Articles
4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD GUGUS 1 MENGWI BADUNG
., Ni Putu Ayu Widiastiti;
., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed;
., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1951
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD) berbantuan media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada mata pelajaran IPA siswa kelas V sekolah dasar Gugus 1 mengwi kabupaten Badung. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus 1 Mengwi tahun ajaran 2013/2014. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah tekhnik purposive random sampling untuk mendapatkan 2 kelas sebagai sampel.selanjutnya kelas yang diperoleh diundi untuk menentukan kelompok eksperimen dan kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistic parametric. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil, rerata posttestt kelompok eksperimen 74,5dan kelompok kontrol63,2. Uji hipotesis dilakukan pada skor post test dengan hasil pengujian uji-t yaitu thit (3.50) > ttab (2,000). Hasil uji hipotesis tersebut menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Berbantuan Media Audio Visual dengan model konvensional terhadap hasil belajar IPA Siswa Kelas V Gugus 1 Mengwi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) Berbantuan Media Audio Visual berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPA Siswa Kelas V Gugus 1 Mengwi.Kata Kunci : Kooperatif Tipe STAD, Media Audio Visual, Hasil Belajar This study aims to determine a significant difference to science learning outcomes between students who learned with the implementation of cooperative learning model student teams achievement divisions (STAD) aided audio- visual media with students that learned conventionally on teaching science fifth grade elementary school students Force 1 mengwi Badung regency . This study is a quasi experimental study ( quasi-experimental ) research design Nonequivalent with Control Group . The study population was all students in fifth grade elementary mengwi Force 1 of the school year 2013/2014 . The study population totaled 201 students and and samples used in this study was 76 people . Principal instrument in this study IPA student learning outcomes . The data obtained were analyzed using parametric statistical analysis . To test the hypothesis used t-test analysis . Based on the analysis found the following results , mean 74.5 posttestt experimental group and the control group 63.2 . Hypothesis testing is done on the score posttestt with t-test results of the testing that is thit ( 3:50 ) > ttab ( 2,000 ) . Based on the results of hypothesis tests performed means that there are significant differences in the application of cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) Audio Visual Media Assisted with the conventional model of science learning outcomes Students Class V Force 1 Mengwi , it can be recommended that cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions ( STAD ) Assisted Audio Visual Media can be used as an alternative learning approach to teaching science in elementary schools .keyword : CooperativeSTAD, Media Audio Visual, Outcomes Learning
MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK BERBASIS MASALAH KONTEKSTUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS 1 ABIANSEMAL
., Ni Putu Indra Rusminiati;
., Drs. Made Putra, M.Pd;
., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1952
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 1 Abiansemal. Desain penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus 1 Abiansemal yang berjumlah 191 orang. Melalui teknik random sampling didapat 2 kelas yang terdiri dari 70 siswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (nilai thit = 7,75 dan ttabel = 2,00) jadi thitung > ttabel. ). Maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 75,16 > 60,44. Hal ini berarti terdapat pengaruh model pembelajaran resolusi konflik berbasis masalah kontekstual terhadap hasil belajar IPS. Kata Kunci : Resolusi Konflik, Hasil Belajar IPS This research study aimed to know the significant differences of students who are learned using conflict resolution learning model based of contextual problem to the students who are learned using conventional learning model by the fifth grade students of elementary school cluster 1 Abiansemal. The design of this research study was a nonequivalent control group design. The populations of this research were all of the fifth grade students of elementary school cluster 1 Abiansemal totaled 191 students. There were two classes totaled 70 students as the sample. They were chosen by random sampling technique. The result of this research study showed that there was a significant differences in students’ social achievement who are learned using conflict resolution learning model based of contextual problem to the students who are learned using conventional learning model (value t count = 7,75 and t table = 2,00), so t count > t table). Therefore, Ho was refused and Ha was accepted. This meant that there were significant differences by students who are learned using conflict resolution learning model based of contextual problem to the students who are learned using conventional learning model. The average result of students’ social achievement using conflict resolution learning model based of contextual problem was higher than the students who are learned using conventional learning model that was 75,16 > 60,44. It meant that conflict resolution learning model based of contextual problem influenced the students’ social achievement. keyword : Conflict resolution, students’ social achievement
PENGARUH METODE EKSPOSITORI YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA
., I Made Rupia Arsana;
., Prof. Dr. Nyoman Dantes;
., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1953
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V semester ganjil di Desa Bebetin Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 138 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Bebetin yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas V SD No. 2 Bebetin yang berjumlah 30 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dilihat dari hasil uji–t diperoleh thitung = 7,20 dan ttabel (db =58 pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sedangkan hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping adalah 23,13 lebih besar dibandingkan dengan yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 15,43, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode ekspositori yang dikombinasikan dengan mind mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri di Desa Bebetin tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : ekspositori dan mind mapping This study aims to determine the differences in Natural of Science learning outcomes between students who are participating in learning with expository method combined with mind mapping and learning by students who take on the conventional model of fifth grade students in academic year 2013/2014 in the village of Bebetin, Sawan subdistrict, Buleleng regency. The type of research was a quasi-experimental study. This study population is odd semester a fifth grade in the Bebetin village of Sawan subdistrict in academic year 2013/2014, amounting to 138 people. The sample of this study is fifth grade students of Elemntary School No. 3 Bebetin who were 30 people and fifth grade students of Elementary School No. 2 Bebetin which totaled 30 people. The data of natural sciences learning outcomes were collected by multiple choice tests. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Results of this study indicate that there are differences in learning outcomes significantly between the learned with expository method combined with mind mapping and who learned with conventional learning models. Judging from the t-test results obtained t= 7.20 and t table (db= 58 at significance level of 5 %)= 2,000. This means that t > t table , while the calculation of the average of Natural Sciences learning outcomes are learned with expository method combined with mind mapping is 23,13 greater than that learned with the conventional models is 15,43, so it can be concluded that the application of the expository method combined with mind mapping effect on science learning outcomes Elementary School fifth grade students in the Bebetin village academic year 2013/2014.keyword : expository and mind mapping
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN SQ3R TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS VI KECAMATAN BULELENG
., Ida Bagus Widya Arta Pujana;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd;
., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1954
Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan keterampilan membaca pemahaman bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran SQ3R dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa SD kelas IV di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang terdiri atas 6 kelas dengan jumlah populasi 185 orang siswa. Sampel diambil dengan cara group random sampling dan berjumlah 53 orang siswa. Data yang diperlukan dalam penelitian adalah data keterampilan membaca pemahaman bahasa Indonesia siswa, yang dikumpulkan dengan tes keterampilan membaca pemahaman bahasa Indonesia. Tes keterampilan membaca pemahaman bahasa Indonesia berbentuk uraian, yang terdiri atas 12 butir tes. Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial uji-t. Semua pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran SQ3R dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran bahasa Indonesia (t =6,29; p < 0,05). Dengan demikian, metode pembelajaran SQ3R berpengaruh lebih baik terhadap keterampilan membaca pemahaman bahasa Indonesia dibandingkan dengan metode pembelajaran kovensional.Kata Kunci : metode SQ3R, keterampilan membaca pemahaman This study was aimed at analyzing the difference of reading comprehension of Indonesian language subject between the students who were taught by using SQ3R learning method and the students who were taught by using conventional learning method. This study was quasi experiment study which used equivalent post-test only control group design. The population of this study was the fourth grade students in Gugus VI Buleleng District in the academic year 2013/2014 which consisted of 6 classes of 185 total students. The data of this study was the data of students’ reading comprehension of Indonesian language subject which was obtained by using Indonesian language reading comprehension test. The reading comprehension test of Indonesian language subject was in the form of essay which consisted of 12 tests. The data was analyzed by using inferential statistics t- test. All of the hypothesis analysis was done in significant level 5%. Based on the result of data analysis, there was significant difference of students’ comprehension of Indonesian language subject between the students who were taught by using SQ3R learning method and the students who were taught by using conventional learning method (t= 6.29; p
PENGARUH MODEL MEANINGFULL INSTRUCTIONAL DESIGN BERMUATAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DI SD NEGERI 1 RENON
., Ni Kade Ratini Utami;
., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd;
., Dr. I Gede Meter,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1955
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Meaningfull Instructional Design bermuatan masalah kontekstual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Renon tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Renon yang berjumlah 120 siswa. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VB SD Negeri 1 Renon sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 40 orang siswa dan kelas VC SD Negeri 1 Renon sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 40 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Analisis data menggunakan metode statistik uji-t. Hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model Meaningfull Instructional Design bermuatan masalah kontekstual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan kreteria pengujian thitung = 4,06 > ttabel (α= 0,05, 78) = 2,000 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima dan dari perolehan nilai rata-rata kelas eksperimen (x ) ̅= 76,34 > x ̅ = 70,25 pada kelas kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model Meaningfull Instructional Design bermuatan masalah kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri 1 Renon tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : model Meaningfull Instructional Design bermuatan masalah kontekstual, hasil belajar IPA. This research purposed to find out the significant difference of science learning result between the students that learned by using Meaningful Instructional Design method with contextual issues and the students that learned by using conventional learning for SD Negeri 1 Renon’s fifth grades students 2013/2014 school year. This kind of research is quasi-experimental research with non equivalent control group design research design. The population in this research are 120 students of SD Negeri 1 Renon's fifth grades students. The sampling in this research is using random sampling technique that randomize is the class with draw results are the SD Negeri 1 Renon's VB students as an experimental group that contain 40 students and SD Negeri 1 Renon's VC students as the control group that contains 40 students. The method of data collection that are use in this research are using observation method and objective test with common optional. The data analysis is using statistic method t-test. the data analysis result shows science study result significant differences between the students that learned using meaningful instructional design model charged contextual issues and the students that learned with conventional learning. It can be seen by testing criteria t calculate = 4,06 > t table (α= 0,05, 78) = 2,000 so that H0 decline and Ha accepted and from that experimental class average score result x ̅= 76,34 > x ̅= 70,25 in control class. So, it can be conclude that meaningful instructional design, charged contextual issues influenced the science learning result on SD Negeri 1 Renon fifth grade students 2013/2014 school year. keyword : meaningful instructional design charged contextual issues, science learning result
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD NEGERI DI DESA KALIBUKBUK
., I Komang Edi Putra;
., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.;
., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1956
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Mind Mapping berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk yang berjumlah 127 siswa. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 4 Kalibukbuk dan di SD Negeri 2 Kalibukbuk dengan jumlah 67 siswa yang dipilih dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPA siswa menggunakan metode tes.Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda dengan satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPAantara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Mind Mapping berbantuan media gambar dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil analisis uji-t, dimana thitung>ttabel ( > ). Selain itu nilai rata-rata siswa kelompok eksperimen lebih tinggi daripada siswa kelompok kontrol (Meks= 23,73 > Mkon= 18,09). Penelitian menunjukkan bahwa penerapan Mind Mapping berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa.Kata Kunci : mind mapping,konvensional, hasil belajar This study was intended to know the different between science learning outcomes of the fifth grade students of SD Negeri in Kalibukbuk village, Buleleng sub-district, Buleleng regency in the academic year 2013/2014 who were taught by using Mind Mapping learning method assisted with picture media and those who were taught by using conventional learning method. This study was in form of quasi eksperiment and post-test only control group designwas used as research design. The population of this study was all of the fifth grade students of SD Negeri in Kalibukbuk village which consist of 127 students. The sample of this study was all of the fifth grade students at SD Negeri 4 Kalibukbuk and SD Negeri 2 Kalibukbuk. The number of the sample was 67 students which were selected through random sampling technique. The data were collected by using test method. Multiple choices test was used as an instrument. The data obtained was analyzed through descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis. The result of the study found that there was a significant difference on science learning outcomes between the students who were taught by using Mind Mapping learning methodassisted with picture media than those who were taught by using conventional learning method of the fifth grade students of SD Negeri in Kalibukbuk village, Buleleng sub-district, Buleleng regency in the academic year 2013/2014. It can be seen from the result of the t-test analysis, whereas tobserved>ttable ( > ). Besides, the mean score of the students in experiment group was higher than those in control group (Mexp= 23,73 > Mcon= 18,09). The study shown that the implementation of Mind Mapping give positive influence toward students’ science learning outcomes.keyword : mind mapping, conventional, learning results.
PENGARUH STRATEGI PROBLEM SOLVING BERBANTUAN KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA TEJAKULA
., Komang Eny Kusuma Wardani;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1957
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V SD di desa Tejakula tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Tejakula yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Probability Sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika kelompok eksperimen dengan menggunakan strategi problem solving berbantuan kartu kerja menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) hasil belajar matematika kelompok kontrol dengan menggunakan strategi ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang. (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V sekolah dasar di desa Tejakula. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 4,623. > ttab = 2,003). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi problem solving berbantuan kartu kerja berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan strategi ekspositori.Kata Kunci : problem solving, hasil belajar matematika. The purpose of this study was (1) to describe mathematics learning outcomes of students who were taught with card-assisted problem solving strategy, (2) describe mathematics learning outcomes of students were taught with expository strategy, (3) determine significant differences of mathematics learning outcomes between group of students who taught with card-assisted problem solving strategy and group of students who were taught with expository strategy of fifth grade elementary school students in Tejakula Village in academic year 2013/2014. This study was a [quasi-experimental] with a post-test only control on group design. Population of study was 163 students and sample of this study were 58 students who were determined by using Probability Sampling technique. The obtained data was analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test independent sample). The results of this study showed that: (1) mathematics learning outcomes of experimental group students who were taught with card-assisted problem solving strategy revealed an average score 42.10 that was in very high category (2) mathematics learning outcomes of controlled group by using expository strategies had average score 32.64 that was in medium category (3) there were significant differences in mathematics learning outcomes between group that was taught by using card-assisted problem solving strategy and group that was taught by using expository strategy in fifth grade elementary school students in the Tejakula Village. The differences were seen from tcount> ttab ( tcount = 4.623 . > Ttab = 2.003). Based on the findings, it was concluded that the card-assisted problem solving strategy had more positive effect on mathematics learning outcomes than expository strategy.keyword : problem solving , result of mathematic study.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V
., I Ketut Ardika;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.;
., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1958
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model ARIAS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional pada siswa kelas V di SD Negeri Desa Kalibukbuk tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post-Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 134 orang. Sampel penelitian ini diambil dengan Probability Sampling dengan tehnik simple random sampling. Dari hasil undian diperoleh pasangan SD yaitu SD No 4 Kalibukbuk sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 33 orang dan SD No 3 Kalibukbuk sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 34 orang. Untuk mengukur hasil belajar siswa digunakan metode tes. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajar berupa tes obyektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistic deskriftif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa kelas V di SD No 4 Kalibukbuk yang menggunakan model pembelajaran ARIAS dan hasil belajar IPA siswa di SD No 3 Kalibukbuk yang menggunakan model pembelajaran konvensional Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 22,84 sedangkan untuk kelas kontrol sebesar 17,14. Selain itu analisis uji t diperoleh thit lebih besar dibandingkan dengan ttab (thit 27,14 > ttab 1,99) maka H0 ditolak dan H¬1 diterima. Penerapan ARIAS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa.Kata Kunci : arias, konvensional, hasil belajar This study aimed at knowing the difference of science learning result between students who learned using ARIAS learning model and students who learned using conventional learning model. The type of study was quasi experiment using Post-Test Only Control Group Design. The population of the study was fifth grade students of SD Negeri at Desa Kalibukbuk in academic year 2013-2014 consisting of 134 students. The sample was taken by Probability Sampling using simple random sampling technique. The result of lottery was obtained the pair of SD namely SD Negeri No 4 Kalibukbuk was as experiment class consisting of 33 students and SD Negeri 3 Kalibukbuk was as control class consisting of 34 students. To measure the learning outcomes of students used methods of testing. The data of study were obtained by using multiple choices test of science. The data that collected were analyzed by descriptive statistic analysis and inferential statistic. The inferential statistic analysis used t-test. The result of study revealed that there was significant difference of learning result between fifth grade students at SD Negeri 4 Kalibukbuk that learned using ARIAS learning model and fifth grade students at SD Negeri 3 Kalibukbuk that learned using conventional learning model. The average score of experiment class was 22.84 and 17.14 for the control class. Besides, the t-test analysis obtained thit was bigger if compared with ttab (thit 27.14>ttab 1,99). Therefore, Ho was rejected and H1 was accepted. The implementation of ARIAS learning model has positive effect toward students’ learning result of science. keyword : arias, conventional, learning result
PENGARUH METODE SOSIODRAMA BERBANTUAN CERITA RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS V
., Ketut Ayu Purnami;
., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum;
., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1959
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara penerapan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat dengan penerapan metode konvensional terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain post test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus I Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 236 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang yang terdiri dari 29 siswa di kelas eksperimen dan 29 siswa di kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah teknik ProbabilitySampling dengan tehnik random berkelompok. Data dikumpulkan dengan instrumen tes keterampilan berbicara berupa tes tindakan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode konvensional (thitung = 16,22 dan ttab = 2,003). Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara siswa. Dilihat dari rata-rata keterampilan berbicara, diketahui rata-rata keterampilan berbicara kelompok eksperimen adalah 21,78 dan rata-rata keterampilan berbicara kelompok kontrol adalah17,10. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode sosiodrama berbantuan cerita rakyat lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional.Kata Kunci : sosiodrma, konvensional, keterampilan berbicara The purpose of this study was to determine the difference between the application of the method sociodramas folklore aided by the application of conventional methods to the speaking skills of fifth grade students of the school year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research design and use of post-test only control group design. Populasi this study were all fifth grade students in elementary Cluster I Buleleng academic year 2013/2014, amounting to 236 people. The sample used in this study amounted to 58 people consisting of 29 students in the experimental class and 29 students in the control class. The sampling technique is a technique by technique ProbabilitySampling random groups. Data collected by the instrument test speaking skills in the form of test action. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics ( t-test ). The analysis showed a significant difference between groups speaking skills of students who are taught using the method sociodramas aided folklore and groups of students who are taught using conventional methods ( of t = 16.22 and ttab = 2.003 ). Based on this analysis it can be concluded that the method assisted sociodramas folklore positive effect on students' speaking skills. Judging from the average speaking skills, known to the average speaking skills experimental group was 21.78 and the average speaking skills is 17.10 the control group. Based on this average, it can be concluded that the group of students who learned with folklore aided sociodramas method is better than the group of students who learned with the conventional method.keyword : sociodramas, conventional, speaking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MASTER BERBANTUAN MEDIA CERITA RAKYAT TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA SISWA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 12 PADANGSAMBIAN
., Ni Made Dwiani Safitri;
., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd;
., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1960
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran Master berbantuan media cerita rakyat terhadap keterampilan membaca pada siswa kelas V SDN 12 Padangsambian. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SDN 12 Padangsambian Denpasar. Sampel diambil dengan teknikrandom sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang merupakan penggabungan nilai keterampilan membaca dengan nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan keterampilan membaca antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Master berbantuan media cerita rakyat dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 5,327> ttabel = 2,000) di dapat rata-rata keterampilan membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Master berbantuan media cerita rakyat lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (80,64>74,46). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Master berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan membaca siswa kelas V SDN 12 Padangsambian, Denpasar . Kata Kunci : Master, Cerita Rakyat, Keterampilan Membaca This study aimed to know the difference effects of Master learning model by assist folklore media toward reading skills at the fifth grade student of SDN 12 Padangsambian.This study is a quasi experimental study ( quasi- experimental ) with the study design which used was Nonequivalent Control Group Design . The population in this study were all the fifth grade students of SDN 12 Padangsambian Denpasar. Samples were taken by a random sampling technique . The data that been collected was scores of reading skills in learning Indonesian language which is incorporation from reading skills scores wih cognitive scores ( post-test). Data were analyzed by the t test . The results showed that there were significantly difference of reading skills among students that learned using the Master learning model by assist folklore media with students who learned by using conventional learning ( t = 5,327 > table = 2,000 ) was gained the average scores of reading skills in learning Indonesia language of the fifth grade which were learned by Master learning model by assist folklore media higher than students who learned with conventional learning ( 80,64 > 74,46 ) . Thus, can be concIuded that the Master learning model gives significant and positive effect for reading skills of the fifth grade students of SDN 12 Padangsambian Denpasar. keyword : Master , Folklore , Reading Skills