cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS I KECAMATAN JEMBRANA ., Ni Made Sintya Novita Dewi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan eksperimen posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di gugus I Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 146 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 1 Perancak yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SD Negeri 1 Sangkaragung yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar IPA antara kelompok yang dibelajarkan dengan menggunakan model discovery learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Perbandingan hasil peritungan rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model discovery learning adalah 117,38 berada pada kategori sangat tinggi lebih besar dari rata-rata motivasi belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung adalah 98,5 berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : model discoveri learning, motivasi belajar This study aims to determine the differences in motivation to learn science between group which was learned by using discovery learning model and the group of students which was learned by using direct instructional model. This study was a quasi-experimental research with experimental posttest only controls group design. The population of this study was a fourth grade elementary student in cluster I Jembrana district in the academic year 2014/2015 with the amount of 146 students. The sample of this study was taken by simple random sampling technique. The sample of this study were fourth grade students in SDN 1 Perancak with 27 students as an experimental group and fourth grade students in SDN 1 Sangkaragung with 24 students as the control group. The data of this study was collected using learning motivation questionnaire. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). The results of this study indicate that there were differences in motivation to learn science between group which was learned by using discovery learning model and the group of students which was learned by using direct instructional model. The comparison of the results of the calculation average of students’ motivation in learning science who took discovery learning model was 117,38 in very high category was greater than the average of students’ motivation in learning science who take direct learning model was 98,5 in the high category. keyword : discovery learning model, learning motivation
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS INKUIRI UNTUK PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Desi Aristini; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, 1) mengetahui validitas pengembangan LKS dan 2) menguji efektivitas penggunaan LKS terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V semester genap SD di Gugus IV Kecamatan Sukasada Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode pencatatan dokumen, observasi, kuesioner, dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, lembar observasi, lembar kuesioner, dan tes uraian (essay). Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah 1) validitas LKS menurut review para ahli diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, dan ahli isi mata pelajaran,berturut-turut yaitu 86%, 92%, dan 94%. Berdasarkan uji coba produk juga diperoleh hasil sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berturut-turut yaitu 92,6%, 91,8% dan, 91,13%, 2) hasil uji t menunjukan thitung (19,61) > ttabel (2,021). Hal ini berarti, LKS berbasis inkuiri efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Temuan yang diperoleh yaitu, LKS berbasis inkuiri dapat mengembangkan keterampilan proses siswa, membuat siswa aktif, antusias, dan terlibat penuh dalam pembelajaran. Kata Kunci : Pengembangan, LKS, ADDIE, Pemahaman Konsep IPA The aims of this study are 1) to find out the validity of the result of LKS’ development, 2) to examine the effectiveness of the concept of science in the LKS which is used on the fifth grade students in elementary school in group IV Sukasada subdistrict Lesson 2016/2017. This research is a development research which is using ADDIE model. The data were collected by using document recording method, observation, questionnaire, and test. There are instruments which is used in this study were document recording sheets, observation sheets, questionnaire sheets, and essay tests. Data analysis that used in this study were descriptive qualitative, descriptive quantitative and inferential statistic. The results of this study are 1) the validity of LKS according to the expert’s reviews obtained a very good result. The percentage level of review achievement of instructional design expert, learning media expert, and subject matter expert, were respectively about 86%, 93% and 96%. Based on product trials also obtained a very good results. Percentage of achievement levels from individual, small group and field trials were 92,6%, 91,8%, and 91,13%, respectively. 2) it is obtained the tcount (19,61)> ttable (2.021).This means, LKS based inquiry is effective to improve students' conceptual understanding. A growing finding is that the inquiry-based LKS can develop student processes, keep students active, enthusiastic, and fully engaged in learning.keyword : Development, LKS, ADDIE, Understanding of Science Concept.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS II KECAMATAN SIDEMEN I Kd. Suartama, I Gst. A.A.Lili A. D, Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1332

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER pada siswa kelas IV di SD  Negeri 1 Sidemen tahun pelajaran 2012/2013.  Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa di SD Gugus II Kecamatan Sidemen tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 219 orang. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 48 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPA. Bentuk tes prestasi belajar IPA yang digunakan adalah uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung 5,896 > ttabel 2,00 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yaitu 19,10 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 16,89 yang berada pada kategori sedang maka Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan prestasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata kunci:  Kooperatif MURDER,  Prestasi Belajar
PENGARUH PENDEKATAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD ., Made Asri Andayani; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD desa Anturan Kecamatan Buleleng yang berjumlah 118 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Anturan yang berjumlah 41 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 39 orang sebagai kelas control. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes . Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata pemahaman konsep IPA kelompok eksperimen adalah 22,85, sedangkan dari rata–rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol yaitu 14,38. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 8,39 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,00. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan pendekatan Reciprocal Teaching dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian pendekatan Reciprocal Teaching memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman konsep IPA siswa pada kelas V. Kata Kunci : reciprocal teaching, pemahaman konsep IPA This study aims to determine the differences between the groups understanding of science concepts that students learn to use Reciprocal Teaching approaches and groups of students who are taught using conventional learning models . This research is a quasi experimental study . The study population was all students in the class V semester of academic year 2013/2014 in the village primary school Anturan Buleleng , amounting to 118 people . The samples in this study were fifth grade students of SD Negeri 2 Anturan which amounted to 41 people as the experimental class and fifth grade students of SD Negeri 1 Anturan , amounting to 39 people as a control class . Determination of the sample using simple random sampling technique . Student data collected using test . The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics . Based on calculations, the average understanding of science concepts experimental group was 22.85 , while the average understanding of science concepts control group is 14.38 . From the analysis of the data , obtained t = 8.39 is greater than t table ( at the significance level of 5 % ) = 2.00 . The results of this study showed significant differences between the groups of students who are learning using Reciprocal Teaching approach with a group of students who learn using conventional learning models . Thus Reciprocal Teaching approach gives significant influence on students' understanding of science concepts in class V.keyword : reciprocal teaching, understanding of science concepts
PENERAPAN MODEL PAP BERBANTUAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS KELAS IV ., I Made Agus Muliarta; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui penerapan model Picture and Picture berbatuan media komik. (2) Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui penerapan model Picture and Picture berbatuan media komik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN 2 Banjar Bali tahun pelajaran 2015/2016, yang berjumlah 21 orang. Data keaktifan dikumpulkan dengan instrumen berbentuk lembar observasi dan data hasil belajar dengan tes pilihan ganda. Hasil penelitian siklus I menunjukan rata-rata persentase keaktifan sebesar 71,82% kategori cukup aktif, rata-rata hasil belajar 72,85, ketuntasan klasikal mencapai 66,66%. Hasil ini belum mencapai katagori keberhasilan. Pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata persentase keaktifan sebesar 80,86% kategori cukup aktif, rata-rata hasil belajar 81,87, ketuntasan klasikal mencapai 85,71%. Hasil siklus II telah mencapai kriteria keberhasilan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut (1) Terjadi peningkatan keaktifan belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model Picture and Picture berbatuan media komik. (2) Terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah dibelajarkan dengan model Picture and Picture berbatuan media komik.Kata Kunci : hasil belajar, keaktifan belajar, Picture and Picture This research has purposed such as: (1) Increased of students' learning activeness on the subjects of Social Sciences through the application of models Picture and Picture assisted by comics medium. (2) Increased of student learning achievement on the subjects of Social Sciences through the application of models Picture and Picture assisted by comics medium. This research is a classroom action research. The subjects were all of students in grade IV SDN 2 Banjar Bali in the academic year 2015/2016, totaling 21 people. Activeness data collected by observation sheet shaped instrument and learning result data with multiple-choice tests. The results of the first cycle of the researched show the average percentage of 71.82% activeness on active enough category, the average learning result 72.85, reaching 66.66% classical completeness. These results have not reached the success category. In the second cycle occurred an increase in the average percentage of 80.86% activeness on active enough category, the average learning achievement 81.87, reaching 85.71% classical completeness. The results of the second cycle have achieved success criteria. Based on the analysis, we can conclude matters such as: (1) Occur an increase in students' learning activeness after application of model Picture and Picture assist by comics medium. (2) Occur an increase in student learning outcomes after application of model Picture and Picture assist by comics medium.keyword : learning activeness, learning achievement, Picture and Picture
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V GUGUS XV KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Putu Citra Arni Kusumaningrum; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4532

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian post-test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah kelas V semester ganjil di Gugus XV Kecamatan Buleleng. Sebanyak 49 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes dengan menggunakan tes pilihan ganda dan data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar IPA. Data analisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.Hal ini dapat dilihat dari hasil rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding rerata kelompok kontrol (eksperimen=22,96 > kontrol=18,21) dan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji-t dengan t_hitung lebih besar dari pada t_tabel yaitu 3,65 > 2,0665. Dengan demikaian, kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, dengan kata lain terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team games tournament terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V semester ganjil di Gugus XV Kecamatan Buleleng. Kata Kunci : Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament, hasil belajar Abstract This study aims to determine the significant difference of the science learning outcomes between students who learned by using cooperative learning model team games tournament and students who learned with conventional learning models. This study was a quasi-experimental study (quasi-experimental) which design with a post-test only control group design. The population of this was V grade students first semester in XV Clustert of Buleleng Discrict. A total of 49 students were selected as the sample was determined by random sampling technique. The data collection method used is the method using a test with multiple-choice tests and the data that was collected is the outcomes of science learning data. The analysis data using descriptive statistics and inferential statistics that test-t. It can be seen from the results of the experimental group mean is higher than the mean of the control group (experimental = 22.96> control = 18.21) and the results of the hypothesis by using the test-t with t_value greater than t_table ie 3.65> 2.0665. Therefore, the group of students who take learning with cooperative learning model team tournament games showed better results than the students who take learning with conventional learning models, in other words there is the influence of application of cooperative learning model team tournament games toward science learning outcomes of V grade students in XV Cluster of Buleleng District. keyword : Cooperative Learning Model Type Team Games Tournament, learning outcomes
PENGARUH MODEL MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA LKS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SD ., Kadek Sri Windayani; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10823

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berbantuan Media LKS dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD yang ada di gugus IV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017 yang ditentukan dengan cara Random sampling. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji-t dengan bantuan program Microsoft Office Excel 2007 for Windows. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar Matematika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berbantuan Media LKS berada pada kualifikasi sangat tinggi (M= 13,76; SD=3,95), sedangkan hasil belajar Matematika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi sedang (M= 9,70; SD=3,43). Hasil uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar Matematika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match berbantuan Media LKS dan hasil belajar Matematika kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel, 2,78 > 2,01). Kata Kunci : Make A Match, hasil belajar This study aimed to know the difference of Mathematics learning outcomes between groups of students who learn by using cooperative learning model type Make A Match assisted Media LKS and groups of students who learn by using conventional learning model. This type of research is a quasi-experimental research with posttest non-equivalent control group design. The population of this study is the fourth graders of elementary school that is in cluster IV Buleleng District Lesson Year 2016/2017 which is determined by Random sampling. Data were analyzed with descriptive statistics and t-test with the help of Microsoft Office Excel 2007 for Windows program. All statistical tests were performed at a significance level of 5%. The result of data analysis showed that the learning result of Mathematics group of students who learn by using cooperative learning model type Make A Match with LKS Media aid is in very high qualification (M = 13,76, SD = 3,95), while the learning result of Mathematics of student group Learning by using conventional learning model is in medium qualification (M = 9,70; SD = 3,43). The result of hypothesis test with t-test shows that there is a significant difference between the learning result of Mathematics group of students learning by using cooperative learning model type Make A Match with LKS Media aid and learning result Mathematics group of students learning by using conventional learning model (ttable, 2.78> 2.01).keyword : Make A Match, learning outcomes,
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERMUATAN PERMAINAN PUZZLE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN NUSA Kt. Pudjawan, Ni L. Tantri, Ndara Tanggu Renda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.917

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching bermuatan permainan Puzzle, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching bermuatan permainan Puzzle dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV  SD gugus I Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Post-test Only Control Design. Sampel penelitian ini SD Negeri 2 Batununggul yang berjumlah 28 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 3 Batununggul yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan sistem Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data tentang hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan Mo < Md < M (13,07 < 15,64 < 16,10), (2) hasil belajar IPA siswa yang mengkuti model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan permainan Puzzle cenderung tinggi dengan Mo > Md > M (19,35 > 19,16 > 19,03), dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan permainan Puzzle dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (thitung = 19,53 > ttabel = 2,02; ά=0,05). Dengan demikian model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan permainan Puzzle berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV SD gugus I Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung tahun pelajaran 2012/2013 Kata kunci: Quantum Teaching, hasil belajar IPA
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES BERBASIS LINGKUNGAN BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Wayan Nuryati; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengaruh penerapan pendekatan keterampilan proses berbasis lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Sebagai populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas V di SDN Gugus Petulu. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling, didapat siswa kelas V SDN 2 Petulu yang berjumlah 34 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 1 Petulu yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan menggunakan tes berbentuk pilihan ganda biasa dengan jumlah soal 30 butir. Data yang terkumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan keterampilan proses berbasis lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hal ini didasarkan pada hasil analisis data yakni thit lebih besar dari ttab yaitu 3,088 > 2,00. Rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan keterampilan proses berbasis lingkungan lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional yaitu 77,91 > 77,06. Hal ini berarti penerapan pendekatan keterampilan proses berbasis lingkungan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Gugus Petulu tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Pendekatan keterampilan proses berbasis lingkungan, hasil belajar IPA . The purpose of this research was to know the difference of students’ achievement in learning sciece between the students who were learned by skill process approach with environment based and others who were learned by conventional learning method. This research was a fictional research using nonequivalent control group design. The population of this research was all students in the fifth grade of elementary school Gugus petulu, Ubud. The sample of this research were defined by using rondom sampling technique. The obtained sample were 34 students in the fifth grade of SD 2 Petulu as the experimental group and 32 students in the fifth grade of SD 1 Petulu as control group. The data was collected by using multiple choises test with 30 items of question. The obtained data was analyzed by using descriptive analysis statistics. The result of the research showed that there was significant differences in students’ science achievement between the students learned by skill process approach with environment based and others learned by conventional learning method. It statistically showed that thit was higher than t tab, 3.088 > 2.00. It was also proved by the mean score of the students’ achievement in science is higher when being learned by skill process approach with environment based than being learned by conventional learning method, 77,91 > 77,06. It meant that implementation of skill process approach with environment based had influence toward the students’ achievement in science at the fifth grade students in Gugus Petulu, academic year 2013/2014.keyword : Process skills-approach with environmental based, natural science learning achievement.
Pembelajaran Problem based learning Terhadap Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Setyawan, Muhammad; Koeswanti, Henny Dewi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 9, No 3 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v9i3.41099

Abstract

Banyaknya peserta didik mendapatkan hasil belajar kurang memuaskan. hal tersebut disebabkan karena kurangnya berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah dalam suatu pembelajarn. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis model pembelajaran Problem based learning dalam meningkatkan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode meta analisis. Tahap penelitian diawali dengan mencari topik yang relevan guna memudahkan dalam mengumpulkan data. Data tersebut diperoleh dengan cara menelusuri jurnal-jurnal online melalui google scolaria dengan kata kunci Problem based learning, Meningkatkan Berpikir Kritis, Sekolah Dasar. Dari penelusuran yang dilakukan diperoleh 25 artikel tetapi yang relevan untuk digunakam hanya 12 artikel. Data-data yang telah diperoleh diolah kembali menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis penggunaan model pembelajaran Problem based learning dalam pembelajaran terbukti dapat meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik paling rendah 5,28% dan yang paling tinggi 99,47%. Penggunaan Problem based learning sangat berpengaruh terhadap berpikir kritis peserta didik. Selain itu peserta didik juga mempunyai pengalaman yang berbeda dalam proses pembelajaran karena dituntut untuk memecahkan permasalahan dalam suatu proses pembelajaran. implikasi penelitian ini diharapkan guru-guru dapat menggunakan model pembelajaran ini pada proses pembelajaran. sehingga meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dengan mudah selama proses pembelajaran.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue