cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Putu Frendita Muliantika; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N di Gugus IV Kecamatan Gerokgak. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling dan sampelnya adalah SD N 1 Gerokgak dan SD N 4 Gerokgak. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT dengan perhitung thitung = 3,803 > ttabel = 2,021. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT adalah 20 lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT yaitu 16. Dengan demikian model pembelajaran TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Gerokgak. Kata Kunci : Teams Games Tournament, hasil belajar IPA This study aims at investigating the differences of learning achievement in science study between groups of students who were taught by using Teams Games Tournament (TGT) learning model and groups of students who were not taught by using Teams Games Tournament (TGT) learning model in the fifth grade of elementary school students in Gugus IV KecamatanGerokgak Lesson Year 2016/2017. This research is a quasi-experiment research with Non-Equivalent Post-Test Design Only Control Group Design research. Population in this research is student of class V SD N in Gugus IV District Gerokgak.The sample was taken by random sampling technique and the samples were SD N 1 Gerokgak and SD N 4 Gerokgak. The data collection techniques used a multiple choice test.Data were analyzed by using t-test. Result of research indicate that there are difference of science learning result between group of student which is taught by using TGT learning model and group of student which not taught by using TGT learning model with t count = 3,803>ttabel = 2,021.The average score of science learning outcomes of the group of students who were taught using the TGT learning model was 20 higher than the group of students who were not learned by using the TGT learning model that is 16. By doing so TGT learning model has a significant effect on the science learning outcomes of fifth grade in elementary school Gugus IV Kecamatan Gerokgak.keyword : Teams Games Tournament, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Gusti Ayu Winda Dwi Wahyuni; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10722

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan mengunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak pada semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SD N 1 Banyupoh sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 18 orang siswa dan SD N 2 Penyabangan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 25 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA meliputi aspek kognitif yang diperoleh dari tes hasil belajar bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,390 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 21 lebih besar dari rata–rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 17. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar IPA The purpose of this research is to know the difference of science learning outcomes between student groups that are learned by using Problem Based Learning Model (PBL) and group of students that are not learned by using Problem Based Learning (PBL) model in Grade V students in Cluster V District Gerokgak Lesson 2016/2017. This research is quasy experiment with research design is Non Equivalent Control Group Design. The population of the research is the students of Grade V of Elementary School in Gugus V of Gerokgak Sub District in the even semester of Lesson 2016/2017. The sample was determined by random sampling technique and obtained by State Elementary School 1 Banyupoh as experiment group consisting of 18 students and State Elementary School 2 Penyabangan as a control group of 25 students. The data collected was the result of science learning covering the cognitive aspect obtained from the result of learning test of the multiple form of learning. The data obtained were analyzed using inferential statistical analysis (t-test) Based on the result of data analysis, obtained tcount = 3,390 bigger than ttable (at significance level 5%) = 2,000. Judging from the calculation of the average of science learning outcomes experimental group is 21 greater than the average of control group science learning outcomes, which is 17. So it can be concluded that the model of Problem Based Learning (PBL) learning affects the results of science learning V grade students of School Grounds in Cluster V Gerokgak Sub District Year 2016/2017keyword : Problem Based Learning (PBL), science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Gusti Ayu Widya Tri Wahyunita; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post-test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling.Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas V di SD Negeri 3 Banyupoh dan SD Negeri 2 Musi. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda/obyektif.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar IPA,diperoleh thitung sebesar 4,187 Sedangkan, ttabel sebesar 1,980 pada taraf signifikansi 5%.Hal ini berarti thitung> ttabel. Dilihat dari hasil perolehan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 21,02 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol yaitu 16,30. Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Inkuiri terbimbing, video, hasil belajar IPA The aim of this research is to know the significant difference of science learning outcomes between groups of students who were taught using guided inquiry-based learning model with uneducated group of students using guided inquiry-assisted instructional model in V grade elementary school students in Gugus V Gerokgak Sub-district 2016 /2017. This type of research is a quasi-experimental research with non equivalentpost-test only control group design. The population of this research is all students of grade V SD in Gugus V Kecamatan Gerokgak Lesson 2016/2017. The sampling technique used is random sampling. The class that becomes the research sample is the V class at State Elementary School 3 Banyupoh and State Elementary School 2 Musi. Learning result data is collected by using multiple / objective test. The data obtained were analyzed using inferential statistical analysis technique that is t-test. Based on the results of data analysis of learning outcomes IPA, obtained t count of 4.187 Meanwhile, ttabel of 1.980 at 5% significance level.This means thitung> ttable. Judging from the results of the average learning outcomes of IPA experimental group is 21.02 greater than the average learning outcomes of control group IPA that is 16.30. Based on the above explanation, it can be concluded that learning using guided inquiry learning model has a positive effect on the learning outcomes of science.keyword : Guided Inquiry, videos, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR ., Ketut Eli Mariadeni; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal. Rancangan penelitian menggunakan “post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 130 siswa. Sampel Diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal dengan perhitungan thitung = 3,35 > ttabel = 1,99 dengan signifikasi < 0,05. Rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol yaitu 24,61>20,50. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PKn siswa.Kata Kunci : hasil belajar, talking stick, media audio visual, kearifan lokal. This study aims to determine the difference between learning outcomes of Civics between groups of students who are taught using learning models Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom with groups of students who are not learned by using learning models Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this study is the students in Buleleng District VI Cluster 2016/2017 of 130 students. Sample Taken using random sampling technique. The results showed that there was a significant difference of learning outcomes of Civics between groups of students who were taught with learning models Talking Stick Aided audio visual media based on local wisdom and groups of students who did not learn by using learning model Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom with the calculation Thitung = 3.35> ttable = 1.99 with significance 20,50. This shows the instructional model Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom has a significant effect on students' learning outcomes.keyword : learning outcomes, talking stick, audio visual media, local wisdom.
PENGARUH PENGGUNAAN ICE BREAKER TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR ., I Komang Arimbawa; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi motivasi belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan ice breaker, (2) deskripsi motivasi belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran tanpa penggunaan ice breaker pada, dan (3) perbedaan motivasi belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan ice breaker dan siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan ice breaker. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Pempatan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 8 Pempatan sebagai kelas kontrol. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji-t sampel independent. Berdasarkan analisis data dengan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 48,18 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2,021 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil Penelitian menunjukkan (1) motivasi belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan ice breaker tergolong sangat tinggi, (2) motivasi belajar yang dibelajarkan tanpa menggunakan ice breaker tergolong tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar IPS siswa antara kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan ice breaker dan kelas yang dibelajarkan tanpa menggunakan ice breaker. Hal ini menunjukkan bahwa ice breaker berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar IPS siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : ice breaker, motivasi belajar This study aimed to know (1) the description of social science students’ motivation which were taught using ice breaker, (2) the description of social science students’ motivation which were taught without using ice breaker, and (3) the difference of social science students motivation which were taught using ice breaker with students’ motivation which were taught without using ice breaker. The type of this study was quasi experiment in which the research design used was non equivalent post-test only control group design. The population of this study was students of grade V in the cluster IV of Rendang District, Karangasem Regency, in the academic year 2016/2017. The sample of this study was students of grade V SD Negeri 3 Pempatan as the experimental class and students of grade V SD Negeri 8 Pempatan as the control class. The data of learning motivation were gathered by using instrument in form of questionnaire. The data analysis technique used was descriptive analysis and t-test independent sample. Based on the data analysis with t-test, tcount value was 48.18 higher than ttable value 2.021 with the level of difference was 5%. The result of the study showed that (1) the motivation of social science students which were taught by using ice breaker is very high, (2) the motivation of social science students which were taught without using ice breaker is high, and (3) there was a significant difference of social science students’ motivation between the class which was taught by using ice breaker and the class which was taught without using ice breaker. This indicated that ice breaker affected significantly toward social science students’ motivation of grade V in the cluster IV of Rendang District, Karangasem Regency, in the academic year 2016/2017.keyword : ice breaker, learning motivation
KORELASI ANTARA PERCAYA DIRI DALAM BELAJAR DENGAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS 2 KECAMATAN MENGWI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Gede Agus Sumadi Arsa; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara percaya diri dalam belajar dengan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Mengwi tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto, korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di SD Gugus 2 Kecamatan Mengwi yang berjumlah 131 orang. Sampel ditentukan dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling dan jumlah sampel dari populasi ini adalah 95 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian angket tentang percaya diri oleh responden, sedangkan data tentang kompetensi pengetahuan IPS didapat melalui pencatatan dokumen. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik korelasi biserial. Hasil analisis data diperoleh thitung = 2,238, sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk 93 diperoleh nilai ttabel = 1,980 sehingga thitung = 2,238 > ttabel = 1,980. Berdasarkan kriteria pengujian maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha)diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikanantara percaya diri dalam belajar dengan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus 2 Kecamatan Mengwi Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : percaya diri dalam belajar, kompetensi pengetahuan IPS This study purpose to know the correlation between self-confidence in learning with the competence of knowledge IPS class V SD Gugus 2 Mengwi District academic year 2016/2017. This type of research is ex post facto, correlational research. The population of this study is all students of class V that exist in elementary school 2 Mengwi District, amounting to 131 people. Samples were taken from the population using proportional random sampling technique and the sample size of this population was 95 people. The data collected is the result of a questionnaire about confidence by respondents, while data on IPS knowledge competence is obtained through document recording. Statistical analysis used in this research is biserial correlation technique. The result of data analysis obtained tcount = 2,238, while at 5% significance level and dk 93 obtained ttable value = 1,980 so tcount = 2,238 > ttable = 1,980. Based on the criteria of the test, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. So it can be concluded that there is a significant positive correlation between self-confidence in learning with the knowledge competence of social studies students class V SD Gugus 2 Mengwi District academic year 2016/2017.keyword : self-confidence in learning, IPS knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Dwi Krisnayanti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya dan siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya pada siswa kelas V di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah desain eksperimen kuasi dengan rancangan Non-equivalent Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang terdiri dari 7 SD dengan 15 kelas di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VB SDN 8 Padangsambian sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VB SDN 2 Padangsambian sebagai kelas kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 34 siswa setelah disetarakan dengan teknik matching. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, dengan tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validitas. Analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan matematika siswa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada siswa kelas V di SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017 (thitung = 6,696 > ttabel = 2,000) dan rerata nilai kompetensi pengetahuan matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya yaitu, 82,29 dan rerata nilai kompetensi pengetahuan matematika siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya yaitu, 69,03. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan tutor sebaya berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas V SD Gugus Kompyang Sujana Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : inkuiri terbimbing, tutor sebaya, matematika This study aimed to determine the significant differences in the competence of mathematical knowledge of students who are taught using a guided inquiry learning model assisted by peer tutors and students who are not taught using a guided inquiry learning model assisted by peer tutors in grade V students in elementary school group Kompjana Sujana lesson year 2016/2017. This research was an experimental research with experimental design used is a quasi experimental design with Non-equivalent Group Design design. The population in this study were all students of class V consisting of 7 elementary schools with 15 classes in elementary school group Kompyang Sujana Lesson Year 2016/2017. The sample of this research were VB students of SDN 8 Padangsambian as experimental class and students of VB SDN 2 Padangsambian class as control class with amount of each group as many as 34 students after equalized by matching technique. The method of data collection in this study was the test method, with the usual double choice test amounting to 30 items that have been in the validity. The data analysis showed that there is a significant difference of competence of mathematics knowledge of students in experiment class and students in control group in grade V students at elementary school group Kompyang Sujana Lesson Year 2016/2017 (titung = 6,696> ttable = 2,000) and the mean value of mathematics knowledge competence of students who are taught using guided inquiry learning model assisted by peer tutor that is, 82,29 and the mean value of mathematics knowledge competence of student which is not learned using guided inquiry model of tutor assisted tutor peer that is, 69 , 03. Thus, the conclusion of this research is the guided inquiry learning model assisted by peer tutors influence the competence of mathematics knowledge of grade V elementary school group Kompjana Sujana Lesson 2016/2017keyword : guided inquiry, peer tutor, mathematical
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn DENGAN KOVARIABEL SIKAP MULTIKULTUR ., I Made Sariana; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament terhadap hasil belajar PKn dengan kovariabel sikap multikultur pada kelas IV SD Mutiara di Kota Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong sebagai rancangan single factor independent groups design with use of covariate. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas 1V SD Mutiara Singaraja, yang berjumlah 70 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total. Data dianalisis menggunakan ANACOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Teams Games Tournament dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F=28,826 dan p < 0,05). Kedua, setelah kovariabel sikap multikultur dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Team Games Tournament dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensioanal (F=5,379 dan p < 0,05). Ketiga, terdapat kontribusi kovariabel sikap multikultur terhadap hasil belajar PKn siswa sebesar 53,3%. Kata Kunci : hasil belajar Pkn, Sikap multikultur, teams games tournament This research aims to investigate the effect of Teams games tournament cooperative learning model towerds civic’s learning results with covariable of learning multicultural attitude to sixth grade students of elementary school mutiara at singaraja city in academic year 2016/2017. This research used single factor independent groups design with use of covariate. population in this research was the was 70 students of elementary school mutiara singaraja. research using a sample of the total sample. Civic education study results education data collected with the test results. data were analyzed using ANACOVA.Results show that: first, there was a difference in civic’s learning result between students who followed teams games tournament with students who followed conventional learning model (F = 28,826 and p 0.05). Second, after multicultural attitude covariable was controlled, there is a difference in civic’s learning outcame between students who followed teams games tournament with students who followed conventional learning model (F = 5,739 and p < 0.05). Third, there was a contribution of multicultural attitude covariable to student’t civic’s learning results for 53,3%. keyword : civic’s learning results, multicultural attitude, teams games tournament
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS PANGERAN DIPONEGORO DANPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Gusti Ayu Lestari; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10731

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Word Square berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Pada penelitian ini, unit eksperimennya berupa kelas sehingga rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan menggunakan desain penelitian non-equivalen control group desain. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV (empat) SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, uji kesetaraan dengan memberikan Pre-Test menggunakan teknik Matching. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IVB SD Negeri 11 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVB SD Negeri 1 Pemecutan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 33 orang. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan menggunakan tes kompetensi pengetahuan berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa, kemudian data dianalisis dengan uji-t.Berdasarkan hasil penelitian, nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa pada kelas eksperimen yaitu X ̅ = 78,39 dan pada kelas kontrol yaitu X ̅ = 71,67. Serta setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh thitung = 2.676 dan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 33+33-2=64, maka diperoleh harga ttabel = 2,000. Sehingga dapat dikatakan bahwa thitung = 2,676 > ttabel(α=0,05:64) = 2,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD. Kata Kunci : Kata kunci: model pembelajaran word square berbantuan media lingkungan, pembelajaran konvensional, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA. Abstract This research’s aims to know the difference of student’s mastery of science competence taught by word square learning model with assistance of environment media and students taught by conventional learning model for students grade four of SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat in academic year 2016/2017. In this research’s experiment unit is in form of class, then the research design use quasi experimental and non-equivalent control group design. Population of this research are students grade four of SD Gugus Pangeran Diponegoro Denpasar Barat in academic year 2016/2017. This research’s sampling use random sampling and equality test which use matching technique. This research’s sample is class IVB of SD Negeri 11 Pemecutan as experimental group and IVB of SD Negeri 1 Pemecutan as control group with thirty three students in each group. Data of mastery of science competence are collected by objective test in a form of conventional multiple choice, and then the data are analyzed by t-test. Based on the result of this research, the average score of students in experimental group is X = 78,39 and X = 71, 67 for students in control group. After conduct hypothesis test the result is tcount=2,676 and 5% on level of significance with dk= 33+33-2=64, then obtained ttable=2,000. So it can be said tcount=2,676 > ttable(a=0,05:64)= 2,000, so H0 is rejected and Ha is accepted. It means the result of this research shows the difference between students taught by word square learning model with assistance of environment media and students taught by conventional learning model on students grade four SD. keyword : Keywords: word square learning model with assistance of environment media, conventional learning model, mastery of science competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V ., I Made Dwi Radnyana Giri; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd.,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) berbantuan media PowerPoint dengan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization). Jenis peneltian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 128 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 2 Dauhwaru yang berjumlah 19 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Dauhwaru yang berjumlah 21 siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik. Analisis hasil penelitian ini menunjukkan diketahui thit = 17,30 dan ttab pada taraf signifikansi 5% = 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thit > ttab, sehingga hasil penelitian adalah signifikan. Hal ini berarti, terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran TAI (Teams Assisted Individualization) berbantuan media PowerPoint dan kelompok siswa yang tidak menggunakan model pembelajaran TAI (Teams Assisted Individualization). Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Bagi siswa untuk lebih meningkatkan hasil belajar, guru dapat menciptakan proses pembelajaran yang efektif, sekolah dapat meningkatkan mutu pembelajaran, dan peneliti lain sebagai pertimbangan untuk menyempurnakan penelitian yang akan dilaksanakan.Kata Kunci : TAI, media PowerPoint, hasil belajar. This study aims to determine differences in learning outcomes of Indonesian language between groups of students who were taught using a teaching model of TAI (Team Assisted Individualization) supported by PowerPoint media with groups of students who did not use the TAI (Team Assisted Individualization) learning model. This type of research is a quasi-experimental study. Population of this research is Population in this research is all student of class V SD Gugus III Sub Jembrana, Jembrana District of academic year 2016/2017 which amounted to 128 student. The sample of this research is class V SD Negeri 2 Dauhwaru which amounted to 19 students as experimental group and class V students of SD Negeri 4 Dauhwaru which amounted to 21 students as control group. Learning result data is collected by using multiple choice test. The data obtained were analyzed using statistical analysis technique. The analysis of the results of this study showed that thit = 17,30 and ttab at significance level 5% = 2.021. The result shows that thit> ttab, so the result of the research is significant. This means that there is a difference in learning outcomes between groups of students using a TePo Assisted Individualization model supported by PowerPoint media and groups of students who do not use TAI (Teams Assisted Individualization) learning model. Suggestions that can be submitted based on research that has been done. For students to further improve learning outcomes, teachers can create an effective learning process, schools can improve the quality of learning, and other researchers as a consideration to perfect the research to be implemented.keyword : TAI, PowerPoint media, learning outcomes.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue