cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 603 Documents
MODIFIKASI BUSANA ADAT PERNIKAHAN DAERAH BELU DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI BORDIR Anastasia Bita .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.23907

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses modifikasi busana adat pernikahan daerah Belu dengan menggunakan aplikasi bordir. (2) Hasil pengembangan modifikasi busana adat pernikahan daerah Belu dengan menggunakan aplikasi bordir. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research and Development (R & D) atau penelitian dan pengembangan dengan model Borg & Gall (research and information collecting, planning, delelop preliminary form of product, preliminary field testing). Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu instrumen berupa lembaran observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskripsi kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses penelitian pengembangan busana adat pernikahan daerah Belu dengan menggunakan aplikasi bordir ini dikembangkan melalui beberapa langkah yaitu (a) tahap pengumpulan data sebagai sumber ide yang digunakan dalam merancang sebuah desain produk. (b) tahap perencanaan untuk merencanakan langkah selanjutnya untuk menentukan sebuah desain.(c) tahap pengembnagan produk untuk mewujudkan desain menjadi hasil. (d) tahap validasi dan uji coba dari produk ini dievaluasi melalui tahap validasi dan uji coba oleh ahli desain dan ahli busana. (2) Hasil pengembangan busana adat pernikahan daerah Belu dengan menggunakan aplikasi bordir berdasarkan hasil uji dua Expert judgment dengan nilai 100% maka instrumen penilaian pengembangan busana adat pernikahan dikatakan validitas sangat tinggi. Kemudian berdasarkan hasil uji produk oleh dua orang ahli produk pada bidang busana memperoleh nilai sebesar 100% termasuk dalam kualifikasi produk pengembangan modifikasi busana adat pernikahan daerah Belu dengan menggunakan aplikasi bordir dikategorikan sangat baik. Kata Kunci : Modifikasi, busana adat nikah, motif, aplikasi bordir, The purpose of this research is to describe: (1) Region Belu’s wedding customary modification process using embroidery application. (2) The resulting development of Region Belu’s wedding customary modification process using embroidery application. This research seems to be the Research and Development (R & D) or the research and development with Borg and Gall model (research and information collecting, planning, developing preliminary form, by product, preliminary field testing). The instrument used in collecting data is evaluation sheet instrument. Then, the data collected is analysed using quantitative and qualitative description analysis technic. The result of this research shows that (1) the research development process of Region Belu’s wedding customary modification process using embroidery application is developed using some steps such as: (a) collecting data as the source of idea to be used in planning a product design; (b) the planning for the next step is to determine a design; (c) the development of product to make the design becomes the resulting product; (d) then the validation and trial of this product is evaluated using validation and trial level by design expert and customary expert. (2) the development result of Region Belu’s wedding customary using embroidery application basing on two expert judgments with the valuation of 100% so then the this wedding customary development judging instrument is said to have a very good validity. Then, based on this product judging result by two experts of customary field has given 100% validity including in the qualification of development result of Region Belu’s wedding customary using embroidery application is categorised very go keyword : Modification, wedding customary, motive, embroidery application.
RAGAM HIAS KAIN TENUN SONGKET TRADISIONAL DI DESA SUKARARA KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH NENI PEBRIYANA .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd., M.Pd. .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.23937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Jenis-jenis ragam hias tradisional (2) Penerapan ragam hias songket tradisional sesuai fungsinya (3) Penerapan komposisi ragam hias. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis ragam hias tradisional Desa Sukarara: (a) Subahnale (b) Serat penginang (c) Bulan berkurung (d) Nanas (e) Keker (f) Wayang (2) Penerapan ragam hias sesuai dengan fungsinya: (a) Ragam hias subahnale kain tenun songket tradisional mempunyai fungsi dan kegunaan seperti digunakan untuk acara adat (b) Ragam hias serat penginang pada kain tenun songket tradisional mempunyai kegunaan yaitu dikenakan untuk kelengkapan seserahan adat (c) Kain songket ragam hias bulan berkurung dikenakan untuk upacara adat (d) Kain songket ragam hias keker digunakan pasangan pengantin yang baru menikah (e) Kain songket ragam hias wayang biasanya digunakan untuk pasangan pengantin dan kelengkapan upacara adat (3) Penerapan komposisi ragam hias kain songket tradisional di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah meliputi: Prinsip komposisi ragam hias kain songket subahnale, serat penginang, bulan berkurung, keker, nanas, dan wayang meliputi repetisi, harmony, unity, dan balanceKata Kunci : Ragam Hias, Songket, Sukarara This study aims to describe (1) Types of traditional decoration (2) The application of traditional songket decoration according to its function (3) Application of decorative compositions. Type of this research is qualitative descriptive study. Methods of data collection is done using the method of observation, interviews, documentation. The results showed that (1) Types of traditional decoration Sukarara Village (a) Subahnale (b) Serat penginang (c) Bulan berkurung (d) Nanas (e) Keker (f) Wayang (2) The application of decoration according to its function: (a) Subahnale traditional songket has the functionality and usability as used for custom events (b) Serat penginang decoration on a traditional songket has use for completeness according to customary (c) Bulan bekurung songket is worn for traditional ceremonies (d) keker songket used by newly married bride and groom (e) Wayang songket is usually used for bridal couples and the completeness of traditional ceremonies. (3) The application of traditional songket fabric composition composition in Sukarara Village, Jonggat District, Central Lombok Regency covering : The principle composition of ornamental variety of songket subahnale, serat penginang, keker, nanas and wayang covering repetition, harmony, unity, and balance. keyword : Ornamental Variety, Songket, Sukarara.
PENGEMBANGAN DESAIN KEBAYA DENGAN PENERAPAN TEKNIK SULAMAN BULION DAN PAYET Made Mahatmi Pradnya Pramita .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd., M.Pd. .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.24785

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu 1.untuk mengetahui proses pengembangan desain kebaya dengan penerapan teknik sulaman bulion dan payet. 2. untuk mengetahui hasil pengembangan desain kebaya dengan penerapan teknik sulaman bulion dan payet. Jenis penelitian ini adalah (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri terdiri dari 5 langkah yaitu : analyze (analisa), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), evaluation (evaluasi). Metode pengumpulan data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Proses pengembangan desain kebaya dengan penerapan teknik sulaman bulion dan payet ini dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu a). tahap analisis merupakan tahapan dari analisis pada desain yang akan digunakan untuk acuan pembuatan kebaya. b). tahap desain merupakan tahap pembuatan desain berdasarkan hasil dari analisis. c). tahap pengembangan merupakan tahap pengembangan kebaya sesuai dengan rancangan, tahap ini melalui 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. d). tahap implementasi merupakan tahap melakukan uji produk untuk mengetahui kelayakan produk. e). tahap evaluasi merupakan tahapan ini diperoleh dari hasil uji produk. 2). hasil pengembangan desain kebaya dengan penerapan teknik sulaman bulion dan payet berdasarkan instrumen ini diuji oleh ahli isi kemudian dihitung dengan rumus Gregory sehingga validitas instrument diperoleh sebesar 0,90 dengan kreteria validitas sangat tinggi dan dapat digunakan untuk uji produk hasil dari penelitian ini yaitu berupa satu produk kebaya dengan teknik sulaman bulion dan payet. Berdasarkan hasil pengembangan produk kebaya ini memiliki kualifikasi sangat baik dengan persentase 97,00% pada penilaian uji produk yang dinilai oleh 2 orang ahli busana.Kata Kunci : Pengembangan Kebaya, Teknik Sulaman, Bulion, Payet. This research aims at; 1. Finding out the process of developing “kebaya” design by applying bullion and sequin embroidery techniques, 2.Finding out the results of developing “kebaya” design by applying bullion and sequin embroidery techniques. This type of research is (Research and Development) with ADDIE development model consisting of 5 steps, namely; analyze, design, development, implementation, and evaluation. Data collection methods were analyzed by using quantitative descriptive analysis technique and qualitative descriptive analysis technique. The results of this study indicated that 1). The process of developing “kebaya design” by applying bullion and sequin embroidery techniques was developed through several stages, namely; a). analysis phase is the stage of the analysis of the design that will be used as a reference for making kebaya. b). design phase is a phase based on the results of the analysis. c). development stage is stage of the kebaya in accordance with the design, this stage came from 3 stages, namely planning, implementation, and evaluation. d). implementation stage is the stage of product testing to determine product viability. e). evaluation stage is the stage obtained from the product test results. 2). the results of of developing “kebaya” design by applying bullion and sequin embroidery techniques based on this instrument were tested by content experts and then calculated with the Gregory formula.Thus, the instrument's validity was obtained at 0.90 with very high validity criteria and could be used for product test results from this research in the form of one product kebaya with embroidery techniques and sequins embroidery. Based on the results of developing this kebaya product has a very good qualification with a percentage of 97.00% in the product test assessment which was assessed by 2 fashion experts.keyword : Kebaya Development, Embroidery Technique, Bullion, Sequin
PERKEMBANGAN MOTIF HIAS KAIN TENUN ENDEK PADA PERTENUNAN ARTHA DHARMA DI DESA SINABUN, KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG Luh Putu Sri Okta Pradinda .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.24786

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (2) komposisi motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma, (3) teknik pembuatan motif kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian perkembangan motif hias kain endek Pertenunan Artha Dharma di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik pertenunan, pegawai, serta para penenun di Pertenunan Artha Dharma. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Perkembangan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma yaitu; (a) motif hias garis, (b) motif hias temos, (c) motif hias wajik, (d) motif hias skordi, (e) motif hias tunjung, motif hias cempaka, motif hias bambu, motif hias anggur, motif hias bangau, motif hias singa, motif hias lumba-lumba. (2) Komposisi motif hias kain endek di Pertenunan Artha Dharma meliputi : (a) prinsip komposisi motif hias kain tenun endek berupa repetisi, harmoni, unity, dan balance. (3) Teknik pembuatan motif hias kain tenun endek di Pertenunan Artha Dharma menggunakan teknik ikat, teknik jumputan, teknik prada, dan teknik songket yang menghasilkan motif endek jumputan, motif endek prada, motif endek songket. Kata Kunci : Tenun Endek, Motif Hias, Pertenunan Artha Dharma This study aims to describe: (1) the development of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (2) the composition of decorative motifs for endek woven in Artha Dharma Weaving, (3) techniques for making endek woven motifs in Artha Dharma Weaving. This research is a descriptive study with the object of research on the development of the decorative motifs of Artha Dharma Weaving in Sinabun Village, Sawan District, Buleleng Regency. Sources of data in this study are weaving owners, employees, and weavers in Artha Dharma Weaving. Data collection methods using the method of observation, and interview methods. The research instrument used observation sheets and interview sheets. Data analysis techniques using descriptive analysis techniques. The results showed that, (1) The development of decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving namely; (a) line decorative motifs, (b) temos decorative motifs, (c) diamond decorative motifs, (d) skordi decorative motifs, (e) tunjung decorative motifs, cempaka decorative motifs, bamboo ornamental motifs, grape ornamental motifs, stork ornamental motifs , lion ornamental motifs, dolphin decorative motifs. (2) The composition of the decorative motifs of endek woven in the Artha Dharma Weaving covers: (a) the principle of the composition of the decorative motifs of endek woven in the form of repetition, harmony, unity, and balance. (3) The technique of making decorative motifs of endek woven in Artha Dharma Weaving uses ikat technique, jumputan technique, prada technique, and songket technique that produce endek jumputan motif, endek prada motif, songket endek motif.keyword : Endek Weaving, Decorative Motifs, Artha Dharma Weaving
PENGGUNAAN TEPUNG AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI DALAM PEMBUATAN KERUPUK Agnesita Purwanto .; Cokorda Istri Raka Marsiti, S.Pd., M.Pd. .; Luh Masdarini, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v9i1.24869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) resep baku dari kerupuk subtitusi tepung ampas tahu, (2) mengetahui kualitas yang dilihat dari aspek tekstur, warna, rasa, dan pengembangan. Jenis penelitian menggunakan penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dengan menggunakan lembar uji kualitas sebagai instrumen. Panelis dalam penelitian ini adalah panelis terlatih yang terdiri dari 15 orang guru jasa boga. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) resep baku kerupuk subtitusi tepung ampas tahu yaitu 250gr tepung tapioka, 250 gr tepung ampas tahu, 2 butir telur, 10 gr garam, 10 gr merica, 10 gr gula pasir, 10 gr bawang putih bubuk, dan 150 ml air, (2) kualitas kerupuk dilihat dari aspek tekstur berada dalam kategori baik dengan nilai 3,00, kualitas kerupuk dilihat dari aspek warna termasuk dalam kategori baik dengan nilai 2,93, kualitas kerupuk dilihat dari aspek rasa termasuk dalam kategori cukup dengan nilai 2,3, kualitas kerupuk dilihat dari aspek pengembangan termasuk dalam kategori baik dengan nilai 2,6. Kata Kunci : Tepung ampas tahu, kerupuk, kualitas This research aims to determine (1) basic ingredients for crackers subtitute made from tofu waste (2) the quality as seen from texture, colour, taste and expansion. The type of research used is experimental research. The data shown are collected using the observation method with a quality test sheets as the instrument. The panelist used consist of 15 trained panelist from culinary service. Data analysis technique used is quatitative descriptive analysis. The results of this research shows that (1) basic ingredients for crackers subtitute made from tofu waste are 250 gr of tapioca flour, 250 gr of tofu waste flour, 2 pc of eggs, 10 gr of salt, 10 gr of pepper, 10 gr of sugar, 10 gr of garlic powder, and 150 ml of water (2) the quality as seen from texture is in good quality with a value of 3.00, the quality as seen from colour is in good quality with a value of 2,93, the quality as seen from taste is in fair quality with a value of 2,3, the quality as seen from expansion is in good quality with a value of 2,6. keyword : Tofu waste flour, crackers, quality
Identifikasi Pengembangan Desa Wisata Sambangan Ditinjau Dari Unsur Attraction Trisna Dewi Komang; Cokorda Istri Raka Marsiti; Luh Masdarini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 12 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.27309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan aktivitas masyarakat Desa Sambangan untuk menunjang pengembangan Desa Wisata dari unsur attraction ditinjau dari daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik minat khusus, (2) mendeskripsikan pengembangan Desa Wisata Sambangan dari unsur attraction ditinjau dari daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik minat khusus, (3)medeskripsikan kendala dalam pengembangan Desa Wisata Sambangan dari unsur attraction ditinjau dari daya tarik wisata alam, daya tarik wisata budaya dan daya tarik minat khusus. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini, antara lain (1) aktivitas masyarakat Desa Sambangan yang sudah berkembang antara lain : adanya pemandu wisata (guide), penyediaan fasilitas untuk sliding jumping, swimming dan camping¸ upacara pitra yadnya dan dewa yadnya, kerajinan tangan dari kayu jati dan cempaka serta menjaga kebersihan lingkungan di air terjun, sawah dan hutan. Sedangkan aktivitas masyarakat yang akan dikembangkan antara lain : menyediakan fasilitas untuk rocklimbing dan mini rafting di air terjun, mengelola kembali sawah menjadi kegiatan bertani yang tradisional, mengelola hutan menjadi wisata petik buah, membuka wisata seni dan paket budaya, membuka daya tarik minat khusus cycling dan canyoning, (2) pengembangan Desa Wisata Sambangan dari unsur attraction berkembang dengan pesat dan baik terbukti dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi dan masyarakat Desa Sambangan, akses jalan menuju desa sudah cukup baik, masyarakat semakin sadar terhadap kebersihan lingkungan dan banyak yang mengetahui Desa Sambangan, (3) kendala dalam pengembangan Desa Wisata Sambangan antara lain : letak geografis lebih ke pegunungan, sumber daya manusia yang kurang memadai, teknologi kurang canggih, kebudayaan yang berbeda, pemodalan dalam pengembangan wisata baru dan promosi wisata Kata-kata kunci : desa wisata sambangan, aktivitas masyarakat, unsur attraction This study aims at (1) describing the activities of the Sambangan Village community to support the development of the Tourism Village from the attraction element in terms of natural tourist attraction, cultural tourist appeal and special interest attraction, (2) describing the development of the Sambangan Tourist Village from the attraction element in terms of natural attraction, cultural attraction and special interest attraction, (3) describing the constraints in the development of the Sambangan Tourism Village from the element of attraction in terms of natural attraction, cultural attraction and special interest attraction. The type of research used is descriptive qualitative. The instruments used is this study were interview guidelines, observation sheets and documentations. The results of this study, include (1) the activities of Sambangan Village society that have developed include : the existence of a tour guide, the provision of facilities for sliding jumping, swimming and camping, the ceremony of Pitra Yadnya and Dewa Yadnya, handicraft made of teak wood and cempaka and maintain the cleanliness of the environment in waterfalls, rice fields and forest. While community activities that will be developed include : providing facilities for rockclimbing and mini rafting at waterfalls, re-managing rice fields into traditional farming activities, managing forest into fruit tours, opening art tours and cultural packages, opening up special attractions for cycling and canyoning, (2) the development of the Sambangan Tourism Village from the attraction element to develop rapidly and well as evidenced welfare of Sambangan Village, the access road to the village is good enough, the community is increasingly aware of environmental cleanliness and many people know about Sambangan Village, (3) obstacles in the development of Sambangan Tourism Village include : more geographical location to the mountains, inadequate human resources, less sophisticated technology, different cultures, the capital in the development of new tourism and tourism promotion. Key words : Sambangan tourism village, community activities, attraction elementsDAFTAR RUJUKANDinas Komunikasi,Informatika dan Persandian. 2018. Pesona Wisata Desa Sambangan. Dalam http://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pesona-wisata-desa-sambangan-55. Diakses Senin, 13 Mei 2019 Pukul 14.43 WITA)Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertahanan. 2018. Kabupaten Buleleng. Dalam http://bulelengkab.go.id/detail/artikel/kabupaten-buleleng-69. Diakses Senin, 13 Mei 2019 Pukul 14.00 WITAGunawan, Imam. 2015. Metode Penelitian Kualitatif Teori&Praktik. Cetakan ketiga. PT Bumi AksaraPrastowo, Andi. 2016. Memahami Metode-Metode Penelitian: Suatu Tinjauan Teoritid dan Praktis. Jogjakarta: Ar-Ruzz MediaSudirtha, Gede, Ketut Widiartini, dan Made Suriani. 2019. Program Evaluation: Implementation of Tourism Village Development. International Journal of Social Sciences and Humanities, Vol. 3 No. 3, December 2019, pages: 99~108. Diakses Jum’at, 8 Mei 2020 pukul 19:21 WITASugiyono, 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&B. Bandung:AlfabetaSugiyono. 2017. METODE PENELITIAN KUALITATIF. Cetakan kesatu. AlfabetaSupariarta, I Nyoman. 2012. Wisata Alam Desa Sambangan. Dalam http://supriarta.blogspot.com/2012/05/wisata-alam-desa-sambangan.html. Diakses Kamis, 20 Juni 2019 pukul 09:14 WITASuwena, I Ketut, dan I Gst Ngr Widyatmaja. 2017. Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Cetakan Edisi Revisi. Pustaka Larasan 
Identifikasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Objek Wisata di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Putu Rinda Rismayanti; Luh Masdarini; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.27397

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi wisata dan partisipasi masyarakat Desa Sambangan dalam pengembangan objek wisata, baik objek wisata alam maupun buatan. Partisipasi tersebut meliputi partisipasi dalam hal perencanaan pengembangan objek wisata, partisipasi dalam hal pelaksanaan pengembangan objek wisata dan partisipasi dalam hal pengawasan pengembangan objek wisata.  Teknik pemilihan informan dengan menggunakan snowball sampling dengan mengelompokan masyarakat dalam 3 kategori menurut teori Pitirim A. Sorokin, yaitu upper class, middle class dan lower class. Teknik pengumpulan data dengan metode (1) observasi (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) lembar observasi dan (2) pedoman wawancara. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di Desa Sambangan terdapat berbagai potensi wisata yang apabila dikembangkan dapat menjadi objek wisata andalan. Potensi alam berupa air terjun dan hutan desa, potensi wisata buatan berupa palowan hidroponik dan kolam renang serta partisipasi masyarakat dalam hal perencanaan pengembangan objek wisata termasuk dalam kategori interaktif, dalam hal pelaksanaan pengembangan objek wisata termasuk dalam kategori manipulatif dan dalam hal pengawasan pengembangan objek wisata termasuk dalam partisipasi inisiatif. Kata kunci: Identifikasi, partisipasi masyarakat, objek wisata, Desa Sambangan. AbstractThis study aimed to describe the tourism potential and the participation of Sambangan Village community in the development of tourism objects, both natural and artificial tourism objects. The participation included the participation in planning the development of the tourism objects, participation in implementing the development of the tourism objects, and participation in controlling the development of the tourism objects. In selecting the informants, the technique used in this study was snowball sampling by grouping the people in 3 categories based on Pitrim A. Sorokin’s theory, such as upper class, middle class, and lower class. The methods used in collecting the data were (1) Observation, (2) Interviews, and (3) Documentation. Meanwhile, the instruments used were (1) Observation sheets, and (2) Interview Guidelines. The data analysis used descriptive qualitative techniques. The results of this study showed that in Sambangan Village, there are variety of tourism potentials, in which if those tourism objects were developed, they could be mainstay tourist attractions. The potential of the natural tourism objects, such as waterfalls and village forests, meanwhile the artificial tourism objects, such as hydroponic palaces and swimming pools as well as the community participation in planning the development of the tourism objects was categorized in interactive category, in terms of implementing tourism development was categorized in manipulative category and in terms of controlling the development of the tourism objects was categorized in initiative category.Keywords: identification, community participation, tourism objects, Sambangan Village
RETRACTION: (Pengembangan Busana Fantasi dengan Sumber Ide Fenomena El Nino) Wayan Rian Apsani; I Gede Sudirtha; I Dewa Ayu Made Budhiyani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.29337

Abstract

Penarikan artikel ini dilakukan berdasarkan permintaan dari penulis dan pertimbangan dari tim redaksi Bosaparis mengingat telah terjadi double submission. 
EFEKTIVITAS MODEL EXPLICIT INSTRUCTION MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PEMBUATAN POLA BUSANA WANITA Ni Nyoman Ratih Diana Utari; I Dewa Ayu Made Budhyani; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i2.30538

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model explicit instruction menggunakan media video untuk meningkatkan hasil belajar pembuatan pola busana wanita kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Seririt. Adanya situasi pandemic Covid-19, proses pembelajaran dengan pengimplementasi model explicit instruction menggunakan media video dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi google meet. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan desain one shot case study. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok sampel yang diberikan model explicit instruction menggunakan media video. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas X Tata Busana di SMK Negeri 1 Seririt tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 22 siswa. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan metode tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif dan psikomotor siswa dan metode observsi untuk mengetahui hasil belajar afektif siswa dan kuesioner/angket digunakan untuk mengetahui kelayakan media video dengan menggunakan model angket tertutup. Berdasarkan analisis dengan statistik deskriptif diperoleh hasil perhitungan dengan uji-t diperoleh bahwa thitung = 19,86 sedangkan ttabel dapat dilihat pada tabel statistik pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk) = n-1 = 22 – 1 = 21, hasil dieroleh untuk ttabel sebesar 2,080. Ini berarti thitung  >  ttabel. dan hasil dalam menentukan efektivitas dari perlakuan (treatment) yaitu sebesar 4,17, termasuk kriteria efektivitas tinggi karena berada pada rentangan 0,8 < ES. Berarti H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa model explicit instruction menggunakan media video efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembuatan pola busana wanita di SMK Negeri 1 Seririt. Kata kunci : Hasil Belajar, Model explicit instruction, Media video, Pola Busana. AbstractThis study aims to determine the effectiveness of applying the explicit instruction model using video media to improve the learning outcomes of making women's clothing patterns for class X SMK Negeri 1 Seririt, with a pandemic situation like this, in applying the explicit instruction model using video media the researcher uses the google application meet. This type of research is pre-experimental with a one shot case study design. This study only uses one sample group that is given an explicit instruction model using video media. The population in the study were all students of class X Fashion Design at SMK Negeri 1 Seririt in the academic year 2020/2021, totaling 22 students. Determination of the sample in this study using a saturated sample technique. The data collection in this study was the test method to determine the student's cognitive and psychomotor learning outcomes and the observation method to determine the student's affective learning outcomes and the questionnaire / questionnaire was used to determine the feasibility of video media using a questionnaire model. closed questionnaire. Based on the analysis with descriptive statistics, the results of the calculation with the t-test show that t = 19.86 while the t table can be seen in the statistical table at the 5% significance level with degrees of freedom (dk) = n-1 = 22 - 1 = 21, the results are obtained. for t table of 2.080. This means tcount> ttable. and the results in determining the effectiveness of the treatment (treatment) is 4.17, including the criteria for high effectiveness because it is in the range 0.8 <ES. It means that H0 is rejected and H1 is accepted, so it can be concluded that the explicit instruction model using video media is effectively used to improve student learning outcomes in making women's clothing patterns at SMK Negeri 1 Seririt. Keywords: Learning Outcomes, Explicit Instruction Model, Video Media, Clothing Patterns
PENTINGNYA PENGUASAAN KONSEP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DALAM MENDUKUNG KINERJA CALON LULUSAN PENDIDIKAN KEJURUAN DI DUNIA KERJA Ni Komang Widyawati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 11 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v11i3.30675

Abstract

AbstrakArtikel ini bertujuan untuk membahas pentingnya penguasaan konsep keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam mendukung kinerja calon lulusan pendidikan kejuruan  di dunia kerja. SMK sebagai pelaksana pendidikan kejuruan memiliki banyak program keahliaian yang menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang ada. Dalam dunia kerja, konsep keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan konsep yang penting diterapkan oleh setiap tenaga kerja disamping skill sesuai keahlian masing-masing. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam artikel ini adalah kepustakaan. Artikel yang diulas dan direview terdiri atas lima buah artikel dengan pokok bahasan yang sesuai dengan kata kunci pokok bahasan artikel ini yaitu mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Hasil penelitian yang dipaparkan dalam kelima artikel hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa konsep keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan maupun tenaga kerja yang terlibat. Oleh karena itu penguasaan konsep K3 penting ditanamkan sejak mengenyam pendidikan di jenjang SMK karena pendidikan kejuruan merupakan lembaga yang mencetak lulusan yang dipersiapkan untuk terjun di dunia kerja. K3 dapat dimuat dalam kurikulum pendidikan kejuruan agar konsep ini semakin dipahami oleh peserta didik di jenjang pendidikan kejuruan (SMK) agar kemampuan yang didapatkan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar/ dunia kerja. Kata Kunci: Keselamatan, kinerja dan dunia kerja AbstractThis article aims to discuss the importance of mastering the concept of occupational safety and health in supporting the performance of prospective vocational education graduates in the world of work. SMK as a vocational education provider has many expertise programs that adapt to the needs of the existing work world. In the world of work, the concept of occupational safety and health is an important concept applied by every worker in addition to skills according to their respective expertise. The data collection method used in this article is literature. The articles reviewed and reviewed consist of five articles with subjects that match the keywords of the subject matter of this article, namely occupational health and safety.The research results presented in the five articles of the research results indicate that the concept of occupational safety and health has a positive effect on the performance of the company and the workforce involved. Therefore mastery of that concept is important to instill since receiving education at the SMK level because vocational education is an institution that produces graduates who are prepared to enter the world of work. Occupational safety and health can be included in the vocational education curriculum so that this concept is increasingly understood by students at the vocational education level so that the abilities obtained are in accordance with the needs and demands of the market / world of work. Keywords: Safety, performance and the world of work DAFTAR PUSTAKADewi,  N.N.A.P dan L.H. Novadjaja. 2019. Pengaruh Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Pt. Sinar Sosro Kpb Gianyar Bali). JurnalEstiawan, F.S. 2012. Analisis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Terhadap Kepuasan       Kerja Karyawan, Studi Pada PT. PJB. UP Brantas (Perusahaan yang Bergerak Pada Bidang           Pemeliharaan dan Pembangkitan Listrik). JurnalFitri, S.N. 2016. Implementasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Karyawan Perusahaan Dalam Menghadapi MEA 2016. Jurnal Spread, Vol. 6, No. 1 (hlm 53-62)Hasibuan, A., dkk. 2020. Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Yayasan Kita MenulisKaligis, R.S.V dkk. 2013. Pengaruh Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Produktivitas Kerja. Jurnal Sipil Statik, Vol. 1, No. 3 (hlm 219-225)Nurhidayanti, D. 2017. Pengaruh Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Kepuasan Kerja Perawat (Studi Kasus Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru). Jurnal Ilmu Administrasi, Vol. 4, No. 1 (hlm 1-10)Pemerintah Indonesia. 2003. Undang Undang No 20 Tahun 2003. JakartaSinuhaji, E. 2019.Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Jurnal Ilmu Manajemen, Vol. 7, No.2 (hlm 11-15)Zed, Mestika. 2004. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia