cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING (PEMBELAJARAN TERBALIK) BERBANTUAN MULTIMEDIA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS I DENPASAR SELATAN I Wyn. Wiarta, Ni Md. Wina Antari, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.967

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signiifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model reciprocal teaching (pembelajaran terbalik) berbantuan multimedia dengan siswa yang dibelajarkan  menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Denpasar Selatan Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Kontrol Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus 1 Denpasar Selatan tahun ajaran 2012/2013. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif yang dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui lembar observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji t. Rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan model reciprocal teaching berbantuan multimedia lebih dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (79,58>74,40). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model reciprocal teaching (pembelajaran terbalik) berbantuan multimedia dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung=6,641:ttabel=2,000). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model reciprocal teaching berbantuan multimedia berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS Siswa kelas V SD Gugus I Denpasar Selatan. Kata kunci : Model reciprocal teaching, hasil belajar, multimedia pembelajaran.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI DESA SELAT ., Ketut Agus Budiarnawan; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2224

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara konsep diri dan hasil belajar IPA, (2) hubungan antara pola asuh orang tua dan hasil belajar IPA, dan (3) hubungan antara konsep diri dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Desa Selat Kecamatan Sukasada. Jenis penelitian ini adalah Expost-facto, populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Desa Selat Kecamatan Sukasada, jumlah sampelnya 114. Teknik pengambilan sampel adalah propotional random sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner. Jumlah kuesioner konsep diri sebanyak 23 butir, sedangkan jumlah kuesioner pola asuh orang tua sebanyak 25 butir. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan teknik statistik yaitu regresi sederhana, product moment, dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara konsep diri dan hasil belajar IPA Fhitung = 5,40 > Ftabel = 3,94. Hubungan antara pola asuh orang tua dan hasil belajar IPA Fhitung = 53,32 > Ftabel = 3,94. Hubungan secara bersama-sama antara konsep diri dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar IPA Fhitung = 31,43 > Ftabel = 3,09, yang berarti memiliki hubungan yang signifikan. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa konsep diri, pola asuh orang tua berhubungan secara signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Desa Selat Kecamatan Sukasada baik secara terpisah maupun simultan. Kata Kunci : konsep diri, pola asuh orang tua, hasil belajar IPA This research aimed to determine (1) the relationship between self concept and science learning outcomes, (2) the relationship between parenting parents and science learning outcomes, and (3) the relationship between self concept and parenting parents toward science learning outcomes grade V elementary school in the village of Sukasada Sub-district Selat. This research is Expost-facto, the population of this study was a grade V elementary school in the village of Sukasada Sub-district Selat, with total sample was 114. Proportional random sampling technique was used in this study. The data was taken using a questionnaire. Number of questionnaires for self concept was 23 points, while the number of questionnaires for parenting parents was also 25 points. The data were analyzed by using a statistical technique that was simple regression, product moment, and multiple regressions. The results showed a relationship between self concept and science learning outcomes Fcount = 5,40 > F = 3,94. Parenting parents the relationship between science learning outcomes Fcount = 53,32 > F = 3,94. Relations jointly between self concept and parenting parents toward science learning outcomes Fcount = 31,43 > F = 3,09, which means it has a significant relationship. Based on the findings above it could be concluded that self concept and parenting parents significantly the relationship toward science learning outcomes grade V elementary school in the village of Sukasada Sub-district Selat both separately and simultanously. keyword : self concept, parenting parents, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V ., Ni Made Yulia Dewi; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10713

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning bermuatan Pendidikan Karakter terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus IX Abiansemal Badung Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu menggunakan Rancangan Kelompok Non-ekuivalen. Seluruh siswa kelas V SD Gugus IX Abiansemal Badung yang berjumlah 211 siswa dijadikan populasi penelitian. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampel kelompok dan disetarakan dengan teknik matching, sehingga diperoleh kelas V SD No. 5 Darmasaba sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD No. 6 Darmasaba sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 31 siswa. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan metode tes, kemudian dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan analisis data, diperoleh thitung = 3,937, sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 31+31-2=60 diperoleh ttabel = 2,000, sehingga t_hitung = 3,937 > t_(tabel(α=0,05,60))= 2,000, maka H0 ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas V SD Gugus IX Abiansemal Badung Tahun Ajaran 2016/2017. Demikian pula rerata hasil belajar IPA kelompok eksperimen X ̅=80,23 > X ̅=70,82 rerata hasil belajar IPA kelompok kontrol. Berdasarkan hasil uji t dan perbedaan rerata kedua kelompok, maka dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning bermuatan Pendidikan Karakter berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus IX Abiansemal Badung Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : problem based learning, karakter, ipa. This study aims to know the effect of Problem Based Learning Model Contains Character Education towards science learning outcomes grade 5th grade students of Gugus IX Abiansemal Badung academic year 2016/2017. This study was an experiment which used quasy experiment design - The Nonequivalent Control Group Design. All of grade 5th students of Gugus IX Abiansemal Badung which the number of the students were 211 were being the population. The sample of this study is determined by group sampling technique and used matching to make the student equivalent, so that obtained the student of 5th grade SD Number. 5 Darmasaba as the experiment group and the student of 5th grade SD Number 6 Darmasaba as the control group which each group fill by 31 students. Data of Science learning outcomes were collected by test methods, and then analyzed using t-test. By analyzing the data, it was found that tcount = 3,937 and with 5% of significance level and dk = 31 + 31 – 2 = 60, it was found that ttable = 2,000, so tcount = 3,937 > ttable = 2,000, then H0 rejected and Ha accepted. That means there is a significant difference of Science outcomes experiment group and control group in fifth grade of Gugus IX Abiansemal Badung academic year 2016/2017. As well as the average value of experiment group X ̅=80,23 > X ̅=70,82 the average value of control group. Then, based on t test and the difference of average value of both group, it can be concluded that the application of Problem Based Learning Model Contains Character Education indeed affects the Science learning outcomes grade 5th students of Gugus IX Abiansemal Badung academic year 2016/2017. keyword : problem based learning, character, science.
PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA SD KELAS V DI GUGUS XIV BULELENG Pt. Nanci Riastini, Kt. Ely Wijayanti, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.823

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini, yaitu kelas V SD No. 1 Tukadmungga dan SD No. 3 Tukadmungga, yang masing-masing siswanya berjumlah 38 orang dan 28 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk esai. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan Hasil analisis data, diperoleh (1) rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen tergolong kriteria sangat tinggi dengan M = 32,9, (2) rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol tergolong kriteria sedang dengan M = 21.79, dan (3) thit = 9,984 > ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri berbantuan lingkungan sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa SD kelas V di Gugus XIV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: Model Pembelajaran Inkuiri, Pemahaman Konsep, IPA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ., Desak Ketut Paramita; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 9 Banjar setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media audio visual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 2 siklus secara berdaur yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi/ evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 9 Banjar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Dari hasil analisis data pada siklus I, rata-rata kelas hasil belajar IPA siswa mencapai 74,64, setelah dikonversikan ke dalam PAP hasil belajar, maka rata-rata kelas hasil belajar IPA siswa tergolong kategori sedang. Hasil penelitian pada siklus II menunjukkan terjadinya peningkatan. Rata-rata kelas hasil belajar IPA siswa mencapai 83,21, rata-rata kelas hasil belajar IPA siswa tergolong kategori tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Negeri 9 Banjar tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar IPA, media audio visual, numbered heads together This study was aimed at finding out an increase in science learning achievement of the fourth grade students of SD Negeri 9 Banjar after implementing Audio Visual Aided - Numbered Head Together (NHT) type of Cooperative Learning model. This was a classroom action research that was done in two cycles, each consisting of planning, action, observation/evaluation and reflection. The subjects were the fourth grade students of SD Negeri 9 Banjar. The data were collected using test. The data collected were then analyzed using quantitative descriptive analysis. From the data analysis in cycle I, the average grade students science learning achievement 74.64, after being converted into criterion-referenced evaluation, the students learning achievement falls into medium level. The result of the study in cycle II showed that there was an increase in learning achievement. The average grade student science learning achievement reached 83.21, falling into a high category. The results of this study showed that the implementation of audio visual-aided NHT type of Cooperative Learning model can increase the fourth grade students’ science learning achievement in SD Negeri 9 Banjar in the academic year 2015/2016.keyword : audio visual media, numbered head together, science learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA ., Made Ariwahyuni; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi pemahaman konsep matematika siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi pemahaman konsep matematika siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran metakognitif, (3) perbedaan pemahaman konsep matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan penelitian ini berjumlah 49 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik group random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes pemahaman konsep berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) pemahaman konsep matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang, (2) pemahaman konsep matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 7,46 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Kata kunci: Model pembelajaran, metakognitif, pemahaman konsep matematika. This study aimed at : (1) describing students’ understanding of mathematical concepts based control group through conventional learning models, (2) describing students' understanding of mathematical concepts based experimental group through metacognitive learning model, (3) understanding the differences of mathematical concepts significantly between groups of students who learned mathematic with metacognitive learning model and students who learned mathematic with conventional learning model at fifth grade students of elementary school at Gugus III, Tejakula Subdistrict, Buleleng Regency, in the academic year 2013/2014. The research categorized as the quasi-experimental study and it was designed using non - equivalent post-tests only for control group design. The subjects of the study were the fifth grade students of elementary school at Gugus III, Tejakula Subdistrict, Buleleng Regency, in the academic year 2013/2014 with the total number of 163 students, but the sample taken from this study were 49 students. Cluster random sampling was used at this study. Randomized sampling used only for the class. The data was collected by test of understanding the concept in the form of essay. The data was collected through statistical analysis and statistical descriptive inferential (t-test). The result of the study showed that: (1) the students' understanding of mathematical concepts of students who learned with control group categorized as medium level, (2) the students’ understanding of mathematical concepts of students who learned with experimental group categorized as high level, (3) there are significantly differences in understanding mathematical concepts between students who learned with metacognitive learning model and students who learned with conventional learning models with t-count value =7.46 and t-table value = 2.021, so that t-count value is higher than t-table value . Based on these results it can be said that a group of students who learned with metacognitive learning models is better than the group of students who learned with conventional learning models.keyword : model of learning, metacognitive, math comprehension concept
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE GI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD GUGUS LETKOL I GUSTI NGURAH RAI, DENPASAR UTARA ., Cokorda Istri Krisna Adhi Udani; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbasis Lingkungan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Letkol I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent control group design.Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus Letkol I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Utara tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 420 siswa.Sampel diambil dengan teknik random sampling.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes.Adapun nilai rata-rata post-test pada kelompok eksperimen sebesar 80,87, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 78,41. Berdasarkan hasil pengujian data post-test siswa diperoleh data dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Berdasarkan hal tersebut, maka data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Kriteria pengujian jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan derajat kebebasan dk = n1 + n2 – 2 dan  = 5% = 0,05. Hasil analisis menunjukkan thitung = 0,22 dan ttabel = 2,00 untuk dk = 76 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung < ttabel (0,22< 2,00) maka Ha ditolak dan Ho diterima. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berbasis Lingkungan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus Letkol I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Utara Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model Group Investigation, lingkungan, hasil belajar IPA. The purpose of this research is to know about significant differences about the outcomes of sains between students who taught by group investigation cooperative model based of surroundingswith the students who taught by conventional learning in grade five at primary school of Gugus Letkol I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Utara 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study (quasi experiment) with the design of the study was Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all students in grade five at primary school of Gugus Lekol I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Utara which consist of 420 students. The sample used a random sampling technique. Data collection methodusedis the method oftesting. Thevalue ofthe averagepost-testin the experimental groupwas80,87, whilethe control groupwas78,41. Based onthe results ofthe test dataobtainedstudents'post-testdata fromthe experimental groupand the control grouphad anormal distributionandhomogeneousvariance. Basedon this, thedata were analyzedusingt-test. Criteriatestingiftcount>ttablethen Hois rejectedandHa acceptedwithdegrees of freedomdf =n1+n2-2and=5% =0.05. The analysis showedtcount=0,22and ttable = 2.00 for df =76with a significance levelof 5%. Based ontesting criteria, tcount >ttable(0,22>2.00) then Ha is rejectedandHo accepted. Based on these resultsit can be concludedthat there are not effect of group investigation cooperative model based of surroundingstowards sainslearning outcomes of V grade at Gugus Letkol I Gusti Ngurah Rai, Denpasar Utara 2013/2014 academic year. keyword : group investigation cooperative model, surroundings, sains outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM PENINGKATAN MOTIVASI DAN AKTIVITAS BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN 3 TUKADMUNGGA ., Anak Agung Ayu Sriwulansari; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan aktivitas belajar IPA siswa kelas V SDN 3 Tukadmungga dengan model kooperatif tipe make a match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif dengan guru kelas V. subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 3 Tukadmungga yang terdiri dari 19 orang. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui lembar observasi, pemberian angket, dan pendokumentasian. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan aktivitas belajar siswa kelas V SDN 3 Tukadmungga setelah diadakan tindakan berupa pembelajaran dengan model kooperatif tipe make a match. Hasil observasi menunjukkan persentase motivasi belajar IPA siswa sebesar 66,00% dan setelah dilakukannya pelaksanaan tindakan siklus I meningkat menjadi 71,68% pada pertemuan pertama ke pertemuan kedua siklus II menjadi 86,11%. Sedangkan persentase aktivitas belajar IPA siswa sebesar 63,78% dan setelah dilakukannya pelaksanaan tindakan siklus I meningkat menjadi 66,63% pada pertemuan pertama ke pertemuan kedua siklus II menjadi 85,79%. Dari data tersebut, diketahui bahwa indikator keberhasilan telah tercapai, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar siswa kelas V SDN 3 Tukadmungga. Kata Kunci : Aktivitas, Motivasi, Model Pembelajaran Make A Match This study aims to determine the increase motivation and learning activities of fifth grade science students at SDN 3 Tukadmungga the type cooperative models make a match. This research is a classroom action research conducted collaboratively with classroom teachers V. research subjects are students of class V SDN 3 Tukadmungga consisting of 19 people. The study was conducted in two cycles, each cycle consisting of three meetings. Data collection techniques performed through observation sheets, questionnaire administration, and documentation. The results showed an increase motivation and activity of students of class V SDN 3 Tukadmungga after the holding action in the form of cooperative learning model make a match. Observations show the percentage of students with the motivation to learn science by 66.00% and subsequent to the implementation of the action first cycle increased to 71.68% in the first meeting to the second meeting of the second cycle into 86.11%. While the percentage of students with learning activities science amounted to 63.78% and subsequent to the implementation of the action first cycle increased to 66.63% in the first meeting to the second meeting of the second cycle into 85.79%. From these data, it is known that the indicators of success has been achieved, so that it can be concluded that cooperative learning model make a match can increase motivation and activity of students of class V SDN 3 Tukadmunggakeyword : Activity, Motivation, Make A Match Model
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TALKING STICK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VII BONTIHING Nym. Dantes, Md. Sukarpiani, Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.686

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA siswa yang mengikuti metode pembelajaran Talking Stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri yang ada di gugus 7 Bontihing pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan  teknik random sampling dan diperoleh SD N 1 Bontihing sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan SD N 4 Bontihing sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 30 orang siswa. Data Pemahaman Konsep IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti metode pembelajaran Talking Stick dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hasil analisis menunjukkan t hitung = 45,75 dan t tabel = 2,00 untuk db = n1 + n2 – 2 = 60 dengan taraf signifikansi 5%.   Kata kunci: metode talking stick, pemahaman konsep, sains.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF REGULATED LEARNING (SRL) BERBASIS PENDAYAGUNAAN LINGKUNGAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA PADA SISWA KELAS V SD DI GUGUS III KECAMATAN KINTAMANI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Putu Dimas Mantara; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi pemahaman konsep IPA pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui deskripsi pemahaman konsep IPA pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SRL, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan pada pemahaman konsep IPA siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SRL dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan dilaksanakan di kelas V SD Gugus III Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2016/2017 dengan menggunakan desain posttest only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 23 orang siswa kelas V SD Negeri Abuan sebagai kelompok eksperimen dan 23 orang siswa SD Negeri Katung sebagai kelompok kontrol dan ditentukan dengan menggunakan teknik sistem simple random sampling. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data pemahaman konsep IPA dan dikumpulkan dengan menggunakan metode test dengn instrument tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : Bahwa sebaran data pada kelompok kontrol merupakan juling positif, yang berarti bahwa sebagian besar skor cenderung rendah. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai Mo (20,78) < Me (20,88) < M (21,02). Sedangkan pemahaman konsep IPA Siswa Kelompok Eksperimen menunjukkan bahwa sebaran data pada kelompok eksperimen merupakan juling negatif, yang berarti bahwa sebagian besar skor cenderung tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai Mo (26,35) > Me (25,72) > M (25,03). Model pembelajaran SRL berbasis pendayagunaan lingkungan berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA yang signifikan, antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model self regulated learning berbasis pendayagunaan lingkungan dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : SRL, lingkungan, pemahaman konsep IPA. This study aims to: (1) find out the description of understanding the concept of science in the group of students that is taught by the conventional learning model, (2) to know the description of understanding of science concept in the group of students which is taught by the learning model of SRL, and (3) to know the significant difference Understanding of science concept of students between groups of students who were taught by the model of learning of SRL with groups of students who were taught by conventional model. This type of research is a quasi-experimental research and conducted in class V SD Gugus III Kintamani sub-district of 2016/2017 by using posttest only control group design. The sample of this research are 23 students of Grade V of SD Negeri Abuan as experiment group and 23 students of SD Negeri Katung as control group and determined by using simple random sampling system. In this study the data collected is the data understanding of the concept of IPA and collected by using test methods with objective test instruments. The data obtained were analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and statistical infrensial (t-test). The results of this study can be concluded: That the distribution of data in the control group is positive squint, which means that most of the score tends to be low. This can be proven from the value of Mo (20.78) M (25,03). The use of environment-based SRL based learning model influences the understanding of significant IPA concepts, between groups of students who are learning by using self-regulated learning model based on environmental empowerment with groups of students learning to use conventional learning modelkeyword : SRL, environment, understanding the concept of IPA.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue