cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN THE DIRECTED LISTENING THINKING ACTIVITY BERMUATAN TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SD KELAS V ., I Ketut Rudiangga; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1978

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran The Directed Listening Thinking Activity (DLTA) bermuatan Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di Desa Petandakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post Test Only non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Desa Petandakan. Sampel penelitian adalah kelas V SD No. 2 Petandakan sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD No. 1 Petandakan sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah keterampilan berbicara yang dikumpulkan dengan instrumen lembar observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran DLTA bermuatan Tri Kaya Parisudha dan kelompok siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional (thitung = 6,091117; ttabel = 2,021). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik simpulan yaitu terdapat perbedaan keterampilan berbicara antara siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran DLTA bermuatan Tri Kaya Parisudha dan siswa yang belajar dengan strategi pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di Desa Petandakan.Kata Kunci : Keterampilan Berbicara, The Directed Listening Thinking Activity, Tri Kaya Parisudha, dan konvensional. This research aimed to investigate the difference towards students’ speaking skill between a group of students who were taught by using The Directed Listening Thinking Activity (DLTA) Strategy with the base of Tri Kaya Parisudha and a group of students who were taught by using Conventional Strategy of the fifth grade of elementary school students in odd semester in academic year 2013/2014 in Petandakan Village. This study was designed as a quasi-experimental research and the data was analyzed by using post test only non-equivalent control group design. The population of this study were fifth grade students in SD No. 2 Petandakan as the experimental group and fifth grade students in SD No. 1 Petandakan as the control group. The result of the data was students’ speaking skill which collected through observation sheet intrument. The data should be analisys with use analisys descriptif statistics dan inferensial statistics (T-test). The result of the analysis showed that there was significant difference towards students’ speaking skill between students who were taught by using DLTA Strategy with the base of Tri Kaya Parisudha and students who were taught by using Conventional Strategy(tcalculate = 6,091117; ttabel = 2,021). Be based to the result of this study and discusion can pull a conclusion that there was significant difference towards students’ speaking skill between students who were taught by using DLTA Strategy with the base of Tri Kaya Parisudha and students who were taught by using Conventional Strategy.keyword : Speaking Skill, The Directed Listening Thinking Activity, Tri Kaya Parisudha and Conventional
PENGARUH MODEL ACCELERATED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD GUGUS VII KECAMATAN SAWAN ., I Gusti Ayu Utami Dewi; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif dengan siswa yang menggunakan model konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2013/2014 di Sekolah Dasar gugus VII Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD yang berjumlah 145 orang. Sampel penelitian diuji dengan menggunakan uji kesetaraan ANAVA A diperoleh yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Sinabun yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Sinabun yang berjumlah 21 orang sebagai kelompok kontrol Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes esai. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model accelerated learning dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (t hitung > t tabel, t hitung = 11,82 dan t tabel = 2,000).Kata Kunci : model accelerated learning, hasil belajar IPA This study aimed to determine differences in science learning outcomes between students who learned with accelerated model of interactive multimedia learning aided by students using the conventional model of fifth grade students in academic year 2013/2014 in cluster VII Elementary School District of Sawan . This research is a quasi-experimental study . The studyb population was all students in fifth grade elementary school, amounting to 145 people . Samples were tested by using ANOVA test of equality of A obtained by the fifth grade students of SD Negeri 2 Sinabun which totaled 29 people as the experimental group and fifth grade students of SD Negeri 3 Sinabun which amounted to 21 people as a control group learning outcomes data collected using essay tests . The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics , namely t-test . The results of this study indicate that there are differences in science learning outcomes significantly between groups of students who take accelerated learning model learning with a group of students who take lessons with the conventional model (t count>t table, of t count=11.82 and t table=2.000).keyword : model accelerated learning, the outcome science learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD DI GUGUS III KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., Nyoman Sri Mayuni; ., Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan membaca pemahaman yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran GI (Group Investigation) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Kubutambahan tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah termasuk eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus III Kecamatan Kubutambahan yang berjumlah 71 siswa. Sampelnya adalah SD No 1 Bengkala dan SD No 2 Bengkala, sampel diambil dengan cara random sampling. Data keterampilan membaca pemahaman ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji-t pooled varian. Berdasarkan hasil analisis data, terdapat perbedaan keterampilan membaca pemahaman yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran GI (Group Investigation) dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Konvensional. Dimana thitung > ttabel (3,18 >2,045). Dengan demikian berarti pembelajaran GI (Group Investigation) berpengaruh positif terhadap keterampilan membaca pemahaman daripada model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Group Investigation, Membaca Pemahaman This research aimed at finding out the significant difference on reading comprehension skill between the group of students taught by Group Investigation (GI) instructional model and the other group taught by conventional instructional model in which the students were in the grade 4, semester 1, in the group 3 of Kubutambahan sub-district, in the academic year 2013/2014. This research belongs to quasi-experimental research which was designed by using non-equivalent post test only control group design. The population of this research was all students in the grade 4, semester 1, in the group 3 of Kubutambahan sub-district in which the number was 71 students. Moreover, the sample of this research was SD No 1 Bengkala and SD No 2 Bengkala in which the sample was taken by means of random sampling. The data of the students' reading comprehension skill were gathered by using instrument in the form of multiple choice test. The data which had been gathered were analysed by means of descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis using pooled varian t-test. Based on the result of the data analysis, there was significant difference on reading comprehension skill between the group of students taught by using Group Investigation (GI) instructional model and the other group taught by using conventional instructional model in which t value > t table (3,18 >2,045). Therefore, Group Investigation (GI) gave positive effect toward the students' reading comprehension skill rather than conventional instructional model.keyword : Group Investigation, Reading Comprehension
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS XI KECAMATAN BULELENG ., Ni Putu Ariyanti; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1989

Abstract

Pembelajaran IPA selama ini cenderung membosankan karena model dan metode pembelajaran yang diterapkan kurang bervariasi. Untuk mengatasi itu, diadakannya pemilihan model pembelajaran yang tepat dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah, (2) hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung siswa kelas IV di Gugus XI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus XI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 123 orang. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah memiliki mean (M) = 20,47 termasuk dalam kategori sangat tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran langsung memiliki mean (M) = 15,67 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran langsung. Dengan demikian, penggunaan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD di gugus XI Kecamatan Buleleng. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar IPA. Some students taught that, science make them bore because model and method that is applied now is varied. To resolve that problem, the researcher use problem based learning method to make the students interestto study science. This research aims to determine (1) the learning outcomes of the students who take science learning with problem based on learning model, (2) the learning outcomes of the students who take science learning with learning model directly, (3) the difference of science learning outcomes between students who are participating in learning with problem based on learning model and students who take lessons with learning model directlyis in the fourth grade in Cluster XI Buleleng academic in 2013/2014. This research is a quasi-experiment. The population is all in the fourth grade students in Cluster XI Buleleng academic in 2013/2014, which amounts to 123 people. The data of student’s learning outcomes was collected in the form of multiple choice tests. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test).The results showed that (1) the learning outcomes of students who take lessons with a problem based learning model has a mean (M) = 20.47 included in the high category , (2) learning outcomes of students who take learning model directly has a mean (M) = 15.67 included in the medium category , ( 3 ) so that there are significant differences in learning outcomes between students who are learning to follow the model of problem based learning with students who are learning to follow the learning model directly . Thus, the use of problem-based learning model affect the learning outcomes of students in the fourth grade cluster XI Buleleng.keyword : model of problem based learning, science learning outcomes.
Pengaruh Model Pembelajaran CORE (Connecting Organizing Reflecting Extending) Berbasis Koneksi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar ., I Nengah Jaya Wicaksana; ., Drs. Nyoman Wirya; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvenional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD Gugus III Kecamtan Buleleng, Kabupaten Buleleng yang berjumlah 127 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan tehnik random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis dan model pembelajaran konvensional (thitung = 2,007; ttabel = 1,680). Rata-rata hasil belajar matematika dengan model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis adalah 78 yang berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 67 yang berada pada kategori sedang. Jadi, model pembelajaran CORE berbasis koneksi matematis berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci : CORE, Koneksi Matematis, Hasil Belajar The purpose of this research is to recognize the difference results between Mathematics student who had learnt using the learning CORE march Connection Mathematical and the student who learnt using the conventional learning model. This research is a quasi-experimental research with post test design only with non equivalent control group design. The population on this research are all class of Elementary School Gugus III Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng which amount 127 peoples. The sample of this research is determined by random sampling technique. In collecting the data the written test were given through a multiple choices tests comprising of 25 items. The Data were analyses using a descriptive statistic and independent test. The result of this research shows that there is the difference result between the student using learning CORE march Connection Mathematical model occurs on Mathematics students with the students using conventional learning (counted 2.007; table 1.680). Average score of the students learnt with CORE march Connection Mathematical learning is 78, it is considered to be high category. Whereas, 67 occurs on the students learning with conventional model, it is considered to be intermediate category. In this research CORE march Connection Mathematical learning model is preponderant for the results of the students in learning Mathematics.keyword : CORE, Connection Mathematical, learning results.
MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS SRIKANDI ., I Made Ery Wibawa; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelas yang dibelajarkan melalui Model pembelajaran STM dengan kelas yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Srikandi berjumlah 581 siswa dari SD. Sampel diambil dengan teknik random sampling terdiri dari 33 siswa di SD N 10 Sumerta dan 30 siswa di SD 5 Sumerta. Data mengenai hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelas yang dibelajarkan melalui Model pembelajaran STM dengan kelas yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2013/2014, hal ini dapat dibuktikan thitung = 2,68 > ttabel (α = 0.05, 61) = 2,00, dengan nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran STM 79 dan kelas yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional 73,2. Dengan demikian dapat disimpulkan Model pembelajaran STM berpengaruh terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SD Gugus Srikandi Denpasar Timur Tahun Ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Model Pembelajaran STM, Hasil Belajar The purpose of this research were determined an significant existance of difference of IPA learning outcome among class that has been learned through STM learning model and convensional learning model, in 5th class of SD Gugus Srikandi Denpasar Timur on 2013/2014 academic year. This study were quasi-experimental research which design as nonequivalent control group design. The population of this research were all of 5th grade student in SD Gugus Srikandi Denpasar Timur with 581 number of respondent. Sample were choosed by random sampling technique and consisted of 33 number of student in SD N 10 Sumerta, 30 number of student in SD N 5 Sumerta. The data of this research were analyzed by t-test statistics technique. The reselut of this study showed that a significant difference of IPA learning outcome among class that has been learned through STM learning model and convensional learning model, in 5th class of SD Gugus Srikandi Denpasar Timur on 2013/2014 academic year, this result were proofed that t-test = 2,68 > t-table (α = 0.05, 61) = 2,00, with average value of IPA learning outcome that has been learned through STM learning model were 79 and 73,2 for class that has been learned through convensional learning model. So, it could been conclude that STM learning model having an affect toward IPA learning outcome on 5th grade student of SD Gugus Srikandi Denpasar Timur on 2013/2014 academic year. keyword : Sains Technology Society Learning Model and IPA Learning Outcomes
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA KAJENG ., Ni Kadek Arik Antini; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus Letda Kajeng. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 14 Pemecutan yang berjumlah 37 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Pemecutan yang berjumlah 38 orang sebagai kelompok kontrol. Cara menentukan sampel penelitian ini dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPS dilakukan dengan metode tes jenis objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa untuk ranah kognitif, dan lembar observasi penilaian karakter untuk ranah afektif. Data selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik parametrik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual dengan yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari perbedaan rata-rata hasil belajar IPS antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu x ̅ = 74,45 > x ̅ = 57,74. Hasil analisis dengan menggunakan uji t diperoleh thit = 5,58 > ttab = 2,00. Dapat disimpulkan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media audio-visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa di kelas V di SD Gugus Letda KajengTahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Inkuiri Terbimbing, media audio-visual, hasil belajar IPS. This study aims to determine significant differences between groups social studies learning outcomes of students that learned using guided inquiry learning model aided audio - visual media with that learned using conventional learning in class 5th SD Gugus Letda Kajeng 2013/2014 . This reaserch is used a quasi-experimental design that Nonequivalent Control Group Design . The population in this reaserch were all fifth grade students of Gugus Letda Kajeng . Samples were fifth grade students of SD Negeri 14 Pemecutan which 37 people as the experimental group and fifth grade students of SD Negeri 4 Pemecutan totaling 38 people as a control group . How to determine the sample with a random sampling technique . IPS learning outcomes data collection was conducted using an objective type test in the form of multiple choice uncommon for the cognitive , and the of observation for affective character assessment . For were then analyzed using parametric statistical method t-test . The results showed than there were significant differences in outcomes between the groups social studies students that learned to use the application of guided inquiry learning model aided audio - visual media with that learned using conventional learning . This is evident from the average difference between the results of social studies experimental and control groups , is x ̅ = 74.45 > x ̅ = 57.74 . Analytical results obtained by using the t test thit = 5.58 > = 2.00 ttab . It can be concluded the guided inquiry learning model on audio - visual media affect learning result of students in grade fifth social students in elementary SD Gugus Letda Kajeng on 2013/2014.keyword : Guided Inquiry , audio - visual media , the results of social studies.
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJARIPA SISWA KELAS V ., I Komang Budi Hendrawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2007

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IX Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2013/2014 antara yang belajar dengan model self-directed learning berbantuan peta konsep dan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain post test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus IX Kecamatan Kintamani. Subjek penelitian ini diambil dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen adalah 23,13 tergolong kriteria sangat tinggi, rata-rata (M) hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol adalah 17,38 tergolong kriteria sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus IX Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2013/2014 antara yang belajar dengan model self-directed learning berbantuan peta konsep dan model konvensional. Kata Kunci : self-directed learning, hasil belajar, IPA This researc purpose ror to know the different learning result of natural science in V grade studens in elementary school IX gugus Kintamani subdistrict academic year 2013/2014 between learning by the model of self-directed learning helped cencept maps and konventional model. The kind of this research quasi eksperimental reaserch by design of post test only with non equivalent control group design. This research population is all the V grade studens in IX gugus Kintamani subdistrict. The subject of this research taken by random sampling technique. In data method collecting is using test method. Instrument data collecting using the result of learning test in form choise test. The collecting of data afterward analyzed by using descriptif statistics analysis and imnferential statistics. Based on data analysis result average score natural science studens learning eksperimental group are 23,13 clasified very high criteria, average score natural science studens learning group control is 17,38 clasified medium criteria. Thus can concluded that consist a highly sigificance differencenatural science result learning studen grade V elementary school in IX gugus Kintamani subdistrict academic year 2013/2014. Between whose learning by self-directed learning model helped concept maps and konventional model.keyword : self-directed learning, study result, natural science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI GUGUS XIII KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., I Gusti Nyoman Sastriawan; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation)dan model pembelajaran konvensional pada siswa SD. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain nonequivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng dengan jumlah kelas sebanyak 6 kelas dengan jumlah 173 siswa. Setelah diacak didapatkan SD Mutiara Singaraja kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan SD No.3 Banjar Tegal sebagai kelompok kontrol.Kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran dengan model Model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) dan kelas kontrol diberikan perlakuan pembelajaran dengan model konvensional. Penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas VB SD Mutiara Singaraja lebih tinggi daripada hasil belajar IPA siswa kelas V SD 3 Banjar Tegal ( = 28,11 > = 22,23).Dengan demikian, bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif GI (Group Investigation) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD semester genap di Gugus XIII Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata Kunci : Kooperatif GI, Hasil Belajar This study aimed to determine differences in the learning outcomes of students who take science learning cooperative GI (Group Investigation) model and the conventional learning models to elementary schools. This type of research is an experimental research with nonequivalent post-test only control group design. The study population was a fifth grade elementary school students in Cluster XIII Buleleng as many as the number of classes 6 classes by the number of 173 students. After randomization found SD Mutiara Singaraja VB class as experimental group and SD 3 Banjar Tegal as a control group . Experimental class treatment given to the learning model of learning cooperative GI (Group Investigation) model and the treatment given control class learning with the conventional model. This study found that students' science learning outcomes SD Mutiara Singaraja VB class higher than the results of fifth grade students learn science SD 3 Banjar Tegal ( = 28.11 > = 22.23 ). Thus , application of learning models that cooperative GI (Group Investigation) effect on science learning outcomes fifth grade students in the second semester elementary Cluster XIII Buleleng Academic Year 2012/2013.keyword : Cooperative GI, Learning Outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERMUATAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 22 DAUH PURI ., Putu Dian Setiarini; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual dengan yang dibelajarkan melalui model konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental) dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design, yang menggunakan populasi seluruh siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri dengan jumlah 163 orang. Melalui teknik random sampling diperoleh siswa kelas VA berjumlah 35 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VD yang berjumlah 35 orang sebagai kelompok kontrol. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar IPA, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual dengan yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Dari hasil analisis diperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 75,57 > 70,14. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji-t, yaitu thitung = 2,233 sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 68 sebesar 2,000, sehingga thit > ttab. Hal ini berarti model pembelajaran kuantum bermuatan masalah kontekstual berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 22 Dauh Puri Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : kuantum, masalah kontekstual, hasil belajar The purpose of this research is to know the significant differences of the result of learning science between the students which are learned through quantum learning model charged by contextual problem with the students which are learned through conventional learning model at the fifth grade of SD Negeri 22 Dauh Puri. This research is quasi experiment with research plan called nonequivalent control group design which is take all the fifth grade students of SD Negeri 22 Dauh Puri for about 163 students as population. Through random sampling technique, 35 students from VA class is chosen as experiment group and 35 students from VD class is chosen as the control group. The data in this research has been collected by using instrument that is the result of learning science which is analyzed by using statistic test called t-test. The result shows that there are significant differences of the result of learning science between the students which are learned through quantum learning model charged by contextual problem with the students which are learned through conventional learning model. From the analysis the average of the result of learning science from the students which are learned through quantum learning model charged by contextual problem is higher than the average from the students which are learned through conventional learning model that is 75,57 > 70,14. From t-test result, tvalue = 2,233 meanwhile that ttable at significant level at 5% with dk = 68 and in amount is 2,000, therefore tvalue > ttable. This is means that quantum learning model charged by contextual problem has influence toward the result of learning sciece at the fifth grade of SD Negeri 22 Dauh Puri academic year 2013/2014.keyword : quantum, contextual problem, result of learning

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue