cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TEMA EKOSISTEM ., Asri Anggrayanthi; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model discovery learning berbantuan media lingkungan siswa kelas VB SDN 12 Padangsambian tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VB SDN 12 Padangsambian yang berjumlah 39 siswa, terdiri dari 17 siswa perempuan dan 22 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes untuk mengukur kompetensi pengetahuan dan metode observasi untuk kompetensi keterampilan IPA dan kompetensi sikap dalam belajar IPA. Data hasil belajar IPA dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan ketuntasan klaksikal kompetensi pengetahuan IPA dari 43,58% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II dengan kata lain terjadi peningkatan 41,03%. Hasil penelitian kompetensi keterampilan menunjukkan adanya peningkatan kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi keterampilan IPA. Kemudian, secara umum data hasil belajar kompetensi sikap dalam belajar IPA menunjukkan seluruh siswa memiliki sikap yang baik dan bertambahnya kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi sikap dalam belajar IPA. Peningkatan hasil belajar IPA terjadi dari pra siklus ke siklus I maupun dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model discovery learning berbantuan media lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VB SDN 12 Padangsambian.Kata Kunci : Hasil belajar IPA, media lingkungan, model discovery learning This research aims to improve the learning outcomes of natural science through the application of the discovery learning, media-assisted environment model, on students of VB grade of Padangsambian primary school 12 of the academic school year 2015/2016. This research is done in the whole classroom and is conducted in two cycles.Each cyle consists out of four stages;planning, implementation, observation, and reflection. The student of grade VB of Padangsambian primary school 12 are the research subjects, and totals a sum of 39 students. The students can be devided into 17 students which are female and 22 student who are male. Data collection in done with a test method to measure the competence of knowledge of the students and an observation method for natural science competency skills and attitude in competencies in learning natural science. The data results of learning natural science were analyzed using descriptive qualitative methods. The results showed an increase in naturals science knowledge competency of the whole class from 43,58% in the first cycle, to 84,61% in the second cycle. In other words san increase of 41,03%. Research results shows that the skliis competencies of the students increase and that more students meet the indocator if natural science skill competency indicator. Then, the general data results of learning natural science competencies shows that all the students have the good attitude, and that there is an increase in numbers of students who meet the competency indicator in learning natural science. Increase in outcomes learning natural science occurs from the pre-cycle to cycle I, and from the first cycle to the second cycle. Based on the results of data analysis it can be concluded that trough the application of the discovery learning, media assisted environment model can improve the learning outcome in natural science of VB grade students of Padangsambian primary school 12.keyword : Learning outcomes natural science, Media environment, Discovery learning model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STM (SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG ., I Wayan Simpen Kresna; ., Drs. Made Sumantri; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test 0nly control group design. Siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 146 siswa dijadikan populasi dalam penelitian ini. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 68 orang siswa. Teknik pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut statistik inferensial, digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh ( > ) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) yaitu 24,47 berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 19,70 berada pada kategori cukup. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata Kunci : model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat), model pembelajaran konvensional dan hasil belajar IPA. ABSTRACT This study aimed to determine differences in science learning outcomes between group of students who take learning model STM ( Science Technology Society ) and a group of students who take conventional learning model. The study was quasi-experimental study (quasi-experiment) with post-test design 0nly control group design. Fourth grade students in Cluster VIII Buleleng district, Buleleng regency academic year 2012/2013 with a population of 146 students used in this study population. Samples collected by random sampling, amounting to 68 students. Learning outcomes data collection technique is done by using a multiple-choice test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. As a follow-up to inferential statistics, t- test was used to test for differences in student learning outcomes. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who take learning model STM (Science Technology Society) and a group of students who take conventional learning model. This is indicated by ( > ) and is supported by differences in the average score obtained by the students who take learning model STM (Science Technology Society) is 24.47 in the category of good and students learn using conventional learning model that are 19.70 in enough category . Based on these findings, it was concluded that the learning model STM (Science Technology Society) effect on student learning outcomes in teaching science in the fourth grade cluster VIII Buleleng District, Buleleng District Academic Year 2012/2013 . keyword : learning models of STM (Science Technology Society), the conventional model of learning and learning outcomes IPA.
STUDI EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI CONTEXT, INPUT, PROCESS, DAN PRODUCT (CIPP) PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI WILAYAH PINGGIRAN KABUPATEN BADUNG ., Ni Luh Karnita Dewi; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang efektivitas implementasi kurikulum 2013 pada sekolah dasar negeri di wilayah pinggiran Kabupaten Badung ditinjau dari konteks, input, proses, dan produk. Penelitian ini termasuk jenis penelitian evaluatif dengan mengadopsi model evaluasi CIPP. Populasi penelitian ini adalah seluruh sekolah dasar negeri di wilayah pinggiran Kabupaten Badung yang mengimplementasikan kurikulum 2013. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, quota sampling, dan simple random sampling. Sampel penelitian berjumlah 33 orang, yakni 11 orang kepala sekolah, 11 orang guru kelas I, dan 11 orang guru kelas IV. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner atau angket. Data dianalisis dengan mengubah skor variabel konteks, input, proses, dan produk ke dalam bentuk T-skor kemudian dikonversikan dengan kuadran Glickman. Hasil penelitian menunjukkan (1) variabel konteks persentase F+ = 45,45% dan F– = 54,55% menunjukkan hasil kurang efektif, (2) variabel input persentase F+ = 39,39% dan F– = 60,61% menunjukkan hasil kurang efektif, (3) variabel proses persentase F+ = 51,52% dan F– = 48,48% menunjukkan hasil efektif, (4) variabel produk persentase F+ = 45,45% dan F– = 54,55% menunjukkan hasil kurang efektif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa variabel CIPP termasuk kuadran III (– – + –) pada kuadran Glickman, sehingga implementasi kurikulum 2013 pada sekolah dasar negeri di wilayah pinggiran Kabupaten Badung adalah kurang efektif.Kata Kunci : studi evaluasi, implementasi kurikulum 2013, model CIPP This research purpose is to describe the effectiveness of the implementation of the 2013 curriculum at public elementary school in the suburb of Badung regency in terms of context, input, process, and product. This research includes evaluative research by adopting the CIPP evaluation model. The population of this research is all public elementary school in the suburb of Badung regency which implemented the 2013 curriculum. The sample is determined by using purposive sampling, quota sampling, and simple random sampling. These samples included 33 people, ie, 11 principals, 11 first grade teachers, and 11 fourth grade teachers. The methods of data collection in this study by using a questionnaire. The data were analyzed by changing the context, input, process, and products variables score in the form of T-score then converted by Glickman quadrant. The results showed (1) the percentage of context variables F + = 45.45% and F– = 54.55% showed less effective results, (2) the percentage of input variables F + = 39.39% and F– = 60.61% showing results less effective, (3) the percentage of the process variable F + = 51.52% and F– = 48.48% showed effective results, (4) the percentage of the product variable F + = 45.45% and F– = 54.55% shows the results less effective. Based on the research results, it can be concluded that the variable CIPP including quadrant III (- - + -) in quadrant Glickman, so the implementation of the 2013 curriculum at public elementary school in the suburb of Badung regency is less effective.keyword : evaluation study, implementation of 2013 curriculum, CIPP model
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Ni Luh Diah Noviyanti; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Snowball Throwing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada kelas IV Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Sampel penelitian yaitu kelas IV SDN 2 Banyuning dan SDN 8 Banyuning berjumlah 69 orang. Data skor hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrument berbentuk tes pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Konvensional. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 18,42 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok kontrol sebesar 14,17. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata skor berdasarkan hasil perhitungan uji-t, diperoleh thitung = 4,12 dengan taraf signifikan 5% diperoleh ttabel = 2,000. dapat ditarik kesimpulan bahwa, thitung > ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Snowball Throwing, Hasil Belajar IPA This study aimed at determining the significant differences of science lesson outcomes between group of students who were taught by using Cooperative Learning Model with Snowball Throwing type with group of students who were taught by Conventional Learning Model in 4 grade students of SDN 2 Banyuning in Buleleng District in academic year 2016/2017. This research was quasi experiment and use non-equivalent post-test only control group design. The sample of this research were IV grade students at SDN 2 Banyuning and SDN 8 Banyuning with total number 69 students. The data of science lesson outcomes were collected by using instrument in the form of multiple choice test. The data were analysed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (t-test). The result of this study showed that there were significant differences of learning outcomes between the students who were taught by Cooperative Learning Model with Snowball Throwing type and the students who were taught by Conventional Learning Model. The comparison of average score calculation of science lesson outcomes of experiment group was 18,42. This result was bigger than the average score of science control result of control group which was equal to 14,17. The comparison of average outcomes score calculation was based on the result of t-test calculation. It was obtained thitung = 4,12 with 5% significant level and obtained ttabel = 2,000. It can be concluded that, thit>ttabel, therefore, H0 was rejected and H1 was accepted. The existence of significant differences indicated that learning using Cooperative Learning Model with Snowball Throwing type influenced the students` learning outcomes compared with using Conventional Leaning Model.keyword : Snowball Throwing, Science Lesson Outcomes
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NO 1 CEMPAGA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Nyoman Jampel, I Pt. Agus Hendra P.,Desak Putu Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1197

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa melalui penerapan metode eksperimen berbantuan media gambar dalam pembelajaran IPA siswa kelas IV semester II SD Negeri 1 Cempaga tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Rancangan untuk tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester II  SD Negeri 1 Cempaga tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri dari 34 siswa. Metode pengumpulan data adalah dengan menggunakan metode tes, sedangkan metode analisis adalah dengan  menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dikonversikan dengan PAP skala 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan metode eksperimen secara efektif dan efesien, ternyata ada peningkatan hasil belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa kelas IV Sekolah Dasar No. 1 Cempaga semester II. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil belajar siklus I 69,82 % menjadi 80,44 % pada siklus II. Jadi dengan 2 siklus diperoleh peningkatan sebanyak 10,62 % dan mengalami peningkatan dari katagori sedang menjadi tinggi. Kata-kata kunci: Metode eksperimen, Media Gambar, dan hasil belajar IPA
PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL YANG BERBASIS TUTOR SEBAYA BERBANTUAN BAHAN AJAR TEHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS 8 ABIANSEMAL BADUNG TAHUN AJARAN 2013 / 2014 ., I Wayan Edy Sumartana; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang melaksanakan pembelajaran kontekstual yang berbasis tutor sebaya dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD gugus 8 Abiansemal Badung tahun ajaran 2013 / 2014. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sekolah Gugus 8 Abiansemal Badung tahun ajaran 2013 / 2014. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui teknik observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji t. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kontekstual yang berbasis tutor sebaya lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan konvensional (81,62>76,23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang melaksanakan pembelajaran kontekstual yang berbasis tutor sebaya dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran konvensional dengan thitung = 4,769 ; ttabel = 2,00 ini berarti t hitung > t tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual yang berbasis tutor sebaya berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD gugus 8 Abiansemal Badung tahun ajaran 2013 /2014. Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, tutor sebaya, hasil belajar. This research aimed at finding the the diference in Social (IPS) learning achievement between students which were taught by contextual learning based equal tutor with those who were taught by conventional instruction of the fifth grade of elementay students group 8 in Abiansemal – Badung Regency in academic year 2013/2014. This reasearch is a quasy experiment using non equivalent control group design. The population in this group is all the group 8 schools in Abiansemal – Badung regency in academic year 2013/2014. Sample was taken randomly bu using the simple random sampling technique. The data gained is the result of social learaning achievement which is the cognitive and affective scores are put together. Cognitive score is collected by using learning acahievement test in mulltiple choice type test while the affective score is collected by using observation technique based on the developed character. Then, the data was analysed by using T- test. The mean score of the social learning achievement gained by students which were taught by using contextual instruction based equal tutor is higher than those taught by using conventional instruction (81,62>76,23). The research’s esult shows that there is a significant difference of students’ social learning achievement between those who were taught by contextual instruction based equal tutor with those taught by conventional instruction with the T count = 4,769, T table = 2,00 which means that the T count is higher than T table Therefore, it can be concluded that the contextual instruction which based on equal tutorinfluence significantly to the elementary students’ social learning achievement of the fifth grade in group 8 Abiansemal – Badung in acadeamic year 2013/2014 keyword : contextual instruction, equal (age) tutor, learning achievement
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN PENGUASAAN KOMPETENSI KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS IVB SDN 5 SUMERTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ida Ayu Ketut Juliastini; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7182

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan kompetensi keterampilan menulis kelas IVB dengan penerapan pendekatan saintifik berbantuan media gambar di SDN 5 Sumerta Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB SDN 5 Sumerta tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes yaitu tes tulis. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan metode statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase rata-rata kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IVB sebesar 16,44%. Pada siklus I persentase rata-rata kemampuan berpikir kreatif sebesar 65,06% sedangkan pada siklus II mencapai 81,50%. Sedangkan untuk peningkatan persentase rata-rata penguasaan kompetensi keterampilan menulis siswa kelas IVB sebesar 19,07%. Pada siklus I persentase rata-rata penguasaan kompetensi keterampilan menulis sebesar 67,1% sedangkan pada siklus II mencapai 86,17%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbantuan media gambar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan penguasaan kompetensi keterampilan menulis siswa kelas IVB. Oleh karena itu, disarankan kepada guru kelas IVB di SDN 5 Sumerta agar mempertimbangkan pendeketan saintifik berbantuan media gambar sebagai salah satu alternatif dalam membelajarkan siswa.Kata Kunci : pendekatan saintifik, berpikir kreatif, keterampilan menulis This study is purposed to find out the improvement of creative thinking skill and the mastery of writing skill competency of IVB class by applying scientific approach helped by picture as media in SDN 5 Sumerta Academic Year 2015/2016. This study is a classroom action research which is conducted in two cycles. The subject of this study are the students of IVB class in SDN 5 Sumerta academic year 2015/2016 that consist of 30 students. The data collection in this study is derived from a written test. Obtained data then analyzwd by descriptive statistic method and descriptive quantitative analysis. The result shows that is an improvement on the average percentage of students creative thinking in IVB about 16,44%. At the first cycle, the average percentage of creative thinking is about 65,06% while in the second cycle reaches 81,50%. Meanwhile, for the raising average percentage of creative thinking skill and the writing skill of the students is 19,07%. In the first cycle the average percentage of mastery writing competency skill is 67,1% while in second cycle reaches 86,17%. Based on the study it can be concluded that the application of scientific approach helped by picture as media is able to make an improvement of the creative thinking skill and the mastery of writing skill competency of students in IVB class. Thus, it is suggested for the teacher in IVB class of SDN 5 Sumerta to consider scientific approach as one of the alternative ways in students learning.keyword : scientific approach, creative thinking, writing skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS IV SD ., Ni Luh Putu Dani Susanti; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri Gugus Untung Surapati Denpasar Timur Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalen control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Untung Surapati yang terdiri dari 229 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 76 siswa , 37 siswa kelas IV SDN 9 Sumerta sebagai kelompok eksperimen dan sebanyak 39 siswa kelas IV SDN 6 Sumerta sebagai kelas kontrol. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dilakukan dengan metode tes dan instrument yang digunakan adalah berupa tes objektif pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Rata-rata hasil kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw lebih tinggi dengan rata-rata 80,91 dibandingkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dengan rata-rata 74,34.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional dengan t hitung = 3,38 ; dk 74 ; signifikan 5% ; t tabel = 2,000 sehingga t hitung = 3,38 > t tabel = 2,000. Hal ini berarti h0 ditolak dan ha diterima.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siswa kelas IV SD di Gugus Untung Surapati.Kata Kunci : model pembelajaran jigsaw, penguasaan kompetensi pengetahuan IPS This study aims to determine the significant effect of mastering the competence of IPS knowledge between groups of students who are taught by Jigsaw Type Cooperative Learning Model with groups of students who are taught through conventional learning in fourth grade students of State Elementary School Untung Surapati East Denpasar School Year 2016/2017. This research is a quasi-experimental research with non-equivalent design group design. The population of this research is all the fourth grade students of SD Negeri in Surung Untung Surapati East Denpasar consisting of 229 students. The sample in this research are 76 students, 37 students of grade IV SDN 9 Sumerta as experiment group and as many as 39 students of grade IV SDN 6 Sumerta as control class. The determination of experimental group and control group using random sampling technique. The data collected on the competence of IPS knowledge is done by using test method and the instrument used is in the form of ordinary double choice objective test. Data were analyzed using t-test. The average result of IPS knowledge competence of students who are taught using Jigsaw Type Cooperative Learning Model is higher with an average of 80.91 compared to students who were taught by conventional learning with an average of 74.34. The results showed that there were significant differences in competency Knowledge of IPS between groups of students who were taught by Jigsaw Type Cooperative Learning Model with groups of students who were taught through conventional learning with thitung = 3.38; Dk 74; 5% significance; ttable = 2,000 so thitung = 3.38> ttable = 2,000. This means h0 rejected and ha accepted. Thus it can be concluded that Jigsaw Type Cooperative Learning Model influences the mastery of IPS knowledge competence in fourth grade students of SD in Untung Surapati Cluster. keyword : jigsaw learning model, mastery of IPS knowledge competence
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN ., Made Yanthi Sudarmi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2013/2014 di SD no. 1 Seririt Kabupaten Buleleng melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Subjek penelitian ini adalah 42 orang siswa kelas IV semester II tahun pelajaran 2013/2014 di SD no. 1 Seririt. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pemberian tes untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) ternyata: (1) nilai rata-rata hasil belajar dari pra siklus sebesar 64,36, siklus I sebesar 74, dan siklus II sebesar 84. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terjadi peningkatan hasil belajar siswa dari pra siklus sampai siklus II sebesar 14,21 poin yang berada pada kategori kurang. (2) nilai KKM pada pra siklus sebesar 59,52%, siklus I sebesar 78,57%, dan siklus II sebesar 100%. Berdasarkan hasil yang diperoleh terjadi peningkatan dari pra siklus sampai siklus II sebesar 32 poin yang berada pada kategori baik. Kata Kunci : Teams Games Tournament, hasil belajar This study aims to improve student learning outcomes Fourth grade second semester of academic year 2013/2014 in SD no. 1 Seririt Buleleng through the implementation of cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT). The subjects were 42 fourth grade students of the second semester of academic year 2013/2014 in SD no. 1 Seririt. Data collection methods used in this study is a method of giving tests to collect data about student learning outcomes. The results showed that the application of cooperative learning Teams Games Tournament (TGT) turned out: (1) the average value of the learning outcomes of 64.36 pre-cycle, the first cycle of 74, and a second cycle of 84. Based on the results obtained, there improving student learning outcomes of pre-cycle to the second cycle of 14.21 points in the category of less. (2) the KKM on pre-cycle by 59.52%, 78.57% for the first cycle and second cycle of 100%. Based on the results obtained by an increase of pre-cycle to the second cycle of 32 points that are in either category.keyword : Teams Games Tournament, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERORIENTASI KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN TEJAKULA I Wyn. Widiana, I Gd. Nova Kusmayuda, I Wyn. Sudiana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.838

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI (Somatic Auditory Visual Intellectual) berorientasi keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus V Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Tejakula yang berjumlah 5 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 2 Pacung yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SD N 1 Julah yang berjumlah 23 orang, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda yang berjumlah 35 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,67 dan ttabel (pada taraf signifikasi 5%) = 2,02. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI berorientasi keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 26,35 dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 23,30. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berorientasi keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus V Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.   Kata kunci: SAVI, keterampilan proses, hasil belajar

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue