, re-fermentation. The granules were used in experiments to observe performance of A. dactyloides in the formulations both in agar medium and in soil tests. All experiments were conducted with completely randomized design and data were analyzed with analysis of variance. Results showed that neither types nor concentrations of organic matters had any significant effect on the performance of A. dactyloides. Re-fermentation of granules, however, significantly improved weight of granules, number of propagules in granules, vigor of the fungus, growth of the fungus in soil, spore and ring production in soil. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa Arthrobotrys dactyloides dalam formulasi butiran kaolin-alginat yang diperkaya. A. dactyloides diformulasikan dalam butiran kaolin-alginat yang diperkaya dengan tiga macam bahan organik (serbuk gergaji, jerami padi, dan tongkol jagung), masing-masing dengan dua konsentrasi (1% dan 3% (b/v)). Formulasi tanpa penambahan bahan organik disiapkan sebagai kontrol. Untuk tiap formulasi, setengah dari butiran langsung dikering-anginkan dan sisanya diberikan perlakuan tambahan, re-fermentasi. Butiran digunakan pada percobaan-percobaan untuk mengetahui performa A. dactyloides dalam formulasi, baik pada pengujian di media agar maupun di dalam tanah. Semua percobaan dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap dan data dianalisa dengan analisis keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe bahan organik atau konsentrasinya tidak berpengaruh nyata terhadap performa A. dactyloides. Sebaliknya, re-fermentasi butiran secara nyata meningkatkan berat butiran, jumlah propagul dalam butiran, vigor jamur, pertumbuhan jamur di dalam tanah, produksi spora dan cincin perangkap di dalam tanah.
INTENSITAS PENGAIRAN DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL TANAMAN GANDUM Astam wiresyamsi
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 2 (2018): Jurnal cropagro juli 2018
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.973 KB)

Abstract

Tanaman gandum dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di Pulau Lombok serta mempunyai peluang untuk pengembangannya, mulai dari dataran tinggi sampai dengan dataran rendah sekitar 400 m dpl. Upaya pengadaptasian ini perlu ditindaklanjuti dengan pengembangan teknologi budidaya, diantaranya pengairan yang tepat. Pengairan, merupakan faktor mendasar dalam mendapatkan hasil panenan maksimal dalam suatu lahan pertanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas pemberian air yang tepat untuk mendapatkan hasil biji gandum yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode experimental di lapangan menggunakan 3 intensitas pengairan pada 4 varietas gandum Nias, Dewata, Gladius, dan Estoc. Curah hujan yang tinggi terjadi selama percobaan, sehingga tanah selalu dalam keadaan basah sepanjang percobaan. Hujan yang berlebihan tersebut menyebabkan perlakuan pengairan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Nias memberikan hasil yang lebih tinggi (2,62 t/ha) dibandingkan varietas Dewata (1,68 t/ha), Estoc (1,41 t/ha) dan Gladius (1,14 t/ha). Beberapa komponen pertumbuhan dan hasil sangat tertekan karena ketergenangan ini, seperti jumlah anakan, jumlah malai dan jumlah biji/m2, sehingga hasil lebih rendah dari yang diharapkan.
EFEKTIVITAS FILTRAT KULTUR DAN IDENTIFIKASI EMBRIO SOMATIK DAN KECAMBAH KACANG TANAH KULTIVAR LOKAL BIMA PADA FILTRAT KULTUR CENDAWAN Fusarium sp Wahyu Astiko; A. Farid Hemon
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 3 No 2 (2010): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas filtrat kultur dan mengidentifikasi ketahanan embrio somatik (ES) dan kecambah kacang tanah Lokal Bima pada media yang mengandung filtrat kultur fusarium. Percobaan diawali dengan menginduksi ES variasi somaklonal pada medium MS yang mengandung Pikloram. Media MS ditambah dengan berbagai konsentrasi filtrat kultur (0, 10, 20, 30, dan 40%). Media MS juga dipersiapkan dengan menambah berbagai konsentrasi filtrat kultur pada media MS yang mengandung Pikloram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) filtrat kultur fusarium efektif menghambat pertumbuhan ES dan kecambah kacang tanah dan 2) ES varian somaklonal yang resisten terhadap filtrat kultur fusarium telah berhasil diregenerasikan menjadi planlet. Planlet-planlet ini selanjutnya diaklimatisasi pada kondisi rumah kaca untuk memproduksi biji generasi R1 dan R2. Biji-biji tersebut ditanam kembali untuk mengevaluasi ketahanannya terfadap infeksi fusarium ABSTRACT This research was to know the effectiveness of culture filtrate and identification somatic embryo (SE) of Local Bima peanut to medium containing culture filtrate of fusarium. The experiment was inisiated with induction of SE and somaclonal variation in MS medium containing Picloram. MS medium was added with different consentration of culture filtrate (0, 10, 20, 30, 40%). Other medium was also prepared with adding MS medium containing picloram with different consentration of culture filtrate. Results of the experiment showed that 1) culture filtrate of fusarium could be effective to inhibit SE growth and peanut seedling growth and 2) somatic embryos somaclonal variant that resistance to culture filtrate of fusarium have been obtained and regenerated become plantlets. These plantlets will be acclimated under green house condition to produce R1 and R2 seeds for peanut resistance evaluation to fusarium infection.
DESKRIPSI GALUR MUTAN GENERASI M6 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA KACANG TANSAH (Arachis hypogaea L.) KULTIVAR LOKAL BIMA Delta Murtiana; A. Farid Hemon; Sumarjan Sumarjan
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 10 No 01 (2017): jurnal Crop Agro Januari 2017
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan galur mutan generasi M6 hasil iradiasi sinar gama kacang tanah kultivar Lokal Bima yang meliputi fase vegetatif dan generatif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pejeruk Bangket-Ampenan Gg. Manalagi IV/II, Mataram dan dimulai dari bulan Januari-Mei 2016. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan program Microsoft Exel dengan analisis deskriptif statistik, selanjutnya untuk mengetahui pertumbuhan galur menggunakan rumus Rata-rata ± SE. Penelitian ini menggunakan 20 galur hasil mutasi dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 60 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada fase vegetatif kacang tanah galur mutan pada diameter batang, warna batang, warna daun, dan bentuk anak daun menunjukkan sifat yang seragam, sedangkan untuk tinggi hipokotil, tinggi tanaman, jumlah ruas batang, jumlah daun, jumlah anak daun, jumlah cabang, panjang stomata dan densitas stomata menunjukkan sifat keberagaman atau bervariasi. Pada fase generatif kacang tanah galur mutan pada warna bunga, warna ginofor, panjang polong, bentuk polong, jaring kulit polong, guratan kulit biji, warna biji, dan bentuk biji menunjukkan sifat yang seragam, sedangkan untuk jumlah polong pertanaman, dan kisaran jumlah biji perpolong menunjukkan sifat keberagaman atau bervariasi. ABSTRACT The ains of this research was to description of peanut mutan line generation M6 produced from irradiation gamma peanut cultivar of Local Bima which cover vegetative and generative phases. This research was done in Pejeruk village Bangket Ampenan Gg. Manalagi IV/II, Mataram and started from January to May 2016. Method of descriptive was used in this research and Excel software was used to statistical analyse and Standard Error was used to know growth of line. This research uses 20 lines mutant result and every treatment was replicated three times, so produce 60 experiment units. Research result shows that vegetative phase of peanut such as diameter of stem, color of stem, color of leaf, and shape of leaf all homogenous, while for hypocotyls height, plant height, number of ruas stem, number of small leaf, number of branch, length of stomata, and stomata density showed different character or variability. Color of flower, color of gynophor, length of pod, shape of pod, epidermis net of pod, grip of pod epidermis, color of grain, and shape of grain were homogeneous, while number of pod per plant, and number of grain per pod showed character of variability or heteeogeneous.
PENGENDALIAN HAMA KEONG MAS (Pomacea analiculata L.) DENGAN TEKNIK PERANGKAP DAN JEBAKAN Astam Wiresyamsi; Hery Haryanto
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 1 No 2 (2008): Jurnal Crop Agro
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini ádalah untuk menguji pengaruh beberapa teknik perangkap dan jebakan untuk menekan populasi dan intensitas serangan hama keong mas pada tanaman padi, serta untuk mencari alternatif pengendalian yang paling tepat guna mengurangi serangan hama keong mas berdasarkan prinsip-prinsip PHT guna menunjang ‘gerakan pertanian selaras alam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan di lapangan, dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap Berblok yang terdiri atas lima perlakuan, dan setiap perlakuan diulang dalam tiga blok. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf signifikansi 5%, dan jika terdapat beda nyata antar perlakuan maka diuji lanjut dengan uji beda-nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah kelompok telur hama keong mas paling tinggi pada perlakuan teknik pengendalian dengan tiang pancang, 17,37 kelompok telur/m2, dan terendah pada teknik perangkap batang dan daun pepaya, 0,79 kelompok telur/m2. Rata-rata jumlah populasi hama terendah didapat pada perlakuan teknik penghalang/penyekatan menggunakan karung plastik, 3,87 ekor/m2 dan tertinggi pada perlakuan pemberian umpan, 109,33 ekor/m2. Intensitas serangan hama keong mas tertinggi pada perlakuan pembanding (tanpa pengendalian), 75,2% dan terendah pada perlakuan teknik penyekatan menggunakan karung plastik, 1,27%. Pengendalian dengan teknik penghalang menggunakan karung plastik ternyata merupakan teknik yang paling baik untuk mengurangi perkembangan populasi dan intensitas serangan hama keong mas yang menyerang tanaman padi. ABSTRACT The aim of this research is to examine the effect of several attracting and trapping methods to reducing the population and the damage intensity of the Golden snail at the rice cultivation. It is also to find an alternative method to controll the snail based on the Integrated Pest Management (IPM) principles to support the agricultural movement on natural wisdom. The findings of the research are hoped to give a recommendation on attempting to controll the snails to the farmers, and introductory information to other researchers who are interested in this topic. A randomized complete block design (RCBD) was used with five treatments and three replications. Data were analyzed by Analysis of Variance on 5% significant level. Results show that the highest colony of the snail eggs was recorded at treatment by preparing some sticks (17.37 colony/m2), and the lowest was at treatment of ‘perangkap” (0.79 colony/m2). The lowest population found at treatment of using barrier of plastic banner (3.87 snails/m2), and the highest was at treatment of ‘perangkap’ (109.33 snails/m2). Whereas the highest damage intensity was at no treatment (75.2%) and the lowest was at treatment using barrier of plastic banner (1.27%). In general, barrier is a good treatment to reduce snail population that attack rice cultivation.
PENGARUH TEKNIK PENYAMBUNGAN DAN JENIS ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN PENYAMBUNGAN BIBIT TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) Wardoyo 1; I Gusti Made Arya Parwata2; Jayaputra 2
CROP AGRO, Scientific Journal of Agronomy Vol 11 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Budidaya Pertanian
Publisher : Department of Agronomy Faculty of Agriculture University of Mataram and Indonesian Society of Agronomy Branch NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.209 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik penyambungan dan jenis entris serta interaksinya terhadap keberhasilan penyambungan bibit tanamanjarak pagar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yakni teknik penyambungan (T) yang terditi dari 2 aras yaitu teknik sambung celah atas dan teknik sambung celah bawah, dan jenis entris (E) yaitu IP-1A, IP3A, IP-1NTB, IP-2NTB. Batang bawah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari jarak lokal Lombok Barat (LB). Setiap perlakuan dibuat dalam 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan teknik penyambungan dan jenis entris serta interaksinya tidak pengaruh terhadap semua parameter yang diamati kecuali pada parameter persentase hidup. ABSTRACT This research aims to investigate the effect of grafting techniques and types of entries on the success of grafting in physic nut (Jatropha curcas L). The experiment was arranged using Completely Randomized Design with two factors namely grafting technique (top cleft and left cleft grafting), and type of scions ( IP-1A, IP-3A, IP-1NTB, and IP-2NTB). The rootstock used in this research derived from a local Western Lombok. Each combination treatment was made in 3 replications and each replication was made in 5 plants. The result showed that grafting techniques and type of scions gave non significant difference effect on all parameters observed, except on living percentage.