cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 315 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2017): Juli" : 315 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Wayan Budianta; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dengan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan desain non-equivalen control group design dengan sampel berjumlah 49 orang. Pengumpulan data hasil belajar siswa menggunakan metode tes dengan instrumen berbentuk tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) hasil belajar IPA siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berada pada kategori tinggi, yaitu dengan M = 21,40 (2) hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan konvensional berada pada kategori sedang, yaitu dengan M = 17,25 (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, hasil analisis uji-t diperoleh (thitung = 3,29 > ttabel = 2,021). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangsem Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : Hasil belajar IPA, Snowball Throwing This experiment aimed to determine differences in student learning outcomes between groups of student that used cooperative learning model type Snowball Throwing with groups of students who do not use the model of cooperative learning type Snowball Throwing on science subjects V grade students SD Gugus III Sidemen District Karangasem Regency Lessons 2016/2017. This research is quasi experiment, with non-equivalent control group design design with 49 samples. Data collection of student learning outcomes using test methods with multiple choice test-shaped instruments one correct answer. The data obtained were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques with t-test techniques. The results of the study found that: (1) the learning outcomes of the students 'IPA after learning with the cooperative learning model of Snowball Throwing type are in the high category, that is M = 21,40 (2) the students' learning outcomes that are not learned by cooperative learning model of Snowball Throwing Is in the moderate category, ie with M = 17,25 (3) there is a significant difference of science learning outcomes between groups of students who are taught using cooperative learning model type Snowball Throwing and groups of students who are not taught using cooperative learning model of Snowball Throwing type V SD Gugus III Sidemen Sub-district of Karangasem Regency, the result of t-test analysis is obtained (thitung = 3,29> ttable = 2,021). So it can be concluded that the model of cooperative learning type Snowball Throwing have a positive effect on science learning outcomes of students of grade V SD Gugus III Sidemen District Karangsem District Lesson Year 2016/2017keyword : science learning outcomes, Snowball Throwing
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis IPA Siswa Kelas V ., Ni Luh Putu Dianawati; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak dengan model pembelajaran PBL pada siswa kelas V SD No.1 Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian “Post Test Only Control Group Design”. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik Random Sampling dan diperoleh sampel seluruh kelas V SD No. 1 Ungasan, yaitu kelasVA dan VB. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dengan instrument tes pilihan ganda. Data keterampilan berpikir kritis dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thit = 0,97 dan ttab = (pada taraf signifikansi 5%) = 1,76. Artinya, model pembelajaran PBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunkan bukan model pembelajaran PBL. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, pembelajaran dengan model PBL membuat siswa aktif mencari pengetahuannya sendiri untuk memecahkan permasalahan yang ditemukan. Selanjutnya dalam kelompok PBL, siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Dengan demikian, model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis IPA pada siswa kelas V SD No. 1 Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : keterampilan berpikir kritis, IPA, model PBL This research is aimed to know the significant difference to the critical thinking skill in learning science between the group of students that learnt with PBL learning model and the group of students that learnt without PBL learning model to the v grade students in SD No. 1 Ungasan Kuta Selatan district in 2016/2017. This research was quasi experiment with the design which was “post test only control group design”. The sample of this study was chosen by Random Sampling technique and obtained the sample of whole class V SD No. 1 Ungasan, class VA and VB. The data collection in this research use test method with multiple choice test instrument. The critical thinking skill data was analyzed by descriptive statistics and inferential statistics (uji-t). the result of this study shows that thit=0.97 and ttab = (in 5% significance level) = 1.76. it means that PBL learning model and the group of students that learnt without PBL learning model. The result found in this study was; learning process with PBL model made the students became more active in learning to solve the problem by themselves . Moreover, in PBL group, the students got chance to thell their ideas. Therefore, PBL learning model influenced the critical thinking skill in learning sciences to the v grade students in SD No. 1 Ungasan Kuta Selatan district badung regency in 2016/2017keyword : Critical thinking skills, IPA, PBL models
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SD ., Dewa Ayu Mega Cahyani; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di SD gugus V Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperiment). Populasi penelitian ini adalah kelas IV di SD Gugus V Kecamatan Banjarangkan yang berjumlah 65 orang siswa. Sebanyak 44 siswa terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan melalui metode tes berbentuk pilihan ganda. Data tersebut dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung sebesar sebesar 6,398, dan ttabel dengan db = 24 dan 18 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,08. Hal ini berarti nilai thitung lebih besar dari ttabel (6,398 > 2,08), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 16,02 lebih besar daripada rata-rata hasil belajar PKn kelompok kontrol adalah 8,94, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di SD gugus V Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung.Kata Kunci : STAD, Hasil belajar PKn. This study aims to determine the difference of learning outcomes of Civics between groups of students who were taught by STAD type cooperative learning model and group of students who were taught not to use STAD type cooperative learning model in class IV second semester of academic year 2016/2017 in SD group V District Banjarangkan Klungkung Regency . This type of research is quasi experiment (quasi experiment). The population of this research is class IV in SD Gugus V Kecamatan Banjarangkan which amounts to 65 students. A total of 44 students were selected as samples determined by random sampling technique. Data collected through multiple choice shaped test method. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result showed that t count equal to 6,398, and ttable with db = 24 and 18 at significance level 5% was 2.08. This means the tcount is greater than the ttable (6.398> 2.08), so H0 is rejected and H1 is accepted. So it can be interpreted that there are significant differences in learning outcomes of Civics between groups of students who were taught by STAD type cooperative learning model and group of students who were taught not using STAD type cooperative learning model. Judging from the average calculation of learning outcomes of PKN, the experimental group is 16.02 greater than the average of PKN learning outcomes of the control group is 8.94, so it can be concluded that the application of STAD type cooperative learning model positively influences the students' learning outcomes IV second semester of academic year 2016/2017 at SD group V District of Banjarangkan Klungkung Regency.keyword : STAD, learning outcomes Civics.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA SISWA KELAS IV ., I Made Arya Praditha; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman siswa, (2) mendeskripsikan kemampuan menyelsesaikan soal cerita Matematika siswa (3) mengetahui hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dengan menyelesaikan soal cerita Matematika siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di gugus I Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost-facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di gugus I Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng yang berjumlah 135 orang siswa. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2016/2017 di gugus I Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng yang berjumlah 135 orang siswa. Data kemampuan membaca pemahaman dengan tes membaca sedangkan untuk kemampuan menyelesaikan soal cerita Matematika menggunakan intrumen soal esay. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik Deskriptif dan Korelasi Person Product Moment. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukan bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan yang berarti atau signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dengan menyelesiakan soal cerita. Dari rata-rata hitung, bahwa rata-rata kemampuan membaca pemahaman > rata-rata menyelesaikan soal cerita Matematika, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang berarti atau signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan menyelesaikan soal cerita Matematika siswa kelas IV di Gugus I Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : kemampuan membaca pemahaman, menyelesaikan soal cerita, cerita Matematika This study aims to (1) describe reading comprehensipnm students, (2) to describe the ability to solve the problem of Mathematics story of the students (3) to know the relationship of ability reading comprehensipnm students with the solve the story of Mathematics of the fourth grade students of semester II of academic year 2016/2017 in cluster I Banjar District, Buleleng Regency. This type of research is an expost-facto study. The population of this study is all students of class IV semester II of academic year 2016/2017 in cluster I Banjar District Buleleng Regency, which amounted to 135 students. The sample of this research is all students of class IV semester II of academic year 2016/2017 in cluster I Banjar Sub-district Buleleng Regency which amounted to 135 students. Data from the reading comprehensipnm students is collected by reading test while for the ability to solve the problem of Mathematics using the instrument about essay. The data collected were analyzed using Descriptive statistics analysis and Person Product Moment Correlation. Based on the results of data analysis, so that it can be interpreted that there is a significant or significant relationship between the reading comprehensipnm students with the ability to completing story problem. From the average count. This means that average the ability reading comprehensipnm students > average to solve the problem of Mathematics story, so it can be concluded that there is a significant or significant relationship between the ability reading comprehensipnm students with the to solve the problem story of Math grade IV students in Cluster I Banjar District Buleleng Regency.It This means that average ability reading comprehensipnm students > average to solve the problem of Mathematics story, so it can be concluded that there is a significant relationship between the ability reading comprehensipnm students with the ability to solve the problem of Mathematics story of fourth grade students in Gugus I Banjar Sub-district, Buleleng Districtkeyword : ability reading comprehensipnm students, solve mathematics story problem, matematics story
pengaruh model pembelajaran cooperative script berbantuan cerita rakyat terhadap literasi siswa kelas III SD ., Ni Komang Sri Asriyani; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan literasi membaca antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Cooperative script berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model Cooperative script berbantuan cerita rakyat pada siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini berjumlah 115 orang siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 47 orang siswa, 27 siswa SD 1 Tojan sebagai kelompok eksperimen dan 20 siswa SD 2 Gelgel sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data literasi membaca siswa dilakukan dengan metode tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 5,23> ttabel = 2,01, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Nilai rata-rata literasi kelompok eksperimen yaitu 70,18 dan rata-rata literasi kelompok kontrol yaitu 43,75. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model cooperativie script berbantuan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap literasi siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : cerita rakyat, cooperative script, literasi This study aims to know the significant differences of student literacy between the group of students who are taught by using cooperative script model combine with folklore and the group of students who are taught by direct instruction of third grade students at SD Gugus II, Klungkung district Klungkung regency in the academic year 2016/2017. This research is a quasy-experimental research with non-equivalent post-test only control group design. The population of this research are 115 students. The sample were taken by random sampling technique. The sample in this research are 47 students, 27 students of grade third SD N 1 Tojan as experiment group and 20 students of grade third SD N 2 Gelgel as control group. The data collected by using essay test, and then analyze by descriptive and inferential statistical analyze (t-test). Based on the result obtained is t=5,23> table= 2,01. In other word, Ho rejected and H1 accepted. The average score of the experimental group is 70,18 and the control group is 43,75. Finally, it can be concluded that the application of the cooperative script model combine with folklore have a positive effect on literacy of third grade students at SD Gugus II, Klungkung district, Klungkung regency in the academic year 2016/2017keyword : cooperative script, folklore, literacy
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai ., Ida Ayu Made Dewi Pranita; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa kelas IV SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai tahun pelajaran 2016/2017 yang dibelajarkan mengggunakan model pembelajaraan kooperatif tipe NHT berbantuan media audio visual dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 486 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IVB SD Negeri 4 Ubung sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVA SD Negeri 2 Ubung sebagai kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda biasa. Kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis menunjukkkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media audio visual dan pembelajaran konvensional siswa kelas IV SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai tahun pelajaran 2016/2017. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung = 3,7225 > ttabel = 2,000. Oleh karena thitung = 3,7225 > ttabel = 2,000 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Demikian pula nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen, X ̅=0,57 > X ̅=0,42 rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA Siswa kelas IV SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : NHT, audio visual, IPA This study was aimed to determine the significant difference, knowledge competence in science between fourth grade students of SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai in the academic year of 2016/2017 which was taught using cooperative learning model of NHT using the help of audio visual and students who were taught using conventional learning. This type of research is an quasi experiment using nonequivalent control group design. The people who were involved in this research were all the fourth grade students of SD Colonel I Gusti Ngurah Rai academic year of 2016/201, with total of 486 students. The research sample was determined by random sampling technique. The sample in this research was class IVB of SD Negeri 4 Ubung which was use as an experiment group and class IVA of SD Negeri 2 Ubung which was use as a control group. The data on knowledge competence in science was collected by instrument, in the form of a multiple choice questions. Then the data was analyzed by t-test. The result of the analysis showed that, there was a significant difference of knowledge competence in science between students who were taught using cooperative learning model NHT using the help of audio visual and conventional learning of fourth grade students of SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai in academic year of 2016/2017. This was proved by the result of thitung = 3,7225 > ttabel = 2,000. Therefore thitung = 3,7225 > ttabel = 2,000 so H0 is rejected and Ha is accepted. Therefore the average value of knowledge competence in science of experimental group is, X ̅=0,57 > X ̅=0,42 the average of understanding in knowledge competence in science in the control group. Therefore it can be concluded that the application of cooperative learning model type NHT using the help of audio visual had influenced on knowledge competence in science of fourth grade students in SD Colonel I Gusti Ngurah Rai academic year of 2016/2017.keyword : NHT, audio visual, IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Kadek Sri Wahyuni; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Drs. Wayan Tirka,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10990

Abstract

Terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran IPA pada kelas V SD di Desa Kalibukbuk yaitu (1) guru tidak menerapakan model pembelajaran yang inovatif, (2) guru tidak mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, dan (3) pembelajaran yang berlangsung didominasi dengan ceramah, tanya jawab, dan penugasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah dasar (SD) kelas V di Desa Kalibukbuk yang berjumlah 125 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen berupa lembar soal pilihan ganda yang berjumlah 30 butir soal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, dengan nilai thitung sebesar 6,41 dan ttabel sebesar 2,000. Artinya, thitung lebih besar dari ttabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif dengan metode make a match berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : make a match, hasil belajar IPA. There are some problems in learning science in class V SD in Kalibukbuk village that is (1) the teacher does not apply innovative learning model, (2) the teacher is not able to create a pleasant learning atmosphere, and (3) the learning that takes place is dominated by lecture, and assignments. The aim of this research is to know the difference of science learning achievement which is significant between the students group that is taught using cooperative learning model with make a match method and the group of students who are taught using conventional learning model in grade V of elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng subdistrict, Buleleng regency 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental study with non-equivalent design of post-test only control group design. The population in this study is all students of elementary school (SD) class V in Kalibukbuk Village, amounting to 125 students. The sample selection was done by random sampling technique. Student learning outcomes data collected by the test method and the instrument in the form of multiple choice questions about 30 items. The data obtained were then analyzed using descriptive and inferential statistical analysis techniques (t-test). The results showed that there were significant differences in the science learning outcomes between the groups of students who were taught using cooperative learning model with make a match method and the group of students who were taught using conventional learning model, with the tcount of 6.41 and the ttable of 2,000. That is, t count is bigger than ttable. So it can be said that cooperative learning model with make a match method influence on science learning outcomes of grade V SD students in Kalibukbuk Village, Buleleng District, Buleleng District Lesson Year 2016/2017.keyword : make a match , science learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SEKOLAH DASAR KELAS V ., Ni Made Diantari; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional siswa sekolah dasar kelas V di Gugus V Kecamatan Melaya tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design dan sampel sebanyak 51 orang yang diambil secara simple random sampling. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan melalui instrument tes hasil belajar dengan bentuk tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan peta konsep dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus V Kecamatan Melaya (thitung = 2,791 dan ttabel = 2,010 sehingga thitung > ttabel). Adanya perbedaan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) berbantuan Peta Konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa Sekolah Dasar kelas V di Gugus V Kecamatan Melaya tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : kooperatif, student teams achievement divisions, peta konsep, hasil belajar. This study aimed to determine the difference of social science learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) assisted concept maps and students taught by conventional learning model of V grade elementary school students in Cluster V District Melaya academic year 2016/2017. This research is classified as quasi experiment with non-equivalent design of posttest only control group design and 51 samples taken by simple random sampling. Social science students' learning outcomes students were collected through test result learning instrument with objective test form. The students obtained were analyzed using descriptive analysis technique and inferential statistic (t-test). The results showed that there were significant differences in social science learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) assisted with concept maps and students who were taught by conventional learning model on social science subjects of elementary school class V in Cluster V District Melaya (thitung = 2,791 and ttable = 2.010 so thitung> ttable). The existence of the difference shows that the cooperative learning model of Student Teams Achievement Divisions (STAD) assisted Concept Map influences the learning outcomes of social science of Elementary School Grade V in Cluster V District Melaya in academic year 2016/2017.keyword : cooperative, student teams achievement divisions, concept maps, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) TERHADAP LITERASI SISWA KELAS III SD ., I Gede Agus Raka Putrawan; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan literasi membaca yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CIRC dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung pada siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Bangli Kabupaten Bangli Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelompok siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 214 orang siswa. Sampel pada penelitian ini sebanyak 68 orang siswa, 34 siswa kelas IIIb SD 5 Kawan sebagai kelompok kelas kontrol dan 34 siswa kelas IIIa SD 5 Kawan sebagai kelompok kelas eksperimen. Pengumpulan data literasi membaca siswa dilakukan dengan metode tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 3,64 > ttabel = 1,99, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan literasi membaca antara siswa yang dibelajarkan dengan model CIRC dengan siswa yang dibelajarkan dengan model langsung. Nilai rata-rata literasi membaca kelompok eksperimen yaitu 70,38 dan rata-rata literasi kelompok kontrol yaitu 57. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC berpengaruh terhadap literasi membaca siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Bangli tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model CIRC, Literasi This research aims to determine the significance of literacy differences between the group of students who are taught by using the CIRC (cooperative, Integrated, Reading, and Composition) leraning model and group of students who are taught using direct learning model of third grade students at SD Gugus II, Bangli district, Bangli regency in the academic year 2016/2017. This research is a quasi experimental research with non-equivalen post test only control group design. The population of this research are all group of students in third grade students at SD Gugus II, Bangli district, Bangli regency in the academic year 2016/2017. The sample in this research are 68 students, 34 students of grade IIIa SD N 5 Kawan as control class group and 34 students of grade IIIb SD N 5 Kawan as experiment class group. The data collected by using essay test, and then analyze by descriptive and inferential statistical analyze (t-test). Based on the result obtained is t=3,64> table= 1,99. In other word, Ho rejected and H1 accepted which means there is a significant dfferences of students literacy between the group of students who are taught by using CIRC leraning model and group of students who are taught using direct learning. The average score of the experimental group is 70,38 and the control group is 57. Finally, it can be concluded that the application of the CIRC learning model could influences the literacy of third grade students at SD Gugus II, Bangli district, Bangli regency in the academic year 2016/2017.keyword : CIRC model, Literacy
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WORD SQUARE TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS V SD ., Ni Made Wahyu Sasmita Ningsih; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Word Square dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 130 orang.Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling dengan cara undian.Data hasil belajar Bahasa Indonesia dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 7,61> ttabel2,021), ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipeWord square dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Word Square, hasil belajar bahasa Indonesia This study aims to determine the significant differences between the learning outcomes of Indonesian language between groups of students who with cooperative learning model type Word Square and groups of students who were taught by conventional learning model in grade V elementary school on the Civics subjects IV Kediri District Tabanan Lesson 2016/2017 . This research type is quasi experiment research with non-equivalent design posttest only control group design. The population of this study is all students of grade Velementary schoolon the Civics subjects IV Kediri District Tabanan District Lessons 2016/2017 which amounted to 130 people. Sampling using random sampling technique is simple random sampling by lottery. The learning result data of Bahasa Indonesia were collected using multiple choice objective test. The data obtained were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis. The result of the research shows that the result of t-test analysis is bigger than ttable (tct 7,61> ttable 2.021), it means that there are significant difference of learning result of Indonesian between student group which is taught by cooperative learning model of Word square type and Group of students who were taught by conventional learning model in grade V elementary school on the Civics subjects IV Kediri District Tabanan Lesson Year 2016/2017.keyword : Word Square Model, learning outcomes Indonesia language

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue