cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS IV ., I Ketut Sudha; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Populasi penelitian siswa kelas IV SD Gugus XIV Pemaron tahun pelajaran 2015 – 2016, Sampel penelitian berjumlah 80 orang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Rancangan eksperimen dilakukan dengan Post Test Only Control Group Design.Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner untuk variabel motivasi berprestsai dan tes untuk variabel hasil belajar IPS.Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dua jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang tidak mendapat perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran TGT, (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS, (3) pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi, terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang tidak mendapat perlakuan model TGT, dan (4) pada siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan siswa yang tidak mendapat perlakuan model TGT.Kata Kunci : hasil belajar IPS, model TGT, motivasi berprestasi. This This research aims to investigate and analyze the effect of TGT cooperative learning model and learning motivation toward social sciences learning achievement. Population in this research was the entire four grade fourteen students in Pemaron cluster academic year 2015-2016. Sample consisted of eighty students was selected using random sampling technique. This research used the Post test Only Control Group design. Data were collected using learning motivation questionnaire and IPS learning achievement test. Data gathered were analyzed using Two-Way ANOVA. The results show that: ( 1 ) there is a difference between the results of social studies teaching students treated with cooperative learning model TGT with students who did not receive treatment study with TGT learning model, there is an interaction effect between models of learning and achievement motivation on learning outcomes social sciences, ( 3 ) the students who have high achievement motivation , there are differences between the students' learning outcomes social sciences students who receive treatment TGT cooperative learning model with students who did not receive treatment TGT model ,and ( 4 ) the students who have low achievement motivation, there are differences between the students' learning outcomessocial sciencesstudents who receive treatment TGT cooperative learning model with students who did not receive treatment TGT model .keyword : TGT model,and learning social result, achievement motivation
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas IV SD Gugus 1 Dalung Tahun Ajaran 2016/2017. ., Luh Pt Dian Krisna Anggreni; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media audio visual dan siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus 1 Dalung Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus 1 Dalung dengan jumlah populasi 463 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 1 Dalung sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SDN 2 Dalung sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 32 siswa pada kelompok ekperimen dan 32 orang siswa pada kelompok kontrol. Data tentang penguasaan kompetensi pengetahuan IPS di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Tes penguasaan kompetensi pengetahuan IPS diberikan pada saat post test secara tertulis. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t.hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis uji-t dapat diketahui terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media audio visual dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional (thit = 4,91 > ttabel = 2,00) dengan dk = 62 dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw bebantuan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus 1 Dalung Tahun Ajaran 2016/2017. Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw , audio visual, kompetensi pengetahuan IPS This study aims to determine the significant diffey ences in the competence of know ledge of students who learned through cooperative learning model of jigsaw type that assisted with audio visual media and the students who learned through conventional learning model of fourth grade students of SDN Gugus 1 Dalung in Academic Year 2016/2017. This type of this research is quasi experiment. The design of this study is using “Nonequivalent Control Group Design”. The populations of this study were all students of fourth grade of SDN Gugus 1 Dalung with the total populations was 436 students. The samples was taken by random sampling technique. The samples in this study were fourth grade students of SDN 1 Dalung as experimental class and the fourth grade student of SDN 2 Dalung as control class with the total of each group was 32 students in experiment group and 32 students in control group. The data about mastering the competence of IPS knowledge in the experimental as well as in the control class were collected by instruments in the form of multiple choice test. IPS knowledge competency mastering test is given in the post test in writing. Then the data were analyzed by using t-test. The result showed that based on t-test analysis can be seen there are significant differences in the competence of IPS knowledge of students who are taught by by cooperative learning model of jigsaw type that assisted with audio visual media with students who get conventional learning model (thit = 4,91 > ttabel = 2,00) with dk = 62 and 5% significance level. So it can be conclude that the model of cooperative learning of Jigsaw type that assisted with audio visual media that has significant in fluence on the competence of IPS knowledge of fourth grade students of SDN Gugus 1 Dalung in Academis Year 2016/2017.keyword : Model of Jigsaw Type, Audio Visual , IPS Knowledge Competence.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPA Siswa Kelas V ., Ni Wayan Sri Widyantari; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis proyek, (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelompok kontrol yang belajar dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis proyek dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA di kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 132 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa SD No. 2 Penglatan sebanyak 38 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa SD No. 2 Alasangker sebanyak 40 orang sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen berada pada kategori tinggi; (2) kemampuan berpikir kritis siswa kelompok kontrol berada pada katagori sedang; (3) terdapat berbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : pembelajaran berbasis proyek, berpikir kritis This study was aimed to (1) describe an ability of critical thinking of students from experimental group who were treated by project based learning model, (2) describe an ability of critical thinking of students from control group who were treated by conventional technique (3) to know a significant different of ability of critical thinking between students who were treated by project based learning model and students who were treated by conventional technique in natural science course in the fifth grade of elementary school in Gugus IV Buleleng district. This research was a quasi experimental research with using non-equivalent post test only of control group design. The population of this research was all students of fifth grade elementary school in Gugus IV Buleleng district in academic year 2014/2015 who involved 132 people. The sample of this research was determined through random sampling technique and chosen 38 people as experimental group and 40 students of SD No. 2 Alasangker as control group. The data of critical thinking ability of students was collected by using essay and analyzed through using descriptive analysis and inferential statistic (T-test). The result of this study showed that: (1) an ability of critical thinking of students from experimental group was in the high category; (2) an ability of critical thinking of students from control group was in the middle category; (3) there was a significant different of critical thinking between group of students who were treated by project based learning model and group of students who were treated by conventional technique. It can be concluded that the project-based learning model a significant effect on students' critical thinking skills in science subjects compared to conventional learning model.keyword : project based learning, critical thinking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN BULELENG L. Pt. Putrini Mahadewi, N. Md. Eny Kurniawati, Dw. Nym. Sudana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1358

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran reciprocal teaching dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional di kelas V SD di Gugus I Kecamatan Banyuning tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 205 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan tehnik claster random sampling dan diperoleh siswa kelas V SD No. 3 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 20 orang siswa dan siswa kelas V SD No. 7 Banyuning sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 23 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah penguasaan konsep pelajaran IPA yang dikumpulkan dengan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan penguasaan konsep yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 29,88 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 22,95. Hal ini menunjukkan bahwa penguasaan konsep IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran reciprocal teaching lebih baik dari penguasaan konsep IPA siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, dengan kata lain terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap penguasaan konsep IPA siswa kelas V di SD No 3 Banyuning.Kata–kata kunci: model pembelajaran reciprocal teaching dan penguasaan konsep IPA.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI SOSIAL BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V SD N 9 PADANG SAMBIAN ., Putu Dian Yasmi Lastari; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2477

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti strategi pembelajaran inkuiri sosial berbasis pendidikan karakter dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen Noneqivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian yang terdiri 4 kelas. Dipilih 2 kelas yang terdiri dari 86 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan tehnik random sampling. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan instrument berupa tes objektif, kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri sosial berbasis pendidikan karakter dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis uji-t diperoleh bahwa thit 3,24> ttabel 2,00 dengan dk = 84 (∑n-2 = 86 – 2 = 84) dan taraf signifikansi 5%, demikian pula nilai rata-rata kelompok eksperimen 68,87 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol 61,24. Hal ini berarti hasil belajar kelompok eksperimen lebih dari hasil belajar kelompok kontrol (68,87> 61,24). Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri sosial berbasis pendidikan karakter hasil belajar pkn siswa kelas V SD N 9 Padang Sambian. Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Inkuiri Sosial Berbasis Pendidikan Karakter dan Hasil Belajar PKn. The purpose of this study was to determine the significant differences between the learning outcomes of students who take PKn inquiry learning strategies based social character education with students who take conventional learning in the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. This study is an experimental research with experimental design Noneqivalent Control Group Design. The study population is the fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian consisting of 4 classes. Selected 2 class consisting of 86 students as the sample. The sample was selected by random sampling technique. PKn learning outcomes data collected by the instrument in the form of an objective test, then the data were analyzed by t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between students that learned to use social inquiry learning strategy based character education to students that learned using conventional learning. It is shown from the results of t-test analysis found that thit 3.24> 2.00 ttable with db = 84 (Σn-2 = 86-2 = 84) and a significance level of 5%, while the average value of the experimental group 68.87 while the average value of the control group 61.24. This means that the learning outcomes of the experimental group over the control group learning outcomes (68.87> 61.24). It can be concluded that the strategy of social inquiry-based learning character education learning outcomes PKN fifth grade students of SD N 9 Padang Sambian. keyword : Social Inquiry-Based Learning Strategies and Learning Outcomes Character Education PKn.
PENERAPAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI SD ., Ni Kadek Nopiandari; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui penerapan model pembelajaran make a match berbantuan media audio visual siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2015/2016 SD Negeri 5 Banyuning. Subjek penelitian ini melibatkan siswa kelas IV SD Negeri 5 Banyuning sebanyak 40 orang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode tes. Data hasil belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan persentase hasil belajar IPA di kelas IV SD Negeri 5 Banyuning. Berdasarkan tes hasil belajar, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I sebesar 74,5% (cukup baik) serta ketuntasan belajar sebesar 67,5%. Pada siklus II, persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa sebesar 80,25% (kriteria baik) serta ketuntasan belajar sebesar 87,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 5, 75% dan ketuntasan hasil belajar sebesar 20%. Jadi, dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model make a match berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Negeri 5 Banyuning.Kata Kunci : hasil belajar, media audio visual, model make a match This study aims to determine the increase science learning outcomes through the application of learning models make a match-aided audio-visual media of fourth grade students in the academic year 2015/2016 second semester of SD Negeri 5 Banyuning. Subjects of this study involve the fourth grade students of SD Negeri 5 Banyuning as many as 40 people. This research is a class act that consists of four stages: planning, execution, observation and evaluation and reflection. This study was conducted in two cycles, the first cycle and the second cycle. The method used to collect data is the test method. Data were analyzed descriptively learning outcomes quantitatively. The results showed an increase in the percentage of learning outcomes in the fourth grade IPA State 5 Banyuning. Based on the achievement test, the average percentage of students' science learning outcomes in the first cycle was 74.5% (quite good) as well as learning completeness of 67.5%. In the second cycle, the average percentage of students' learning outcomes by 80.25% IPA (both criteria) as well as learning completeness 87.5%. These results indicate that the second cycle an increase in the average learning results by 5, 75%, and the thoroughness of learning outcomes by 20%. Thus, the results of this study concluded that the application of the model make a match-aided audio-visual media to improve learning outcomes fourth grade science students at SDN 5 Banyuningkeyword : learning outcomes, audio-visual media, model make a match
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SD ., I Wayan Oviyana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VI di Gugus Ubud Kabupaten Gianyar. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain post-test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 25 orang siswa kelas VI SD N 4 Ubud sebagai kelompok eksperimen dan 20 orang siswa kelas VI SD N 5 Ubud sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas VI di Gugus Ubud Kabupaten Gianyar (thitung = 5,166 > ttabel = 2,00). Hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar IPA.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, model pembelajaran konvensional, hasil belajar IPA The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by cooperative learning model type Jigsaw II and students who learnt using conventional learning model in the sixth grade students in Cluster Ubud, Gianyar regency. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. The sample of this study was grade sixth of SD N 4 Ubud consisted of 25 students as an experimental group and 20 students grade sixth of SD N 5 Ubud as an control group selected through random sampling method. Data collected by using multiple choice test. Then, data analysis used inferential statistic (t-test). The result of this research is there is a significant difference students result in science between students who learnt by cooperative learning model type Jigsaw II and students who learnt using conventional learning model in the sixth grade students in Cluster Ubud, Gianyar regency (tarithmetic = 5,166 > ttable= 2,00). The result showed that cooperative learning model type Jigsaw II better than conventional learning model in students result science.keyword : cooperative learning model type Jigsaw II, conventional learning model, students result in science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN MEDIA VISUALTERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS IV KECAMATAN SAWAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Made Yosi Rosiana; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10838

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan media visual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 174 orang siswa. Sampel pada penelitian ini dipilih secara acak dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sebanyak 44 orang siswa kelas V terpilih sebagai sampel penelitian. Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data hasil belajar IPS dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan terhadap hasil belajar IPS antara siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan media visual dan siswa kelas V yang dibelajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru dengan nilai thitung 4,33 dan nilai ttab 2,02, dengan demikian maka thitung>ttab. Berdasarkan temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan media visual berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Numbered Head Together, media visual, hasil belajar, IPS. The issue in this research was the low learning result of students in social science. This research aimed to find out the significant difference of the social since learning result between of students taugth by Numbered Head Together learning model aided by visual media and the student taught by teacher-centered learning on the 5th grade of elementary school student in cluster IV Sawan district academic year 2016/2017. The research design used in this research was post-test only control group design. The population of this research was 174 5th grade elementary school students. The sample of this research was randomly selected by using simple random sampling technique. 44 5th grade elementary school students were selected as the sample. The data of social science learning result was collected by using method test. The data was analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics by t-test technique. The research result indicated that there is a significant differnece of social science learning result between the 5th grade students taught by Number Head Together aided by visual media learning model and the 5th grade students taught by teacher-centered learning with the value of tarithmatic 4.33 > ttable 2.02. Based on this finding, it can be councluded that number head together aided by visual media learning model affected possitively towards the 5th grade students’ learning result in social sciencein cluster IV of Sawan district.keyword : Numbered Head Together, visual media, learning result, social sience.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN RME TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA BILANGAN BULAT SISWA KELAS IV SD GUGUS I GUSTI NGURAH RAI I Wyn. Sujana, I Md. Edy Narayana, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.954

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pada bilangan bulat antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran RME dengan siswa yang dibelajarakan menggunakan pembelajaran konvensional siswa kelas IV semester II SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar tahun pelajaran 2012/ 2013. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen. Disain yang digunakan yaitu Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Sampel penelitiannya adalah SDN 10 Sanur (sebagai kelompok eksperimen) dan SDN 4 Sanur (sebagai kelompok kontrol). Data hasil belajar yang dikumpulkan berupa ranah kognitif dan ranah afektif. Instrumen pengumpulan data ranah kognitif adalah tes essay. Instrumen pengumpulan data ranah afektif adalah lembar observasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika pada bilangan bulat siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran RME dibandingkan dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 4,23, sedangkan nilai ttabel adalah 1,66. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel (4,23>1,66). Berdasarkan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pendekatan pembelajaran RME terhadap hasil belajar matematika pada bilangan bulat siswa kelas IV Semester II SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar tahun pelajaran 2012/ 2013.   Kata-kata kunci: RME, hasil belajar, matematika, dan bilangan bulat.
PENGARUH MODEL MIND MAPPING BERMUATAN BUDAYA BALI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG ., Ni Putu Sumaraning; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2207

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan model Mind Mapping bermuatan budaya Bali. (2) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung (3) Perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Mind Mapping bermuatan budaya Bali dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model Pembelajaran Langsung. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 45 orang yang diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS yang dikumpulkan dengan tes. Bentuk tes yang digunakan adalah pilihan ganda yang telah divalidasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok eksperimen dengan menggunakan model Mind Mapping bermuatan budaya Bali menunjukkan skor rata-rata 21,35 berada pada kata gori sangat tinggi (2) Deskripsi hasil belajar IPS pada siswa kelompok kontrol dengan menggunakan model pembelajaran langsung menunjukkan skor rata-rata 11,52 (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Mind Mapping bermuatan budaya Bali dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan Model pembelajaran Langsung siswa kelas IV sekolah dasar di Desa Sinabun. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 5,55. > ttab = 2,021). Berdasarkan temuan diatas, disimpulkan bahwa model Mind Mapping bermuatan budaya Bali berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPS dibandingkan dengan model pembelajaran Langsung. Kata Kunci : Mind Mapping bermuatan budaya Bali, hasil belajar This study aims to find out:. (1) Description of IPS on Student learning outcomes with the experimental group using mind mapping charged culture model of Bali. (2) Description of IPS on student learning outcomes with a control group using a direct instruct instructional model. (3) Differences IPS significant learning outcomes between groups of students who learned with using Mind Mapping Model charged Balinese culture with a group of students who learned with using direct learning model. The study was quasi-experimental with a draft post-test only control group design. Sample size was 45 people who were taken by random sampling. The data collected in this study is the result of social studies collected by the test. Form of test used is multiple choice that has been validated. Data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). Results of this study showed that: (1) Description of IPS on student learning outcomes with the experimental group using Mind Mapping Model charged Balinese culture showed an average score of 21.35 is at the very high gori. (2) Description of IPS on student learning outcomes with a control group using a direct instructional model showed an average score of 11.52. (3) There are differences in the results of significant social studies between groups of students who learned with using Mind Mapping charged culture model of Bali with a group of students that learned to use the Direct Model fourth grade students teaching elementary school in the village of Sinabun. The difference in views of thit> ttab (thit = 5.55.> Ttab = 2.021). Based on the above findings, it was concluded that the model of Mind Mapping uncharged Balinese culture positive effect on learning outcomes than learning model IPS Direct.keyword : Mind Mapping charged culture of Bali, learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue