cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PEMBELAJARAN GENIUS LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP ILMIAH SISWA ., I Made Medi Sastrawan Giri; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah siswa dengan menggunakan model pembelajaran Genius Learning dan model pembelajaran langsung pada siswa kelas VI SD di Desa Busungbiu tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment). Penelitian ini dilaksanakan dalam 5 kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD di desa Busungbiu. Sampel penelitian adalah siswa kelas VI SD No. 6 Busungbiu dan SD No. 8 Busungbiu sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 23 orang siswa serta SD No. 9 Busungbiu sebagai kelas eksperimen terdiri dari 23 orang. Variabel penelitian adalah pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah sebagai variabel terikat serta model pembelajaran Genius Learning dan model pembelajaran langsung sebagai variabel bebas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan kuesioner. Data yang dikumpulkan menggunakan metode tes untuk mengetahui pemahaman konsep dan kuesioner untuk mengetahui sikap ilmiah yang dianalisis menggunakan, statistik deskriptif, SPSS uji-t dan manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran Genius Learning dan pembelajaran langsung (sig=0,001 < 0,05), (2) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran Genius Learning dan pembelajaran langsung (sig=0,000 < 0,05), (3) terdapat perbedaan pemahaman konsep dan sikap ilmiah antara kelompok siswa yang belajar dengan pembelajaran Genius Learning dan pembelajaran langsung (sig=0,000 < 0,05)Kata Kunci : genius learning, pemahaman konsep, sikap ilmiah This study aims to determine the difference between the understanding of science concepts and scientific attitude of students using the Learning Genius learning model and learning model directly on sixth grade students in the school year 2013/2014 Busungbiu village. This research is a quasi-experiment (quasi-experiment). This study was conducted in 5 sessions. The population in this study were all sixth grade students in the village Busungbiu. Samples were six graders No. 6 Busungbiu and SD No. 8 Busungbiu as the control class consisting of 23 students and elementary school No. 9 Busungbiu as an experimental class consisted of 23 people. Variables research is the understanding of science concepts and scientific attitude as the dependent variable and Learning Genius learning models and learning models directly as independent variables. Data collection was performed by the method of tests and questionnaires. Data were collected using a test method to determine the understanding of the concept and to determine the attitude questionnaire were analyzed using scientific, descriptive statistics, t-test and SPSS manova. The results showed that: (1) there is a difference between understanding the concept of a group of students who learn by Genius Learning learning and direct instruction (sig = 0.001 < 0.05), (2) there is a difference between the scientific attitude with a group of students who study learning and direct instruction Genius Learning (sig = 0.000 < 0.05), (3) there are differences in the understanding of scientific concepts and attitudes among a group of students who learn by Genius Learning learning and direct instruction (sig = 0.000 < 0.05).keyword : genius learning, science consepts, scientific attitude
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS PENDAYAGUNAAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., I Wayan Ariawan; ., I Nyoman Arcana,SST., M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi prestasi belajar IPA siswa pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui deskripsi prestasi belajar IPA siswa pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kontekstual berbasis pendayagunaan lingkungan, dan (3) mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis pendayagunaan lingkungan dengan kolompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan dilaksanakan di kelas V SD Gugus III Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2013/2014 dengan menggunakan desain posttest only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 26 orang siswa kelas V SD Negeri Abuan yang digunakan sebagai kelompok eksperimen dan 25 orang siswa SD Negeri Bonyoh yang digunakan sebagai kelompok kontrol dan ditentukan dengan sistem random sampling. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data prestasi belajar IPA dan dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Prestasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional berada pada kategori tinggi. (2) Prestasi belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan kontekstual berbasis pendayagunaan lingkungan berada pada kategori sangat tinggi. (3)Teterdapat perbedaan prestasi belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbasis pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar dengan kolompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Pendekatan Kontekstual Berbasis Pendayagunaan Lingkungan, Prestasi Belajar IPA, Model Pembelajaran Konvensional This study aims to: 1) to know the description of science learning achievement of students in the group of students who are learned using conventional learning models, (2) determine the description of science learning achievement of students in the group of students who are learned with the utilization of environment-based contextual approach, and 3) determine differences in science learning achievement significantly between groups of students who take the contextual approach based learning environment with group of students who take the learning with conventional learning models. This research is a quasi experimental study conducted in class V and Cluster III Kintamani district year 2013/2014 with a design posttest only control group design. Sample of this study is 26 students of SD Negeri Abuan used as the experimental group and 25 students of SD Negeri Bonyoh used as a control group and were determined by random sampling system. In this study, the data collected is science learning and achievement data were collected using an objective test. Data were analyzed in two stages, namely the descriptive statistics and statistical analysis (t-test). The results of this study it can be concluded that: (1) science learning achievement students who learned with conventional learning models that are in the high category. (2) science learning achievement of students who are learned with contextual approach based on the utilization of the environment are very high category. (3) There are differences in science learning achievement significantly between groups of students who take the contextual approach based learning environment as a learning resource utilization with kolompok students who take learning with conventional learning models in fifth grade elementary school students in Cluster III Kintamani District school year 2013/2014.keyword : Utilization-Based Contextual Approach Environment, Science Achievement, Learning Model Conventional
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA DITINJAU DARI KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD ., Ni Wayan Wida Prama Dewi; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TPS terhadap hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest only control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV di Gugus VIII Kecamatan Buleleng dan sampel sebanyak 84 orang siswa kelas IV SD No 1 dan 2 Paket Agung. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan satistik deskriptif. Uji hipotesis menggunakan analisis ANAVA 2 jalur, jika FAB signifikan maka dilanjutkan dengan uji hipotesis 3 dan 4 menggunakan uji Tukey. Hasil analisis menunjukkan bahwa. (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TPS dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (FAhitung =397,92 > Ftabel ¬=1,74), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran TPS hasil belajar IPA ditinjau dari keterampilan berpikir kritis (F(AxB)hitung 82,37 > Ftabel=1,74). 3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi yang mengikuti model pembelajaran TPS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensioal. 4) terdapat perbedaan hasil belajar IPA pada siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis rendah, antara siswa yang mengikuti model pembelajaran TPS dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran TPS ditinjau dari keterampilan berpikir kritis berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV.Kata Kunci : hasil belajar IPA, keterampilan berpikir kritis, model pembelajaran TPS This research aims to determine the effect of TPS learning models on science learning result in term of critical thinking skills. This research was a quasi experiment with pretest-posttest only control group design. Population in this research was all grade 4th elementary school students in cluster 8th Buleleng district and sample in this research was grade 4th students in SD No 1 and 2 Paket Agung which consisted of 84 students. Samples was determined by cluster random sampling technique. The instrument used ini this research is critical thinking skills test and science learning result test. Data were analyzed using descriptive statistics and hypothesis test using two way ANOVA analysis, if FAB was significant, then analysis proceed to 3th and 4th hypothesis using the Tukey test. The results of the analysis showed. (1) there is a significant difference in science learning result between students who are participating in TPS learning model with students who participating conventional learning models (FAcount =397,92> FAtable=1,74) , (2) there is interaction effect between TPS learning model with critical thinking skill on student science learning outcomes (F(AxB)count =82,37 > Ftable=1,74). (3) there is differences in student’s science learning result in high critical thinking skills group who partcipant TPS learning model with who participant conventional learning model, 4) there is differences in student’s science learning result in low critical thinking skills group who partcipant TPS learning model with who participant conventional learning model. Thus, TPS learning model in term critical thinking skill has effect to the science learning result.keyword : science learning result, critical thinking, TPS learning model
PENGARUH MODEL CORE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V DI GUGUS I NAKULA KECAMATAN NEGARA KABUPATEN JEMBRANA ., Michael Donny Pradana Subarjo; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model CORE berbasis lingkungan dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V di Gugus I Nakula Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus I Nakula Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 147 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 3 Baler Bale Agung yang berjumlah 25 orang dan kelas V SD No. 5 Baler Bale Agung yang berjumlah 30 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Core berbasis lingkungan dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V di Gugus I Nakula Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2013/2014. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata pemahaman konsep IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Core adalah 33,67 lebih besar dari rata-rata pemahaman konsep IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 26,23. Hal ini berarti penerapan model Core berbasis lingkungan berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di gugus I Nakula Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana.Kata Kunci : model pembelajaran CORE, pemahaman konsep IPA The purpose of this research was to recognize understanding of science concept between the students that taught with CORE learning model based on environment and those that taught with conventional learning model at grade V Elementary School Gugus I Nakula Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana in academic year 2013/2014. This research was a quasi experimental research. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Gugus I Nakula Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana in academic year 2013/2014 with the total 147 students. The sampel of this research was 25 students from grade V Baler Agung 3 Elementary School and 30 students from grade V Baler Agung 5 Elementary School. In collecting the data, the writer uses description test. The data were analysed using a descriptive statistic and inferencial statistic (uji-t). The result of this research showed that there were the differences between the students taught with CORE learning model based on environment learning model and taught with conventional model learning. The comparison average score of the students taught with CORE learning model is 33,67 higher than student that taught with conventional learning model is 26,23. In this research the implementation of CORE learning model based on environment can be considered to be significant in understanding of science concept.keyword : core leaning model, understanding of science concept
PENGARUH PENDEKATAN STARTER EKSPERIMEN DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA KELAS IV ., Komang Arystya Noviana; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PSE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional berdasarkan tingkatan kebiasaan belajar siswa serta interaksi antara model pembelajaran dan kebiasaan belajar. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus XV Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 dan sampel sebanyak 60 siswa ditentukan dengan teknik random sampling. Data kebiasaan belajar dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data keterampilan proses sains diperoleh dengan metode tes. Data keterampilan proses sains dianalisis dengan statistik deskriptif dan ANAVA dua jalur. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PSE dan model pembelajaran konvensional (FA=103,33>Ftabel=4,08); (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kebiasaan belajar terhadap keterampilan proses sains (FAB=19,30>Ftabel=4,08); (3) pada kelompok siswa yang memiliki kebiasaan belajar baik, terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PSE dan model pembelajaran konvensional (Qhitung=14,64>Qtabel=3,79); dan (4) pada siswa yang memiliki kebiasaan belajar buruk, terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran menggunakan PSE dan model pembelajaran konvensional (Qhitung=5,81>Qtabel=3,79). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan proses sains siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PSE dan model pembelajaran konvensional berdasarkan tingkatan kebiasaan belajar siswa serta terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kebiasaan belajar pada siswa kelas IV.Kata Kunci : kebiasaan belajar siswa, keterampilan proses sains, pendekatan starter eksperimen This research aims to investigate the difference of sciens process skills between students who learned by SEA and students who followed conventional learning model based on their learning habit and interaction between learning model and learning habit. This research is quasi-experimental and using non-equivalent post-test only control group design. Population in this study was 4th grade students of SD Gugus XV Buleleng Sub-district and the samples is 60 students were selected used random sampling technique. Data of learning habit were collected by questionnaire and data of sciens process skills were collected by test. Data sciens process skills was analysed used statistic descriptive and two way ANOVA. Result shows (1) there is a difference sciens process skills between students who learned by SEA and students who followed conventional learning model (FA=103.33>F-cv=4.08); (2) there is an interactional effect between learning model and learning habit of sciens process skills (FAB=19.30>F-cv=4.08); (3) students with good learning habit, there is a difference sciens process skills between students who learned by SEA and students who followed conventional learning model (Q-obs=14.64>Q-cv=3.79); (4) students with not good learning habit, there is a difference sciens process skills between students who learned by SEA and students who followed conventional learning model (Q-obs=5.81>Q-cv=3.79). So, there is a difference sciens process skills between students who followed SEA learning model and students who followed conventional learning model based on their learning habit, and there is an interaction between learning model and learning habit in 4th grade students.keyword : Sciens process skills, Starter Experiment Approach learning model, student’s learning habit
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TWO STAY TWO STRAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Wayan Rediarta; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif TSTS, 2) mendeskripsikan hasil belajar IPA setelah menggunakan model pembelajaran konvensional, dan 3) mengetahui adanya perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di Gugus 13 Kecamatan Buleleng pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus 13 Kecamatan Buleleng yang berjumlah 190 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB dan VA SD Mutiara yang masing-masing berjumlah 36 dan 37 orang siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh kelas VB sebagai kelompok eksperimen dan VA sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes yaitu tes hasil belajar IPA yang berupa tes objektif. Data yang dikumpulkan berupa skor hasil belajar IPA kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hasil belajar siswa dengan model TSTS tergolong kualifikasi sangat baik (X ̅=28,11), 2) hasil belajar siswa dengan model konvensional tergolong kualifikasi baik (X ̅=24,08), dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif TSTS dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari perhitungan dengan menggunakan uji-t yang memperoleh hasil thitung=53,22>ttabel (α=0,05) =2,00. Melalui perbedaan tersebut, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran kooperatif TSTS berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Model Kooperatif, TSTS, Hasil Belajar IPA The purpose of this research was: 1) to describe the results of science learning after using TSTS cooperative learning model, 2) to describe the results of science learning after using conventional learning models , and 3) to know the differences of science learning outcome between the group of students who are learning with TSTS cooperative learning model and a group of students who are learning with conventional learning models in class V at cluster 13 sub district Buleleng the Academic Year 2013 / 2014. Kind of this research is a quasi experimental study. The population in this study are 190 students of fifth grade elementary school students at Cluster 13 sub district Buleleng. The samples in this study were students of class VB and VA at Mutiara elementary school each of which accounted by 36 and 37 students. Samples were taken using techniques random sampling in order to obtain the VB class as experimental group and VA as a control group. Data collected by the test method that tests science learning outcomes in the form objective test. Data collected in the form scores of science learning outcomes were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results showed: 1) learning outcomes of students with TSTS model classified as excellent qualifications (X ̅= 28.11), 2) student learning outcomes with conventional models classified as good qualifications (X ̅ = 24.08), and 3) there are significant differences of science learning outcomes between the groups of students who are learning TSTS cooperative learning model and groups of students who are learning with conventional learning models. The difference can be seen from the calculations using the t-test results gained tcount = 53.22 >ttable (α = 0.05) = 2.00. Through these results, it can be said that the TSTS cooperative learning model give positive effects on science learning outcomes.keyword : Cooperative Model, TSTS, Science Learning Outcomes
PENGARUH TEKNIK BUZZ GROUP TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SD ., Gede Suarjana; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan aktivitas belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan teknik Buzz Group dan siswa yang dibelajarkan teknik konvensional pada siswa kelas V; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan teknik Buzz Group dan kelompok siswa yang dibelajarkan teknik konvensional pada siswa kelas V; dan (3) untuk mengetahui perbedaan aktivitas belajar dan hasil belajar IPS siswa secara bersama-samaa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan teknik Buzz Group dan kelompok siswa yang dibelajarkan teknik konvensional pada siswa kelas V. Jenis penelitian adalah eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian digunakan siswa kelas VB dan VA di SD Mutiara. Data aktivitas belajar dikumpulkan dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS siswa dikumpulkan denggan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan aktivitas belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan teknik Buzz Group dan siswa yang dibelajarkan teknik konvensional (P < 0,05); (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan teknik Buzz Group dan kelompok siswa yang dibelajarkan teknik konvensional (P < 0,05); (3) terdapat perbedaan aktivitas belajar dan hasil belajar IPS siswa secara bersama-sama antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan teknik Buzz Group dan kelompok siswa yang dibelajarkan teknik konvensional (P < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik Buzz Group berpengaruh terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Teknik Buzz Group, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar IPS This study aims to: (1) know the difference between group learning activities of students who are learned with the technique Buzz Group and students that learned conventional techniques in Class V; (2) determine differences in outcomes between the groups social studies students who are learned with the technique Buzz Group and a group of students that learned conventional techniques in Class V; and (3) to determine differences in the activity of learning and learning outcomes of students collectively IPS between groups of students who are learned with the technique Buzz Group and a group of students that learned conventional techniques in class V. This type of research is a quasi-experiment. The population of this research is class V Cluster XIII Buleleng District elementary school year 2013/2014. The research sample used VB and VA grade students in Mutiara elementary school. Data were collected by questionnaires learning activities and student learning outcomes data collected denggan IPS test. The data analysis technique used is MANOVA. The results showed that: (1) there is a difference between students' learning activities that learned the technique Buzz Group and students that learned the conventional technique (P
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INTERACTIVE CONCEPTUAL INTRUCTION (ICI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Komang Eni Ernawati; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model Interactive Conceptual Intruction ICI dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA siswa kelas V SD di Gugus I Kecamatan Tegallalang Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu dengan rancangan post test only with non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas V SD Gugus I Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar yang berjumlah 158 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling (undian). Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen test pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung = 10,94 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 1,98). Hal ini berarti thitung > ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Interactive Conceptual Intruction dan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional. Siswa yang mengikuti pembelajaran pembelajaran dengan model Interactive Conceptual Intruction memperoleh rata-rata skor hasil belajar yaitu = 25,53 berada pada kategori sangat tinggi. Sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional memperoleh skor hasil belajar 19,07 berada pada kategori tinggi. Jadi model pembelajaran Interactive Conceptual Intruction berpengaruh terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Interactive Conceptual Intruction, IPA, hasil belajar The purpose of this research was to recognize the differences between the students that taught with ICI learning model and those that taught with conventional learning model at grade V Elementary School Gugus I Kecamatan Tegallalang in academic year 2013/2014. This research was a quasi experimental research using post test design only with non equivalent control group design. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Gugus VI Kecamatan Buleleng, with the total 158 students. The samples were determined by using random sampling technique. In collecting the data, the writer uses test. The data were analysed using a descriptive statistic and inferencial statistic. The result of this research showed that there were the differences between the students taught with ICI learning model and taught with conventional model learning (tvalue = 10,98 ; ttable = 1,98). The average score of the students taught with ICI learning model is 25,53 it is considered to be higher. Whereas those taught with conventional learning model is 19,07 it is considered to be high category. In this research ICI learning model can be considered to be significant in developing student study result.keyword : Interactive Conceptual Intruction, science, study result
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP SIKAP SOSIAL DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI DESA BONTIHING ., Luh Suartini; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.; ., Kadek Suranata, S.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui perbedaan sikap sosial antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; (2) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V; dan (3)untuk mengetahui perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan strategi pembelajaran PQ4R dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penerapan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V. Penelitian ini berjenis kuasi eksperimen, dengan populasinya yaitu siswa kelas V sekolah dasar di desa Bontihing tahun pelajaran 2013/2014. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V di SD No. 1, 2, 3 dan 4 Bontihing. Data yang digunakan adalah data post-test sikap sosial yang diteliti dengan kuesioner dan data hasil belajar IPS yang diteliti dengan tes pilihan ganda. Analisis statisik yang digunakan adalah uji-t independent dan multivariat analysis of variant (manova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan sikap sosial yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan strategi pembelajaran PQ4R dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional; dan (3) terdapat perbedaan sikap sosial dan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata Kunci : strategi pembelajaran PQ4R, pembelajaran konvensional, sikap sosial, hasil belajar IPS This study aims (1) to determine the differences in social attitudes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; (2) to determine the differences in social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade; and (3) to determine the differences in social attitudes and social studies outcomes between groups of students who take the learning and application of learning strategies PQ4R group of students who take the learning with the application of conventional learning in class fifth grade. This research was quasi-experimental, with a population that fifth grade elementary school students in the village Bontihing academic year 2013/2014 . The sample was in the fifth grade students of SD No. 1, 2, 3 and 4 Bontihing. The data used is the social attitude of the post-test questionnaire and studied the data of social studies examined by multiple choice tests . Statistical analysis used is the independent t-test and multivariat analysis of variant (manova). The results showed that : (1) there are significant differences in social attitudes between students who learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; (2) there are differences in outcomes between the significant social studies students learn to use learning strategies and student learning PQ4R using conventional learning; and (3) there are differences in social attitudes and social studies significant results between the experimental class students and classroom control.keyword : PQ4R learning strategy , learning conventional , social attitudes , social studies results
PENERAPAN MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA ., I Ketut Trimawan; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran dengan implementasi model pembelajaran quantum teaching pada mata pelajaran IPA siswa Kelas V SD Negeri 1 Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V SD Negeri 1 Cempaga Tahun Pelajaran 2013/2014, sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Metode tes digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar IPS siswa. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA Kelas V SD Negeri 1 Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Pada siklus I presentase hasil belajar siswa adalah 66,67% berada pada katagori baik. Namun presentase siklus I ternyata kurang dari kriteria keberhasilan penelitian yaitu 85%, sehingga penelitian dilanjutkan pada siklus II. Ternyata terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus II menjadi 86,67% berada pada katagori sangat baik. Jadi, simpulan dari penelitian ini adalah terjadi peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan penerapan model pembelajaran quantum teaching pada siswa Kelas V SD Negeri 1 Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : quanrum teaching, pembelajaran IPA, hasil belajar This present study aimed to improve the student learning outcomes after the implementation of quantum teaching in teaching science in five grade of SD N 1 Cempaga in Cluster I Banjar, Buleleng district the academic year 2013/2014. This study is a classroom action research was conducted in two cycles. The subjects were students of five grade of SD N 1 Cempaga in the academic Year 2013/2014, there are 30 students. The data collection in this study was conducted using of tests. Test used to collect Data were analyzed using descriptive-quantitative analysis method.The results showed that, The implementation of quantum teaching learning can improve student learning outcomes in science teaching Five Grade SD Negeri 1 Cempaga Buleleng in the academic Year 2013/2014. Presentase student learning outcomes an increase in cycle I to 66.67% in the category of well, but the result less than 85%, so continue to cycle II. That was an improvement in cycle II to 86.67% at the very good category. The conclusion of this study there is an improvement student learning outcomes in learning science with the implementation of quantum teaching learning to student five grade of SD N 1 Cempaga in Cluster I Banjar, Buleleng district the academic year 2013/2014keyword : quantum teaching learning, learning science, learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue