cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPRATIF TEKNIK MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SEMESTER II DI GUGUS V DESA BAN ., I Gede Rudiksa Wiradnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1930

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dianjurkan untuk mengunakan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif Teknik Make A MatchPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional Pada Siswa Kelas V Semester II SD di Gugus V Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2012/2013 Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain control group pri-test post-test desain. Populasi penelitian adalah semua SD yang ada di Gugus V Ban Kecamatan Kubu khusunya siswa kelas V yang berjumlah 184 orang, sedangkan sampel penelitian adalah SDN 3 Ban dan SDN 4 Ban sebanyak 46 orang yang diambil secara random. Data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 SD di Gugus V Ban Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 22,40 > ttabel 2,021. Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match yaitu 20,77 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional yaitu 15,83 yang berada pada kategori sedang. Hal itu berarti model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match menunjukan hasil belajar yang lebih baik daripada model konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran, teknik make a match, hasil belajar The major problem is the low score of social study.To solve that problem,cooperative learning make a match technique should be implemented.This study aims to determine the differences in IPS learning outcomes between students who thought using cooperative learning with Make A Match technique and students who thought by using conventional learning models on the fifth grade Students of second Semester in fifth Cluster in Ban village, Kubu district and Karangasem regency in the Academic Year 2012/2013. This research was classified as a quasi-experimental study ( quasi- experimental ) and design with control group pre - test and post-test design . The population of this study was all elementary schools in fifth Cluster Ban Kubu district especially the fifth grade students who totaled 184 students, while the samples of this study were SDN 3 Ban and SDN 4 Ban and it consisted of 46 students taken randomly. The Data was collected by using test. The data obtained were analyzed by using descriptive analysis and t-test. The result of the study showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who were taught using cooperative learning with Make A Match technique with groups of students who were taught using the conventional model in social studies on the fifth grade students in second semester in the academic year 2012/2013 SD in fifth cluster at Ban Kubu district, Karangasem regency. This was showed by 22.40 t > t table 2.021. The average score obtained by the students who taught by using cooperative learning model with Make A Match technique was 20.77 which was categorized as the high level and the students who taught by using the conventional model was 15.83 which was categorized as the medium level. This means cooperative learning model with Make A Match technique showed better learning outcomes than conventional models.keyword : learning models, make a match technique, the results of study
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS I ABIANSEMAL ., Dewa Ayu Putu Ratna Suciantari; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pendekatan pembelajaran reciprocal teaching berbantuan media powerpoint terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus I Abiansemal Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian Eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Abiansemal tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 188 siswa yang tersebar pada 7 kelas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling. Sampel terpilih adalah SD No. 1 Sangeh sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Sangeh sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis uji-t. Kriteria pengujian adalah jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan derajat kebebasan dk = n1 + n2 – 2 dan  = 5%. Hasil uji-t menunjukkan thit = 4,66 sedangkan untuk dk = 62 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan kriteria pengujian, thit > ttabel sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran reciprocal teaching berbantuan media powerpoint terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus I Abiansemal tahun ajaran 2013.2014.Kata Kunci : Reciprocal teaching , powerpoint, hasil belajar This study aims to determine wheter there is influence of reciprocal teaching learning approaches assited by powerpoint media on science learning outcome of grade five students of SD Gugus I Abiansemal academic year 2013/2014. This experiment study used a non equivalent control group design. Population of this study are all grade five student of SD Gugus I Abiansemal academic year 2013/2014 amounted to 188 students which are spread in 7 classes. The sampling technique that used in this study is random sampling. The selected sample are SD No. 1 Sangeh as experiment group and SD No. 2 Sangeh as control group. Methods of data collection that used are observation and test. Data was analyzed by t-test. Testing criteria is if thit >ttable so Ho is rejected and Ha accepted with dk = n1 + n2 – 2 and  = 5%. T-test result show thit = 4,66 whereas for dk = 62 with a significance 5% level ttable obtained at 2,00. Based on testing criteria thit > ttable so Ho is rejected and Ha accepted. It can be concluded that there is a significant of reciprocal teaching learning approaches assisted by powerpoint media of science learning outcome of grade five students of SD Gugus I Abiansemal academic year 2013/2014.keyword : Reciprocal teaching, powerpoint,learning result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA ., Made Ariwahyuni; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi pemahaman konsep matematika siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi pemahaman konsep matematika siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran metakognitif, (3) perbedaan pemahaman konsep matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Popupasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan penelitian ini berjumlah 49 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik group random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes pemahaman konsep berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) pemahaman konsep matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang, (2) pemahaman konsep matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 7,46 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran metakognitif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Kata kunci: Model pembelajaran, metakognitif, pemahaman konsep matematika. This study aimed at : (1) describing students’ understanding of mathematical concepts based control group through conventional learning models, (2) describing students' understanding of mathematical concepts based experimental group through metacognitive learning model, (3) understanding the differences of mathematical concepts significantly between groups of students who learned mathematic with metacognitive learning model and students who learned mathematic with conventional learning model at fifth grade students of elementary school at Gugus III, Tejakula Subdistrict, Buleleng Regency, in the academic year 2013/2014. The research categorized as the quasi-experimental study and it was designed using non - equivalent post-tests only for control group design. The subjects of the study were the fifth grade students of elementary school at Gugus III, Tejakula Subdistrict, Buleleng Regency, in the academic year 2013/2014 with the total number of 163 students, but the sample taken from this study were 49 students. Cluster random sampling was used at this study. Randomized sampling used only for the class. The data was collected by test of understanding the concept in the form of essay. The data was collected through statistical analysis and statistical descriptive inferential (t-test). The result of the study showed that: (1) the students' understanding of mathematical concepts of students who learned with control group categorized as medium level, (2) the students’ understanding of mathematical concepts of students who learned with experimental group categorized as high level, (3) there are significantly differences in understanding mathematical concepts between students who learned with metacognitive learning model and students who learned with conventional learning models with t-count value =7.46 and t-table value = 2.021, so that t-count value is higher than t-table value . Based on these results it can be said that a group of students who learned with metacognitive learning models is better than the group of students who learned with conventional learning models.keyword : model of learning, metacognitive, math comprehension concept
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN INTELEKTUAL DENGAN PRESTASI BELAJAR IPA KELAS V DESA PENGERAGOAN ., I Wayan Budiarta; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1944

Abstract

Jenis penelitian ini adalah Exspost-facto, yang bertujuan untuk mengetahui (1) hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar IPA (2) hubungan antara kecerdasan intelektual dan prestasi belajar IPA(3) hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual Dengan Prestasi Belajar IPASiswa Kelas V Gugus I Di Desa Pengeragoan Kecamatan Pekutatan Tahun Pelajaran 2012/2013 jumlah sampelnya 52. Teknik pengambilan sampel adalah proposional rondom sampling. Data di ambil dengan menggunakan koesioner. Data penelitian selanjutnya dianalisis dengan teknik setatistik yaitu regresi sederhana, product moment, dan regresi ganda. Hasil menelitian menunjukan hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar IPA Fhitung= 985,58> Ftabel = 4,03. Hubungan antara kecerdasan intelektual dan prestasi belajar IPA Fhitung = 6537,38> Ftabel = 4,03. Hubungan secara bersama-sama antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar IPA Fhitung= 3,95 > Ftabel= 3,18,yang berarti memiliki hubungan yang signifikanKata Kunci : kecerdasan emosional, intelektual, prestasi belajar This research is Exspost-facto, which aims to determine (1) the relationship between emotional intelligence and academic achievement IPA (2) the relationship between intellectual intelligence and achievement IPA (3) the relationship between emotional intelligence and intellectual intelligence With Learning Achievement IPASiswa Class V In the first group the Village District Pengeragoan Pekutatan academic year 2012/2013 the number of samples 52. Sampling technique is proportional sampling rondom. Data taken using koesioner. The research data were then analyzed with simple regression techniques setatistik ie, product moment, and multiple regression. Menelitian results show the relationship between emotional intelligence and academic achievement IPA Fhitung = 985.58> F = 4.03. The relationship between intellectual intelligence and science achievement Fhitung = 6537.38> F = 4.03. Relations jointly between emotional intelligence and intellectual achievement IPA with Fhitung = 3.95> F = 3.18, which means that having a significant relationshipkeyword : emotional intelligence, intellect, achievement
Pengaruh Metode SAS Terhadap Hasil Belajar Membaca Permulaan Mata Pelajara Bahasa Indonesia ., Kadek Linda Purnama Sari; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1945

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara hasil belajar Bahasa Indonesia pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Metode Pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SD di Gugus VII Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 128 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas I SD Negeri 2 Sinabun dengan jumlah 21 siswa dan SD Negeri 3 Sinabun dengan jumlah 20 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar Bahasa Indonesia. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Bentuk tes hasil belajar Bahasa Indonesia yang digunakan adalah tes lisan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakann uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 13,26. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol tergolong sedang dengan rata-rata (M) 7,6. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang dibelajarakan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. (thitung > ttabel, thitung = 3,254 dan ttabel = 2,042). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berpengaruh positif terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia.Kata Kunci : metode sas, hasil belajar The purpose of this study was to determine the difference between the results of studying Indonesian at the group of students who learned with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with a group of students who learned with Conventional Learning Method. This study was a quasi experimental study designed as post - test only control group design . The population of this study was all students in first grade elementary school in Cluster VII Sawan district, Buleleng regency in the academic year 2013/2014, amounting to 128 people. The samples of this study were first grade students of SD Negeri 2 Sinabun with 21 students and the number of SD Negeri 3 Sinabun by the number of 20 students The data collected is the result of learning Indonesian. Sampling technique of this study by using a random sampling technique. Form Indonesian achievement test used was oral. The data of students’ learning achievement of social science subject were obtained using test. The results of this study found that : Indonesian student students achievement experimental group classified as very high with an average (M) 13.26. Indonesian student students achievementwere moderate with the control group mean (M) 7.6. There are significant differences between the students achievementof students who dibelajarakan with method Structural Analytical Synthetic (SAS) with students who learned with conventional teaching methods . ( tcalculate > ttabel , tcalculate = 3.254 and ttabel = 2.042 ) . Thus , it can be concluded that the method of Structural Analytical Synthetic (SAS) positive effect on learning outcomes Indonesia.keyword : method sas, the outcomes learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA SD KELAS V GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA ., Made Sastrini; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 163 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes keterampilan berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 4,5 dan ttabel = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran generatif, keterampilan berpikir kritis IPA. This study aimed at describing the differences of science critical thinking skill between group of the students who learned with generative learning model and group of the students who learned with conventional learning model at the fifth grade students in elementary school in Gugus III at Tejakula district in the academic year 2013/2014. This study was a quasi-experimental research and used non - equivalent post - test only control group design. The subjects of this study were all of the students in the fifth grade of elementary school in Gugus III at Tejakula district in the academic year 2013/2014. The total numbers of the subject at this study were 165 students. The data were taken through cluster random sampling and the randomized sample was the class. From the total number of the subject in used, 49 students were taken as a subject of this study. The data was collected through critical thinking skill-test in the form of essay. The data was analyzed using descriptive statistic and inferential statistic (T-test). The result of this study showed that there were significance differences of science critical thinking skill between group of the students who learned with generative learning model and group of the students who learned with conventional learning model. It can be seen that T-count = 4.5 and T-table = 2.021. From the data above it can be concluded that T-count is higher than T-table. The result of the study can be said that the group of the students who learned with generative learning model is better than the group of the students who learned with conventional learning model.keyword : generative learning model, science critical thinking skill
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PETA KONSEP TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS V SD TAHUN PELAJARAN 2013/2014 DI GUGUS II KECAMATAN BULELENG ., Ketut Joliarta; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis cerpen antara siswa yang belajar dengan menggunakan media peta konsep pohon jaringan dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan media peta konsep pohon jaringan di SD yang terdapat pada gugus II kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang terdapat pada gugus II Kecamatan Buleleng semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan cara random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada skor post-test menulis cerpen siswa yang belajar dengan menggunakan bantuan media peta konsep pohon jaringan dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan media peta konsep pohon jaringan (thitung > ttabel, thitung = 4,8 dan ttabel = 2,000)Kata Kunci : Peta Konsep , Cerpen, Hasil Belajar This research was aimed to determine the differences of short story’s writing skills of students who were taught by using the media of network tree concept map with students who learnt without using media network tree concept map in Elementary school in the group II in Buleleng district academic year 2013/2014. This research is a quasi-experiment with The Posttest - Only Control Group Design. The study population was the fifth grade elementary school students who are in second semester of group II Buleleng of academic year 2013/2014.Samples were taken by random sampling. Data collection in this study was conducted by using a test. Data analysis methods that used were descriptive statistics analysis and t test. The results showed a significant difference in post-test scores of students who learnt to write a short story with the help of a network tree concept map media with students who are learning without using network tree concept map media (tcalculated> ttable, tcalculated = 4,8 and ttable = 2.000)keyword : Concept Map, Short Story , Learning Outcomes
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS BUDI UTOMO ., Ni Putu Pra Pajarini; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara penerapan pembelajaran kontekstual berbasis Mind Mapping dengan penerapan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus Budi Utomo Kesiman. Penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen semu dengan desain Pretest-postest tak ekuivalen. Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Gugus 5 Kesiman. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh dua kelas sebagai sampel dengan jumlah 71 siswa. Data yang dianalisis adalah data hasil belajar matematika siswa yang diperoleh melalui tes obyektif dengan tipe pilihan ganda biasa. Jumlah soal yang dipergunakan sebanyak 40 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik inferensial dengan menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,33 dan ttab pada taraf signifikansi 5% = 2,000. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterprestasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penerapan pembelajaran Kontekstual berbasis Mind Mapping dengan penerapan pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus Budi Utomo Kesiman. Nilai rata-rata siswa pada kelompok eksperimen 62,03 dan pada kelompok kontrol 53,5 menunjukkan bahwa hasil belajar Matematika siswa pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Hal ini berarti terdapat pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual berbasis Mind Mapping terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus Budi Utomo Denpasar dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional.Kata Kunci : Pembelajaran kontekstual, Mind Mapping, hasil belajar. This study aims to determine significant differences between the application of contextual learning -based Mind Mapping with the application of conventional learning on learning outcomes of students' fifth grade elementary mathematics Force Kesiman Budi Utomo. This research is a kind of quasi- experimental study with a pretest - posttest design was equivalent. The study population of this entire fifth grade elementary school students Kesiman Force 5. Sampling was done by using random sampling technique, in order to obtain samples of the two classes as the number of 71 students. The data analyzed is students' mathematics learning outcomes data obtained through an objective test with multiple choice type usual. The number of questions that are used by 40 items about. Data were analyzed using inferential statistics using t-test analysis. Based on the analysis of data, obtained thit = 2.33 and ttab at significance level of 5 % = 2.000 . This means that thit > ttab, so it can be interpreted that there are significant differences between the application of contextual learning -based Mind Mapping with the application of conventional learning on learning outcomes fifth grade students of elementary mathematics Force Kesiman Budi Utomo. The average value of 62.03 students in the experimental group and the control group 53.5 showed that mathematics learning outcomes of students in the experimental group is better than students in the control group. This means there is the influence of the application of contextual learning Mind Mapping based on learning outcomes of elementary mathematics fifth grade students Force Budi Utomo Denpasar with students that learned conventionally.keyword : Contextual Learning, Mind Mapping, learning outcomes.
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERBASIS PENILAIAN PROYEK BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI DENPASAR TIMUR ., Nyoman Saka Wiryarta; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbasis penilaian proyek dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester 1 SD Gugus Srikandi Denpasar Timur. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu (quasy experiment) menggunakan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas V di SD Gugus Srikandi Denpasar Timur. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan yaitu hasil belajar IPA yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda biasa sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui teknik observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji t. Nilai rata-rata hasil belajar IPA yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbasis penilaian proyek lebih tinggi dari siswa yang dibelajarkan dengan konvensional (79,033>71,70). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbasis penilaian proyek dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran menggunakan pembelajaran konvensional dengan t hitung = 5,880 ; t tabel = 2,00. Ini berarti t hit > t tab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbasis penilaian proyek berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di SD Gugus Srikandi Denpasar Timur.Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif, tipe group investigation, penilaian proyek, hasil belajar This study aims to determine the differences in test results between students who learn science be taught through cooperative learning model based investigation project appraisal group with students that learned through konversional learning in kelas V semester 1 half of SD Gugus Srikandi Denpasar Timur. This research includes quasi-experimental studies (Quasy experiment) using a non-equivalent control group design. population in this research were all students at the elementary grade v Gugus srikandi denpasar timur , samples were taken with a random sampling technique. data collected is the result of learning science, which is merging cognitive and affective value. cognitive scores were collected using a test of learning outcomes in the form of a regular double increments while the affective value raised through observation techniques developed in accordance with the character. Data were analyzed by t test. The average results obtained studying science among students who learned with group cooperative learning model based on project appraisal investigation higher than students who are teaching in the conventional model (79.033> 71.70). the results showed that there were significant differences in learning outcomes between students that learned science through cooperative learning model based investigation project appraisal group with students that learned through learning using conventional learning with t = 5.880; t table = 2.00. This means t hit> t tab. this it can be concluded that cooperative learning model based on project assessment group investigation significant effect on science learning outcomes in primary grade v Gugus Srikandi Denpasar Timur.keyword : Cooperative learning model, group investigetion type, project appraisal, learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SD NEGERI KALIBUKBUK ., I Wayan Guntara; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran problem posing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pengajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Kalibukbuk yang berjumlah 113 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Sampel diambil dengan random sampling pada sampel yang sudah disetarakan. Sampel yang terpilih adalah kelas IV SD Negeri 2 Kalibukbuk sebagai kelompok kontrol dan kelas IV SD Negeri 4 Kalibukbuk sebagai kelompok eksperimen. Data hasil belajar matematika siswa dikumpulkan dengan metode tes dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem posing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung dengan nilai thitung sebesar 60,5 dan ttabel = 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thitung > ttabel, sehingga dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model problem posing lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung.Kata Kunci : Pembelajaran problem posing, hasil belajar This research has purpose for knowing differences the result of study mathematics between students group which studied using problem posing learning models with students group which studied using direct instructions. The kind of this research is quasi experiment design of non-equivalent post test only control group design. The population of this research are all of students class IV in elementary school Kalibukbuk academic years 2013/2014 totaling 113 people. The sample used in this study amounted to 60 people. Samples were taken by means of random sampling at class that finished synchronized. Sample that choosed is student class IV elementary school 2 Kalibukbuk as a control group and student class IV elementary school 4 Kalibukbuk as a experiment group. Data from result of study mathematics students was collected using the method test with instrument in the form of multiple choice test. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics is using t-test. Based on the result of analyze data that there are differences learning results significantly between groups of students who are learning using problem posing learning models with a group of students who learn using direct instructions models whith tarithematics 60,5 and then ttable = 2,021 at significan standard 5 %, that mean tarithematics > ttable, so there can be said that a group of student who learned with problem posing models is better than group of students who learned with direct instructions models.keyword : Problem posing learning, learning results

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue