cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROLE PLAYING BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IV DI SD GUGUS 2 TAMPAKSIRING TAHUN AJARAN 2013/2014 ., I Wayan Gede Wiragustika; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing berbantuan media lingkungan sosial dengan hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus 2 Tampaksiring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing berbantuan media lingkungan sosial terhadap hasil belajar PKn Siswa Kelas IV di SD Gugus 2 Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau kuasi eksperimen dengan menggunakan desain Noneequivalent pre test - post test control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di SD Gugus 2 Tampaksiring yang berjumlah 165 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yaitu dengan mengacak kelas, maka didapat dua kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas IV SDN 1 Tampaksiring dan kelas IV SDN 3 Tampaksiring. Kedua kelas tersebut telah setara, berdasarkan hasil analisis uji-t dengan nilai ulangan akhir semester. Penentuan kelas eksperimen dan control dilakukan dengan cara pengundian kedua kelas tersebut, hasilnya yaitu kelas IV SDN 1 Tampaksiring dengan jumlah siswa sebanyak 40 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SDN 3 Tampaksiring dengan jumlah siswa sebanyak 30 siswa sebagai kelas control. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik parametrik (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing berbantuan media lingkungan sosial dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hal tersebut terbukti dengan hasil thitung lebih dari ttabel yaitu 2,630 > 2,00 dan dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 76,41 > 70,65. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing berbantuan media lingkungan sosial berpengaruh terhadap hasil belajar PKn siswa Kelas IV di SD Gugus 2 Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Role Playing, Media Lingkungan Sosial , Hasil Belajar PKn This study aims to determine significant differences in learning outcomes between students that learned Civics using cooperative learning model -assisted role-playing social media environment with the learning outcomes of students that learned Civics using conventional learning in elementary school fourth grade students in Cluster 2 Tampaksiring. This study aims to determine the effect of cooperative learning model -assisted Role Playing media social environment on learning outcomes Civics Class IV students in Cluster 2 SD Tampaksiring Academic Year 2013/2014. Type of research is a quasi experimental or quasi- experimental design using Noneequivalent pre-test - post-test control group. The population of this research is all the fourth grade in elementary Cluster 2 Tampaksiring totaling 165 students. Determination of the samples was done by random sampling technique is to randomize the class, the importance of the two classes as the sample is SDN 1 class IV and class IV Tampaksiring SDN 3 Tampaksiring. Both of these classes have been equivalent, based on the results of t-test analysis with replay value end of the semester. Determination of experimental class and control is done by drawing the second class, the result is a class IV SDN 1 Tampaksiring with enrollment of 40 students as the experimental group and class IV SDN 3 Tampaksiring the number of students by 30 students as classroom control. Civics student learning outcomes data collected by multiple choice test instrument. The data collected were analyzed using parametric statistical analysis ( t-test ). The results of this study found that there are significant differences Civics student learning outcomes that learned through cooperative learning model -assisted Role Playing social media environment with the students that learned through conventional learning. This is proved by the results of t more than 2,630 ttable ie > 2.00 and the average value of the acquisition of learning outcomes experimental class higher than the class of the control is equal to 76.41 > 70.65.Thus cooperative learning model -assisted Role Playing media social environment affects learning outcomes Civics Class IV students in Cluster 2 SD Tampaksiring Academic Year 2013/2014keyword : Cooperative Learning Model Type of Role Playing , Social Media Environment, Civics Learning Outcomes
PENERAPAN TIME TOKEN ARENDS BERBANTUAN AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KELAS V ., Ni Komang Sri Utami; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., UNDIKSHA
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatan keaktifan belajar dan (2) meningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran time token arends berbantuan media audio visual. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 2 Banjar Bali tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data keaktifan belajar menggunakan metode observasi dan pengumpulan data hasil belajar menggunakan metode tes. Hasil penelitian menujukkan bahwa terjadi peningkatan persentase keaktifan dan hasil belajar pada siswa kelas V di SD Negeri 2 Banjar Bali. Pada siklus I persentase rata-rata keaktifan belajar siswa yang diperoleh sebesar 70,25% (kriteria “cukup aktif”), dan persentase rata-rata hasil belajar IPS diperoleh 71,75% (kriteria “sedang”). Pada siklus II persentase rata-rata keaktifan belajar siswa diperoleh sebesar 82,40% (kriteria “aktif”), dan persentase rata-rata hasil belajar IPS diperoleh sebesar 83,00% (kriteria “tinggi”). Jadi, penerapan model pembelajaran time token arends berbantuan media audio visual dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas V semester genap di SD Negeri 2 Banjar Bali Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, keaktifan belajar, media audio visual, model time token arends This study aims to (1) improve the activity of learning and (2) improve the learning outcomes of Social Sciences by application the learning model of media-assisted time token arends audio visual. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of stages planning, action, observation and evaluation, and reflection. Data collection in the study carried out by the method observation and tests. The subjects were grade V students at SD Negeri 2 Banjar Bali academic year 2015/2016 of 20 people. Data were analyzed with descriptive statistical analysis methods. The results showed that there was an increase percentage activity and learning outcomes of Social Sciences on grade V students at SD Negeri 2 Banjar Bali. In the first cycle the average percentage of activity of learning gained by 70,25% (criteria “quite active”) and the average percentage of Social Sciences learning outcomes obtained by 71,75% (criteria “medium”). In the second cycle the average percentage of activity of learning gained by 82,.40% (criteria “active”), and the average percentage Social Sciences learning outcomes obtained by 83,00% (criteria “high”). Become, the application of learning models time tokend arends assisted audio visual media can increase the activity of learning and learning outcomes IPS grade V SD Negeri 2 Banjar Bali academic year 2015/2016keyword : learning outcomes, activity of learning, audio visual media, model time token arends
Pengaruh Model Pembelajaran Think Pair Share Berbantuan Audio Visual terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS ., Ni Wayan Pitriani; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa kelas IV SD Gugus Moch Hatta Denpasar selatan Tahun Ajaran 2016/2017 yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan audio visual dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen kuasi dengan rancangan Kelompok Non-ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Moch Hatta yang berjumlah 331 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVA SD Negeri 3 Panjer dengan jumlah 35 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Panjer dengan jumlah 42 siswa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitnung = 4,10 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 75 diperoleh nilai ttabel = 2,000 sehingga thitung = 4,10 > ttabel = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarakan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share berbantuan audio visula dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Rerata nilai kompetensi pengetahuan IPS pada kelompok yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Think Pair Shair berbantuan audio visual adalah 83,48, sedangkan kelompok yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional adalah 73,36. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Think Pair Share berbantuan audio visual terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus Moch Hatta Denpasar selatan Tahun Ajaran2016/2017.Kata Kunci : kompetensi pengetahuan IPS, Think Pair Share, audio visual. This study aims to determine the significant difference in the competence of IPS knowledge between fourth grade students of SD Gugus Moch Hatta Denpasar south of the School Year 2016/2017 which was taught using Think Pair Share model with visual audiences and students who were taught using conventional learning model. This research is an experimental research with quasi experiment design with Non-equivalent Group design. The population of this research is all of fourth grade students of SD Gugus Moch Hatta which amounted to 331 people. The sample was taken by random sampling technique. The sample in this research is the students of grade IVA SD Negeri 3 Panjer with 35 students as experiment group and fourth grade students of SD Negeri 2 Panjer with 42 students as control group. The data collection method used is a test method in the form of a standard multiple-choice objective test. The data obtained were analyzed using the t-test. The result of data analysis obtained by thitnung = 4.10 with significance level 5% and dk = 75 obtained ttable value = 2,000 so thitung = 4.10> ttable = 2,000, then Ho is rejected and Ha accepted. This means that there is a significant difference in the competence of IPS knowledge of students who are learned using Think Pair Share model aided by audio visula and students are taught using conventional learning. The mean value of IPS knowledge competence in the group that was taught using Think Pair Shair model with visual audio aid was 83,48, while the group that was taught using conventional learning model was 73,36. Based on the result, it can be concluded that there is influence of learning model of Think Pair Share with visual aids on knowledge competence of IPS student of fourth grade SD Gugus Moch Hatta Denpasar south of School Year 2016/2017.keyword : IPS knowledge competence, Think Pair Share, audio visual
Penerapan Model Pembelajaran Realistik Setting Kooperatif (Resik) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Semester II Di SD No. 2 Wanagiri Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Ni Luh Astriani; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika dengan menerapkan model pembelajaran Realistik Setting Kooperatif (RESIK) pada siswa kelas V semester II di SD No. 2 Wanagiri Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas V SD No. 2 Wanagiri tahun pelajaran 2013/2014 sedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar Matematika. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar pada siklus I diperoleh 69,67% dan pada kriteria PAP skala lima berada pada kategori cukup. Pada siklus II diperoleh 80,16% dan pada kriteria PAP skala lima berada pada kategori baik. Jadi hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 10,49%. Rata-rata ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 63%, sedangkan pada siklus II sebesar 90%. Dengan demikian ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 27%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Realistik Setting Kooperatif (RESIK) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika.Kata Kunci : Realistik Setting Kooperatif (RESIK), hasil belajar This study aims to determine the improvement of learning outcomes by applying mathematics Setting Realistic Cooperative learning model (Resik) in the second semester of the fifth grade students in elementary school No. 2 Wanagiri Sukasada the District, Buleleng academic year 2013/2014. This research is a classroom action research was conducted in two cycles. The subjects were 30 students of class V SD No. 2 Wanagiri school year 2013/2014, while the object of this study is the result of learning Mathematics. Methods of data collection in this study was conducted with the test method. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. Based on the results of the study showed that the average learning outcomes in the first cycle and gained 69.67% in the PAP-scale five criteria in the category enough. In the second cycle obtained 80.16% and the PAP scale five criteria in the category either. So the learning outcomes of students has increased from the first cycle to the second cycle of 10.49%. The average score of students in the classical mastery learning in the first cycle by 63%, whereas in the second cycle of 90%. Thus mastery learning students has increased by 27%, so it can be concluded that the Cooperative Learning Model of Realistic Setting (RESIK) can improve student learning outcomes in Mathematics.keyword : Setting Realistic Cooperative (Resik), Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TANDUR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA SD KELAS V DI DESA ANTURAN Dw. Nym. Sudana, Md. Melda Ratnadewi, Nym. Dantes,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.872

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kualitas hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran TANDUR, 2) kualitas hasil belajar IPA kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, 3) perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran TANDUR dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V semester II di Desa Anturan Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen (quasi experiment), dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V sekolah dasar di desa Anturan tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 91 orang. Sampel penelitian adalah SD Negeri 2 Anturan yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 32 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan tes hasil belajar IPA berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) kualitas hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (mean) 23,50 pada rentangan skor 0-30, 2) kualitas hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (mean) 12,63 pada rentangan skor 0-30, 3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran  TANDUR dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, dengan perolehannya thitung 9,88 > ttabel 2,00.   Kata Kunci : Model TANDUR, Hasil Belajar IPA  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS I KECAMATAN GIANYAR TAHUN 2015/2016 ., Ni Putu Intan Paramita; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbantuan Peta Konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvesional pada siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Gianyar Tahun 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunkan rancangan Nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di Gugus I kecamatan Gianyar. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 5 Gianyar sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD N 4 Gianyar sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 32 orang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode tes, dengan tes pilihan ganda, yang berjumlah 40 soal yang telah di validitas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai rata-rata kelompok eksperimen sebesar 82,31 dan nilai rata-rata kelompok kontrol sebesar 71, 75. Hasil pengujian pot-test diperoleh data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Analisis data yang digunakan menguji hipotesis adalah uji t. Kriteria pengujian jika t_(hitung )>t_(tabel )maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan dk=n_1+ n_(2 )- 2 dan signifikansi = 5%. Hasil uji hipotesis diperoleh t_(hitung )=4,722 dan t_(tabel )=2,000 maka t_(hitung )>t_(tabel )yaitu 4,722 > 2, 000 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasrkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbantuan Peta Konsep terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus I kecamatan Gianyar tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : model two stay two stray, peta konsep, hasil belajar IPS This study aims to determine the differences between the results of social studies students who take learning using learning model Two Stay Two Stray aided Map Concept with a group of students who take learning with conventional learning models in class V SD Gugus I Kecamatan Gianyar Year 2015/2016. This research is a quasi-experimental research design by using Nonequivalent control group design. The study population was fifth grade students in Gugus I Kecamatan Gianyar. Samples were students of class V SD N 5 Gianyar as experimental class and fifth grade students of SD N 4 Gianyar as the control class with the number of each group of 32 people. The research data was collected with the test method, with multiple-choice tests, which consist of 40 questions that have been on the validity. The results obtained are the average value of the experimental group at 82.31 and the average value of the control group at 71, 75. The test results obtained pot-test data from the experimental group and the control group with normal distribution and homogeneous. Analysis of the data used to test the hypothesis is t test. Criteria testing if Tcount > Ttable, then Ho is rejected and Ha accepted by dk = n1+n2 - 2 and its significance = 5%. Hypothesis test results obtained Tcount = 4,722 and Ttable = 2,000 then Tcount > Ttable that is 4,722 > 2, 000 so that Ho rejected and Ha accepted. Pursuant to these results we can conclude that there are significant application of learning models Two Stay Two Stray aided Concept Maps on learning outcomes students of class V SD IPS Cluster I Kecamatan Gianyar academic year 2015/2016.keyword : model two stay two stray, concept maps, social learning outcomes
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Made Widiastini; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif Tipe JIGSAW pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri 1 Tejakula tahun pelajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus.Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode tes.Metode tes dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Tejakula yang berjumlah 30 orang.Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian menyebabkan bahwadapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Tejakula. Pada siklus I hasil belajar sebesar 69,83% (kategori cukup), kemudian meningkat menjadi 86,67% (kategori baik) pada siklus II.Kata Kunci : Tipe jigsaw, Hasil Belajar This study aims to determine the students learning through Cooperatif Jigsaw Tipe on students social studies class V SD Negeri 1 Tejakula School Year 2012 or 2013. This study, an action research conducted in two cycles. Each cycles consits of the planning implementation of action observation and evaluation and reflection. Data collection Methods which are used in this research is a test method. Tes methods used to collect data on student learning outcomes. Subjects of this study were students of class V SD Negeri 1 Tejakula totaling people. Subsequent data collected were analysed using descriptive quantitative method. The results showed that learning by apply social learning could improve student learning class V SD Negeri 1 Tejakula. In the fist cycle of 69,83 % (category enough) and then increased to 86,67 % (bolt categories) in the second cycle.keyword : Jigsaw Typeoutcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) BERBANTUAN BENDA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V GUGUS 1 DALUNG KECAMATAN KUTA UTARA ., Gusti Ayu Kade Yudiastuti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran tipe numbered heads together berbantuan benda konkret dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus 1 Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa SD Gugus I Kuta Utara sebanyak 488 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar Matematika meliputi aspek kognitif yang digabungkan dengan aspek afektif. Nilai kognitif didapat dari tes hasil belajar bentuk pilihan ganda biasa dan nilai afektif didapat melalui lembar observasi berupa nilai karakter. Data dianalisis dengan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran numbered heads together berbantuan benda konkret dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dibuktikan dari hasil analisis diperoleh thitung = 2,25 > ttabel = 2,000 dengan dk= 71 dan taraf signifikan 5%. Dengan nilai rata-rata kelas eksperimen yang dibelajarkan melalui model numbered heads together berbantuan benda konkret lebih dari kelas kontrol yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional yaitu : 80,3 > 77,23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran numbered heads together berbantuan benda konkret berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus I Kuta Utara Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Model Numbered Heads Together Benda Konkret, Matematika, Hasil Belajar This study aims to determine significant differences in mathematics learning outcomes of students that learned through learning model Type-aided Numbered Heads Together with the concrete objects that students be taught through conventional teaching fifth grade elementary school students Force 1 North Kuta Academic Year 2013/2014. This study was a quasi-experimental study (quasi-experimental) with the study design used is Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all students from elementary Cluster I North Kuta as 488 students. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is the result of learning mathematics include cognitive aspects combined with affective aspects. Values obtained from tests of cognitive learning outcomes unusual form of multiple choice and affective values obtained through observation sheet a character value. Data were analyzed by t-test.The results showed that there were significant differences in mathematics learning outcomes of students that learned through learning model types Numbered Heads Together concrete objects aided by students that learned through conventional learning. Evidenced from the results of the analysis obtained t = 2.25> t table = 2.000 with df = 71 and a significance level of 5%. With the average value of the experimental class that learned through learning model types Numbered Heads Together aided concrete objects over control class that learned through conventional teaching, namely: 80.3> 77.23.It can be concluded that the type of learning model aided Numbered Heads Together concrete objects affect the results of the fifth grade students learn math elementary Cluster I North Kuta academic year 2013/2014. keyword : Models Numbered Heads Together Concrete Objects, Mathematics, Learning Outcomes
* Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan Lingkungan Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017 ., Anak Agung Reni Paramitha; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10622

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan lingkungan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Denpasar Utara yang berjumlah 372 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 9 Peguyangan berjumlah 48 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan lingkungan dan siswa kelas V SDN 7 Peguyangan berjumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,333 > ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5% dan dk = 77. Berdasarkan kriteria pengujian, maka H0 ditolak. Adapun rata-rata Gain Skor kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarakan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan lingkungan adalah 0,44, sedangkan pada kelompok yang dibelajarankan dengan pembelajaran konvensional adalah 0,28. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbantuan lingkungan terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Kecamatan Denpasara Utara Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : group investigation, lingkungan, kompetensi pengetahuan IPA The purpose of this research is to know the significant difference of the natural Science competence of a group of students which is taught using cooperative learning type named as Group Investigation assisted with the environment through conventional learning in fifth grade students at SD Kompyang Sujana in North Denpasar in 2016/2017 . This type of this researh is quasi experiment research with nonequivalent control group design. The population of this study is all students of fifth grade of SD Kompyang Sujana North Denpasar with total up to 372 students. The samples were taken randomly sampling technique. The sample in this research was the fifth grade students of SDN 9 Peguyangan with total up to 48 students as a group that was taught using cooperative learning type named as Group Investigation assisted with the environment through conventional learning and the fifth grade students of SDN 7 Peguyangan with total up to 31 students as group control using conventional learning. The data were collected using a method in the form of standard multiple-choice objective test with four answers. The data that was obtained were analyzed using t-test analysis. The result of the analysis are tcount = 5,333 > ttable = 2,000 for 5% significance and dk = 77. Based on test criteria, there for H0 is rejected and Ha is accepted. The average score of natural Science competence in the group that was taught using cooperative learning type named as Group Investigation assisted with environment was 0,44, while in the conventional learning group was 0,28. Based on the result of this research, can be concluded that there is an influence of cooperative learning type named as Group Investigation assisted with environment to natural Science competence of fifth grade elementary school student of Kompyang Sujana District of North Denpasar academic year 2016/2017.keyword : group investigation, environment, the natural Science competence
PENGARUH METODE RESITASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV PADA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 SD DI DESA SINABUN KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Md. Tegeh, Ni Luh Sukerniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.727

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi prestasi belajar siswa yang belajar dengan metode resitasi,(2) deskripsi prestasi belajar siswa yang belajar dengan metode ekspositorii, dan (3) perbedaan yang signifikan prestasi belajar  siswa antara penggunaan metode resitasi dengan penggunaan metode konvensional dalam pembelajaran IPA kelas IV SD di desa Sinabun. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD di desa Sinabun sebanyak 96 orang, dan sampel sebanyak 63 orang yang diambil secara random. Data tentang prestasi belajar siswa  dikumpulkandengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode resitasi dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode konvensional pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD di Desa Sinabun Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung 4,522 > Ftabel 1,693.Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan metode resitasi yaitu 20,91 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional yaitu 16,84 yang berada pada kategori sedang.Hal itu berarti metode resitasi menunjukan prestasi belajar yang lebih baik daripada metode konvensional.   Kata-kata kunci : metode resitasi, metode konvensional,  prestasi belajar.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue