cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING ORGANIZING REFLECTING EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN IPS I Nym. Wirya, Pt. Yulia Artasari, Ni Wyn. Arini
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.878

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan kemampuan berpikir divergen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran connectin, organizing reflecting extending(CORE)mendeskripsikan kemampuan berpikir divergen yang dengan model pembelajaran konvensional, dan mengetahui perbedaan kemampuan berpikir divergen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran connecting, organizing, reflecting, exstending dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas IV di SD Gugus 2 Pujungan Kecamatan Pupuan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus 2 Pujungan yang berjumlah 80 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Pujungan yang berjumlah 40 orang dan siswa kelas IV SD Negeri 6 Pujungan yang berjumlah 40 orang. Data kemampuan berpikir divergen dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir divergen siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 35,25. (2) kemampuan berpikir divergen siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 29,35. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir divergen siswa kelas IV di SD Negeri Gugus 2 Pujungan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran coneccting, organizing, reflecting, exstending dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit> ttab, thit = 5,78 dan ttab = 1,671).   Kata kunci: CORE, berpikir divergen, konvensional
PENERAPAN MODEL MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SD ., Ni Made Ari Giri Widayanti; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7078

Abstract

Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri 5 Pendem Kecamatan Jembrana Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media puzzle. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 5 Pendem yang berjumlah 12 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan tes. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata hasil belajar siswa pada ranah afektif sebesar 69,16% pada siklus I, dan meningkat menjadi 82,29% pada siklus II. (2) Persentase rata-rata hasil belajar siswa pada ranah psikomotor sebesar 68,33% pada siklus I, dan meningkat menjadi 84,16% pada siklus II. (3) Persentase rata-rata hasil belajar siswa pada ranah kognitif sebesar 70,41% pada siklus I, dan meningkat menjadi 85,85% pada siklus II. (4) Ketuntasan klasikal mencapai 58,33% pada siklus I, dan meningkat menjadi 100% pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan media puzzle dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V Kecamatan Jembrana, Tahun pelajaran 2015/ 2016.Kata Kunci : hasil belajar IPA, make a match, media puzzle. Classroom action research (CAR) aims to find out the increase of learning outcomes in science subjects, fifth grade students of SD Negeri 5 Pendem District of Jembrana in the academic year 2015-2016 after the application of cooperative learning model type make a match assisted by puzzle media. The subjects of this research were fifth grade students of SD Negeri 5 Pendem totaling 12 persons. The data collection method used is the method of observation and tests.The data were analyzed using descriptive quantitative analysis method. The result of this research are (1) the average percentage of student learning outcomes in the affective domain is 69.16% in the first cycle, and increased to 82.29% in the second cycle. (2) The average percentage of student learning outcomes in the psychomotor domain is 68.33% in the first cycle, and increased to 84.16% in the second cycle. (3) The average percentage of student learning outcomes in the cognitive domain is 70.41% in the first cycle, and increased to 85.85% in the second cycle. (4) Classical completeness reached 58,33% in the first cycle, and increased to 100% in the second cycle. This shows that the implementation of cooperative learning model type make a match assisted by puzzle media can improve learning outcomes fifth grade science students District of Jembrana, in the academic year 2015/2016.keyword : science learning outcomes, make a match, puzzle media.
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR PKn KELAS V SD GUGUS SRIKANDI DENPASAR ., Made Delly Praditya Mandala Putra; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Made Suara, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2040

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Problem Solving dan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2013/2014. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kajian pustaka yaitu dengan mengkaji buku-buku yang relevan dengan model pembelajaran Problem Solving. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Srikandi berjumlah 327 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 10 Sumerta berjumlah 30 siswa dan kelas V SD N 8 Sumerta berjumlah 33 siswa. Data mengenai hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn kelompok siswa yang dibelajarkan melalui Model pembelajaran Problem Solving dan yang dibelajarkan melalui Pembelajaran Konvensional pada kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2013/2014, hal ini dapat dibuktikan thitung = 2,12 > ttabel (α = 0.05, 61) = 2,00, dengan nilai rata-rata hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Problem Solving 70,67 dan yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional 64,09. Dengan demikian dapat disimpulkan Model pembelajaran Problem Solving berpengaruh terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Solving, Hasil Belajar PKn The purpose of this paper is to find significant differences in learning outcomes PKn groups of students that learned through learning design of Problem Solving and that learned through conventional teaching in fifth grade elementary school in Denpasar Srikandi cluster East of the Academic Year 2013/2014. Writing method used is method literature review that examine relevant books Problem Solving with the learning desing. This study was a quasi-experimental study the study design Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all fifth grade students of elementary school Srikandi cluster totaling 327 students. Samples were taken with a random sampling technique. The samples in this study were fifth grade elementary school students N 10 Sumerta Who totaled 30 students and fifth grade elementary school students N 8 Sumerta Who totaled 33 students. Mathematics laearning outcom data were collected using a objective tests. The data were then analyzed using statistical analysis techniques t-test. The results showed there are significant differences Civics learning PKn group of students that learned through learning Problem Solving design and that learned through Conventional Learning in class V SD Force Srikandi East Denpasar Academic Year 2013/2014, This can be proved thit = 2,12 > ttab (α = 0.05, 61) = 2,00, with an average value of PKn student learning outcomes learning model that learned through Problem Solving 70.67 and that learned through learning Conventional 64.09. It can be concluded Learning Problem Solving design effect on Civics Student Learning Outcomes Class V SD Force Srikandi East Denpasar Academic Year 2013/2014.keyword : Learning Problem Solving design, Results Learning Civics
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IVB SDN 17 DAUH PURI TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Putu Diantari; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3506

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika melalui penerapan pendekatan pembelajaran konstruktivistik pada siswa kelas IVB SDN 17 Dauh Puri. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SDN 17 Dauh Puri Tahun Ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 38 orang siswa. Data penelitian tentang hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan rata-rata keaktifan belajar matematika pada pra siklus = 6,74 berada pada kriteria kurang aktif berikutnya pada siklus I =10,37 berada pada kriteria cukup aktif dan mengalami peningkatan sebesar 4,03 pada siklus II menjadi =14,40 tergolong pada kriteria aktif. Dan hasil belajar pada pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 4,31 % kemudian siklus I ke siklus II sebesar 10,60 % yaitu pada pra siklus hasil belajar siswa sebesar 65,79 % siklus I hasil belajar siswa 70,10 % dan pada siklus II mencapai 80,70 % yang berada pada kriteria tinggi. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari pra siklus ke siklus I sebesar 15,79 % yaitu pada pra siklus sebesar 65,79 % menjadi 81,58% dan meningkat sebesar 18,42 %, mencapai 100% pada siklus II sehingga kriteria keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Jadi, simpulan dari penelitian ini adalah melalui Penerapan Pendekatan Konstruktivistik dapat Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas IVB SDN 17 Dauh Puri Tahun Ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Kata kunci : pendekatan pembelajaran konstruktivistik, keaktifan, dan hasil belajar. Abstract This study aims to improve the activity and mathematics student learning outcomes through the application of constructivist learning approaches IVB grade students of SDN 17 Dauh Puri. This study uses action research design conducted in two cycles . The subjects were students in grade IVB SDN 17 Dauh Puri Academic Year 2013/2014 which consisted of 38 students . Research data on learning outcomes was collected using test methods and methods of observation . Data were analyzed using descriptive statistics and quantitative descriptive analysis method . The results of the analysis of the data shows the average activity of learning mathematics in pre cycle =6,74 criteria are less active the next of the first cycle =10.37 was quite active on the criteria and an increase of 4.03 in the second cycle becomes = 14.40 belong to the active criteria . And learning outcomes has increased from pre cycle to first cycle is 4,31 % and from the first cycle into second cycle increased is 10.60 % that is the pre cycle of student learning outcomes is 65,79 %, student learning outcomes in first cycle is 70,10 %, and the second cycle is 80,70 % which is at the high criteria. Classical completeness also increased from pre cycle is 15,79 % that is in the pre cycle 65,79 % inton 81,58 % and increased of 18,42 % into 100 % in second cycle into 100 % so that the defined success criteria have been achieved. Thus, the conclusion from this study is through the application of Constructivistic Approach to Enhance Motivation and Learning Outcomes in Mathematics in IVB Grade Students of SDN 17 Dauh Puri Academic Year 2013/2014. keyword : Keywords : constructivist learning approach , liveliness , and learning outcomes .
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) BERBANTUAN QUESTION CARD TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., Ni Putu Ida Handayani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran TPS berbantuan question card dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian semu dengan desain kelompok Non-Ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 168 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sehingga diperoleh dua kelas yaitu kelas V SD Negeri 17 Dangin Puri berjumlah 39 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VA SD Negeri 28 Dangin Puri berjumlah 36 siswa sebagai kelompok kontrol. Data tentang kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan melalui metode tes dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok kontrol (75,80 > 68,56). Nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen termasuk ke dalam kategori baik dan nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA kelompok kontrol termasuk ke dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil pengujian normalitas dan homogenitas terhadap data yang didapat dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t dan menunjukkan thitung = 3,584 dan ttabel = 1,980 dengan db = 73 dan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung > ttabel (3,584 > 1,980), maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran TPS berbantuan question card dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) berbantuan question card berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : model pembelajaran TPS, question card, kompetensi pengetahuan IPA This study aimed to determine the significant differences in science knowledge competence between groups of students who are taught a model of learning TPS assisted question card with a group of students who were taught conventional learning in grade V students SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik academic year 2016/2017. This research type is quasi research with Non-Equivalent group design. The population of this study are students of grade V SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik academic year 2016/2017 as many as 168 students. Sample determination was done by random sampling technique. So that obtained two classes of grade V SD Negeri 17 Dangin Puri amounted to 39 students as experimental group and grade VA SD Negeri 28 Dangin Puri amounted to 36 students as a control group. Data on the knowledge competence of IPA are collected through the test method using an ordinary double-choice objective test. Furthermore, the data were analyzed by t-test. The results showed that the average science knowledge competence of the experimental group was higher than the average knowledge competence of control group IPA (75,80> 68,56). The average value of science knowledge competence of the experimental group is included in the good category and the average score of science knowledge competence of the control group is included in the sufficient category. Based on the normality and homogeneity test on the data obtained from the experimental group and the control group is normal and homogenous distribution. The hypothesis test is then tested by t-test and shows thitung = 3,584 and ttable = 1,980 with db = 73 and significance level 5%. Based on the test criteria, t count> t table (3,584> 1,980), then Ho is rejected. This means that there is a significant difference in science knowledge competence between the groups of students who are taught through the learning model of TPS with the help of question cards with groups of students who are taught conventional learning. Based on the result of this research, it can be concluded that the cooperative learning model of TPS (Think Pair Share) with the help of question card influences the knowledge competence of science students of grade V SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik academic year 2016/2017.keyword : TPS learning model, question card, science knowledge
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PERHATIAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SDN KELURAHAN YANGAPI Ni Nengah Madri Antari, I Wayan Wiradana1,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.733

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara intensitas perhatian orang tua dan hasil belajar IPA (2) hubungan minat belajar dan hasil belajar IPA dan (3) hubungan secara bersama-sama intensitas perhatian orang tua dan minat belajar dengan hasil belajar IPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian Expost-facto. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Kelurahan Yangapi tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengambilan sampel adalah proposional random sampling dengan jumlah sampelnya 148. Data di ambil dengan menggunakan kuesioner. Data penelitian  dianalisis dengan teknik statistik yaitu regresi sederhana, product moment, dan regresi ganda. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara intensitas perhatian orang tua  terhadap hasil belajar yaitu  thitung=6,445> ttabel = 1,664.  Hubungan minat belajar dan hasil belajar yaitu thitung = 14,238 > ttabel = 1664. Hubungan secara bersama-sama antara intensitas perhatian orang tua dan minat belajar terhadap hasil belajar IPA Fhitung=36,55 > Ftabel= 3,09, yang berarti ada hubungan yang signifikan antara variable-variabel tersebut.   Kata kunci : intensitas perhatian orang tua , minat belajar, hasil belajar
ANALISIS PENILAIAN AUTENTIK MENURUT PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 PADA KELAS IV SD NO. 4 BANYUASRI ., I Made Endra Danu Merta; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5818

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman guru mengenai penilaian autentik menururt kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan penilaian autentik, (2) mendeskripsikan pelaksanaan penilaian autentik, dan (3) mendeskripsikan hambatan yang dialami guru dalam penilaian autentik menurut kurikulum 2013 pada tema makananku sehat dan bergizi pada kelas IV SD No. 4 Banyuasri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah studi dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru kelas IV SD No. 4 Banyuasri. Obyek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan hambatan yang dialami guru kelas IV dalam penilaian autentik menurut pembelajaran kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan penilaian autentik di kelas IV SD No. 4 Banyuasri memperoleh nilai 87,50 berada pada kategori baik, (2) pelaksanaan penilaian autentik di kelas IV SD No. 4 Banyuasri memperoleh nilai 93,75 berada pada kategori amat baik, dan (3) hambatan guru dalam pelaksanaan penilaian autentik adalah banyaknya jumlah peserta didik, banyaknya penilaian yang harus dilakukan, dan ketersediaan waktu dalam melakukan penilaian. Berdasarkan hasil penelitian, penilaian autentik menurut kurikulum 2013 pada kelas IV SD No. 4 Banyuasri berjalan dengan baik namun masih mengalami hambatan dalam pelaksanaannya.Kata Kunci : penilaian autentik, pembelajaran, kurikulum 2013 The problems in this study is the lack of understanding of the authentic assessment of teachers according to the curriculum in 2013. This study aims to (1) describe the planning of authentic assessment, (2) describe the implementation of authentic assessment, and (3) describe the obstacle that is experienced by the teacher in authentic assessment according to curriculum 2013 on the topic my food is healthy and nutritious in fourth grade in SD No. 4 Banyuasri. This research is a qualitative research. Data collection methods used in this research is the study of documents, observation, and interviews. Data were analyzed using descriptive analysis. The subjects used in this research is fourth grade teacher in SD No. 4 Banyuasri. Object of this research is the planning, implementation, and obstacle that is experienced by the fourth grade teachers in authentic assessment according to the curriculum 2013. The results showed that (1) the planning of authentic assessment in fourth grade in SD No. 4 Banyuasri gained 87.50 in the good category, (2) the implementation of authentic assessment in fourth grade in SD No. 4 Banyuasri scored 93.75 in the category very well, and (3) the teacher obstacles in the implementation of authentic assessment is the large number of students, number of assessment to be done, and the availability of time to do the assessment. Based on this research, authentic assessment according to the curriculum 2013 at the fourth grade in SD No. 4 Banyuasri run well but still get some obstacles in its implementation.keyword : authentic assessment, learning, curriculum 2013
PENGARUH MODEL PROBLEM-BASED INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Ni Ngh. Madri Antari, I Kdk. Ropi Darmana, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1535

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi kemampuan pemecahan masalah pembelajaran Matematika siswa dibelajarkan dengan  pembelajaran konvensional, 2) deskripsi kemampuan pemecahan masalah pembelajaran Matematika siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem-Based Instruction, 3) perbedaan kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem-Based Instruction dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD di gugus IV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 105 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes pemecahan masalah berbentuk uraian. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor kemampuan pemecahan masalah pembelajaran Matematika pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 15,92, 2) sedangkan skor kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran Matematika pada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Problem-Based Instruction lebih tinggi, dengan mean 24,35, 3). Jadi perbedaan yang signifikan pada kemampuan pemecahan masalah antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem-Based Instruction dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan thitung > ttabel (thitung = 3,35 > ttabel = 1,671).   Kata kunci: Problem-Based Instruction, pemecahan masalah   Abstract This study aims to determine: 1) description of the problem solving ability of students learning mathematics learned with conventional learning, 2) a description of the problem solving ability of students learning mathematics learning model learned with Problem-Based Instruction, 3) differences in problem solving ability in mathematics learning among groups of students models are learned with Problem-Based learning Instruction and students who learned with conventional learning in class V students in academic year 2012/2013 in primary schools in the cluster IV Buleleng. This research is a quasi-experimental research design using non-equivalent post-test only control group design. The subjects were all fifth grade students in elementary group Buleleng District IV Academic Year 2012/203, amounting to 105 people. Sampling technique is random sampling technique, but is randomized class. Data were collected with instrument-shaped description of the problem-solving test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Results of this study found that: 1) score learning mathematics problem-solving abilities in students who take conventional learning tend to be low, with a mean of 15.92, 2) while scoring ability in learning mathematics problem solving in students who learned with the cooperative learning Problem-Based Instruction is higher, with a mean of 24.35, 3). So significant differences in problem solving ability among the group of students who learned with the learning model of Problem-Based Instruction with conventional learning, with tarithematic > ttable (tarithematict = 3,35> ttable = 1,671). Key words: Problem-Based Instruction, solving skills
PENERAPAN MODEL SNOWBALL THROWING BERBANTUAN SATUA BALI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA ., Ni Wayan Winjassica Purnama Dewi; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 2 Banjar Bali melalui penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Satua Bali. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V di SD Negeri 2 Banjar Bali yang berjumlah 21 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuesioner dan tes, dengan instrumen berupa kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar. Data dianalisis untuk memperoleh mean dan persentase mean. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat persentase rata-rata motivasi belajar siswa adalah 72% (kategori “sedang”) dan tingkat persentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 70,47% (kategori “sedang”) pada siklus I. Selanjutya, pada siklus II, persentase rata-rata motivasi belajar siswa meningkat menjadi 84,38% (kategori “tinggi”) dan persentase rata-rata hasil belajar siswa adalah 84,28% (kategori “tinggi”). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing berbantuan Satua Bali dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Banjar Bali.Kata Kunci : Snowball Throwing, Satua Bali, motivasi, hasil belajar. The research was aimed to know the increase of students motivation and learning achievement of fifth grade student on science at SD Negeri 2 Banjar Bali through implementation of The Snowball Throwing model of learning assisted Balinese Story. This research was Classroom Action Research, as the subject was fifth grade students at SD Negeri 2 Banjar Bali amount 21 students. The research had done in two cycles. The data were collected by using questionnaire and test methods, and as the instruments were learning motivation questionnaire and learning achievement test. The data were analyzed for getting mean and mean percentage. Based on the result of the research, the percentage of mean of students learning motivation is 72% (“medium” category) and the percentage of mean of students learning achievement is 70,47% (“medium” category) in cycle I. Then, in cycle II, the percentage of mean of students learning motivation increase to be 84,38% (“high” category) and the percentage of mean of students learning achievement is 84,28% (“high” category). Based on the result of the research, the conclusion is the implementation of Snowball Throwing model of learning assisted Balinese Story can increasing the fifth grade students motivation and learning achievement at SD Negeri 2 Banjar Bali.keyword : Snowball Throwing, Balinese story, motivation, learning achievement
MODEL PEMBELAJARAN ASSURE BERNUANSA LINGKUNGAN BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETKOL WISNU ., Ni Wayan Pradnya Mitha; ., Dr. I Gede Meter,M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran ASSURE bernuansa lingkungan berbantuan media audiovisual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 2 SD Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan desain non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kelas V sekolah dasar di Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara, yang meliputi 7 SD berjumlah 338 siswa, pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri 1 Peguyangan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 40 siswa dan kelas V SD No.10 Peguyangan sebagai kelas kontrol berjumlah 40 siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPS yang merupakan nilai kognitif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk tes pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan uji-t. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ASSURE bernuansa lingkungan berbantuan media audiovisual lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan konvensional (81,85>62,36). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran ASSURE bernuansa lingkungan berbantuan media audiovisual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan t hitung = 8,05 > t tabel = 2,000 pada derajat kebebasan 78 disignifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ASSURE bernuansa lingkungan berbantuan media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara. Kata Kunci : Model pembelajaran ASSURE, bernuansa lingkungan, media audiovisual, hasil belajar This research purpose to know significant differences of the result of studying social between students who join ASSURE learning method based on environment and helped with audiovisual media and students who joined conventional learning method to the fifth grade students in semester two of SD Gugus Letkol Wisnu District North Denpasar. This research is belongs to quasy experiment used non equivalent control group design. The subjects of this research are all the fifth grade students of elementary schools in Gugus Letkol Wisnu District North Denpasar with seventh elementary school consisted of 338 students. The technique which is used to take the sample is by using random sampling technique. The sample in this research are the fifth grade students of SD Negeri 1 Peguyangan as an experiment class which is consisted of 40 students and the fifth grade students of SD No. 10 Peguyangan as a controlled class which is consisted of 40 students. The data which is collected of this research is the result of studying social as a cognitive value. Cognitive value was collected from result of studying test in the form of multiple choices. The data was analyzes using uji-t. The average value from the result of students which is studying using ASSURE learning method based on environment and helped with audiovisual media media was higher than students who studying using conventional learning method. (81.85>62.36). The result of this research showed that there was a significant difference from students who studying social by using ASSURE learning method based on environment and helped with audiovisual media with the students who studying social by using conventional learning method and it could be calculated using t = 8.05 > t table = 2.000 in free degree 78 significant 5%. From the explanation above the researcher can conclude that ASSURE learning method based on environment and helped with audiovisual media could affect significantly with the result of studying social to the fifth grade students of SD Gugus Letkol Wisnu Kencana District North Denpasar.keyword : ASSURE learning method, based on environment, audiovisual media, result of studying

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue