cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERMUATAN PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD SEMESTER GANJIL DI GUGUS VI KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013-2014 ., Kadek Andriani; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar mengetahui model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intellectual) berbantuan peta pikiran (Mind Mapping) dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional. Penelitian ini termasuk eksperimen semu (quasi eksperimen), desain post-test 0nly control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD yang bergabung d gugus VI terdiri dari 6 sekolah dengan jumlah siswa kelas V sebanyak186. Sampel diambil dengan cara random sampling, tediri dari SD 4,8 sangsit yang berjumlah 83 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajarn SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) berbantuan peta pikiran(Mind Mapping) dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajarn konvensional ( > ). Disamping itu rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran SAVI bermuatan peta pikirin (21,4), lebih tinggi daripada rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang belajar mengunakan model pembelajaran konvensional (17,7) Kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran SAVI bermuatan peta pikiran menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model SAVI, Hasil Belajar IPA The purpose of this research is to analyze the different between learning output in student group with SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) assited by Mind Mapping and Conventional Teaching and Learning Model. This research belong to quasi experiment with post-test only control group design. Population of this research were 6 elementary schools in VI cluster with 186 stundents in V grade. Sample were taken by simple random sampling, consist of 4 and 8 Sangsit Elementary School with 83 students. The data are about Natural Science teaching and learning output. The data were analyzed by inferential and descriptive statistic. As the follwoy up of inferential statistic, t-test used to examine the different of student learning output. The result showed that were significant different learning output between student group with SAVI (Somatic, Auditory, Visual, Intellectual) assisted by Mind Mapping and Conventional Teaching and Learning Model (t count = 4,15 > t table = 1,68). Besied that, the avarage score of Natural Science with SAVI assisted by Mind Mapping (21,4) were higher than Conventional teaching and learning model (17,7). Group of student that learn with SAVI assisted by mind mapping showed the learning output better than conventional teaching and learning model.keyword : SAVI model, outcome Science
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair Check untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV ., Ni Wayan Febri Yuliariska; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD Negeri 2 Manggissari tahun pelajaran 2015/2016 setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 2 Manggissari tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 15 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen berbentuk tes uraian yang berjumlah 6 butir. Data yang terkumpul selanjutnya dinanalisis dengan menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 10 dari rata-rata 74 pada siklus I menjadi 84 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Check dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 2 Manggissari tahun pelajaran 2015/2016 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan terjadi karena siswa termotivasi untuk belajar dengan adanya diskusi kelompok berpasangan yang membuat siswa lebih leluasa dalam mengemukakan pendapat.Kata Kunci : Hasil belajar, Pair Check The purposes of this study are to know the increase of the learning achivement in natural science of the four th grade student of SD Negeri 2 Manggissari in academic year 2015/2016 applied by using cooperative learning method type Pair Check. The present study made use of a classroom action research. The subjects of the present study was four th grade student of SD Negeri 2 Manggissari in academic year 2015/2016 which consists of 15 student. The data of learning achievement collected with multiple choise instrument which consists of 6 items. The accumulate of data were analyzed by using descriptive statistical analysis method. The result of the study showed that the increased average learning achivement around 10 from average 74 inthe cycle I becoming 84 in the cycle II. Based on the result of the study that applied of cooperative learning method Pair Check in natural science learning of four th grade student of SD Negeri 2 Manggissari in academic 2015/2016 could be increased the student learning achivement. The increase occurred because students are motivated by the discussion group pairs that make students more freedom to express their opinions.keyword : Learning achivement, Pair Check
Pengaruh Model Pembelajaran Quiz Team Berbasis Permainan Kamus Mini terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Gugus IV Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 ., I Made Rai Saputra; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu ( nonequivalent control group design ). Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal yang berjumlah 152 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan pada setiap anggota populasi. Sampel dalam penelitian ini siswa siswa kelas V SD No. 2 Ayunan berjumlah 32 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajar quiz team berbasisi perminan kamus mini dan siswa kelas V SD No. 2 Dauh Yeh Cani berjumlah 31 siswa sebagai kelompok dengan pemebelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan berupa nilai hasil belajar IPS yang dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,32 > ttabel = 2,00 untuk signifikan 5% dan dk = 61. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H_o ditolak dan H_a diterima. Adapun nilai rata-rata hasil belajar pengtahuan IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini 78,25 dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional 69,58. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran quiz team berbasis permainan kamus mini terhadap hasil belajar pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Abiansemal Tahun Pelajaran 2016/2017 Kata Kunci : Quiz team, permainan kamus, pengetahuan IPS This study aims to determine the effect of learning outcomes of IPS knowledge between grade V students in SD Gugus IV Abiansemal District Lessons Year 2016/2017 which dibelajarkan with quiz-based learning model of mini-game dictionary game and students who dibelajarkan with conventional learning. Types This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonequivalent control group design). The population of this study is all students of class V in SD Gugus IV Abiansemal District, amounting to 152 students. Determination of the sample is done by random sampling technique which is first done equality test on every member of population. The sample in this study is students of grade V SD. 2 Ayunan totaling 32 students as a group that was taught with a quiz team learner model based on the permission of mini dictionary and grade 5 students of SD. 2 Dauh Yeh Cani is 31 students as a group with conventional learning. The data collection is done by the type of objective method of standard double choice method. The data collected in the form of IPS learning result score which is analyzed by t-test. The result of data analysis is tct = 5.32> ttable = 2,00 for 5% significance and dk = 61. Based on testing criteria, Ho is rejected and Ha accepted. The average score of learning results IPS learning that dibelajarkan with quiz-based team learning model of the game dictionary mini 78.25 and students who dibelajarkan with conventional learning 69.58. Based on the results of this study can be concluded that there is influence of learning model quiz team based on mini game dictionary to result of learning knowledge of IPS student of class V SD Gugus IV Abiansemal Sub District Year Lesson 2016/2017 keyword : Quiz team, dictionary game, IPS knowledge
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II SD NO. 6 DALUNG ., Putu Ida Pratiwi; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan melalui penerapan Pendekatan Kontekstual berbantuan media gambar pada siswa kelas II SD No. 6 Dalung. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas model PTK adaptasi dari Kemmis dan Mc Tanggart. Subyek penelitian ini adalah sebanyak 46 siswa kelas II SD No. 6 Dalung. Data penelitian tentang hasil penilaian keterampilan membaca dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi. Data analisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan presentase hasil penilaian keterampilan membaca pada siklus I sebesar 68,15% berada kriteria sedang dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 71,63% tergolong pada kriteria tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah model pendekatan kontekstual dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan berbantuan media gambar pada siswa kelas II SD No. 6 Dalung.Kata Kunci : Model pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan Keterampilan Membaca Berbantuan Media Gambar This study aims to improve skill of early reading through implementation of contextual approach with drawing media at the student grade II of SD No.6 Dalung. This study was used class action design with two cycles and the model adapted from Kemmis and Mc Targgart. Subject of this study were 46 students grade II of SD No.6 Dalung. Data was collected with assestment on skill of reading that was conducted by observation method. Data was analyzed in quantitave descriptive. The result showed the percentage of assestment of reading skill at first cycle was 68,15% it is in moderate category and it experience improvement at second cycle become 71,63% and it is high category. Conclusion of this study is contextual model could improve skill of early reading with drawaing media at the student grade II of SD No. 6 Dalung.keyword : Contextual Teaching And Learning Approach Model, Skill of reading with drawing media
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN DI GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA Nym. Jampel, Gst. A. Eka Y. D., Ni Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.862

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD N di gugus III kecamatan Tejakula semester genap tahun ajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD N di gugus III kecamatan Tejakula tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 187 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 1 Tejakula dan SD N 2 Tejakula  yang berjumlah 50 siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik kancing gemerincing dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 1 dan 2 Tejakula. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil belajar IPS kelompok eksperimen adalah 22,96 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah 19,52. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap hasil belajar IPS dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: Teknik Kancing Gemerincing, Hasil Belajar IPS
Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar IPS pada Siswa Kelas IV ., I Made Dwita Saraswatha; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7015

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini yaitu 1) untuk mengetahui peningkatan minat belajar IPS pada siswa kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 2 Banjar Tegal setelah diterapkan model Problem Based Learning, dan 2) untuk mengetahui hasil belajar IPS pada siswa kelas IV semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 2 Banjar Tegal setelah diterapkan model Problem Based Learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Negeri 2 Banjar Tegal yang berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dan inventori. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) minat belajar IPS pada siklus I menunjukkan persentase rata-rata 73,66% termasuk kategori cukup, kemudian pada siklus II diperoleh persentase rata-rata yaitu 85,33% termasuk kategori baik, dan gain skornya 0,44 termasuk predikat sedang, (2) hasil belajar IPS pada siklus I menunjukkan persentase rata-rata 66% termasuk kategori cukup, kemudian pada siklus II diperoleh persentase rata-rata 85,3% termasuk kategori baik, dan peningkatan gain skornya yaitu 0,56 termasuk predikat sedang. Dengan hasil penelitian minat belajar IPS dan hasil belajar IPS tersebut, maka penelitian ini dinyatakan berhasil karena telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yakni persentase rata-rata minimal 65% dengan kategori cukup, dan peningkatan gain skor minimal 0,3 dengan predikat sedang.Kata Kunci : model Problem Based Learning, hasil belajar, dan minat belajar This research aims to 1) determine increase the interest in learning social studies, and 2) determine increase the result of learning social studies in fourth grade the second semester of the school year 2015/2016 in SD Negeri 2 Banjar Tegal after applied the model of Problem Based Learning. The subjects are fourth grade students at SD Negeri 2 Banjar Tegal which total 20 people. Data collection method use the method of testing and inventory. Data will be analyzed using descriptive quantitative techniques. The results of this research were (1) the interest in learning social studies in the first cycle shows the average percentage of 73,66%, including enough category. In the second cycle obtained by the average percentage of 85,33% is categorized as good, and the gain score was 0,44, including medium predicate, (2) the results of learning social studies in the first cycle shows the average percentage of 66%, including enough category. In the second cycle was obtained a percentage of average 85,3%, including good category, and an increase in gain scores are 0,56 is predicated as medium. With these results, this study is considered successful because it has met the success criteria that have been established that the average percentage of at least 65 is categorized as enough, and an increase in the gain score of at least 0,3 is predicated as medium.keyword : model of Problem Based Learning, interest in learning social studies, and result of learning sosial studies
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., I Gusti Nyoman Sastriawan; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation)dan model pembelajaran konvensional pada siswa SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain nonequivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng dengan jumlah kelas sebanyak 6 kelas dengan jumlah 173 siswa. Setelah diacak didapatkan SD Mutiara Singaraja kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan SD No.3 Banjar Tegal sebagai kelompok kontrol.Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran dengan model Model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) dan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran dengan model konvensional. Penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas VB SD Mutiara Singaraja lebih tinggi daripada hasil belajar IPA siswa kelas V SD 3 Banjar Tegal ( = 28,11 > = 22,23).Dengan demikian, bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD semester genap di Gugus XIII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : Kooperatif GI, Hasil Belajar This study aimed to determine differences in the learning outcomes of students who take science learning cooperative GI (Group Investigation) model and the conventional learning models to elementary schools. This type of research is an experimental research with nonequivalent post-test only control group design. The study population was a fifth grade elementary school students in Cluster XIII Buleleng as many as the number of classes 6 classes by the number of 173 students. After randomization found SD Mutiara Singaraja VB class as experimental group and SD 3 Banjar Tegal as a control group . Experimental class treatment given to the learning model of learning cooperative GI (Group Investigation) model and the treatment given control class learning with the conventional model. This study found that students' science learning outcomes SD Mutiara Singaraja VB class higher than the results of fifth grade students learn science SD 3 Banjar Tegal ( = 28.11 > = 22.23 ). Thus , application of learning models that cooperative GI (Group Investigation) effect on science learning outcomes fifth grade students in the second semester elementary Cluster XIII Buleleng Academic Year 2012/2013.keyword : Cooperative GI, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMENT APPROACH TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS ., Ni Kadek Indrayati; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3226

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini mengenai rendahnya keterampilan proses sains siswa kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SEA dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen/eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng berjumlah 280 orang dari 11 kelas. Jumlah sampel penelitian 46 orang siswa. Data tentang keterampilan proses sains siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes esay. Data yang sudah diperoleh setelah memberikan tes kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa thitung = 4,091 dan ttabel = 2,000 (taraf signifikasi 5%). Hal ini berati thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Starter Eksperiment Approach (SEA) dan kelompok siswa yang dibelajarakan menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hasil post-test keterampilan proses sains, diketahui bahwa kelompok eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dengan M = 23,13 dan kelompok kontrol berada pada kategori tinggi dengan M = 18,30. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Starter Eksperiment Approach (SEA) berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa kelas V SD di gugus I Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : starter eksperiment approach, keterampilan proses sains The problem in this research was about the low science process skills student in grade V Elementary School. This research aimed at investigating differences of science process skills between students taught with Starter Eksperiment Approach (SEA) and those taught with conventional learning model at grade V Elementary School Gugus I KecamatanBuleleng. This research is categorized as Quasi Experimental, post-test only control group design which population was all the students at grade V Elementary School Gugus I KecamatanBulelengKabupatenBuleleng, with total number of 280 students. Sample research is 46 students. The data was collected through science process skills test and analyzed by using descriptive statistic and inferential statistic, t-test. The result showed t value= 4,091 and t table = 2,000 (significance level 5%). It showed t value > t table, which could be interpreted as a significant difference between students taught with Starter Experiment Approach (SEA) and those taught with conventional learning model. From the average post test results, it could be recognized that experiment group was categorized as high, with M = 23,13 and control group as well, with M = 18,30. To sum up, the implementation of Starter Experiment Approach (SEA) positively influenced the science process skills of 5th graders at Elementary School Gugus I KecamatanBuleleng in Academic Year 2013/2014.keyword : starter experiment approach (SEA), science process skills
Analisis Rekonstruksi Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Pembelajaran Dengan Kurikulum 2013 ., I Gede Setya Mahendrawan; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i3.8771

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Untuk mengetahui kecenderungan Nilai-nilai Budaya Lokal siswa kelas IV dan V SD N 1 Busungbiu Kecamatan Buleleng sebelum dan setelah direkonstruksi, (2) Untuk mengetahui kendala-kendala dalam merekonstruksi Nilai-nilai Budaya Lokal siswa kelas IV dan V SD N 1 Busungbiu Kecamatan Buleleng. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SD N 1 Busungbiu Kecamatan Busungbiu dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V SD N 1 Busungbiu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, deskripsi hasil Kuesioner data kelas IV sebelum direkontruksi yaitu, 4,83 dan deskripsi hasil Kuesioner data kelas V sebeum direkontruksi, yaitu 4,76. Sedangkan deskripsi hasil Kuesioner data kelas IV setelah direkontruksi yaitu 80,5 ini termasuk dalam kategori tinggi, dan deskripsi hasil Kuesioner data kelas V setelah direkontruksi yaitu 82,3 ini termasuk dalam kategori tinggi. Dengan demikian hasil rekonstruksi sebelum dan sesudah di rekontrusi menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan siswa kelas IV pada pembelajaran mengalami peningkatan yaitu 75,67. Sedangkan hasil rekonstruksi sebelum dan sesudah di rekontrusi menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan siswa kelas V pada pembelajaran mengalami peningkatan yaitu 77,75. Adapun Kendala-kendala yang dihadapi guru kelas V SD N 1 Busungbiu yaitu pengetahuan konseptual dan metakognitif siswa masih rendah, tidak ada instrumen penilaian yang digunakan menilai dimensi pengetahuan berdasarkan pembelajaran kurikulum 2013, siswa hanya akan belajar jika pembelajaran disajikan dengan metode tertentu, dan disiplin siswa kurang dalam mengikuti pembelajaran.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Nilai-nilai Budaya Lokal, dan Rekonstruksi The research is a descriptive study that aims to determine: (1) To determine the tendency Values Local Culture grade IV and V SD N 1 Busungbiu District of Buleleng before and after reconstructed, (2) To determine the obstacles to reconstruct values Local culture graders IV and V SD N 1 Busungbiu District of Buleleng. This study population is the class IV and V SD N 1 Busungbiu District of Busungbiu and samples were students of class IV and V SD N 1 Busungbiu. Data collection methods used were questionnaires and interviews. The results of this study indicate that, description of the results Questionnaire IV class data before reproduced, namely, 4.83 and description of the results Questionnaire V class data sebeum reproduced, namely 4.76. While the description of the results Questionnaire IV class data after reconstructed ie 80.5 is included in the high category, and description of the results Questionnaire class data reconstructed ie 82.3 V after it was included in the high category. Thus the reconstruction results before and after in rekontrusi shows that the average score of knowledge of fourth grade students in learning has risen 75.67. While This results before and after reconstruction in rekontrusi shows that the average score of the class V student's knowledge on learning has risen 77.75. The constraints faced by teachers in class V SD N 1 Busungbiu ie conceptual knowledge and metacognitive students is still low, there is no assessment instruments used assess the dimensions of knowledge based learning curriculum, 2013, students will only learn if learning is presented by a particular method, and discipline students less in the following study.keyword : Curriculum 2013, values of Local Culture and Reconstruction
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DI KELAS V SD KELURAHAN KALIUNTU I G.A.Tri Agustiana, Ni Wyn. Kasni, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.718

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model experiential dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Kelurahan Kaliuntu Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 107 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Kaliuntu sebanyak 27 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD No. 2 Kaliuntu sebanyak 22 orang sebagai kelas kontrol. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan desain Non-equivalent post-test only control group design. Data prestasi belajar IPA dikumpulkan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran experiential dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD No.3 dan 2 Kaliuntu Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor prestasi belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 3,98 sedangkan, ttabel dengan db = 47 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,01. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (3,98 > 2,01). Dengan demikian model pembelajaran experiential berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Kaliuntu tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: model pembelajaran experiential, prestasi belajar

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue