cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-DISCUSS-EXPLAIN-OBSERVE-DISCUSS-EXPLAIN TERHADAP SIKAP ILMIAH SISWA ., I Made Dwi Artawan; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PDEODE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah keseluruhan 190 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas V SD No. 1 Banjar Tegal dan SD No. 1 Baktiseraga, yang terdiri dari 61 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner sikap ilmiah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PDEODE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Besarnya thitung adalah 17,38, sedangkan ttabel pada taraf signifikansi 5% dan dk = 59 adalah 2,000. Hal ini menunjukkan thitung lebih besar dari ttabel. Selanjutnya, rata-rata skor sikap ilmiah kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PDEODE (106,92) lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (83,14). Dengan demikian, model pembelajaran PDEODE berpengaruh terhadap sikap ilmiah siswa pada kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : PDEODE, sikap ilmiah This study was aimed at knowing the difference on scientific attitude between a group of students who were taught by PDEODE instructional model and the group of students who were taught by conventional instructional model at fifth grade students of Cluster XIII Buleleng District in academic year 2013/2014. This study was quasi experiment by using posttest only non-equivalent control group design. The population of the study was all fifth grade students of Cluster XIII Buleleng District in academic year 2013/2014, which consisted of 7 classes with amount 190 students. The samples of this study were fifth grade students of SD No. 1 Banjar Tegal dan SD No. 1 Baktiseraga, which consisted of 61 students. The instrument to collect the data was scientific attitude questionnaire. The data were analyzed by descriptive statistic and independent sample t-test. The results of this study showed that there was difference of students’s scientific attitude between a group of students who were taught by PDEODE instructional model and the group of students who were taught by conventional instructional model. The amount of tobserve was 17,38, meanwhile tcritical at significance level 5% and dk = 59 was 2,000. This showed that tobserve higher than tcritical. Then, the average of the score of students’s scientific attitude who were taught by PDEODE instructional model (106,92) higher than the students who were taught by conventional instructional model (83,14). So, PDEODE instructional model had effect toward students’s scientific attitude at fifth grade of Cluster XIII Buleleng District in academic year 2013/2014.keyword : PDEODE, scientific attitude
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP SIKAP ILMIAH PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD DI DESA YEHEMBANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Gusti Ayu Komang Yudarini; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui deskripsi perbedaan yang signifikan sikap ilmiah pada mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarakan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Yehembang Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 69 orang dari kelompok siswa kelas V SD di Desa Yehembang. Sampel penelitian ini kelas V di SD Negeri 5 Yehembang berjumlah 35 orang dari kelompok eksperimen dan 34 orang dari kelas V sebagai kelompok kontrol di SD Negeri 1 Yehembang. Datayang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik uji-t. Hasil penelitian ini menunjukanterdapat perbedaan sikap ilmiah siswa antara kelompok siswa yang di belajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang di belajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Besarnya thitung adalah 8,86, sedangkan ttabel adalah pada taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Hal ini menunjukkan thitung> ttabel. Selanjutnya rata-rata skor sikap ilmiah kelompok siswa yang di belajarkan dengan model pembelajaran generatif (134,37) lebih tinggi daripada kelompok siswa yang di belajarkan dengan model pembelajaran konvensional (94,32). Dengan demikian, model pembelajaran generatif berpengaruh terhadap sikap ilmiah siswa pada kelas V SD Di Desa Yehembang Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model pembelajaran Generatif,sikap ilmiah The purpose of this research was to describe the significant differencesscience attititudein science subject between the studentsthat taught with generative learning model and those that taught with conventional learning model in grade V Yehembang Elementary School in academic year 2014/2014. This research using post test design only with non equivalent control group design. The research population was all students in grade V which belong to Elementary School Desa Yehembang with the total 69 students. The samples was all students in grade V which belong to Elementary School 5 Desa Yehambangwith the total 35 students from experiment group and 34 students which belong to Elementary School 1 Desa Yehembang.The data were analysed using a descriptive statistic and inferencial statistic. The result of this research showed that there were the differencesscience attitude between the students taught with generative learning model and taught with conventional model learning (tarithmetic = 8.86 ; ttable = 2,00).The average score of the students taught with generative learning model is 134,37 higher than the students taught with conventional learning model = 94,32. In this research generative learning model can be considered to be significant in developing science attitude student.keyword : generative learning model, science attitude
PENGARUH MODEL KUANTUM TRHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA ., Ni Gusti Agung Ayu Arna Susanti; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kuantum terhadap hasil belajar dengan kovariabel motivasi belajar. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian berjumlah 84 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 33 siswa. Dua instrumen pokok penelitian yaitu kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent, anakova satu jalur, dan analisis korelasi product moment).Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum. Kedua, setelah dikendalikan oleh kovariabel motivasi belajar, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional Ketiga, motivasi belajar memberikan kontribusi positif sebesar 55,8% terhadap hasil belajar IPA. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kuantum memiiki pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci : Kata-kata kunci: model pembelajaran kuantum, motivasi belajar, hasil belajar This study aimed to identify and analyze the effect of quantum learning model toward the learning outcomes with covariates learning motivation. This study was a quasi- experimental designed with non - equivalent post -test only control group design . The population of this study were 84 students and the sample used in this study were 33 students . Two principal research instruments are learning motivation questionnaire and science achievement test . Data were analyzed in two stages , namely the descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (independent sample t-test , Anacova one lane , and the product moment correlation analysis ). Based on the analysis , the following results were found . First , there are significant differences of science learning outcomes between students who learned through the quantum model of learning and student that learned through conventional model. Second, after controlled by the learning motivation covariates, there are significant differences in learning outcomes between the students who learned through the quantum model of learning and students who learned through conventional model of learning. Third, the learning motivation gave a positive.keyword : kuantum learning model, motivation of study, learning result
PENGARUH MODEL KUANTUM TRHADAP HASIL BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL MOTIVASI BELAJAR SISWA ., Ni Gusti Agung Ayu Arna Susanti; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran kuantum terhadap hasil belajar dengan kovariabel motivasi belajar. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian berjumlah 84 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 33 siswa. Dua instrumen pokok penelitian yaitu kuesioner motivasi belajar dan tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent, anakova satu jalur, dan analisis korelasi product moment).Berdasarkan hasil analisis, ditemukan hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum. Kedua, setelah dikendalikan oleh kovariabel motivasi belajar, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kuantum dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional Ketiga, motivasi belajar memberikan kontribusi positif sebesar 55,8% terhadap hasil belajar IPA. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kuantum memiiki pengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci : Kata-kata kunci: model pembelajaran kuantum, motivasi belajar, hasil belajar This study aimed to identify and analyze the effect of quantum learning model toward the learning outcomes with covariates learning motivation. This study was a quasi- experimental designed with non - equivalent post -test only control group design . The population of this study were 84 students and the sample used in this study were 33 students . Two principal research instruments are learning motivation questionnaire and science achievement test . Data were analyzed in two stages , namely the descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (independent sample t-test , Anacova one lane , and the product moment correlation analysis ). Based on the analysis , the following results were found . First , there are significant differences of science learning outcomes between students who learned through the quantum model of learning and student that learned through conventional model. Second, after controlled by the learning motivation covariates, there are significant differences in learning outcomes between the students who learned through the quantum model of learning and students who learned through conventional model of learning. Third, the learning motivation gave a positive.keyword : kuantum learning model, motivation of study, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS IV TAMPAKSIRING TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Nyoman Triyana; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional kelas V SD Gugus IV Tampaksiring Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen, menggunakan desain penelitian nonequipalent control group desigen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berada di Gugus IV Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014, yang berjumlah 5 kelas. Tehnik sampel yang digunakan random sampling. Hasil sampel didapat kelas V SD No 1 Pejeng Kelod sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 31 siswa, dan siswa kelas V SD No 3 Pejeng Kangin sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 32 siswa. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes dengan instrumen tes objektif pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t sebesar 2,47. Pada taraf signifikansi 5% (α= 0,05) atau tingkat kepercayaan 95% dengan dk 31 + 32 - 2 = 61 diperoleh ttabel 2,000. Jadi thitung lebih besar dari ttabel yakni 2,47 > 2,000. Karena thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima. Yang berarti ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran berbasis masalah yaitu sebesar 77,48 dan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional yaitu sebesar 69,78.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus IV Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar IPA siswa. This study aims to determine significant differences in learning outcomes between students who are learning science through problem -based learning model in which students learn through conventional teaching fifth grade elementary Cluster IV Tampaksiring Academic Year 2013/2014 . This type of research is Quasy experiment , using a control group design study nonequipalent desigen . The population in this study were all fifth grade students who are in Cluster IV Tampaksiring academic year 2013/2014 , which amounts to 5 classes . Sampling techniques used random sampling . Results obtained samples fifth grade elementary school No. 1 Pejeng kelod as the experimental group numbering 31 students , and fifth grade students of elementary school No. 3 Pejeng Kangin as a control group numbering 32 students . Student learning outcomes data were collected through a test method with multiple-choice objective test instrument . The data were analyzed with t.Hasil test showed that there are significant differences between the learning outcomes of students learning science through problem -based learning model with students who learn through conventional learning . It is shown from the results of the t test of 2.47 . At the 5% significance level ( α = 0.05 ) or 95 % confidence level with a dk 31 + 32-2 = 61 obtained ttable 2,000 . So tcount larger than the ttable 2.47 > 2.000 . Because of t > t table then H0 is rejected and Ha accepted . Which means there is a significant difference between the learning outcomes of students studying science through problem -based learning model with students who learn through conventional learning . The mean value obtained between students who learn through problem -based learning model that is equal to 77.48 and students who learn through conventional teaching that is equal to 69.78 . Thus it can be concluded that there are significant model of problem-based learning on learning outcomes of students grade science Cluster IV V SD Tampaksiring academic year 2013/2014keyword : problem-based learning model, students learn science results.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V ., Eka Ardi Wrisca Febriyanti; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray (TS-TS) berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Abang Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Abang tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 98 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 43 siswa. Data hasil belajar Matematika dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda dengan satu jawaban benar. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode Two Stay Two Stray (TS-TS) berbantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional (thitung = 5,813> ttabel = 2,021). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) berbantuan media konkret lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. Artinya penggunaan metode pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) berbantuan media konkret berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Abang Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : metode Two Stay Two Stray (TS-TS), media konkret, hasil belajar Matematika. This research aims to describe differentces in learning outcomes Mathematics among students who take lesson with methods Two Stay Two Stray (TS-TS) concrete media assistance with student who take learning with conventional learning methods in fifth grade elementary schools students in Cluster III Districten Abang Academic Year 2013/2014. This type of research is a quasi axperimental research with design using non-equivalent post-test only control group design. Population in this study was all fifth grade students of elementary schools in Cluster III Districten Abang Academic Year 2013/2014 the amount is 98 all together. Samples were taken by means random sampling the amount is 43 students. Mathematics learning outcomes data were collected using a multiple-choise test with one correct answer. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics are t-test. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between students who take mathematics teaching methods Two Stay Two Stray (TS-TS) concrete media assited by students who take lesson with the conventional method (t = 5,813> ttab = 2,021). Based on the results of this research can be said that the group of students who learned with the learning method Two Stay Two Stray (TS-TS) concrete media assisted better than the group of students who learned with conventional learning method. Means the use of learning method Two Stay Two Stray (TS-TS) concrete media assistance effect on improvement of students learning outcomes Mathematics in fifth grade elementary schools students in Cluster III Districten Abang District of Karangasem Academic Year 2013/2014.keyword : method Two Stay Two Stray (TS-TS), concrete media, Mathematics learning outcome.
Pendekatan Komunikatif Berpengaruh Terhadap Keterampilan Berbicara Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V SD Gugus VI Kecamatan Gianyar ., Luh Farmita; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara mata pelajaran bahasa Indonesia siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan komunikatif dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus VI Kecamatan Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V Gugus VI Kecamatan Gianyar pada Tahun Ajaran 2013/2014 yang terdiri dari 5 kelas dengan 151 orang siswa. Sampel penelitian sebanyak 2 kelas dengan 64 orang siswa yang ditentukan dengan random sampling. Data tentang keterampilan berbicara dikumpulkan menggunakan rubrik penilaian. Berdasarkan taraf signifikan 5% dan dk =62 (thitung=3,227 > ttabel = 2,000), menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan komunikatif dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus VI Kecamatan Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014. Ini berarti, pendekatan komunikatif berpengaruh terhadap keterampilan berbicara mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V Gugus VI Kecamatan Gianyar Tahun Ajaran 2013/2014Kata Kunci : pendekatan komunikatif, bahasa indonesia, keterampilan berbicara A research is conducted to know the significant differences between skill speaking Indonesian languageof student’s which used communicative approachment with student’s used convencional teaching of the fifth grade students cluster VI Kecamatan Gianyar in academic year 2013/2014. A research used designed as non equivalent group control. Population of this research focused on the students grade V Cluster VI Kecamatan Gianyar in academic year 2013/2014 with have 5 classes of 532 student’s. The sample of research is 2 class with 64 student were taken with a random sampling technique. The data about students skill of speaking is collected with rubric assessment. The research shows significant 5% dan db=62 (thitung=3,227 > ttabel = 2,000), shows significant differences between skill speaking of student’s which used communicative approachment with student’s used convencional teaching of the fifth grade students cluster VI Kecamatan Gianyar in academic year 2013/2014. , Thus, it can be concluding that communicative approachment effect on skill speaking Indonesian language of the fifth grade students cluster VI Kecamatan Gianyar in academic year 2013/2014.keyword : communicative approachment, Indonesian language, skill of speaking
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN 13 PEMECUTAN TAHUN 2013/2014 ., Ida Ketut Anom Mahendra; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3542

Abstract

ABSTRAK Penerapan model pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Experiential Learning diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, demokratis dan dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Experiential Learning dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SDN 13 Pemecutan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 13 Pemecutan, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah keseluruhan populasi adalah 80 siswa, sampel yang digunakan adalah 2 kelas yaitu siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol dengan jumlah keseluruhan sebanyak 80 siswa. Teknik yang digunakan adalah teknik sampel jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Data yang dianalisis adalah hasil belajar IPS siswa yang dikumpulkan melalui post test IPS siswa. Untuk analisis data digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil belajar post test IPS siswa secara keseluruhan menunjukkan nilai thitung sebesar 2,40 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 78 diperoleh ttabel = 2,000 yang berarti (thitung = 2,40 > ttabel = 2,000) sehingga dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching berbasis Experiential Learning dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. hasil penelitian juga diperoleh nilai rata- rata siswa kelompok eksperimen adalah 64,73 sedangkan nilai rata- rata siswa kelompok kontrol adalah 57,95 yang berarti ada pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching berbasis Experiential Learning terhadap hasil belajar IPS siswa SDN 13 Pemecutan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Experiential Learning dan Hasil Belajar IPS. Abstract Applying the Quantum teaching model based on Experiential Learning is expected to create a fun, democratic and dynamic teaching learning environment. This study aims at finding the significant difference of the students’test results who were taught by quantum teaching based on experiental learning model and those who were taught using conventional teaching model of the fifth grade of SDN 13 Pemecutan. This research was conducted in SDN 13 Pemecutan. The study populations were all students on the fifth grade on the second semester of the academic year 2013/2014. The total populations were 80 students. The samples used in this study were all students of VA and VB classes. The students of VA class were experimental group, while students of VB class were the controller group. The technique used is the saturated sampling technique when all members used as samples. The data analyzed was the result of students’ post test of social studies subject. The T-test with a significance level of 5% was used to analyze the data. The results of the students’ post test of social studies subject showed as a whole mark of tcountat 2.40 with a significance level of 5% and dk =78. As the result, the ttable= 2.000, which means (tcount=2.40>ttable =2.000). Therefore, there are significant differences of the students’ post test results of the Quantum Teaching Experiential Learning model with students who were taught by conventional learning model. The result of this study was obtained from the average of students’ mark. The average students’ mark of the experimental group was 64.73, meanwhile the average mark of the controller group students was 57.95. It means that the application of Quantum Teaching Experiential Learning based model influences the students learning outcomes of SDN13 Pemecutan. keyword : Quantum Teaching Learning Model-Based Experiential Learning and Learning Outcomes IPS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS VIII MENGWI TAHUN AJARAN 2013/2014 ., I Putu Gede Sukada; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan Media konkret dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 60 orang. Sampel ditarik dengan menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 60 orang sampel. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan media konkret dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat dari hasil analisis bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 6,61 > 1,980 pada taraif signifikansi 5% dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar IPA kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 74,5 > 61,70. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan media konkret terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : hasil belajar, IPA, model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan media konkret. This research aimed at knowing the significantly different in science study between groups of students’ learning by using Heuristik VEE learning helped by concrete media with students who involved in conventional learning in grade IV of Elementary school students at SD Gugus VIII Mengwi. Type of this study was experimental research used quasi experimental design. The subjects of this research were grade IV of Elementary school students at SD Gugus VIII Mengwi. Sample were taken randomly namely, grade IV of Elementary school students at SD N 3 Mengwi as an experimental class with the number of the students of each group were 30 students and grade IV of Elementary school students at SD N 1 Mengwi as controlled class with the number of the students of each group were 30 students. The technique used in collecting the data in this research was objective test. Statistical analysis used to test the research hypothesis was test of different mean (t-test). The analysis showed that there was the significantly different in science study between the students’ learning by using Heuristik Vee learning helped by concrete media with the students who involved in conventional learning. It was be evidenced that the average score reached of experimental class was X ̅ = 74,5 > X ̅ = 61,70 in controlled class. it can be concluded that the used of generative learning helped by power point influenced the students science study in grade IV of Elementary school students at SD VIII Mengwi. Keywords:, Heuristik VEE learning , concrete media, science study keyword : Heuristik VEE learning , concrete media, science study
Pengaruh Model Probing-Promting Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V ., Putunda Al Arif Hidayatullah; ., Drs. Gede Raga, M.Si; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Probing-Promting dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus Singasari Kecamatan Pekutatan tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Pulukan yang berjumlah 20 orang dan kelas V SDN 1 Medewi yang berjumlah 19 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Probing-Promting dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan dengan model Probing Promting adalah 58,70 tergolong kriterian tinggi. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang dibelajarkan model konvensional adalah 44,58 yang berada pada kategori sedang, dan thitung = 5,11, ttabel = 2,021 pada taraf signifikan 5%. Hal ini berarti bahwa thitung>ttabel. Jadi model Probing-Promting berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA di kelas V gugus Singasari kecamatan Pekutatan.Kata Kunci : Model Probing-Promting, Berpikir Kritis The aimed of this reserch was to know the difference between students’ critical thinking who learn using Probing-Promting model and students’ critical thinking who learn using conventional learning ain learning science of the fifth grade students in SDN Gugus Singasari Pekutatan district. This research was quasi experiment. The population of this research was grade five of SD gugus Singasari Pekutatan district consisted of 142 students, regency in the academic year 2013/2014. The sample of this research was grade five of SDN 2 Pulukan consisted of 20 students and grade five of SDN 1 Medewi consisted of 19 students. The instrument used to collecting the data were essay test. Data analysis used was descriptive statistic and inferential statistic (t-test). The result of this research show that there is significant difference between critical thinking of students by using convensional and students critical thinking by using Probing-Promting model. Average score of the students critical thinking using Probing-Promting model is 58,70 classified as high criteria. Average score of the students critical thinking using convensional learning is 44,58 classified as intermediate criteria, and tobserved = 5,11, t table = 2,021 at the significant level 5% which means that tobserved>table. In this reseach Probing-Promting model is preponderant for the critical thinking students in learning natural science of the fifth grade students in gugus Singasari Pekutatan district.keyword : Probing-Promting model, critical thinking

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue