cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH METODE SAS BERBANTUAN MEDIA KARTU HURUF TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA KELAS II ., I Putu Suarmei Artana; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan membaca dan menulis permulaan siswa kelas II SD Negeri di Desa Penglatan yang dibelajarkan dengan metode Struktural Analitik dan Sintetik (SAS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode abjad tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group desig. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri di Desa Penglatan yang berjumlah 72 orang. Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol ditentukan dengan tekhnik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi keterampilan membaca dan menulis permulaan dengan instrumen berupa lembar pengamatan dan penilaian produk. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan membaca dan menulis permulaan yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran metode Struktural Analitik dan Sintetik (SAS) dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode abjad. Hal ini menunjukkan ada pengaruh positif dari metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) terhadap keterampilan siswa menulis dan membaca permulaan dibandingkan dengan metode abjad.Kata Kunci : metode Struktural Sintetik dan Analitik (SAS), keterampilan membaca dan menulis permulaan This reasearch have purposed to know the differances of reading and writting skills for beginner student in public elementary school grade II at Penglatan village, that have been studying by the SAS (Struktural Analitic and Sintetic) method and the student group that have been studying by the alphabet method in 2013/2014 periode. The kind of this research was a quasi experiment, which is formed by non-equivalent post-test only control group design.The population of this research was 72 students from the public school grade II at Panglatan village. The experiment and control classes have taken by cluster random sampling technique. Data on this research have convened by the result of observation on reading and writing skills for beginner with the observed paper and the resulted productinstruments. The founded data was analyzed by t-test descriptive and inference on statistic. The output of this reasearch have showed that there was a significant deference on reading and writting skills for beginner student who abreasted the SAS (Analytic and Sintetic Structure) method than student who abreasted the alphabet method. It had showed there was a positive effect of SAS (Analytic and Sintetic Structure) method on writting and reading skills for beginner than the alphabet one.keyword : SAS (Analytic and Sintetic Structure) method, writting and reading skills for beginner
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SEMESTER I SD NEGERI 7 TIANYAR ., I Nyoman Gunawan; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia setelah penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching di kelas IV semester I SD Negeri 7 Tianyar tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam dua siklus dimana tiap siklusnya terdiri dari tiga pertemuan; dua pertemuan untuk tindakan dan satu pertemuan untuk tes. Subjek dalam penelitian ini adalah 48 orang siswa kelas IV semester I SD Negeri 7 Tianyar tahun pelajaran 2012/2013. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes dan observasi yang berupa diari guru. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil tes pada saat sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II. Penelitian diambil dengan metode analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa masih rendah yaitu kurang dari nilai rata-rata sebesar 52.40% dan ketuntasan belajar sebesar 22.92%. Sedangkan pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat 15.73% yaitu menjadi 68.13% dengan ketuntasan belajar sebesar 77.29%. Kemudian setelah diadakan tes pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat 14.16% dari siklus I yaitu menjadi 82.29% pada siklus II dengan ketuntasan belajar sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkat dan ketuntasan belajar 85% telah tercapai dengan menerapkan model pembelajaran Reciprocal Teaching. Kata Kunci : Model pembelajaran Reciprocal Teaching, hasil belajar siswa This study aims to improve student learning outcomes in Indonesian subjects after application of Reciprocal Teaching model of learning in the first half of the fourth grade Elementary School 7 Tianyar school year 2012/2013 . This research is designed classroom action research in two cycles where each cycle consists of three meetings , two meetings and one meeting for action to test . Subjects in this study were 48 fourth grade students of Elementary School first semester 7 Tianyar school year 2012/2013 . The instrument used to collect the data is in the form of tests and observations of teachers diary . Obtained from data collected during the test results before the action , the first cycle and second cycle . Research taken by quantitative descriptive analysis method and descriptive qualitative . The results showed student learning outcomes is still low at less than the average value of 52.40 % and 22.92 % of mastery learning . While in the first cycle , the average value increased by 15.73 % ie class be 68.13 % with 77.29 % of mastery learning . Then after the test is held on the second cycle , increased student learning outcomes 14:16 % of the first cycle that becomes 82.29 % in the second cycle with a passing grade of 100 % . This suggests that student learning outcomes in subjects Indonesian mastery learning can increase and 85 % have been achieved by applying a learning model Reciprocal Teaching keyword : Reciprocal Teaching Model learning , student learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK BERBANTUAN ORIGAMI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA LES KECAMATAN TEJAKULA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Nyoman Tri Anarta Putra; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui deskripsi hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami terhadap siswa kelas V SD di Desa Les. (2) Mengetahui deskripsi hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional terhadap siswa kelas V SD di Desa Les. (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvesional pada mata pelajaran Matematika kelas V SD di Desa Les. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Desa Les. Dari 5 kelas yang ada diambil 2 kelas secara acak melalui teknik group random sampling dan diperoleh kelas V SD N 1 Les dan kelas V SD N 2 Les. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) Hasil belajar matematika siswa kelas V SD di Desa Les yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami berada pada katagori tinggi dengan rata-rata skor 17,24. (2) Hasil belajar matematika siswa kelas V SD di Desa Les yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional berada pada katagori rendah dengan rata-rata skor 14,47. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvesional pada mata pelajaran matematika kelas V SD di Desa Les. (thitung>ttabel = 3,049>1,684). Hal ini berarti pendekatan pendidikan matematika realistik berbantuan origami berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di desa Les.Kata Kunci : pendidikan matematika realistik, origami, hasil belajar This research’s goal of: 1) finding out the result description of the students learning in mathematic through the realistic mathematic education aided origami approach to the 5th grade student in Les village. 2) To find out the result description of students learning in mathematic through the conventional learning to the 5th grade students in Les village. 3) To find out the defference of students result in learning mathematic by using the realistic mathematic education aided origami approuch and conventional learning for the 5th grade student in Les village. This research is a quasi experimental reseach. The population of reseach is all of the 5th grade students of an elementary school in Les village. From the 5 classess, the writer only used 2 classess randomly by using group random sampling and the writer got the 5th grade students of SD N 1 Les and 5th grade student of SD N 2 Les the result of the learning process were collected by using objectif tests. The data gotten from the reseach was analyzed by using static analysis of descriptive technigne and static inferential, t-test. The result of this reseach are: 1) The result 5th grade of students learning in mathematic in Les village who used the ralistic mathematic education aided origami approuch in the high category with the mean score of 17,24. 2) The result of the 5th grade students learning in mathematic who used the conventional learning in the low category with the mean score of 14,47. 3) thre is a difference of the students result in learning mathematic by using the realistic mathematic education aided origami approuch the conventional learning.( tcount > ttable =3,049 >1,689). Based on this approach aided origami realistic mathematics education has a positive effect on learning outcomes of students in grade 5 mathematicskeyword : realistic mathematic education, origami, the result of learning
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Berbantuan Media Permainan Teka-teki Silang Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng ., Pande Adi Putra; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikanperbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan modelpembelajaran Scramble berbantuan media permainan teka-teki silang dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 1 SangsitKecamatan Sawan, KabupatenBuleleng yang terdiridari 2 kelas. Sampelpenelitianiniyaitukelas VA yang berjumlah 20 orang dansiswakelas VB yang berjumlah 30 orang.Scramblesebagaisebuahpembelajaraninovatifmampumenciptakanpembelajaran yang menyenangkankepadasiswa. scrambleadalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka di temukan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scrambleberbantuan permainan teke-teki silang dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional yaitu sebagai berikut. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol yaitu modus (Mo) = 29,2, median (Md) = 29,3, mean (M) = 29,41dan standar deviasi (s) = 5,07.mean lebih besar dari median dan median lebih besar dari modus (M>Md>Mo) sehinggagrafik poligon data hasil belajar kelompok kontrol berupa kurva juling positif yang berarti sebagian besar skor cenderung rendah. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok kontrol adalah 29,41. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokkontrolcenderungrendah. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen yaitu modus (Mo) = 45,07, median (Md) = 41,3, mean (M) = 40,7, dan standar deviasi (s) = 5,49. Modus lebih besar dari median dan median lebih besar dari mean (Mo>Md>M) sehingga grafik poligon data hasil belajar kelompok eksperimen berupa kurva juling negatif yang berarti sebagian besar skor cenderung tinggi. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 41,3. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokeksperimencenderungtinggi. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, dapatsimpulankanbahwaterdapatperbedaan yang signifikanterhadaphasilbelajar Bahasa Indonesia antara kelompokyang dibelajarkandengan model Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangdan kelompokyang dibelajarkandengan model konvensional pada siswa kelas VA dan VB di SD Negeri 1 Sangsit.Hal ini dilihat dari hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompokyang dibelajarkandenganmodel pembelajaran Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangberada pada kategori sangattinggi dan hasil hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompok yang dibelajarkandenganmodel pembelajarankonvensionaltinggi. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat diperlukan guru yang bisa membelajarkan siswa agar siswa mengerti apa yang di ajarkannya. Keadaan ini memerlukan adanya perbaikan dan inovasi dalam pembelajaran, sebab dengan memakai media pendidikan siswa akan lebih mudah menerima pesan, siswa dapat menggunakan sebanyak mungkin indra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalah salah satu permainan bahasa, pada hakikatnya permainan bahasa merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan. Dimana belajar ditekankan sambil bermain sehingga siswa mendapatkan suasana menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang bisadigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang.Tekatekisilangmerupakanpermainan yang bisamengasahotakkiridanotakkanan.Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanmedia permainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata. Scramble dipakaiuntukjenispermainananak-anak yang merupakanlatihanpengembangandanpeningkatanwawasanpemikirankosakata. Sesuaidengansifatjawabannyascramble terdiriatas3 macambentukyakni. 1. Scramble kata, yaknisebuahpermainanmenyusun kata-kata danhuruf-huruf yang telahdikacaukanletaknyasehinggamembentuksuatu kata tertentu yang bermaknamisalnya: alpjera = pelajar ktarsurt = struktur 2. Scramble KalimatYaknisebuahpermainanmenyusunkalimatdari kata-kata acak. Bentukkalimathendaknyalogis, bermakna, tepat, danbenarcontohnya: pergi – akan – saya –ke – Bandung = Sayaakanpergike Bandung 3. Scramble wacana, yaknisebuahpermainanmenyusunwacanalogis berdasarkankalimat-kalimatacak. Hasilsusunanwacanahendaknyalogis, bermakna. Perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Scramble dan metode pembelajaran ceramah pada siswa kelas V semester ganjil di SD Negeri 1 Sangsit. Dalampembelajaranbahasa Indonesia sangatdiperlukan guru yang bisamembelajarkansiswa agar siswamengertiapa yang di ajarkannya. Keadaaninimemerlukanadanyaperbaikandaninovasidalampembelajaran, sebabdenganmemakai media pendidikansiswaakanlebihmudahmenerimapesan, siswadapatmenggunakansebanyakmungkinindra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Dimanabelajarditekankansambilbermainsehinggasiswamendapatkansuasanabelajar yang menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang iasdigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang. Tekatekisilangmerupakanpermainan yang iasmengasahotakkiridanotakkanan. Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanpermainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata.DengandemikianmakaTerdapatperbedaan yang signifikan hasilbelajar Bahasa Indonesia antarakelompoksiswa yang mengikuti modelpembelajaran Scramble berbantuanpermainanteka-tekisilangdengankelompoksiswa yang mengikutipembelajaranmetodekonvensional. Kata Kunci : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat The research’s goal is to describe the difference significant between the result of students that studying Indonesian language by following Screamble lesson using game of riddle and students group by following the lesson using conventional’s method.The research’s kind is appearance experiment research. The subject of populations are all grade five students at SD Negeri 1 Sangsit, Sawan Distict, Buleleng Regency that consits of 2 clases. The research’s sample is VA class quantity 20 persons, and VB class quantity 30 persons. The Scramble as an innovative lessons which is capable to create pleasure lesson for students. The Scramble is one part of language games, so that language game is an activity to get special skill on pleasure way. Scramble is used to kind of children game which is practice of breeding and increasing of vocabulary. keyword : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IV SDN 10 PEMECUTAN ., I Kadek Wimpiadi; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 10 Pemecutan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SDN 10 Pemecutan. Sampel yang digunakan 2 kelas yaitu kelas IVA sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 37 siswa dan kelas IVB sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa. Jadi total keseluruhan sampel adalah 73 siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti model pembelajaran role playing dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas IV SDN 10 Pemecutan. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 2,41 > ttabel 2,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata nilai yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran role playing yaitu sebesar 78,31 dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional yaitu 73,58 maka Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran role playing terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN 10 Pemecutan.Kata Kunci : model role playing, keterampilan berbicara bahasa Indonesia. Abstract Examination to direction this know influence model assembling study role playing about skill speak Indonesia language student IV class SDN 10 Pemecutan. This examination kind is experiment quasi with use to examination design that is nonequivalent control group design.Population examination is whole student class IV in SDN 10 Pemecutan. Sample only 2 class is IVA as control group to amount 37 student and IVB as experiment group to amount 36 student. So, whole total sample is 73 student. Collect analisis with examine t. Examination result that difference show can signification skill speak Indonesia language between student that follow study model role playing with student that follow konvensional study IV class SDN 10 Pemecutan. This is to show by thitung 2,41>ttabel 2,000 so Ho to reject and Ha to receive. Levels value to get between student that study to via model study konvensional is 73,58 so Ha to receive, so with that can influence assembling model study role playing about skill speak Indonesia language student IV class SDN 10 Pemecutan. keyword : model role playing, skill speak Indonesia language.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SD NO. 7 KAMPUNG BARU KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Kadek Sweca Adnyana; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3000

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan masalah yang ditemukan di lapangan terkait rendahnya aktivitas dan hasil belajar siwa, maka solusinya adalah dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SD N 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan aktivitas belajar IPA pada siswa kelas V di SD No. 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 11,20%, dari 64,40% dalam kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 81,18% atau berada pada kategori aktif pada siklus II. Penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD No. 7 Kampung Baru tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata hasil belajar siswa dari 65,80% atau berada pada kategori cukup dengan ketuntasan belajar sebesar 58,06% pada siklus I menjadi 73,50% atau berada pada kategori baik pada siklus II dengan ketuntasan belajar sebesar 83,87%. Adapun persentase peningkatan rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 8,02%. Kata Kunci : Model Kooperatif, Numbered Heads Together, aktivitas, hasil belajar. This study is a classroom action research that aims to improve the activity and student learning outcomes . Based on the problems found in the related field of low activity and learning outcomes siwa , then the solution is to implement cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) . In this study, the subject of his research is the fifth grade students of SD N 7 Kampung Baru school year 2012/2013 , amounting to 19 students consisting of 10 boys and 9 girls . Based on the results of this study concluded that the implementation of cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) can enhance science learning activities in class V in SD No. . 7 Kampung Baru school year 2012/2013 . It is evident from the increase in the average percentage of students' learning activities by 11.20 % , from 64.40 % in the moderately active category in the first cycle to 81.18 % or are in the active category on the second cycle . The implementation of cooperative learning model NHT ( Numbered Heads Together ) can improve science learning outcomes in class V in SD No. . 7 Kampung Baru school year 2012/2013 . It is evident from the increase in the average percentage of student learning outcomes or 65.80 % are in the category with enough mastery learning of 58.06 % in the first cycle to be at 73.50 % or better on the second cycle category with mastery learning amounted to 83.87 % . The average percentage improvement of learning outcomes from the first cycle to the second cycle of 8.02 % .keyword : Cooperative models, Numbered Heads Together activities, learning outcomes.
MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBASIS MULTIKULTURAL BERNUANSA KEARIFAN LOKAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR ., Ni Kadek Aristikawati; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui penerapan model pembelajaran group investigation berbasis multikultural bernuansa kearifan lokal dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 7 Kompyang Sujana Denpasar Barat tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Gugus 7 Kompyang Sujana Denpasar Barat tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 564 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling yang menetapkan SD Negeri 2 Padang Sambian sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 8 Padang Sambian sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS yang merupakan penggabungan nilai kognitif dan afektif. Nilai kognitif dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda biasa, sedangkan nilai afektif dikumpulkan melalui teknik observasi sesuai dengan karakter yang dikembangkan. Data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui penerapan model pembelajaran group investigation berbasis multikultural bernuansa kearifan lokal dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil uji-t didapat thitung = 4.72 dan ttabel dengan dk = 79 pada taraf signifikansi 5% = 2.00. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (4.72 > 2.00) maka H0 ditolak. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran group investigation berbasis multikultural bernuansa kearifan lokal lebih besar dari siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (82.37 > 77.50). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model group investigation berbasis multikultural bernuansa kearifan lokal berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD SD Gugus 7 Kompyang Sujana Denpasar Barat.Kata Kunci : group investigation, multikultural, kearifan lokal This research is aimed to figure out differences of the significant social sciences study result among students who have been taught through group investigation learning model based on multicultural of local wisdom with the students taught through conventional learning to the fifth grade students of SD Gugus 7 Kompyang Sujana Denpasar Barat in academic year 2013/2014. This research is quasi-experimental study by using non equivalent control group design as the research design. The population in this research is whole students of fifth grade students of SD Gugus 7 Kompyang Sujana Denpasar Barat in academic year 2013/2014 who are 564 students. Sample determination used random sampling technique; thus, it was obtained SD Negeri 2 Padang Sambian as the group experimental and SD Negeri 8 Padang Sambian as controlling group. Collected data was the social sciences study result which was incorporation of cognitive and affective students' scores. The obtained data was analyzed by using t-test. The result study showed that there were the significant differences of social sciences study result among the students who taught through applying group investigation learning model based on multicultural of local wisdom with the students taught through conventional learning. Based on the result of t-test, it was obtained calculated-t = 4.72 and ttable with dk = 79 in 5% significant extent = 2.00. Based on testing criteria tcalculated > ttable (4.72 > 2.00); so that, H0 refused. The average of students' social sciences study result obtained among the students who taught through applying group investigation learning model based on multicultural of local wisdom was higher than the students who taught through conventional learning (82.37 > 77.50). Therefore, it can be conclude that group investigation learning model based on multicultural of local wisdom influences significantly to the social sciences study result of the fifth grade students of SD Gugus 7 Kompyang Sujana Denpasar Barat in academic year 2013/2014.keyword : group investigation, multicultural, local wisdom
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, INTELECTUAL (SAVI) BERBANTUAN BAHAN AJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS RADEN AJENG KARTINI ., Ni Putu Dita Wisna Wati; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI berbantuan bahan ajar dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus Raden Ajeng Kartini yang berjumlah 531 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VB SD Negeri 19 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 41 orang siswa dan siswa kelas VA SD Negeri 27 Pemecutan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 42 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 4,95 > ttab = 1,990 pada taraf signifikansi 5% dan dk=81. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI berbantuan bahan ajar dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar IPS juga menunjukkan bahwa kelompok eksperimen = 82,21 > = 72,30 pada kelompok kontrol. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berbantuan bahan ajar berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD di Gugus Raden Ajeng Kartini Kecamatan Denpasar Barat.Kata Kunci : model pembelajaran SAVI berbantuan bahan ajar, pembelajaran konvensional, hasil belajar IPS This research was aimed to know the significant differences of social science learning result between students who were taught by using Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) learning model assisted instructional materials with students who learned with the conventional learning in fifth grade SD Gugus Raden Ajeng Kartini West Denpasar District of academic year 2013/2014. Kind of this research was a quasi-experimental study with research design that used is Non Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade in SD Gugus Raden Ajeng Kartini West Denpasar District of academic year 2013/2014 as many as 531 students. The samples was selected by using random sampling technique where some classes were randomized to determine the eksperimental group and control group. After randoming those classes, 41 fifth grade students of SD Negeri 19 Pemecutan were determined as eksperimental group and 42 fifth grade students of SD Negeri 27 Pemecutan were determined as control group. The data in this research was collected by giving objective test in the form of multiple choice to the eksperimental and control group. The collected data was analyzed by using statistic descriptive analysis and infertial statistic (t-test). The result of data analysis showed that tcount = 4,95 > ttable = 1,990 with 5% significance level and degree of freedom is 81. The finding reveald that, there is a significant effect on social science learning result between students who were taught by using Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) learning model assisted instructional materials with students who learned with the conventional learning, and mean score of eksperimental group also showed = 82,21, it is bigger than the mean score of control group which was = 72,30. Therefore, it can be conclude that Somatic Auditory Visual Intelectual (SAVI) learning model assisted instructional materials has obvious effect toward social science learning result of fifth grade students at SD Gugus Raden Ajeng Kartini West Denpasar District.keyword : SAVI learning model assisted instructional materials, conventional learning, and social science learning result
PEMBELAJARAN IDEAL PROBLEM SOLVING DAN MOTIVASI BERPRESTASI BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Ni Ketut Desy Widyantari; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI); (2) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi; (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah; serta (4) mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran IDEAL Problem Solving dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA. Rancangan penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design, dengan menggunakan desain faktorial 2x2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Data yang dikumpulkan adalah data motivasi berprestasi siswa dan hasil belajar IPA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) (FA hitung = 4,428 > F tabel (α = 0,05; 1,82) = 3,96); (2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi (F (A1B1 – A2B1) hitung = 12,16 > F’(4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran IDEAL Problem Solving dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Direct Instruction (DI) pada kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah (F (A1B2 – A2B2) hitung = 0,12 < F’(4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); serta (4) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran IDEAL Problem Solving dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2013/2014 (FAB hitung = 7,778 > F tabel (α = 0,05; 1,82) = 3,96).Kata Kunci : IDEAL Problem Solving, motivasi berprestasi, hasil belajar IPA This study aims: (1) to determine the significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model; (2) to determine the significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own high achievement of motivation; (3) to determine the significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own low achievement of motivation; and (4) to determine influence interaction between IDEAL Problem Solving learning model and achievement motivation to science learning outcome. This research design is Nonequivalent Control Group Design, by using factorial 2x2 design. Population in this research were all students of fifth grade SDN in Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai North Denpasar academic year 2013/2014. Data collected are data achievement motivation and science learning outcome. Result research showed that: (1) there are significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model (FA calculates = 4,428 > F table (α = 0,05; 1,82) = 3,96); (2) there are significant differences of science learning outcome between student group that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own high achievement of motivation (F (A1B1 – A2B1) calculates = > F' (4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); (3) there are not significant differences of science learning outcome between students that learned used IDEAL Problem Solving learning model with students that learned used Direct Instruction (DI) learning model in students that own low achievement of motivation (F (A1B2 – A2B2) calculates = 0,12 < F'(4-1)(2,72) (α=0,05) = 8,16); and (4) there are influence interaction between IDEAL Problem Solving learning model and achievement motivation to science learning outcome students of fifth grade SDN in Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai North Denpasar academic year 2013 / 2014 (FAB calculates = 7,778 > F table (α = 0,05; 1,82) = 3,96).keyword : IDEAL Problem Solving, achievement motivation, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI JURISPRUDENSIAL BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS V TAMPAKSIRING ., Dewa Ayu Dwi Destri Antari; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial berbantuan media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V di SD Gugus V Tampaksiring Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V tampaksiring yang berjumlah 192 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Pejeng berjumlah 32 siswa dan siswa kelas V SDN 3 Pejeng berjumlah 32 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes objektif. Selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis statistik uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial berbantuan media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 76,34 sedangkan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 69,74. Dari perhitungan dengan uji-t diperoleh thitung= 2,44, dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan dk= (32+32)-2=62 adalah 2,00, sehingga thitung > ttabel (2,44 > 2,00). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS Siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial, media audio visual, hasil belajar IPS The aim of this styudy is to determine the significant difference in learning between students who are teaching in the inquiri jurisprudential learning model assisted audio visual media with conventional learning in subjects pasa social sciences fifth geade students in elementary group fifth tampaksiring academic year 2013/2014. This research was a quasi-experimental research design Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all fifht grade elementary school students in cluster fifht tampaksiring totaling 192 students. Sample were taken with a random sampling technique. The samples in this study were fifth grade elementary school students country 1 pejeng Who totaled 32 students and fifth grade elementary school students country 5 Pejeng Who totaled 32 students. Data collection method used is an objective test method. The data then analized using t-test statistical technique. The results of the analysis indicate that there are significant differences between the results of social studies students who learned with the inquiry jurisprudential learning model assisted audio visual media with students who are teaching in the conventional learning. This can be seen from the average value of the acquisition learns the results of the experimental group was 76,34 while the average volue of the control group was 69,74. From the calculation of the t-test is obtained tcalculate = 2,44 and ttable at level significan 5% with dk = (32+32)-2=62 was = 2,00. So that tcalculate > ttable (2,44 > 2,00). It can be concluded that the inquiri jurisprudential learning model assisted audio visual media affect student learning outcomes social sciences fifth grade elementary school group fifth tampaksiring academic year.keyword : the inquiry jurisprudential learning model, audio visual media, social sciences learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue