cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 22,841 Documents
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG SIFAT BANGUN RUANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN REALISTIK DENGAN MENGGUNAKAN CONTOH YANG RELEVAN Kani, A
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.587 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.312

Abstract

Guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk memiliki kompetensi paedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Upaya untuk menguasai keempat kompetensi itu melalui pendidikan formal hanyalah merupakan syarat mutlak bagi guru. Salah satu pilihan upaya yang bisa digunakan guru untuk melakukan continuous improvement adalah melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran realistik dengan menggunakan contoh yang relevan dengan pengalaman anak serta model bangun ruang dapat meningkatkan konsep pemahaman siswa tentang sifat bangun ruang. Berdasarkan data-data di atas temuan yang cukup menarik dari pembelajaran siklus I adalah rata-rata nilai siswa meningkat 32 % dibandingkan pembelajaran sebelumnya namun masih ada beberapa siswa yang belum mencapai nilai KKM (lihat nilai terendah). Apabila dikomparasi dengan hasil observasi rekan sejawat maka penyebabnya bukan pada model pendekatan pembelajaran dan alat peraga yang digunakan tetapi dari cara guru menjelaskan, latihan dan contoh yang kurang dan desain sistematika penyajian. Dengan kata lain teori belajar yang melandasi penggunaan pendekatan ini memang terbukti dapat meningkatkan keberhasilan siswa dalam pembelajaran
PENGGUNAAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN SISWA Astatisal, Astatisal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.546 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.313

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar PKn untuk siswa kelas I SD 021 Tarai Bangun. Strategi Snowball Throwing dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Snowball Throwing yang terdiri dari soal-soal tes, lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rata-rata tes serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Nilai rata-rata pra-tindakan adalah 68,15 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 1 adalah 72,59 (baik). Nilai rata-rata pada siklus 2 adalah 79,63 (baik).
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI PLANTAE DI KELAS X MIA 3 MAN 1 PEKANBARU SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2016/2017 Maizarmis, Betri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.685 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.314

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya hasil belajar peserta didik di X MIA 3 MAN 1 Pekanbaru, yang dipengaruhi oleh kurangnya partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran hanya berpusat pada guru. Penelitian ini merupakan penelitian “Penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD ( untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Plantae di kelas X MIA 3 MAN 1 Pekanbaru semester 2 Tahun Ajaran 2016/2017, Saat pelaksanaan proses pembelajaran dengan “Penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan materi plantae di kelas X MIA 3 MAN 1 Pekanbaru semester 2 tahun ajaran 2016/2017” Pendahuluan pada setiap perencanaan Untuk melaksanakan PTK dan selanjutnya pelaksanaan di dalam kelas dengan menggunakan motodologi analisis diskriptif dan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif selanjuatnya, pertemuan peneliti bersama observer mengamati aktivitas pembelajaran yang dilakukan peserta didik. Peneliti menjelaskan kepada observer aktivitas yang akan diamati pada lembar observasi nanti adalah Bertanya kepada peserta didik, menjawab pertanyaan peserta didik, mengerjakan tugas Aktif dalam berdiskusi Merangkum materi bahan ajar, tampil ke depan mengerjakan tugas, berusaha memperoleh nilai terbaik dengan usaha sendiri dan memprestasikan ke depan berpasangan dan sendiri berinisiatif maju kedepan. jadi peserta didik tidak merasa dirinya dibedakan dengan yang lain. Berdasarkan hasil refleksi di atas, maka peneliti merasa yakin bahwa Indikator yang digunakan untuk mengukur aktivitas peserta didik yaitu pada kategori baik.Instrunen penelitian, dalam penelitian ini instrumen yang digunakan sebagai tes tulis berupa tes objektif dalam bentuk pilihan ganda dan berdasarkan pada kriteria penulisan soal pilihan ganda . Butir soal disusun berdasarkan indikator dari silabus mata pelajaran Biologi
MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X Hairus, Hairus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.148 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.315

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 2 Kampar pada mata pelajaran Matematika dengan objek penelitian siswa kelas X IPA 1 pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan belajar Matematika pada pokok bahasan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel yang memuat nilai mutlak untuk siswa kelas X IPA 1. Model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS) di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Kampar mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus Harris, David P. 1974. Testing English as a Foreign Language. New Delhi: George Town University, MC-Grow-Hill Inc. Hatch, E and Farhady, H. 1982. Research Design and Statistics for Applied Linguistics. London: Newbury House Publisher INC. Kunandar, 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta Nurkancana dan Sunartana. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006. Stanley, et al. 1988. Way to Writing. New York: Mackmillan Publishing Company. Sudjana, Nana. 2001. Dasar – Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Algesindo. Wirodikromo, Sartono. 2007.Matematika untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK DALAM MEMBILANG DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA BENDA Harmita, Harmita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.776 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.316

Abstract

Media yang dipilih guru dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan pemahaman materi. Media yang beragam dapat menimbulkan motivasi dan semangat belajar bagi anak. Media yang digunakan dan cara penyajian yang menarik dapat menimbulkan daya tarik tersendiri bagi anak. Keingintahuan anak sangat besar jika ia melihat media yang menarik. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan belajar anak. Berdasarkan deskripsi siklus I dan siklus ke II refleksi dapat disimpulkan bahwa hampir semua masalah dapat diatasi dengan meningkatkan kompetensi mengajar. Hal ini dapat kita lihat dengan hasil pencapaian kemampuan anak. Pada siklus I dan II ditetapkan nilai ketuntasan yang berbeda, namun pada akhir kegiatan perbaikan ke V di siklus II nilai yang diperoleh melebihi nilai ketuntasan yang ditetapkan yaitu 90%. Sedangkan nilai ketuntasan ditargetkan 85%.
UPAYA PENINGKATAN KINERJA GURU DALAM PENGEMBANGAN EVALUASI HASIL BELAJAR MELALUI SUPERVISI AKADEMIS KEPALA SEKOLAH Hasnah, Hasnah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.842 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.317

Abstract

Kemampuan guru SD dalam menguasai bahan pelajaran pada umumnya sangat menghawatirkan karena dari sampel guru SD yang diminta menunjukkan kemampuan menguasai bahan pelajaran 70% yang kurang menguasai bahan pelajaran, sedangkan hanya 30% yang menguasai bahan pelajaran. Kondisi seperti itu diperparah dengan kurang optimalnya fungsi kepengawasan Kepala Sekolah. Bila selama ini banyak pendapat menyatakan profesionalisme guru di Indonesia relatif rendah atau kurang memadai, hal itu merupakan akibat dari kurangnya kepengawasan kepala sekolah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah (PTS) ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pembinaan kepala sekolah melalui supervisi akademik untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar. Dalam penelitian tindakan sekolah(PTS) ini dilakukan dalam 3 siklus, dari hasil tindakan yang dilakukan terbukti dapat meningkatkan kinerja guru dengan mencapai standar ideal. Dari 41,18 % pada siklus I, dapat meningkat menjadi 70,59 % pada siklus II, dan siklus ke III 76,47 %. Hasil penelitian tindakan ini menunjukkan bahwa pembinaan melalui supervisi akademis kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan evaluasi hasil belajar dengan ketuntasan mencapai 100 %.
PENERAPAN METODE KOOPERATIF MODEL GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Sari, Hayati Riana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.187 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) Apakah Penerapan Metode Kooperatif Model Group Investigation pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN 020 Simpang IV Belilas dapat meningkatkan kinerja guru. Apakah Penerapan Metode Kooperatife Model Group Investigation pada mata pelajaran matematika di kelas IV SDN 020 Simpang IV Belilas dapat meningkatkan Hasil Belajar Matematika. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Setting penelitian ini berlokasi di SD Negeri 020 Simpang IV Belilas dari bulan Januari sampai dengan Maret 2019 dengan subyek penelitian adalah 4 orang guru kelas IV. Data yang dikumpulkan adalah data kinerja guru dan tes hasil belajar. Penerapan metode kooperatif model group investigation untuk meningkatkan kinerja guru dan hasil belajar matematika siswa di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 020 Simpang IV Belilas Kecamatan Seberida” dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan nilai kinerja guru dari rata-rata 62 pada prasiklus menjadi 79 pada siklus 1 dan 87,86 pada siklus 2. Adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa dari rata- rata 60,35 pada prasiklus menjadi 74,06 pada siklus 1 dan 83,75 pada siklus 2.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI GABUNGAN METODE CERAMAH DENGAN METODE BELAJAR AKTIF MODEL PENGAJARAN AUTENTIK Ilyas, Ilyas
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.074 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.319

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam dalam penelitian tindakan ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan diterapkannya gabungan metode ceramah dengan metode pengajaran autentik pada siswa Kelas 5 (lima) (b) Bagaimanakah pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode pengajaran autentik terhadap motivasi belajar Pengetahuan Sosial. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Mengetahui peningkatan prestasi belajar Pengetahuan Sosial setelah diterapkannya Gabungan metode ceramah dengan metode pengajaran autentik pada siswa Kelas 5 (lima), (b) Mengetahui pengaruh motivasi belajar Pengetahuan Sosial setelah diterapkan Gabungan metode ceramah dengan metode pengajaran autentik. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas 5 (lima). Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (58,33.%), siklus II (79,16%), siklus III (95,83%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gabungan metode ceramah dengan metode pengajaran autentik dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas V (lima), serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
PENERAPAN SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN MUTU GURU DI SDN 027 AIR JERNIH Jumingan, Jumingan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.066 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.320

Abstract

Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tidak hanya dituntut kepada siswa saja untuk selalu belajar lebih giat dan tekun terutama di saat ini yang merupakan jaman globalisasi di mana perkembangannya sangat cepat yang dibarengi dengan jaman teknologi canggih yang setiap saat selalu mengalami perubahan. Supervisi klinis yang juga disebut supervisi kelas adalah suatu bentuk bimbingan atau bantuan profesional yang diberikan kepada guru berdasarkan kebutuhan guru melalui siklus yang sistematis untuk meningkatkan proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah menentukan bagaimana penerapan supervisi klinis kepala sekolah di SDN 027 Air Jernih Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu untuk meningkatkan mutu guru dalam proses pembelajaran Tahun 2018-2019 ? Apakah penerapan supervisi klinis kepala sekolah di SDN 027 Air Jernih Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu efektif dalam meningkatkan mutu guru dalam proses pembelajaran Tahun 2018-2019 ? Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa; Terjadi peningkatan mutu guru dalam proses pembelajaran setelah diberi pembinaan melalui supervisi klinis yaitu peningkatan dari 65, 50% menjadi 72, 50 % ada kenaikan sebesar = 7, 00 %; Dari sebelum pembinaan (siklus 1) dan setelah pembinaan oleh kepala sekolah sampai dengan (siklus 3) 65, 50 % menjadi 72, 50 %, dan dari (siklus 2) ke (siklus 3) juga ada peningkatan sebanyak 83, 75 % - 72, 50 % = 11, 25 %. ; Rata – rata peningkatan mutu guru dalam proses pembelajaran mulai dari sebelum diberi pembinaan sampai selesai melaksanaan pembinaan siklus III naik dari 37, 50 % menjadi 100 %.
PEMBELAJARAN TERSTRUKTUR DENGAN PEMBERIAN TUGAS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA II MUATAN IPS PADA SISWA KELAS V Syafawi, Razak
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 3 No. 3 (2019): December 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.534 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v3i3.321

Abstract

Tugas terstruktur adalah salah satu bentuk kegiatan kurikuler sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap proses kegiatan pasti ada arah tujuan yang hendak dicapai, demikian halnya belajar mengajar yang dilakukan guru. Guru diharapkan memiliki strategi tertentu dalam melaksanakan pembelajaran, agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Tugas terstruktur dapat diberikan kepada siswa di luar proses pembelajaran. Tujuan pemberian tugas terstruktur adalah untuk menunjang pelaksanaan program intrakurikuler. Tujuan tersebut juga agar siswa dapat lebih menghayati bahan-bahan pelajaran yang telah dipelajarinya serta melatih siswa untuk melaksanakan tugas secara bertanggung jawab. Apakah pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas dapat meningkatkan hasil belajar tema II muatan Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas V SDN 013 Pematang Reba? Berdasarkan kekurangan pada siklus I kemudian dilakukan perbaikan pada siklus II, dari siklus II didapatkan hasil bahwa guru sudah memotivias siswa dan membuat proses pembelajaran bermotivasi. Penelitian pada siklus II ini telah mengalami peningkatan hasil belajar, dan penelitian ini tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya. Hal ini disebabkan karena sudah tercapainya peningkatan motivasi dan hasil belajar yang signifikan dari perolehan hasil sebelum tindakan, siklus I dan perolehan pada siklus II.

Page 29 of 2285 | Total Record : 22841