cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 21 DAUH PURI KECAMATAN DENPASAR BARAT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Anak Agung Ayu Nevi Yuli Yunita; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas V SDN 21 Dauh Puri. Jenis penelitian ini termasuk kategori penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) menggunakan desain penelitian “Nonequevalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas V yang ada di SDN 21 Dah Puri, sehingga menggunakan populasi studi. Untuk pengambilan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan pengacakan (random), yang dirandom adalah kelas bukan individu. Kelas VA sebagai kelompok kontrol dan kelas VB sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah masing-masing terdiri dari kelas VA sebanyak 31 orang siswa dan kelas VB sebanyak 34 orang siswa. Untuk mengumpulkan data tersebut diperlukan tes, yaitu tes hasil belajar IPA. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah uji-t. Analisis data menunjukkan bahwa terdapat terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat ditunjukkan bahwa thitung = 7,897 > ttabel = 2,000 dengan nilai rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen sebesar 83,32 sedangkan kelompok kontrol sebesar 77,42. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 21 Dauh Puri.Kata Kunci : model pembelajaran Group Investigation, hasil belajar. This study aims to determine significant differences in science learning outcomes of students who take the learning model of the Group Investigation aided cooperative media images with students who take conventional learning method in the fifth grade at SDN 21 Dauh Puri. This research was the category of quasi-experimental study (quasi-experimental) research design "Nonequevalent Control Group Design". The population in this research was that the entire the fifth grade students at SDN 21 Dauh Puri, so using the study population. To capture the experimental group and control group randomization (random), which is a class rather than individuals randomized. Class VA as a control group and an experimental group class VB as the number of each class consisting of as many as 31 students VA and VB class of 34 students. To collect the data necessary tests, namely the science achievement test. Analysis of the data used to test the hypothesis of this study was the t-test. Analysis of the data showed that there were significant differences in IPA learning outcomes of students who take learning cooperative model Group Investigation assisted with media images of students who take conventional learning method. It can be shown that t count = 7,897 > t table = 2.000 with an average value of science learning outcomes for the experimental group 83.32 while the control group was 77.42. So, it can be concluded that cooperative learning model Group Investigation aided drawing media influence on science learning outcomes fifth grade students of SDN 21 Dauh Puri.keyword : learning model Group Investigation, learning outcome.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA TEMA SEJARAH PERADABAN INDONESIA SISWA KELAS V SD NEGERI 14 PEDUNGAN ., Ida Ayu Dewi Saraswati; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7150

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keaktifan belajar melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio tema sejarah peradaban Indonesia siswa Kelas V SD Negeri 14 Pedungan Tahun Pelajaran 2015/2016 dan (2) meningkatkan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio pada tema sejarah peradaban Indonesia siswa Kelas V SD Negeri 14 Pedungan Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 14 Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan yang berjumlah 41 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan tes bentuk esai. Data hasil keaktifan dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai rata-rata hasil keaktifan belajar meningkat 9,32 dari 75,7 menjadi 85,02. (2) nilai rata-rata hasil penguasaan kompetensi pengetahuan IPA meningkat 8,97 dari 77,07 menjadi 86,04, dan ketuntasan klasikal hasil penguasaan kompetensi pengetahuan IPA meningkat 19,52% dari 75,60% menjadi 95,12% dari jumlah siswa 41. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan keaktifan dan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA tema sejarah peradaban Indonesia siswa kelas V SD Negeri 14 Pedungan.Kata Kunci : saintifik, asesmen portofolio, keaktifan, pengetahuan IPA. This classroom action research aims to (1) increasing the students participation in study through the application of scientific approach based on portfolio assessment based on the theme “Sejarah Peradaban Indonesia” at the Fifth Grade of Elementary School 14 Pedungan academic year 2015/2016 and (2) increasing competence mastery of natural science through the application of scientific approach based on portfolio assessment based on the theme “Sejarah Peradaban Indonesia” at the Fifth Grade of Elementary School 14 Pedungan academic year 2015/2016. The subjects in this study were fifth grade students of Public Elementary School 14 Pedungan - South Denpasar District totaling 41 people. Data collection methods used in this research are observation and test method. In the method of observation instruments used were observation sheet, whereas the test method used essay test instrument. Data were analyzed using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive. The results of this study shows that (1) an increase in the average value of the students participation by 9.32 from 75.7 to 85.02. (2) an increase in the average value of competence mastery of natural science by 8.97 from 77.07 to 86.04, and increase in classical completeness results of competence mastery of natural science by 19.52% of 75.60% to 95.12% of the overall number of students. Based on these results it can be concluded that the application of scientifically based approach to portfolio assessment can improve the students participation and competence mastery of natural science of students on the theme “Sejarah Peradaban Indonesia” at the Fifth Grade of Elementary School 14 Pedungan.keyword : scientific, portfolio assessment, students participation, natural science.
PENGARUH MODEL SFAE DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA ., Ni Putu Eka Ariyanti; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SFAE dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas IV di Gugus II Kecamatan Gianyar tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di Gugus II Kecamatan Gianyar tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 136 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner untuk mengukur motivasi belajar dan tes untuk mengukur pemahaman konsep. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SFAE dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. 2) terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi terhadap pemahaman konsep IPA siswa. 3) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi tinggi, terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SFAE dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. 4) Pada kelompok siswa yang memiliki motivasi rendah, tidak terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model SFAE dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran SFAE dan motivasi belajar berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa.Kata Kunci : Model SFAE, Pemahaman Konsep, Motivasi Belajar This study aimed to determine the difference of the understanding science concept between students who were taught by using SFAE teaching model and the students using conventional model in fourth grade students at Gugus II Gianyar District in the academic year 2013/2014. This research was categorized as quasi experimental. The research population was all students in grade IV which belong to Elementary School Gugus II Kecamatan Gianyar in academic year 2013/2014, the total population was 136 students. In collecting the data, the writer used questionnaire and test. The questionnaire used was to measure learning motivation and the test was used to the measure understanding of science concept. The data were analysed using an ANAVA two ways. The result of this research showed that : 1) there were the differences understanding of science concept that significant between the students that taught by SFAE learning model and those that were taught by conventional learning model. 2) there were interaction between learning model and motivation through understanding science concept. 3) In the students which were in high motivation group, there were differences understanding of science concept between the students taught by SFAE learning model and those taught by conventional learning model. 4) The students which were in low motivation group, there were differences between the students taught by SFAE learning model and those taught with conventional learning model. In this research SFAE learning model and study motivation can be considered significant in understanding of science concept.keyword : SFAE models, understanding of science concepts, study motivation
ANALISIS PERTANYAAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASAR DI GUGUS VI KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2015/2016 ., Ni Luh Sri Yogi Utami; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pertanyaan guru tingkat dasar dan pertanyaan guru tingkat lanjut guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV Gugus VI Kecamatan Buleleng Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Populasi penelitian ini adalah guru yang mengajar Bahasa Indonesia di kelas IV SD Gugus VI Kecamatan Buleleng. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 3 orang guru. Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposive Samlpling. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan guru tingkat dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN 2 Kampung Baru memperoleh skor 36 tergolong kategori sangat tinggi, SDN 3 Kampung Baru memperoleh skor 35 tergolong kategori sangat tinggi, dan SDN 7 Kampung Baru memperoleh skor 41 tergolong kategori sangat tinggi. Meskipun demikian, pada masing-masing indikator pertanyaan guru tingkat dasar diperoleh analisis yang berbeda. Hasil penelitian pertanyaan guru tingkat secara umum berada pada kategori yang berbeda-beda. SDN 2 Kampung Baru memperoleh skor 17 tergolong kategori sangat rendah. SDN 3 Kampung Baru memperoleh skor 44 tergolong kategori sangat tinggi. SDN 7 Kampung Baru memperoleh skor 53 tergolong kategori sangat tinggi. Kata Kunci : pertanyaan guru tingkat dasar, pertanyaan guru tingkat lanjut This study aims to examine the question of teachers in basic and advanced teacher's question in learning Indonesian teachers in class IV Cluster VI Buleleng Didtrict in Academic Year 2015/2016. This research used qualitative research design. The population of this study was a teacher who teaches Indonesian at fourth grade Cluster VI Buleleng district. The sample used in this study consists of 3 teachers. The sampling technique used was purposive Samlpling. Methods of data collection used was observational methods. Data collected were analyzed by using descriptive analysis. Result of this research indicates that basic level teacher's question in learning Indonesian in grade IV SDN 2 Kampung Baru attained a score of 36 and it belongs to very high category, Kampung Baru SDN 3 attained a score of 35 and it belongs to very high category, and SDN 7 Kampung Baru attained a score of 41 classified as very high category. Nevertheless, the respective indicator of a teacher's question basic level of analysis is different. The results of the research questions in general level teachers are in different categories. SDN 2 Kampung Baru attained a score of 17 belong to very low category. Kampung Baru SDN 3 attained a score of 44 classified as very high category. SDN 7 Kampung Baru attained a score of 53 classified as very high category.keyword : the question of teachers in basic, the question of teachers in advanced
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PKn KELAS V SD NEGERI 3 SEBATU GIANYAR Sawitri, Ni Putu Eka
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.640

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan keaktifan belajar PKn melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar PKn melalui pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas V SD Negeri 3 Sebatu Gianyar tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 14 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Siklus I terdiri atas 2 pertemuan dan siklus II terdiri atas 2 pertemuan. Setiap pertemuannya secara berdaur mulai perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data keaktifan belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif  kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar PKn pada siswa kelas V di SD Negeri 3 Sebatu Gianyar tahun pelajaran 2012/2013. Peningkatan keaktifan tersebut ditunjukkan pada siklus II yakni keaktifan mencapai kriteria aktif, hasil belajar pada kriteria tinggi dan mencapai ketuntasan 85,71% sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada semua guru kelas di sekolah dasar tempat penelitian hendaknya menerapkan pendekatan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran PKn.   Kata Kunci : Model Pembelajaran Kontekstual, Keaktifan Belajar PKn  dan Hasil Belajar PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Ni Made Widya Paramita; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran think pair share dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester II Gugus I Airlangga Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus I Airlangga Kecamatan Mendoyo dengan jumlah seluruh siswa kelas V adalah 183 siswa. Melalui teknik random sampling ditetapkan sampel pada penelitian adalah kelas V di SD Negeri 1 Mendoyo Dangin Tukad sebagai kelompok eksperimen dan kelas V di SD Negeri 2 Pohsanten sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran think pair share dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari kelompok eksperimen (23,65) > kelompok kontrol (19,86). Hasil perhitungan pada uji-t, thitung (3,68) > ttabel (2,010), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, model pembelajaran think pair share berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V.Kata Kunci : hasil belajar, IPS, think pair share This study aimed at determining the significant differences in IPS learning outcomes between groups of students who were taught by using the model of think pair share and group of students who were taught by using conventional learning model in V grade students Semester II Airlangga Group I Mendoyo District, Jembrana District Lesson Year 2016 / 2017. This research is a quasi experiment research. The population in this study is the students of V grade SD Gugus I Airlangga Mendoyo District with the total number of students of class V is 183 students. Through the random sampling technique, the sample was determined in the research was class V in SD Negeri 1 Mendoyo Dangin Tukad as experimental group and class V in SD Negeri 2 Pohsanten as control group. The instrument used in this study is the test of learning outcomes. The data obtained were analyzed in two stages, namely by descriptive analysis and inferential analysis (t-test). The results of this study indicate that there are significant differences in students IPS learning outcomes between groups of students who were taught by using the think pair share model and the group of students who were taught using conventional learning model. This is shown from the experimental group (23,65)> control group (19,86). The calculation results on t-test, tcount (3.68)> table (2.010), so H0 is rejected and H1 accepted. Thus, the learning model of think pair share has an effect on the learning result of IPS student of class V.keyword : learning outcomes, IPS, think pair share
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SISWA KELAS III ., Ni Luh Putu Diana Eka Putri; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan saintifik pada siswa kelas III SD N 2 Sangsit, 2) peningkatan hasil belajar IPA dengan menggunakan pendekatan saintifik pada siswa kelas III SD N 2 Sangsit. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III SD N 2 Sangsit pada tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 20 orang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan-tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kuesioner dan metode tes. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) terjadi peningkatan persentase rata-rata motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA secara klasikal sebesar 7,06% dari rata-rata 140,40 dengan persentase tingkat motivasi secara klasikal sebesar 80,23% dengan kategori baik pada siklus I menjadi rata-rata 152,75 dengan persentase tingkat motivasi secara klasikal sebesar 87,29% dengan kategori baik pada siklus II, 2) terjadi peningkatan persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa sebesar 10% dari rata-rata 15,75 dengan persentase hasil belajar IPA secara klasikal sebesar 78,75% dengan kategori cukup pada siklus I menjadi rata-rata 17,75 dengan persentase hasil belajar IPA secara klasikal sebesar 88,75% dengan kategori baik pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pendekatan saintifik dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA pada siswa kelas III SD N 2 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Motivasi, hasil belajar. This research aims to find out: 1) increased learning motivation of students in learning the IPA using scientific approaches in the grade III SD N 2 Sangsit, 2) improved learning results using a scientific approach to the IPA in the grade III SD N 2 Sangsit. The subject of this research is the grade III SD N 2 Sangsit in 2014/2015 lessons totalling 20 people. This research is a research class action carried out in 2 cycles. Each cycle consists of the stages of activity i.e. planning, action, observation/evaluation, and reflection. The data collection method used is the method of questionnaire and test methods. Further data obtained were analyzed with descriptive statistics analysis method and a quantitative descriptive analysis method. The research results showed that 1) an increase in the average percentage of learning motivation of students in learning the IPA in classical amounted to 7.06% of average with percentages 140,40 motivation levels in classical amounted 80,23% with the good category in cycle I became 152,75 with the average percentage of the level of motivation are classical space of 87,29% with the good category in cycle II, 2) an increase in the percentage of the average of the results of learning IPA students by 10% from the average of 15.75 with percentage results learn IPA in classical of 78,75% with enough category on cycle I became an average of 17,75 with percentage results learn IPA in classical of 88.75% by category at both the cycle II. Based on the results of the study it can be concluded that by applying scientific approaches can enhance motivation and results learning IPA on grade III SD N 2 Sangsit Subdistrict of Sawan Buleleng regency lesson year 2014/2015.keyword : Scientific Approach, motivation, learning outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD I G. A. Tri Agustiana, I Pt Eka Aryawan, Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1384

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran TPS berbasis kearifan lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V Gugus I Kartini Kecamatan Kubutambahan. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan  desain posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah semua SD yang ada di Gugus I Kartini Kecamatan Kubutambahan khusunya siswa kelas V yang berjumlah 113 orang, sedangkan sampel penelitian adalah SDN 8 Kubutambahan dan SDN 1 Bukti sebanyak 49 orang yang diambil secara random. Data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan  uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran TPS berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD Gugus I Kartini Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 13,86>ttabel 2,021. Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS berbasis kearifan lokal yaitu 17,56 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional yaitu 13,68 yang berada pada kategori sedang. Hal itu berarti model pembelajaran TPS berbasis kearifan lokal menunjukan hasil belajar yang lebih baik daripada model konvensional.   Kata-kata kunci :  model think pair share, kearifan lokal, hasil  belajar
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Dean Putra Adoe; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7452

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa ketika diterapkan pembelajaran Quantum Teaching dan (2) untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa kelas V semester II SD Negeri 3 Penarukan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran 2015/2016 setelah penerapan pembelajaran Quantum Teaching. Jenis penelitian ini adalah PTK (penelitian tindakan kelas) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V semester II SD Negeri 3 Penarukan tahun pelajaran 2015/2016 Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng yang berjumlah 37 orang siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observasi dan (2) tes. Data yang didapatkan dari metode observasi dan tes selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas V semester II SD Negeri 3 Penarukan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran 2015/2016. Pada siklus I, rata-rata persen keaktifan siswa sebesar 73,2% yang berada pada kategori cukup aktif dan rata-rata persen tingkat hasil belajar sebesar 70,4% yang berada pada kategori sedang. Pada siklus II, rata-rata persen keaktifan siswa sebesar 79% yang berada pada kategori cukup aktif dan rata-rata persen tingkat hasil belajar IPS siswa sebesar 83% yang berada pada kategori tinggi.Kata Kunci : Quantum Teaching, keaktifan, hasil belajar IPS The study aimed at finding out (1) the improvement of the leaners’ active participation when Quantum Teaching was implemented, and (2) the achievement of the learners in learning social science at class V of Elementary School No. 3 Penarukan, Buleleng sub-district during 2015/2016 after the implementation of Quantum Teaching. The study was designed based on a classroom action research conducted in two sucssesive cycles. The subjects of the study consisted of 37 students at class V semester II of Elementary School No. 3 Penarukan, Buleleng sub-district, Buleleng regency. The data were collected by using observation and testing method. The analysis of the data was conducted descriptive quantitatively. The results of the study indicated that the implementation of Quantum Teaching could improve the learners’ active participation and their achievement in learning social science at class V semester II Elementary School No.3 Penarukan, Buleleng sub-district in Buleleng Regency during 2015/2016. During the first cycle the learners’ active participation was about 73.2% in a position of fairly active category, while their achievement was about 70.4% in the position of sufficient category. On the second cyclce the learners’ active participation was about 79% in the position of fairly active, while their achievement in learning social science was about 83% in a position of high category.keyword : Quantum Teaching, active participation, social science achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS DENGAN TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS IV ., I Putu Giri Yuda Putra; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2546

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Kancing Gemerincing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV Semester 1 Gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan non-equivalent post-test only control group desain. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV di gugus XV Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Sampel dipilih sebanyak dua sekolah dari delapan sekolah dengan menggunakan teknik “random sampling”. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Kancing Gemerincing dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh adanya pencapaian nilai siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar berdasarkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Teknik Kancing Gemerincing yang tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 15,9 sedangkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi dengan rata-rata 12,06.Kata Kunci : model pembelajaran tsts, teknik kancing gemerincing, hasil belajar Research was conducted to determine differences in outcome between groups of students learn civic education that learned using learning cooperative model two stay two stray with talking chips technique with students that learned using conventional learning models in grade IV Semester 1 Group cluster XV Buleleng Distric Buleleng Regency Academic Year 2013/2014. The research was quasi-experimental research design using non-equivalent post-test only control group design. Subjects of this research are fourth grade students in the group cluster XV Buleleng distric Buleleng regency. Samples were selected as two schools from eight schools by using the technique of "random sampling". The research data collected using test methods, namely multiple choice test. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The results showed that there were significant differences between students, civic education learning outcomes that learned using learning cooperative model two stay two stray with talking chips technique devided with students that learned using conventional learning models. This is demonstrated by the average achievement of the students that learned using learning cooperative model two stay two stray with talking chips technique is classified as very high with an average of 15.9, while the students that learned using conventional learning model is high with an average of 12.06.keyword : cooperative model tsts, talking chips technique, learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue