cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2025)" : 9 Documents clear
PENGARUH TEMAN SEBAYA TERHADAP PREFERENSI FASHION DI KALANGAN REMAJA Ni Kadek Budi Adnyani; Made Diah Angendari; Ni Ketut Widiartini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.94372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh teman sebaya terhadap preferensi fashion di kalangan remaja. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut, maka desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kausal dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari jawaban kuesioner. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri di Kota Singaraja pada tahun ajaran 2024/2025 sebanyak 4878 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin diperoleh sebanyak 98 sampel. Rincian sampel penelitian adalah SMA N 1 Singaraja sebanyak 23 orang, SMA N 2 Singaraja sebanyak 24 orang, SMA N 3 Singaraja sebanyak 23 orang, dan SMA N 4 Singaraja sebanyak 28 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner teman sebaya dan preferensi fashion. Kuesioner telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan hasil pengujian menunjukkan seluruh butir kuesioner valid dan reliabel dengan koefisien reliabilitas 0,943 untuk kuesioner teman sebaya dan 0,913 untuk kuesioner preferensi fashion. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan uji asumsi klasik berupa uji normalitas dan uji heteroskedastisitas. Seluruh pengujian dilakukan berbantuan SPSS 26.0 for Windows pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari teman sebaya terhadap preferensi fashion di kalangan remaja, yang ditunjukkan dengan nilai thitung > ttabel (12,472 > 1,985) dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATERI RECEPTION PADA MATA PELAJARAN FRONT OFFICE KELAS XII PERHOTELAN DI SMK NEGERI 1 SAWAN Hamdi, Agus; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani; Damiati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.94729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan dan kelayakan pengembangan media video pembelajaran kelas XII Perhotelan di SMK Negeri 1 Sawan materi Reception pada mata pelajaran Front Office. Penelitian ini menggunakan pendekatan (R&D) Research and Development dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan kuesioner. Tahap Analysis mengidentifikasi perlunya media video yang menarik untuk meningkatkan pembelajaran dengan meninjau materi terkini, karakteristik siswa, dan penyelarasan kurikulum. Tahap Design konsep video, tujuan, dan kerangka konten media ditetapkan, diikuti dengan pengembangan storyboard. Tahap Development, evaluasi ahli menghasilkan skor tinggi: 100% (materi), 96,67% (media), dan 96% (desain instruksional), dengan umpan balik yang disertakan untuk penyempurnaan. Tahap Implementation, uji coba kelompok kecil memperoleh skor 96%. Pada tahap Evaluation, perbaikan lebih lanjut dilakukan, seperti penyelarasan dengan pedoman EYD dan peningkatan musik latar. Hasil akhir sangat positif, dengan skor respon siswa sebesar 98,3%, yang menunjukkan keberhasilan video sebagai alat pembelajaran yang menarik dan efektif sehingga media video pembelajaran ini dinilai sangat layak digunakan sebagai media untuk menyampaikan materi dari guru kepada siswa.
IDENTIFIKASI HIDANGAN SOSIS TRADIONAL BALI “URUTAN” BERBAHAN NABATI DI DESA PANJI ANOM Cahyani, Kadek Winda; Cokorda Istri Raka Marsiti; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.96294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hidangan sosis tradisional Bali “urutan” berbahan nabati khas Desa Panji Anom ditinjau dari segi bahan, teknik pengolahan dan cara penyajiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Informan kunci dipilih melalui purposive sampling, dan informan tambahan dipilih dengan metode snowball sampling. Analisis data dilakukan dengan metode analisis kualitatif yang mencakup 4 tahapan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan hidangan “urutan” babi berbahan nabati di  Desa Panji Anom meliputi urutan pusuh, urutan nangka, urutan biu, urutan don sele dan urutan don kayu manis. Bahan pembuatan hidangan ini terdiri dari bahan utama yakni jeroan babi dan bahan nabati (jantung pisang, nangka muda, pisang, daun ketela pohon, dan daun kayu manis), bumbu yakni base genep dan base bawang jahe. Peralatan yang digunakan meliputi alat persiapan, alat pengolahan serta alat penyajian. Pada tahap pengolahan dan durasi waktunya digunakan teknik memasak tradisional Bali yakni nglablab dan metunu. Hidangan “urutan” berbahan nabati di Desa Panji Anom merupakan bentuk modifikasi hidangan tradisional yang muncul didasari oleh faktor ekonomi juga menjadi cerminan kearifan masyarakat lokal untuk memanfaatkan ketersediaan pangan lokal yang melimpah.  
UJI HEDONIK KERUPUK BERAS DENGAN PENAMBAHAN PURE MENGKUDU I Gede Agus Pradana Putrawan; Risa Panti Ariani; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.96707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula dan kesukaan kerupuk beras dengan penambahan pure mengkudu dilihat dari segi warna, aroma khas buah mengkudu, tekstur, bentuk, rasa gurih dan rasa buah mengkudu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jumlah panelis 50 panelis mahasiswa Undiksha. Metode pengumpulan data penelitian adalah observasi melalui uji organoleptik dengan 5 tingkatan dengan skalaLikert yaitu 1) sangat suka, 2) suka, 3) cukup suka, 4) kurang suka, dan 5) sangat tidak suka. Data dianalisis dengan Teknik deskriptif kuantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa; 1) Formulasi pembuatan kerupuk beras dengan penambahan pure mengkudu, yaitu pure mengkudu 200 gram, tepung beras 100 gram, tepung tapioka 100 gram, garam 5 gram, ketumbar 5 gram, bawang putih 10 gram. 2) Hasil uji hedonik kerupuk beras dengan penambahan pure mengkudu pada aspek warna memperoleh nilai 4,24 dengan kategori “sangat suka”, aspek aroma khas buah mengkudu memperoleh nilai 4,28 dengan kategori “sangat suka”, aspek tekstur memperoleh nilai 4,30 dengan kategori “sangat suka”, aspek bentuk memperoleh nilai 4,38 dengan kategori “sangat suka”, aspek rasa gurih memperoleh nilai 4,50 dengan kategori “sangat suka”, aspek rasa buah mengkudu memperoleh nilai 4,44 dengan kategori “sangat suka”. Jadi dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat kesukaan mahasiswa Undiksha terhadap kerupuk beras dengan penambahan pure mengkudu berada dalam kategori sangat suka.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HOUSEKEEPING DENGAN MENGGUNAKAN ADOBE FLASH DI SMK NEGERI 1 SUKASADA Dewa Putu Darmawan; Luh Masdarini; Risa Panti Ariani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.100657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan tahapan pengembangan media pembelajaran housekeeping dengan menggunakan Adobe Flash model ADDIE di SMK Negeri 1 Sukasada, 2) mendeskripsikan kelayakan media pembelajaran housekeeping dengan menggunakan Adobe Flash di SMK Negeri 1 Sukasada. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah dan penggunaan media konvensional, sehingga berdampak pada rendahnya antusiasme dan pemahaman siswa terhadap materi. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation), dengan fokus utama pada tiga tahap awal: analisis, desain, dan pengembangan. Hasil penlitian dari tahapan analisis menunjukkan perlunya media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Tahap desain menghasilkan rancangan media dengan konten materi, video, kuis, serta tampilan antarmuka yang menarik dan mudah digunakan. Tahap pengembangan mewujudkan media dalam bentuk aplikasi Adobe Flash yang mencakup berbagai fitur pembelajaran. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media/desain, yang menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan dengan skor kelayakan isi 98,57%, kebahasaan 100%, penyajian 93%, visual 87,2%, interaktivitas 98,3%, dan evaluasi 100%. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berbasis Adobe Flash ini dinyatakan layak digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan dapat menjadi alternatif solusi dalam proses belajar mengajar di kelas housekeeping.
PERKEMBANGAN BATIK DI INDUSTRI TATZAKA DESA TAMPO KECAMATAN CLURING KABUPATEN BANYUWANGI Windi Ayu Lestari; Made Diah Angendari; I Dewa Ayu Budhyani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.101125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan; 1) motif batik di industri Tatzaka, 2) warna batik di industri Tatzaka, 3) bahan pembuatan batik di industri Tatzaka, 4) teknik pembuatan batik di industri Tatzaka. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskripstif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) perkembangan motif batik di industri Tatzaka, dilihat dari perkembangan motif, adanya motif kombinasi, motif geometris, motif hewan, dan motif tumbuhan, 2) perkembangan warna batik di industri Tatzaka yang semula hanya warna netral dan primer, kemudian berkembang dengan adanya warna sekunder dan tersier, 3) perkembangan bahan pembuatan batik, yang semula bahan utama menggunakan kain primisima saat ini sudah menggunakan kain rayon, sutera, bahan pewarna sudah menggunakan pewarna sintetis seperti pewarna naptol dan remasol, zat pengunci warna menggunakan waterglass dan soda api, 4) perkembangan teknik pembuatan batik, yang mulanya teknik pembuatan batik masih sangat tradisional dengan menggunakan canting dan alat cap yang dilakukan secara manual, atau teknik yang digunakan teknik batik tulis dan teknik cap, namun saat ini berkembang dengan adanya kombinasi antara tulis dan cap. Sehingga, teknik pembuatan batik di industri Tatzaka ada teknik batik tulis, teknik batik cap, dan teknik kombinasi cap dan tulis.  
UJI HEDONIK CAMILAN STICK RUMPUT LAUT MOCAF I Made Cipta Widiadana; Risa Panti Ariani; Ni Wayan Sukerti
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.101345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1). Formulasi camilan stick rumput laut mocaf. 2). Tingkat kesukaan konsumen terhadap camilan stick rumput laut mocaf yang dilihat dari aspek warna, bentuk, aroma, tekstur, dan rasa. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian eksperimen. Sebelum pengambilan data, terlebih dahulu dilakukan uji validasi instrumen mengenai lembar observasi uji selera. Panelis pada penelitian ini adalah panelis tidak terlatih yang berjumlah 50 orang mahasiswa umum Universitas Pendidikan Ganesha, kemudian panelis melakukan uji hedonik atau uji selera camilan stick rumput laut mocaf dengan skala numerik yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori yaitu : skor 5 (Sangat Suka), Skor 4 (Suka), skor 3 (Cukup Suka), skor 2 (Tidak Suka), skor 1 (Sangat Tidak Suka). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian camilan stick rumput laut mocaf menunjukkan bahwa. 1) Formulasi pembuatan stick rumput laut mocaf dengan menggunakan 100% tepung mocaf, yaitu tepung mocaf  250 gram, tepung tapioka 50 gram, bawang putih 3 gram, telur ayam ½ butir, mentega 30 gram, garam 3 gram, lada bubuk 2 gram, daun selederi 1 gram, bubur rumput laut 100 gram. 2) Hasil uji hedonik stick rumput laut mocaf pada aspek warna, bentuk, aroma, tekstur  memperoleh kategori “Sangat Suka”, dan aspek rasa memperoleh  kategori “Suka”. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan tingkat kesukaan terhadap camilan stick rumput laut mocaf sebagai produk inovasi berada dalam kategori sangat suka.
PENGEMBANGAN VIDEO ANIMASI POLA DASAR SISTEM SO-EN UNTUK MATA KULIAH KONSTRUKSI POLA BUSANA Putu Ayu Dinda Deviyanti; Made Diah Angendari; Ni Ketut Widiartini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.102481

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Langkah pengembangan video animasi pembuatan pola dasar sistem So-En untuk mata kuliah Konstruksi Pola Busana; 2) mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran video animasi pembuatan pola dasar sistem So-En untuk mata kuliah Konstruksi Pola Busana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D (Research & Development) dengan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah dua orang ahli materi pembelajaran, dua orang ahli media pembelajaran dan enam orang mahasiswa kosentrasi Tata Busana, yang telah mengambil mata kuliah Konstruksi Pola Busana. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan skala likert. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pengembangan media video animasi pola dasar sistem so-en dikembangkan dengan menggunakan model ADDIE yang meliputi tahapan (Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Video animasi pembuatan pola dasar sistem So-En yang telah dikembangkan terdiri dari bagian intro/cover, bagian inti dan bagian penutup yang dikemas dalam video dengan format MP4; 2) tingkat kelayakan media video animasi pembuatan pola dasar sistem So-En berdasarkan penilaian dari ahli materi pembelajaran memperoleh skor rata – rata sebesar 96.9%  dan berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran memperoleh skor rata – rata sebesar 94,6%dengan kategori sangat layak. Dalam uji coba kelompok kecil media pembelajaran pembuatan pola dasar sistem So-En memperoleh hasil rata – rata 90.4% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwasannya media pembelajaran pembuatan pola dasar sistem So-En untuk mata kuliah Konstruksi Pola Busana sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran.
IDENTIFIKASI PELAKSANAAN SAPTA PESONA PADA DESTINASI WISATA DI DESA WISATA AMBENGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG Putu Ari Swandewi; Damiati; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i2.102511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan unsur-unsur Sapta Pesona pada destinasi wisata di Desa Wisata Ambengan serta mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Informan terdiri atas Kepala Desa Ambengan, Direktur BUMDes Ambengan, pengelola Pokdarwis Subunit Air Terjun Jembong, Pokdarwis Subunit Blue Lagoon, Ketua KUPS Subunit Gatep Lawas, dan wisatawan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sapta Pesona telah dilaksanakan dengan baik di tiga destinasi wisata Desa Wisata Ambengan meskipun pelaksanaannya belum optimal. Unsur tertib, sejuk, dan indah telah terlaksana dengan baik di Air Terjun Jembong, Blue Lagoon, dan Gatep Lawas. Namun, masih terdapat kekurangan pada unsur aman, bersih, ramah, dan kenangan. Air Terjun Jembong dan Blue Lagoon belum memiliki fasilitas loker seperti yang tersedia di Gatep Lawas. Fasilitas seperti toilet, ruang ganti, dan gazebo di Air Terjun Jembong dan Blue Lagoon juga memerlukan perawatan. Unsur ramah terlihat dari sikap pengelola yang bersahabat, akan tetapi interaksi di loket tiket masih terbatas. Unsur kenangan belum optimal. Kendala dalam pelaksanaan Sapta Pesona meliputi keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas, dan pendanaan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas dan dukungan berbagai pihak guna mengoptimalkan pelaksanaan Sapta Pesona.

Page 1 of 1 | Total Record : 9