cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPANAN METODE PICTURE AND PICTURE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI ., Putu Ngurah Dwija Palguna; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4814

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis narasi siswa kelas III semester genap SDN 6 Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2014/2015 setelah penerapanan metode picture and picture berbantuan media gambar berseri. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dengan mencermati kegiatan proses pembelajaran, dan menemukan permasalahan yang terdapat baik dari perencanaan, proses dan hasil pembelajaran. Dari permasalahan tersebut, kemudian diberikan suatu tindakan sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes penugasan hasil belajar data dianalisis secara deskriptif penelitian ini dilakukan di SDN 6 Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN 6 Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng dengan jumlah siswa 30 orang yang terdiri dari 14 siswa putra dan 16 siswa putri. Rancangan penelitian ini dilakukan dalam bentuk siklus-siklus. Masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi/ evaluasi, dan refleksi. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil-hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa " penerapanan metode picture and picture berbantuan media gambar berseri dapat meningkatkan keterampilan menulis narasi mata pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kelas III semester genap SDN 6 Kubutambahan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Hal ini dapat dibuktikan pada siklus I keterampilan menulis narasi bahasa indonesia siswa yang dicapai siswa rata-rata kelas sebesar 65 dengan katagori sedang sedangkan KB 70% meningkat ke siklus II keterampilan menulis narasi siswa yang dicapai siswa rata-rata kelas sebesar 77 dengan katagori tinggi, sedangkan KB yang dicapai pada siklus II sebesar 90%. Kata Kunci : metode picture and picture, gambar berseri, keterampilan menulis. The purpose of this study was to identify the improvement of narrative writing skill of third grade students in odd semester of SD N 6 Kubutambahan, Kubutambahan district, Buleleng regency, in academic year 2014/2015 after the implementation of picture and picture method assisted by picture series media. This study was classroom action based research. The study was done by watching teaching learning process, and finding the problems occur whether in planning, process, and the learning outcomes. The problems were given a treatment as an effort to improve the learning quality. The data of students’ learning outcomes were obtained by using achievement test method. The data were analyzed descriptively. The study was done at SD N 6 Kubutambahan, Kubutambahan district, Buleleng regency. The subject of the study was student class III of SD N 6 Kubutambahan, Kubutambahan district, Buleleng regency with the number of students were 30 students consisted of 14 male students and 16 female students. The research design was done in the form of cycles. Each cycle consisted of planning, implementation, observation/evaluation, and reflection. Based on the data analysis and the discussion of findings, it can be concluded that “the implementation of picture and picture method assisted by picture series media improved narrative writing skill of Bahasa Indonesia subject of student class III in odd semester of SD N 6 Kubutambahan, Kubutambahan district, Buleleng regency, in academic year 2014/2015. It can be proved on cycle I, in which the average of students’ narrative writing skill was 65 which are categorized as moderate category, while KB was 70% improved to the cycle II, in which the average of students’ narrative writing skill was 77 with high category and KB was 90%. keyword : implementation of picture and picture, picture series media, narrative writing
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING MELALUI KARYAWISATA TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V ., Kadek Sri Meiyani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada tema ekosistem siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (Rancangan Kelompok Non-ekiuvalen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur Tahun Pelajaraan 2016/2017 yang berjumlah 359 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah SD Negeri 3 Kesiman dan SD Negeri 7 Kesiman. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang dikumpulkan berupa nilai penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus Dewi Sartika Tahun Pelajaran 2016/2017 yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada tema ekosistem (thitung = 3,476 > ttabel = 2,000) dengan dk = 86 dan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Rerata penguasaan pengetahuan IPS yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata (X ̅= 81,46 > X ̅= 75,76) siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model quantum teaching, karyawisata, kompetensi pengetahuan IPS This research aimed to explain significant difference of social competency knowledge between a groups of student which is taught Quantum Teaching model through study tour and a groups of student which is taught conventional learning with ecosystem theme grade V students Gugus Dewi Sartika year of study 2016/2017. This research is experimental research which used apparent experiment design (non-equivalent group plan) as the research plan. The population of this research are all grade V students in SD Negeri Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur year of study 2016/2017. The sample is determined by using ransom sampling technique. Test method is used as the method of collecting the data. The data which are collected are the competency understanding result of social knowledge competency and t-test. The Analysis of data shows there is a significant difference of social competency knowledge between a groups of student which is taught Quantum Teaching model through study tour and a groups of student which is taught conventional learning with ecosystem theme (tcount = 3,476 > ttable = 2,000) with dk = 86 and significant level = 5% (α = 0,05). The average of social knowledge student which is learnt Quantum Teaching model through study tour ( = 81,46 > = 75,76) the student which is learnt conventional learning. Hence, it could be concluded that Quantum Teaching model through study tour has significant influence with the social competency knowledge of SD Negeri Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur year of study 2016/2017 students.keyword : quantum teaching model, study tour, social knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DESIGN BASED LEARNING (DBL) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS DI GUGUS KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI Ndara Tanggu Renda, Ni Ngh. Kristayani, A. A. Gd. Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.949

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran Model Design Based Learning (DBL) berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian adalah siswa kelas V pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD segugus kecamatan Kintamani, Kabipaten Bangli. Sampel ditentukan dengan  teknik random sampling dan diperoleh SDN 1 Kintamani sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 25 siswa dan SD N 2 Kintamani sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 27 siswa. Data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes dalam bentuk pilihan ganda atau obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan mengenai hasil belajar IPS antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Design Based Learning dan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisisnya menunjukkan t hitung = 8,4176 dan t tabel = 2,021 untuk db = n1 + n2 – 2 = 50 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, karena  t hitung >  t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.   Kata kunci: design based learning, hasil belajar.
PENGARUH PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERNUANSA LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD N 9 SESETAN ., Ni Luh Mita Sri Mahendra Yanti; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2205

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS siswa yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) bernuansa media lingkungan sosial dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Sesetan tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas Va dan Vb SD N 9 Sesetan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 83 orang siswa. Sampel yang diambil dari keseluruhan Kelas V SD N 9 Sesetan adalah keseluruhan populasi. Data yang dikumpulkan adalah nilai kognitif (post test) dan dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPS siswa yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) bernuansa media lingkungan sosial dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Sesetan tahun pelajaran 2013/2014. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (2,65>2,00). Rata-rata hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation (GI) lebih besar dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (40,91>33,33). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) bernuansa media lingkungan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD N 9 Sesetan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Group Investigation (GI), lingkungan sosial, hasil belajar IPS The research aim is to know determine of IPS student learning results which is used group investigation learning model with social media environment at class V students of SD N 9 Sesetan school year 2013/2014. This research is quasi experiment with study design which is used non equivalent control group design. The populations of this research are all students of Va and Vb class of SD N 9 Sesetan academic year 2013/2014 for about 83 students. The sample was taken from the entire V class of SD N 9 Sesetan. The data was collected is cognitive score (post test) and analyzed with t-test. The result of this research showed that there are significant differences between learning result of IPS student which used group investigation learning model with social media environment and student used conventional learning toward class V student of SD N 9 Sesetan school years 2013/2014. Based on test criteria t-arithmetic > t- table (2,65 > 2,00). The learning result average of IPS Student that taught with group investigation learning model are bigger than student which is taught by conventional learning (40,91 > 33,33). So, it can be concluded that group investigation learning model with social media environment take effect significantly toward learning results of IPS study at V class of SD N Sesetan.keyword : group investigation learning model, social environment, IPS learning results.
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SD LABORATORIUM UNDIKSHA ., I Putu Ari Pradana Kusuma; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7122

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara perencanaan dan pembelajaran Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 di SD Laboratorium Undiksha. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model diskrepansi. Pengukuran efektifitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dengan kondisi riil tentang perencanaan dan pembelajaran Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 di SD Laboratorium Undiksha. Data dianilisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxon, kemudian dihitung besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) rerata perolehan skor perencanaan pembelajaran (RPP) adalah 88 dengan besar beda -12, besar kesenjangan 12%, dan tergolong dalam kategori (sangat kecil). (2) rerata perolehan skor pelaksanaan pembelajaran adalah 84,38 dengan besar beda -15,62, besar kesenjngan 15,62%, dan tergolong dalam kategori sangat kecil (SK). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan sebesar 12% pada perencanaan pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru di SD Laboratorium Undiksha, dan terdapat kesenjangan sebesar 15,62% pada pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di SD Laboratorium Undiksha. Oleh karena itu, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 yang disusun dan dilakukan oleh guru di SD laboratorium Undiksha layak diteruskan dengan adanya perbaikan pada beberapa indikator yang belum sesuai dengan standar acuan (Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014). Kata Kunci : kesenjangan, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. This research aimed to know the differences between the planning and learning process 2013 Curicculum based on Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 in SD Laboratorium Undiksha. This research is evaluative research using model discrepancy. Measurement of the effectiveness of the program is done by comparing the ideal conditions (standard) with the real conditions of the planning and learning 2013 Curriculum based on Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 in SD Laboratorium Undiksha. Data analysis is using Wilcoxon's test procedure tiered pins, then calculated a big difference with a predetermined standard. The results show that (1) the mean gain score of the learning plan (RPP) is 88 -12 with a big difference, a big gap of 12%, and classified in the category (very small). (2) the acquisition mean score of 84.38 with the implementation of learning is a big difference -15.62, great kesenjngan 15.62%, and classified in the category of very small (SK). Based on the results of this study concluded that there is a gap of 12% in the lesson plan (RPP) prepared by teachers in SD Laboratorium Undiksha, and there is a gap of 15.62% on the implementation of learning undertaken by teachers in SD Laboratorium Undiksha. Therefore, the planning and implementation of learning Curriculum 2013 is composed and performed by teachers in primary Undiksha laboratory qualified to deal with an improvement in some indicators are not in accordance with the reference standard (Permendikbud No. 103 of 2014). keyword : discrepancy, learning plan, learning implementation, Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014.
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Bermuatan Permainan Tradisional Benteng-bentengan terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas IV ., Ni Made Dwi Hendrayani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran scramble bermuatan permainan tradisional benteng-bentengan dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan quasi experimental design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 254 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas IV SD N 1 Sanur sebagai kelompok eksperimen berjumlah 48 orang dan kelas IV SD N 3 Sanur sebagai kelompok kontrol berjumlah 49 orang. Data kompetensi pengetahuan IPS siswa diperoleh melalui metode tes dan dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan analisis uji hipotesis dengan uji t diperoleh thitung = 4,31 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk = 95) diperoleh ttabel = 1,98 maka thitung > ttabel ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran scramble bermuatan permainan tradisional benteng-bentengan dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017. Selain itu, diperoleh hasil nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih dari nilai rata-rata kelompok kontrol (80,13 > 71,68). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran scramble bermuatan permainan tradisional benteng-bentengan terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Pembelajaran Scramble, Benteng-bentengan This research study aimed to know the significant difference of IPS knowledge competence groups of students who taught using scramble learning model based on benteng-bentengan traditional game and the group of students who taught using conventional learning for the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016/2017. This research was experimental research with quasi experimental design. The population were all of the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016 / 2017 which consisted of 254 people. Sample of this research were the fourth grade students of SD N 1 sanur as an experimental group which consisted of 48 people and the fourth grade students of SD N 3 Sanur as control group which consisted of 49 people. Data of IPS knowledge competence obtained through test method and analyzed by using t-test. Based on hypothesis test analysis with t-test obtained t count = 4,31 at 5% significance level with freedom of degree (dk = 95) obtained t table = 1,98 then t count > t table so Ho was rejected and Ha was accepted. This showed, there were significant difference of IPS knowledge competence between groups of students who taught using scramble learning model based on benteng-bentengan traditional game with the group of students who taught using conventional learning for the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016 / 2017. In addition, the result of average value of the experimental group was more than average value of control groups (80,13 > 71,68). It can be concluded that there was influence of scramble learning model based on benteng-bentengan traditional games toward IPS knowledge competence of the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016/2017. keyword : Scramble Learning Model, Benteng-bentengan
PENGARUH PENDEKATAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL MOTIVASI BERPRESTASI SISWA ., Dewa Ayu Fionitha Arimas Wulantika; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional setelah kovariabel motivasi berprestasi dikendalikan, (3) mengetahui seberapa besar kontribusi motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar IPA siswa. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen, dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Gugus I Kecamatan Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 385 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 98 siswa. Dua instrumen pokok penelitian yaitu kuesioner motivasi berprestasi dan tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji anava satu jalur, uji anakova satu jalur, dan uji korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional (Fhitung=255,33; ttabel=3,94; taraf signifikansi 5% sehingga thitung > ttabel). Kedua, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional setelah kovariabel motivasi berprestasi dikendalikan (Fhitung = 123,38;Ftabel = 3,94; taraf signifikansi 5%) sehingga Fhitung > Ftabel). Ketiga, terdapat kontribusi motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA siswa sebesar 49%.Kata Kunci : pendekatan SAVI, hasil belajar, motivasi berprestasi This research aims to (1) knowing the differences learning result of science students between student who following the SAVI approach and students who following the conventional approach, (2) knowing the differences learning result of science students between students who following the SAVI approach and students who following the conventional approach after the achievement motivation covariable has controlled, (3) knowing how huge the achievement motivation contribution of students to the science learning result of the student. This research type is quasi experiment research by the device of non equivalent post test only control group design. The research populations are 5th grades in elementary school in cluster I Gianyar district in 2013/2014 school year which amount to 385 students and the sample research used are 98 students. Two fundamental research instrument are the achievement motivation quesionare and the learn result of the science test. The data obtained to be analyzed using descriptive statistic analyzed, anava one band test, the anacova one band test, and the correlations test of product moment. The result of the study shows that. First, there are signiican differences of the student learning between group of students who following following the SAVI approach and students who following the conventional approach (Fcount=255,33; Ftable=3,94;the significan level is 5% so that Fcount > Ftable). Second, there are s significan differences of the student learning result between student who following the SAVI approach and students who following the conventional approach after covariable achievement motivation has controlled (Fcount=123,38;Ftable=3,94; significan level 5% so that Fcount > Ftable). Third, there are contribution of achievement motivation to the result learning of science student is 49%.keyword : SAVI approach, learning result, achievement motivation
PENGARUH PENDEKATAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN TEGALLALANG I Nym. Jampel, Ni Md. Enda Lestari, Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.798

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional di kelas IV SD gugus III Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment atau eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 5 kelas. Sampel diambil dengan simple random sampling maka sampel dalam penelitian ini adalah SD N 2 Sebatu dan SD N 3 Sebatu yang berjumlah 60 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dan analisis data menggunakan uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan pendekatan sains teknologi masyarakat (STM) dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini diketahui dari hasil analisis uji-t, thitung > tTabel (thitung = 3,74 > tTabel = 2,000). Skor siswa yang belajar dengan pendekatan sainst teknologi masyarakat cenderung tinggi karena nilai Mo>Md>M (17,49>16,80>16,06) dan skor siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah karena nilai Mo<Md<M (11,00<11,69<12,27). Dengan demikian pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci: Pendekatan STM, konvensional, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL POLYA BERBANTUAN SOAL CERITA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SEMESTER I ., Ni Ketut Astriningsih; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika dengan menerapkan Model Polya berbantuan soal cerita pada siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 7 Banyuning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan tindakan tiap siklus adalah tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 7 Banyuning, yang berjumlah 20 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar Matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase hasil belajar Matematika pada siswa kelas V di SD 7 Banyuning. Berdasarkan hasil tes, pada siklus I rata-rata hasil belajar Matematika siswa yang diperoleh sebesar 76,5% (kategori cukup). Selanjutnya, pada siklus II hasil belajar Matematika siswa mengalami peningkatan. Rata-rata hasil belajar Matematika siswa pada siklus II sebesar 86% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Polya berbantuan soal cerita dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Negeri 7 banyuning, Tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Hasil Belajar Matematika Model Polya, Soal cerita, This research aims to improve learning outcomes by implementing the Model Polya Math aided about the story in class V students in the 2015/2016 school year Elementary School 7 Banyuning. This research is a classroom action research conducted in two cycles. Implementation of the action of each cycle is three meetings. The subjects were fifth grade students in the 2015/2016 school year Elementary School 7 Banyuning, totaling 20 people. The object of this study is the improvement of learning outcomes in Mathematics. Collecting data in this study is done with test method. Data were analyzed with descriptive statistical analysis techniques. The results showed that an increase in the percentage of learning mathematics in elementary school fifth grade students at 7 Banyuning. Based on the test results, in the first cycle average mathematics student learning outcomes obtained at 71.1% (category enough). Subsequently, in the second cycle of Mathematics learning outcomes of students has increased. The average result of learning mathematics students in the second cycle of 86% (high category). Based on these results it can be concluded that the application of the Model Polya aided story problems can improve learning outcomes Mathematics Elementary School fifth grade students 7 Banyuning, school year 2015/2016. keyword : Learning Outcomes Mathematical Model Polya, Questions story,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA SD GUGUS I TAMPAKSIRING ., I Gusti Ngurah Mega Maya Mandala Putra; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1890

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan media audio visual dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus I Tampaksiring Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian Non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas V SD Gugus I Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014 berjumlah 206 orang. Sampel penelitian yang digunakan adalah 60 orang. Instrumen pokok yang dicari dalam penelitian ini adalah keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indonesia siswa. Data diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik parametrik. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan ditemukan hasil sebagai berikut, rerata Posttest kelompok eksperimen 80. 16 dan kelompok kontrol 70.63. Uji hipotesis dilakukan pada skor posttest dengan hasil yaitu: hasil thit (3,813) > ttab (2,000). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan berarti terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan media audio visual dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus I Tampaksiring Gianyar tahun pelajaran 2013/2014, maka dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan media audio visual dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran keterampilan membaca dalam mata pelajaran bahasa Indonesiadi Sekolah Dasar.Kata Kunci : CIRC, audio visual, keterampilan membaca The purpose of this study was to analyze the effect of implementation of Cooperative Learning Model Integrated Reading and Composition (CIRC) Audio Visual Media Assisted Reading Skills in the Subject Indonesian Students . This research is a quasi experimental study (quasi-experimental) study design with non - equivalent control group design . The study population was a fifth grade elementary school students overall group I Tampaksiring academic year 2013/2014 numbered 206 people. the samples used in this study was 60 people. Principal instrument is sought in this study is in the Reading Skills Lesson Indonesian students . The data obtained were analyzed using statistical analysis to test the hypothesis used parametrik.Untuk t-test analysis . Based on the results of tests performed found the following results , the mean posttest experimental group70.63 and the control group 80.16 . Hypothesis testing is performed on posttest scores with the results : the results of thit ( 3,813 ) > ttab ( 2,000 ). Based on the results of hypothesis testing are conducted means there are significant differences in the subjects of reading skills among the group of Indonesian students learning model that learned through Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) audio- visual media aided by a group of students that learned through conventional learning in class V cluster I Tampaksiring Gianyar academic year 2013/2014 , it can be recommended that the learning model Cooperative Integrated reading and Composition ( CIRC ) -assisted audio- visual media can be used as an alternative learning reading skills in Indonesian subjects in elementary school.keyword : CIRC, audio- visual, learning reading skills

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue